Save Page
2 Tesalonika 3:6-15
3:6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. 3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, 3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. 3:9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 3:11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. 3:12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri. 3:13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik. 3:14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, 3:15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

Penjelasan:



* Peringatan Perihal Hidup yang Tidak Tertib (3:6-15)
    Setelah memuji ketaatan mereka di masa lalu dan menyatakan keyakinannya perihal ketaatan mereka di masa mendatang, Rasul Paulus melanjutkan dengan memberikan perintah serta pengarahan kepada mereka menyangkut beberapa orang yang telah berbuat salah, dengan memperbaiki beberapa hal yang belum mereka laksanakan. Amatilah, bahkan di dalam masyarakat Kristen terbaik pun bisa saja terdapat orang-orang yang melakukan kesalahan serta beberapa hal yang harus diperbaiki. Di seberang sorga sini tidak dapat ditemukan kesempurnaan. Dan, bagi perilaku buruk tersedia hukum yang baik. Laporan perihal ketidaktertiban hidup yang didengar Paulus yang terjadi di antara orang-orang Tesalonika menghasilkan hukum-hukum yang baik, seperti yang kita dapati di dalam ayat-ayat tadi, yang senantiasa berguna bagi kita dan semua orang yang berkepentingan. Amatilah,
        I. Hal-hal yang masih belum benar di antara orang-orang Tesalonika yaitu,
            1. Lebih bersifat umum. Ada beberapa orang yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah mereka terima dari Rasul Paulus (ay. 6). Beberapa saudara melakukan kesalahan ini. Mereka tidak menjalani hidup teratur, atau menguasai diri sesuai ajaran Kekristenan dan pengakuan iman mereka. Mereka tidak menaati ajaran yang diberikan Rasul Paulus kepada mereka, namun berpura-pura memperhatikannya. Perhatikanlah, orang-orang yang telah menerima Injil dan mengaku tunduk kepadanya, diminta supaya hidup sesuai dengan Injil. Bila tidak, mereka harus dianggap sebagai orang-orang yang melalaikan pekerjaannya.
            2. Secara khusus, di antara mereka terdapat beberapa orang yang tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna (ay. 11). Rasul Paulus menerima laporan yang dapat dipercaya ini sehingga ia mendapat cukup alasan untuk memberi mereka perintah dan pengarahan sehubungan dengan orang-orang seperti itu, bagaimana mereka harus berperilaku, dan bagaimana jemaat harus bertindak terhadap mereka.
                (1) Ada beberapa orang di antara mereka yang bermalas-malasan, tidak bekerja sama sekali, atau tidak melakukan apa pun. Sepertinya mereka ini bukanlah orang-orang gelojoh atau pemabuk, melainkan malas, dan oleh karena itu disebut orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka. Tidaklah cukup bila ada yang sekadar berkata bahwa orang-orang ini tidak menyakiti siapa pun, sebab diharapkan dari semua orang untuk berbuat baik di tempat-tempat dan hubungan yang sudah ditentukan Allah bagi mereka. Ada kemungkinan bahwa orang-orang yang malas ini memiliki pemahaman tertentu (karena salah mengartikan beberapa kalimat di dalam surat sebelumnya) perihal kedatangan Kristus yang kedua, yang membuat mereka berpikir untuk meninggalkan pekerjaan yang telah ditentukan bagi mereka, dan hidup menganggur. Perhatikanlah, sungguh merupakan kesalahan besar atau penyalahgunaan agama, untuk menjadikannya sebagai dalih untuk bermalas-malas saja atau untuk berbuat dosa apa saja. Seandainya kita memang yakin bahwa hari penghakiman sudah sangat dekat, maka kita tetap harus melakukan pekerjaan hari lepas hari, sehingga ketika Tuhan datang, Dia mendapati kita sedang bekerja. Hamba yang menantikan kedatangan Tuhannya haruslah bekerja sebagaimana yang telah diperintahkan Tuhan-Nya, supaya segala sesuatu sudah siap pada waktu Ia datang. Atau, boleh jadi juga orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka ini beranggapan bahwa kebebasan yang diberikan Kristus untuk memerdekakan mereka itu juga membebaskan mereka dari pelayanan serta pekerjaan yang menjadi panggilan mereka di dunia. Padahal, mereka harus tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah (1Kor. 7:20, 24). Ketekunan untuk mengerjakan panggilan khusus kita sebagai manusia merupakan kewajiban yang diminta dari kita oleh panggilan kita sebagai orang Kristen secara umum. Atau, mungkin juga kedermawanan yang umum dilakukan di antara orang-orang Kristen pada masa itu terhadap saudara-saudara mereka yang miskin, telah mendorong beberapa di antara mereka untuk hidup bermalas-malasan, karena tahu bahwa jemaat pasti akan memelihara mereka. Namun, apa pun penyebabnya, mereka sungguh patut dipersalahkan.
                (2) Di antara mereka ada orang-orang yang sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Sepertinya, orang-orang yang malas itu juga sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Hal ini mungkin terlihat bertolak belakang. Namun memang begitulah yang biasanya terjadi, bahwa orang-orang yang tidak mempunyai urusan untuk dikerjakan atau melalaikannya, justru menyibukkan diri dengan urusan orang lain. Jika kita bermalas-malasan, Iblis dan hati yang cemar akan segera menemukan sesuatu untuk kita kerjakan. Pikiran manusia senantiasa sibuk. Jika tidak digunakan untuk melakukan hal baik, ia akan melakukan hal buruk. Perhatikanlah, orang-orang yang sibuk dengan hal-hal tidak berguna juga gemar melalaikan pekerjaan. Mereka ini suka memuaskan rasa ingin tahu dengan sia-sia, dengan cara tidak sopan mencampuri urusan orang lain yang tidak ada hubungannya dengan diri mereka, dan menyusahkan diri serta orang lain dengan cara itu. Rasul Paulus memperingatkan Timotius (1Tim. 5:13) agar waspada terhadap mereka yang dengan keluar masuk rumah orang, membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.
        II. Hukum-hukum baik yang muncul akibat semua perilaku buruk ini. Mengenai ini dapat kita amati,
            1. Siapa yang membuat hukum-hukum itu: ini adalah perintah-perintah dari para rasul Tuhan kita, yang diberikan di dalam nama Tuhan mereka dan Tuhan kita, yakni hukum-hukum yang dibuat oleh Tuhan kita sendiri. Kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus (ay. 6). Dan lagi, kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus (ay. 12). Rasul Paulus menggunakan perkataan yang mengandung wibawa sekaligus permintaan, dan ketika terjadi kekacauan yang harus diluruskan atau dicegah, kedua hal tadi dibutuhkan. Sudah seharusnya wibawa Kristus membuat pikiran kita menaruh hormat sehingga taat, sedangkan kasih karunia dan kebaikan-Nya seharusnya membuat hati kita terpesona.
            2. Seperti apa hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang baik itu. Rasul Paulus memberikan pengarahan kepada seluruh jemaat, perintah kepada orang-orang yang melalaikan pekerjaan, dan nasihat terutama kepada mereka yang berperilaku baik di antara mereka.
                (1) Perintah-perintah dan pengarahan-pengarahannya bagi seluruh jemaat mencakup,
                    [1] Perilaku mereka terhadap orang-orang di antara mereka yang melalaikan pekerjaan, yang diungkapkan sebagai berikut, jauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya (ay. 6), dan kemudian menandai dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara (ay. 14-15). Pengarahan Rasul Paulus patut dijalankan dengan cermat dalam bertindak terhadap orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka. Kita harus sangat berhati-hati dalam memberikan kecaman dan hukuman gerejawi. Pertama, kita harus menyelidiki benar-benar orang yang diduga atau dituduh tidak menaati atau berperilaku bertentangan dengan firman Allah. Artinya, kita harus mempunyai bukti yang cukup mengenai kesalahannya sebelum bertindak lebih lanjut. Kedua, kita harus menegurnya dengan cara bersahabat. Kita harus mengingatkan dia tentang dosa yang telah diperbuatnya, dan tentang kewajibannya, dan semua ini harus dilakukan secara pribadi (Mat. 18:15). Ketiga, apabila ia tidak mau mendengarkan, kita harus menjauhkan diri darinya dan tidak bergaul dengannya. Artinya, kita harus menghindarkan diri bergaul akrab dengan orang-orang seperti itu, karena dua alasan, supaya kita tidak belajar dari perilaku jahatnya. Sebab orang yang mengikuti orang-orang malas dan sia-sia, serta bergaul dengan mereka, ada dalam bahaya menjadi seperti mereka juga. Alasan lain adalah untuk membuat mereka malu sehingga dengan demikian mengubah orang-orang yang bersalah itu. Supaya ketika orang-orang yang malas dan melalaikan pekerjaan itu melihat bagaimana perilaku mereka yang sembarangan itu tidak disukai oleh semua orang yang bijaksana dan baik, mereka menjadi malu sehingga mau berperilaku lebih tertib. Oleh sebab itu, kasih terhadap saudara-saudara yang bersalah, meskipun kita membenci kejahatan mereka, haruslah menjadi alasan mengapa kita menjauhkan diri dari mereka. Bahkan mereka yang mendapat hukuman gerejawi pun tidak boleh dianggap sebagai musuh (ay. 15). Karena apabila mereka telah dimenangkan dan diperbaharui kembali, mereka akan memperoleh kembali pujian, penghiburan, serta hak-hak istimewa sebagai anggota jemaat dan sebagai saudara-saudara seiman.
                    [2] Perilaku dan tindak tanduk jemaat secara umum harus sesuai dengan teladan baik yang telah diberikan Rasul Paulus serta rekan-rekannya yang ada bersamanya: Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami (ay. 7). Orang-orang yang menanam agama di antara mereka telah memberikan teladan baik bagi mereka. Para pelayan Injil juga seharusnya menjadi teladan bagi kawanan jemaat. Sudah menjadi kewajiban orang Kristen untuk tidak saja berjalan menurut kebiasaan para rasul dan ajaran yang mereka sampaikan, tetapi juga menurut teladan baik yang telah mereka tunjukkan kepada jemaat, untuk menjadi pengikut mereka, sama seperti mereka juga menjadi pengikut Kristus. Contoh baik yang terutama disebutkan dan diperhatikan Rasul Paulus adalah ketekunannya dan rekan-rekannya, yang begitu berbeda dengan yang terlihat dalam diri orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka: "Kami tidak lalai bekerja di antara kamu (ay. 7). Kami tidak menyia-nyiakan waktu kami dengan bermalas-malas, keluar masuk rumah orang sambil menceritakan hal sia-sia, serta menggemari hiburan yang tidak berguna." Mereka bersusah payah dalam pelayanan, dalam pemberitan Injil, dan mencari nafkah dengan usaha sendiri. Kami tidak makan roti orang dengan percuma (ay. 8), meskipun dia sebenarnya layak meminta biaya hidup, mengingat bahwa orang-orang yang memberitakan Injil berhak hidup dari Injil juga. Ini merupakan utang jemaat terhadap para hamba Tuhan yang melayani mereka, dan Rasul Paulus memiliki kuasa atau wewenang untuk menuntutnya (ay. 9). Namun, ia melepaskan haknya itu karena kasih sayangnya kepada mereka, dan demi Injil, dan supaya ia dapat menjadi teladan bagi mereka yang dapat mereka ikuti (ay. 9). Ia ingin agar mereka belajar bagaimana menggunakan waktu dengan baik, dan senantiasa mengerjakan sesuatu yang dapat menghasilkan hal yang baik.
                (2) Rasul Paulus memerintahkan dan mengarahkan para pemalas supaya mengubah kelakuan mereka dan menyibukkan diri dengan urusan mereka. Ia telah memberikan perintah mengenai pokok ini serta teladan yang baik ketika sedang berada bersama mereka: Waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan (ay. 10). Sudah menjadi pepatah di antara orang Yahudi, bahwa mereka yang tidak bekerja tidak pantas menerima makanan. Seorang pekerja layak menerima makanan, tetapi apa yang pantas diterima pengangguran yang hanya berkeliaran ke sana kemari? Sudah menjadi kehendak Allah bahwa setiap orang mempunyai panggilan, dan memperhatikannya, dan melaksanakannya. Dan Ia juga menghendaki agar di dunia ini tidak seorang pun boleh bermalas-malasan. Orang-orang seperti ini berusaha sedapat mungkin untuk menolak ayat yang berbunyi, dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu. Ini bukanlah keinginan Rasul Paulus, yang merupakan orang yang sangat giat dan karena itu mau agar setiap orang juga berbuat sama, melainkan perintah Yesus Kristus Tuhan kita, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri (ay. 12). Manusia harus mencari nafkah sendiri dengan suatu cara apa saja yang baik, sebab jika tidak, mereka tidak bisa memperoleh makanan. Amatilah, orang harus bekerja dan tidak bermalas-malas. Selain itu, mereka harus bersikap tenang dan tidak mencampuri urusan orang lain. Kita harus berusaha keras untuk tetap tenang dan memperhatikan urusan sendiri. Ini merupakan perpaduan yang sungguh unggul, meskipun langka, yakni memiliki jiwa bersemangat namun tenang, giat dalam urusan sendiri, namun tetap tenang menyangkut urusan orang lain.
                (3) Rasul Paulus menasihati mereka yang tidak jemu-jemu berbuat apa yang baik (ay. 13), seakan-akan berkata, "Teruslah berbuat baik dan semoga kamu senantiasa sejahtera. Tuhan menyertaimu selama kamu berada bersama-Nya. Jagalah supaya di dalam melakukan apa pun yang baik, kamu mengerjakannya dengan tekun. Berpegaglah pada jalan hidupmu, dan bertahanlah sampai akhir. Jangan pernah menyerah atau letih dalam pekerjaanmu. Masih ada banyak waktu untuk beristirahat apabila kamu tiba di sorga, yakni peristirahatan abadi yang tersedia bagi umat Allah."


SBU



MINGGU IV SES. PENTAKOSTA
RABU, 27 JUNI 2018
Renungan Pagi
GB 334:1 -Berdoa
BERDOALAH UNTUK MEREKA

2 Tesalonika 3:1-5
" Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, ," (ay.1)

Pelayanan yang murni kepada Tuhan membutuhkan perjuangan rohani. Sebuah pelayanan yang murni, motivasinya adalah rnemajukan dan memuiiakan firman Tuhan. Risiko berupa tantangan, kesulitan, penderitaan bahkan godaan kesenangan duniawi, dapat mengubah motivasi awal seorang pelayan. Kemungkinan terburuk, seorang pefayan dapat meninggaikan pelayanannya Karena tidak mampu menghadapi pergumulan-pergumulan tersebut.

Paulus menyadarinya dan meminta dukungan doa dari jemaat di Tesalonika, untuknya dan para pemberita firman lain, yakni Silvanus dan Timotius (2 Tes. 1:1 ), agar pelayanan Injil yang mereka lakukan dapat berjalan sesuai kehendak Tuhan (ay.1). Paulus percaya doa dapat memelihara motivasi pelayanan serta menguatkan hati mereka dari godaan dan tantangan yang dihadapi. Jika selama ini kita sebagai jemaat sering kali minta didoakan oleh diaken, penatua dan pendeta, maka Rasul Paulus mengajak kita untuk mendoakan para pelayan Tuhan tersebut. Tugas pelayanan kepada Tuhan bukan hal mudah. Jamaal diundang untuk mau menopang dan mendukung peiayanan tersebut meialui doa.

Para pemimpin daerah dan bangsa pun sesungguhnya adalah pelayan masyarakat sehingga, harus senantiasa didoakan. Kita akan kembali merayakan pesta demokrasi dengan memilih para calon pemimpin daerah. Pilihlah dengan bijak dan doakanlah siapapun yang akan terpilih meskipun, bukan pilihan awal kita di PILKADA. Doa kita akan memampukan para pemimpin melakukan tugas pelayanannya, tanpa terpengaruh dengan tantangan dan godaan yang berusaha merusak motfvasi baik mereka.  Doa kita akan terus memantapkan semangat para pemimpin daerah dalam mewujudkan kebaikan dan kemajuan daerah yang mereka pimpin menuju ketentraman dan kedamaian yang dicita-citakan bangsa Indonesia.

GB.343 : 1,5
Doa : (Ya Tuhan, Sang Pemimpin Agung, berilah karni hikmat untuk mengatasi segala godaan dan nikmat kekuasaan agar kepada para pemimpin gereja dan pernimpin bangsa telap jujur bekerja membangun negeri ini)


MINGGU IV SES. PENTAKOSTA
RABU, 27 JUNI 2018
Renungan Malam
GB 193:1,2 -Berdoa
DOA YANG BERGUNA

2 Tesalonika 3:6-15
"Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnyan dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna." {ay.11}

Pada tahun 2003, di Bandung pernah rnuncul sekte Kristen yang meramalkan bahwa kiamat akan segera tiba. Sekte ini laiu mengajak umanya untuk meninggalkan segala pekerjaan dan berkumpul dalam ibadah dan doa menyambut "hari Tuhan". Pada akhirnya, kiamat tidak terjadi di hart yang diramalkan dan pimpinan sekie ditangkap karena dianggap sesat. Jemaat di Tesalonikajuga pernah dibuat bingung dan gelisah oleh ajaran serupa yang menyatakan "hari Tuhan" akan segera tiba (2 Tes. 2:2).

Beberapa diantarajemaat bahkan ierpengaruh untuk percaya kepada ajaran tersebut. Mereka tidak lagi mau bekerja, tetapi hanya berdoa untuk menyambut "hari Tuhan" yang diramalkan segera tiba. Paulus menegur mereka yang terhasut dengan tegas dan menyatakan banwa mereka hanya menyibukkan diri dengan hal yang sia-sia dan tidak berguna (ay.11). Doa dan ibadah yang mereka lakukan menjadi tidak berguna bukan hanlya karena "hari Tuhan" yang belum tiba, tetapi juga karena mereka menjadikan doa tersebut sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan tidak bekerja.

Pada Matius 25:14-30, Yesus mengecam hamba yang maias dan tidak mengupayakan talenta yang Tuhan berikan kepadanya. Doa adalah sarana komunikasi manusia dengan Tuhan. Di dalam doa, bukan hanya Tuhan yang mendengarkan kita, tetapi kita pun hams mendengarkan Tuhan. Doa rnenuntun kita mem beri perhatian, mendengar keinginan Tuhan untuk kita kerjakan di dunia ini. Dengan demikian, doa yang berguna adalah doa yang mendorong kita untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan balk dalarn kehidupan seperti keinginan Tuhan. Doa seharusnya menguatkan iman dan membangkitkan semangat kita untuk bekerja, mengupayakan kehidupan ini dengan berbagai tantangan didalamnya, bukannya menjadikan kita rnalas dan lalai clalam pekerjaan.

GB.289:1

Doa : (Ya Tuhan, ajarkanlah kami untuk setia berdoa dan bekeria seturut kehendak Tuhan)

Label:   2 Tesalonika 3:6-15 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
KAMIS, 28 JUNI 2018 - EKSPRESIKAN EMOSIMU DENGAN BUAK DAN BERBUDI - Kisah Para Rasul 17:16-21 - MINGGU IV SES. PENTAKDSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 26 JUNI 2018 - JAWABAN DOA YANG MENGUJI IMAN - Matius 15:25-28 - MINGGU IV SES. PENTAKOSTA

Garis Besar 2 Tesalonika






December 1-7 (Week 49) - Esther 7-10; Revelation 3 || Ezra 7-10; Psalm 97; Rev 4 || Nehemiah 1-3; Rev 5 || Neh 4-6; Psalm 98; Rev 6 || Neh 7-9; Psalm 140; Rev 7

Hari ini, 7 Desember - Efesus 1-3

Hari ini, 7 Desember - Maz 137:9-138:6, Dan 11-12, 1 Yoh 5, Ams 30:13-14

Hari ini, 7 Desember - Yohanes 16:1-11, Wahyu 4, Ayub 30, Yoel 2-3

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

Register   Login  

contoh kj 424 bukan kj.424



Latest Christian Song
** Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 31 JANUARI 2020 - ORANG YANG MENANG ADALAH ANAK ALLAH - Wahyu 21:6-8 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 21:6-8 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Alfa dan Omega, di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang // bagian mereka, Kebenaran dan kepastian dari keadaan yang membahagiakan ini disahkan oleh firman dan janji Allah, YESUS ADALAH SUMBER PENGHARAPAN DAN KEKUATAN
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 30 JANUARI 2020 - YESUS: RAJA DARI SEGALA RAJA DAN TUHAN DARI SEGALA TUHAN - Wahyu 19:14-16 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 19:14-16 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

Khotbah Ibadah GPIB RABU, 29 JANUARI 2020 - YESUS ADALAH SOLUSI - Lukas 8:22-25 SGDK) -MINGGU II SESUDAH EPIFANI Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Marilah kita bertolak ke seberang danau, Yesus tertidur // Taufan // Perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya, Kita binasa // Ia pun bangun, lalu menghardik air dan angin yang mengamuk itu, Kristus memerintahkan murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang danau, LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SAMA 0| MATATUHAN
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 28 JANUARI 2020 - BESAR DAN AJAIB - Wahyu 15:1-4 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 15:1-4 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Tujuh Cawan Penghukuman, telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya // nyanyian Musa, hamba Allah dan nyanyian Anak Domba, Pekerjaan penumpahan tujuh cawan, yang dipercayakan kepada tujuh malaikat, Patutlah Allah dipuji dan disembah sepanjang abad, BESAR DAN AJAIB
Khotbah Ibadah GPIB - SENIN, 27 JANUARI 2020 - JANJI PENYERTAAN TUHAN - Wahyu 1:17-20 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 1:17-20 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat // Efesus // Smirna // Pergamus // Tiatira, Sardis, Filadelfia, // Laodikia // Iblis, tujuh kaki dian dari emas, // Anak Manusia, // Yang Awal dan Yang Akhir // Yang Hidup; // kunci maut dan kerajaan maut // apa yang telah kaulihat // yang terjadi sekarang // yang akan terjadi sesudah ini // sesudah

Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 31 Desember 2019 - TETAP SEMANGAT KARENA TUHAN SELALU BERI BERKAT - Yesaya 61:10-11 (SGD) - MALAM TAHUN BARU Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Orang percaya yang telah lahir baru dengan sukaria menanggapi janji-janji mulia ini., Kemakmuran Jemaat . BERSYUKUR BERSAMA TUHAN
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 30 Desember 2019 - PUJILAH NAMA TUHAN - Senin, 30 Desember 2019 - MINGGU SESUDAH NATAL Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Ajakan kepada bumi, Pujilah Tuhan di bumi, Sebuah Undangan untuk Memuji,
Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 29 Desember 2019 - MENSYUKURI PENYERTAAN ALLAH - Yesaya 52:1-10 (SGD) - HARI MINGGU SESUDAH NATAL Yesaya 52:1-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Dorongan bagi Yerusalem,
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Desember 2019 - MENGENAL DlA - 1 Yohanes 1:3-6 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:3-6 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar // persekutuan. Kamu juga , Supaya sukacita kami menjadi sempurna , Allah adalah terang, Hidup di dalam kegelapan // Tidak melakukan kebenaran, Kesaksian Rasuli
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 27 Desember 2019 - HIDUP DI DALAM TERANG - 1 Yohanes 1:5-10 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:5-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH NATAL 2019 dan TAHUN BARU 2020 GPIB
TATA IBADAH KELUARGA MALAM NATAL 2019, TATA IBADAH MALAM NATAL 2019, TATA IBADAH HARI NATAL 2019, TATA IBADAH SESUDAH NATAL 26 DES 2019, TATA IBADAH KELUARGA MALAM AKHIR TAHUN 31 DES 2019, TATA IBADAH MALAM AKHIR TAHUN 2019, TATA IBADAH TAHUN BARU 2020




New Submit
KAMIS, 2 JANUARI 2020
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 2 JANUARI 2020 - HADIAH DARI SORGA - Filipi 3:12-16 - MINGGU SESUDAH NATAL


TATA IBADAH KELUARGA MALAM AKHIR TAHUN 31 DES 2019 (bisa dilihat di HP)


TATA IBADAH KELUARGA MALAM NATAL 2019 (bisa dilihat di HP)

Jumat, 06 Desember 2019
Zie De Maan Schijnt Door De Bomen

Friday, December 06, 2019
John Schneider Scores First Number One Christian Country Single

Friday, December 06, 2019
End of journey as gospel star Zimu loses battle against cancer

Friday, December 06, 2019
‘A wakeup call:‘ British theologian N.T. Wright on the prosperity gospel, climate change and Advent

Kamis, 05 Desember 2019
When Christmas Comes Around - Caitie Hurst

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises NAU chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises university chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Early Rain Church Elder Sentenced to Four Years in Prison for Having Christian Literature

Wednesday, December 04, 2019
Lighthouse Christian School Contributes to Christmas Spirit

Selasa, 03 Desember 2019
Materi Rancangan Dasar (Randas) Akta Gereja


Kalender GKJ Desember 2020


Kalender GKJ Nopember 2020


Kalender GKJ Oktober 2020


Kalender GKJ September 2020


Kalender GKJ Agustus 2020


Kalender GKJ Juli 2020


Kalender GKJ Juni 2020

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, Khotbah Ibadah GPIB 2020, Lagu Natal (Christmas), TATA IBADAH NATAL 2019 dan TAHUN BARU 2020 GPIB,



banyak perbuatan yang sedihkan tuhan,   banyak perbuatan yang sedihkan tuhan,   lagu persembahan ibadah natal,   Renungan mikha 4:6-14,   tata cara ibadah GERMITA,   lirik lagu tuhan pelita hidupku,   kotbah Yohannes 1:14-18,   kotbah yesaya 43 1-4,   Renungan harian Johannes 1:14-18,   Santapan harian Johannes 1:14-18,   lagu vetri kumase rohani,   hothbah yesaya 40:1-8,   eksposisi yakobus 1:17,   TEMA NATAL GEREJA PROTESTAN MALUKU 2019/2020,   TEMA NATAL GEREJA PROTESTAN MALUKU 2019/2020,   chord O Allagku.jenguklah diriku,   kata sambutan natal,   Santapan Harian Johannes 1:14-18,   ilustrasi kasih allah terbukti untuk sekolah minggu,   sentosa dalam yesus chord,   musik mazmur 72,   not nkb 166,   kabar gembira lagu natal,   partitur SATB Hai Mari Berhimpun,   renungan Lukas 3: 1-20,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   lagu kidung ceria syair ibu,   lagu kidung ceria syair ibu,   partitur lagu paduan suara tema hari ibu,   khotbah mazmur 91,   lirik lagu dunia gemar dan soraklah,   pesan dan kesan natal kaum bapak,   contoh liturgi ibadah natal GPM,   contoh liturgi ibadah natal GPM,   siapa gerangan sang raja not angka,   KHOTBAH YOHANES 1:14-18 (ADVENT II),   KHOTBAH YOHANES 1:14-18 (ADVENT II),   kotbah natal 2017,   Lirik lagu natal Gloria Gloria,   Kumpulan penjabaran yohannes 1:14-18,   lirik lagu kj 376 versi toraja,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   +hotbah yesaya 60:1-7,   download mp3 kidung jemaat 69,   lagu natal untuk persembahan syukur,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   bahan khotbah Adven Gmit 2019,   gits bakti 324,   download lagu GEREJA,   download lagu GEREJA,   lirik lagu tuhan pelita hidupku,   khotbah masa adventus yesaya12:1-6,   lirik lagu surya bersinar,   download lagu rohani mp3 gratis,   download lagu rohani mp3 gratis,   khotbah 1 tim. 4:1-16,   kalender liturgi 2020,   sambutan pranatal gmim,   contoh lagu komuni minggu advent ketiga tahun A 2019,   liturgi perayaan ekaristi 15 desember 2019 tahun a,   lagu mazmur untuk tahun a 15 desember 2019 minggu advent III,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   &rct=j,   Lirik lagu natal praise and worship ibadah natal 25 desember,   nyanyian rohani no 97,   lagu berita anugerah,   doa persembahan katolik,   pidato radio menjelang natal,   kalender liturgi 2020,   lagu persembahan,   khotbah maz 72:1-7,   khotbah maz 72:1-7,   pujian untuk persembahan,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah Yohannes 1:14-18,   contoh kata sambutan di acara natal,   lagu wartakanlah kabar gembira tek,   khotbah Matius 24:3-8,   kalender liturgi oktober 2020,   kalender liturgi 2019,   DSL NO 218 SAMBUTLAH,   materi adven ke1,   lirik lagu rohani pujian bukan setiap orang yang berseru Tuhan Tuhan masuk kerajaan Allah,   renungan Zakaria 9 ; 9-10,   matius 10 :34-42,   khotbah kisah para rasul 13:13-25,   contoh liturgi natal gpib,   not angka lagu bagimu damai sejahtera,   kalender liturgi desember 2019,   lagu persembahan,   pengertian tanah,kayu,perak,emas dalam konteks 2 timotius 2: 20,21,   sambutan natal sesuai tema yesus datang untuk pembaharuan,   lagu rohani o genta malam,   surat penitipan pemberkatan nikahgereja,   renungan mazmur 97 11 12,   Sabda Bina Pemuda 7 Desember 2019,   lagu rohani pakai hidupku sebagai alatmu,   kubawah kepadamu oh tuhan,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   lagu kj tentang memuji tuhan,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   kata sambutan kepala sekolah,   Rngn kisah para rasul 8:1-25,   khotbah 1 tesalonika 3 7 - 13,   kotbah yesaya 43: 1-7,   Renungan harian 2 samuel 4,   MAZMUR 146:5-10 JUSWANTORI LIRIK,   partitur koor terpujilah allah hikmatnya besar,   partitur koor terpujilah allah besar kuasanya,   renungan tentang serigala akan tinggal dengan domba,   kalender liturgi 2020,   gambar kalender katolik 2020,   kalender Liturgi 2019,   lagu misa angkatlah hatimu madahkan lagu,   renungan yesaya 11:6-9,   lagu mankind,   &rct=j,   &rct=j,   lagu pengantar pernikahan digerja,   lagu sebelum doa syafaat,   renunngan ulangan 18:15-19,   renunngan ulangan 18:15-19,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh khotbah ibadah raya,   kunci lagu bagi allah yang mulia,   LIRIK mazmur gb 114,   kalender liturgi 2019,   LIRIK mazmur 146 5-10 juswantori,   Renungan Roma 15:1-13 Kaitan dengan Minggu Adven,   Berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   Khotbah tentang berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   Khotbah tentang berharap pada Tuhan dalam Mikha 7:7-13,   pakailah waktu anugrah tuhanmu lagu,   materi khotbah natal 2019,   khotbah yesaya 55:6-11,   PKJ no 72,   tata ibadah natal gbi 2019,   DAWNLOAD MP3 MULIAKANLAH,   kalender liturgi 2019,   kalender liturgi 2019,   TAFSIRAN YOHANES 1:14-18,   TAFSIRAN YOHANES 1:14-18,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   kalender liturgi 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   Renungan untuk ibadah minggu tgl 8 desember 2019,   lagu worship terbaru mau khotbah,   renungan matius 3:10,   hari raya katolik 2020,   LIRIK LGU MULIA SEMBAH RAJA MULIA,   teks koor lagu natal katolik,   kata kata sambutan natal kristen,   kalender liturgi katolik 2019,   judul tata ibadah gereja,   renungan dari bacaan roma 15:4-9,   liturgi katolik desember 2019,   liturgi katolik desember 2019,   teks lagu misa hari anak misioner se dunia,