Save Page
Mazmur 40:12-18
(#40-#12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!  (#40-#13) Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sehingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku, sehingga hatiku menyerah.
(#40-#14) Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN, untuk melepaskan aku; TUHAN, segeralah menolong aku!
(#40-#15) Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu mereka semua yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan kena noda mereka yang mengingini kecelakaanku!
(#40-#16) Biarlah terdiam karena malu mereka yang mengatai aku: "Syukur, syukur!"
(#40-#17) Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: "TUHAN itu besar!"
(#40-#18) Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!


Penjelasan:

* Tuhan, segeralah menolong aku! // mendapat malu dan tersipu-sipu ... mundur dan kena noda, // terdiam
Doa Memohon Kelepasan. Tuhan, segeralah menolong aku! Ayat 13 tampaknya menjadi rantai penghubung untuk menggabungkan dua syair ini dan berfungsi sebagai pengantar kepada doa meminta pertolongan. Hampir setiap frasa dalam bagian ini ditemukan pada mazmur-mazmur lain seperti dalam Mazmur 70. Penggunaan sumber-sumber lain ini sangat kontras dengan keaslian ayat-ayat 1-11. Tetapi, kebutuhan terpenting dari pemazmur tidak kurang nyata. Setelah meminta perhatian langsung, dia memohon agar musuh-musuhnya mendapat malu dan tersipu-sipu ... mundur dan kena noda, serta terdiam. Selanjutnya dia memohon agar orang-orang yang mencari Allah bisa bersukacita dan memuliakan Tuhan. Menyadari keadaannya sendiri yang tidak layak, dia yakin Allah memperhatikan dia dan akan terbukti merupakan penolong serta pelepasnya.

*  Lihatlah di sini:
    1. Rasa takut Daud terhadap dosa (ay. 13). Inilah yang melegakannya, yaitu bahwa kini dia dibela oleh Sang Penebus. Dia melihat betapa jahatnya kesalahan-kesalahannya, terjahat dari yang terjahat. Dia melihat kesalahan-kesalahannya itu mengepungnya. Saat meninjau hidupnya dan merenungkan setiap langkah dalam kehidupannya itu, ada saja dia menemukan hal-hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Akibat-akibat dosanya mengepung dan mengancam dia. Ke mana pun dia memandang, dia bisa melihat kejahatan menantinya. Dia pun sadar bahwa dia layak mendapatkan semua itu oleh karena dosa-dosanya. Dia melihat dosa-dosa itu mencengkeramnya dan menahannya seperti seorang rentenir memperlakukan si pengutang yang malang. Dia melihat dosa-dosanya itu tidak terbilang banyaknya dan lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalanya. Hati nurani yang tergugah dan insyaf dapat memahami bahaya mengancam yang diakibatkan oleh dosa-dosa kesalahan yang tidak terbilang banyaknya, yang terlihat kecil seperti rambut, tetapi menjadi amat berbahaya karena jumlahnya yang amat banyak itu. Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Rambut kepala kita pun terhitung semuanya oleh Allah (Mat. 10:30), padahal kita sendiri tidak dapat menghitungnya. Jadi, demikian pula Dia dapat menghitung dosa-dosa kita, sementara kita sendiri tidak bisa menghitungnya. Pemandangan akan dosa itu begitu menindihnya sampai dia tidak dapat menegakkan kepalanya. Aku tidak sanggup melihat. Apalagi sampai menabahkan hatinya: sehingga hatiku menyerah. Perhatikanlah, ketika kita melihat rupa dosa-dosa kita yang sebenar-benarnya, pikiran kita bisa kacau jika pada saat yang sama kita tidak bisa memandang Sang Juruselamat.
    2. Perlindungan yang dicarinya dengan saksama di dalam Allah saat ia menyadari dosa-dosanya itu (ay. 14). Setelah melihat dirinya diseret oleh dosa-dosanya ke ambang kehancuran dan kebinasaan yang kekal, ia pun berseru dengan hasrat yang kudus, "Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN, untuk melepaskan aku(ay. 14). Selamatkanlah aku dari murka yang akan menimpa itu, dan dari ketakutan yang kini menggempurku karena kesadaranku mengenai murka itu! Celakalah aku, mati dan binasalah aku jika tidak ditolong dengan cepat. Dalam perkara yang sifatnya demikian, yang berkaitan dengan kebahagiaan jiwa yang kekal, penundaan amatlah berbahaya. Karena itu, Ya TUHAN, segeralah menolong aku!"

III. Ini berarti bolehlah kita berbesar hati dalam mengharapkan kemenangan atas musuh-musuh rohani kita yang selalu mengincar untuk membinasakan jiwa kita (ay. 15), si singa yang mengaum-aum itu, yang berkeliling mencari mangsa yang dapat ditelannya. Jika Kristus telah mengalahkah semua musuh rohani itu, maka melalui Dia, kita ini lebih lagi daripada pemenang-pemenang. Dalam kepercayaan kita akan hal tersebut, kita dapat berdoa dengan berani dan rendah hati, Biarlah mereka semua mendapat malu dan tersipu-sipuserta mundur(ay. 15). Biarlah mereka terdiam(ay. 16). Baik pertobatan seorang pendosa maupun pemuliaan seorang kudus, keduanya merupakan kekecewaan besar bagi Iblis, yang selalu berusaha sekuat tenaga mencegah kedua hal itu dengan segala kekuasaan dan kelihaiannya. Kini, Tuhan kita Yesus telah menjalankan tugas-Nya dan membawa keselamatan kepada orang-orang pilihan-Nya, dan karena itu kita dapat berdoa dengan iman bahwa melalui pekerjaan dan keselamatan-Nya itu si musuh besar itu dapat dikalahkan. Saat seorang anak Allah dijerumuskan ke dalam lobang kebinasaan dan lumpur rawa, Iblis pun berseru, "Syukur! syukur!," mengira dirinya telah menang. Akan tetapi dia akan menjadi murka ketika puntung telah ditarik dari api dan akan terdiam karena malu. TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! Pendakwa saudara-saudara kita telah dilemparkan.
IV. Ini berarti semua orang yang mencari Allah dan mencintai keselamatan-Nya boleh berbesar hati untuk bergirang di dalam Dia dan untuk memuji-Nya (ay. 17).

    Lihatlah di sini:
    1. Sifat orang-orang benar. Sesuai dengan hukum-hukum agama alamiah, mereka mencari Allah, menginginkan kebaikan-Nya, dan dalam segala hal patuh kepada-Nya, sebagaimana sekumpulan umat harus mencari Allah mereka. Dan, sesuai dengan hukum-hukum agama pewahyuan, mereka mencintai keselamatan-Nya, keselamatan besar yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yaitu keselamatan yang dikerjakan oleh Sang Penebus ketika Ia berkata, "Sungguh, aku datang." Semua orang yang akan diselamatkan mencintai keselamatan tersebut bukan saja sebagai keselamatan dari neraka, tetapi juga sebagai keselamatan dari dosa.
    2. Kebahagiaan yang disediakan bagi orang benar melalui doa nubuatan ini. Orang-orang yang mencari Allah akan bergembira dan bersukacita karena Dia, dan dengan alasan yang benar pula, sebab Dia bukan saja akan ditemukan oleh mereka, tetapi juga akan menjadi pemberi imbalan yang murah hati bagi mereka. Orang-orang yang mencintai keselamatan-Nya akan dipenuhi oleh sukacita keselamatan-Nya, dan akan terus berkata: "TUHAN itu besar!" Dan oleh karena itulah mereka akan memiliki sorga di bumi ini. Berbahagialah mereka yang masih terus memuji-muji Allah.

Ini juga berarti bahwa orang-orang kudus boleh berbesar hati di dalam kesesakan dan kesusahan mereka, untuk terus percaya kepada Allah dan menghibur diri di dalam Dia (ay. 18). Daud sendiri adalah salah satu dari orang-orang ini: Aku ini sengsara dan miskin (kendati ia adalah seorang raja yang mungkin sedang bertakhta, ia tetap menyebut dirinya sengsara dan miskin, sebab rohnya sedang merana, berkekurangan dan terjepit, tersesat dan celaka tanpa Sang Juruselamat), tetapi Tuhan memperhatikan aku di dalam dan melalui Sang Pengantara, yang oleh karena Dia kita berkenan bagi Allah. Manusia sering kali melupakan orang yang sengsara dan miskin, dan jarang sekali memikirkan mereka. Tetapi perhatian Allah terhadap mereka (yang dibicarakan Daud dalam ayat 6) menjadi kekuatan dan penghiburan mereka. Mereka dapat merasa yakin bahwa Allah adalah pertolongan mereka pada waktu kesesakan, dan akan menyelamatkan mereka dari kesesakan tersebut pada waktunya nanti, tanpa menunda-nunda lebih lama lagi. Sebab, penglihatan itu masih menanti saatnya, dan karena itu, meskipun berlambat-lambat, kita dapat menantikannya, sebab pertolongan itu akan datang. Sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.


SBU

MINGGU VII SES. PENTAKOSTA
RABU, 18 JULI 2018
Renungan Pagi
KJ.396 : 1,2 -Berdoa
KA$|H KARUNIA TUHAN

Mazmur 40:1-11
"Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan dan lumpur ))))rawa....(ay.3)

Jika seorang bersalah kepada sesamanya, biasanya keiakuannya akan menjadi salah tingkah biia bertemu dengan yang bersangkutan. Apalagi berdosa kepada Tuhan, jiwanya tidak tenteram dan hidupnya tidak nyarnan. Hal itu clialami oleh raja Daud dalam bacaan pagi ini.

Dalam Mazmur 40 ini, raja Daud mengungkapkan bahwa Ia
gelisah terhadap murka Tuhan Karena dosanya. Ia merendahkan diri di haciapan Tuhan, berdoa mengakui closanya dan mohon pengampunan-Nya. Ia minta tolong (ayat-2) kepada Tuhan untuk kelepasan dari dosa dan hukuman berat yang akan menimpanya. Ia menaruh Taurat Tuhan di cladanya dan melakukan kehendak Tuhan (ayai-9). Daud merasakan damai, ia tahu bahwa Tuhan mendengar dan datang kepadanya (ayat-1)."

Daud bersukacita dan mulutnya penuh nyanyian baru untuk memuji Tuhan (ayat-4) sebab kasih dan keselamatan dari Tuhan ia terima kembali (ayat-11). Bagaimana Daud mengetahui bahwa Tuhan mendengar dan melawat dia dalam kesedihannya? Karena ia merasakan kegelisahannya hiiang, diungkapkan pada ayat-3.

Sungguh luar biasa iman dan penyerahannya kepada Tuhan hingga bisa mengalami ha! demikian. Pengalaman raja Daud menggugah kita untuk tidak keras hati dan tinggal dalam dosa. Jika sadar telah berbuat dosa, hendaknya segera sujud di hadapan Tuhan untuk mengakui dosa kita. Seperti pada pengalarnan raja Daud, Tuhanpun akan menunjukan kasih karunia kepada kita yang mendambakan kelepasan dari dosa dan hukuman-Nya. Mari datang rnengaku dosa dan kita rnenerima anugrah pengampunan-Nya yang mendamaikan.

KJ. 396: 3,4
Doa : (Tuhan, aku mencari kasih karunia-Mu}



MINGGU VII SES. PENTAKOSTA
RABU, 18 JULI 2018
Renungan Pagi
KEJATUHAN DAN CIBIRAN

Mazmur 40:12-18
"Biarlah terdiam karena malu mereka yang mengatai aku "Syukur! syukurl (ay.16)

Orang yang mengalami kejatuhan Karena kesalahannya akan merasa malu dalam pergaulan. Kalau sudah maiu dan dicibir orang lagi, beban moril menjadi 2x lipat beratnya. Kata peribahasa "Sudah jatuh tertimpa tangga pula". ltu memang bentuk penghakiman masyarakat, melebihi penghakiman Tuhan.

Daud mengalami cibiran orang sebagai penghakirnan masyarakat. Baud sadar bahwa itu merupakan konsekwensi logis menjadi orang yang bersalah. Waiaupun berat dan menyakitkan, namun ia tabah rnenerima semua itu. Baginya, yang penting penghakiman Allah yang adil. la tidak mau mengadili mereka yang rnencibirnya. la baru saja menerima pengampunan dan merasakan damai dari Tuhan. latidak mau terjebak daiam dosa lagi dengan menghakimi mereka yang mencibirnya.

Ia menyerahkan penghakiman masyarakat ke dalam penghakirnan Tuhan saja. la tahu penghakiman Tuhan itu benar dan adil, biarlah mereka diam dan malu karena pencibirannya. Sikap Daud yang tidak bertindak main hakim sendiri, rnemberi kesempatan kepada Tuhan untuk menyatakan kebenaran sejati dengan keputusan-Nya. Saudara-saudara kekasih Tuhan, main hakim sendiri tidak menyelesaikan masalah, ietapi semakin memperpanjang masalah. Dan kita harus waspada, sebab apabila main hakim sendiri rnaka rnasalahnya bisa terbalik. Artinya, bisa saja yang main hakim sendirilah yang menjadi bersalah. Oleh karena itu hindarilah kebiasaan main hakirn sendiri di ruang manapun. Ada yang lebih berhak mengadili perkara kita dengan benar dan adil yaitu Tuhan atau pengadilan.

KJ.401 ; 4
Doa : (Tuhan, Engkaulah hakim segala perkara)

Label:   Mazmur 40:12-18 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 19 JULI 2018 - ALLAH SUMBER PENGHARAPAN - Mazmur 42:7-12 - MINGGU VII SES. PENTAKDSTA

PREV:
Bacaan Alkitab GPIB SELASA,17 JULl 2018 - MAKSUD ALLAH BAGl AYUB - Ayub 40:1-9 - MINGGU VII SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Mazmur

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,