Save Page
Kejadian 16:7-16
16:7 Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. 16:8 Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku." 16:9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." 16:10 Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." 16:11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. 16:12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya." 16:13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?" 16:14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered. 16:15 Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. 16:16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Penjelasan:


* Kej 16:7-8 - Lalu malaikat Tuhan menjumpainya // malaikat Tuhan, // malaikat Tuhan
Lalu malaikat Tuhan menjumpainya. Di dalam keadaan putus asa Hagar melarikan diri ke tanah airnya, yaitu Mesir. Secara hukum dia masih merupakan seorang budak yang tidak berhak untuk melarikan diri. Sekalipun demikian, situasi tampaknya sudah tidak tertahankan lagi sehingga lari merupakan satu-satunya jalan untuk bebas. Mungkin Hagar beranggapan bahwa dia dapat menemukan kesejahteraan dan hidup yang tenang di negerinya sendiri. Ketika mencapai Syur (tembok), dia berhenti sejenak sebelum melewati perbatasan. Di tempat tersebut orang Mesir telah mendirikan sebuah benteng pertahanan untuk melindungi Mesir terhadap serbuan dari timur. Keberadaan tembok ini sudah disebutkan dalam catatan-catatan Mesir sejak tahun 2000 sM.

Di dalam ketenangan padang gurun itu, Hagar berhadapan dengan malaikat Tuhan, yang telah datang kepadanya membawa petunjuk, pengharapan, dan ketenangan pikiran. Penampilan ini merupakan kunjungan tercatat pertama dari malaikat Tuhan ke bumi. Itu adalah saat yang penting luar biasa. "Malaikat" ini bukan makhluk ciptaan namun Yehovah sendiri, yang menyatakan diri kepada Hagar. Untuk pemakaian lain dari nama ini lihat Kejadian 32:30; Keluaran 23:20-23; 32:34; I Raja-Raja 19:5, 7; Yesaya 63:9. Dari nas-nas ini tampak bahwa "malaikat" ini adalah Yehovah sendiri yang hadir di dalam ruang dan waktu. Dia memperkenalkan diri-Nya sebagai Yehovah; Dia berbicara dan bertindak dengan kewenangan Allah; Dia disebut sebagai Allah atau sebagai Yehovah.

* Kej 16:9-12 - Ismael, // Ismael
Sabda "sang malaikat" yang memberikan semangat kepada Hagar berisi perintah untuk kembali ke tempat yang telah ditinggalkan olehnya, mengangkat bebannya, dan menantikan penggenapan dari rencana ilahi serta menantikan saat ketika mana puteranya, Ismael, akan menjadi bapak dari sebuah suku yang penting. Ismael (Allah mendengar) akan menjadi seorang laki-laki "yang lakunya seperti keledai liar," yang memiliki kekuatan dan keberanian. Dia akan hidup secara liar dan tidak dapat dikendalikan di padang gurun, tanpa sahabat atau bawahan. Keturunannya akan tumbuh menjadi kekuatan suku Badui yang kuat, liar, bebas, suka berkhianat, serampangan dan gemar mengembara di padang-padang gurun yang luas.

* Kej 16:13-16 - Engkaulah El-Roi, // sumur Lahai-Roi
Engkaulah El-Roi, Hagar sangat bersukacita atas pengalamannya berjumpa dengan Allah dan melihat bahwa Allah itu murah hati, dan penuh perhatian kepada seorang yang sangat menderita. Hagar menanggapi pengalaman tersebut dengan iman yang menghormat. Sumber air tersebut kemudian dinamakan sumur Lahai-Roi. Nama ini telah diterjemahkan dengan berbeda-beda. Mungkin terjemahan yang terbaik adalah Sumur dari Dia yang hidup yang telah melihat aku. Hagar memperoleh kekuatan melalui kesadaran bahwa dia ada di dalam hadirat Allah yang perkasa dan bahwa dia masih hidup. Mungkin sumur itu terletak di dekat Kadesy (bdg. 16:14), sekitar 50 Mil di sebelah selatan Ber-syeba. Anak laki-laki itu kemudian lahir dan diberi nama Ismael oleh Abram yang ketika itu berusia 86 tahun.

* Malaikat TUHAN Menjumpai Hagar (Kejadian 16:7-9)
    Inilah kali pertama dalam Kitab Suci disebutkan tentang penampakan seorang malaikat. Hagar adalah pelambang hukum Taurat, yang disampaikan oleh malaikat-malaikat. Tetapi dunia yang akan datang tidak ditaklukkan kepada mereka (Ibr. 2:5). Amatilah,
        I. Bagaimana malaikat itu mencegat dia dalam pelariannya (ay. 7). Tampaknya, ia sedang berjalan menuju negerinya sendiri. Sebab, ia sedang dalam perjalanan menuju Syur, yang terletak di jalan ke arah Mesir. Baiklah sekiranya kalau penderitaan-penderitaan kita membuat kita berpikir tentang rumah kita, negeri yang lebih baik itu. Tetapi Hagar sekarang sedang berjalan keluar jalur, keluar dari jalan kewajibannya, dan tersesat semakin jauh, ketika malaikat itu mendapatinya. Perhatikanlah,
            1. Adalah rahmat yang besar apabila kita dihentikan di jalan dosa entah oleh hati nurani ataupun oleh Allah Sang Pemelihara.
            2. Allah membiarkan orang-orang yang keluar jalur mengembara ke sana kemari untuk sementara waktu, supaya ketika mereka melihat kebodohan mereka, dan betapa mereka sudah merugikan diri mereka sendiri, hati mereka akan lebih condong untuk kembali. Hagar tidak dihentikan sampai ia berada di padang gurun, duduk, agak kelelahan, dan dibuat senang dengan air jernih untuk menyegarkannya. Allah membawa kita ke padang gurun, dan di sana Ia menjumpai kita (Hos. 2:13).
        II. Bagaimana malaikat itu menyelidiki Hagar (ay. 8). Amatilah,
            1. Ia memanggilnya Hagar, hamba Sarai,
                (1) Sebagai teguran atas kesombongannya. Meskipun ia istri Abram, dan, sebagai istrinya, wajib untuk kembali, namun malaikat itu memanggilnya hamba Sarai, untuk merendahkan hatinya. Perhatikanlah, meskipun tata krama mengajar kita untuk memanggil orang lain dengan sebutan mereka yang tertinggi, namun kerendahan hati dan hikmat mengajar kita untuk memanggil diri kita sendiri dengan sebutan yang terendah.
                (2) Sebagai teguran atas kepergiannya. Hamba Sarai seharusnya berada di kemah Sarai, dan tidak mengembara di padang gurun serta luntang-lantung di dekat mata air. Perhatikanlah, sering kali baik bagi kita untuk mengingat kembali tempat dan kedudukan kita. Lihat Pengkhotbah 10:4
            2. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sang malaikat kepadanya sangat pantas dan sesuai dengan masalahnya.
                (1) Dari manakah datangmu? Pertimbangkanlah bahwa engkau sedang melarikan diri baik dari kewajiban yang mengikatmu maupun dari hak-hak istimewa yang dengannya engkau diberkati di kemah Abram." Perhatikanlah, adalah keuntungan besar bila kita hidup dalam sebuah keluarga yang taat beragama, yang harus dipertimbangkan oleh orang-orang yang mendapat keuntungan itu. Namun sering kali orang ingin lekas meninggalkannya setiap kali ada godaan sedikit saja.
                (2) "Ke manakah pergimu? Engkau sedang melarikan diri menuju dosa, di Mesir" (jika ia kembali kepada orang-orang itu, maka itu berarti ia akan kembali kepada ilah-ilah mereka), "dan menuju bahaya, di padang gurun," yang melaluinya ia harus menempuh perjalanan (Ul. 8:15). Perhatikanlah, baiklah sekiranya bila orang-orang yang meninggalkan Allah dan kewajiban mereka mengingat bukan hanya dari mana mereka jatuh, melainkan juga ke mana mereka jatuh. Lihat Yeremia 2:18, apakah untungmu pergi ke Mesir (bersama Hagar)? (Yoh. 6:68).
            3. Jawabannya jujur, dan merupakan pengakuan yang benar: Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku. Dalam hal ini,
                (1) Ia mengakui kesalahannya dalam melarikan diri dari nyonyanya, namun,
                (2) Ia membuat dalih, bahwa ia lari dari hadapan (KJV), dari amarah, nyonyanya. Perhatikanlah, anak-anak dan hamba-hamba harus diperlakukan dengan lemah lembut, sebab kalau tidak, kita memancing mereka untuk menempuh jalan-jalan yang tidak menurut aturan, dan dengan demikian menjadi kaki tangan bagi dosa-dosa mereka, yang akan menuduh kita bersalah, meskipun itu tidak akan membenarkan mereka.
            4. Bagaimana ia menyuruhnya untuk kembali, dengan nasihat yang sesuai dan penuh belas kasihan: " Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya (ay. 9, KJV: Kembalilah kepada nyonyamu, dan tundukkanlah dirimu di bawah tangannya pen.). Pulanglah, dan rendahkanlah dirimu atas kesalahan yang sudah engkau perbuat, dan mintalah ampun, dan bertekadlah bahwa di masa depan engkau akan bersikap lebih baik." Malaikat itu tidak ragu bahwa Hagar pasti akan disambut, meskipun tidak tampak bahwa Abram pergi mencarinya. Perhatikanlah, orang-orang yang sudah pergi jauh meninggalkan tempat dan kewajiban mereka, apabila mereka diyakinkan akan kesalahan mereka, harus bergegas kembali dan memperbarui diri, betapa pun mematikannya kesalahan itu.

* Janji mengenai Ismael (Kejadian 16:10-14)
    Kita dapat menduga bahwa karena sang malaikat sudah memberi Hagar nasihat yang baik itu (ay. 9) untuk kembali kepada nyonyanya, maka ia langsung berjanji untuk melakukannya, dan melangkahkan kakinya menuju rumah. Setelah itu sang malaikat terus mendorong dia dengan jaminan bahwa Allah menaruh belas kasihan kepadanya dan keturunannya. Sebab, Allah akan menjumpai dengan belas kasihan orang-orang yang kembali pada kewajiban mereka. Aku berkata: "Aku akan mengaku," dan Engkau mengampuni (Mzm. 32:5). Inilah,
        I. Sebuah nubuatan tentang keturunannya diberikan kepada dia bagi penghiburannya dalam kesusahannya sekarang. Keadaannya diperhatikan: Sesungguhnya, engkau mengandung. Karena itu tidaklah pantas bagimu berada di tempat ini. Perhatikanlah, sungguh suatu penghiburan yang besar bagi perempuan-perempuan yang sedang mengandung untuk berpikir bahwa mereka berada dalam pengawasan dan perhatian khusus dari Allah Sang Pemelihara. Allah dengan penuh rahmat mempertimbangkan keadaan mereka dan menyesuaikan dukungan-dukungan untuk itu. Sekarang,
            1. Sang malaikat meyakinkan dia bahwa ia akan melahirkan dengan aman, dan ia akan melahirkan seorang anak laki-laki, yang diinginkan oleh Abram. Ketakutan dan pengembaraannya ini dapat menghancurkan harapannya akan seorang keturunan. Tetapi Allah tidak memperlakukan dia sesuai dengan kebodohannya: Engkau akan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia melahirkan anaknya dengan selamat, bukan hanya karena pemeliharaan Allah, melainkan juga karena janji-Nya.
            2. Malaikat itu menamai anaknya, yang merupakan suatu kehormatan baik bagi dia maupun bagi anaknya: Namailah dia Ismael, Allah akan mendengarkan. Dan alasannya adalah, karena Tuhan sudah mendengar. Ia sudah, dan oleh sebab itu Ia akan mendengar. Perhatikanlah, pengalaman yang sudah kita miliki akan kebaikan Allah yang datang tepat pada waktunya saat kita sedang susah akan mendorong kita untuk mengharapkan pertolongan serupa dalam kesusahan-kesusahan serupa (Mzm. 10:17). Ia telah mendengar tentang penindasan atasmu (ay. 11). Perhatikanlah, sekalipun hanya terdengar seruan ibadah yang samar-samar, Allah yang berbelas kasihan kadang-kadang dengan penuh rahmat mendengar seruan penderitaan. Air mata berbicara sama baiknya seperti doa. Hal ini memberikan penghiburan bagi orang-orang yang menderita, bahwa Allah tidak saja melihat apa penderitaan-penderitaan mereka, tetapi juga mendengar apa yang mereka katakan. Perhatikanlah, selanjutnya, pertolongan-pertolongan yang datang pada waktunya dalam masa kesusahan, haruslah selalu diingat dengan rasa syukur kepada Allah. Dalam waktu seperti itu, dalam kesesakan seperti itu, TUHAN mendengar suara penindasan terhadap aku, dan menolongku. Lihat Ulangan 26:7; Mazmur 31:23.
            3. Malaikat itu menjanjikan kepadanya keturunan yang sangat banyak (ay. 10): Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu. Dalam bahasa Ibrani, melipatgandakan, Aku akan melipatgandakannya, maksudnya, melipatgandakannya di sepanjang zaman, sehingga terus melangsungkannya. Menurut anggapan, bangsa Turki sekarang ini adalah keturunan Ismael. Dan mereka adalah bangsa yang besar. Hal ini sesuai dengan janji yang dibuat bagi Abram: Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya (13:16). Perhatikanlah, banyak orang yang merupakan anak-anak dari orangtua yang saleh, karena orangtua mereka itu, mendapat bagian yang sangat besar dari berkat-berkat lahiriah secara umum, meskipun, seperti Ismael, mereka tidak terikat dalam kovenan. Banyak yang dilipatgandakan, tetapi tidak dikuduskan.
            4. Ia menggambarkan sifat anak yang akan dikandungnya, yang, bagaimanapun itu mungkin tampak bagi kita, baginya mungkin sangat tidak menyenangkan (ay. 12): Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu (begitulah kata yang digunakan), kasar, berani, dan tidak gentar terhadap siapa pun. Tidak jinak, sering kali susah diatur, dan tidak sabar jika harus melayani dan dikekang. Perhatikanlah, anak-anak dari hamba perempuan, yang berada di luar kovenan dengan Allah, adalah, begitu mereka lahir, seperti anak keledai liar. Anugerahlah yang menjinakkan orang, membuatnya beradab, bijak, dan bermanfaat. Sudah dinubuatkan,
                (1) Bahwa ia akan hidup dalam perselisihan, dan keadaan berperang: tangannya akan melawan tiap-tiap orang. Inilah dosanya. Dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia. Inilah penghukumannya. Perhatikanlah, orang-orang yang jiwanya resah biasanya hidupnya bermasalah. Orang-orang yang suka memancing amarah, menjengkelkan, dan menyakiti orang lain harus bersiap-siap untuk dibalas sesuai dengan kelakuan mereka sendiri. Siapa yang tangan dan lidahnya melawan tiap-tiap orang akan mendapati tangan dan lidah tiap-tiap orang melawan dia, dan ia tidak mempunyai alasan untuk mengeluhkannya. Namun,
                (2) Bahwa anak itu akan hidup dengan aman, dan mempertahankan miliknya sendiri melawan seluruh dunia: Di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya (KJV: Ia akan menetap di hadapan semua saudaranya pen.). Meskipun diancam dan dihina oleh semua tetangganya, ia akan tetap berdiri tegak, dan demi Abram, lebih daripada demi dirinya sendiri, ia akan mampu memenangkan perkaranya melawan mereka. Selaras dengan itu kita membaca (25:18), bahwa ia meninggal, sama seperti ia hidup, dengan menetap berhadapan dengan semua saudaranya. Perhatikanlah, banyak orang yang sangat rentan terhadap bahaya karena kelalaian mereka sendiri namun secara ajaib dijaga oleh Allah Sang Pemelihara. Jadi betapa Allah jauh lebih baik bagi mereka melebihi apa yang pantas mereka dapatkan, sementara mereka tidak saja menyia-nyiakan hidup mereka dengan dosa, tetapi juga membahayakannya.
        II. Permenungan Hagar yang saleh atas penampakan Allah yang penuh rahmat ini kepadanya (ay. 13-14). Amatilah apa yang dikatakannya,
            1. Kekagumannya yang tinggi akan kemahatahuan dan pemeliharaan Allah, dengan menerapkannya pada dirinya sendiri: Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu, maksudnya, demikianlah ia membuat pengakuan akan nama-Nya, dan hal ini dikatakannya untuk memuji-Nya, "Engkaulah El-Roi": ini harus menjadi, baginya, nama Allah untuk selama-lamanya. Inilah kenangan akan Dia, yang dengannya Hagar akan mengenal dan mengingat Dia seumur hidup, Engkaulah Allah yang melihat aku. Perhatikanlah,
                (1) Allah yang dengan-Nya kita harus berurusan adalah Allah yang melihat, Allah yang mahamelihat. Sebagaimana orang-orang zaman dulu mengungkapkannya, Allah itu mata semuanya.
                (2) Kita harus mengakui ini dengan menerapkannya pada diri kita sendiri. Dia yang melihat semuanya melihat aku, seperti Daud (Mzm. 139:1), TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.
                (3) Perhatian kepada Allah yang dilandasi rasa percaya kepada-Nya, sebagai Allah yang melihat kita, akan sangat berguna bagi kita ketika kita kembali kepada-Nya. Perkataan ini pantas bagi orang yang bertobat:
                    [1] "Engkau melihat dosa dan kebodohanku." Aku telah berdosa di hadapan-Mu, ujar si anak hilang. Berdosa dalam pandangan-Mu, ujar Daud.
                    [2] "Engkau melihat dukacita dan penderitaanku." Inilah yang terutama dirujuk Hagar. Walaupun kita mendatangkan kesusahan karena kebodohan kita sendiri, Allah tetap tidak meninggalkan kita.
                    [3] "Engkau melihat kejujuran dan kesungguhan dari kepulangan dan pertobatanku. Engkau melihat segala dukacitaku yang tersembunyi karena dosa, dan permohonan-permohonanku yang diam-diam kepada-Mu."
                    [4] "Engkau melihat aku, bila dalam hal apa saja aku pergi meninggalkan-Mu" (Mzm. 44:21-22). Pemikiran ini haruslah selalu menahan kita untuk berbuat dosa dan menggugah kita untuk melakukan kewajiban: Engkaulah Allah yang melihat aku.
            2. Rasa kagumnya yang rendah hati terhadap kebaikan Allah kepadanya: "Bukankah di sini juga sudah kuperhatikan Dia yang melihat aku (KJV). Bukankah di sini kulihat bagian belakang dari Dia yang melihat aku?" Begitulah pernyataan itu bisa dibaca, sebab kata yang digunakan di sini sangat serupa dengan kata yang digunakan dalam Keluaran 33:23. Ia tidak melihat muka dengan muka, melainkan seperti melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar (1Kor. 13:12). Mungkin ia tidak tahu siapa yang berbicara dengannya, sampai kemudian malaikat itu pergi (seperti dalam Hak. 6:21-22; 13:21), dan kemudian ia memperhatikannya, dengan permenungan seperti yang dilakukan kedua murid Kristus (Lukas 24:31-32). Atau, bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku? Perhatikanlah,
                (1) Persekutuan yang dimiliki oleh jiwa-jiwa yang kudus dengan Allah dilandasi oleh pandangan mata iman mereka kepada-Nya, sebagai Allah yang mempunyai mata kebaikan terhadap mereka. Hubungan itu dijaga dengan mata.
                (2) Hak istimewa dari persekutuan kita dengan Allah haruslah dipandang dengan rasa takjub dan kagum,
                    [1] Dengan menimbang siapa diri kita yang diperbolehkan menerima kebaikan ini. "Pantaskah aku? Aku yang begitu hina ini, aku yang begitu keji ini?" (2Sam. 7:18).
                    [2] Dengan menimbang tempat di mana kita diberi kebaikan seperti itu: "di sini juga? Bukan hanya di kemah Abram dan di mezbahnya, tetapi di sini juga, di padang gurun ini? Di sini, di mana aku tidak pernah mengharapkannya, di mana aku berada di luar jalan kewajibanku? Tuhan, apakah sebabnya?" (Yoh. 14:22). Sebagian orang melihat jawaban untuk pertanyaan ini sebagai pertanyaan negatif, dan dengan demikian memandangnya sebagai permenungan seorang yang bertobat: "Apakah di sini juga, dalam kesusahan dan penderitaanku, aku sudah memperhatikan Allah? Tidak, aku tidak pernah peduli dan memikirkan Dia selama ini. Tetapi, walaupun begitu Ia telah melawat dan memedulikan aku." Sebab begitulah, Allah sering kali mendahului kita dengan kebaikan-kebaikan-Nya, dan ditemukan oleh orang yang tidak mencari-Nya (Yes. 65:1).
        III. Nama yang diberikan kepada tempat itu oleh permenungan ini: Sumur Lahai-Roi, sumur Dia yang hidup dan melihat aku (ay. 14). Ada kemungkinan bahwa Hagarlah yang memberikan nama ini kepadanya, dan nama itu dipertahankan lama sesudah itu, in perpetuam rei memoriam sebagai kenangan abadi untuk peristiwa ini. Ini adalah tempat di mana Allah yang mahamulia menyatakan perhatian dan kepedulian-Nya yang khusus terhadap perempuan malang yang sedang kesusahan. Perhatikanlah,
            1. Dia yang mahamelihat juga senantiasa hidup. Ia hidup dan melihat kita.
            2. Orang-orang yang dengan penuh rahmat diperbolehkan untuk bersekutu dengan Allah, dan menerima penghiburan-penghiburan pada waktunya dari Dia, harus memberi tahu orang lain apa yang telah diperbuat-Nya bagi jiwa mereka, agar orang lain juga bisa terdorong untuk mencari-Nya dan percaya kepada-Nya.
            3. Berbagai pengungkapan Allah yang penuh rahmat akan diri-Nya kepada kita haruslah kita kenang untuk selama-lamanya, dan tidak pernah boleh kita lupakan.

* Kelahiran Ismael (Kejadian 16:15-16)

    Di sini dapat dianggap benar begitu saja, meskipun tidak dicatat dengan jelas, bahwa Hagar berbuat seperti yang diperintahkan sang malaikat kepadanya, yaitu kembali kepada nyonyanya dan menundukkan diri kepadanya. Dan kemudian, ketika tiba waktunya, ia melahirkan anaknya. Perhatikanlah, orang-orang yang mematuhi perintah-perintah ilahi akan mendapatkan penghiburan dari janji-janji ilahi. Ini adalah anak dari perempuan hamba yang diperanakkan menurut daging (Gal. 4:23), yang mewakili orang-orang Yahudi yang tidak percaya (ay. 25). Perhatikanlah,
        1. Banyak orang yang bisa menyebut Abraham sebagai bapa mereka namun diperanakkan menurut daging (Mat. 3:9).
        2. Keturunan daging di dalam jemaat lebih cepat dilahirkan daripada keturunan rohani. Lebih mudah mengajak orang untuk menerima rupa luar kesalehan daripada untuk menundukkan diri pada kuasa kesalehan itu.



SBU

KejaNGGU IX SES. PENTAKOSTA
SENIN, 30 JULI 2018
Renungan Pagi
KJ 407:1 -Berdoa
TIDAK NIENGOSONGKAN DIRI DENGAN SESAMA

Kejadian 16:1-6
"Ketika Hagar tahu, hahwa Ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya." (ay.4b)

Peribahasa seperti kacang lupa kulitnya, adalah ungkapan yang ditujukan terhadap orang yang dahulunya miskin setelah rnenjadi kaya lupa akan asal usulnya. Atau seseorang yang menjadi sombong, tidak tahu diri dan lupa akan asal usulnya. Masa lalunya tidak mau diingat-ingat lagi Karena tidak rnenyenangkan, bahkan kadang-kadang dianggap memalukan. Oleh karenanya, ketika bisa rnendapatkan keberhasilan, ia lalu menikmati kehldupan barunya itu seoiah tidak pernah memiliki pengalaman kehidupan masa ialu yang ticlak menyenangkan itu. Ia Ialu lupa bahwa sebelumnya ia hanya orang yang tidak istimewa. Akibat sikap aeperti ini adalah hiduptidak mawas diri. Tidak salah karena rnungkin sekali keberhasilan itu dlcapainya karena kerja keras sehingga ketika berhasll layaklah la menikrnati kehidupan itu.

Itulah yang terjadi dengan Hagar. Ketika sadar bahwa ia lebih "baik" dibandingkan dengan nyonyanya Sarai, ia laiu lupa bahwa kesempatan hamil dengan Abram adalah karena kerajaan Sarai juga. Sarai mungkin juga punya kepentingan sendiri dengan usu|nya itu. Tetapi itu tidaklah berarti juga bahwa Hagar boleh saja bersikap sewenang terhadap Sarai. Kalau saja Hagar mawas dirt siapa dia sebelumnya, rnungkin Sarai tidak akan bersikap seperti itu terhadapnya. Itu manuslawi sekali ketika Hagar mamandang rendah nyonyanya Karena merasa dirinya lebih hebat. Manusiawi datam pengertian alami secara kedagingan. Hanya manusla itu bukanlah kenyataan kedagingan saja. Dalam pengertian hidup menurut dorongan-dorongan kedagingannya. Biasanya binatang yang hidup rnenurut dorongan kedagingannya. Manusia adalah mahluk yang rnemlliki akal juga. Akal itulah membuat manusia sadar bahwa ia membutuhkan sesama dan Tuhan dalam kehidupannya.

KJ 407 : 2
Doa : (Tuhan ajari kami untuk menyadari bahwa mengasihi dan menghormati sesama wujud kasih kami kepada Tuhan)


MINGGU IX SES. PENTAKOSTA
SENIN, 30 JULI 2018
Renungan Malam
KJ.440 : 1 -Berdoa
TIDAK MENGOSONGKAN DIRI DENGAN TUHAN

Kejadian 16:7-16
"Aku !ari meninggalkan Sarai, nyonyaku." (ay.8b)

Akibat rnemandang rendah nyonyanya, yang oleh nyonyanya diinnggap sebagai penghinaan, maka Sarai menolak Hagar. Itu akibat dari sikap Hagar yang memandang rendah nyonyanya. Ia ditindas. Hagar tidak bisa tidak berbuat Iain, kecuali harua lari meninggalkan nyonyanya. Sebagai budak, ia tidak berdaya rnenghadapi sikap nyonyanya. Ia tidak hanya lari dari sesarnanya, tetapi ia juga lari dari Tunannya. la tidak manyadari bahwa hidupnya tidak hanya herhubungan dengan sesamanya, akan tetapi juga berhubungan dangan Tuhannya. Ia bisa merasa selesai persoalannya dengan meiarikan diri dari sesamanya. Ia tidak menyadari bahwa hidupnya juga berhubungan dengan Tuhannya. Dari situlah persoaian Hagar mulai. Malaikat Tuhan menyapanya dan menyuruhnya kembali ke dalam situasi yang ia pahami sebagai "penderitaan." Padahal bagi Tuhan situasi itu bukannya penderitaan melainkan berkat. Melalui penderitaannya itu, akan lahir kebahagiaan. Ia dijanjikan bahwa keturunannya akan menjadi sebuah keturunan yang besar melaiui anaknya Ismael. Kebesarannya digarnbarkan sebagai keledai liar.

Keledai adalah binatang pembawa beban yang tangguh. Keturunannya bukan saja tangguh, akan tetapi labih dari tangguh. Keledai liar. Itu kaiau Hagar mau menjalani "penderitaan" itu. Manusia sering tidak menyadari bahwa hidupnya Tidak hanya berhubungan dengan sesamanya saja, akan tetapi juga dengan Tuhan. Yang terjadi biasanya parsoalan dengan sesarnanya lebih menguras tenaga dan pikirannya, sehingga melupakan hubungan dengan Tuhan. Persoalan dengan sesamanya dilihat sebagai penderitaan yang sangat berat,
sehingga Iupa bahwa Tuhan sedang merajut masa depannya yang baik. Orang hanya butuh kesediaan untuk rnelihat masalahnya dalam perspektif yang lebih Iuas dan bersabar mengantisipasi karya Tuhan yang besar setelah "penderitaan" dengan sesarna itu.

KJ.440:2
Doa : (Ajari kami, ya Tuhan, untuk memahami karya Tuhan yang  tersembunyi dalam kehidupan kami)



Label:   Kejadian 16:7-16 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 31 JULI 2018 - SUKACITA DENGAN SESAMA - Kejadian 21:4-7 - MINGGU IX SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 29 JULI 2018 - KEADILAN VERSI TUHAN DAN VERSI MANUSIA - Yeremia 17:9-10 - HARI MINGGU IX SES. PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan


Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns*, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*,
JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI




Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke





Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
Minggu, 28 Oktober 2018
MARS GPIB - GPIB, GEREJA YESUS KRISTUS (slide .jpg)


7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018





Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL