Save Page
Yakobus 1:26-27
1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak
mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah
ibadahnya. 1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan
Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam
kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan
oleh dunia.


Penjelasan:

* Yak 1:26 - ibadah
Penulis kini beralih dari masalah "tidak hanya mendengar tetapi juga melakukan"
yang bersifat lebih umum kepada masalah "bukan sekadar ibadah melainkan
perbuatan" yang bersifat lebih khusus. Kata ibadah (threskos) berarti
"terbiasa melakukan kegiatan keagamaan." Di dalam konteks ini yang
dimaksudkan ialah kehadiran pada kebaktian dan acara rohani lainnya,
seperti doa, kegiatan beramal dan berpuasa. Orang yang sangat teliti
melakukan semua ini tetapi di dalam kehidupan sehari-harinya tidak dapat
mengendalikan ucapannya menipu dirinya sendiri dan agamanya semu
(Moffatt, sia-sia).

* Yak 1:27 - Dunia
"Ini bukan definisi
tentang agama, melainkan sebuah pernyataan. mengenai apa yang lebih baik
daripada ibadah lahiriah. Yakobus sama sekali tidak berpikir untuk
mengurangi agama menjadi kesucian perilaku secara negatif yang ditambah
dengan kunjungan dalam kegiatan amal" (James H. Ropes, The Epistle od
St. James, hlm. 182). Karena para janda dan anak yatim di dalam
masyarakat kuno diabaikan, mereka merupakan contoh khas yang mewakili
orang-orang yang mendambakan bantuan. Sebagai tambahan dari melakukan
kegiatan amal, memelihara kemurnian diri merupakan cara lain untuk
mengungkapkan agama yang sejati. Dunia di sini dan di 4:4 mengacu kepada
masyarakat duniawi yang menentang, atau setidak-tidaknya, asing bagi
Allah.

* Selanjutnya Rasul Yakobus memberi tahu kita bagaimana
kita dapat membedakan antara ibadah yang sia-sia dan apa yang murni dan
berkenan kepada Allah. Sungguh besar dan panas perdebatan-perdebatan
yang ada di dunia mengenai masalah ini: ibadah apa yang palsu dan
sia-sia, dan apa yang benar dan murni. Saya berharap orang mau
membiarkan Kitab Suci dalam hal ini menentukan masalahnya. Dan di sini
dengan jelas dan tegas dinyatakan,
    1. Apa itu ibadah yang
sia-sia: Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak
mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah
ibadahnya. Di sini ada tiga hal yang perlu diperhatikan:
        (1)
Dalam ibadah yang sia-sia ada banyak hal yang dipamerkan, dan orang
bertingkah sedemikian rupa supaya tampak saleh di mata orang lain. Hal
ini, menurut saya, disebutkan sedemikian rupa supaya kita memusatkan
perhatian pada kata tampak. Apabila orang lebih peduli untuk tampak
saleh daripada yang sebenarnya, itu pertanda bahwa ibadah mereka
hanyalah sia-sia. Bukan berarti bahwa ibadah dengan sendirinya merupakan
hal yang sia-sia (orang berbuat sangat tidak adil terhadap ibadah jika
mereka berkata, adalah sia-sia beribadah kepada Allah). Tetapi bisa saja
orang menjadikan ibadah itu sebagai hal yang sia-sia, jika mereka hanya
tampak saleh dari luar, tetapi tidak memiliki kuasanya.
        (2)
Dalam ibadah yang sia-sia ada banyak celaan, cercaan, dan perbuatan
mengecilkan orang lain. Yang terutama dimaksud dengan tidak mengekang
lidah di sini adalah tidak menahan diri dari kejahatan-kejahatan lidah
ini. Apabila kita mendengar orang mudah membicarakan kesalahan-kesalahan
orang lain, atau mengecam mereka sebagai terlibat dalam aib-aib
tertentu, atau merendahkan hikmat dan kesalehan orang-orang di sekitar
mereka, supaya mereka sendiri bisa tampak lebih bijak dan lebih baik,
ini pertanda bahwa ibadah mereka hanyalah sia-sia. Orang yang lidahnya
suka merendahkan pasti tidak memiliki kerendahan dan kemurahan hati.
Orang yang senang menyakiti sesamanya sia-sia saja mengaku mengasihi
Allah. Oleh sebab itu, lidah yang suka mencerca akan membuktikan bahwa
ia orang munafik. Mencela adalah dosa yang menyenangkan, suatu penyakit
yang sangat alami, dan karena itu menunjukkan orang dalam keadaannya
yang alami. Dosa-Dosa lidah ini adalah dosa besar di zaman ketika Rasul
Yakobus menulis suratnya ini (seperti yang ditunjukkan dalam
bagian-bagian lain dari surat ini), dan merupakan pertanda kuat dari
ibadah yang sia-sia (tegas Dr. Manton) jika ibadah itu bisa terbawa-bawa
oleh kejahatan zaman. Ini sudah menjadi dosa terkemuka dari orang-orang
munafik, bahwa semakin kuat keinginan mereka untuk menampakkan diri
sebagai orang baik, semakin leluasa mereka mencela dan mempergunjingkan
orang lain. Ada hubungan yang begitu cepat antara lidah dan hati
sehingga hati bisa diketahui dari lidah, dan begitu pula sebaliknya.
Atas dasar inilah Rasul Yakobus menjadikan perbuatan tidak mengekang
lidah sebagai bukti yang pasti dan tidak diragukan lagi dari ibadah yang
sia-sia. Tidak ada kekuatan atau kuasa di dalam ibadah yang tidak mampu
membuat orang mengekang lidahnya.
        (3) Dalam ibadah yang
sia-sia orang menipu hatinya sendiri. Ia terus saja mengecilkan orang
lain, dan menjadikan dirinya tampak seperti orang hebat, sehingga pada
akhirnya kesia-siaan ibadahnya mencapai puncak dengan tertipunya jiwanya
sendiri. Apabila ibadah sudah menjadi hal yang sia-sia, betapa besarnya
kesia-siaan itu!
    2. Di sini dengan jelas dan tegas dinyatakan
agama itu menyangkut hal-hal apa saja: Ibadah yang murni dan yang tak
bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah (ay. 27). Cermatilah,
       
(1) Merupakan kemuliaan dari ibadah bahwa ia murni dan tidak bercacat,
tidak bercampur baur dengan temuan-temuan manusia atau kebobrokan dunia.
Ibadah-ibadah palsu dapat diketahui dari ketidakmurniannya dan
perbuatannya yang tanpa kasih. Menurut pengertian Rasul Yohanes, setiap
orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian
juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya (1Yoh. 3:10).
Sebaliknya, hidup yang kudus dan hati yang penuh kasih menunjukkan
ibadah yang benar. Ibadah kita (tegas Dr. Manton) tidak dihiasi dengan
upacara-upacara, melainkan kemurnian dan kasih. Dan beliau memberikan
pengamatan yang baik bahwa ibadah yang murni harus tetap dijaga supaya
tidak tercemar.
        (2) Ibadah itu murni dan tidak bercacat
apabila memang demikian di hadapan Allah Bapa. Apa yang benar adalah
yang benar di mata Allah, dan yang terutama mencari perkenanan-Nya.
Agama yang benar mengajar kita untuk melakukan segala sesuatu seperti
kita melakukannya di hadapan Allah, dan untuk mencari perkenanan-Nya,
serta berusaha menyenangkan-Nya dalam segala tindakan kita.
       
(3) Belas kasihan dan amal kepada orang miskin dan orang susah membentuk
satu bagian yang amat besar dan penting dari ibadah yang benar:
Mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka.
Mengunjungi di sini berarti segala macam bantuan yang dapat kita berikan
kepada orang lain. Yatim piatu dan janda-janda disebutkan secara khusus
di sini, karena pada umumnya mereka sangat mudah diabaikan atau
ditindas. Tetapi yang harus kita pahami dengan mereka ini adalah semua
orang yang pantas diberi amal, semua orang yang sedang kesusahan.
Sungguh menakjubkan bahwa jika ibadah secara keseluruhan bisa dirangkum
dalam dua butir, maka inilah jadinya: mengasihi dan melegakan orang yang
menderita. Perhatikanlah,
        (4) Hidup yang tidak tercemar
pasti mendampingi kasih dan amal yang tulus: Menjaga supaya dirinya
sendiri tidak dicemarkan oleh dunia. Dunia mudah mencemarkan dan menodai
jiwa, dan sulit untuk hidup di dalamnya, berurusan dengannya, dan tetap
tidak bercela. Namun ini harus senantiasa kita usahakan. Dalam hal
inilah terdapat ibadah yang murni dan tak bercacat. Perkara-perkara
duniawi yang terlalu berlebihan akan menodai roh kita, jika kita banyak
terlibat dengannya. Tetapi terlebih lagi dosa-dosa dan nafsu dunia akan
mengotori dan menajiskan roh kita dengan sangat terkutuk. Rasul Yohanes
merangkum semua yang ada di dalam dunia, yang tidak boleh kita cintai,
dalam tiga hal berikut ini: keinginan daging, keinginan mata, dan
keangkuhan hidup. Menjaga supaya tidak tercemar oleh kesemuanya ini
berarti menjaga diri untuk tidak tercemar oleh dunia. Semoga Allah
dengan anugerah-Nya menjaga baik hati maupun hidup kita supaya tetap
bersih dari cinta terhadap dunia, dan dari godaan-godaan manusia duniawi
dan fasik.


SBU

MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
SELASA, 25 SEPTEMBER 2018
Renungan Pagi
GB.70 : 1 -Berdoa
HUKUM YANG MEMERDEKAKAN

Yakobus 1:22-25
Tetapi barang siapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang
memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya
mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya (ay.25)

Menyambut Firman Tuhan dengan hati dan tangan yang terbuka,
melaksanakan dan mengimplementasi Hukum Tuhan, akan mem-
persempit ruang gerak kehidupan. Banyak sekali kesempatan-
kesempatan untuk maju dan berkembang dikekang atau dibendung.
Banyak kenikmatan-kenikmatan hidup dan kemudahan yang harus
dikorbankan. Banyak fasilitas yang harus disingkirkan. Lebih
banyak rugi ketimbang untung. Hukum Tuhan penuh dengan kata
jangan... dan jangan....|tuIah kesan umum banyak orang sehingga
mereka menjauhi kehidupan yang bernafaskan iman kristiani.
Apakah benar Hukum dan kemerdekaan bertentangan atau ber-
tolak belakang sehingga tidak bisa kompromi? Hukum mengekang
dan membatasi sementara kemerdekaan membuka semua pintu
yang terkunci, melepaskan semua yang terkurung. Kemerdekaan
memberikan tiket kepada manusia untuk melakukan semua yang
disenangi. Tetapi yang perlu diperhatikan ialah ketika manusia
bebas dan mampu melaksanakan apa saja yang ia kehendaki,
maka di saat seperti itu, ia telah mengundang dan membuka pintu
bagi persoalan di dalam hidupnya.

Kemerdekaan tidak menegasikan Hukum Tuhan dan Hukum
Tuhan tidak menegaskan kemerdekaan sebab Hukum Tuhan
adalah Hukum yang memerdekakan. Hukum tidak membatasi dan
mengekang kehidupan tetapi mengarahkan kehidupan ketika ke-
merdekaan telah dicapai. Seringkali kebebasan Iepas kendali tidak
tahu ke mana ia harus pergi, kemerdekaan yang kehilangan arah.
Di saat seperti itulah Hukum Tuhan dibutuhkan. Orang yang me-
Iakukan Hukum Tuhan bukan orang yang dikendalikan dan diatur
oleh hukum, tetapi orang yang menemukan kebenaran bahwa di
dalam ketaatan dan pelayanan terhadap hukum Tuhan, ia menemu-
kan kemerdekaan yang sebenarnya. Melaksanakan hukum Tuhan
tidak dirasakan sebagai beban, tetapi dilakukan dengan sukacita,
bukan dengan terpaksa tetapi dengan rela.

GB.70:2,3
Doa : (Tolong kami Bapa, agar Hukum-hukum-Mu tidak kami
rasakan sebagai beban, tetapi mendatangkan sukacita dan
memandu kami dalam perjalanan kehidupan)





MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
SELASA, 25 SEPTEMBER 2018
Renungan Malam
GB.189 : 1 -Berdoa
IBADAH YANG MURNI

Yakobus 1:26-27
ibadah
yang murni dan yang tidak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah
mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka...(ay.27)

Pemahaman manusia tentang ibadah yang diterima Tuhan atau
ibadah yang murni ternyata beragam, sehingga tidak jarang mem~
bingungkan. Ada yang menekankan kebenaran ritual misalnya:
membasuh tangan sebelum makan atau mencuci cawan, kendi
dan perabot rumah tangga (Mark 7:3-4). Di kalangan Kristen misal-
nya baptisan percik atau selam sangat menentukan murni atau
palsunya sebuah ibadah. Tata ibadah, rumusan doa yang dijadikan
seperti mantra. Tidak jarang ritus membawa perpecahan dan ke-
kerasan, orang-orang yang dianggap sekte atau bidat dipaksa atau
disiksa untuk berjalan di jalan atau ritual yang benar.

Yakobus mempunyai kriteria yang lain. ibadah yang murni tifilak
acla hubungannya clengan ritus, tetapi ibadah yang murni berhubung-
an erat dengan belarasa atau kepedulian terhadap sesama. ibadah
yang murni clidemonstrasikan dalam kepekaan dan uluran tangan
terhadap anak-anak yatim piatu dan para janda. ibadah yang murni
berpihak dan memberi perhatian kepada yang marginal. ibadah
yang murni terlihat simpel dan tidak kompleks, yaitu: menolong
orang susah. Tetapi ternyata melakukan yang simpel itu jauh lebih
sulit dibandingkan dengan melakukan ritus-ritus atau seremoni
ibadah yang sangat detail, panjang dan berbelit-belit.

Seremoni dan ritus atau korban yang dipersembahkan manusia
untuk memuliakan Allah, tidak akan terganggu apabila belarasa
clan kepeclulian hadir dalam seremoni itu. Tetapi ritus tanpa bela
rasa atau keprihatian terhadap sesama, akan membuat ibadah
menjadi hambar seperti makanan tanpa garam atau makanan tanpa
rasa. Dengan perkataan lain itulah ibadah yang tidak murni. Me-
melihara ritus dengan teliti tetapi mengabaikan orang yang men-
derita, diilustrasikan Yesus dengan sangat jelas dalam perumpama-
an orang Samaria yang murah hati. ibadah yang benar bukan meng-
hindar dari yang sekarat menjelang ajal demi menjaga ritus atau
me-njaga diri agar tidak najis seperti imam besar dan orang Lewi.
Tetapi ibadah yang benar didemonstrasikan oleh orang Samaria
yang dianggap kafir.

GB.189:2,3
Doa : (Tuhan tolong kami agar kami mampu beribadah dengan
benar. Kami lebih menghargai manusia ketimbang ritus atau
seremoni)

Label:   Yakobus 1:26-27 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 26 SEPTEMBER 2018 - IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI - Yakobus 2:21-26 (SGDK) - MINGGU XVII SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 - MENOBATKAN ORANG MENJADI PENGHUNI - Matius 23:13-16 - MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA

Garis Besar Yakobus





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 16 Juni - 2 Raja 19:1-34; Mazmur 73

Hari ini, 16 Juni - Maz 73:4-10, 2 Raj 19-20, Kel 2:1-13, Ams 17:27-18:1

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-38 YAPENDIK GPIB Minggu, 7 JULI 2019

Tata Ibadah Bulan Pelkes GPIB 2019 - Minggu, 09 Juni 2019 sd 30 Juni 2019
Tata Ibadah dan Renungan yang terdiri atas: a. Ibadah Hari Minggu, tanggal 09, 16, 23 dan 30 Juni 2019; b. Ibadah Keluarga, tanggal 05, 12, 19 dan 26 Juni 2019; c. Ibadah Hari Minggu Persekutuan Teruna, tanggal 02, 09, 16, 23 dan 30 Juni 2019; d. Ibadah Pelkat GP, PKP, PKB, dan PKLU, tanggal 05 Juni 2019;
TATA IBADAH HARI MINGGU PEMULIAAN YESUS KRISTUS & HARI LANJUT USIA NASIONAL ke-23 - MINGGU, 2 JUNI 2019
JUKLAK HLUN ke-23 2019 , PESAN DEWAN PKLU HLUN ke-23, SURAT PENGANTAR HLUN ke-23, DOWNOAD TATA IBADAH HARI MINGGU PEMULIAAN YESUS KRISTUS & HARI LANJUT USIA NASIONAL ke-23 - MINGGU, 2 JUNI 2019



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 15 Juni 2019
Family of God (Hymn) - Bill Gaither

Sabtu, 15 Juni 2019
Back On Top - Gloria Gaynor

Sabtu, 15 Juni 2019
Singin' Over Me - Gloria Gaynor Feat. Jason Crabb

Sabtu, 15 Juni 2019
Day One - Gloria Gaynor

Rabu, 12 Juni 2019
Greater Than All My Regrets - Tenth Avenue North

Rabu, 12 Juni 2019
Believer - Rhett Walker

Rabu, 12 Juni 2019
Hope - Emily Brimlow

Rabu, 12 Juni 2019
Up Again - Dan Bremnes

Rabu, 12 Juni 2019
Even Louder - Steven Malcolm feat. Natalie Grant

Rabu, 12 Juni 2019
The Kind Of Man - The Color

Rabu, 12 Juni 2019
Revival - Tori Harper

Senin, 10 Juni 2019
Speak To Me - For All Seasons

Senin, 10 Juni 2019
Let It Rain (Is There Anybody) - Crowder

Minggu, 09 Juni 2019
Little Big Town - The Daughters

Minggu, 09 Juni 2019
Look What God Gave Her - Thomas Rhett

Minggu, 09 Juni 2019
My Miracle - Brad Paisley

Minggu, 09 Juni 2019
Love Wins - Carrie Underwood

Sabtu, 08 Juni 2019
Mercy Tree - Anthony Evans

Sabtu, 08 Juni 2019
No Condemnation - Anthony Evans

Sabtu, 08 Juni 2019
Precious Lord - Gloria Gaynor

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



renungan kita yohanes 14 : 15-31,    1 Raja-raja 17:7-15,   nats khotbah minggu 16 juni 2019,   tafsiran kitab kejadian 22 : 1-12,   jamita partangiangan heber 3:7-12 tgl 16 juni 2019,   renungan amsal 3 11 20,   renungan 1 Yohanes 4:1-6,   kotbah kejadian 22:1-12,   lagu rohani kanon,   renungan singkat kejadian 22 1-19,   renungan Ulangan 12:7 mengimani Tuhan dalam ibadah, diberkatiNya,   lagu ya roh kudus baharuilah,   unduh video lagu aku percaya kj 280,   lagu persembahan,   renungan kita yohanes 14 : 15-31,   tafsiran kitab amsal 3:11-20,   khotbah singkat minggu 16 juni 2019,   khotbah singkat minggu 16 juni 2019,   lagu nyanyian rohani betapa indah bumi ini,   kotbah yosua 6:1-7,   renungan 1 Yohanes 4:1-6,   lagu betapa indah bumi ini,   kotbah yosua 6:1-7,   khotbah minggu 16 juni 2019,   kj 353,   lirik lagu istri yang ter amat baik,   download lagu rohani yang menyentuh hati,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya ,   larilah cepatlah lot dan kluarga,   khotba gpib tentang kesetiaan,   khotba gpib tentang kesetiaan,   renungan 1 Taw 23:30,   jamita minggu 1 musa 22:1-12 hkbp,   doa persembahan,   lagu penghantar persembahan,   mp3 nyanyian Rohani i.s keinjne,   khotbah amsal 3:11-20,   lirik lagu istri yang ter amat baik,   kj 353,   renungan 1 Yohanes 4:1-6,   nyanyian rohani,   1musa22;1-12,   jamita 1 musa 22:1-12,   jamita 1 musa 22:1-12,   lirik lagu istri yang ter amat baik,   kj 353,   renungan Amsal 3:11-20,   jamita 1 musa 22:1-12,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   pkj 227,   lirik lagu istri yang ter amat baik,   almanak gereja methodist indonesia 2019,   kj 353,   Kotbah Kejadian 22:1-12,   tafsiran kitab kejadian 22 : 1-12,   khotbah gereja toraja 16 juni 2019,   khotbah gereja toraja 16 juni 2019,   Download lagu gratis mars gp gpib,   Download lagu gratis mars gp gpib,   Kotbah minggu 16 juni 2019,   Kotbah minggu 16 juni 2019,   daftar lagu persembahan,   kejadian 22:1-12,   tata ibadah malam penghiburan malam ke 2 Kristiani,   khotbah pengkhotbah 8:9-17,   lirik dan acord yesus sungguh berarti oleh lidya nursaid dan mus mujiono,   kehendak Tuhan laksanakan cord,   lagu-lagu rohani barat ,   kehendak Tuhan laksanakan cord,   bahan khotbah amsal 3 : 11-20,   bahan jamita minggu tgl 16 juni 2019,   lagu rohani dengan tema hikmat,   lagu kidung jemaat untuk pembukaan ibadah,   jamita minggu tgl 16 juni 2019,   khotbah kisah para rasul 15:1-21,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   latar belakang lagu istri yg teramat baik,   download lagu nkb,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   khotbah pengkhotbah 8:9-17,   doa berkat pendeta,   Bacaa kitab suci gereja katolik 19-06-2019,   doa persembahan dalam ibadah minggu di gereja,   nats persembahan,   lirik lagu buka mata hatiku,   https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=8331,   Not lagu terimalah ucapan syukur ku,   lirik lagu penyembahan pantekosta lama,   bahan khotbah kisah para rasul 2:41-47,   Pemurah dan pengasih dalam keluarga Kejadian 4:1-15 renungan,   Pemurah dan pengasih dalam keluarga Kejadian 4:1-15 renungan,   bahan jamita hkbp 16 juni 2019,   nkb not angka pdf,   bahan jamita hkbp 16 juni 2019,   lagu rohani nomor 72,   lagu puji pujian,   kotbah hkbp Keluaran 22:1-12,   kotbah hkbp Keluaran 22:1-12,   renungan dari pengkhotbah 11:10,   lagu sebelum doa buka,   penjelasan fan renungan dari pengkhotbah 11:9,   doa persembahan dalam ibadah minggu di gereja,   khotbah minggu trinitas,   khotbah ibrani 11:7-12,   khotbah ibrani 11:7-12,   khotbah setelah pentakosta,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   renungan dari pengkhotbah 11:10,   renungan dari pengkhotbah 11:10,   jamita minggu 16 juni 2019,   jamita minggu 16 juni 2019,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   Download lagu 20 lagu dangdut rohani terbaik,   renungan Amsal 3:11-20,   Download lagu 20 lagu dangdut rohani terbaik,   Download lagu 20 lagu dangdut rohani terbaik,   khotbah kejadian 7 ayat 10 sampai 24,   konteks matius 19:27-30 dalam injil matius,   kumpulan lagu persembahan,   lagu paskah kidung jemaat,   download kumpulan lagu paskah,   download MP3 kumpulan lagu paskah,   renungan dari pengkhotbah 11:10,   renungan amsal 15:21,   renungan amsal 15:21,   penegak rohani pentakosta,   khotbah keluaran 15: 12- 18 ,   lagu saat persembahan,   doa persembahan,   penjelasan fan renungan dari pengkhotbah 11:9,   renungan amsal 3 ayat 11 sampai 20,   conto`panitia pembangh panitia unan gerejah kema hinjil ,   renungan firman yohanes 14:15-31,   renungan kristen untuk pemuda dari pengkhotbah terbaik,   renungan kristen untuk pemuda dari pengkhotbah terbaik,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   doa persembahan dalam ibadah minggu di gereja,   khotbah dari kejadian 6 11 12,   doa persembahan dalam ibadah minggu di gereja,   doa persembahan dalam ibadah minggu di gereja,   chor lirik gembala baik nan merdu,   khotbah kejadian 22:1-12,   khotbah kejadian 22:1-12,   Tema ibadah persembahan,   khotbah matius 6:5-14,   khotbah johanes 13:31-35,   kotbah kristen tentang amsal 12,   1 tawarikh 25 penyanyi 1-31,   uraian khotbah mnrut Mzm.147: 1-7,   lagu saat persembahan,   mazmur 40 ayat 5-6 dan artinya,   Renungan kejadian 22:1-12,   Kotbah yakobus 2:1-13,   khotbah pemuda kejadian 22:1-19,   Bahan khotbah dari Kejadian 22:1-12,   lagu ucapan syukur rohani,   khotbah johanes 13:31-35,   jamita partangiangan heber 3:7-12 tgl 16 juni 2019,   renungan dari pengkhotbah 11:10,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   lagu rohani mengabarkan injil keselamatan, ikut Tuhanku,   Renungan: ahi up ini adalah kesempatan,   jamita partangiangan heber 3:7-12 tgl 16 juni 2019,   keluaran 15 : 12 - 18,   kidung ceria 277 lawanlah godaan,   khotbah kisah para rasul 15:1-21,   jamita minggu tanggal 16 juni 2019,   khotbah johanes 13:31-35,   bahan khotbah kisah para rasul 2:41-47,   khotbah johanes 13:31-35,