Save Page

Matius 25:19-30
25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. 25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! 25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. 25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Penjelasan:


* Mat 25:19 - Lama sesudah itu
Lama sesudah itu. Sebuah petunjuk bahwa kedatangan kembali Kristus tidak akan terjadi dalam waktu dekat, sekalipun ungkapan ini menunjukkan waktu yang tidak tentu. Di dalam perumpamaan ini kedatangan kembali tersebut terjadi waktu para hamba masih hidup.

* Mat 25:20-23 - Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia // Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar // Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan // tuanmu
Pada saat tuan mereka datang kembali dua hamba yang pertama menyajikan jumlah yang berbeda, tetapi keduanya berhasil meningkatkan milik mereka 100% dan menerima pujian dan upah yang sama. Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia. Kesetiaan adalah kebajikan yang sedang diuji. Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Sebagian dari upah terdiri atas penerimaan tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar dari tuan mereka. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan (sukacita) tuanmu. Mungkin sebuah acuan kepada orang percaya yang berbagi sukacita dengan Kristus, yakni sukacita milik-Nya karena Ia melaksanakan kehendak Bapa dengan sempurna (Yoh. 15:10, 11).

* Mat 25:24-25 - Manusia yang kejam // Menuai di tempat di mana tuan tidak menabur, // Memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam // Aku takut
Tetapi hamba yang tidak menghasilkan apa-apa menunjukkan suatu pemahaman yang salah sama sekali tentang tuannya. Hal itu tampak dari penjelasan yang ia berikan. Manusia yang kejam. Keras, kejam dan tidak berperikemanusiaan. Menuai di tempat di mana tuan tidak menabur, maksudnya: mengambil keuntungan dari hasil jerih payah orang lain. Memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Tidak jelas apakah anak kalimat ini merupakan pokok pikiran yang sejajar dengan anak kalimat sebelumnya itu ataukah menggambarkan tahap berikutnya dari penuaian, yaitu saat pengirikan. Apabila yang dimaksudkan adalah yang belakangan ini, maka hamba ini menuduh tuannya mengumpulkan ke dalam lumbungnya hasil usaha memisahkan gandum dari sekam dengan memakai garpu pengirikan yang telah dilakukan orang lain. Aku takut. Dia berdalih bahwa dia dia takut mengambil risiko dan takut harus mempertanggungjawabkan kerugian yang mungkin terjadi. Hamba ini buta terhadap kenyataan bahwa tuannya merupakan tuan yang murah hati dan mengasihi, yang ingin ia ikut menikmati kebahagiaan.

* Mat 25:26 - Jadi kamu sudah tahu
Jadi kamu sudah tahu. Mungkin harus dianggap sebagai pertanyaan, "Tahukah kamu bahwa ... ?" Tanpa mengakui kebenaran dari pandangan ini, tuan itu menilai si hamba berdasarkan dalih yang digunakannya untuk menunjukkan kerendahan sikap semacam itu.

* Mat 25:27 - pada orang yang menjalankan uang // bunga
Apabila sang hamba memang takut mengambil risiko dari usaha bisnis. maka seharusnya dia menabungkan uangnya pada orang yang menjalankan uang sehingga pasti menghasilkan bunga. Sekalipun orang Israel tidak boleh menarik laba dari selama, mereka dapat melakukannya dengan orang bukan Yahudi (Ul. 23:20).

* Mat 25:28-29
Karena itu talenta di tangan hamba yang malas dan pemberontak ini diambil kembali dan diberikan kepada hamba yang paling mampu memanfaatkannya.

* Mat 25:30 - Campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Ratap dan kertak gigi
Campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Ratap dan kertak gigi dengan jelas menunjukkan bahwa yang dilambangkan adalah hukuman abadi (8:12; 13:42, 50; 22:13; 24:51). Di sini letak inti penafsiran bagian ini. Apabila perhitungan tersebut adalah penilaian atas pekerjaan orang percaya, maka kita tampaknya berhadapan dengan seorang percaya sejati yang kehilangan jiwanya karena kekosongan hasil kerjanya. Tetapi penafsiran semacam itu bertentangan dengan Yohanes 5:24. Atau, apabila hamba yang tidak menghasilkan apa-apa itu melambangkan orang Kristen yang hanya mengaku saja, yang sifat aslinya dengan demikian terungkap, maka kelihatannya penilaian atas hasil kerja orang percaya dan penghukuman orang berdosa terjadi bersamaan, sekalipun Wahyu 20 memisahkan kedua peristiwa tersebut selama 1000 tahun. Pemecahan terbaik adalah memakai perumpamaan ini bagi orang-orang kudus masa Penderitaan (baik Yahudi maupun bukan Yahudi) karena kaitan yang jelas dengan ayat-ayat sebelumnya. Penjelasan ini cocok dengan bagian Alkitab lainnya bahwa pada saat Kristus datang kembali, orang percaya yang tersisa akan dikumpulkan untuk menikmati berkat-berkat Kerajaan Seribu Tahun, tetapi orang-orang yang masih hidup ketika itu dan tidak sungguh-sungguh percaya kepada Mesias mereka akan disingkirkan (Yeh. 20:37-42). Tentu saja, prinsip yang berlaku bagi semua orang dari segala zaman adalah bahwa Allah menganggap setiap orang bertanggung jawab atas penggunaan karunia yang Ia berikan kepada mereka.


SBU


MINGGU II SES. PENTAKOSTA
KAMlS, 14 JUNI 2018
Renugan Pagi
GB.281 : 1 -Berdoa
TUHAN MEMBERI MENURUT KESANGGUPAN

Matius 25:14-18
Yang seorang diberikannya lima talenta... masing-masing menurut
kesanggupannya... (ay.15)

Pagi ini Tuhan Yasua masih bicara hal datangan Kerajaan Sorga dengan kisah parumpamaan yang berbeda. Jika daiam parikop sebelumnya Tuhan Yesus mengumpamakannya dengan kisan
gadis-gadis bijaksana dan gadis-gadis bodoh, maka dalam perikop ini, Tuhan Yesus mangisahkan seorang tuan yang akan pergi namun akan kembali.

Sebelum pergi, tuan itu mernercayakan harta-nya kepada para hambanya untuk dikalola. Yang seorang diberinya
lima talenta, yang lain dua dan satu talanta. Namun yang menarik dari perumpamaan ini bagaimana tuan itu mamberikan talenta sesuai kasanggupan masing-masing hambanya. la tidak memaksakan hamba yang tidak mampu menanggung "beban" dengan
membarikannya tanggung jawab yang lebih besar. Kebijaksanaan tuan ini kemudian terbukti dengan hasil yang didapatkan pada namba yang hanya diberikan 1 talenta tidak rnampu mengelola talenta itu, bahkan hanya mernendarnnya di dalam tanah. lni pasti
diketahui oleh tuannya, karena apa yang diberikan kepacia para hamba sesuai dangan kesanggupan rnasing-masing, bukan Karena yang satu lebih unggul dari pada yang lain.

Apa yang Tunan percayakan di dalam hidup kita, tentu saja sudah disesuaikan dengan kesanggupan dan kemampuan kita untuk mangelolanya. Kaiau kita dipercayakan talenta dan kemampuan lebih, itu bukan karena kita "anak emas" Tuhanyang menjadikan kita sombong. Kalau kita dipercayakan taienta yang lebih sedikit, bukan barartl Tuhan tidak sayang kepacla kita, sehingga kita menjadi rendah diri dan tidak rnau melakukan yang terbaik bagi kemuliaan-Nya. Pemberian banyak dan sadikit, besar dan kacilnya talenta yang dipercayakan sudah lebih dahulu dipertimbangkan Tuhan dengan melihat kesanggupan setiap manusia yang
akan manarimanya. Namun yang tarpenting, bukan seberapa
banyak dan besar talenta yang diberikan Tunan, tatapi apakah
kita dapat menggunakan talenta itu menjadi berkat di dalam hidup
kita dan sasama?

GB.281 : 2
Doa : (Ya Tuhan Yesus, kami percaya talenta yang Kau berikan adalah yang terbaik bagi hidup kami, Karena itu mampukan kami untuk mengelolanya agar menjadi berkal bagi hidup kami dan sesama)




KAMlS,14 JUNI 2018
Renungan Malam
GB.79 : 1 -Berd0a
BRI PADANYA SEGENAP HIDUPMU

Matius 25:19-30
....Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamhaku yang baik dan setia; engkau teiah setia dalam perkara kecil ...(ay.21)

Berbicara tentang tatenta, tentu yang terlintas dalam pikiran kita adalah apa yang hebat dari diri kita, yang mungkin tidak dimiliki oleh kebanyakan orang, dan biasanya cenderung kita pakai menjadi alat memuaskan keinginan serta ambisi kita sendiri. Misalnya seseorang yang bisa bernyanyi dengan indah, biasanya akan memakai kemampuannya itu untuk dapat menjadi penyanyi terkenal, agar dikagumi oleh orang lain.  Namun, ingatkah kita apa makna talenta yang sesungguhnya? Di kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kata talenta diartikan sebagai pembawaan seseorang sejak lahir atau bakat. Namun, di Matius 25:14-3O, talenta dimengerti terkait tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan dan dianugerahkan Tuhan kepada kita. Karena itu kita harus dapat mengelolanya dengan baik apa yang dipercayakan Tuhan itu. Tuhan memberikan kepada setiap orang percaya talenta sebagai alat
untuk menjaiankan pekerjaan-Nya di dunia ini. Tujuannya untuk membangun kerajaan-Nya dan kenidupan umat manusia. "Tugas" itu yang nantinya akan kita pertanggungjawabkan bersama di hadapan Tuhan ketika la datang kembali menghakirni setiap orang.
Mereka yang berhasil mengelola talentanya akan menerima bagiannya di daiam Kerajaan Sorga, tetapi yang gagai dan malas akan dicampakkan dan dibuang. Bagaimana dengan kita?

Seringkaii ketika kita sudah diberikan talenta yang luar biasa dari Tuhan, kita lebih senang menyimpannya bagi diri kita sendiri, atau untuk tujuan memuaskan ambisi diri sendiri, misalnya kita dikaruniakan talenta bermain organ dengan hebat, tetapi ternyata ketika diminta melayani menjadi organis di gereja, kita menolak dengan berbagai alasan. Ketika kita diberikan talenta untuk mengajar dengan baik dan kita diminta menjadi pelayan Pelkat PA atau PT, kita justru menghindar dengan berbagai cara agar tidak menjalani tugas dan tanggung jawab pelayanan tersebut.  Tuhan Yesus berkata "campakkanlah hamba yang tidak berguna itu kedalarn kegelapan, disanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi", Disitukah tempat kita?

GB 79 : 2, 3
Doa : (Kami mau memberikan yang terbaik bagiMu Tuhan sesuai talenta yang Kau beri, dengan begitu kami dapat menjadi berkat bagi sesama)

Label:   Matius 25:19-30 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB KAMlS, 14 JUNI 2018 - BRI PADANYA SEGENAP HIDUPMU - Matius 25:19-30 - MINGGU II SES. PENTAKOSTA





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 15 JUNI 2018 - KRISTUS PRIORITAS HIDUP SAYA - Filipi 3:12-16 - MINGGU II SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB - RABU, 13 JUNI 2018 - BIJAKSANA ATAU BODOH? PILIHLAH! - Matius 25:1-13 - MINGGU II SES. PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL