Save Page

Markus 5: 25-34
5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 5:28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 5:31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 5:32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 5:33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 5:34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"

Penjelasan:



* Mrk 5:29-30 - Tetapi, pada waktu itu juga Yesus mengetahui // Siapa yang menjamah Aku?
Penyembuhan ini unik, bukan sekadar karena terjadi langsung, tetapi karena terjadi tanpa terlihat keterlibatan Kristus secara sadar. Tetapi, pada waktu itu juga Yesus mengetahui apa yang telah terjadi. Kita tidak boleh beranggapan bahwa menyentuh jubah itu yang membawa akibat ajaib, tetapi bahwa Yesus yang mahatahu menghargai sentuhan iman perempuan itu lalu memberikan apa yang didambakannya. Atau dapat dianggap bahwa penyembuhan itu bukan merupakan tindakan Kristus secara sadar, dam bahwa yang menyembuhkan adalah Allah Bapa. Di dalam hal kedua ini Yesus. karena keterbatasan-Nya sebagai manusia, tidak menyadari peristiwa tersebut sebelum mukjizat itu terjadi. Siapa yang menjamah Aku? mungkin ditanyakan untuk mengungkapkan mukjizat itu kepada orang-orang yang, ada di situ, apabila Kristuslah yang dianggap melakukan penyembuhan itu secara sadar. Apabila tidak demikian, Kristus mungkin juga bertanya sebagai masukan untuk diri-Nya sendiri.

* Mrk 5:31 - murid-murid-Nya
Seperti biasanya, penggunaan keterangan waktu secara jelas oleh Markus merupakan penerangan. Dia melaporkan bahwa murid-murid-Nya terus-menerus mengatakan, "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu ... . "

* Mrk 5:32 - memandang sekeliling-Nya
Jelas perempuan itu tidak dapat ditemukan dalam sekejap mata, sebab Markus mengatakan bahwa Ia memandang sekeliling-Nya (bentuk waktu imperfect Yunani).

* Mrk 5:34 - Imanmu // Telah menyelamatkan engkau ... sembuhlah

Imanmu. Kita dapat menyaksikan tindakan iman perempuan ini dalam 5:27, 28, suatu keyakinan yang demikian kuat sehingga dia tidak merasa perlu menarik perhatian Yesus. Telah menyelamatkan engkau ... sembuhlah. Ungkapan yang pertama mengacu kepada keselamatan dari penderitaan jasmaniahnya. Ungkapan yang kedua berarti jadilah sehat, dan merupakan bentuk perintah waktu kini, yang artinya perempuan itu akan sehat terus.


* Penyembuhan Perempuan yang Sakit Pendarahan (5:21-34)
    Oleh karena orang Gerasa ingin Kristus meninggalkan daerah mereka, Dia tidak tinggal berlama-lama di situ supaya tidak menyusahkan mereka, tetapi menyeberang lagi dengan perahu, seperti pada waktu Ia datang (ay. 21), dan di seberang sana orang banyak mengerumuni Dia. Perhatikanlah, jika ada yang menolak Kristus, maka ada yang lain yang menerima dan menyambut-Nya. Jika Injil dipandang rendah di suatu tempat, maka Injil itu akan menyeberangi sungai dan pergi ke tempat lain yang lebih bersedia menyambutnya. Di antara orang banyak yang berdesak-desakan di dekat-Nya ini,

    I. Ada seseorang yang datang secara terang-terangan untuk memohon kesembuhan atas seorang anak yang sedang sakit. Orang ini merupakan salah seorang pejabat penting di rumah ibadat, yaitu salah seorang pemimpin ibadah di sinagoge atau, seperti menurut pendapat beberapa ahli, merupakan salah seorang hakim dalam dewan kehormatan, yang biasanya ada di setiap kota dan terdiri atas dua puluh tiga orang. Nama orang ini tidak disebutkan dalam Matius, tetapi di sini namanya disebutkan, yaitu Yairus atau Yair (Hak. 10:3). Walaupun ia seorang pejabat tinggi, ia menyapa Kristus dengan sangat rendah hati dan hormat. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya, dan menghormati-Nya sebagai seorang besar walaupun dari luar Ia tidak tampak demikian. Dengan mendesak ia memohon dengan sangat kepada Yesus, seperti orang yang bersungguh-sungguh hati dan yang tidak hanya menghargai belas kasih yang sedang dicarinya, tetapi juga tahu bahwa ia tidak bisa mendapatkan yang dicarinya itu di tempat lain. Masalah yang dihadapinya adalah bahwa dia mempunyai seorang anak perempuan, sekitar dua belas tahun umurnya, anak kesayangan keluarga, yang sekarang hampir mati; namun ia percaya bahwa jika Kristus bersedia datang dan meletakkan tangan-Nya atasnya, anaknya itu akan kembali lagi, bahkan dari gerbang kematian. Pertama-tama dia berkata, "Anakku hampir mati" (menurut Markus), tetapi setelah itu, sesudah mendengar informasi baru yang disampaikan kepadanya, dia berkata, "Anakku perempuan baru saja meninggal" (menurut Matius); walaupun begitu, orang ini tetap meneruskan permintaannya (Luk. 8:42-49). Kristus langsung setuju dan pergi dengannya (ay. 24).
    II. Ada satu orang lagi yang datang diam-diam untuk mencuri kesembuhan (kalau saya boleh mengatakannya demikian) untuk dirinya sendiri, dan dia memperoleh kesembuhan yang dicarinya. Penyembuhan itu terjadi dalam perjalanan, ketika Kristus hendak pergi membangkitkan putri Yairus, dan Dia diikuti oleh orang banyak. Lihatlah bagaimana Kristus memanfaatkan waktu-Nya, sehingga tidak satu pun kesempatan berharga yang hilang. Banyak dari pengajaran-pengajaran-Nya, dan beberapa dari mujizat-mujizat-Nya, dinyatakan di tepi jalan; kita harus berbuat kebaikan bukan hanya ketika kita duduk di rumah, melainkan juga ketika kita dalam perjalanan (Ul. 6:7). Sekarang perhatikanlah:
        . Masalah menyedihkan yang dialami oleh wanita malang ini.

        Dia sudah menderita pendarahan selama dua belas tahun, dan ini pasti telah sangat membuatnya lemah, menyengsarakan hidupnya, dan akan segera mengancam nyawanya. Dia sudah pergi ke berbagai tabib terbaik yang bisa dia kunjungi, dan memakai obat-obatan serta pengobatan yang mereka berikan. Selama dia mempunyai sesuatu yang dapat diberikan kepada tabib-tabib itu, mereka membuatnya terus berharap bahwa mereka bisa menyembuhkan dia. Tetapi sekarang, setelah dia menghabiskan semua yang dimiliknya, maka mereka memvonis bahwa dia tidak bisa disembuhkan. Lihatlah di sini:

            (1) Bahwa "kulit ganti kulit," dan orang akan memberikan segala yang dipunyainya untuk ganti nyawa dan kesehatannya. Wanita ini sudah menghabiskan semua yang dimilikinya untuk tabib-tabib.
            (2) Kasihan pasien-pasien yang dokternya justru menjadi penyakit yang paling parah bagi mereka, yaitu mereka yang menderita karena dokter-dokternya, dan bukannya disembuhkan oleh mereka.
            (3) Mereka yang tidak menjadi lebih baik oleh obat, biasanya menjadi lebih buruk, dan penyakitnya semakin mengakar.
            (4) Orang biasanya tidak datang kepada Kristus sampai mereka sudah mencari berbagai pertolongan lain terlebih dahulu dengan sia-sia, dan mendapati, yang pasti akan terjadi, bahwa dokter-dokter itu tidak berguna. Orang akan menemukan Kristus sebagai tempat perlindungan yang pasti, bahkan bagi mereka yang menjadikan-Nya sebagai tempat pelarian terakhir.
        . Iman kuat yang dimiliki wanita itu akan kuasa Kristus untuk bisa menyembuhkannya. Dia berkata dalam hatinya, walaupun tampaknya tidak ada peristiwa sebelumnya yang mendorongnya untuk berkata seperti ini, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh" (ay. 28). Dia percaya bahwa Kristus menyembuhkan, bukan sebagai seorang nabi, dengan kekuatan yang berasal dari Allah, melainkan sebagai Anak Allah, yaitu dengan kekuatan yang ada secara bawaan dalam diri-Nya sendiri. Masalah yang dihadapi wanita itu membuatnya tidak dapat menyampaikan masalah tersebut secara terang-terangan, seperti yang dilakukan orang lain dalam menyampaikan penderitaan mereka, dan oleh sebab itu dia hanya bisa berharap untuk disembuhkan secara pribadi, dan memang imannya sesuai dengan masalahnya itu.
        . Akibat menakjubkan yang dihasilkan oleh jamahannya. Di tengah-tengah orang banyak itu dia mendekati Yesus dari belakang, dan setelah bersusah payah berhasil menjamah jubah-Nya, lalu seketika itu juga dia merasa sudah sembuh (ay. 29). Darah yang terus mengalir kini mengering, dan tiba-tiba dia merasa sekujur tubuhnya sehat walafiat seperti sediakala sebelum menderita sakit. Dengan demikian, tampak bahwa kesembuhan itu merupakan mujizat, karena mereka yang disembuhkan dari penyakit semacam itu dengan cara-cara alami biasanya menjadi pulih secara perlahan dan bertahap, bukan per saltum -- secara sekaligus; tetapi bagi Allah, pekerjaan-Nya sempurna. Perhatikanlah, mereka yang disembuhkan Kristus dari penyakit akibat dosa, seperti penyakit pendarahan itu, pasti mengalami perubahan ke arah yang lebih baik secara menyeluruh.
        . Pertanyaan Kristus mengenai pasien-Nya yang tersembunyi dan dorongan yang Ia berikan kepadanya setelah mengetahui siapa orangnya. Kristus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya (ay. 30). Dia mengetahui hal itu bukan karena Ia merasa tenaga-Nya berkurang karena terserap keluar, melainkan karena Dia merasakannya dari dalam jiwa-Nya pada saat tenaga itu mengalir keluar, dan juga karena secara bawaan selalu timbul rasa senang pada jiwa-Nya pada saat berbuat baik. Oleh karena ingin melihat pasien-Nya, Kristus bertanya, bukan dengan kesal seperti orang yang merasa dihina di depan umum, melainkan dengan lembut seperti orang yang peduli, "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Murid-murid-Nya, dengan menunjukkan sikap kasar, hampir mengolok-olok Dia karena bertanya seperti itu (ay. 31); "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya, Siapa yang menjamah Aku?" Kristus mengabaikan penghinaan itu dan memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu, bukan supaya bisa menyalahkan orang itu atas kelancangannya, melainkan supaya Dia bisa memuji dan membangun imannya, dan supaya dengan tindakan serta perbuatan-Nya sendiri Dia bisa menjamin dan meneguhkan kesembuhan itu, serta membenarkan atau tidak menyalahkan apa yang telah diperolehnya dengan cara sembunyi-sembunyi itu. Dia tidak perlu orang lain untuk memberitahu-Nya mengenai hal ini, karena sekarang mata-Nya tertuju pada orang ini. Perhatikanlah, seperti dosa yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, demikian pula tindakan iman yang sembunyi-sembunyi juga diketahui oleh Tuhan Yesus, dan berada di bawah pengawasan-Nya. Jika orang percaya memperoleh kekuatan dari Kristus dari jarak yang begitu dekat, maka Kristus mengetahuinya dan senang akan hal itu. Wanita malang itu, sebagai akibatnya, memperlihatkan dirinya kepada Tuhan Yesus (ay. 33), dengan takut dan gemetar, tidak tahu apa yang akan diperbuat Kristus. Perhatikanlah, pasien-pasien Kristus sering gemetar ketika mereka sebenarnya mempunyai alasan untuk bergembira. Wanita ini bisa saja memperlihatkan dirinya dengan berani, karena mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya. Tetapi di sini, dia malah menjadi takut dan gemetar setelah tahu kejadian itu. Ini memang suatu kejutan, tetapi belum berupa kejutan yang menyenangkan. Jadi, dia tersungkur di depan Yesus. Perhatikanlah, bagi mereka yang takut dan gemetar tiada hal baik lain yang dapat dilakukan selain tersungkur di bawah kaki Yesus, untuk merendahkan diri di hadapan-Nya dan berserah kepada-Nya. Kemudian wanita itu memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Perhatikanlah, kita tidak boleh malu mengatakan kepada orang lain mengenai hal-hal tersembunyi yang terjadi di antara Kristus dan jiwa kita. Kalau hati kita digerakkan untuk itu, kita harus menyampaikan apa yang telah Ia perbuat untuk jiwa kita dan membagikan kepada orang lain pengalaman kesembuhan kita melalui kekuatan-Nya. Semua ini kita lakukan untuk memuliakan Dia dan untuk membangun iman orang lain. Dengan memikirkan semuanya ini, yaitu bahwa tiada hal yang tersembunyi di hadapan Kristus, maka seharusnya kita merasa terdorong untuk mengakui semuanya kepada-Nya. Lihat betapa membangunnya kata-kata yang Ia ucapkan kepada wanita ini (ay. Mrk 5:34), "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Perhatikanlah, Kristus menaruh hormat atas iman, karena iman memberikan kehormatan kepada Kristus. Jadi, lihatlah apa yang dilakukan oleh iman di bumi disahkan di sorga; Kristus berkata, "Sembuhlah dari penyakitmu!" Perhatikanlah, jika iman kita mengamini kuasa dan janji Allah, dengan berkata "Begitulah adanya, maka biarlah terjadi padaku demikian," maka Allah dalam anugerah-Nya juga akan mengamini doa-doa dan harapan yang timbul dari iman kita itu, dengan berkata "Jadilah demikian, dan begitulah akan terjadi atas dirimu." Sebab itu, "Pergilah dengan selamat; merasa puaslah karena kesembuhanmu benar-benar terjadi dan terlaksana dengan baik, dan tenangkanlah dirimu karenanya." Perhatikanlah, mereka yang dengan iman disembuhkan dari penyakit-penyakit rohani pasti akan pergi dengan selamat dan damai.



SBU



MINGGU IV SES. PENTAKOSTA
SENIN, 25 JUNI 2018
Renungan Pagi
GB 61:1 -Berdoa
MENCARI KUASA TUHAN

Markus 5:21-24
"datanglah seorang kepala rumah ibadat yang hernama Yairus. Kctlka ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dk depan kaki-Nya" (ay.22)

Setiap orang pasti ingin hidup berkuasa dan terhormat. Kekuasaan dan kehormatan dianggap dapat memudahkan seseorang untuk memperoleh segala sesuatu yang diinginkannya di dunia. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar sebab didunua ini ada hal-hal yang bahkan tidak bisa dibeli dengan apapun. Kesehatan mnemadi salah satu hal yang tidak dapat dbeli. Mengupayakannya memang membutuhkan uang yang biasanya, dimiliki oleh orang
berkuasa dan terhormat. Namun, ketika banyak uang telah dike|uarkan untuk menempuh segala cara pengobatan tetapi tidak berhasil, kernanakah lagi kita harus datang rnencari kesehatan dan kesembuhan itu?

Seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus mengalami hal tersebut. Anak perempuannya menderita sakit parah hingga akhirnya pada ay.35 dikatakan telah mati. Yairus datang kepada Y�sus dengan rnenanggalkan kekuasaan dan kehormatannya sebagai kepala rumah ibadat yang terpandang. Ia tersungkur dengan penuh kerendahan hati memohon kuasa kesembuhan dari Yesus kepada anaknya Bagi Yairus tidak ada lagiyang bisa diandaikan dari dirinya, bahkan kekuasaan dan kehormatannya sebagai kepala rumah ibadat.

Hari ini, sebelum memuiai seluruh aktivitas dan kegiatan kita, datanglah kepada Tuhan dengan tersungkur rnelepaskan kebanggaan, kuasa dan kekuaian diri yang kita andalkan. Dunia ini tidak akan mampu dihadapi dengan kekuatan atau kuasa manusia. Datanglah kepada Tuhan yang kekuasaan-Nyatak terbatas untuk memohon perkenanan dan penyertaan-Nya. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akank dihadapi hari ini dan dihari depan. Lepaskan kekuasaan dan kekuatan kita dihadapan TUhan, supaya kuasa-
Nya kita temukan dan bekerja atas hidup kita.

GB.61:3
Doa : (Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tunduk di bawah kuasa-Mu dan meyakininya dalam jalan hidup kami)


MINGGU IV SES. PENTAKOSTA
SENIN, 25 JUNI 2018
Renungan Malam
GB 117:1 -Berdoa
JANGAN MENYERAH BERKAT SUDAHbMENUNGGU DI DEPAN

Markus 5: 25-34
"Sebah katanya: "Asa| kujamah saja jubah-Nye, aku akan sembuh." (ay.2B)

Ketika musim berteiur tiba, ikan salmon akan kembali ke tempat asal mereka di hulu sungai untuk bertelur. Perialanan ke hulu sungai sangat sulit karena harus meiawan arus sungai dan melewati sekumpulan hewan seperti beruang, yang mencari makan di sungai.

Demi mencapai tujuannya, ikan salmon pantang menyerah bahkan mempertaruhkan nyawa mereka. Sikap pantang menyerah yang kurang lebih sarna ditunjukkan seorang perempuan yang telah 12 tahun lamanya sakit pendarahan. Banyak tabib dengan berbagai cara pengobatan yang ditemuinya gagal menyembuhkannya. Tenaga, harta benda dan semua yang ada padanya telah habis tetapi harapannya untuk sembuh tidak pernah habis. Ia terus meyakini bahwa usaha berikutnya pasti akan berhasil. Ayat 27-28 memperiihatkan perjuangan perempuan tersebut yang rela menantang bahaya demi memperoleh kesembuhan. Kondisi pendarahan yang diaiaminya tidak memungkinkan ia bisa berjaian dengan baik sehingga, mungkin dia merangkak diantara kerumunan orang yang berdesak-desakan dekat Yesus. Perempuan itu tidak peduli pandangan najis orang-
orang terhadapnya karena keberadaannya sebagai perempuan dan sakit pendarahan yang dia alami. Ia siap jika mungkin terinjak atau ditendang ketika melewati kerumunan orang yang melihatnya najis.

Bagi perempuan itu harapan harus diperjuangkan. Harapannya acialah Yesus meskipun hanya dengan menyentuh jubah-Nya. Kerja keras tidak selamanya membuahkan hasil yang diinginkan sehingga sikap pantang menyerah, harus dirniliki dalam upaya memperjuangkan harapan. Orang bijak akan melihat berkat Tuhan sebagai hal yang patutdiupayakan dan dikeriakan dalam iman yang sungguh kepada-Nya. Ia tidak akan menyerah tetapi terus beriuang mewujudkan setiap harapan sebabdi dalam Yesus, jerih lelah tidak akan pernah berakhir dengan kesia-siaan. Lihatlah! berkat itu mungkin sudah menunggu di depan.

GB.117:6,12
Doa : (Ya Tuhan, beri kami kuat dan sabar supaya kami tidak mudah menyerah dalam mengupayakan seliap harapan yang kami miliki)

Label:   Markus 5: 25-34 



Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

Chris Tomlin songs
for King & COUNTRY songs
Tasha Cobbs Leonard songs


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 26 JUNI 2018 - JAWABAN DOA YANG MENGUJI IMAN - Matius 15:25-28 - MINGGU IV SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 24 Juni 2018 - MERANGKUL YANG DITOLAK - Markus 2:13-17 - HARI MINGGU IV SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Markus




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,