Save Page
Matius 19:23-26
 19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Penjelasan:

* Mat 19:23 - Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk
Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk. Kesulitan dengan kekayaan bukan terletak pada soal memilikinya (banyak orang benar dalam Alkitab memiliki kekayaan - Abraham, Ayub, Yusuf dari Arimatea), tetapi pada pengharapan palsu yang ditimbulkan olehnya (I Tim. 6:17; Mrk. 10:24).

* Mat 19:24 - Unta // lubang jarum
Unta dan lubang jarum dimaksudkan secara harfiah, sebagaimana diperlihatkan oleh sebuah pepatah Talmud yang mirip tetapi mempergunakan gajah. Pepatah ini dimaksudkan untuk menunjukkan kemustahilan dengan menyebutkan hewan terbesar yang diketahui di Palestina dan celah yang paling kecil.

* Mat 19:25 - Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?
Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan? Para murid tampaknya sedikit banyak menganut pandangan bahwa kekayaan merupakan bukti perkenan ilahi. Jadi, kalau orang kaya saja tidak termasuk, bagaimana mungkin orang lain dapat diselamatkan? Barangkali terdapat pikiran tersembunyi bahwa semua orang hingga taraf tertentu mendambakan kekayaan duniawi.

* Mat 19:26 - Dengan ringkas Yesus menyatakan bahwa keselamatan adalah karya Allah.
Hanya Allah yang dapat menolak pengharapan palsu pada kekayaan manusia ini dan menyediakan kebenaran yang sejati
 Dengan ringkas Yesus menyatakan bahwa keselamatan adalah karya Allah. Hanya Allah yang dapat menolak pengharapan palsu pada kekayaan manusia ini dan menyediakan kebenaran yang sejati.

* Ganti Rugi bagi Pengikut-pengikut Yesus yang Setia (19:23-30)


    Di sini diceritakan tentang percakapan Kristus dengan murid-murid-Nya mengenai orang kaya yang meninggalkan Kristus itu.
    I. Kristus kemudian memakai kesempatan ini untuk menunjukkan bahwa orang-orang kaya susah memperoleh keselamatan (ay. 23-26).
        . Bahwa sangat sulit bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam sorga, seorang yang kaya seperti orang muda ini. Perhatikanlah, kita hendaknya mengambil hikmah dari kejelekan-kejelekan dan kegagalan-kegagalan orang lain, supaya hal tersebut dapat menjadi peringatan bagi kita.

        Sekarang:
            (1) Hal ini dengan tegas dinyatakan oleh Juruselamat kita (ay. 23-24). Ia mengatakan hal ini kepada murid-murid-Nya yang miskin dan hanya memiliki sedikit di dunia ini untuk membuat mereka berdamai dengan keadaan mereka, bahwa semakin sedikit yang mereka miliki di dunia ini, semakin sedikit rintangan yang mereka hadapi di tengah jalan menuju sorga. Perhatikanlah, mereka yang hidup dalam kekurangan seharusnya merasa puas bahwa mereka tidak berada dalam keadaan menghadapi godaan akan bahaya kemakmuran. Walaupun hidup mereka di dunia ini lebih susah dibandingkan dengan mereka yang kaya, namun jika mereka lebih mudah untuk menuju ke dunia yang lebih baik, maka tidak beralasan kalau mereka sampai berkeluh-kesah. Perkataan ini dikuatkan dalam ayat 23, Aku berkata kepadamu. Kristus tahu betul seperti apa sebenarnya jalan menuju sorga itu, karena Ia sendiri yang membukakannya bagi kita. Ia memberi tahu kita bahwa inilah salah satu kesulitan terbesar yang ada di jalan menuju sorga itu. Perkataan ini diulangi kembali dalam ayat 24, Sekali lagi Aku berkata kepadamu. Dengan begitu, Ia berkata sekali, bahkan dua kali, mengenai apa yang enggan untuk dimengerti orang, apalagi untuk dipercayai.
                [1] Kristus berkata bahwa sulit bagi orang yang kaya untuk menjadi pengikut Kristus yang baik dan diselamatkan, untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga, baik dalam kehidupan ini maupun dalam kehidupan setelah ini. Sepanjang jalan menuju sorga sempit dan gerbang yang mengarah ke sana pun kecil, lebih-lebih lagi bagi orang yang kaya. Lebih banyak kewajiban yang dituntut dari mereka yang kaya dibandingkan dari orang lain, sampai membuat mereka hampir-hampir tidak bisa memenuhi kewajiban itu. Juga ada lebih banyak dosa yang menjadi rintangan bagi mereka, yang hampir tidak dapat mereka hindari. Orang-orang kaya menghadapi banyak godaan berat, dan sifatnya halus tanpa terasa. Sulit untuk tidak tergiur dengan dunia yang tersenyum. Bila sudah dipenuhi dengan harta yang menyilaukan mata ini, susah sekali untuk tidak mencicipi sebagian daripadanya. Orang-orang kaya memiliki tanggungan yang sangat besar dalam mengurusi harta benda mereka, kepentingan mereka, waktu mereka, dan kesempatan untuk berbuat baik dan untuk mendapatkan yang baik. Mereka harus bekerja jauh lebih keras daripada orang lain. Pastilah dibutuhkan suatu karunia ilahi yang besar sekali bagi seseorang untuk menerobos segala kesulitan seperti ini.
                [2] Kristus berkata bahwa sangat sulit untuk mempertobatkan dan menyelamatkan seorang yang kaya, sehingga lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum (ay. 24). Ini sebuah peribahasa yang mengandung arti bahwa kesulitan tersebut tidak bisa diatasi hanya oleh kepintaran kekuatan manusia. Hanya anugerah Allah Yang Mahakuasa saja yang bisa memungkinkan seorang kaya untuk mengatasi kesulitan seperti ini. Kemustahilan mereka yang murtad (Ibr. 6:4-6) dan para pendosa yang sudah kebal (Yer. 13:23) untuk diselamatkan juga digambarkan dengan cara demikian. Karena keselamatan bagi siapa saja begitu mustahilnya (bahkan orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan), maka bilamana ada kesulitan tertentu, wajarlah bila keadaan sukar yang seperti ini akan terjadi. Sangat jarang ada orang kaya yang tidak mengarahkan hatinya pada kekayaannya itu. Sama halnya, sangatlah mustahil bagi orang yang menetapkan hatinya pada kekayaannya untuk masuk sorga, karena jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu (1Yoh. 2:15; Yak. 4:4).
                    Pertama, jalan menuju sorga sangat tepat diumpamakan sebagai lubang jarum, yang susah dimasuki dan dilalui.
                    Kedua, orang kaya sangat tepat diumpamakan sebagai seekor unta, seekor binatang beban, karena ia memiliki harta, sebagaimana unta memiliki beban muatan, ia membawanya, tetapi itu milik orang lain, ia mendapatkannya dari orang lain, membelanjakannya untuk orang lain, dan harus segera meninggalkannya kepada orang lain. Inilah yang namanya beban, karena manusia memuati dirinya dengan barang gadaian (Hab. 2:6). Unta adalah seekor makhluk yang besar, tetapi sulit diatur.
            (2) Kebenaran ini sangat membingungkan, dan hampir tidak dihargai oleh para murid (ay. 25), Sangat gemparlah mereka dan berkata: Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan? Banyak kebenaran mengejutkan disampaikan Kristus kepada mereka, yang membuat mereka bingung dan tidak tahu bagaimana harus bertindak, dan ini salah satunya. Akan tetapi, kelemahan merekalah yang membuat mereka bingung. Mereka tidak bermaksud untuk menentang Kristus, tetapi karena terkejut, mereka berkata, "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Perhatikanlah, kalau kita melihat banyaknya kesulitan dalam jalan menuju keselamatan, maka sangatlah aneh jika ada orang yang dapat diselamatkan. Ketika kita memikirkan betapa baiknya Allah, maka aneh jika hanya ada begitu sedikit saja yang diakui-Nya. Namun jika kita berpikir betapa jahatnya manusia, lebih terasa aneh lagi bahwa ada begitu banyak yang diselamatkan, dan Kristus akan selamanya dimuliakan dalam diri mereka. Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan? Karena ada begitu banyak orang kaya dan memiliki banyak harta, dan lebih banyak lagi yang ingin menjadi kaya, dan sama-sama digoda oleh harta yang banyak, kalau begitu, siapa yang dapat diselamatkan? Jika kekayaan merupakan rintangan bagi orang kaya, bukankah harta dan kemewahan juga merupakan celaka bagi mereka yang tidak kaya dan sama berbahayanya bagi mereka? Kalau begitu, siapa yang dapat masuk sorga? Inilah alasan yang bagus mengapa orang kaya harus berjuang melawan arus.
        . Walaupun hal tersebut sulit, namun tidaklah mustahil bagi orang kaya untuk diselamatkan (ay. 26), Yesus memandang mereka. Ia menoleh dan memandang mereka dengan tatapan yang sedih, untuk mempermalukan mereka yang suka melebih-lebihkan keuntungan yang dimiliki oleh orang yang kaya dalam hal-hal rohani. Ia memandang mereka sebagai orang-orang yang telah mengatasi kesulitan ini dan sedang berada dalam jalan yang benar menuju sorga. Lebih-lebih lagi mereka adalah orang-orang yang miskin di dunia ini. Yesus berkata, "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." Inilah sebuah kebenaran umum yang agung, yaitu bahwa Allah mampu melakukan apa saja mengatasi segala kuasa makluk ciptaan, dan tidak ada sesuatu apa pun yang mustahil untuk Allah (Kej. 18:14; Bil. 11:23). Ketika manusia tidak mampu berbuat apa-apa lagi, bukan demikian halnya dengan Allah, kuasa-Nya tidak terbatas dan tidak tertahankan. Akan tetapi, di sini kebenaran ini diterapkan untuk:
            (1) Keselamatan siapa saja. Siapakah yang dapat diselamatkan? tanya murid-murid Kristus. "Tidak ada," jawab Kristus, "jika melalui kuasa makluk ciptaan mana pun!" Bagi manusia hal ini tidak mungkin, karena hikmat manusia akan segera menjadi kacau ketika mereka-reka hal ini, dan kuasanya tidak akan berhasil dalam memengaruhi jiwa supaya selamat. Tidak ada makluk ciptaan yang dapat mengerjakan perubahan yang diperlukan untuk menyelamatkan suatu jiwa, baik itu perubahan dalam jiwanya sendiri maupun orang lain. Bagi manusia, mustahil bahwa aliran air yang begitu kuat dapat dibalikkan, bahwa hati yang begitu keras dapat dilembutkan, kepala yang keras ditundukkan. Ini masalah penciptaan, masalah kebangkitan, dan karena itu mustahil bagi manusia. Hal ini tidak akan pernah dapat dilakukan oleh ilmu filsafat, kedokteran, politik, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin. Perhatikanlah, awal, kemajuan, dan kesempurnaan karya keselamatan bergantung sepenuhnya pada kuasa Allah Yang Mahakuasa, yang bagi-Nya segala hal mungkin. Iman ditempa oleh kuasa-Nya itu (Ef. 1:19), dan dipelihara olehnya (1Ptr. 1:5). Pengalaman Ayub ketika mengalami anugerah Allah yang membangkitkan keyakinan dan kerendahan hati, membuatnya mengakui kuasa Allah lebih dari hal-hal yang lain, "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu (Ayb. 42:2)."
            (2) Keselamatan bagi orang-orang kaya khususnya. Mustahil bagi manusia bahwa orang-orang kaya dapat diselamatkan, namun, bagi Allah, hal ini pun mungkin. Ini tidak berarti bahwa orang kaya akan diselamatkan di dalam keduniawian mereka, tetapi bahwa mereka akan diselamatkan dari keduniawian mereka itu. Perhatikanlah, kita tidak boleh kehilangan harapan terhadap pembenaran dan penyelamatan orang-orang yang dikepung oleh godaan dunia ini. Hal ini dapat diwujudkan melalui anugerah ilahi yang mencukupi. Ketika orang-orang kaya ini masuk ke dalam sorga, mereka akan menjadi monumen kekal mengenai kuasa Allah di sana. Saya cenderung berpikir bahwa dalam perkataan Kristus ini tebersit belas kasih yang disediakan Kristus bagi tuan muda yang sudah pergi dengan sedih itu. Tidaklah mustahil bagi Allah untuk mendapatkannya kembali dan menyadarkannya.


SBU

MINGGU VIII SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 26 JULI 2018
Renungan Pagi
KJ.375 -Berdoa
MAU IKUT? TINGGALKAN SEMUANYA

Matius 19:16-22
Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segaia perintah Allah (ay.17)

Sebuah gelas yang berisi air, ketika kita tambah lagi air pastiiah akan rneluap atau rnaluber keluar dan pada akhimya air itu terbuang sia-sia. Kalau dilbaratkan kita ini adalah sebuah gelas yang mana dalam diri kita telah di isi oleh kepintaran, kekayaan, sifat-sifat manusia yang be-gitu banyak, kemudian Firman Tuhan hadir untuk rnengisi kehidupan kita, kira-kira apakah Firman itu akan tetap tertampung didalam atau Firman itu akan keluar kembali dan menjadi sia-sia Karena kita tidak mampu mangosongkan isinya terlebih dahulu.

Parihal mengosongkan diri memmki makna berani melepaskan segala sifat yang membuat kita menjadi angkuh dan sombong. Misalnya kapandaian, kekayaan, jabatan, dll. Hai-hal tersebut yang biasanya membuat kita sulit untuk memahami dan menerima Firman Tuhan. Contoh sederhana seorang yang pandai dibidang teologi pergi kegereja dan mendangarkan pendeta berkhotbah, mungkin dalam pikiran orang yang pandai ‘mi bisa menebak alur khotbah si pendeta, mungkin orang ini disibukan dengan peni|aiannya terhadap pemahaman teologi dari' pendeta tersebut, sehingga malupakan bahwa Tuhan sedang menyiraminya dengan Firman-Nya.

Sama halnya dengan pembacaan kita, yang mana seorang muda datang kepada Yesus dan bertanya perbuatan baik apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup kekal? Tuhan Yesus menjawab "turutilah sagaia perintah Allah". Orang ini melanjutkan lagi; perintah Tuhan yang mana, semuanya taiah saya lakukan, apalagi yang kurang? Tuhan Yesus menjawab; "Jikalau engkau he-ndak sempuma, pergilah, juallah saga!a milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudfan datanglah ka mari dan Ikulah Aku. Maka pergilah orang muda itu dengan sediih, sebab banyak hartanya, Karena hatinya rnasih tarisi penuh oleh kekayaan, keangkuhan, sehingga sulit untuk bisa melepaskan / meninggalkan samuanya demi menuruti perintah Allah.

Ketidakmampuan kita mengosongkan diri membuat kita sulit menerima Firman-Nya.

KJ. 375
Doa : (Tuhan kami mau mengosongkan diri kami dan biarlah Firman-Mu yang menguasai kahidupan kami)





MINGGU VIII SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 26 JULI 2018
Renungan Malam
GB 65:1 -Berdoa
SULIT BUKAN BERARTI TIDAK BISA

Matius 19:23-26
Sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga ({ay.23)

Kalau pernyataan Tuhan Yesus dalam ayat 23 ditafsirkan secara harafiah dan sepotong saja, tentu orang percaya atau pangikut Kristus tidak ada yang kaya secara materi. Memang orang yang kaya pasti rnenjadi momok tersendiri yang kental dengan kesornbongan, keangkuhan, suka pamer dll, tapi ingat tidak sernua urang kaya demikian. Banyak juga orang kaya yang rendah hati, tidak sombong, mungkin termasuk anda. Ya anda yang sedang membaca renungan ini.  Harta. kekayaan, maupun materi menjadi sesuatu yang penting bagi rnanusia di zaman now ini. Mereka berlomba-lomba untuk rnencari dan berusaha untuk mernperolehnya. Gambaran kahiduan itu tidak hanya terjadi bagi masyarakat diperkotaan saja yang bekerja di perkantoran, yang setiap hari bekerja sarnpai larut malam, sampai lupa hari bahwa hari ini ada ibadahi persekutuan.

Mereka yang tinggal dipedesaan pun juga demikian, mereka yang pekerjaan sebagai petani juga sering lambur di ladang yang biasa disebut dengan istilah todo / bermalam (isiilah dalam bahasa dayak umaalirn), sampai mereka lupa terhadap ibadah, Iupa terhadap keluarga dan anak-anak. Hal inilah yang dimaksudkan Tuhan Yesus, ketika-ambisi untuk rnendapatkan harta, kekayanan dan matari kernudian melupakan Tuhan, oleh karena hat? mereka telah berada didalam harta kekayaan tersabut, sehingga bagi mereka tidak ada yang lebih penting dibandingkan harta kekayaan. Yang pemahamannya bahwa kebanagiaan hanya bisa diberikan oleh rnateri.

Sulit bukan berarti tidak bisa, mereka yang hidup dengan bergelirnpangan harta pun ada juga yang mampu untuk hidup dalam kerendahan din, tidak sombong dan dekat kepada Tuhan. Mereka iidak pernah melupakan Tuhan oleh Karena mereka sangat menyadari bahwa semua yang dimilikinya itu adalah berkat anugerah Tuhan. Marilah dimalam ini kita boleh merenungkan bahwa apapun  yang ada pada diri kita dan apapun yang kita lakukan sernuanya itu karena kasih dan anugerah-Nya kepada kita.


GB.65 : 2
Doa : (Hanya di dalam kasih karunia dan Anugerah-Mu kami bersyukur untuk hari ini)

Label:   Matius 19:23-26 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

KAMIS, 26 JULI 2018 - SULIT BUKAN BERARTI TIDAK BISA - Matius 19:23-26 - MINGGU VIII SES. PENTAKOSTA





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 27 JULI 2018 - BERMEGAH? BOLEH ASAL DI DALAM TUHAN - 2 Korintus 10:12-18 - MINGGU VIII SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 25 JULI 2018 - HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN - Efesus 5:15-21 - MINGGU VIII SES. PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018 - JANGAN MENGANDALKAN PIKIRAN KITA - 1 Samuel 13:1-12 (SGDK) - HARI MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
TIDAK PATUH PADA PERINTAH TUHAN ADALAH PERBUATAN BODOH 1 Samuel 13:13-14
SABTU, 29 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 29 SEPTEMBER 2018 - SUAM-SUAM KUKU - Wahyu 3:14-22 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
TUHAN PEMEGANG KUNCI DAUD Wahyu 3:7-13 ||
JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018 - BINTANG TIMUR - Wahyu 2:26-29 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
TERUS BERTUMBUH DALAM KETEKUNAN Wahyu 2:18-25
KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 - AJARAN BILEAM - Wahyu 2:12-17 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
HENDAKLAH ENGKAU SETIA SAMPAI MATI Wahyu 2:8-11 | AJARAN BILEAM Wahyu 2:12-17
RABU, 26 SEPTEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 26 SEPTEMBER 2018 - IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI - Yakobus 2:21-26 (SGDK) - MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Abraham bapa kita, Sahabat Allah, Rahab, KESALEHAN SEMU,


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)
Minggu, 16 September 2018
TATA IBADAH HARI MINGGU GPIB Minggu, 16 September 2018 - SYUKUR HUT KE-59 Pelayanan Kategorial Anak

Tema: "Anak GPIB Cinta Damai" Sub-tema: "Berlatih, Berkarya, dan berkompetisi dalam Damai Tuhan"
6 SEPTEMBER 2018
6 SEPTEMBER 2018 - JUKLAK KEGIATAN PRA-HUT KE-60 PELKAT PA GPIB

DALAM RANGKA HUT KE 59 PELKAT PA GPIB - 6 SEPTEMBER 2018



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL