Save Page
Roma 16:3-16
16:3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. 16:4 Mereka telah mempertaruh
kan
nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima
kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. 16:5 Salam juga kepada
jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi,
yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus. 16:6 Salam
kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu. 16:7 Salam kepada
Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah
dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang
di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku. 16:8
Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. 16:9 Salam kepada
Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis,
yang kukasihi. 16:10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam
Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus. 16:11
Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang
termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan. 16:12 Salam kepada
Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan
Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting
tulang dalam pelayanan Tuhan. 16:13 Salam kepada Rufus, orang pilihan
dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu. 16:14
Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan
saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka. 16:15 Salam kepada
Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan
juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka. 16:16
Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua
jemaat Kristus.


Penjelasan:

* Rm 16:3
Paulus
mulai dengan menyebutkan dua sahabatnya yang paling akrab - Priska dan
Akwila. Sejak Paulus bertemu dengan mereka di Korintus dalam perjalanan
pemberitaan Injil yang kedua, mereka giat bekerja dalam melayani Allah
(lih. Kis. 18:2, 18, 26; Rm. 16:3; 4; I Kor. 16:19; II Tim. 4:19).

* Rm 16:4 - a
Hanya
bagaimana mereka mempertaruhkan nyawa mereka untuk hidup Paulus tidak
diuraikan oleh Paulus. Tetapi kenyataan bahwa bukan hanya Paulus, tetapi
juga semua jemaat bukan Yahudi berterima kasih kepada mereka
menunjukkan luasnya usaha mereka bagi Kristus. 5a. Paulus memberikan
salam kepada jemaat di rumah mereka. Ini menunjukkan bahwa semangat dua
orang ini bagi Kristus tidak berbeda di manapun mereka berada. Jemaat
yang berkumpul di dalam suatu rumah tangga mungkin juga dapat dijumpai
dalam 16:10, 11, 14, 15. Apabila hal ini benar. maka disebutnya lima
rumah tangga tempat jemaat berkumpul menunjukkan bahwa orang-orang
Kristen di Roma merupakan anggota dari kelompok-kelompok kecil dan bukan
sebuah sidang jemaat yang besar.

* Rm 16:13 - Rufus orang pilihan dalam Tuhan
Karena
orang yang terpilih dapat dianggap sebagai orang yang terkemuka, maka
Rufus orang pilihan dalam Tuhan dapat juga diterjemahkan sebagai: Rufus
orang Kristen yang terkemuka (Arndt, eklektos, 2, hlm. 242).

* Rm 16:16 - bersalam-salaman ... dengan cium kudus
Perintah
agar mereka selalu bersalam-salaman ... dengan cium kudus (bdg. I Kor.
16:20; II Kor. 13:12, I Tes. 5:26) atau dengan cium kasih (I Ptr. 5:14)
menunjukkan bahwa persekutuan kristiani yang hangat merupakan ciri khas
gereja ketika itu. Tanda apa pun yang di dalam kebudayaan modem
mengungkapkan rasa kasih kristiani yang mendalam satu terhadap yang lain
cium di pipi, jabatan tangan yang hangat, atau cara yang lain -
merupakan ungkapan yang sama dengan perintah sang rasul.

* Pujian dan Salam Kerasulan (Roma 16:1-16)

   
Salam semacam ini memang lazim ditemui dalam surat-surat di antara
sesama teman. Namun, melalui ungkapannya yang sedap didengar, Paulus
menguduskan kata-kata yang lazim ini.
        I. Di sini kita melihat
pujian terhadap seorang teman yang (menurut pendapat beberapa orang)
membawa surat ini, yakni Febe (ay. 12). Sepertinya perempuan ini orang
yang hebat dan berada, yang karena punya usaha maka ia perlu pergi ke
Roma, tempat yang masih asing baginya. Oleh sebab itu Paulus
memperkenalkan dia dengan pujian kepada orang-orang Kristen di situ,
sebagai ungkapan persahabatannya yang sejati dengan Febe. Sama seperti
kebanyakan pria, Paulus piawai dalam hal memohon bantuan terhadap orang
lain. Apabila dijalankan dengan benar, agama yang sejati tidak akan
pernah membuat seorang lelaki bertindak tidak sopan. Sopan santun dan
Kekristenan berjalan seiring dengan baik. Bukanlah sebagai pujian kepada
Febe, melainkan sebagai ungkapan ketulusanlah, sehingga
            1. Paulus menggambarkan dia dengan sifat-sifat yang sangat baik.
               
(1) Sebagai saudara perempuan bagi Paulus: Febe, saudari kita. Bukan
karena alasan jasmani, melainkan karena kemurahan hati. Bukan karena
pertalian darah, melainkan karena sikap Kekristenan yang murni. Febe
disebut saudari seimannya dalam Kristus, yang mengasihi Paulus dan
dikasihi olehnya dengan kasih rohani yang murni dan suci terhadap
seorang saudari. Sebab di dalam Kristus semuanya satu, tidak ada
perbedaan di antara laki-laki ataupun perempuan (Gal. 3:28). Baik
Kristus maupun rasul-rasul-Nya mempunyai beberapa sahabat dekat di
antara kaum perempuan yang takut akan Allah (dan oleh sebab itu disebut
terhormat).
                (2) Sebagai orang yang melayani jemaat di
Kengkrea: diakonon, seorang pelayan yang ditugaskan dan ditetapkan,
tidak untuk berkhotbah (sesuatu yang terlarang bagi kaum perempuan waktu
itu), tetapi untuk melakukan pekerjaan amal dan kemurahan hati. Ada
yang berpendapat bahwa Febe adalah salah seorang janda yang melayani
orang-orang sakit dan termasuk dalam bilangan jemaat gereja (1Tim. 5:9).
Namun, janda-janda itu sudah tua dan miskin, sedangkan Febe sepertinya
cukup berada. Meskipun demikian, bukan merupakan penghinaan baginya
untuk menjadi pelayan gereja. Boleh jadi mereka sering berkumpul di
rumahnya, dan dialah yang mengurus keperluan para hamba Tuhan, terutama
tamu-tamu asing. Setiap orang harus berupaya melayani gereja sesuai
tugasnya, sebab dengan demikian dia juga melayani Kristus, dan upahnya
akan diperhitungkan pada suatu hari nanti. Kengkrea adalah sebuah kota
pelabuhan kecil yang bertetangga dengan Korintus, sekitar dua setengah
kilometer jauhnya dari situ. Ada yang berpendapat bahwa di sana ada
jemaat yang lain dari jemaat di Korintus. Meskipun demikian karena
letaknya begitu berdekatan, besar kemungkinan bahwa gereja di Korintus
disebut jemaat di Kengkrea karena tempat pertemuan mereka mungkin
diadakan di sana mengingat perlawanan sengit yang dilancarkan kepada
mereka di kota (Kis. 18:12). Sama halnya dengan jemaat Filipi yang
mengadakan pertemuan di luar kota dekat pantai (Kis. 16:13). Demikian
pula gereja reformasi di Paris bisa disebut jemaat Charenton, tempat
mereka dahulu bertemu di luar kota.
                (3) Sebagai orang
yang memberikan bantuan kepada banyak orang, terutama kepada Paulus
(ay. 2). Febe telah menolong banyak orang yang kekurangan dan mengalami
kesusahan. Ini adalah teladan yang pantas ditiru oleh para perempuan
yang juga memiliki kemampuan seperti dia. Dia baik hati kepada
orang-orang yang membutuhkan pertolongan, dan hal ini tersirat melalui
bantuan yang diberikannya kepada mereka. Kekayaannya pasti berlimpah,
sebab dia mampu membantu orang banyak. Amatilah rasa terima kasih Paulus
saat menyebutkan kebaikan hati Febe terhadap dirinya: juga kepadaku
sendiri. Penghargaan terhadap kebaikan hati seseorang adalah ungkapan
balas budi terkecil yang bisa kita tunjukkan. Demi kehormatannyalah
Paulus mencatat hal ini, karena di mana pun surat ini dibaca, kebaikan
hatinya terhadap Paulus disebutkan demi mengingat dia.
            2.
Paulus memperkenalkan dia supaya jemaat memperlakukan dia dengan baik,
sebagai seseorang yang pantas diperhatikan dengan hormat khusus.
               
(1) "Supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan. Sambutlah dia. Terimalah
dia dengan senang hati." Surat keterangan yang ditulis sendiri oleh
Paulus ini mau tidak mau akan membuka jalan bagi Febe untuk disambut
oleh jemaat Kristen di mana saja. "Supaya kamu menyambut dia dalam
Tuhan." Artinya, "Demi kepentingan Tuhan, terimalah dia sebagai pelayan
dan sahabat Kristus." Sambutlah sebagaimana seharusnya bagi orang-orang
kudus yang mengasihi Kristus, dan oleh karena itu mengasihi semua orang
kepu nyaan-Nya demi kepentingan-Nya. Atau, diterima sebagaimana
seharusnya bagi orang-orang kudus, dengan penuh kasih, hormat, dan kasih
sayang murni. Adakalanya kita memperoleh peluang untuk meningkatkan
perhatian kita terhadap sahabat-sahabat kita, tidak saja demi
kepentingan kita sendiri, tetapi demi kepentingan orang lain juga,
karena memperhatikan kepentingan bisa menjadi pahala di tangan orang
yang berbuat baik.
                (2) Berikanlah kepadanya bantuan
bila diperlukannya. Entah bantuan dalam usaha di bidang perdagangan
ataupun di bidang hukum, hal itu tidaklah penting. Namun, sebagai
seorang perempuan di tempat asing dan sebagai orang Kristen, dia
membutuhkan bantuan, dan Paulus meminta mereka untuk membantunya. Sudah
sepantasnya orang-orang Kristen saling membantu sesamanya dalam
menghadapi segala urusan, terutama membantu mereka yang merupakan
pendatang asing di suatu tempat. Sebab kita adalah anggota satu tubuh
dan kita tahu bahwa kita pun membutuhkan bantuan suatu saat nanti.
Amatilah, Paulus memintakan bantuan bagi orang yang sudah membantu orang
banyak. Orang yang memberikan air juga akan menerima air.
       
II. Di sini terdapat penghargaan yang ditujukan kepada beberapa sahabat
tertentu di antara mereka, kepada siapa Paulus menulis surat, bahkan
lebih banyak daripada dalam surat-surat yang lain. Meskipun setiap
harinya Paulus disibukkan dengan urusan semua jemaat di mana-mana,
hingga mampu membuat pusing siapa pun, dia tetap tidak lupa untuk
mengingat begitu banyak orang. Hatinya begitu dipenuhi dengan kasih dan
kasih sayang hingga ia mengirimkan salam kepada masing-masing mereka,
lengkap dengan sifat-sifat mereka serta ungkapan kasih dan perhatian
bagi mereka. Sampaikan salam kepada mereka, salam untuk mereka. Istilah
yang sama yang digunakan adalah aspasasthe. "Biarlah mereka tahu bahwa
aku mengingat mereka, mengasihi mereka, dan mengharapkan yang baik bagi
mereka." Ada sesuatu yang bisa disimak dalam beberapa salam yang
disampaikannya itu.
            1. Perihal Akwila dan Priskila,
pasangan yang terkenal dan disukai oleh Paulus. Mereka berasal dari
Roma, tetapi diusir dari situ berdasarkan maklumat Klaudius (Kis. 18:2).
Di Korintus, Paulus berkenalan dengan mereka dan bekerja sama dengan
keduanya dalam usaha membuat tenda. Beberapa waktu kemudian, ketika
maklumat itu dicabut, mereka kembali ke Roma, dan ke sanalah Paulus
sekarang mengirimkan suratnya. Dia menyebut mereka teman-teman sekerjaku
dalam Kristus Yesus, di mana mereka bekerja sama dengan dia dengan
mengajar orang lain secara pribadi dan turut memajukan keberhasilan
pemberitaan Paulus. Kita bisa mendapati salah satu contoh ketika mereka
memberikan petunjuk kepada Apolos (Kis. 18:26). Orang-orang yang memberi
diri dalam keluarga dan lingkungan mereka untuk berbuat baik kepada
orang lain adalah teman sekerja bagi para pelayan Tuhan yang setia.
Terlebih lagi, mereka tidak saja berbuat banyak, tetapi juga berani
menghadapi bahaya besar bagi Paulus. Mereka telah mempertaruhkan
nyawanya untuk hidupku. Mereka menghadapi bahaya demi melindungi Paulus,
membahayakan nyawa sendiri demi menyelamatkan nyawanya. Mereka pikir
lebih baik mereka yang menjadi korban daripada Paulus. Di Korintus,
Paulus menghadapi bahaya besar sementara ia tinggal beberapa waktu
dengan mereka. Namun, mereka memberikan tumpangan kepadanya, meskipun
dengan demikian mereka menjadi sasaran amarah orang banyak (Kis. 18:12,
17). Sebenarnya kejadian ini sudah terjadi cukup lama beberapa waktu
lalu, namun Paulus membicarakannya dengan penuh perasaan seolah-olah hal
itu baru terjadi kemarin. Kepada mereka (katanya) bukan aku saja yang
berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. Jemaat semua
berutang budi kepada kedua orang baik ini karena telah membantu
menyelamatkan nyawa orang yang adalah rasul bagi orang-orang bukan
Yahudi. Paulus menyebutkan hal ini untuk mengajak orang-orang Kristen di
Roma supaya mereka lebih berbaik hati lagi terhadap Akwila dan
Priskila. Dia juga mengirimkan salam serupa kepada jemaat di rumah
mereka (ay. 5). Sepertinya, pada masa itu mengumpulkan jemaat di sebuah
rumah tidaklah seburuk seperti anggapan beberapa orang. Boleh jadi ada
kumpulan orang Kristen yang biasa bertemu di rumah mereka pada
waktu-waktu yang telah ditentukan. Maka tidak diragukan lagi bahwa sama
seperti rumah Obed-Edom, rumah itu diberkati, diberkati demi kepentingan
tabut perjanjian. Ada pula yang berpendapat bahwa jemaat itu sungguh
dari keluarga yang beribadah, saleh, dan diatur dengan baik, yang
memelihara ibadah kepada Allah. Agama yang memerintah sepenuhnya dalam
sebuah keluarga, akan mengubah sebuah rumah menjadi gereja. Tidak
diragukan lagi bahwa iman mereka ini menanamkan pengaruh yang baik
hingga Priskila sebagai istri yang baik dalam keluarga itu begitu
bersungguh-sungguh dan giat dalam menghayati ibadahnya. Begitu
bersungguh-sungguh sehingga namanya sering kali disebut terlebih dahulu.
Seorang perempuan saleh yang mengurus rumah tangganya dengan baik, akan
sangat berpengaruh dalam peningkatan iman keluarganya. Ketika Priskila
dan Akwila berada di Efesus meskipun hanya untuk beberapa waktu, mereka
juga mengadakan kebaktian di rumah mereka (1Kor. 16:19). Orang yang
benar-benar saleh akan senantiasa memelihara imannya ke mana pun dia
pergi. Ketika memindahkan tendanya, Abraham membuat mezbah baru (Kej.
13:18).
            2. Perihal Epenetus (ay. 5). Paulus menyebut dia
saudara yang kukasihi. Jika hukum kasih ada di dalam hati, maka hukum
kebaikan hati ada di lidah. Tutur kata yang menyenangkan sudah
seharusnya digunakan di antara orang-orang Kristen untuk mengutarakan
dan berbagi kasih. Oleh sebab itu Paulus menyebut Ampliatus yang
kukasihi dalam Tuhan, dengan kasih kristiani demi kepentingan Kristus.
Dia menyebut Stakhis yang kukasihi. Ini sungguh suatu tanda bahwa Paulus
pernah mengunjungi langit ketiga, yaitu bahwa dia begitu penuh dengan
kasih. Selanjutnya dikatakan bahwa Epenetus adalah buah pertama dari
daerah Asia untuk Kristus. Bukan sekadar salah satu orang percaya yang
paling bersungguh-sungguh di negeri itu, melainkan juga salah satu orang
yang pertama bertobat dan percaya kepada Kristus. Dialah yang
diserahkan Paulus kepada Allah sebagai buah pertama dari pelayanannya di
sana. Ini menjadi suatu tanda akan adanya sebuah hasil panen yang
besar, sebab di Korintus, ibu kota Asia, terdapat banyak umat Allah
(Kis. 18:10). Rasa hormat yang khusus patut diberikan kepada orang-orang
yang berangkat bekerja di pagi hari untuk bekerja di kebun anggur pada
jam pertama.Stefanus dan keluarganya juga disebut sebagai orang-orang
yang pertama-tama bertobat di Akhaya(1Kor. 16:15). Boleh jadi Epenetus
termasuk salah satu anggota keluarga itu, atau setidaknya dia merupakan
salah satu dari ketiga orang pertama. Bukan sekadar yang pertama,
melainkan salah satu dari kelompok orang Kristen pertama yang dihasilkan
di kawasan Akhaya.
            3. Perihal Maria dan beberapa tokoh
lain yang tekun berbuat baik, yakni orang-orang Kristen yang rajin:
Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu. Kasih yang sejati tidak
pernah menolak kerja keras tetapi justru senang melakukannya. Di mana
terdapat banyak kasih, di situ terdapat banyak kerja keras. Ada yang
berpendapat bahwa Maria yang satu ini juga berada di beberapa tempat
bersama Paulus meskipun sekarang Paulus sudah pindah ke Roma, dan secara
pribadi bekerja melayani Paulus. Ada pula yang berpendapat, Paulus
menyebutkan bahwa Maria telah bekerja keras untuknya karena perempuan
itu telah melakukannya bagi sahabat-sahabat dan rekan-rekan sekerjanya,
dan menganggap hal itu sebagai dilakukan terhadap dirinya sendiri.
Paulus menyebut Trifena dan Trifosa sebagai dua perempuan yang sangat
berguna di tempat mereka, bahwa mereka membanting tulang dalam pelayanan
Tuhan (ay. 12). Dia juga menyebut Persis yang dikasihinya, seorang
perempuan lain yang juga baik hati dan bekerja keras bagi Tuhan, bahkan
lebih dari orang-orang lain, melimpah dalam pelayanan bagi Tuhan.
           
4. Perihal Andronikus dan Yunias (ay. 7). Ada yang beranggapan bahwa
kedua orang ini adalah suami istri, dan ini mungkin ada benarnya.
Menilik nama yang disebut belakangan, lebih besar kemungkinan ini
daripada bahwa keduanya adalah laki-laki, seperti sementara orang, dan
bersaudara. Amatilah,
                (1) Mereka berdua adalah
saudara-saudara sebangsa Paulus, atau saudara sepupunya, sama seperti
Herodion (ay. 11). Agama tidak mengambil tetapi justru meluruskan,
menguduskan, dan meningkatkan rasa hormat kita kepada sanak keluarga
kita, mengajak kita untuk memberi diri demi kebaikan mereka, dan untuk
semakin bersukacita di atas mereka ketika mendapati mereka ada hubungan
dengan Kristus karena iman. Mereka pernah menjadi rekan Paulus dalam
penjara. Kebersamaan dalam penderitaan adakalanya sangat berpengaruh
bagi bersatunya jiwa-jiwa dan terjalinnya kasih sayang. Di dalam Kisah
Para Rasul kita tidak mendapati catatan tentang pemenjaraan Paulus
sebelum dia menulis surat ini, selain di Filipi (Kis. 16:23). Namun,
Paulus sudah lebih sering di dalam penjara (2Kor. 11:23). Sepertinya, di
dalam beberapa penjara dia telah bertemu dengan Andronikus dan Yunias,
rekan-rekan sepenanggungan dalam hal-hal lain dan juga dalam penderitaan
bagi Kristus dan dalam memikul kuk-Nya.
                (3) Keduanya
adalah orang-orang yang terpandang di antara para rasul. Alasannya
mungkin bukan karena mereka merupakan orang-orang yang terpandang di
dunia melainkan lebih karena mereka menonjol dalam hal pengetahuan,
karunia-karunia dan anugerah, yang membuat mereka terkenal di antara
para rasul, yang merupakan orang-orang yang cakap dalam menilai hal-hal
tersebut dan yang dikaruniai dengan roh yang mampu membedakan bukan saja
ketulusan, tetapi juga keunggulan sebagai orang Kristen.
               
(4) Mereka telah menjadi Kristen sebelum aku, yaitu telah bertobat dan
percaya kepada Kristus lebih dulu daripada aku. Pada waktunya, mereka
telah mendahului Paulus meskipun dia bertobat setahun sesudah Kristus
naik ke sorga. Betapa siapnya Paulus mengakui orang lain lebih baik
daripada dia!
            5. Perihal Apeles, yang di sini dikatakan
telah tahan uji dalam Kristus (ay. 10), suatu tabiat yang sangat
terpuji! Dia adalah orang yang terkenal tulus dan setia dalam ibadahnya,
orang yang telah tahan uji. Para sahabat dan musuhnya telah menguji
dia, dan dia keluar bagaikan emas. Dia tahan uji di bidang pengetahuan
dan penilaian, teruji dalam keberanian dan keteguhan. Seseorang yang
bisa dipercaya dan diandalkan.
            6. Perihal Aristobulus dan
Narkisus. Isi rumah mereka dicatat di sini (ay. 10-11). Isi rumah
mereka yang ada dalam Tuhan (ay. 11) adalah orang-orang Kristen. Betapa
cermatnya Paulus sehingga mengirimkan salam kepada semua orang yang
dikenalnya tanpa kecuali! Ada yang berpendapat bahwa Aristobulus dan
Narkisus sendiri tidak berada di Roma atau belum lama meninggal. Ada
juga yang beranggapan bahwa keduanya bukanlah orang percaya dan tidak
memeluk agama Kristen, begitulah menurut Pareus. Ada pula yang
berpendapat bahwa Narkisus adalah orang yang sama yang namanya sering
disebut-sebut semasa Klaudius masih hidup, sebagai seorang kaya raya
yang mempunyai keluarga besar tetapi sangat jahat dan keji. Jadi
sepertinya ada juga sejumlah pelayan atau bujang yang baik, bahkan di
dalam keluarga orang yang jahat sekalipun, dan ini merupakan hal yang
lazim (1Tim. 6:1, bdk. ay. 2). Pelayan yang miskin justru dipanggil,
dipilih, dan setia, sementara tuan mereka yang kaya dilewatkan dan
dibiarkan binasa dalam ketidakpercayaannya. Biarlah hal itu terjadi, ya
Bapa, karena itu baik dalam pemandangan-Mu.
            7. Perihal
Rufus (ay. 13), orang pilihan dalam Tuhan. Dia seorang Kristen pilihan
dengan talenta serta anugerah yang menunjukkan bahwa dia selamanya
dipilih dalam Yesus Kristus. Dia termasuk orang yang sangat jarang
ditemui dalam hal ketulusan hati dan kekudusan. Dan salam kepada ibunya,
yang bagiku adalah juga ibu. Ibunya secara jasmani dan ibuku melalui
kasih kristiani dan kasih sayang rohani. Ini sama halnya seperti Paulus
menyebut Febe saudarinya, dan mengajar Timotius untuk memperlakukan para
perempuan lanjut usia sebagai ibunya (1Tim. 5:2). Perempuan yang baik
ini sudah beberapa kali menjadi seperti ibu bagi Paulus, baik dalam
mengurus maupun dalam menghibur dia. Dengan rasa syukur Paulus mengakui
hal ini dan menyebut perempuan itu ibunya.
            8. Perihal
orang-orang yang lain, bisa dilihat bahwa Paulus mengirimkan salam
kepada saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka (ay. 14), dan
segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka (ay. 15). Bersama
mereka dalam hubungan kekeluargaan dan di dalam persekutuan jemaat
Kristen. Sungguh merupakan hal yang berharga bagi orang-orang kudus
untuk bisa berada bersama. Oleh karena itu Paulus mempersatukan mereka
dalam salam-salamnya supaya mereka saling menyayangi. Supaya tidak ada
seorang pun yang merasa sedih seolah-olah Paulus telah melupakan mereka,
dia mengakhiri suratnya dengan merangkum yang lain juga sebagai saudara
dan orang-orang kudus, meskipun nama mereka tidak disebut. Di dalam
jemaat Kristen, sebaiknya ada persekutuan-persekutuan lebih kecil yang
dipersatukan dalam kasih dan keakraban, serta sering mencari kesempatan
untuk berkumpul. Di antara semua orang yang diberi salam oleh Paulus,
tidak disebutkan sedikit pun tentang Petrus. Hal ini bisa dijadikan
anggapan bahwa dia bukanlah uskup Roma ketika itu, seperti yang dianggap
sebagian orang. Sebab seandainya dia memang uskup Roma pada waktu itu,
mau tidak mau kita bisa beranggapan bahwa dia tinggal di kota itu. Atau
setidaknya, bagaimana mungkin Paulus bisa menulis surat sepanjang itu
kepada orang-orang Kristen di sana, tanpa menyebut nama Petrus sama
sekali?Terakhir, Paulus menutup suratnya dengan anjuran agar mereka
saling mengasihi dan memeluk satu sama lain. Bersalam-salamlah kamu
dengan cium kudus. Sama seperti bersalam-salaman mengungkapkan kasih,
demikian juga hal itu meningkatkan dan menguatkannya, serta membuat
orang Kristen saling menyayangi. Itulah sebabnya Paulus di sini
mendorong mereka melakukannya. Dia hanya memberi petunjuk agar semua itu
dilakukan dengan kekudusan, yaitu cium kudus, kebalikan dari ciuman
asusila yang penuh nafsu berahi. Ciuman yang tulus, kebalikan dari
ciuman yang berkhianat dan tersembunyi seperti ciuman Yudas ketika dia
mengkhianati Kristus dengan sebuah ciuman. Dalam penutupnya, Paulus
menambahkan salam secara umum bagi mereka semua atas nama jemaat-jemaat
Kristus (ay. 16): "Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus, yakni
jemaat-jemaat yang bersamaku dan biasa kukunjungi. Sebagai jemaat yang
bersatu dalam Kekristenan secara umum, mereka ingin supaya aku
menyaksikan kasih sayang mereka terhadap kamu dan menyampaikan salam dan
harapan baik kepada kamu." Ini adalah salah satu cara untuk memelihara
persatuan di antara orang-orang kudus.


SBU

MINGGU XV SES. PENTAKOSTA
JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ.462 : 1,2 -Berdoa
PERBUATAN BAIK DAN BOOMERANG

Roma 16:1-2
"Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita...." (ay.1)

Boomerang adalah senjata lempar khas suku Aborigin dari
Australia yang digunakan untuk berburu. Salah seorang anggota
komunitas pencinta boomerang berkata, " Inilah asyiknya berma-
in boomerang. Anda Iempar sejauh apa pun, boomerang akan
datang kembali kepada sang pelempar." Rahasia mengapa boo-
merang dapat kembali kepada si pelempar ada pada salah satu
sayapnya yang memang dibuat berbeda dari pasangannya. Ba-
gian atas sayapnya dibuat melengkung menunjuk kearah angin
dan satunya Iagi melengkung dengan arah berlawanan. Inilah yang
menyebabkan boomerang bisa kembali.

Terlepas dari rahasia tersebut, kegiatan melem par boomerang,
melepaskannya dari genggaman, melihatnya membuat sebuah
bentuk Iintasan di Iangit, hingga kemudian kembali menangkap-
nya, semua itu bagaikan suatu perbuatan baik yang jika kita berikanl
lakukan dengan baik, akan berdampak bagi pihak yang kita beri,
dan tentu saja akan kembali juga bagi kita yang telah memberikan-
nya.

Persis seperti itu, dialami oleh seorang perempuan bernama
Febe, sahabat Paulus yang melayani jemaat di Kengkrea. Febe
adalah seorang pelayan yang murah hati, suka menolong siapa
saja. Pelayanannya sudah teruji di mana Pauius sendiri turut me-
rasakan pelayanan Febe bagi dirinya. Pada suatu waktu tam-
paknya Febe membutuhkan bantuan Paulus untuk berinteraksi
dengan jemaat Roma, Paulus dengan gembira merekomendasi-
kan Febe kepada mereka. Dengan perbuatan baik dan pelayanan
tulus yang selama ini dilakukan Febe, pada akhirnya berbuah baik
bagi dirinya sendiri. "J/ka kita meneruskan kebaikan yang kita
terima dari seseorang kepada yang lain, rantai kebaikan itu akan
terangkai menjadi kalung yang indah di mata Tuhan. "

KJ.462:3,4
Doa : (Ya Tuhan, buatlah hidup kami menjadi surat Kristus yang dapat dibaca oleh semua orang, dan memuliakan nama-Mu)



MINGGU XV SES. PENTAKOSTA
JUM‘AT, 14 SEPTEMBER 2018
Renungan Malam
KJ.378 : 1 -Berdoa
UCAPAN SALAM SEBAGAI TANDA BERKAT

Roma 16 : 3 - 16
"Bersalam-salamanlah kamu dengan cium kudus." (ay.16)
Sangat disayangkan kata "Salam" atau "Damai" sudah agak
merosot artinya. Salam diartikan orang sebagai tabik,misa|nya
dalam ucapan "kirim salam". Kalau orang mengatakan bersa|am-
an artinya hanya berjabat tangan. Kata salam atau damai pun di-
artikan hanya sebagai keadaan tidak ada perang. Padahal mak-
sud sebenarnya adalah jauh lebih luas dan dalam. Latar belakang
kata salarn atau damai di Alkitab dari kata Ibrani: syalom. Arti
kata syalom dapat dilihat dari beberapa contoh berikut. Syalom
berarti keutuhan, jika suatu bangsa berada dalam persatuan, tak
terpecah. Jika ada dua orang bertengkar lalu memutuskan unfuk
memulihkan kembali hubungan mereka, maka diantara dua orang
tersebut terdapat syalom dalam arti selaras. Jika suatu perjalanan
terhindar dari celaka, maka kita katakan mendapat syalom dalam
arti selamat. Ti ap kali Alkitab berkata tentang syalom dapat berarti:
utuh, selaras, berkat, selamat, bahagia, sehat, tertib, semua berada
dan berfungsi sebagaimana seharusnya.

Dengan gambaran itu kita rnemahami Paulus menyapa setiap
sosok yang pernah hadir dalam hidupnya sambil memberi kete-
rangan apa yang telah dilakukan, dialami, dan dirasakan oleh dia
saat berinteraksi dengan tiap sosok yang disapa. Rasanya Pau-
Ius hendak memberkati dan rnernberi penghargaan pada mereka
dengan berkata,"ka|ian semua begitu berarti dalam pelayananku,
diberkatiiah kiranya hidup kalian oleh semua perbuatan baik itu."
Ada 18 kata salam dilontarkan Paulus. Itu berarti ada 18 ucapan
berkat yang diterima oleh orang-orang be-rhati baik yang menopang
pelayanannya. Buah pelayanan Paulus sampai pada kita hingga
kita pun mendapat bagian pengenalan akan Kristus Yesus.

KJ.378:2
Doa : (Tak pernah putus berkat dan kasih-Mu ya Tuhan. Ajarlah kami
meneruskan berkat itu kepada siapa saja yang kami temui setiap hari)

Label:   Roma 16:3-16 



Khotbah Ibadah GPIB 2018

Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 14 SEPTEMBER 2018 - UCAPAN SALAM SEBAGAI TANDA BERKAT - Roma 16:3-16 - MINGGU XV SES. PENTAKOSTA





[isi halaman tidak ditampilkan]

Halaman Khusus Member Pemberi Donasi.
Silakan Login Terlebih Dahulu!

Belum menjadi member? Silakan Register







Halaman Bebas Akses untuk Member Donasi:



NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 15 SEPTEMBER 2018 - SEGALA KEMULIAAN HANYA BAGI TUHAN - Roma 16:25-27

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 - KEKUATAN DOA YANG MENOPANG HARAPAN - Roma 15:30-33 - MINGGU XVI SESUDAH PENTAKOSTA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan



rss lagu-gereja.com  Register   Login  

Lagu Kotbah


songbatak.com-karaoke



JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 30 NOVEMBER 2018 - BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN - 2 Timotius 2:1-7 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Hari ketujuh, Demikianlah riwayat langit dan bumi // TUHAN Allah, Ada kabut naik ke atas ... dan membasahi // kabut, Tuhan Allah membentuk // manusia itu dari debu tanah // membentuk // manusia itu dari debu tanah ... menghembuskan // napas hidup ke
RABU, 28 NOVEMBER 2018
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU) Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)

SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan, Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal, Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan, Sia-sianya Ma
MINGGU, 25 NOVEMBER 2018
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)



Minggu, 04 November 2018
Tata Ibadah Hari Minggu Syukur HUT ke-8 PKLU GPIB - Minggu, 04 November 2018

JUKLAK HUT KE-8 PKLU GPIB, PESAN MS GPIB HUT ke-8 PKLU, surat pengantar hut 8 pklu, TATA IBADAH PKLU GPIB HUT Ke-8 PKLU
7 OKTOBER 2018
KOREKSI LAGU DALAM TATA IBADAH 7 OKTOBER 2018 DAN PETUNJUK PELAKSANAAN IBADAH MINGGU SELAMA BULAN OKTOBER 2018


Minggu, 07 Oktober 2018
Tata Ibadah HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA dan HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA (HPKD/HPII) Minggu, 07 Oktober 2018

Menggunakan Tata Ibadah GEREJA KRISTEN JAWA (GKJ)



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)

SABTU, 12 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
KESALEHAN DAN KESALAHAN, Dalam hal kehormatan dan nama baik
JUMAT, 11 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA
Sabda Bina Umat (SBU)
Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang, BERKAT TUHAN UNTUK MEREKA YANG SETIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ALLAH TIDAK TURUN TANGAN ,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Guna Dharma Krida (SGDK)
Permohonan Sepenuh Hati,
RABU, 9 JANUARI 2019
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 - MINGGU EPIFANIA
Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Permohonan Sepenuh Hati, ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL