Save Page
Ayub 40:1-9
Ayub merendahkan diri di hadapan Allah
40:1 (#39-#34) Maka jawab TUHAN kepada Ayub: 40:2 (#39-#35) "Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa? Hendaklah yang mencela Allah menjawab!" 40:3 (#39-#36) Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 40:4 (#39-#37) "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. 40:5 (#39-#38) Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi; bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan."
TUHAN menantang Ayub
40:6 (#40-#1) Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: 40:7 (#40-#2) "Bersiaplah engkau sebagai laki-laki; Aku akan menanyai engkau, dan engkau memberitahu Aku. 40:8 (#40-#3) Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu? 40:9 (#40-#4) Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia?


Penjelasan:

* Suara Allah (38:1-41:25)
Keputusan yang dijatuhkan kepada Ayub oleh para sahabat telah menggelapkan jalan hikmat sampai Elihu angkat bicara. Jalan itu kini tercerahkan sepenuhnya oleh Suara dari dalam badai. Sangatlah tepat bahwa pendekatan Tuhan kepada Ayub adalah dalam bentuk tantangan. Dengan cara yang sama pula Dia telah menghadapi Iblis (bdg. 1:7, 8; 2:2, 3). Allah menantang Iblis dan Ayub dengan cara mengkonfrontasi, mereka dengan karya-karya-Nya yang ajaib. Dan karena Ayub sendiri merupakan hasil karya ilahi yang dengannya Iblis ditantang, maka melalui keberhasilan-Nya untuk menantang Ayub ini Allah melengkapi kemenangan-Nya dalam tantangan-Nya kepada Iblis. Tantangan yang disampaikan Allah kepada Ayub dilaksanakan dalam dua tahap (38:1-39:34 dan 40:1-41:34) dengan suatu waktu sela di pertengahan jalan yang ditandai dengan awal penyerahan diri Ayub (39:35-38).

* Ayub Menyerah (39:36-38).

Sesungguhnya, aku ini terlalu hina (ay. 37a). Hikmat sang Khalik yang tidak tertandingi itu telah demikian berhasil mengesankan Ayub sehingga dia berjanji tidak akan lagi mempersoalkan cara Allah mengatur kehidupan ini sebagaimana pernah dilakukannya berkali-kali (ay. 38). Dia juga tidak akan pernah lagi menghampiri Allah dengan menganggap dirinya sebagai pemuka (bdg. 31:37). Ayub mulai lagi memuja doktrin hikmat yang pernah diakuinya (bdg. 28:8).

* Ayb 40:6-8
Sasaran dari pertandingan gulat sabuk adalah melepaskan sabuk lawan, namun pertandingan tidak selalu selesai ketika sabuk sudah berhasil dilepaskan. Jadi semacam itu, Ayub harus memasang kembali sabuknya dan melanjutkan lagi pertandingan itu. Pengakuan kekalahannya (39:36-38) itu baik namun baru merupakan awal dari pertobatannya. Dia harus menyadari bahwa mengecam Yang Mahakuasa itu bukan hanya tidak masuk akal tetapi juga berdosa.

* Ayb 40:8-13 - Apakah lenganmu seperti lengan Allah
Apakah lenganmu seperti lengan Allah (ay. 4a). Kuasa penebusan Allah melalui mana Dia menyelamatkan umat-Nya dan menghukum lawan-lawan mereka sering kali digambarkan sebagai lengan Allah yang teracung dan perkasa (bdg. ay. 9b). Kritikan Ayub terhadap cara Allah mengatur kehidupan, khususnya sesumbarnya bahwa ia akan mengalahkan perlawanan bayangan dari Tuhan yang melawan kebenarannya pada dasarnya merupakan tindakan mengambil alih hak prerogatif Allah untuk memerintah dunia, mirip dengan keinginan untuk memiliki pengetahuan tentang yang baik dan yang buruk seperti Allah (bdg. Kej. 3:5), menganggap diri Tuhan. Hendaknya Ayub membuktikan kemampuannya untuk memberikan keputusan bersalah terhadap orang fasik yang kemakmurannya dianggap tidak adil oleh Ayub (40:5-8). Jika hal itu sudah dilakukan maka Allah akan menyembah di kuil Ayub selaku pengakuan bahwa Ayub memiliki kuasa ilahi untuk melaksanakan penghakiman yang menebus, melalui mana dirinya dapat dibenarkan dan diselamatkan (ay. 9).


SBU

MINGGU VII SES.PENTAKOSTA
SELASA,17 JULl 2018
Renungan Pagi
KJ.352 : 1,2 -Berdoa
LEBIH BAIK MEMBISU

Ayub 39:34-38
"Sesungguhnya aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepadaMu? (ay.37)

Penderitaan Ayub mendorong teman-teman akrabnya rnenasihati Ayub. Intinya mereka menekankan bahwa Allah itu maha sucl, maha kuasa, maha adil dan maha tahu; Allah akan mengganjar doaa yang tersembunyi dengan hukuman penderitaan. Namun Ayub merasa tidak berbuat salah yang patut menerima penderitaan yang dialarninya. Akhirnya Allah turun tangan menjawab Ayub yang suka membantah nasihat teman-temannya.

Allah menjawab Ayub dengan penanyaan pertanyaan yang bersifat menyelidik "Apakah engkau  cli rnanakah engkau" dst. Ayub tldak sanggup menjawabnya, ia merasa pengetahuannya terlalu kecil di hadapan Allah pencipta. Sebab itu ia berkata "Jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu '?" (ayat 37). Ayub hanya bisa tutup rnulut alias bungkam terhadap pertanyaan Allah.  Ayub memang dapat berbicara mengenai Allah lebih luas dan pengetahuan teman-temannya, tetapi pengatahuannya tentang Allah  Pencipta dan kehendak-Nya sangat kecil sekali. la tidak dapat membantah ucapan Allah yang rnaha kuasa. Pengalaman Ayubkala itu menjadi suatu cermin bagi kita untuk berintrospeksi mengenai keberaclaan kita di hadapan Allah.

Janganlah suka membantah nasihatteman, bila pengerfian kita sendiri sangat semplt tentang alasan Allah bertindak atau rnembiarkan klta dalam penderitaan seperti Ayub.  Jangan suka bersungut atau berdalih. Walaupun kita tidak bersalah yang patut menerima penderitaan seperti Ayub itu, tentu ada alasan atau maksud lain Allah terhadap kita. Membanlah atau bersungut ltu sama saja dengan mencemooh bahwa Allah tidak adil, paclahal la rnempunyai maksud tertentu terhadap iman dan pengharapan rnasa clapan kita.

KJ. 352:3,-4
Doa : (Tuhan, ajarlah aku mengerti maksud penderitaanku}



MINGGU VII SES.PENTAKOSTA
SELA$A,17 JULl 2018
Renungan Malam
KJ.391 : 1,2 -Berdoa
MAKSUD ALLAH BAGl AYUB

Ayub 40:1-9
"...hancurkanlah orang-orang fasik... pendamlah mereka bersama-sama dalam debu..." (ay.7-8)

Ada peribahasa sebagai berikut "Pukul tembok kena tiang". Apakah rnaksudnya? Sasaran tindakan itu sebenarnya bukan tembok tetapi tiang. Demikianlah maksud dari firman Tuhan bagi Ayub pada bacaan kita malam ini.

Sesungguhnya Tuhan tahu, Ayub tidak mungkin membasmi orang fasik di sekitarnya. Tindakan itu adalah main hakim sendiri dan hanya akan memperbanyak musuhnya. Maksud Aiiah dengan firman itu adalah agar Ayub bersikap bijak, tidak menggerutu mengenai nasibnya yang menderita karena pasti ada rencana Tuhan dengan penderitaannya itu.

Menggerutu akan menyebabkan orang fasik menceia dan merendahkan Yang Maha kuasa di dunia ini. Tindakan mereka akan menghancurkan orang- orang yang iemah iman rnenjadi murtad dan menjauhi Tuhan. Sikap tidak menggerutu justru membuat orang fasik kehilangan kesempatan mencela clan merendahkan Tuhan di hadapan orang yang lemah imannya. Sikap itu sama dengan menghancurkan dan memendam orang fasik dalarn debu. Jika hal itu bisa kita lakukan, maka Tuhan akan mengangkat kita dengan menyatakan "kemenangan" kita.

Jika kita bisa memahami maksud Tuhan itu, maka marilah mulai sekarang kita bersikap bijak. Menahan diri untuk tidak menggerutui perjalanan hidup yang kita ternpuh dan bagaimana tindakan Tuhan atas kita. Tutup mulut atau bungkam atau menahan diri dari pemyataan yang justru tidak membangun, agar tidak merangsang bangkitnya orang fasik yang merugikan iman banyak orang lernah.

Jika kita bisa berkata "Diam itu emas", maka "bungkam" atau menahan diri dari berkata yang tak periu, itu berlian yang sangat mahal" bagi masa depan kita dalam rancangan Tuhan.

KJ.391:3,4
Doa : {Roh kudus kiranya rnenolong saya mengerti segala rencana Tuhan bagi hidup masa depanku)


Label:   Ayub 40:1-9 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Bacaan Alkitab GPIB SELASA,17 JULl 2018 - MAKSUD ALLAH BAGl AYUB - Ayub 40:1-9 - MINGGU VII SES. PENTAKOSTA





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Bacaan Alkitab GPIB RABU, 18 JULI 2018 - KEJATUHAN DAN CIBIRAN - Mazmur 40:12-18 - MINGGU VII SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SENlN, 16 JULI 2018 - KUASA TUHAN - Yunus 2:7-10 - MINGGU VII SES. PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL