Save Page
Matius 10:37-42
10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak
layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau
perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. 10:38 Barangsiapa
tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 10:39
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan
barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 10:40
Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut
Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. 10:41 Barangsiapa menyambut
seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa
menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang
benar. 10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada
salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."


Penjelasan:

* Mat 10:37
Bagaimanapun hancurnya hati seorang murid atas terjadinya perpecahan ini, dia tidak
boleh membiarkan berbagai emosi alamiahnya memperlemah keterikatannya
kepada Kristus. Akan tiba saatnya dia harus mengambil keputusan.

* Mat 10:38 - Salibnya // salib // layak

Salibnya.
Sekalipun Yesus belum berbicara tentang penyaliban diri-Nya kelak,
sebutan salib untuk pertama kalinya oleh Tuhan kita tidak memerlukan
penjelasan. Orang Yahudi telah melihat banyak sekali rekan sebangsanya
yang disalibkan oleh orang Romawi (Jos, Antiquities, xvii, 10, 10). Jadi
kesetiaan bahkan sampai mati, apabila diperlukan, dituntut dari setiap
kita yang ingin layak disebut pengikut Kristus.

* Mat 10:39 - Barang siapa mempertahankan nyawanya

Barang siapa mempertahankan nyawanya. Psychē adalah yang menghidupkan tubuh
dan di dalam mana tinggal roh dan kesadaran. Dua kata yakni "nyawa" dan
"jiwa" berusaha menerjemahkan kata yang mempunyai banyak sisi ini.
Pengertiannya adalah: Orang yang ketika dianiaya mempertahankan nyawanya
dengan menyangkal Kristus akhirnya akan kehilangan nyawa itu untuk
selama-lamanya (khususnya aspek jiwa); tetapi orang yang kehilangan
nyawanya karena pengabdian kepada Kristus akan menyelamatkan jiwanya
untuk selama-lamanya

* Mat 10:40-42 - Barangsiapa menyambut kamu // Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, // Salah seorang yang kecil ini

Sebagai penutup pengutusan ini Yesus menunjukkan bahwa mereka yang mengambil
risiko dianiaya akan memperoleh upah yang sesuai. Barangsiapa menyambut
kamu. Bukan sebagai sekadar tamu keluarga tetapi sebagai utusan Kristus.
Tuhan kita menganggap ini seakan-akan menyambut diri-Nya. Barangsiapa
menyambut seorang nabi sebagai nabi, maksudnya, karena dia itu seorang
nabi (jurubicara yang diutus Allah). Orang yang bukan nabi dapat ikut
melakukan tugas nabi dan ikut mendapat upah nabi. Salah seorang yang
kecil ini. Pelayanan terkecil untuk menolong hamba Kristus yang paling
tidak berarti (bdg. Mat. 25:40) tidak akan diabaikan oleh Tuhan kita.


SGDK
HARI MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018
TUHAN ATAU KELUARGA
Matius 10:37-42

PENGANTAR
Matius 10 membicarakan kisah pengutusan 12 rasul oleh Yesus. Pesan Yesus kepada para rasul ialah mereka harus fokus, karena pekerjaan ini membutuhkan keseriusan yang tinggi dan pengorbanan yang besar. Pekerjaan pelayanan itu urgen, oleh sebab itu tidak
diperkenankan mereka sibuk dengan ha!-hal yang mengalihkan perhatian mereka dari misi yang harus diemban, misalnya makanan, pakaian atau fasilitas yang dibutuhkan (ay.9,10). Tantangan yang harus dihadapi dan masalah kemanusiaan yang harus dibenahi tidak ringan, yaitu membawa kabar baik ke mana saja mereka pergi, mengusir roh-roh jahat dan melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Teiapi Tuhan juga tidak melepaskan mereka pergi tanpa persiapan, Tuhan mempersiapkan dan memperlengkapi mereka sebaiknya-baiknya, Tuhan memberi kuasa kapada rnereka (ay. 1).

Beberapa tantangan yang diangkat ialah: Penganiayaan dan kesulitan yang datang bukan saja dari penguasa tetapi juga dari pemuka-pemuka agama. Dampak pewartaan lnjil juga  tidak selalu indah. Bisa saja yang terjadi ialah: Konflik dan permusuhan antar keluarga (ay 21). Tidak ada rasa aman Karena serangan datang dan segala arah dan merongrong kehidupan. Tetapi pesan teks ini ialah, jangan takut atau jangan gelisah. Dalam rangka pengutusan
para rasul dan urgensi misi yang harus diemban, teks Matius 10:37-42 harus dipahami.

PEMAHAMAN TEKS
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya, lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Teks ini bukan sebuah perintah bagi kita untuk tidak menghormati ayah dan ibu dan tidak mencintai anak-anak kita. Tugas kita sebagai orang Kristen atau sebagai rnanusia iaiah: Menghormati, mencintai dan bertanggungjawab terhadap orang tua kita. Jadi tidak dibenar-
kan kita menjadi anak durhaka. Sebagai anak, kita harus manghormati, mengasihi, mencintai dan menaati semua yang mereka perintahkan.

Demikian juga teks ini tidak mengajarkan kita untuk tidak mencintai dan rnengasihi anak-anak kita. Mereka adalah anugerah Tuhan terbesar dalam hidup kita, oleh sebab itu mereka harus
dipelihara, dirawat dan ciicintai. Kita harus memenuhi segaia kebutuhan anak-anak, mendidik mereka ciengan penuh cinta kasih, dan memperkenaikan nilai-niiai injil kepada mereka, menuju pengenalan yang aem puma akan kasih sayang Tuhan.

Antara keluarga yang tercinta, dan Kristus tidak perlu dipertantangkan. Mencintai Kristus dan oleh karena Kristus keluarga ditelantarkan adalah bertentangan dengan kehendak Tuhan. Tuhan rnau kita menjaga dan memelihara keluarga kita sebaik-baiknya.

Penghormatan dan cintakasih kepada Kristus, didemonstrasikan dan terlihat daiarn hubungan kita dengan keluarga. Sebaliknya mencintai keluarga dan melupakan Tuhan adalah tidak mungkin, sebab cinta kasih yang sejati kepada keluargajustru dapat dilaksanakan
dengan baik, ketika kita mempergunakan norma atau nilai-nilai yang diajarkan Tuhan kepada kita. Tanpa nilai-nilai itu, maka cinta kasih kita kepada keluarga tidak bisa utuh dan tidak bisa total.

Tetapi yang ditentang oleh teks ini ialah Kristus disingkirkan atau dikorbankan demi keluarga, demi ayah, ibu dan anak-anak kita. Dengan perkataan lain, keiuarga diprioritaskan dan Kristus dilupakan. Ketika kita diminta untuk rnembuat pilihan yang sulit antara keluarga dan Kristus kita memilih keluarga. Penyangkalan terhadap Kristus sering terjadi di saat-saat penganiayaan atau saat-saat sulit yang dihadapi umat Tuhan. Tetapi penderitaan, kemelut, kesulitan hidup Tidak bisa menjadi alasan untuk kita memprioritaskan keluarga dan menyingkirkan Tuhan. Tuhan harus menjadi yang utama dan yang panama bukan keluarga. Walaupun kebenaran itu ticlak boleh menjadi alasan bagi kita untuk melarikan diri daritanggungjawab kita terhadap keluarga atau orang-orang yang kita sayang.

Persoalannya iaiah keiuarga atau orang-ora ng yang kita sayang ada di antara kita setiap hart. Mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita, sementara Tuhan tfdak kita lihat dan tidak kita temukan secara langsung dalam kehidupan ini. Oleh sebab itu tentu saja kita Iebih memilih keiuarga ciaripada memilih Tuhan. Dalam terang itulah teks ini mengatakan: Barangsiapa menyambut kamu, (murid-murid yang diutus) ia menyambut Aku.

Di tempat lain Yesus mengidentikkan dirinya dengan yang lapar, yang haus, yang teianjang, yang terpenjara, yang terlupakan atau yang marginal. ltu berarti Tuhan yang harus diprioritaskan itu tidak jauh, tetapi Ia ada di dalam kehidupan kita sehari-hari.


KHOTBAH
Tuhan menempatkan kita di dalam dunia ini bukan sekadar untuk berdarmawlsata, pergi ke mana-mana sekadar untuk menyaksikan indahnya alam semesta, dan cantiknya panorama.
Walaupun tidak ada salahnya kita be-rdarmawisata. Kita juga tidak ditempatkan Tuhan di dalam dunia ini hanya untuk berdagang mencari profit, walaupun tentu itu tidak ada salahnya. Tetapi lebih dari itu, Tuhan menempatkan kita di datam dunia dengan sebuah tujuan yaitu: memberitakan lnjil Tuhan dan menunjukkan tanda-tanda kehadiran Kerajaan Aliah. Ada tugas yang harus diemban, ada misi yang harus dijaiankan. Ada hal yang tidak beres yang harus dibenahi. Ada persoalan yang hams diselesaikan, ada beban yang harus diangkat, ada pertanyaan yang harus dijawab, ada tantangan yang harus diaiasi, ada risiko yang harus dihadapi.Tanda-tanda syalom atau tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah harus didemonstrasikan.

Dunia tempat kita diutus tidak selamanya indah dan bersahabat. Matius 10 mengatakan: kita diutus seperti domba di antara serigala. Oleh sebab itu kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (ay 16). Tantangan tidak saja datang dari penguasa atau tokoh-tokoh negara, tetapi tantanganjuga bisa datang dari tokoh-tokoh agama (ay 17, 18}. Tantangan juga bisa datang dari keluarga atau dari orang-orang yang kita cintai (ay 21, 35, 36). Tetapi urgensi
misi yang harus kita emban, menantang kita untuk setia dengan segala risikonya.

Hidup tanpa misi atau tanpa tugas dan tanggungjawab yang diemban, membuat hidup ini datar, hambar dan terancarn kehilangan makna. Integritas kita terlihat ketika kita setia atau tidak setia dengan tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepada kita. Kadang-kadang kita diperhadapkan dengan pilihan sulit, rnisalnya kita harus membuat pilihan antara keluarga dan Tuhan. Teks ini mengatakan: Barangsiapa rnengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku... (ay 37) dst.

Teks ini menekankan pilihan yang benar iaiah Tuhan, Tuhan harus mendapat prioritas dan keluarga adalah sekunder. Tetapi teks ini gampang dibaca dan didengar namun tidak gampang
bahkan sangat suiit ketika harus diterapkan. Barangsiapa yang merasakan kasih sayang dan cinta di dalam keluarga, tentu sulit mencerna teks ini. Apalagi teks ini ditopang oleh teks lain yang mengatakan: Sebab Aku datang untuk memisankan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya clan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Pertama-tama teks ini tdak mengajarkan kita untuk memusuhi orang tua atau anak-anak kita. Sebagai orang kristen kita harus menghormati dan merawat dengan penuh cinta kasih orang tua kita. Kita juga bertanggungjawab untuk mendidik, merawat dan memberikan yang terbaik anak-anak kita. Jangan sampai teks ini dijadikan alat untuk orang melarikan diri dari tanggungjawab terhadap orang tua dan anak-anak ketika kita berada dalam situasi atau kondisi yang sulit. Kita membenarkan diri atau mernbenarkan sikap durhaka dan tidak mengabdi kepada orang tua dengan mempergunakan teks ini.

Hubungan dengan Tuhan tidak memisahkan kita dari orang-orang yang kita cinta. Justru hubungan dengan Tuhan, nilai-nilai indah yang diberikan Tuhan kepacla kita akan memberi bobot atau makna yang Jebih dalam bagi hubungan antara kita dengan orang-orang yang kita sayang. Peng hormatan dan dedikasi kepada Tuhan, justru harus didemontrasikan atau dipraktikkan dalam hubungan antara kita dengan orang-orang yang kita sayang. Kalau sikap
dan perhatian kita terhadap orangtua dan anak-anak kita saja tidak benar, mustahil kita berbicara tentang mencintai dan mengasihi Tuhan.

Konteks teks ini yang berbicara tentang Tuhan yang memisahkan orang yang dari ayah dan ibunya, atau memisahkan orang dari orang yang dikasihi adalah kondisi sulit, di mana orang harus rnembuat pilihan antara Tuhan dan keluarga yang terkasih. Disaat-saat seperti itu kita harus mernbuat pilihan antara keluarga yang terkasih atau Tuhan yang rnemberikan keluarga itu kepada kita yang kita sayang.

Pilihan aniara cinta kasih yang kita rasakan di dalam keluarga dan Tuhan pencipta cintakasih yang sejati, yang menghadirkan cinia kasih itu cli dalarn keiuarga kita. Kita harus memilih antara keluarga sejahtera dan rumah tangga berbahagia dengan Tuhan pencipta kesejahteraan yang tidak bisa diberikan oleh dunia dan yang tidak bisa diambil oleh dunia. Pilihan ini tentu sangat suiit. Tetapi teks ini rnengajarkan kepada kita, bagaimanapun sulitnya,
Tuhan harus mendapat prioritas. Harapan kita ialah : Semoga Tuhan selaiu mendapat prioritas dan kita tidak pernah ditempatkan dalam kondisi yang sulit, di mana kita harus mengorbankan orang-orang



SBU


HARI MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ.376 : 1 -Berdoa
MENGAKHIRI KEHIDUPAN DUNIAWI

Matius 10:37-39
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi Ku." (ay.38)

Alkitab memberikan banyak makna pada salib, antara lain penolakan (1 Petrus 2:4), kematian (KPR 10:39) dan kehinaan (Ibrani 12:2). lnjii Matius menyaksikan bahwa salib adalah lambang dari cemoohan (Mat. 27:39) dan penyangkalan diri (Mat. 16:24).

Mengapa Alkitab, lnjil Matius khususnya memandang salib sebagai bagian yang melekat dalam keberimanan kita kepada Yesus? Apakah itu berarti bahwa setiap orang yang tidak mengalami apa yang dimaknakan pada salib itu tidak layak bagi Yesus ?

Tuhan Yesus memanggil dan mengutus orang percaya untuk tidak menjadi sama dengan kehidupan dunia ini, yang saat ini diwarnai dengan gaya hidup yang semakin mengarah pada
hedonisme, konsumerisme, radikalisme, individualisme, dan lain sebagainya. Gaya hidup model itu sangat bertentangan dengan misi yang dibawa oieh Yesus Kristus, yang dinyatakan-Nya dengan "memikul salib-Nya".

Dengan pernyataan Yesus : "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku."(ay. 38), la mau menyatakan bahwa hanya pribadi dan gereja harus sadar dan memiliki kepekaan dan sadar akan kondisi diri dan lingkungan dimana ia hadir. Memikul salib berarti memutuskan untuk mengakhiri kehidupan duniawi seperti gaya hidup yang hanya berorientasi pada diri. Hanya orang yang telah memutuskan seperti itu dikenan mengikut Yesus dan layak dihadapan-Nya.

Pengajaran Yesus ini seharusnya membuat kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita telah mengambil keputusan mengikut DIA dan meneladani jalan-Nya? Jika belum, kendala terbesar apakah yang menghalangi kitafiuntuk memikul salib? Sudahkah kita menemukan solusi untuk mengatasinya?

KJ.376 : 4
Doa : (Tuhan beri aku keberanian dan tekad untuk mengakhiri kehidupan duniawi)


HARI MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018
Renungan Malam
GB.85 : 1,2 -Berdoa
KERAMAHAN

Matius 10:40-42
Barang siapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barang siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku (ay.40)

Di dalam dunia yang sangat sibuk ini, setiap orang berupaya sekuat tenaga rnerebut kesempatan pertama untuk menjadi yang utama. Moto yang dipegang ialah siapa cepat dia dapat, siapa lam bat dia tertiarap. Kepentingan diri me-rampas segala sesuatu sehingga tidak ada lagi sepotong ruangpun bagi sesama atau orang lain. Atas nama privasi, dengan segala macam cara manusia menutup diri. Membuka hati, membuka rumah atau membuka pintu
bagi sesama menjadi barang Iangka yang sukar didapatkan di hari-hari ini.

Dalam kondisi seperti itu kita diingatkan: sadar atau tidak, hubungan dengan sesama memiliki nilai yang sangat dalam. Di daiam relasi dengan sesama, kita adalah reperesentasi dan simbol
kehadiran Kristus. Demikian juga sikap orang lain terhadap kita adalah repreaentasi dan simbol kehadiran Kristus. Yesus mengajar bahwa Ia nadir di dalam kehidupan kita ketika kita menyambut orang lain dan mendemonstrasikan kerarnah-tamahan. Demikian juga ia hadir ketika orang iain melaksanakan hal yang sama terhadap kita. Setiap peiayanan yang kita buat terhadap sesama adalah pelayanan terhadap Yesus.

Barangkali kita tidak mendapat kesulitan untuk membuka pintu, membuka hati bagi keluarga dan orang-orang yang kita cintai. Tetapi membuka hati dan ramah terhadap orang asing adalah basa-basi yang tidak perlu. Kita membuka hati terhadap orang-orang yang seiman dan siap menolong, tetapi yang tidak seiman biarlah mereka mengurus diri mereka sendiri. Tetapi dimanakah kelebihannya kalau kita melayani orang yang kita cintai. Pelayanan yang
benar ialah ketika kita tidak memikirkan akan mendapatkan apa-apa dari orang yang kita layani. Oleh sebab itu marilah kita melayani tanpa pamrih karena Yesus datang kepada kita di dalam wajah orang asing yang kita layani.

GB.85:3,4
Doa : (Bukalah hati, dan mata kami, untuk bisa melihat wajah Yesus di dalam diri orang asing dan orang yang membutuhkan pelayanan dan kasih sayang di dalam kehidupan kami)

Label:   Matius 10:37-42 



Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

NEXT:
SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 - MENOBATKAN ORANG MENJADI PENGHUNI - Matius 23:13-16 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 - PEMBERIANMU BUKAN PENYELESAIAN - Mikha 6:6-8 - MINGGU XVI SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Matius




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

    songbatak.com- Top of JUDIKA

    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,