Save Page

Mazmur 42:7-12
#42-#7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
(#42-#8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.
(#42-#9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.
(#42-#10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?"
(#42-#11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?"
(#42-#12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!


Penjelasan:



* Mazmur 42, 43. Kerinduan kepada Allah
Di sini ada dua syair yang isi dan gayanya sangat berkaitan sehingga tidak mudah dipisahkan. Kemunculan refrein yang sama dalam 42:6; 42:12; dan 43:5, fakta bahwa pasal 43 tidak memiliki judul, dan bentuk internal dua mazmur tersebut, menunjukkan bahwa mula-mula mereka merupakan komposisi tunggal. Pembagian mungkin dilakukan sesudah koleksi Elohistis, 42-83 mulai beredar. Hati pemazmur remuk karena tidak dapat melakukan ziarahnya yang lazim ke Bait Suci. Tampaknya dia hidup di Palestina bagian utara, di mana dia selalu diejek musuh-musuh yang tidak memiliki kerinduan kepada Allah, seperti yang dimilikinya. Seluruh syair itu merupakan satu keindahan puisi luar biasa, yang selalu menampilkan kerinduan dan harapan menjadi satu.

*  Mzm 42:1-5 - Jiwaku haus kepada Allah // Allah yang hidup
Sifat Kerinduannya. Jiwaku haus kepada Allah. Sebagaimana anak rusa betina (bukan anak rusa jantan) tidak dapat menyembunyikan rasa hausnya, demikian juga pemazmur tidak dapat menyembunyikan hasratnya kepada Allah yang hidup. Musuh-musuhnya, yaitu orang kafir, mengejek dia dengan ucapan tentang sikap acuh tak acuh dari Allahnya. Yang paling tidak dapat dia tahan ialah kenangan tentang hari-hari ketika dia bisa memimpin jemaah menuju perayaan-perayaan penting. Refrein dalam ayat 6 adalah rumusan indah berisi keyakinan dengan mana dia menghilangkan kesedihan hatinya.

* Mzm 42:6-11 - Samudera raya berpanggil-panggilan
Hebatnya Rasa Putus Asanya. Samudera raya berpanggil-panggilan. Lagi-lagi pemazmur tertekan hatinya, kemudian mengungkapkan keputusasaannya yang lebih menyedihkan daripada sebelumnya. Walaupun dia berusaha berdoa dan mengingat kembali betapa kasih setia Allah itu tak terukur, tetapi dia masih merasa ditinggalkan. Ingatan pada ejekan-ejekan para musuhnya bercampur dengan kerinduannya pada Bait Suci. Dia mendapat kekuatan baru dengan mengulangi rumusnya untuk memperoleh ketenangan batin.

* Berbagai Keluhan dan Penghiburan (42:7-12)
Keluhan-keluhan dan penghiburan-penghiburan di sini, sama seperti sebelumnya, silih berganti, bagaikan siang dan malam dalam peredaran alam.
    I. Ia mengeluhkan jiwanya yang tertekan, tetapi menghibur dirinya dengan pemikiran-pemikiran akan Allah (ay. 7).
        1. Dalam permasalahan-permasalahannya. Jiwanya murung, dan ia datang kepada Allah, lalu memberitahukan Dia demikian: "Ya Tuhan, jiwaku tertekan dalam diriku." Sungguh merupakan suatu dukungan yang besar bagi kita, bahwa kita bebas untuk datang kepada Allah kapan saja ketika kita sedang tertekan. Kita mempunyai kebebasan untuk berbicara di hadapan-Nya dan mencurahkan kepada-Nya penyebab-penyebab kemurungan kita. Daud sudah berbincang-bincang dengan hatinya tentang kepahitannya sendiri, namun hingga saat itu ia masih belum mendapatkan kelegaan. Oleh sebab itu, ia berbalik kepada Allah, dan mengungkapkan permasalahan itu di hadapan-Nya. Perhatikanlah, bila kita sudah berbantah dengan diri sendiri dan belum juga mendapat kelegaan bagi jiwa kita, maka kita harus mengusahakan apa yang bisa kita lakukan dengan berdoa kepada Allah dan menyerahkan permasalahan kita kepada-Nya. Kita tidak bisa menenangkan angin dan gelombang ini, namun kita tahu siapa yang bisa.
        2. Dalam ibadah-ibadahnya. Jiwanya terangkat, dan, karena sadar bahwa penyakitnya sangat nyeri, ia mengambil jalan untuk datang kepada Dia sebagai Penyembuh yang berdaulat. "Jiwaku terjerumus jauh ke dalam, oleh sebab itu, untuk mencegahnya supaya tidak tenggelam, aku akan mengingat-ingat-Mu, merenungkan-Mu, dan berseru-seru kepada-Mu, dan mencoba apa saja yang membuat jiwaku tetap terangkat." Perhatikanlah, cara untuk melupakan rasa sengsara kita adalah dengan mengingat Allah sumber belas kasihan kita. Adalah suatu keadaan yang tidak biasa terjadi ketika sang pemazmur teringat akan Allah, lalu ia kesusahan ( 77:3). Seringnya, setelah teringat akan Allah, ia terhibur, dan oleh sebab itu ia mengambil jalan yang berguna itu sekarang. Ia kini sudah terpojok sampai ke ujung perbatasan tanah Kanaan, berlindung di sana dari kegeraman para penganiayanya. Kadang-kadang ia lari ke daerah sekitar Yordan, dan apabila ditemukan di sana, ia lari lagi ke pegunungan Hermon, atau ke sebuah gunung yang bernama Mizar, yang berarti bukit (gunung) kecil. Namun,
            (1) Ke mana pun ia pergi, ia membawa serta agamanya bersama dia. Di semua tempat ini, ia mengingat Allah, dan mengangkat hatinya kepada-Nya, serta menjaga persekutuan rahasianya dengan-Nya. Inilah penghiburan bagi orang-orang yang terbuang, para pengelana, pelancong, dan mereka yang merupakan pendatang di negeri asing, bahwa undique ad c�los tantundem est vi� � di mana pun mereka berada, ada jalan yang terbuka ke arah sorga.
            (2) Di mana pun ia berada, ia tetap menyimpan rasa sayangnya akan pelataran rumah Allah. Dari tanah Yordan, atau dari puncak pegunungan, ia biasanya memandang dengan penuh kerinduan, ke arah tempat kudus, dan rindu untuk berada di sana. Jarak dan waktu tidak bisa membuatnya lupa akan apa yang begitu lekat di hatinya, sangat dekat di sana.
    II. Ia mengeluhkan tanda-tanda ketidakberkenanan Allah melawan dia, namun menghibur dirinya sendiri dengan harapan-harapan bahwa kebaikan-Nya akan kembali pada waktunya.
        1. Ia melihat bahwa permasalahannya datang karena murka Allah, dan ini menciutkan hatinya (ay. 8): "Samudera raya berpanggil-panggilan, satu penderitaan datang menimpa penderitaan yang lain, seolah-olah mereka dipanggil untuk berkejar-kejaran. Dan air terjun-Mu memberikan petunjuk serta meniupkan sangkakala peperangan." Yang dimaksudkan di sini mungkin kengerian dan kegelisahan batinnya saat merasakan murka Allah. Satu pikiran yang menakutkan mengundang pikiran takut yang lain, dan membuka jalan baginya, seperti yang biasa terjadi pada orang-orang yang sedang bersusah hati. Air bah kesedihan melandanya, dan ia kewalahan menghadapinya, seperti air bah pada zaman dulu, ketika tingkap-tingkap langit terbuka dan segala mata air samudra raya terbelah. Atau ini merupakan rujukan pada kapal di laut di tengah-tengah badai besar, yang diombang-ambingkan oleh amukan gelombang, yang naik melingkupinya ( 107:25). Apa pun gelombang dan gelora penderitaan yang melingkupi kita pada setiap waktu, kita harus menyebut itu adalah gelombang dan gelora Allah, agar kita dapat merendahkan diri kita di bawah tangan-Nya yang perkasa, dan dapat mendorong diri kita sendiri untuk berharap bahwa meskipun kita terancam, kita tidak akan binasa. Gelombang dan gelora bergulung di bawah kendali ilahi. Dari pada suara air yang besar ini, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi. Janganlah orang baik menganggapnya aneh jika mereka diuji dengan banyak dan beragam pencobaan, dan jika pencobaan-pencobaan itu menimpa mereka dengan begitu berat. Allah tahu apa yang diperbuat-Nya, dan mereka pun akan mengetahuinya sebentar lagi. Yunus, di dalam perut ikan, mengucapkan kata-kata Daud ini (Yun. 2:3) (kata-kata itu persis sama dalam bahasa aslinya), dan perkataan itu benar-benar terjadi pada diri Yunus secara nyata, segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku. Memang, Kitab Mazmur dirancang sedemikian rupa supaya dapat menjangkau permasalahan setiap orang.
        2. Ia mengharapkan pembebasannya datang dari kebaikan Allah (ay. 9): TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya. Banyak hal memang buruk, tetapi tidak semua selalu demikian. Non si male nunc et olim sic erit � Meskipun perkara-perkara yang sekarang dihadapi sangat jahat, tidak akan selalu demikian. Seusai badai, akan datang ketenangan, dan pengharapan akan hal ini menguatkan Daud ketika samudra raya berpanggil-panggilan.
            Perhatikanlah:
            (1) Apa yang dijanjikannya bagi dirinya sendiri mengenai Allah: TUHAN akan memerintahkan kasih setia-Nya. Ia memandang kebaikan Allah sebagai sumber dari segala kebaikan yang dicarinya. Kebaikan-Nya itu adalah hidup, kebaikan-Nya lebih baik daripada hidup, dan dengan kebaikan itu Allah akan mengumpulkan orang-orang yang dari mereka Dia telah, dalam murka sesaat, menyembunyikan wajah-Nya (Yes. 54:7-8). Penganugerahan kebaikan oleh Allah ini disebut dengan Ia memerintahkankebaikan-Nya itu. Ini menunjukkan bahwa kebaikan itu diberikan secara cuma-cuma. Kita tidak bisa mengaku-ngaku berjasa untuk menerimanya. Sebaliknya, kebaikan itu dikaruniakan tanpa ada paksaan dari penguasa, yakni Dia memberi seperti seorang raja. Ini juga menunjukkan bahwa kebaikan itu sungguh punya kemampuan untuk membuahkan hasil. Ia mengucapkan kasih setia-Nya, dan membuat kita mendengarnya. Ia berkata, lalu itu jadi. Ia memerintahkan kemenangan ( 44:5), memerintahkan berkat ( 133:3), sebagai yang empunya hak dan kuasa untuk itu. Dengan memerintahkan kasih setia-Nya, Ia memerintahkan gelombang dan gelora untuk reda, dan mereka akan mematuhi-Nya. Ini akan dilakukan-Nya pada siang hari, sebab kasih setia Allah akan membawa hari yang cerah pada jiwa kapan saja. Meskipun tangisan terdengar sepanjang malam, malam yang panjang, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
            (2) Apa yang dijanjikannya kepada Allah bagi dirinya sendiri. Jika Allah memerintahkan kasih setia-Nya baginya, maka ia akan menerimanya dan menyambutnya, dengan segala perasaan dan ibadahnya yang terbaik.
                [1] Ia akan bersukacita di dalam Allah: Pada malam hari aku menyanyikan nyanyian. Belas kasihan yang kita terima pada siang hari harus kita syukuri pada malam hari. Ketika orang lain tertidur, kita harus memuji Allah ( 119:62), tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu. Dalam keheningan dan kesendirian, ketika kita mengundurkan diri dari hiruk-pikuk dunia ini, kita harus menyenangkan diri kita dengan pemikiran-pemikiran akan kebaikan Allah. Atau pada malam penderitaan: "Sebelum fajar merekah, ketika Allah memerintahkan kasih setia-Nya, aku akan menyanyikan nyanyian puji-pujian dalam pengharapanku akan datangnya kasih setia-Nya." Bahkan dalam kesengsaraan, orang-orang kudus dapat bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah, bernyanyi dalam pengharapan, dan memuji dalam pengharapan (Rm. 5:2-3). Adalah hak istimewa Allah untuk memberi nyanyian pujian di waktu malam (Ayb. 35:10).
                [2] Ia akan mencari Allah dengan terus bergantung kepada-Nya: Doaku akan kupanjatkan kepada Allah kehidupanku. Pengharapan dan kepercayaan kita akan belas kasihan Allah �tidak boleh menggantikan, tetapi justru mendorong, doa-doa kita untuk menerimanya. Allah adalah Allah kehidupan kita, di dalam Dia kita hidup dan bergerak, Sang Pencipta dan Pemberi semua penghiburan bagi kita. Oleh sebab itu, kepada siapa lagi kita harus datang dengan doa selain kepada-Nya? Dan dari Dia, kebaikan apakah yang tidak boleh kita harapkan? Doa-doa kita akan hidup jika kita memandang Allah sebagai Allah kehidupan kita. Untuk kehidupan kitalah, dan kehidupan jiwa kita, kita berdiri untuk mengajukan permohonan.
    III. Ia mengeluhkan penghinaan musuh-musuhnya, namun menghibur dirinya sendiri di dalam Allah sebagai sahabatnya (ay. 10-12).
        1. Keluhannya adalah bahwa musuh-musuhnya menekan dan mencela dia, dan ini membuatnya sangat tertekan.
            (1) Mereka menekannya sedemikian rupa sehingga ia berkabung dari hari ke hari, dari tempat ke tempat (ay. 10). Ia tidak melampiaskan perasaannya dengan cara yang tidak pantas, meskipun sudah dilecehkan seperti yang belum pernah dialami oleh siapa pun, tetapi menangisi kesedihannya secara diam-diam, dan pergi berkabung. Dan kita tidak bisa menyalahkannya untuk ini: orang yang benar-benar mencintai negerinya, dan mengusahakan kebaikan untuknya, pasti akan merasa sedih melihat dirinya sendiri dikejar-kejar dan hampir tidak pernah dimanfaatkan, seolah-olah ia musuh bagi negerinya sendiri. Namun, dari sini Daud tidak boleh menyimpulkan bahwa Allah telah melupakannya dan membuangnya. Ia juga tidak boleh berbantah dengan-Nya seperti itu, seolah-olah Allah telah berbuat salah kepadanya dengan membiarkannya diinjak-injak seperti orang-orang itu menginjak-injak dia: Mengapa aku harus hidup berkabung? Dan mengapa Engkau melupakan aku? Kita boleh berkeluh kesah kepada Allah, namun kita tidak boleh mengeluhkan Dia seperti itu.
            (2) Mereka mencelanya dengan begitu menusuk sehingga celaan itu terasa seperti tikaman maut ke dalam tulangnya (ay. 11). Ia sudah menyebutkan sebelumnya celaan apa yang menusuk sampai ke dalam jiwanya, dan di sini ia mengulanginya: Mereka berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?"Ini suatu celaan yang sangat menyakitkan baginya, karena celaan itu menghina kehormatan Allah dan diniatkan untuk mematahkan pengharapannya kepada Allah. Ia masih memiliki cukup pengharapan itu, tetapi harus dijaganya untuk tetap bertahan, dan itu pun cenderung mudah sirna.
        2. Penghiburannya adalah bahwa Allah adalah gunung batunya (ay. 10), yaitu gunung batu yang di atasnya ia dapat mendirikan bangunan, dan gunung batu yang dapat digunakannya sebagai tempat berlindung. Gunung batu yang abadi, yang di dalam-Nya terdapat kekuatan kekal, akan menjadi gunung batunya, kekuatan dalam dirinya, baik untuk melakukan sesuatu maupun untuk menanggung suatu penderitaan. Kepada-Nya ia bebas datang dengan penuh keyakinan. Kepada Allah gunung batunya ia bisa mengatakan apa yang harus dikatakannya, dan yakin bahwa ia akan didengarkan dengan penuh rahmat. Oleh sebab itu, ia mengulangi apa yang sudah dikatakannya sebelumnya (ay. 6), dan menutupnya dengan perkataan itu (ay. 12): "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku?" Duka dan rasa takutnya berteriak-teriak dengan nyaring dan menyusahkan jiwanya. Semuanya itu tidak bisa dibungkam meskipun sudah ditanggapi berkali-kali. Namun di sini, pada akhirnya, imannya keluar sebagai pemenang dan mendesak mundur musuh-musuhnya dari medan pertempuran. Dan ia pun meraih kemenangan ini,
            (1) Dengan mengulangi apa yang sudah dikatakannya sebelumnya, yaitu menegur dirinya sendiri, sama seperti sebelumnya, atas segala kemurungan dan kegelisahannya, dan mendorong dirinya sendiri untuk percaya pada nama Tuhan, dan untuk tetap berpegang pada Allahnya. Perhatikanlah, sangatlah berguna juga bagi kita untuk memikirkan kembali hal-hal yang baik berulang-ulang, dan jika kita tidak berhasil pada kali pertama, mungkin kita akan berhasil pada kali kedua. Namun bagaimanapun juga, jika hati kita turut sejalan dengan perkataan kita, maka ini bukan pengulangan yang sia-sia. Kita perlu menekankan hal yang sama secara berulang kali dalam hati kita, dan semua itu harus kita lakukan sedikit demi sedikit.
            (2) Dengan menambahkan satu kata ke dalamnya, pada ayat 6 ia berharap untuk memuji Allah atas keselamatan yang ada pada wajah-Nya (kjv), sementara pada ayat 12ini, "Aku akan memuji-Nya," (kjv) ujarnya, "sebagai Allah yang menyelamatkan wajahku dari awan kelabu yang menyelimutiku pada saat ini. Jika Allah tersenyum kepadaku, maka itu akan membuatku tampak menyenangkan, akan membuatku menengadah, menatap ke depan, dan menengok ke sekelilingku dengan hati senang." Ia menambahkan, dan Allahku, "yang berhubungan denganku, yang mengikat kovenan denganku. Segala sesuatu tentang Dia, segala sesuatu yang dimiliki-Nya, adalah milik-Ku, sesuai dengan niat dan maksud yang sebenarnya dari janji itu." Pemikiran ini memampukan dia untuk menang atas segala duka dan ketakutannya. Keberadaan Allah bersama orang-orang kudus di sorga, dan kedudukan-Nya sebagai Allah mereka, adalah sesuatu yang akan menghapus segala air mata dari mata mereka (Why. 21:3-4).


SBU



MINGGU VII SES. PENTAKDSTA
KAMIS, 19 JULI 2018
Renungan Pagi
KJ.448:1,2 -Berdoa
MANUSIA YANG MANUSIAWI

Mazmur 42:1-6
"Bilakah aku boleh datang dan melihat Allah'? (ay.3)

Bani Korah adalah salah satu rumpun keluarga dari keiurunan Lewi. Mereka adalah pelayan Bait Suci sebagai penyanyi yang melantunkan puji-pujian mengiringi lbadah Israel di Bait Suci. Pada suatu hari raya, umat Israel berarak-arakan menuju Bait Suci. Di bagian depan, Bani Korah menyanyikan pujl-pujian. Mereka mengumandangkan Mazmur pengajaran. Dalarn Mazmur ini, Bani Korah mengungkapkan penderitaan batin mereka di tanah pembuangan di Babel.

Ayat 1-6 merupakan rumpun atau bait pertama Mazmurnya. Mengungkapkan penderitaan batin mereka sebagai orang buangan, Allah dianggap kalah lerhadap dewa orang Babel dan menjadi olokan "Dimana Allahmu?" (ay.4). Cibiran ini merupakan beban rnoril yang sangat berat. Perhatikan Mazmurnya "Bilakah aku boleh datang dan melihat Allah ?" (ayat-3). Mereka ingin cepat pulang, rnenyanyi, menari dan bersorak dihadapan Allah di Bait Suci. Mereka yakin, suatu hari kelak mereka kembali dan bersyukur lagi kepada Allah, pelindung dan penolong mereka (ayat-6). Mazmur ini suatu pengajaran agar Israel menjadi bangsa yang rnerdeka, bersikap adil, beradab dan menjunjung tinggi kasih, sesuai perintah Taurat Tuhan.

Mazmur ini, mengajak umat Tuhan masa kini agar mawas diri, jangan menyalahgunakan kemerdekaan dengan rnenjadi orang yang lebih kejam dari penjajah. Jangan menjadi pembunuh karakter dan merusak kemampuan seeama untuk turut membangun hidup bersarna dalam keluarga, gereja dan bangsa.

Milikilah kasih agar sesama menikmati keselamatan, hidupnya berarti dan memiliki andil dalam pembangun keluarga, gereja, bangsa clan negaranya.

KJ.448:3,4
Doa : (Tuhan, tolung saya mengasihi sesama)




MINGGU VII SES. PENTAKDSTA
KAMIS, 19 JULI 2018
Renungan Malam
KJ.434: 1,3 -Berdoa
ALLAH SUMBER PENGHARAPAN

Mazmur 42:7-12
Seperti tikaman maut ke dalam tulangku, iawanku mencela aku" (ay.11)

Malam ini kita membaca bagian ke-2 Mazmur pengajaran Bani Koran, yaitu ayat 7-12. Daiam bacaan diungkapkan penderitaan batin mereka yang sangat dalam dan menghancurkan jiwa atau perasaan mereka. Orang Babel sebagai penjajah, selalu mencibir mereka sebagai orang bodoh yang rnenyembah Allah yang lemah. yang tak berdaya menolong sehingga mereka dikalahkan. Di mana Allahmu? Ia lari bersembunyi, maninggalkan Israel dan membiarkan mereka sengsara. Itu cibiran yang menyakitkan.

Ucapan yang merendahkan harga diri, mengecilkan kebangsaan, dan menekan perasaan batin Israei sangat melukai dan menghancurkan. Semua celaan itu bagaikan lawan menikam tuiang, rasanya. Bukan saja sakit tetapi juga ngilu. Sangat perih sekali, biia tidak kuat hati bisa menyebabkan pingsan. Tetapi Roh Tuhan memberi kekuatan dan ingat kepada Tuhan sumber pengharapan. Dialah pelindung dan penolong dalam kesusahan dan penderitaan rnereka. Ia akan melepaskan mereka.

Saudara, ingatlah Tuhan ketika saudara dalam penderitaan yang luar biasa berat dan sakitnya. Tuhan itu mendengar teriakan mereka yang lemah dan minta tolong. Dia akan datang dengan jawaban pertolongan, yakni membebaskan dari semua penderitaan yang
dialami.

Sepedih, sesulit dan seberat apapun pengalaman hidup yang sedang kita jalani, tak acla yang mustahil bagi Tuhan untuk melakukan pembebasan. Ia Maha kuasa, tidak pernah teriambat dan gagal dalam menolong mereka yang percaya dan berharap pada-Nya. Teruslah mengandalkan-Nya.

KJ.434:4
Doa : (Aku percaya, Tuhan itu Juruselamatku)

Label:   Mazmur 42:7-12 


German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 20 JULI 2018 - TUHAN PENOLONGKU Mazmur 63 :7-12 - MINGGU VII SES. PENTAKOSTA

PREV:
Bacaan Alkitab GPIB RABU, 18 JULI 2018 - KEJATUHAN DAN CIBIRAN - Mazmur 40:12-18 - MINGGU VII SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Mazmur





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 26 Juni - Yesaya 26-28

Hari ini, 26 Juni - Maz 76:12-77:5, 1 Taw 14-15, Kis 7:44-60, Ams 19:5-7

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH PERJAMUAN KUDUS & SYUKUR HUT KE-25 YADIA GPIB - MINGGU, 14 JULI 2019
1. surat pengantar HUT ke-25 Yadia 2. Juklak HUT ke-25 YADIA GPIB 3. PESAN HUT YADIA KE 25 TAHUN 2019 4 Tata Ibadah HUT YADIA KE 25 TAHUN 2019 5. Rekapitulasi Laporan Keuangan Yadia GPIB Tahun 2018 - 2019. 6. KOLEKTA IBADAH JAN SD DES 2018-319JEMAAT 7. KOLEKTA IBADAH JAN SD MAR 2019-319JEMAAT 8. KONTRIBUSI JAN SD DES 2019 - 319 JEMAAT 9.
TATA IBADAH HARI MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-38 YAPENDIK GPIB Minggu, 7 JULI 2019

Tata Ibadah Bulan Pelkes GPIB 2019 - Minggu, 09 Juni 2019 sd 30 Juni 2019
Tata Ibadah dan Renungan yang terdiri atas: a. Ibadah Hari Minggu, tanggal 09, 16, 23 dan 30 Juni 2019; b. Ibadah Keluarga, tanggal 05, 12, 19 dan 26 Juni 2019; c. Ibadah Hari Minggu Persekutuan Teruna, tanggal 02, 09, 16, 23 dan 30 Juni 2019; d. Ibadah Pelkat GP, PKP, PKB, dan PKLU, tanggal 05 Juni 2019;



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Selasa, 25 Juni 2019
Behold (Then Sings My Soul) - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Love So Great - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
I Will Boast In Christ - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
O Praise The Name (Anu00e1stasis) - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Never Forsaken - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Behold (Then My Soul Sings) - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
O Come All Ye Faithful - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
So You Would Come - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
When I Think Upon Christmas - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Lettered Love - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
You Are Life - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Silent Night - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Arrival - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Peace Has Come - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Through It All - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
All Things New - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
O Praise the Name (Anástasis) - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
My Story - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
One Thing - Hillsong Worship

Selasa, 25 Juni 2019
Our Father - Hillsong Worship

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



kotbah roma 1o:4-12,   hotbah kesombongan,   lagu rohani kristen terbaru mp3,   renungan kisah para rasul 13 13 25,   renungan kisah para rasul 13 13 25,   kotbah roma 1o:4-12,   download instrumen rohani,   lagu pengumpula persembahan,   lagu anak-anak sekolah minggu untuk pernikahan,   renungan pengkotbah 11:7,   lirik lagu bapa kami alfa trio,   lagu pernikahan kristen,   khotbah mazmur 127 gpib,   khotbah mazmur 127 gpib,   khotbah mazmur 127 gpib,   renungan keluaran 15:12-18,   Lirik lagu kristen Suplemen Ny Rohani no 99,   kotbah roma 1o:4-12,   keluaran 15 ayat 12-18,   lagu rohani kita dibenarkan karena. iman bersama.chord,   Download Lagu Rohani PikuL Liku ,   daftar lagu rohani kristen untuk paduan suara,   Dawnload lagu rohani tentang kesombongan,   Efesus 2 ayat 13-18,   jamita rom 10 4-12,   download lagu paduan suara gereja,   download lagu paduan suara gereja,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   kisah pararasul 17:22-30,   lagu untuk persiapan kotbah rohani,   nats Yesaya 50:7-10,   chord gitar aku bawa dan berikan,   tafsir rom 10 : 4 - 12,   Lagu pembukaan dari kj,   Download lagu rohani lirik kesombongan,   jamita 30 juni 2019,   lirik lagu tuhan adalah gembalaku( hanya dekat mu Tuhan),   khotbah roma 10, 4 - 12,   Download mp3 lagu rohani kuasa darah Yesus,   lagu manado pengucapan,   Download mp3 lagu rohani kuasa darah Yesus,   lagu manado pengucapan,   renungan ibadah keluarga rabu,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   khotba 1 yohanes 4:1-6,   refleksi lagu hidup ini adalah kesempatan? reformed,   tata ibadah gke,   downloud lagu 17 agustus,   Khotbah dari Kis 16:13-18,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya ,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   renungan harian kis para rasul 2: 45,   air hidup kisa para rasul 2:41-47,   khotbah kisa para rasul 2:41-47,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   sabda bina umat gpib 2019,   bahan sermon jamita Psalmen 32:1-11,   khotbah mazmir 127 gpib,   khotbah mazmir 127 gpib,   renungan alkitab untuk ibadah kunci bulan,   lagu gereja ,   khotbah akhir bulan juni 2019,   khotbah akhir bulan juni 2019,   khotbah mazmir 127 gpib,   Sabda Bina Umat GPIB JUNI.2019,   khotbah mazmir 127 gpib,   download mp3 rohani kristen,   download mp3 rohani terbaru,   Vidio kidung pg...,   Free download Mp3 rohani kepuasan ku berada di hadiratmu,   menerima damai sejahtera yoh 20:19-23,   Renungan dari Amos 5:25-27,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   khotbah keluaran 15 : 12-18,   bahan renungan hosea 4:7-10,   roma 10:4-12,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   lagu rohani pernikahan,   khotbah keluaran 15:12-18,   partitur lagu anak rohani kristen,   khotbahmazmur 127gpib,   khotbahmazmur 127gpib,   tata ibadah api unggun,   Rancangan Khotbah Minggu 7 Juli 2019,   khotbahmazmur 127gpib,   khotbahmazmur 127gpib,   dpwnlpad lagu you are my king (amazing love) w/ lyrics (Christy Nockles),   lagu seruling mas,   lagu rohani kristen mengucap syukur,   renungan mat 7 15-20,   injil matius 7 15 20 beserta kotbahnya,   makna renungan i tesalonika 5:21-22,   bahan kotbah kisahpararasul 13 : 15 - 25,   nyanyian rohani nomor 165,   renungan mat 7 15-20,   renungan mat 7 15-20,   liturgi pernikahan gereja kalimantan evangelis,   renungan mat 7 15-20,   hukuman bagi ketidakadilan amos 5,   download khotbah mp3 bagi yang gelisah,   lagu rohani pertobatan,   lagu rohani suara gembira apk,   download suara gembira,   contoh doa syafaat kristen protestan terbaru,   eksposisi galatia 5:1-15,   Renungan kotbah Kisah para rasul 17:22-30,   renungan pengkhotbah 11:9-10,   penjelasan ttg yehezkiel 11,   kumpulan lagu ende HKBP,   Renungan sgd rabu 26 juni 2019,   khotbah hakim hakim 4:1 - 24,   khotbah dari galatia 3 :1-29,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   tenungan mazmur 97,   kotbah mazmur 96,   lagu penutup untuk ibadah,   download lagu rohani yang menyentuh hati,   amsal 23:17 gpdi,   pelayanan yang berbasis pada panggilan kisah para rasul 6; 1-7,   renungan mika 06 : 6-8,   renungan mika 06 : 6-8,   khotbah Wahyu 22 : 12-17,   khotbah Wahyu 22 : 12-17,   khotbah Wahyu 22 : 12-17,   khotbah roma 10:4-12,   khotbah roma 10:4-12,   doa persembahan pada ibadah hari minggu,   Renungan harian kis para rasul 2: 45,   khotbah galatia 3,   satb koor,   isi khotbah kisah para rasul 2:41-47,   lagu penyembahan pantemosata,   kotbah matius 7 15 20,   download suara gembira,   lagu pujian untuk pemberkatan pernikahan,   lagu rohani pernikahan kristen yang terbaru mp3,   Mars gp,   keluaran 15:12-18,   kidung konstektual 93,   amsal 3 ayat 11 20,   lirik lagu rohani saat memberikan persembahan,   kotbahi galatia 6 1 10,   lagu penutup ibadah gpdi,   kotbah galatia 6:1-18,   renungan amsal 4 : 10-15,   download lagu aog,   Khotbah minggu 30 juni 2019,   lagu rohani kristen terbaru mp3,   download hatiku percaya karaoke,   bahan renungan hosea 4:7-10,   buku kidung muda mudi gpib,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya ,   nyayian rohani untuk masuk firman,   materi katekisasi 2019,   kh8tbah ibran 2 : 1,   materi katekisasi perjamuan kudus,   katekisasi perjamuan kudus,   download lagu rohani tuhan ku bangkit,   renungan 1 yohanes 2 : 28 - 29,   lirik buka mata hatiku,   chord bertambah-tambah,   www.mp3 rohani tro ambisi .com,   lagu jonny agung persaudaraan,   nats persembahan,   nats persembahan,   the flame of the ages STEPHEN TONG,   Khotbah minggu 23 juni 2019 wahyu 22:12-17,   lirik lagu kaulah gunung batuku,trio elexis,   nyanyian rohani methodist,   lirik buka mata hatiku,