Save Page
Yeremia 49:14-16
49:14
Suatu kabar telah kudengar dari TUHAN, seorang utusan telah disuruh ke
tengah-tengah bangsa-bangsa: "Berkumpullah, pergilah menyerangnya,
bersiaplah untuk bertempur! 49:15 Sebab sesungguhnya, Aku membuat engkau
kecil di antara bangsa-bangsa, dihinakan di antara manusia. 49:16
Sikapmu yang menggemetarkan orang memperdayakan engkau, dan keangkuhan
hatimu, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, yang menduduki
tempat tinggi bukit! Sekalipun engkau membuat sarangmu tinggi seperti
burung rajawali, Aku akan menurunkan engkau dari sana, demikianlah
firman TUHAN.


Penjelasan:

* Lawan keinginan daging!
Edom adalah keturunan Esau, saudara kembar Yakub. Edom adalah musuh lama
Israel, keturunan Yakub. Di dalam Alkitab, Edom dipakai sebagai gambaran
kedagingan yang berlawanan dengan kehendak Roh. Karena keterlibatan
mereka dalam kejatuhan Yerusalem dan kebencian mereka yang terus-menerus
terhadap Israel, membuat hukuman Tuhan dijatuhkan atas mereka.

Teman yang terletak di sebelah utara Edom, termashyur dengan hikmatnya. Namun
akan terjadi malapetaka yang menimpa orang-orang berhikmat di sana (7).
Dedan, yang terkenal dengan perniagaannya, terletak di sebelah selatan
Edom. Orang Dedan diperingatkan untuk menghentikan hubungan dengan Edom.
Jika tidak, mereka pun akan terkena malapetaka (8). Begitu hebatnya
malapetaka tersebut sampai-sampai negeri itu tak bersisa lagi (9, 13).
Bahkan janda-janda dan anak-anak yatim dari Edom akan berpaling pada
Tuhan, meminta pertolongan (11). Edom akan benar-benar hancur, dan
penyebabnya adalah kesombongan yang telah berurat berakar (15-16).


SGDK
MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA
RABU, 19 SEPTEMBER 2018
DIPERDAYA OLEH KEANGKUHAN SENDIRI
Yeremia 49:14-16

PENGANTAR
Yeremia masih berusia muda. Ada pandangan bahwa la belum berumur 20 tahun (bdk. Yer.1 :6) ketika Tuhan memanggilnya menjacli utusan-Nya bag] bangsa Israel, khususnya di Yehuda. Pada awalnya nubuat yang disampaikan oleh Yeremia adalah penghancuran bagi Yehuda; Tuhan telah meneniukan kehancuran tersebut melalui bangsa lain yaitu Babel. Pada saat itu Babel telah menjadi kerajaan besar yang terus-menerus memperluas kekuasaannya. Yehuda pun tidak luput dan ancaman upaya perluasan tersebut.

Bagi Tuhan kehancuran Yehuda merupakan hukuman atas keiakuan mereka yang rnenduakan Tuhan. Pada saat Tuhan memanggil Yeremia pertama kalinya, Yehuda dipenntah oleh Raja
Yosia yang dicatat sebagai ". .. melakukan apa yang benar di mata Tuhan,  tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri"(2 Raj .22:2). Namun beberapa raja sebelum dan sesudah Yoaia melalukan kejahatan dan menghina Tuhan.

Di tengah ancaman Babel terhadap Yehuda, beberapa daerah mengalami pergolakan dan berupaya melepaskan diri dari kekuasaan Yehuda, termasuk Edom. Pada masa pemerintahan Raja Daud, Edom menjadi bagian dari wilayah Israel. Ketika Israel terpecah dua - Israel Utara dan Yehuda- Edom rnenjadi bagian dari wilayah Yehuda. Pada masa pemerintahan Raja Yoram (917 SM) Edom mem berontak dari Yehuda; mengangkat rajanya sendiri. Ketika Babel menghancurkan Yerusalem, Edom bersukacita. Mereka merendahkan bangsa Israel. Edom merasa kedudukan mereka tidaktersentuh oleh musuh. Bagi Edom, wilayah pegunung-
an batu mereka sanggup menjadi benteng pertahanan yang sulit ditembus. Tidak hanya bersukacita, orang-orang Edom rnenangkap orang-orang Yehuda yang melarikan diri dari serangan Babel dan menjual sebagai budak kepada Babel. Tuhan marah pada perlakuan
orang-orang Edom tersebut, sehingga la pun bertindak menghancurkan Edom.

Edom bukanlah satu-satunya bangsa yang akan dihancurkan. Ada juga bangsa-bangsa lain di sekitar Yehuda yang akan menerima penghukuman dari Tuhan. Yeremia menubuatkan antara lain kehancuran untuk Amon, Damsyik, Elam, Filistin dan Mesir. Penghukuman kepada mereka telah menjadi kesaksian bahwa Tuhan Allah yang disembah oleh Israel adaiah Allah yang berkuasa atas bangsa-bangsa lain.

PENJELASAN NAS
Ay. 14; "Suatu kabar telah kudengar dari TUHAN, seorang
utusan Allah disuruh ke tengah-tengah bangsa-bangsa .... "
Nubuat Nabi Yeremia tentang kehancuran Edom dalam Yeremia
49:16-18 memiliki kesejajaran dengan nubuat yang disampaikan
oleh Nabi Obaja (Ob.1-4). Ada pendapat bahwa Yeremia dan Obaja
bisa jadi mengulangi kembaii nubuat Tuhan yang sudah ada untuk
Edom sebelumnya. Pengulangan ini mengarahkan kita pada
gambaran bahwa kejahatan Edom sudah menjadi perhatian Tuhan.
Ay. 15; "Aku membuat engkau kecil di antara bangsa-bangsa,...."

Wilayah Edom sebenarnya tidak kecii dibandingkan Yehuda,
sehingga dapat dipahami keinginan kuat mereka untuk lepas dari
Yehucla dan memberontak pada Yoram. Namun Tuhan berkehendak
mengecilkan mereka di antara bangsa-bangsa. Secara wilayah,
Edom sangat kecil dibandingkan Asyur dan Babel. Namun dalam
tindakan Tuhan, Edam akan benar-benar menjadi semakin kecil
lagi. lni tidak hanya bicara tentang luas wilayah, tetapi juga martabat Edom di mata d unia. Pertahanan mereka yang dibentuk oleh alam pegunungan akan menjadi tidak berarti apa-apa.
Ay. 16; "Sikapmu yang menggemetarkan orang memperdayakan
angkau, dan keangkuhan hatimu,  Aku akan menurunkan engkau dari sana ...."

Edom ditipu oleh kebanggaan diri; Edom membanggakan
wilayah pegunungan mereka. Gunung-gunung batu menjadi benteng
pertahanan yang andal bagi mereka. Kebanggaan ini membuat
mereka tidak melihat lagi kekurangan-kekurangan mereka. Mereka
diperdayakan oleh keangkuhan mereka sendiri. Yang seharusnya
diingat oleh Edom adalah dibalik sebuah kekuafan, pasti? ada
sebuah kelemahan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1. Bagaimana keangkuhan bangsa Edam dapat memperdaya-
kan mereka sencliri?
2. Apakah yang dapat menghindari seseorang dari keangkuh-
an?
3. Apakah sebuah jemaat dapat terjebak dalam keangkuhan? Jika dapat, mengapa? Bagaimana menjaga jemaat dari keangkuhan?


SBU

MINGGU XVI SES. PENTAKOSTA
RABU, 19 SEPTEMBER 2018
Renungan Pagi
GB.227 : 1 -Berdoa
SOK TAHU ITU BENTUK KESOMBONGAN

Yeremia 13:15-17
"Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab TUHAN telah berfirman"(ay.15)

Penduduk Yehuda telah diperingatkan oleh Yeremia bahwa mereka tidak memandang Tuhan sebagai Allah mereka; malah tetap memilih dewa-dewa yang berasal dari benda-benda mati. Padahal mereka telah merasakan sendiri tindakan penghukuman Tuhan yaitu membuang sebagian dari penduduk Yerusalem ke Babel. Dalam peringatan tersebut, Yeremia masih mengingatkan Yehuda untuk memullakan Tuhan sebelum kehancuran dan kematian mang-
hampiri mereka.

Mungkin mereka tldak mau mendengar Yeremia karena dia adalah katurunan imam yang tinggal di Anatot. Imam-imam dari Anatot adalah keturunan imam Abyatar. Imam Abyatar diusir oleh Raja Salomo ke Anatot karena mendukung Aclonia sebagai raja pengganti Daud (1 Raj. 2:26). Sejak saat itu Abyatar dan keturunannya kurang mendapat perhatian untuk melayani di Bait Allah.

Kita sering mendapat perlngatan dari slapa pun. Namun, kita sering juga tidak mau mendengarkan peringatan itu karena sikap sok tahu kita. Masalahnya, kita kadang-kadang ticlak menyadari dan memang tidak mau bahwa itu adalah sikap sok tahu. Karena tidak mau dianggap sok tahu, kita malah mengatakan, "Menurut pengalaman saya, beginl, tahu?"

Bisa jadi kita sama sekali tidak mau rnendengar jika yang mengingatkan itu -rnenurut kita - berada di bawah level kita; bukan yang layak didangarkan.

Sikap sok tahu ditambah perkataan ‘manurut pengalaman saya‘ tidak jarang justru mengantar kita pada kesulitan atau malah kehancuran. Sikap sok tahu menunjukkan bahwa seseorang tidak mau memperhitungkan kernungkinan adanya perubahan karena berbagai hambatan. Dia merasa semua berjalan seperti keinginannya. Di sinilah kesombongannya; tidak ingat, ya, kalau Tuhan bisa saja membuat semua yang tarang benderang di pikiian kita malah menjadi sangat gelap gulita ?

GB. 227:2
Doa : (Tuhan, ajarlah kami lebih peka, jika kami sebenarnya sedang bersikap sok tahu)


MINGGU XVI SES. PENTAKOSTA
RABU, 19 SEPTEMBER 2018
Renungan Malam
GB.117 : 1,2 -Berdoa
MENYADARI KEANGKUHAN

Yeremia 49:14-16
"Sikapmu yang menggemetarkan orang memperdayakan engkau, dan keangkuhan hatimu,..."(ay.16a)

Bagalmana rasanya bila semula ditinggikan dengan penuh kebanggaan, lalu dijatuhkan dengan cara memalukan? Blsa dipastikan, seseorang akan merasa malu dan marah. Mungkin rasa malu dan marahnya bisa berlipal-llpat ganda, bila yang meninggikan itu bukan orang lain, tetapi dlrlnya sendiri.

Di tengah memanasnya situasi politik saat itu, Edom merasa percaya diri sekall. Ancaman serangan Babel ke Yehuda tidak terlalu membuat Edom merasa gentar. Sebaliknya, Yehuda merasa gentar. Iman mereka pada Tuhan surut, karena mereka telah berpaling pada ilah-ilah buatan tangan manusia yang tidak memiliki kekuasaan apa pun. lni adalah kesempatan yang ditunggu oleh Edom setelah selama ini mereka berada di bawah kekuasaan Israel dan Yehuda. Malah Edom leblh senang bila Babel menghancurkan Yehuda seperti kehancuran yang dibuat oleh Asyur pada Israel Utara. Dengan demikian, Edom akan menjadi bangsa yang bebas.

Edom tidak merasa gentar bukan karena iman pada Allah, tetapi karena alam yang mereka millki. Daerah pegunungan batu dan rumah-rumah di atas gunung-gunung batu membuat Edom percaya diri bahwa Babel akan kesulltan menaklukkan mereka. Mereka percaya pada diri mereka sendiri sepenuhnya.

Dalam sikap angkuh demikian, Yeremia menubuatkan kehancuran Edom. Mereka akan diturunkan dari kebanggaan mereka.Keperkasaan mereka akan dilemahkan dengan cara yang memalukan. Ini dalah sikap Tuhan pada Edom; sebuah kemurkaan Tuhan atas perilaku Edom kepada umat-Nya.

Peringatan yang diterima Edom pun akan diterima oleh kita semua. Ketika kita mengangkat dlri kita sendiri setinggi-tingginya dengan keangkuhan, maka ada saat yang tidak kita duga ketika Tuhan akan rnenurunkan kita serendah-rendahnya. Masalahnya. apakah kita sadar sedang bersikap angkuh?

GB.117:3,4
Doa : (Tuhan, ajarlah kami untuk menyadari keangkuhan kami)

Label:   Yeremia 49:14-16 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB RABU, 19 SEPTEMBER 2018 - DIPERDAYA OLEH KEANGKUHAN SENDIRI - Yeremia 49:14-16 (SGDK) - MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 - MELAWAN RENCANA TUHAN - Yehezkiel 31:10-18 - MINGGU XVI SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 - MELUPAKAN ITU SEPERTI MENGINGKARI - Yesaya 10:12-14 - MINGGU XVI SES. PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL