Save Page
1 Samuel 13:1-12
Ketidaktaatan Saul waktu orang Filistin datang menyerang
13:1
Saul berumur sekian tahun ketika ia menjadi raja; dua tahun ia
memerintah atas Israel. 13:2 Saul memilih tiga ribu orang dari antara
orang Israel; dua ribu orang ada bersama-sama dengan Saul di Mikhmas dan
di pegunungan Betel, sedang seribu orang ada bersama-sama dengan
Yonatan di Gibea Benyamin, tetapi selebihnya dari rakyat itu disuruhnya
pulang, masing-masing ke kemahnya. 13:3 Yonatan memukul kalah pasukan
pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh
orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh
negeri, sebab pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya." 13:4
Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah
memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian
orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat
itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal. 13:5 Adapun orang Filistin telah
berkumpul untuk berperang melawan orang Israel. Dengan tiga ribu kereta,
enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak
pasir di tepi laut mereka bergerak maju dan berkemah di Mikhmas, di
sebelah timur Bet-Awen. 13:6 Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa
mereka terjepit -- sebab rakyat memang terdesak -- maka larilah rakyat
bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi; 13:7
malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju
tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat
mengikutinya dengan gemetar. 13:8 Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai
waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke
Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. 13:9 Sebab
itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban
keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran. 13:10 Baru
saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel
datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya. 13:11
Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku
melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak
datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah
berkumpul di Mikhmas, 13:12 maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin
akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan
TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban
bakaran."

Penjelasan:

*  1Sam 13:1 - Saul berumur sekian tahun
Saul berumur sekian tahun. AV, Saul telah memerintah satu tahun. Kalimat bahasa Ibrani ayat ini sulit sekali untuk diterjemahkan. Usia Saul ketika menjadi raja dan
satu di antara dua angka yang menunjuk kepada masa pemerintahannya sudah
tidak diterima lagi sebagai terjemahan yang benar. Adalah wajar untuk
beranggapan bahwa karena Daud dan Salomo memerintah selama empat puluh
tahun. Saul juga memerintah selama itu. Isyboset, putranya, juga berusia
empat puluh tahun ketika dia memangku jabatan dan Isyboset tidak
disebutkan di antara anak-anak Saul dalam 14:49. Sebuah cara yang
diusulkan untuk menerjemahkan ayat yang sulit sekali diterjemahkan ini
adalah, "Saul berumur (sekian) tahun ketika dia mulai memerintah, dan
dia memerintah selama (sekian tahun) dan dua tahun atas Israel."

* 1Sam 13:2 - Mikhmas // Yonatan
Mikhmas
adalah sebuah desa yang terletak sembilan mil di utara Yerusalem.
Yonatan dalam bahasa Ibrani artinya Yehova telah memberi; nama ini dapat
disamakan dengan Theodor, "karunia Allah" dalam bahasa Yunani.

* 1Sam 13:3 - Pasukan
Pasukan.
Kata Ibrani nesab bisa berarti "pemimpin setempat" atau "pejabat
politik" dari orang Filistin. Pembunuhan wakil orang Filistin ini
merupakan tanda pemberontakan.



SGDK
HARI MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA
MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018
JANGAN MENGANDALKAN PIKIRAN KITA
1 Samuel 13:1-12

PENGANTAR KITAB I SAMUEL
Kitab
1 Samuel merupakan kitab penting dalam sejarah IsraeI.Sekitar tahun
1050 hlngga 1000 sebelum masehi,bangsa Israel tidak mempunyai bentuk
pemenntahan terpusat. Bangsa ini merupakan masyarakat suku yang bebas,
dan masing-maslng suku memiliki hukum sendiri dan mengurus masalah
mereka sendiri. Bentuk ini berubah ketika Saul diurapi menjadi raja
pertama Israel oleh nabi Samuel (Pasal 10:1 ). Dalam sisa sejarah Israel
selama masa perjanjian lama, umat Allah akan diperintah oleh seorang
raja. Kitab Samuel dinamai berciasarkan nama Samuel, pengarang dan tokoh
utama kitab ini. Sebagai hakim terakhir dan nabi pertama, ia bertlndak
sebagai suara hati moral bangsa selama masa-rnasa kristis dalarn sejarah
bangsa ini.

Sebagai raja Israel pertama, Saul memulai
pemerintahannya dengan awal yang baik. Dla menunjukkan kerendahan hati,
kesabaran, clan kepemimpinan yang berani dan mampu membawa kemenangan
yang meyakinkan terhaclap rnusuh utama Israel yaitu Fllistin. Namun
seiring dengan berjalannya waktu,ia berubah menjadl murung, ticlak
sabar, dan memberontak serta menelak untuk mengikuti perintah Tuhan.
Samuel akhimya diperintahkan oleh Tuhan untuk mengurapi gernbala yang
masih muda yaitu Daud, sebagai pengganii Saul. (Pasal 16:1-13).

Daud
mengetahui bahwa ia sudah ditentukan menjadi raja Israel pada suatu
hari. Namun saat itu, ia menunjukkan kesetiaan kepada Saul clengan
bertindak sebagai pembantunya clan menjadi pahlawan dalam tentaranya.
Akhirnya, Saul dipenuhi dengan kemarahan karena iri hati, sehingga ia
ingin membunuh Daucl. Akibatnya Daud terpaksa melarikan dirl ke wllayah
Filistin.

Kitab 1 Samuel berakhir tragis dengan kematian Saul
darn tiga anaknya laki-laki di tangan orang Filistin(Pasal 31). Hal ini
meratakan jalan bagi Daud untuk meneruskan kerajaar: Israel.

PENDALAMAN NAS ALKITAB
Ayat-ayat dalam 1 Samuel 13 :1- 12 dapat kita dalami isinya sebagai berikut :

Ayat1 : Sedikit data mengenai umur dan masa pemerintahan Saul.
Keterangan
mengenai urnur Saul ketika menjadi raja tidak begitu jelas. Yang pasti
aclalah, Saul telah dewasa ketika diurapi menjadi Raja (Lihat.l Samuel
9:2; I Samuel Pasal 10:1-3). Perihal masa pemerintahannya, para ahli
berpendapat mungkin ada angka atau nomor yang terabaikan sehlngga hanya
ditulis 2 tahun. Padahal menurui Kisah Para rasul 13:21, Saul memerintah
selama 40 tahun lamanya.

Ayat 2 : Kekuatan angkatan perang Saul kemenangan atas Filistin
Disini
dljeiaskan berapa kekuatan tentara yang dimiliki Saul. Ternyata Saul
memiih tlga ribu orang yaitu tiga kesatuan tentara militer dan
membaginya : sebanyak 2000 bersama-sama Saul di Mikhmas, sebuah kc-ta
suku Benyamin, Suatu lembah yang dalam yang memisahkan kota ini dari
Geba. Sebanyak 1000 orang bersama-sama clengan Yonathan di Gebea (Geba)
Benyamin.

Ayat 3-4 :Kemenangan Yonatan atas pasukan Filistin di Geba.
Tinclakan
Yonatan yang menyerang dan rnengalahkan pasukan pendudukan orang
Filistln yang ada di Geba dan ketika hal itu terdengar oleh orang
Filistin mereka berkata bahwa orang-orang lbrani itu telah memberontak,
dan karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala ke seluruh negeri. Orang
Filistin menganggap kemenangan Yonatan itu sebagai kemenangan Saul dan
karena itu mereka semakln membenci Israel, sehingga Saul harus
mengumpulkan rakyat untuk bekerja sama dengan tentara yang sudah ada dan
melawan pasukan Filistln. Rupa-rupanya Saul meninggalkan Mikhmas yang
dicluduki orang Fllistin dan pindah ke Gilgal.

Ayat 5 :
Peperangan baru melawan orang Filistin yang sangat besar pasukan nya.
Filistin bermaksucl sungguh-sungguh mengalahkan Israel dengan
rnengerahkan kekuatan angkatan perang yang besar yaitu :Tiga ribu
kereta, enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki
sebanyak pasir di tepi laut.

Ayat 6-7 : Kegalauan orang Israel
Ketika
Rakyat lsrael melihat kekuatan perang Filistl, kecut dan takutlah
rnereka. Jelas sekali bahwa pasukan Filistin lebih kuat dari pasukan
Israel. Mereka memang bermaksud menakut-nakuti orang Israel, dan
ternyata upaya ini berhasil, karena orang-orang Israel lari ketakutan
dan bersembunyi. Ada banyak tempat yang
cocok di lereng-lereng timur dan bukit-bu kit, dimana terdapat seclikit
penduduk,dan acla gua-gua yang dipakai untuk berlindung. Banyak
juga orang-orang Israel yang menyebrang sungai Yordan ke Daerah
Gad dan Gilead agar terhindar dari amukan pasukan Filistin. Saul
sendiri tetap berada di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya
clengan gemetar.

Ayat B-9 : Keadaan kritis dan ketidaksabaran Saul
Menghadapi keadaan kritis eeperti ini, Saul mencoba tetap tenang
sambil menunggu kedatangan Samuel yang akan datang untuk
mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan
seperti yang diperintahkan Samuel dalam 1 Samuel 10:8 (dibaca).
Membawa korban bakaran dan keselamatan diyakini sebagai
tindakan ritual untuk memohon petunjuk dan pertolongan Allah
sebelum maju berperang. Namun, ternyata Samuel terlambat
datang dan rakyat yang semakin takut mulai tercerai berai meninggalkan Daud. Melihat eituasi demikian, Saul menjadi tidak sabar
dan memberanikan diri mempersembahkan korban yang menjadi
tugas Samuel. Saul tidak berhak melakukan fungsi eeorang imam,
tetapi dia percaya bahwa dia dibenarkan Karena situasi yang
mendesak.

Ayat 10-12 : Kesalahan Saul
Setelah Saul mempersembahkan korban, datanglah Samuel dan
menanyakan mengapa Saul berani mempersem bahkan korban yang
bukan menjadi tugasnya. Saul mernberi alasan bahwa karena
Samuel terlambat datang sedangkan rakyat mulai tercerai berai
Karena ketakutan, maka ia memberanikan diri mengambil alih tugas
Samuel mempersembahkan korban keselamatan dan korban
bakaran. Saul memberikan alibi dalam ayat 12: "maka pikirku :
Sebentar Iagi orang Fflistin akan menyerang aku di Gilgal
padahal aku belum memohonkan belas kasihan Tuhan; sebab
itu aku memberanikan diri,lalu mempersembahkan korban
bakaran."

Disini, Saul bertindak atas pikirannya sendiri berdasarkan keadaan
kritis yang sedang dialami umat Israel. Saul bertindak keliru karena
mengambil alih tugae Samuel untuk mempersem bahkan korban
bakaran dan korban keselamatan. Keadaan yang mendesak,
membuat Saul lebih mengikuti pikirannya sendiri yang dirasanya
benar daripada dengan sabar menanti kedatangan Samuel yang
terlambat datang. Sikap Saul ini, oleh Samuel dikritik karena keliru
bahkan mengakibatkan Saul kehllangantahtanya (lihat ayat 13-14).

PENERAPAN NAS ALKITAB
Kisah Saul dalam bacaan kita di ham‘ mlnggu ini hendak mengajak
kita untuk merenungkan beberapa hal penting dalam kehidupan
kita sebagai pengikut Kristus:
1. Perjalanan hidup kita cli zaman sekarang, bagaikan sebuah
peperangan atau pertempuran, dimana kita harus berjuang
menjalaninya. Pijakan kita dalam perjuangan hidup in?
sangat jeias yaitu : a. Kasih Allah daiam Yesus Kristus
yang ticlak pernah berubah clan b. Firman Allah yang berisi
janji pertolongan dan perintah-perintah-Nya.
Setiap erang pereaya perlu memahami pijakan yang menjadi
bekal dalam menjalani kehidupan yang penuh pergumulan clan
kesulitan in}. Oleh sebab itu,rnengalami kasihAllah clan menyim-
pannya clalam hati menjadi suatu keharusan. Danjuga sikap yang
selalu rindu untuk merenungkan firman Tuhan yang berisi janji
clan perlntah-perintah-Nya biarlah selalu menjadi kesenangan clan
kesukaan kita.
Kita perlu rnenyadari bahwa tidak ada hidup tanpa kesulitan
dan pergumulan. Masalah spiritual, masalah kebutuhan jasmani,
keutuhar: keluarga yang muiai luntur clan lain-lainya setiap saat
dapat saja menerpa kita. Dan kesadaran inl seharusnya rnenuntun
kita untuk senantiasa memohen pertolongan dan petunjuk Tuhan.
2. Sikap Saul yang lebih mengandalkan pikirannya sendiri
clari pada taat pada perlntah Allah, janganlah sampai kita
ulangi. Memang kita bisa beralibi seperti Saul : Keadaan
sudah darurat...harus ada langkah nyata untuk mengatasi-
nya sehingga Saul berani bertinclak mengambil alih tugas
Samuel untuk mempersembahkan korban.

Mernang di tengah-tengah kehiclupan modern yang sangat me-
ngagungkan pikiran clan akal manusia yang sangat maju, kita clapat
saja tergocla untuk lebih menomor satukan pikiran dan akal kita
dengan daya analisa yang menurut kita akurat dan bisa diper-
tanggung jawabkan. Kita lupa bahwa sebagai orang percaya, kita
perlu bertanya apakah yang kita lakukan berclasarkan akal plkiran
kita berkenan pada Tuhan atau tidak? Keadaan genting, kritfs clan
mendesak clapat mengaburkan kehenclak Tuhan clengan kehenclak
kita berdasarkan akal clan pikiran kita, yang ternyata akhirnyajustru
membawa petaka.

PESAN-PESAN UNTUK DILAKSANAKAN
Saat saya saudara beracia dalam situasi terjepit, terdesak dan
sangat kritis, hendakiah kita meiakukan pesawpesan firman Tuhan
sebagai berikut:
1. Tetap tenang dengan percaya pada pertolongan Tuhan. Untuk
itu kita harus fokus pada kasih Tuhan, fokus pada Firman Tuhan
yang befisi janji clanperintah-Nya. Bila kita hanya fokus pada
masalah dan kesulitan kita saja, maka kita akan kehilangan
pijakan yang kuat yaitu Yesus Kristus sumber keselamatan
dan pertoiongan kita.
2. Berhati-hatilah dengan piki ran dan aka! kita yang dapat membuat
kita melanggar perintah-perintah~Nya. Bawalah segala analisa-
analisa rasio kita pada terang firman Tuhan, agar kita tidak
keliru melangkah dengan mengutamakan dan mengandalkan
pikiran-pikiran sendiri dengan mengabaikanjanji dan perintah
Tuhan.
Selamat berjuang di dalam Tuhan Yesus.


SBU

HARI MINGGU XVIII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ.305 : 1,2 -Berdoa
JANGAN MENGANDALKAN PIKIRAN

1 Samuel 13:1-12
"maka
pikirku : Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal,
padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku
memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran." (ay.12)

Tahukah Saudara apa tindakan yang paling fatal yang dilakukan
oleh raja Saul dalam hiclupnya? Saul, raja pertama bangsa lsrael
yang diurapi sebagai pemimpin atas Israel. Seorang yang tadinya
memegang teguh komitmen untuk setia, percaya dan berserah
penuh serta mengandalkan Tuhan; Namun dalam keadaan terjepit
dan tertekan akibat dikepung tentara Filistin, raja Saul mengambil
keputusan dan tindakan sebaliknya, mengikutl pikiran dan jalannya
sendiri dengan rnempersembahkan korban bakaran (yang bukan
menjadi haknya)_ Akibatnya sangat fatal. la tidak dapat lagi menjadi
raja karena tindakannya yang bodoh ltu(ay.13 dst).

Sering terjadi, di tengah keadaan terhimpit, tertekan atau terjepit
berbagai persoalan kita cenderung mengandalkan diri, ego atau
pikiran kita itu yang merajai dan menguasai. Firman Tuhan hari ini
mengingatkan kita untuk tidak mengulangi pengalaman Saul yang
kehilangan segala berkat Tuhan karena keputusan dan tindakannya
yang bodoh itu.

Kita harus tetap percaya penuh bahwa Tuhan punya kuasa yang
lebih dari apapun, dan sanggup melepaskan kita dari tekanan dan
him pitan persoalan seberat apapun tepat pada waktu-Nya. la punya
rencana yang indah dan mulia bagi anak-anak-Nya. Jangan tergoda
untuk mencari pilihan dan alternatif lain karena tekanan, pergumul-
an hidup sehingga membuat hilangnya kesabaran kita untuk me-
nantikanjawaban-Nya dag mendistorsi kepercayaan kita kepada-
Nya.

KJ.305 ; 4
Doa : (Ya Tuhan, jangan biarkan kami dikuasai oleh pikiran kami
karena berbagai tekanan hidup)


HARI MINGGU XVIII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018
Renungan Malam
KJ.410 : 1 -Berdoa
TIDAK PATUH PADA PERINTAH TUHAN ADALAH PERBUATAN BODOH

1 Samuel 13:13-14
"Kata
Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh, Engkau tidak mengikuti
perintah Tuhan, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu...."

(ay.13)

Saya yakin, kita semua tidak senang, bahkan mungkin merasa
marah apabila ada yang mengatakan kita ini "bodoh", karena ung-
kapan ltu mengandung arti merendahkan bahkan menghina diri
kita.

Bahan Alkitab pagi ini, menceritakan teguran Samuel kepada
Saul yang telah melakukan kebodohan, karena tidak mengikuti atau
melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Kesalahan fatal Saul,
sehingga disebut bodoh aclalah, karena Saul melakukan sendiri
tindakan mempersembahkan korban bakaran yang seharusnya
menjadi tugas nabi Samuel. Saul dalam ayat 11b menyampaikan
alasannya, mengapa ia sendiri yang mepersembahkan korban
bakaran, yaitu umat Israel telah berserak-serak meninggalkan Saul,
seclangkan Samuel tidak juga muncul sesuai dengan waktu yang
telah disepakati.

Sebagai seorang raja yang dipilih oleh Allah, seharusnya Saul
menaati atau mengikuti hukum Allah dan menyadari bahwa kata-
kata nabi Samuel adalah perkataan Allah sendiri. Samuel telah
berkata kepada Saul agar menunggu, dan dia akan memberitahu-
kan kepada Saul apa yang harus dilakukan setelah dia datang
dan mempersembahkan korban( Psl.1O : 8). Namun karena Saul
panik dengan kenyataan bahwa rakyat sudah meninggalkannya,
ia mengabaikan perintah Samuel dan melakukan kehendaknya
sendiri. Perbuatan Saul ini disebut bodoh, karena mengakibatkan
hukuman Allah atasnya yaitu keduclukannya sebagai raja akan
berakhir (ay. 14)

l/lenjelang berakhirnya hari ini, kita dlajak untuk memeriksa
diri, apakah sepanjang pagi sampai malam ini, kita telah patuh dan
taat kepada kehendak Allah dalam situasi apapun. Jangan karena
keadaan memburuk dan kita terdesak, kita menjadi panik dan
kemuclian melakukan tindakan menurut pikiran dan kehendak kita
sencliri yang akhirnya melanggar perintah Allah. Semoga waktu yang
Tuhan berikan hari ini kita lalui dengan tidak melakukan kebodohan.

KJ.410 :2
Doa : (Ya Tuhan Yesus, ajar kami untuk mengikuti dan taat pada
perintah-Mu dalam kehidupan kami setiap hari)

Label:   1 Samuel 13:1-12 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 30 SEPTEMBER 2018 - JANGAN MENGANDALKAN PIKIRAN KITA - 1 Samuel 13:1-12 (SGDK) - HARI MINGGU XVIII SESUDAH PENTAKOSTA





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 1 OKTOBER 2018 - SADAR AKAN KETERBATASAN - 1 Samuel 13:19-22 - MINGGU XVIII SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 29 SEPTEMBER 2018 - SUAM-SUAM KUKU - Wahyu 3:14-22 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL