Save Page
Yeremia 17:9-10
17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? 17:10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."

Penjelasan:

* Yehuda tidak percaya dan tak mengandalkan Tuhan. Mereka berbalik menyembah berhala-berhala agar mereka dilindungi bangsa yang berhalanya mereka sembah (1-2, 9). Berbuat demikian berarti lebih mengandalkan kekuatan dan pertimbangan diri sendiri. Sikap ini mendatangkan kutuk, yakni penghukuman: harta mereka akan dirampas (3), mereka akan diangkut dari tanah mereka dibawa ke pembuangan dan menjadi budak di tanah musuh (4). Penderitaan dan kesulitan ini mengajarkan mereka tentang kesia-siaan mengandalkan kekuatan manusia dan diri sendiri (5-6). Hal ini menggantikan keadaan baik yang seharusnya mereka alami sebagai bukti berkat Tuhan bagi orang-orang yang mengandalkan-Nya, berkat yang memberikan kekuatan sekalipun harus berhadapan dengan tantangan dan pergumulan (7-8).

Jika kita diberi kesempatan memilih antara berkat atau kutuk, kita cenderung memilih berkat. Namun prasyarat memperoleh berkat, yakni berani berprinsip sesuai firman dan berani tampil beda meski akan dibenci orang lain, belum tentu dapat kita tanggung. Padahal jalan Tuhan sekalipun terlihat mustahil, tapi konsekuensi jangka panjangnya membawa berkat, kekuatan, dan kemampuan menghadapi tantangan dan pergumulan.



SBU

HARI MINGGU IX SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 29 JULI 2018
Renungan Pagi
GB.213 : 1 -Berdoa
MENGOSONGKAN DIRI DAN MENGANDALKAN TUHAN DALAM HIDUP

Yeremia 17:5-8
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN"
(ay.7)

Sltuasi dan kondlisi masyarakat Yehuda saat Yeremla bernubuat sangat menderita. Mereka
menderila di tangan Asyur dan Babilonia, yang membuat mereka terpisah dengan anggota
keluarga dan juga kehilangan kebebasan cli tanah air sendiri, khususnya dalam beribadah
kepada TUHAN. Sikap raja Manasye yang bersandar pada Asyur merupakan tindakan
pemberontakan manusia pada TUHAN. Dalam catatan kepemimpinannya terllhat pula tindakan
keji raja dan para pembesar Israel di mata TUHAN atas rakyatnya melalui praktek korupsi dan
ketidak-adilan. Bentuk penindasan atas rakyat seperti ini sebagai ciri ketidakhormatan manusia pada Allah Pencipta yang berdaulat atas hidup semua makhluk-Nya, juga hilangnya kesetiaan dan ketaatan umat pada Allah. Allah tidak Iagi dipercaya sebagai penentu perjalanan kemasadepan. Akibatnya, mereka mengalami penghukuman dan murka Allah.

TUHAN berfirman dalam pergumulan nabi atas bangsanya: pertama, terkutuklah orang yang
mengandalkan manusia, mengandalkan kekuatannya sendlri, dan menjauh dari TUHAN.
Mengapa demikian? Sebab manusia tidak dapat dipercaya, lebih mencintai dan mencari
keuntungan diri. Raja Manasye tidak dapat memberi jaminan hidup yang diharapkan. Terlebih
hatinya telah jauh dari TUHAN. Siapa yang mengandalkannya, tidakakan mengalami keadaan
balk dan menyenangkan. Kedua, diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN dan menaruh
harapannya pada Allah.

Sebuah penghiburan bagi umat TUHAN yang sekalipun tertindas tidak akan mengalarni
kehancuran. Umat tidak perlu takut, karena Allah memberkatl mereka. Kedua hal di atas
bukanlah pllihan kita, sebab sudah jelas bahwa klta hidup dalam berkat TUHAN; berharap dan
mengandalkan-Nya. Sekalipun demikian tidak mustahil saat-saat tertentu hati kita menjauh
dari TUHAN karena mengandalkan kekuatan diri dan orang lain lebih dari TUHAN. Oleh sebab
itu dli tengah lingkungan kehidupan ini,kita perlu mengosongkan dlri dan menguduskan hidup
bagi TUHAN dengan memandang TUHAN bukan Iagi sebagai ide dan konsep, tetapi sungguh-
sungguh ada, hidup dan bertlndak kini dan di sini.

GB.213 : 2
Doa : (Ya Bapa di sorga, berilah kami hikmat-Mu agar kami tidak menjalani hidup inl dengan
kekuatan kami sendiri, tetapi dalam se-gala hal letap setia mengandalkan Engkau)


HARI MINGGU IX SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 29 JULI 2018
Renungan Malam
KJ.406 : 1 -Berdoa
KEADILAN VERSI TUHAN DAN VERSI MANUSIA

Yeremia 17:9-10
"Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji bathin..." (ay.10a)

Daiam rangka menghindarkan diri dan menjadi tergugat suatu kasus korupsi, seorang pejabat
meminta diadakan sidang praperadilan untuk mem batalkan sidang tersebut. Mefalui sidang
praperadiian itu, pejabat tersebut dibebaskan karena tuduhan yang dikenakan kepada sang
pejabat dalam sidang perkara korupsi itu oleh hakim sidang pra-peradilan dinyatakan tidak
benar. Akibatnya, sang pejabat itu bebas dari proses peradiian yang akan dijalaninya.
Namun melalui prosedur yang lain, sang pejabat itu tidak bisa meIarikan diri dan akhimya bisa disidang juga. Keadilan dengan cara seperti itu ditentukan oleh prosedur atau tata Cara. ltu cara manusia memberialukan keadilan. Cara Tuhan memberlakukan keadilan berbeda. Tuhan tidak melihat prosedur atau tata cara. Bukan pula pada rumusan keadilan dalam wujud
peraturan, akan tetapi pada niat hati. Itulah yang nabi Yaremia sampaikan kapacla bangsa
Yehuda. Bangsa Yahuda masih tetap bangsa yang taat pada Tuhan. Mereka tetap melakukan
kewajiban-kewajiban ibadah mereka di bait suci. Mereka adalah bangsa yang menganggap diri
sebagai urnat Tuhan.

Dalam ayat 9 dikatakan bahwa daiam segala kataatan beribadah mereka kepada Tuhan, nabi
mengeritik kelicikan hati mereka dalam ibadah-ibadah mereka. Mereka menutupi kejahatan
mereka kepada sesama dengan berbagai kegiatan beribadah. Prosedur mereka penuhi, tetapi
hati rnereka tetap Iicik. Tuhan tahu hati mereka, sehingga Tuhan menghukum Yehuda dengan
pembuangan ke Babel. Keadilan Tuhan tidak bisa dfarahkan dan direalisasikan oleh manusia
lewat prosedur yang man usiajalani. Tuhan menilai hati manusia. ltulah sebabnya dalam injil
Matius, Tuhan Yesus mengeritik perilaku kehidupan para ahli Taurat dan orang Parisi yang
hanya meiakukan Taurat sebagai ketaatan mereka kepada Tuhan tapi tidak sampai ke hati
mereka.

KJ.406:2
Doa: (Mampukan kami taat kepada Tuhan mulai dari hati kami, ya Tuhan)


Label:   Yeremia 17:9-10 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 30 JULI 2018 - TIDAK MENGOSONGKAN DIRI DENGAN TUHAN - Kejadian 16:7-16 - MINGGU IX SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 28 JULI 2018 - TUHAN PENOLONGKU - Mazmur 63:7-12 - MINGGU VIII SES. PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan


Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns*, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*,
JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI




Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke





Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
Minggu, 28 Oktober 2018
MARS GPIB - GPIB, GEREJA YESUS KRISTUS (slide .jpg)


7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018





Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL