Save Page
2 Timotius 1:6-12
1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. 1:11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. 1:12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Penjelasan:



* Pemberian Allah (1:6, 7).
Alur pemikiran di dalam ayat 5 ketika mengacu kepada iman. dan acuan pada roh dalam ayat 7 menunjukkan bahwa karunia dalam ayat 6 ialah Roh Kudus, atau aspek tertentu dari karya-Nya. Ini dapat dijelaskan mengapa Paulus menyebutkan tentang penganugerahan karunia ini melalui penumpangan tangan. Manifestasi tertentu dari Roh Kudus disalurkan melalui penumpangan oleh para rasul (Kis. 8:17). Mengobarkan. Pakailah karunia itu, terlibatlah dalam kegiatan pelayanan yang sesuai. Ketakutan. Roma 8:15 merupakan penafsiran dari pemikiran ini (bdg. Ibr. 2:15; I Ptr. 3:14; dan I Yoh. 4:18). Ketertiban. Kata ini dan kata-kata lain yang terkait dengannya sering dipakai di dalam Surat-surat Penggembalaan (I Tim. 2:9, 15; 3:2; Tit. 2:2; 4-6, 12).

* Tantangan Untuk Tabah Dalam Penganiayaan Ketika Dalam Pelayanan (1:8-12).
Di dalam naskah Yunani ayat-ayat ini merupakan satu alur pemikiran dan satu kalimat. Empat buah perintah di dalam tantangan ini dan tantangan selanjutnya mengandung pokok utama dari peringatan Paulus kepada Timotius: Janganlah malu (ay. 8); Ikutlah serta (ay. 8): Peganglah teguh (ay. 13); Peliharalah harta (ay. 14). Paparan Injil di dalam ayat 9-12 memberikan landasan bagi nasihat ini. Bersaksi tentang Tuhan kita maksudnya ialah Injil yang dipercayakan-Nya kepada Gereja-Nya. Penderitaan yang harus dialami ketika memberitakan Injil harus ditanggung di dalam kekuatan Allah. 9. Menyelamatkan dan memanggil adalah kegiatan serupa dari Roh Kudus. Dikaruniakan kepada kita. Di sini, seperti biasanya. penyebutan soal predestinasi oleh Paulus dimaksudkan untuk memperkuat dan menghibur. Maksud-maksud kekal Allah tidak akan gagal. 10. Dinyatakan. Sebagaimana telah direncanakan secara abadi oleh-Nya, kasih karunia-Nya (karunia kehidupan) menjadi milik kita dan saat ini tampak dalam karya penyelamatan oleh Kristus. Kata yang sama, yang secara tersirat berarti "dinyatakan sepenuhnya," dipakai di Roma 3:21 dan 16:26. 11. Untuk Injil itulah mengacu kepada Injil yang darinya Paulus dijadikan rasul. 12. Sebab. Karena penugasan Tuhan. Semuanya ini. Pemenjaraan dan pembelengguan. Kita dapat menghadapi setiap keadaan yang tidak adil dan bermusuhan dengan tanpa malu selama kita sadar bahwa di dalam semuanya itu Tuhan tetap memelihara harta kita: yakni, Injil yang dipercayakan oleh-Nya kepada kita. Yakin. Nas ini nyaris sama dengan paparan Paulus mengenai pengalaman Abraham dalam Roma 4:21.

* Peringatan dan Nasihat; Kesalehan Seorang Hamba Tuhan (1:6-14)
    Di sini ada nasihat dan dorongan kepada Timotius untuk melakukan kewajibannya (ay. 6): Kuperingatkan engkau. Orang-orang terbaik sekalipun perlu diperingatkan. Apa yang kita ketahui harus diingatkan kepada kita. Aku menulis ini, untuk menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan (2Ptr. 3:1).
        I. Rasul Paulus menasihati Timotius untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padanya. Kobarkanlah ia seperti api dalam bara. Yang dimaksudkan adalah semua karunia dan anugerah yang telah diberikan Allah kepadanya, untuk memperlengkapinya bagi pekerjaan sebagai pemberita Injil, yaitu karunia-karunia Roh Kudus, karunia-karunia luar biasa yang tercurah melalui penumpangan tangan oleh Rasul Paulus. Inilah yang harus dia kobarkan. Ia harus melatihnya, dan dengan demikian mengembangkannya: pakailah karunia-karunia itu dan engkau akan memilikinya. Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi (Mat. 25:29). Ia harus memanfaatkan semua kesempatan untuk menggunakan karunia-karunia ini, dan dengan begitu mengobarkannya, sebab itulah cara terbaik untuk mengembangkannya. Entah karunia Allah yang ada pada Timotius biasa atau luar biasa (meskipun saya cenderung berpikir luar biasa), ia harus mengobarkannya, sebab kalau tidak karunia itu akan merosot. Lebih jauh lagi, kita melihat bahwa karunia ini ada padanya melalui penumpangan tangan oleh Rasul Paulus, yang saya pandang berbeda dari penahbisannya, sebab penahbisannya itu dilakukan dengan penumpangan tangan sidang penatua (1Tim. 4:14). Ada kemungkinan bahwa pada Timotius ada Roh Kudus, dengan karunia dan anugerah-Nya yang luar biasa, yang diberikan kepadanya melalui penumpangan tangan Rasul Paulus (sebab menurut saya tidak ada orang lain selain para rasul yang mempunyai kuasa untuk memberikan Roh Kudus). Dan setelah itu, karena sudah diperlengkapi dengan begitu kaya untuk pekerjaan pelayanan, ia ditahbiskan oleh sidang penatua. Perhatikanlah,
            1. Rintangan besar bagi kita untuk menjadi orang yang berguna dengan mengembangkan karunia-karunia kita adalah ketakutan yang memperbudak kita. Oleh sebab itu, Rasul Paulus memperingatkan Timotius terhadap hal ini: Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan (ay. 7). Karena ketakutan yang rendahlah maka hamba yang jahat itu menyembunyikan talentanya, dan tidak menggunakannya (Mat. 25:25). Nah, karena itu Allah telah mempersenjatai kita melawan roh ketakutan, dengan sering-sering memerintahkan kita untuk tidak takut. "Jangan takut pada wajah manusia. Jangan takut pada bahaya-bahaya yang akan kamu jumpai di jalan kewajibanmu." Allah telah membebaskan kita dari roh ketakutan, dan telah memberi kita roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Roh yang membangkitkan kekuatan, atau keberanian dan tekad untuk menghadapi berbagai kesulitan dan bahaya. Roh yang membangkitkan kasih kepada Allah, yang akan membawa kita melewati perlawanan yang akan kita jumpai, seperti Yakub tidak menghiraukan kerja keras yang harus dilaluinya demi mendapatkan Rahel. Roh yang membangkitkan kasih kepada Allah akan membawa kita mengatasi rasa takut kepada manusia, dan segala aniaya yang dapat diberikan manusia terhadap kita. Dan roh yang membangkitkan ketertiban, atau ketenangan pikiran, kemampuan untuk menikmati diri kita sendiri dengan rasa damai. Sebab kita sering kali menjadi patah semangat di tengah jalan dan pekerjaan kita karena segala khayalan dan bayangan kita sendiri, sementara pikiran yang jernih dan mantap akan mengusirnya, dan akan dengan mudah menanggapinya.
            2. Roh yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya bukanlah roh ketakutan, melainkan roh keberanian. Roh itu roh yang membangkitkan kekuatan, sebab mereka berbicara dalam nama Dia yang berkuasa baik di sorga maupun di bumi. Roh itu roh yang membangkitkan kasih, sebab kasih kepada Allah dan jiwa-jiwa manusia pasti mengobarkan hamba-hamba Tuhan dalam melakukan semua pelayanan mereka. Dan roh itu roh yang membangkitkan ketertiban, sebab para hamba Tuhan mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat.
        II. Rasul Paulus menasihati Timotius untuk menantikan penderitaan, dan bersiap-siap menghadapinya: "Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia. Janganlah malu karena Injil, karena kesaksian yang telah engkau berikan mengenainya." Amatilah,
            1. Injil Kristus adalah sesuatu yang dengannya tak seorang pun dari kita harus malu. Kita tidak boleh malu dengan mereka yang menderita bagi Injil Kristus. Timotius tidak boleh malu dengan Paulus yang baik dan sudah tua, meskipun sekarang dia seorang tahanan. Sama seperti Timotius sendiri tidak boleh takut menderita, demikian pula dia tidak boleh takut mengakui orang-orang yang menderita demi kepentingan Kristus.
                (1) Injil adalah kesaksian Tuhan kita. Di dalam dan melalui Injil Ia memberikan kesaksian tentang diri-Nya sendiri kepada kita, dan dengan mengaku patuh padanya, kita memberikan kesaksian tentang Dia dan untuk Dia.
                (2) Paulus adalah seorang tahanan Tuhan, dipenjarakan karena Dia (Ef. 4:1). Demi Dia, Paulus dibelenggu.
                (3) Tidak ada alasan bagi kita untuk malu dengan kesaksian Tuhan kita atau dengan para tahanan-Nya. Jika kita malu dengan hal-hal ini sekarang, Kristus akan malu dengan kita nanti. "Melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah, yaitu nantikanlah penderitaan karena Injil, bersiap-siaplah menghadapinya, sadarlah bahwa itu akan terjadi, bersedialah untuk ambil bagian bersama dengan orang-orang kudus yang menderita di dunia ini. Ikutlah menderita bagi Injil-Nya." Atau bisa juga dibaca, menderitalah bersama Injil. "Bukan hanya ikut berbela rasa dengan mereka yang menderita karenanya, tetapi juga siap untuk menderita bersama mereka dan seperti mereka." Apabila suatu saat Injil mengalami tekanan, orang yang berharap mendapatkan hidup dan keselamatan olehnya akan rela untuk turut menderita bersamanya. Amatilah,
                    [1] Kita baru akan dapat menanggung penderitaan dengan baik apabila kita menimba kekuatan dan kuasa dari Allah untuk memampukan kita menanggungnya: Ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
                    [2] Semua orang Kristen, tetapi terutama hamba-hamba Tuhan, harus menantikan penderitaan dan penganiayaan karena Injil.
                    [3] Penderitaan-penderitaan ini akan disesuaikan, menurut kuasa Allah (1Kor. 10:13) yang berdiam atas diri kita.
            2. Dengan menyebut Allah dan Injil, Rasul Paulus memberi perhatian pada perkara-perkara besar yang sudah diperbuat Allah bagi kita melalui Injil (ay. 9-10). Untuk membesarkan hati Timotius dalam menanggung penderitaan, ia menegaskan dua pertimbangan:
                (1) Hakikat dari Injil yang untuknya ia dipanggil menderita, dan maksud yang mulia dan penuh rahmat dari panggilan itu. Sudah biasa bagi Paulus, ketika menyebutkan Kristus dan Injil-Nya, untuk sejenak mengalihkan topik pembicaraannya, dan berbicara panjang lebar tentang Kristus dan Injil-Nya. Betapa Paulus dipenuhi oleh Dia yang merupakan segala keselamatan kita, dan yang harus kita semua inginkan. Perhatikanlah,
                    [1] Tujuan Injil adalah keselamatan kita: Dialah yang menyelamatkan kita, dan kita tidak boleh merasa enggan untuk menderita bagi apa yang kita harapkan akan menyelamatkan kita. Ia telah mulai menyelamatkan kita, dan Ia akan menyelesaikannya pada waktunya. Karena Allah menyebut apa yang tidak ada (yang belum selesai) sebagai sudah ada (Rm. 4:17.). Oleh sebab itulah Rasul Paulus berkata, Ia telah menyelamatkan kita (KJV).
                    [2] Injil dirancang untuk menguduskan kita: Dan memanggil kita dengan panggilan kudus, memanggil kita kepada kekudusan. Kekristenan adalah sebuah panggilan, panggilan yang kudus. Kekristenan adalah panggilan yang dengannya dan kepadanya kita dipanggil untuk bekerja. Amatilah, semua orang yang akan diselamatkan, dikuduskan sekarang. Apabila panggilan Injil diterima orang, maka panggilan itu didapati sebagai panggilan yang kudus, yang menjadikan kudus orang-orang yang dipanggil dan menerimanya.
                    [3] Sumber asal dari panggilan Injil adalah anugerah yang cuma-cuma dan maksud kekal Allah di dalam Kristus Yesus. Seandainya kita berjasa untuk itu, maka akan sulit untuk menderita baginya. Tetapi keselamatan kita melalui Injil adalah karena anugerah yang cuma-cuma, dan bukan karena perbuatan kita, dan oleh sebab itu kita tidak boleh merasa enggan untuk menderita karenanya. Anugerah ini dikatakan diberikan kepada kita sebelum permulaan zaman, yaitu di dalam maksud dan tujuan Allah sejak dari kekekalan. Di dalam Kristus Yesus, sebab semua karunia yang datang dari Allah kepada manusia berdosa datang di dalam dan melalui Kristus Yesus.
                    [4] Injil adalah wujud dari tujuan dan anugerah ini: Yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang sudah ada dalam pangkuan Bapa sejak dari kekekalan, dan secara sempurna mengetahui semua maksud dan tujuan-Nya yang penuh rahmat. Dengan kedatangan-Nya, maksud yang penuh rahmat ini dinyatakan kepada kita. Bukankah Yesus Kristus telah menderita untuk itu, jadi masakan kita enggan menderita untuknya?
                    [5] Oleh Injil Kristus maut dipatahkan: Ia telah mematahkan kuasa maut, tidak hanya melemahkannya, tetapi juga menyingkirkannya. Ia telah mematahkan kuasa maut yang menguasai kita. Dengan menyingkirkan dosa, Ia telah mematahkan kuasa maut (sebab sengat maut ialah dosa [1Kor. 15:56]), dengan mengubah hakikatnya, dan menghancurkan kuasanya. Maut yang dulu musuh sekarang menjadi teman. Maut adalah pintu gerbang yang melaluinya kita lewat keluar dari dunia yang penuh masalah, yang sering membuat marah, dan yang penuh dosa, untuk masuk ke dalam dunia yang penuh damai sejahtera dan kemurnian sempurna. Dan kuasa maut dihancurkan, karena maut tidak menang atas orang-orang yang percaya Injil, tetapi justru mereka yang menang atas maut. "Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" (1Kor. 15:55).
                    [6] Oleh Injil Ia telah mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Ia telah menunjukkan kepada kita dunia lain yang lebih jelas daripada ketika belum disingkapkan dalam masa pengaturan sebelumnya. Dan Ia telah menunjukkan kebahagiaan dunia itu, upah yang pasti atas ketaatan kita melalui iman. Dengan wajah terbuka, kita semua, seperti dalam cermin, akan melihat kemuliaan Allah. Ia telah mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa itu, tidak hanya memperhadapkannya kepada kita, tetapi juga menawarkannya kepada kita, melalui Injil. Marilah kita menghargai Injil dengan lebih lagi, sebab dengan Injil itulah kehidupan dan hidup yang tidak dapat binasa dinyatakan, sebab dalam hal inilah Injil mengungguli semua penyingkapan sebelumnya. Maka Injil itu adalah Injil yang hidup dan yang tidak dapat binasa, sebagaimana yang disingkapkan kepada kita, dan mengarahkan kita ke jalan yang siap menuju ke hidup itu, dan juga menawarkan alasan-alasan yang paling berbobot untuk menggugah kita supaya mencari kemuliaan, kehormatan, dan hidup yang tidak dapat binasa.
                (2) Perhatikan contoh dari Paulus yang terberkati itu (ay. 11- 12). Ia ditunjuk untuk memberitakan Injil, dan khususnya ditunjuk untuk mengajar bangsa-bangsa bukan Yahudi. Ia menganggap bahwa menderita karena Injil itu layak, dan jika begitu mengapa Timotius tidak boleh berpikiran yang sama juga? Siapa pun tidak perlu takut atau malu untuk menderita demi kepentingan Injil. Aku tidak malu, tegas Rasul Paulus, karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. Amatilah,
                    [1] Orang-orang yang baik sering kali menderita banyak hal demi alasan terbaik di dunia: Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, yaitu "karena aku memberitakan dan mengikuti Injil."
                    [2] Mereka tidak perlu malu, kepentingan Injil akan meneguhkan mereka. Sebaliknya, orang-orang yang menentangnya akan mendapat malu.
                    [3] Orang yang percaya pada Kristus tahu siapa yang mereka percayai. Rasul Paulus berbicara dengan nada kemenangan dan sorak-sorai yang kudus. Ia seperti mengatakan, "Aku berdiri di atas dasar yang teguh. Aku tahu aku telah menaruh kepercayaan besar ke dalam tangan Dia yang paling dapat dipercaya." Dan aku yakin, dst. Apa yang harus kita percayakan kepada Kristus? Keselamatan jiwa kita, dan terpeliharanya jiwa sampai di kerajaan sorgawi. Dan apa yang kita percayakan sedemikian yakinnya kepada-Nya, akan Dia pelihara. Akan datang hari ketika jiwa kita akan dimintai pertanggungjawaban: "Hai pria, hai wanita, kepadamu telah dipercayakan satu jiwa, jadi apa yang telah engkau perbuat dengannya? Kepada siapa jiwamu dipersembahkan, kepada Allah atau Iblis? Bagaimana jiwamu digunakan, untuk melayani dosa atau untuk melayani Kristus?" Akan datang suatu hari, dan hari itu akan menjadi hari yang sangat berat dan mengerikan, ketika kita harus memberikan pertanggungjawaban atas pelayanan kita (Luk. 16:2), memberikan pertanggungjawaban atas jiwa kita. Nah, jika kita dengan iman yang taat dan giat mempercayakan jiwa kita kepada Yesus Kristus, maka kita boleh yakin bahwa Ia sanggup menjaganya, dan kita akan mendapat penghiburan pada hari Tuhan itu.
        III. Rasul Paulus menasihati Timotius untuk memegang contoh ajaran yang sehat (ay. 13).
            1. "Milikilah contoh ajaran yang sehat" (bisa juga dibaca demikian), "sebuah buku kecil, katekismus, ringkasan kaidah-kaidah agama yang utama, yang sesuai dengan Kitab Suci, kerangka ajaran yang sehat, ringkasan iman Kristen, dengan cara yang tepat, yang disimpulkan olehmu sendiri dari Kitab Suci untuk keperluanmu sendiri" Atau, lebih tepatnya, yang saya pahami dengan contoh ajaran yang sehat adalah Kitab Suci sendiri.
            2. "Setelah memilikinya, peganglah itu erat-erat, ingatlah itu, pertahankan itu, dan patuhi itu. Patuhi ajaran itu melawan segala macam bidah dan ajaran sesat, yang merusakkan iman Kristen. Peganglah erat-erat segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku." Rasul Paulus terilhami secara ilahi. Alangkah baiknya untuk mematuhi contoh ajaran sehat yang kita dapati dalam Kitab Suci. Sebab ajaran-ajaran ini, kita yakin, diilhamkan oleh Allah. Ajaran yang sehat adalah ajaran yang tidak bisa dikutuk (Tit. 2:8). Tetapi bagaimana ajaran itu harus dipegang? Dalam iman dan kasih, yaitu kita harus mengamininya sebagai perkataan yang benar, dan menyambutnya sebagai perkataan yang patut diterima sepenuhnya. Pegang teguhlah ajaran itu di dalam hati yang baik, karena inilah tabut perjanjian, di mana loh batu hukum Taurat maupun Injil tersimpan dengan paling aman dan bermanfaat (Mzm. 119:11). Iman dan kasih harus berjalan bersama-sama. Tidak cukup hanya percaya pada ajaran yang sehat, dan mengamininya, tetapi kita juga harus mencintainya, mempercayai kebenarannya, dan mencintai kebaikannya. Dan kita harus memberitakan ajaran yang sehat di dalam kasih. Mengatakan kebenaran di dalam kasih (Ef. 4:15). Iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Harus iman dan kasih Kristen, iman dan kasih yang terpatri pada Yesus Kristus, yang di dalam dan melalui Dia Allah berbicara kepada kita dan kita kepada-Nya. Timotius, sebagai hamba Tuhan, harus berpegang teguh pada contoh ajaran yang sehat, demi kebaikan orang lain. Pada contoh perkataan yang menyembuhkan, bisa juga dibaca seperti itu. Ada kuasa penyembuhan dalam firman Allah. Disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka. Maksud yang sama juga ada pada ayat 14, peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita. Harta yang indah itu adalah contoh ajaran yang sehat, ajaran Kristen, yang dipercayakan kepada Timotius di dalam baptisan dan pendidikannya sebagai orang Kristen, dan dalam tahbisannya sebagai seorang hamba Tuhan. Amatilah,
                (1) Ajaran Kristen adalah suatu kepercayaan yang diserahkan kepada kita. Ajaran itu dipercayakan kepada orang-orang Kristen secara umum, tetapi kepada hamba-hamba Tuhan secara khusus. Ajaran itu adalah harta yang indah, yang tak ternilai harganya, dan yang akan memberi keuntungan tak terlukiskan kepada kita. Ajaran itu sungguh harta yang indah, permata yang tak ternilai, sebab ia menyingkapkan kepada kita kekayaan-kekayaan Kristus yang tak terselami (Ef. 3:8). Ajaran ini dipercayakan kepada kita untuk dijaga supaya tetap murni dan utuh, dan diteruskan kepada angkatan-angkatan yang akan datang sesudah kita. Kita harus menjaganya, dan tidak boleh melakukan apa saja yang dapat merusakkan kemurniannya, melemahkan kuasanya, atau mengurangi kesempurnaannya: Peliharalah itu oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita. Perhatikanlah, bahkan orang-orang yang sedemikian terpelajar sekalipun tidak dapat menjaga apa yang sudah mereka pelajari, apalagi ketika mempelajarinya untuk pertama kali, tanpa bantuan Roh Kudus. Janganlah kita mencoba menjaganya dengan kekuatan kita sendiri, tetapi kita harus menjaganya oleh Roh Kudus.
                (2) Roh Kudus berdiam dalam semua hamba Tuhan dan orang Kristen yang baik. Mereka adalah bait-Nya, dan Ia memampukan mereka untuk menjaga Injil tetap murni dan tidak bercela. Namun, mereka harus berusaha sebaik-baiknya untuk menjaga harta yang indah ini, sebab bantuan dan berdiamnya Roh Kudus tidak mengesampingkan daya upaya manusia, tetapi keduanya harus berjalan bersama-sama.

Label:   2 Timotius 1:6-12  





NEXT:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu 11 November 2018, XXIV Dob Trinitas - Mikha 6:6-8

PREV:
Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM Minggu, 28 Oktober 2018 - XXII Dob Trinitas - Yesaya 58:4-12

Garis Besar 2 Timotius

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,