Save Page
2 Tesalonika 3:6-15
3:6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. 3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, 3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. 3:9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 3:11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. 3:12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri. 3:13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik. 3:14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, 3:15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

Penjelasan:


* Peringatan Perihal Hidup yang Tidak Tertib (3:6-15)
    Setelah memuji ketaatan mereka di masa lalu dan menyatakan keyakinannya perihal ketaatan mereka di masa mendatang, Rasul Paulus melanjutkan dengan memberikan perintah serta pengarahan kepada mereka menyangkut beberapa orang yang telah berbuat salah, dengan memperbaiki beberapa hal yang belum mereka laksanakan. Amatilah, bahkan di dalam masyarakat Kristen terbaik pun bisa saja terdapat orang-orang yang melakukan kesalahan serta beberapa hal yang harus diperbaiki. Di seberang sorga sini tidak dapat ditemukan kesempurnaan. Dan, bagi perilaku buruk tersedia hukum yang baik. Laporan perihal ketidaktertiban hidup yang didengar Paulus yang terjadi di antara orang-orang Tesalonika menghasilkan hukum-hukum yang baik, seperti yang kita dapati di dalam ayat-ayat tadi, yang senantiasa berguna bagi kita dan semua orang yang berkepentingan. Amatilah,
        I. Hal-hal yang masih belum benar di antara orang-orang Tesalonika yaitu,
            1. Lebih bersifat umum. Ada beberapa orang yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah mereka terima dari Rasul Paulus (ay. 6). Beberapa saudara melakukan kesalahan ini. Mereka tidak menjalani hidup teratur, atau menguasai diri sesuai ajaran Kekristenan dan pengakuan iman mereka. Mereka tidak menaati ajaran yang diberikan Rasul Paulus kepada mereka, namun berpura-pura memperhatikannya. Perhatikanlah, orang-orang yang telah menerima Injil dan mengaku tunduk kepadanya, diminta supaya hidup sesuai dengan Injil. Bila tidak, mereka harus dianggap sebagai orang-orang yang melalaikan pekerjaannya.
            2. Secara khusus, di antara mereka terdapat beberapa orang yang tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna (ay. 11). Rasul Paulus menerima laporan yang dapat dipercaya ini sehingga ia mendapat cukup alasan untuk memberi mereka perintah dan pengarahan sehubungan dengan orang-orang seperti itu, bagaimana mereka harus berperilaku, dan bagaimana jemaat harus bertindak terhadap mereka.
                (1) Ada beberapa orang di antara mereka yang bermalas-malasan, tidak bekerja sama sekali, atau tidak melakukan apa pun. Sepertinya mereka ini bukanlah orang-orang gelojoh atau pemabuk, melainkan malas, dan oleh karena itu disebut orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka. Tidaklah cukup bila ada yang sekadar berkata bahwa orang-orang ini tidak menyakiti siapa pun, sebab diharapkan dari semua orang untuk berbuat baik di tempat-tempat dan hubungan yang sudah ditentukan Allah bagi mereka. Ada kemungkinan bahwa orang-orang yang malas ini memiliki pemahaman tertentu (karena salah mengartikan beberapa kalimat di dalam surat sebelumnya) perihal kedatangan Kristus yang kedua, yang membuat mereka berpikir untuk meninggalkan pekerjaan yang telah ditentukan bagi mereka, dan hidup menganggur. Perhatikanlah, sungguh merupakan kesalahan besar atau penyalahgunaan agama, untuk menjadikannya sebagai dalih untuk bermalas-malas saja atau untuk berbuat dosa apa saja. Seandainya kita memang yakin bahwa hari penghakiman sudah sangat dekat, maka kita tetap harus melakukan pekerjaan hari lepas hari, sehingga ketika Tuhan datang, Dia mendapati kita sedang bekerja. Hamba yang menantikan kedatangan Tuhannya haruslah bekerja sebagaimana yang telah diperintahkan Tuhan-Nya, supaya segala sesuatu sudah siap pada waktu Ia datang. Atau, boleh jadi juga orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka ini beranggapan bahwa kebebasan yang diberikan Kristus untuk memerdekakan mereka itu juga membebaskan mereka dari pelayanan serta pekerjaan yang menjadi panggilan mereka di dunia. Padahal, mereka harus tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah (1Kor. 7:20, 24). Ketekunan untuk mengerjakan panggilan khusus kita sebagai manusia merupakan kewajiban yang diminta dari kita oleh panggilan kita sebagai orang Kristen secara umum. Atau, mungkin juga kedermawanan yang umum dilakukan di antara orang-orang Kristen pada masa itu terhadap saudara-saudara mereka yang miskin, telah mendorong beberapa di antara mereka untuk hidup bermalas-malasan, karena tahu bahwa jemaat pasti akan memelihara mereka. Namun, apa pun penyebabnya, mereka sungguh patut dipersalahkan.
                (2) Di antara mereka ada orang-orang yang sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Sepertinya, orang-orang yang malas itu juga sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Hal ini mungkin terlihat bertolak belakang. Namun memang begitulah yang biasanya terjadi, bahwa orang-orang yang tidak mempunyai urusan untuk dikerjakan atau melalaikannya, justru menyibukkan diri dengan urusan orang lain. Jika kita bermalas-malasan, Iblis dan hati yang cemar akan segera menemukan sesuatu untuk kita kerjakan. Pikiran manusia senantiasa sibuk. Jika tidak digunakan untuk melakukan hal baik, ia akan melakukan hal buruk. Perhatikanlah, orang-orang yang sibuk dengan hal-hal tidak berguna juga gemar melalaikan pekerjaan. Mereka ini suka memuaskan rasa ingin tahu dengan sia-sia, dengan cara tidak sopan mencampuri urusan orang lain yang tidak ada hubungannya dengan diri mereka, dan menyusahkan diri serta orang lain dengan cara itu. Rasul Paulus memperingatkan Timotius (1Tim. 5:13) agar waspada terhadap mereka yang dengan keluar masuk rumah orang, membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.
        II. Hukum-hukum baik yang muncul akibat semua perilaku buruk ini. Mengenai ini dapat kita amati,
            1. Siapa yang membuat hukum-hukum itu: ini adalah perintah-perintah dari para rasul Tuhan kita, yang diberikan di dalam nama Tuhan mereka dan Tuhan kita, yakni hukum-hukum yang dibuat oleh Tuhan kita sendiri. Kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus (ay. 6). Dan lagi, kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus (ay. 12). Rasul Paulus menggunakan perkataan yang mengandung wibawa sekaligus permintaan, dan ketika terjadi kekacauan yang harus diluruskan atau dicegah, kedua hal tadi dibutuhkan. Sudah seharusnya wibawa Kristus membuat pikiran kita menaruh hormat sehingga taat, sedangkan kasih karunia dan kebaikan-Nya seharusnya membuat hati kita terpesona.
            2. Seperti apa hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang baik itu. Rasul Paulus memberikan pengarahan kepada seluruh jemaat, perintah kepada orang-orang yang melalaikan pekerjaan, dan nasihat terutama kepada mereka yang berperilaku baik di antara mereka.
                (1) Perintah-perintah dan pengarahan-pengarahannya bagi seluruh jemaat mencakup,
                    [1] Perilaku mereka terhadap orang-orang di antara mereka yang melalaikan pekerjaan, yang diungkapkan sebagai berikut, jauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya (ay. 6), dan kemudian menandai dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara (ay. 14-15). Pengarahan Rasul Paulus patut dijalankan dengan cermat dalam bertindak terhadap orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka. Kita harus sangat berhati-hati dalam memberikan kecaman dan hukuman gerejawi. Pertama, kita harus menyelidiki benar-benar orang yang diduga atau dituduh tidak menaati atau berperilaku bertentangan dengan firman Allah. Artinya, kita harus mempunyai bukti yang cukup mengenai kesalahannya sebelum bertindak lebih lanjut. Kedua, kita harus menegurnya dengan cara bersahabat. Kita harus mengingatkan dia tentang dosa yang telah diperbuatnya, dan tentang kewajibannya, dan semua ini harus dilakukan secara pribadi (Mat. 18:15). Ketiga, apabila ia tidak mau mendengarkan, kita harus menjauhkan diri darinya dan tidak bergaul dengannya. Artinya, kita harus menghindarkan diri bergaul akrab dengan orang-orang seperti itu, karena dua alasan, supaya kita tidak belajar dari perilaku jahatnya. Sebab orang yang mengikuti orang-orang malas dan sia-sia, serta bergaul dengan mereka, ada dalam bahaya menjadi seperti mereka juga. Alasan lain adalah untuk membuat mereka malu sehingga dengan demikian mengubah orang-orang yang bersalah itu. Supaya ketika orang-orang yang malas dan melalaikan pekerjaan itu melihat bagaimana perilaku mereka yang sembarangan itu tidak disukai oleh semua orang yang bijaksana dan baik, mereka menjadi malu sehingga mau berperilaku lebih tertib. Oleh sebab itu, kasih terhadap saudara-saudara yang bersalah, meskipun kita membenci kejahatan mereka, haruslah menjadi alasan mengapa kita menjauhkan diri dari mereka. Bahkan mereka yang mendapat hukuman gerejawi pun tidak boleh dianggap sebagai musuh (ay. 15). Karena apabila mereka telah dimenangkan dan diperbaharui kembali, mereka akan memperoleh kembali pujian, penghiburan, serta hak-hak istimewa sebagai anggota jemaat dan sebagai saudara-saudara seiman.
                    [2] Perilaku dan tindak tanduk jemaat secara umum harus sesuai dengan teladan baik yang telah diberikan Rasul Paulus serta rekan-rekannya yang ada bersamanya: Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami (ay. 7). Orang-orang yang menanam agama di antara mereka telah memberikan teladan baik bagi mereka. Para pelayan Injil juga seharusnya menjadi teladan bagi kawanan jemaat. Sudah menjadi kewajiban orang Kristen untuk tidak saja berjalan menurut kebiasaan para rasul dan ajaran yang mereka sampaikan, tetapi juga menurut teladan baik yang telah mereka tunjukkan kepada jemaat, untuk menjadi pengikut mereka, sama seperti mereka juga menjadi pengikut Kristus. Contoh baik yang terutama disebutkan dan diperhatikan Rasul Paulus adalah ketekunannya dan rekan-rekannya, yang begitu berbeda dengan yang terlihat dalam diri orang-orang yang melalaikan pekerjaan mereka: "Kami tidak lalai bekerja di antara kamu (ay. 7). Kami tidak menyia-nyiakan waktu kami dengan bermalas-malas, keluar masuk rumah orang sambil menceritakan hal sia-sia, serta menggemari hiburan yang tidak berguna." Mereka bersusah payah dalam pelayanan, dalam pemberitan Injil, dan mencari nafkah dengan usaha sendiri. Kami tidak makan roti orang dengan percuma (ay. 8), meskipun dia sebenarnya layak meminta biaya hidup, mengingat bahwa orang-orang yang memberitakan Injil berhak hidup dari Injil juga. Ini merupakan utang jemaat terhadap para hamba Tuhan yang melayani mereka, dan Rasul Paulus memiliki kuasa atau wewenang untuk menuntutnya (ay. 9). Namun, ia melepaskan haknya itu karena kasih sayangnya kepada mereka, dan demi Injil, dan supaya ia dapat menjadi teladan bagi mereka yang dapat mereka ikuti (ay. 9). Ia ingin agar mereka belajar bagaimana menggunakan waktu dengan baik, dan senantiasa mengerjakan sesuatu yang dapat menghasilkan hal yang baik.
                (2) Rasul Paulus memerintahkan dan mengarahkan para pemalas supaya mengubah kelakuan mereka dan menyibukkan diri dengan urusan mereka. Ia telah memberikan perintah mengenai pokok ini serta teladan yang baik ketika sedang berada bersama mereka: Waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan (ay. 10). Sudah menjadi pepatah di antara orang Yahudi, bahwa mereka yang tidak bekerja tidak pantas menerima makanan. Seorang pekerja layak menerima makanan, tetapi apa yang pantas diterima pengangguran yang hanya berkeliaran ke sana kemari? Sudah menjadi kehendak Allah bahwa setiap orang mempunyai panggilan, dan memperhatikannya, dan melaksanakannya. Dan Ia juga menghendaki agar di dunia ini tidak seorang pun boleh bermalas-malasan. Orang-orang seperti ini berusaha sedapat mungkin untuk menolak ayat yang berbunyi, dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu. Ini bukanlah keinginan Rasul Paulus, yang merupakan orang yang sangat giat dan karena itu mau agar setiap orang juga berbuat sama, melainkan perintah Yesus Kristus Tuhan kita, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri (ay. 12). Manusia harus mencari nafkah sendiri dengan suatu cara apa saja yang baik, sebab jika tidak, mereka tidak bisa memperoleh makanan. Amatilah, orang harus bekerja dan tidak bermalas-malas. Selain itu, mereka harus bersikap tenang dan tidak mencampuri urusan orang lain. Kita harus berusaha keras untuk tetap tenang dan memperhatikan urusan sendiri. Ini merupakan perpaduan yang sungguh unggul, meskipun langka, yakni memiliki jiwa bersemangat namun tenang, giat dalam urusan sendiri, namun tetap tenang menyangkut urusan orang lain.
                (3) Rasul Paulus menasihati mereka yang tidak jemu-jemu berbuat apa yang baik (ay. 13), seakan-akan berkata, "Teruslah berbuat baik dan semoga kamu senantiasa sejahtera. Tuhan menyertaimu selama kamu berada bersama-Nya. Jagalah supaya di dalam melakukan apa pun yang baik, kamu mengerjakannya dengan tekun. Berpegaglah pada jalan hidupmu, dan bertahanlah sampai akhir. Jangan pernah menyerah atau letih dalam pekerjaanmu. Masih ada banyak waktu untuk beristirahat apabila kamu tiba di sorga, yakni peristirahatan abadi yang tersedia bagi umat Allah."


SBU


MINGGU IV SES. PENTAKOSTA
RABU, 27 JUNI 2018
Renungan Pagi
GB 334:1 -Berdoa
BERDOALAH UNTUK MEREKA

2 Tesalonika 3:1-5
" Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, ," (ay.1)

Pelayanan yang murni kepada Tuhan membutuhkan perjuangan rohani. Sebuah pelayanan yang murni, motivasinya adalah rnemajukan dan memuiiakan firman Tuhan. Risiko berupa tantangan, kesulitan, penderitaan bahkan godaan kesenangan duniawi, dapat mengubah motivasi awal seorang pelayan. Kemungkinan terburuk, seorang pefayan dapat meninggaikan pelayanannya Karena tidak mampu menghadapi pergumulan-pergumulan tersebut.

Paulus menyadarinya dan meminta dukungan doa dari jemaat di Tesalonika, untuknya dan para pemberita firman lain, yakni Silvanus dan Timotius (2 Tes. 1:1 ), agar pelayanan Injil yang mereka lakukan dapat berjalan sesuai kehendak Tuhan (ay.1). Paulus percaya doa dapat memelihara motivasi pelayanan serta menguatkan hati mereka dari godaan dan tantangan yang dihadapi. Jika selama ini kita sebagai jemaat sering kali minta didoakan oleh diaken, penatua dan pendeta, maka Rasul Paulus mengajak kita untuk mendoakan para pelayan Tuhan tersebut. Tugas pelayanan kepada Tuhan bukan hal mudah. Jamaal diundang untuk mau menopang dan mendukung peiayanan tersebut meialui doa.

Para pemimpin daerah dan bangsa pun sesungguhnya adalah pelayan masyarakat sehingga, harus senantiasa didoakan. Kita akan kembali merayakan pesta demokrasi dengan memilih para calon pemimpin daerah. Pilihlah dengan bijak dan doakanlah siapapun yang akan terpilih meskipun, bukan pilihan awal kita di PILKADA. Doa kita akan memampukan para pemimpin melakukan tugas pelayanannya, tanpa terpengaruh dengan tantangan dan godaan yang berusaha merusak motfvasi baik mereka.  Doa kita akan terus memantapkan semangat para pemimpin daerah dalam mewujudkan kebaikan dan kemajuan daerah yang mereka pimpin menuju ketentraman dan kedamaian yang dicita-citakan bangsa Indonesia.

GB.343 : 1,5
Doa : (Ya Tuhan, Sang Pemimpin Agung, berilah karni hikmat untuk mengatasi segala godaan dan nikmat kekuasaan agar kepada para pemimpin gereja dan pernimpin bangsa telap jujur bekerja membangun negeri ini)


MINGGU IV SES. PENTAKOSTA
RABU, 27 JUNI 2018
Renungan Malam
GB 193:1,2 -Berdoa
DOA YANG BERGUNA

2 Tesalonika 3:6-15
"Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnyan dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna." {ay.11}

Pada tahun 2003, di Bandung pernah rnuncul sekte Kristen yang meramalkan bahwa kiamat akan segera tiba. Sekte ini laiu mengajak umanya untuk meninggalkan segala pekerjaan dan berkumpul dalam ibadah dan doa menyambut "hari Tuhan". Pada akhirnya, kiamat tidak terjadi di hart yang diramalkan dan pimpinan sekie ditangkap karena dianggap sesat. Jemaat di Tesalonikajuga pernah dibuat bingung dan gelisah oleh ajaran serupa yang menyatakan "hari Tuhan" akan segera tiba (2 Tes. 2:2).

Beberapa diantarajemaat bahkan ierpengaruh untuk percaya kepada ajaran tersebut. Mereka tidak lagi mau bekerja, tetapi hanya berdoa untuk menyambut "hari Tuhan" yang diramalkan segera tiba. Paulus menegur mereka yang terhasut dengan tegas dan menyatakan banwa mereka hanya menyibukkan diri dengan hal yang sia-sia dan tidak berguna (ay.11). Doa dan ibadah yang mereka lakukan menjadi tidak berguna bukan hanlya karena "hari Tuhan" yang belum tiba, tetapi juga karena mereka menjadikan doa tersebut sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan tidak bekerja.

Pada Matius 25:14-30, Yesus mengecam hamba yang maias dan tidak mengupayakan talenta yang Tuhan berikan kepadanya. Doa adalah sarana komunikasi manusia dengan Tuhan. Di dalam doa, bukan hanya Tuhan yang mendengarkan kita, tetapi kita pun hams mendengarkan Tuhan. Doa rnenuntun kita mem beri perhatian, mendengar keinginan Tuhan untuk kita kerjakan di dunia ini. Dengan demikian, doa yang berguna adalah doa yang mendorong kita untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan balk dalarn kehidupan seperti keinginan Tuhan. Doa seharusnya menguatkan iman dan membangkitkan semangat kita untuk bekerja, mengupayakan kehidupan ini dengan berbagai tantangan didalamnya, bukannya menjadikan kita rnalas dan lalai clalam pekerjaan.

GB.289:1

Doa : (Ya Tuhan, ajarkanlah kami untuk setia berdoa dan bekeria seturut kehendak Tuhan)

Label:   2 Tesalonika 3:6-15 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
KAMIS, 28 JUNI 2018 - EKSPRESIKAN EMOSIMU DENGAN BUAK DAN BERBUDI - Kisah Para Rasul 17:16-21 - MINGGU IV SES. PENTAKDSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 26 JUNI 2018 - JAWABAN DOA YANG MENGUJI IMAN - Matius 15:25-28 - MINGGU IV SES. PENTAKOSTA

Garis Besar 2 Tesalonika





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 24 September - Ezra 3:1-7; Mazmur 107,111

Hari ini, 24 September - Maz 107:13-19, Yes 34-35, Gal 1, Ams 25:5-6


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song





Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
Great Jehovah - Travis Greene

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah pslmn 40:7-11,   TAFSIRAN 1 KORINTUS 3:18-23,   tata ibadah penutupan peti GBI,   kotbah 1petrus 3:17-22,   kotbah maleakhi 1: 6-14,   jamita Pesalmen 40; 7-11,   mazmur 40:7-11 memberitakan kasih tuhan,   nama komunitas rohani,   jaamita epistel pesalmen 40:7-11. topik paturetureon angka nabadia,   minggu 29 september 2019 epistel,   kumpulan lagu rohani mawar sharon mp3 download,   slide ibadah minggu gereja hkbp,   sgdk gpib september 2019,   epistel minggu 29-09-2019,   sermon evangelium epistel mazmur 40:7-11,   sermon evangelium epistel mazmur 40:7-11,   mazmur 146 ayat 5,   kothbah mazmur 40:7-11,   sgdk gpib september 2019,   lagu penutup ibadah kristen,   renungan 1 tesalonika 3 12,   Rngn maz 113:1-9,   Khotbah 1tesalonika3,   nats pembimbing persembahan,   Rngn maz 113:1-8,   Masmur 145:8,   Jamita efesus4;7-16,   khotbah minggu Efesus 4: 7-16,   khotbah minggu Efesus 4: 7-16,   yang idlkukan oleh sadrakh, mesakh dan abednego utnuk menjaga kesucian ibadah,   renungan roma 1 18-32,   tafsiran Roma pasal 1 ayat 18,   kotbah dari lukas 8:19-21,   renungan Filemon 1:15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau,   Maksud renungan di Mazmur 33:4,   lagu rohani anak sekolah minggu donload,   LAGU PENGAKUAN DOSA POP ROHANI KRISTEN,   lagu nyanyian rohani,   lagu nyanyian rohani,   khotbah bilangan 28 16 31,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   khotbah minggu 29 september 2019,   2 korintus 9:7-8,   Bacaan sbu oktober 2019,   Tata Ibadah HUT Organisasi Wanita (Kristen),   apa beda diaken dan penatua,   renungan amos 8 : 4-8,   jamita psalmen 40 7-11,   lagu rohani saat malam hari,   tafsiran Yesaya 65:17-25,   nama group gereja,   lagu gereja katolik penutup,   lirik lagu gereja mari bersyukur,   lirik lagu Tuhanku berkatmu limpah bagai hujan yang deras,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   rohani barat,   gpib zebulon batam september 2019,   lagu rohani mp3 free download,   nyaniyan rohani 132,   kotbah hari minggu ke 25 september 22, 2019,   Misa hari minggu biasa ke 25, september 22, 2019,   nyanyian suara gembira 21,   Doa sebelum ngambil khobat,    maz 40:7-11 renungan harian menanggapi karya pnenyelamatan Allah,   kidung muda mudi 87,   khotbah pelita hidup,   Khotbah Mazmur 40:7-11,   Khotbah Psalm 40:7-11,   ringkasan khotbah mazmur 40 7 11,   ringkasan kotbah mazmur 40 7 11,   KHOTBAH MENGADAKAN PENDAMAIAN,   sgdk oktober 2019,   renungan amos 8 ayat 4 - 8,   nyanyian suara gembira 21,   not angka gita bakti no 45 Dan lyrik,   not angka gita bakti no 45,   mars gerakan pemuda,   nyaniyan rohani 132,   tema mazmur 40:7-11,   sabda bina umat 22 september 2019 ,   jamita partangiangan 29 september 2019 mazmur 40:7-11,   kmm 33,   bahan kotbah mazmur 40:7-11 sabda.com,   Jamita psalmen 40:7-11,   khotbah yosua 24 13-25,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,