Save Page
Yakobus 2:21-26
2:21
Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya,
ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? 2:22 Kamu
lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh
perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. 2:23 Dengan jalan
demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada
Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." 2:24 Jadi kamu lihat, bahwa
manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena
iman. 2:25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan
karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang
disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan
yang lain? 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian
jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.


Penjelasan:


* Yak 2:21 - Abraham bapa kita // dibenarkan // kepada
Teladan dari Alkitab yang diajukan ialah Abraham bapa kita. Bahwa tokoh ini
dipandang sebagai nenek moyang semua orang Kristen sejati tampak dari
Galatia 3:6-29. Kata yang diterjemahkan menjadi dibenarkan di sini
jangan dikelirukan dengan pemakaian istilah tersebut oleh Paulus dalam
hubungan dengan Abraham (bdg. Rm. 4:1-5). Paulus .menunjuk kepada
pembenaran awal Abraham ketika "percayalah Abraham kepada Allah, maka
Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran" (bdg. Kej.
15:6). Yakobus mengacu kepada suatu peristiwa yang terjadi beberapa
tahun kemudian, yaitu ketika Abraham diminta untuk mempersembahkan
anaknya Ishak. Melalui tindakan ini dia menunjukkan realitas dari
pengalaman Kejadian 15.

* Yak 2:22
Kehidupan Abraham dengan demikian secara menakjubkan menunjukkan bahwa perbuatan
memisahkan iman dari perbuatan merupakan sesuatu yang mustahil (bdg.
2:18). Di dalam kasus Abraham, kedua hal tersebut berjalan bersama-sama.
Perbuatan melengkapi iman.

* Yak 2:23 - genaplah nas // Sahabat Allah
Di dalam tindakan ketaatan Abraham genaplah nas (Kej. 15:6). Sahabat Allah
adalah nama yang biasa dipakai untuk Abraham (bdg. Yes. 41:8; II Taw.
20:7); juga kitab-kitab Yahudi non-kanonik tertentu).

* Yak 2:24
Ayat ini merupakan jawaban yang meyakinkan terhadap pertanyaan pada ayat 14.
Iman yang kosong tidak dapat menyelamatkan manusia. Iman sejati akan
menampakkan diri dalam perbuatan, dan hanya iman semacam inilah yang
menghasilkan pembenaran.

* Yak 2:25 - Rahab
Teladan kedua dari Alkitab yang dipakai oleh Yakobus berbeda sekali dengan kisah
Abraham. Rahab adalah seorang perempuan, bukan bangsa Yahudi, dan
seorang pelacur. Tokoh ini dipilih untuk menunjukkan bahwa uraian
Yakobus mencakup kemungkinan-kemungkinan yang paling luas lingkupnya
(karena itu dipakai kata kai yang digabungkan dengan he porne,
"sekalipun dia itu pelacur"). Rahab, seperti halnya Abraham, menunjukkan
pembenaran dirinya yang ia peroleh karena perbuatan (bdg. Yos. 2:1-21).

* Yak 2:26
Pernyataan penutup dari 2:14-26 menunjukkan bahwa hubungan antara iman dan
perbuatan adalah seerat hubungan antara tubuh dengan jiwa. Hidup adalah
hasil dari perpaduan keduanya. Pada saat kedua hal itu dipisahkan, yang
dihasilkan ialah kematian. Iman yang palsu pada hakikatnya adalah mayat
rohani" (F. J. A. Hort, The Epistle of St. James, hlm. 45).

* Kita diajar bahwa iman yang membenarkan tidak bisa tidak disertai perbuatan, dari dua contoh, yaitu Abraham dan Rahab.
   
(1) Contoh yang pertama adalah iman Abraham, bapa orang beriman, dan
merupakan contoh utama tentang pembenaran. Kepada Abrahamlah orang
Yahudi memberikan penghormatan secara khusus (ay. 21). Bukankah Abraham,
bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia
mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? Di sisi lain, Paulus
berkata (dalam pasal 4 dari surat kepada jemaat di Roma) bahwa
percayalah Abraham, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai
kebenaran. Namun semuanya ini selaras, dengan memperhatikan apa yang
dikatakan di dalam Ibrani 11, yang menunjukkan bahwa baik iman Abraham
maupun Rahab adalah iman yang sedemikian rupa sehingga menghasilkan
perbuatan baik seperti yang dibicarakan oleh Yakobus. Iman ini tidak
boleh dipisahkan dari iman yang membenarkan dan menyelamatkan. Melalui
apa yang diperbuat Abraham, tampaklah bahwa ia sungguh-sungguh percaya.
Mengenai dasar ini, firman Allah sendiri jelas mengatakannya. Karena
engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk
menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati
engkau berlimpah-limpah (Kej. 22:16-17). Dengan begitu iman Abraham
adalah iman yang bekerja (ay. 22), iman bekerjasama dengan
perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi
sempurna. Melalui hal ini engkau sampai pada pengertian yang
sesungguhnya dari firman yang mengatakan, lalu percayalah Abraham kepada
Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran
(ay. 23). Itu sebabnya ia menjadi sahabat Allah. Iman, yang menghasilkan
perbuatan semacam itu, membuat Abraham begitu dikasihi oleh Sang
Pribadi Ilahi, dan meninggikannya hingga pada taraf perkenan dan
keintiman yang sangat istimewa dengan Allah. Sungguh suatu kehormatan
besar bagi Abraham untuk disebut dan diperhitungkan sebagai sahabat
Allah. Jadi, kamu lihat (ay. 24) bahwa manusia dibenarkan (mengalami
perkenan dan persahabatan dengan Allah) karena perbuatan-perbuatannya
dan bukan hanya karena iman. Bukan hanya semata-mata karena pendapat,
atau pengakuan, atau percaya tanpa menaati, melainkan dengan memiliki
iman yang begitu rupa sehingga menghasilkan perbuatan baik. Sekarang di
samping penjelasan mengenai ayat bacaan ini beserta contoh, yang
menggambarkan dan mendukung pendapat yang diutarakan oleh Yakobus,
banyak pelajaran lain yang berguna juga dapat kita peroleh dari apa yang
dikatakan di sini tentang Abraham.
        [1] Barangsiapa ingin
memperoleh berkat-berkat seperti yang diperoleh Abraham harus
sungguh-sungguh meniru imannya. Membual sebagai keturunan Abraham tidak
ada gunanya bagi siapa saja, jika mereka tidak percaya seperti yang
dilakukannya.
        [2] Perbuatan-perbuatan yang membuktikan iman
sejati pastilah perbuatan yang menyangkal diri, dan seperti yang
diperintahkan oleh Allah sendiri (seperti Abraham yang mempersembahkan
anaknya, yaitu anaknya yang tunggal), dan bukan pekerjaan yang
menyenangkan darah dan daging dan melayani kepentingan kita sendiri,
atau hanya merupakan buah dari khayalan dan rancangan kita sendiri.
       
[3] Apa yang kita rencanakan dalam kesalehan dan tekadkan dalam
ketulusan untuk dilakukan bagi Allah diterima sebagai sesuatu yang
seolah-olah benar-benar dilakukan. Demikianlah Abraham dianggap telah
mempersembahkan anaknya, sekalipun ia tidak jadi mempersembahkan anaknya
itu. Perbuatan itu adalah sesuatu yang telah dilakukan di dalam
pikiran, roh, dan tekad Abraham, dan Allah menerimanya sebagai sesuatu
yang seolah-olah sudah sepenuhnya dilaksanakan dengan tuntas.
        [4] Tindakan iman menjadikan iman itu bertumbuh sempurna, sebagaimana kebenaran iman menjadikan iman bertindak.
       
[5] Iman yang bertindak semacam itu akan menjadikan orang, seperti
Abraham, sebagai sahabat Allah. Demikianlah Kristus berkata kepada
murid-murid-Nya, Aku menyebut kamu sahabat (Yoh. 15:15). Segala hubungan
antara Allah dan orang yang sungguh-sungguh percaya adalah mudah,
menyenangkan, dan membahagiakan. Hanya ada satu kehendak dan satu hati,
dan ada kepuasan yang dirasakan kedua pihak. Allah girang hati atas
mereka yang sungguh-sungguh percaya, untuk melakukan kebaikan bagi
mereka, dan mereka bersuka di dalam Dia.
    (2) Contoh kedua tentang
iman yang membenarkan dirinya sendiri dan kita dengan dan melalui
perbuatan adalah Rahab. Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu,
dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan
orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka
lolos melalui jalan yang lain? (ay. 25). Contoh yang pertama adalah
tentang iman orang yang sudah dikenal akan imannya sepanjang hidupnya.
Yang satu ini adalah contoh dari orang yang dikenal karena dosanya, yang
imannya lebih hina dan derajatnya jauh lebih rendah. Dengan begitu,
baik iman yang paling kuat maupun yang paling hina tidak dibolehkan
berjalan tanpa perbuatan. Beberapa orang berkata bahwa kata yang
diterjemahkan sebagai pelacur di sini adalah sebutan yang tepat bagi
Rahab. Yang lain mengatakan bahwa kata ini berarti tidak lebih dari
seorang penjaga penginapan, tempat para pengintai itu menginap. Namun
sangat mungkin bahwa wataknya dikenal tidak baik, dan contoh semacam ini
disebutkan untuk menunjukkan bahwa iman akan menyelamatkan orang yang
paling buruk, jika dibuktikan dengan perbuatan yang sepantasnya.
Sebaliknya iman tidak akan menyelamatkan orang yang paling baik
sekalipun tanpa adanya perbuatan seperti yang diwajibkan oleh Allah.
Rahab ini mempercayai laporan yang didengarnya tentang hadirat Allah
yang dahsyat yang menyertai Israel. Namun yang membuktikan bahwa imannya
tulus adalah bahwa ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di
dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain,
sekalipun itu membahayakan nyawanya. Perhatikanlah di sini,
        [1] Luar biasanya kuasa iman dalam mengubahkan orang berdosa.
        [2] Penghargaan yang dijumpai oleh iman yang bekerja dari Allah, untuk memperoleh rahmat dan perkenan-Nya.
       
[3] Ketika dosa-dosa yang besar diampuni, ia harus lebih mengingini
kemuliaan bagi Allah dan kebaikan bagi umat-Nya daripada perlindungan
bagi negerinya sendiri. Kenalan-kenalannya yang terdahulu harus dijauhi,
dan jalan hidupnya yang terdahulu sepenuhnya ditinggalkan. Ia harus
memberikan bukti yang jelas akan hal ini sebelum dapat dibenarkan.
Bahkan sesudah ia dibenarkan, sifatnya yang dahulu harus diingat, bukan
untuk merendahkannya melainkan untuk memuliakan kasih karunia dan rahmat
yang kaya dari Allah. Sekalipun dibenarkan, ia disebut sebagai Rahab,
pelacur itu.

7. Sekarang, mengenai seluruh persoalan ini, Rasul
Yakobus menarik kesimpulan, sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati,
demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati (ay. 26).
Perkataan ini ditafsirkan berbeda-beda. Beberapa orang menafsirkannya,
sebab seperti tubuh tanpa nafas adalah mati, demikian jugalah iman tanpa
perbuatan-perbuatan. Lalu mereka menunjukkan bahwa perbuatan adalah
mitra iman, seperti halnya nafas adalah mitra bagi kehidupan. Yang lain
menafsirkannya sebagai, sebab seperti tubuh tanpa jiwa adalah mati,
demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Lalu mereka
menunjukkan bahwa seperti halnya tubuh tidak bergerak, tidak memiliki
keindahan, melainkan menjadi sebuah bangkai yang menjijikkan, ketika
jiwanya tiada, begitu juga pengakuan belaka tanpa perbuatan tidaklah
berguna, bahkan malah memuakkan dan menjijikkan. Karena itu, marilah
kita berhati-hati supaya jangan bersikap berlebihan dalam hal ini.
Karena,

    (1) Pekerjaan yang paling baik, tanpa iman, adalah
mati. Mereka tidak memilki akar dan pegangan. Oleh imanlah segala
sesuatu yang kita lakukan menjadi sungguh baik, karena dikerjakan dengan
mata yang tertuju kepada Allah, untuk menaati-Nya, dan memiliki tujuan
utama untuk mendapatkan perkenan-Nya.
    (2) Pengakuan iman yang
paling meyakinkan sekalipun, tanpa perbuatan, adalah mati. Seperti
halnya akar mati ketika tidak menghasilkan sesuatu yang hijau, tidak
berbuah. Iman adalah akar, perbuatan baik adalah buah, dan kita harus
memastikan bahwa kita memiliki keduanya. Kita tidak boleh berpikir bahwa
salah satu, tanpa yang lain, akan membenarkan dan menyelamatkan kita.
Inilah kasih karunia Allah di mana kita berpijak di dalamnya, dan kita
harus berpijak padanya.


SGDK
MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA
RABU, 26 SEPTEMBER 2018
IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI
Yakobus 2:21-26

PENGANTAR
Berbeda dengan surat-surat Paulus yang umumnya rnenekankan
afamat yang dituju oleh surat yang ditulis seperti : Roma, Korintus,
Galatia, Kolose, Efesus dst, surat Yakobus mempergunakan nama
tokoh yaitu Yakobus. Jadi surat Yakobus sama cfengan beberapa
surat lain yang mempergunakan nama tokoh, misalnya: Petrus,
Yohanes, Yudas dst. Surat ini bersifat urnum dalam arti tidak
clftujukan kepada satu jemaat namun kepada banyak jemaat.
(Yakobus 1:1, Kepada ke cluabelas suku di perantauan).
Umumnya para pakar berpendapat surat Yakobus dan surat-
surat yang bersifat um um Iainnya seperti surat Petrus, Yohanes,
Yudas dst, ditulis lebih kemudian dibandfngkan surat Pauius. Surat-
surat yang lebih tua dialamatkan kepada jernaaf-jemaat tertentu
dengan perrnasalahan yang sedang dihadapi, surat-surat um um
ditulis kemudian dan ditujukan kepada gereja atau semua jemaat.

PEMAHAMAN TEKS
Dari ayat 21-26, Penulis surat Yakobus memberikan contoh-
contoh konkret tentang iman yang rnembuahkan perbuatan dan
menghasilkan keseiarnatan. Abraham bapa segala orang beriman
itu dijadikan teladan bahwa ia diseiamatkan oleh perbuatan, ketika
ia bersedia mau mengorbankan anaknya sendiri di bukit Moria.
Demikian juga Rahab yang secara moral tidak bisa diandalkan,
tetapi ia telah diselamatkan karena tindakan nyata menolong
pengintai-pengintai Israei, akibatnya ia diselamatkan.

Kedua contoh dipakai penulis Yakobus sebagai argumentasi
untuk membenarkan teori atau teofoginya yaitu : sebab seperti
tubuh tanpa roh adafah mati, demikian juga iman tanpa perbuatan-
perbuatan adaiah rnati (ay 26). Penulis Yakobus, menekankan
betapa pentingnya perbuatan yang mengikuti iman, penekanan
yang kelihatannya bertentangan dengan apa yang menjadi teologi
atau pemikiran PauIus: Karena kami yakin, bahwa manusia di-
benarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum
Taurat (Roma 3:28).

Pertama-tama harus diperhatikan bahwa pemahaman Yakobus
tentang iman di dalam kitab ini tidak sama dengan pemahaman
Paulus. Yakobus mengatakan: Engkau percaya bahwa hanya ada
satu Allah saja? ltu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan
hal itu dan rnereka gemetar (2:19). Yang dimaksudkan Yakobus
daiam teks ini iman atau percaya bukan percaya kepada Allah.
lman bukan berserah diri kepada Allah seperti yang dimaksudkan
oleh Paulus. Namun yang dimaksudkan di sini dengan percaya
ialah sebuah pengetahuan tentang adanya Aliah. Satan-setanpun
juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Oleh sebab itu
tidak terlalu tepat kalau Yakobus dipertentangkan dengan Pauius.
Para pakar berpendapat: surat Yakobus ditulis kemudian diban-
dingkan dengan surat Pauius (Roma). Konsep Paulus tentang iman
sebenarnya tidak teoritis. iman bagi Paulus selalu berhubungan
erat dengan ketaatan, Iman kepada Kristus membawa orang masuk
dalarn cara hidup yang baru yang tidak terpisah atau berhubungan
erat dengan iman itu. Iman tidak steril dalam etika. Kemungkinan
besar di kalangan umat konsep Paulus ini sudah berubah di zaman
surat Yakobus. Cara hidup jemaat itulah yang dikritisi oleh Yakobus.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1. Mengapa iman tidak boleh dipisahkan dari perbuatan, dan
apakah dampaknya di dalam kehidupan jemaat apabifa
iman terpisah dari perbuatan?
2. Bagaimanakah peran perbuatan dalam menopang dan
menguatkan iman?
3. lman tanpa perbuatan adalah mati. Bagaimanakah bila
yang terjadi iaiah perbuatan tanpa iman?


SBU

MlNGGU XVII SES PENTAKOSTA
RABU, 26 SEPTEMBER 2018
Renungan Pagi
GB.69 : 1 -Berdoa
KESALEHAN SEMU

Yakobus 2:14-20
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati. (ay.17)

Kesalehan semu adalah kesalehan yang berbicara tentang iman tetapi menyingkirkan perbuatan. Mengutip Dietrich Bonhoeffer yang mengatakan : Anugerah murahan adalah anugerah yang berbicara tentang pengampunan tetapi menyingkirkan penyesalan dan
pertobatan. Dengan perkataan lain pengampunan mengizinkan orang untuk berbuat dosa sesuka hati. Berbicara tentang baptisan tetapi tidak mau berbicara tentang disiplin gereja. Berbicara tentang perjamuan kudus tetapi tidak mau berbicara tentang pengakuan
dosa. Berbicara tentang anugerah tanpa salib. Anugerah yang hanya mau menikmati tetapi tidak mau menanggung risiko. Yakobus mengecam sikap seperti ini, sehingga ia mengatakan iman tanpa perbuatan mati.

lman yang sangat penting dan mendapat penekanan dalam keyakinan Kritsten, seringkali dipakai untuk menutup atau menyembunyikan kejahatan orang Kristen yang paling buruk. Me-
nutup kekikiran dan ketamakan yang tidak peduli terhadap orang-orang miskin, dengan argumentasi manusia diselamatkan karena iman (sola ficle) dan bukan perbuatan. Kehilangan kepedulian dan belarasa terhadap sesama yang menderita tetapi membenarkan diri dengan mengatakan yang terutama adalah iman, bukan perbuatan. Inilah yang dimaksudkan dengan kesalehan semu. Memperalat firman Allah untuk kepentingan sendiri. Melegalisasi kejahatan dengan mempergunakan Firman Allah.

Kekikiran dan ketamakan munafikan dan menyingkirkan hukum kasih. lman atau kabar baik membenarkan orang untuk tidak memberikan perhatian kepada yang rapuh dan yang tercecer. lman sebagai jaminan keselamatan mengabaikan moral atau tingkah laku orang yang beriman itu. Mengikrarkan iman membuat orang diterima Tuhan, walaupun tingkah lakunya terhadap sesama sangat memalukan. Salib Kristus diproklamasikan dan didengungkan
dimana-mana untuk menjadi alasan agar tidak menyentuh salib di dalam kehidupan ini.

GB.69: 2
Doa: (Bapa Jauhkan kami dari iman yang semu, kesalehan yang hanya mau menikmati kemudahan dan kenikmatan tetapi sama sekali tidak mau menyentuh salib)


MlNGGU XVII SES PENTAKOSTA
RABU, 26 SEPTEMBER 2018
Renungan Malam
GB.101 : 1 -Berdoa
IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI

Yakobus 2:21-26
Jadi kamu lihat bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman (ay.24)

Salah satu moto Reformasi ialah selamat hanya karena oleh iman (sola fide) dan bukan selamat karena perbuatan. Apakah Yakobus bertentangan dengan iman reformasi atau apakah
Yakobus bertentangan dengan Paulus ketika Paulus mengatakan: Karena kami yakin bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. (Roma 3:28). Di dalam surat Roma Paulus memberikan perhatian terhadap pertanyaan: Bagaimana orang bisa menciptakan hubungan yang benar dengan Tuhan. Apakah manusia bisa membeli atau merampas perhatian Allah dengan melakukan hukum Taurat? Apakah perbuatan blaik
mendapatkan kredit dari Tuhan ?Jawabannya ialah manusia diselamatkan karena iman (sola fide).

Di dalam sural Yakobus, Yakobus menjawab pertanyaan: Apakah iman itu valid apabila iman tidak didemonstrasikan atau diberi rnakna dengan perbuatan baik. Apakah iman itu valid apabila iman bertentangan dengan kehidupan sehari-hari yang tidak peduli terhadap sesama yang berkekurangan. Dalam konteks itulah Yakobus memberikan sejumlah contoh tentang manusia yang mendemonstrasikan imannya dengan perbuatan-perbuatan nyata yang menolong clan menyelamatkan orang lain. ltulah sebabnya Yakobus mengatakan manusia diselamatkan karena perbuatan-perbuatan dan bukan hanya karena iman.

Paulus bergumul dengan orang-orang yang berpandangan: Orang non-Yahudi tidak akan mendapatkan kasih sayang Allah, kecuali mereka melakukan hukum Taurat untuk merebut simpati Tuhan. Yakobus bergumul dengan orang-orang yang berpandangan: lman adalah segala-galanya dan yang paling dibutuhkan orang Kristen tanpa memperhatikan perbuatan. Oleh sebab itu Yakobus mengatakan: Setiap orang yang beriman kepada Tuhan, harus
mendemonstrasikan imannya itu dalam tingkah laku dan hubungan dengan sesama. Tidak ada pertentangan antara Paulus dan Yakobus. Keduanya menggarisbawahi esensi keyakinan Kristen dari konteks yang berbeda.

GB.101:2
Doa : (Tolong kami Tuhan agar kami beriman hanya kepada Tuhan dan mampu mendemonstrasikan iman itu di dalam perbuatan)

Label:   Yakobus 2:21-26 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB RABU, 26 SEPTEMBER 2018 - IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI - Yakobus 2:21-26 (SGDK) - MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 - AJARAN BILEAM - Wahyu 2:12-17 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 - IBADAH YANG MURNI - Yakobus 1:26-27 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL