Save Page

Habakuk 1:16-17
1:16 Itulah sebabnya dipersembahkannya korban untuk pukatnya dan dibakarnya korban untuk payangnya; sebab oleh karena alat-alat itu pendapatannya mewah dan rezekinya berlimpah-limpah. 1:17 Sebab itukah ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa-bangsa dengan tidak kenal belas kasihan?

Penjelasan:



* Hab 1:16 - Itulah sebabnya dipersembahkannya kurban untuk pukatnya
Itulah sebabnya dipersembahkannya kurban untuk pukatnya. Barangkali ini tidak mengacu pada praktik sesungguhnya, walaupun orang Skitia dikatakan mempersembahkan kurban binatang kepada pedang sebagai penghormatan kepada dewa perang mereka. Yang dimaksudkan adalah bahwa bangsa Babel menganggap kehormatan ilahi berasal dari senjata-senjata mereka dan, ini berarti, dari diri mereka sendiri. Mereka lebih menyembah dan melayani makhluk ciptaan daripada menyembah sang Penciptanya.

Dengan 2:1, peringatan sang nabi berakhir. Bukan dengan skeptis ia mengajukan keluhannya kepada Tuhan, tetapi dengan iman, sebab dia sekarang siap menantikan Tuhan, dengan yakin bahwa jawaban akan datang. Pernyataan yang kadang kala dibuat bahwa Habakuk merupakan contoh pertama dalam Kitab Suci mengenai seorang peragu yang jujur adalah sama sekali tidak benar. Tidak ada hal dalam bahasa nubuatan itu yang memperlihatkan suatu elemen keraguan. Sesungguhnya, nubuatan itu berakhir dengan sebuah catatan mengenai iman yang mulia. Menghadapi masalah-masalah yang menghadang setiap orang yang percaya kepada satu Allah yang baik dan mahakuasa dan bertanya mengapa begini, atau bagaimana bisa begini, adalah satu hal tersendiri. Berbeda halnya dengan mempertanyakan kebaikan atau keadilan Ilahi, atau kehadiran Allah, hanya karena orang tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.


SBU



MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA
SENIN, 3 SEPTEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ.2 : 1 -Berdoa
PENGENALAN KITA AKAN TUHAN TIDAK SEMPURNA

Habakuk 1:12-15
Bukankah Engkau, ya TUHAN, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus?  (ay.12)

Kembali Habakuk rnempertanyakan keadilan Tuhan: "Bukankah
Engkau, ya Tuhan dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus?.... Mata-Mu
terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat meman-
dang kelaliman....". Kalimat ini menjelaskan kepada kita tentang
pengenalan Habakuk akan Tuhan. Tuhan yang dikenal Habakuk ada-
lah Tuhan yang Mahakudus, yang tidak dapat memandang kejahatan
dan kelaliman. Kejahatan dan kelaliman akan dihentikan-Nya, pelaku
kejahatan dan kelaliman akan dihukum dan dibinasakan. Pengenalan
akan Tuhan yang Mahakudus itulah yang membawa Habakuk datang
mengadukan pergumuiannya kepada Tuhan, agar Tuhan segera
rnenghentikan dan membinasakan para pelaku kejahatan dan ke-
laliman itu. Tetapi apa yang diharapkannya tidak terjadi. Justru yang
terjadi adalah kejahatan dan kelaliman semakin merajalela. Bahkan
Tuhan sendiri mendatangkan bangsa yang fasik, yang bertindak me-
nurut kehendaknya sendiri, mengail dan menangkap manusia dengan
pukatnya. Dan karena kemenangannya bangsa ini selalu menghunus
pedangnya dan membunuh bangsa-bangsa dengan tidak kenal
belas kasihan. Bangsa ini merasa diri hebat karena tidak ada yang
bisa mengalahkannya. Seharusnya Tuhan menghukum bangsa yang
lalim ini. Pertanyaan Habakuk adalah mengapa Tuhan memandangi
orang-orang yang berbuat hianat itu dan berdiam diri melihat orang
fasik meneian orang yang lebih benar. Pertanyaan ini adalah sebuah
protes dari Habakuk atas jalan keluar yang dilakukan Tuhan melawan
kejahatan dan kelaliman yang terjadi.

Kita juga seperti Habakuk. Ketika kita mengalami kejahatan dan
ketidakadilan, kita berdoa agar Tuhan menghukum mereka dan me-
negakkan keadilan bagi kita. Tetapi Tuhan tidak segera menghukum
mereka atau bahkan sama sekali Tuhan tidak menghukum mereka.
Lalu kita bertanya mengapa Tuhan tidak menghukum mereka, dan
membiarkan kejahatan dan ketidakadilan semakin merajalela. Di sini
kita disadarkan bahwa Tuhan memiliki cara sendiri di dalam me-
nangani dan menyelesaikan pelaku kejahatan dan ketidakadilan. Cara
Tuhan itu kadang bertentangan dengan apa yang kita pikirkan. lni
menunjukkan bahwa pengenalan kita akan Tuhan sangat terbatas,
tidak sempurna. Mari beiajar terus mengenal Tuhan dan semua
pekerjaan-Nya agar kita rnenerima dengan syukur segala pekerjaan
Tuhan menegakkan keadilan dan kebenaran di bumi ini.

KJ.2 : 4
Doa : (Pengenalan kami akan Engkau ya Tuhan sangatlah terbatas, karena itu kami mau belajar terus mengenal Engkau di dalam keadi|anMu)




MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA
SENIN, 3 SEPTEMBER 2018
6Q�nz/ngan Oi/Grimm
J‘GB.39 : 1 -Berdoa
KEKUATAN SEND|Rl DIJADIKAN TUHAN
Habakuk1 :16 - 17
ltulah sebabnya dipersembahkannya korban untuk pukatnyam, (ay.16)
Setiap orang yang merasa dirinya hebat, kuat, kaya melebihi
dari siapapun, biasanya jatuh ke dalam sikap sombong dan me-
renclahkan orang lain. Karena itu, sikap yang ditampilkan adalah
merendahkan orang lain, berbuat semena-mena ke-pada orang lain,
tidak peduli dengan harga diri sesamanya.

Bangsa Babel ini adalah bangsa yang kuat, yang rnenguasai
dunia pada zamannya. la aclalah kekuatan yang muncul sesudah
Asyur. Kekuatan pemerintahannya dan kekuatan pasukan perang-
nya sangat tarkanal, membuat bangsa-bangsa takut. lvlereka tidak
pernah puas dengan wilayah yang mereka miliki clan berusaha
memperluasnya. Dengan pasukan perangnya, mereka datang dari
satu negeri ke negeri yang lain, menyerbu, membunuh, menjarany
dan kemungkinan besar memperkosa para perempuan dari bangaa
taklukan dan menghancurkan kota-kotanya. Bangsa ini sennakin
kuat, semakin kayadan semakin luas wilayahnya. Pasukan perang-
nya selalu rnanghasilkan kemenangan demi kemanangan. Keme-
nangan ini membuat meraka semakin haus berperang menaklukkan
bangsa-bangsa iainnya. Karena kesukaesan pasukan perang ini,
maka kekuatan pasukannya rnanjadi tuhan ma-reka. Mereka me-
ngagung-agungkan, memuji dan mernuliakan kakuatannya. Mereka
jatuh ke dalam kesombongan, marasa diri paling hebat dan paling
mulia di dunia ini. Mereka lupa bahwa masih ada Tuhan Allan yang
l/lahakuasa, Penguasa langit dan bumi termasuk penguasa atas Babel
yang kuat itu.

Kesuksesan demi kesuksesan yang kita dapat di dalam hidup,
jikalau tidak kita hayati dengan rasa syukur, bisa membuat kita
jatuh ke dalarn kesombongan; merasa diri paling hebat, paling
kuat, paling pintar, paling sernuanya. Hati-hatilah, agar kita tidak
menjadikan kekuatan dan kahebatan kita sebagai tuhan bagi kita.
Kalau sudah demikian, kita akan muclah jatuh ke dalam tindakan
kekerasan dan ketidakadilan. Kita memandang rendah, dan nina
orang lain, lalu kita memperlakukannya sesuka hati kita. Hati yang
bersyukur atas kesuksesan yang kita dapatakan membawa kita
pada sikap rendah hati. Pengakuan keluar dari mulut kita bahwa
bukan karena kakuatanku, tetapi karena Tuhan. Syukur kepada
Tuhan juga membawa kita p
ada sikap menghargai sesama.

GB.39 : 2
Doa : (lngatkan kami selalu ya Tuhan agar merendahkan diri kami
dan mengandalkan Engkau di dalam kehidupan ini).

Label:   Habakuk 1:16-17 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 3 SEPTEMBER 2018 - KEKUATAN SEND|Rl DIJADIKAN TUHAN - Habakuk 1:16-17 - MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 4 SEPTEMBER 2018 - SINDIRAN PELAKU KETIDAKADILAN - Habakuk 2:6-8 - MINGGU XIV SES. PENTAKOSTA

PREV:
MINGGU, 2 SEPTEMBER 2018 - KETIKA HUKUM DAN KEADILAN MENJADI MANDUL - Habakuk 1:1-4 - HARI MINGGU XIV SESUDAH PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL