Save Page

Mateus 1:18-25
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 1:20 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." 1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 1:22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." 1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 1:24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. 1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Penjelasan:



*  Penciptaan (1:1-2:25).
Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Sejak awal Kitab Kejadian, fokus dari sorotan penyataan terarah kepada Yang Mahakuasa. Dia adalah yang Awal, Sang Penyebab, dan Sumber dari segala yang ada. Dia menjadikan segala sesuatu dan semua orang yang akan cocok untuk memenuhi rencana-Nya bagi segala zaman. Semua materi yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana ini diciptakan oleh-Nya dengan ajaib.

* Kej 1:20 - Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup
Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup. Ayat ini melukiskan munculnya sejumlah besar makhluk bersayap dan ikan secara mendadak. Makhluk-makhluk tersebut dirancang untuk memberikan peragaan lain lagi dari kuasa sang Khalik. Dengan munculnya makhluk-makhluk ini, ada kehidupan di bumi dan juga kegiatan. Selanjutnya, ada rangkaian makhluk-makhluk hidup lainnya, semuanya diciptakan oleh tangan Allah yang perkasa.

* Kej 1:21 - Binatang-binatang laut yang besar
Binatang-binatang laut yang besar. Secara harfiah, hewan-hewan yang berkeriapan, melata dan merayap di atas bumi, di dalam atau di luar air, seperti ular, ikan dan naga.

* Kej 1:22 - berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah
Tuhan memberkati semua makhluk ini dan memerintahkan mereka untuk berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah. Perkembangan tindakan penciptaan oleh Allah meningkat menuju penciptaan manusia.

* Penciptaan Hari Keempat (Kejadian 1:14-19)

    Inilah cerita tentang pekerjaan pada hari keempat, penciptaan matahari, bulan, dan bintang-bintang, yang di sini tidak digambarkan sebagai benda-benda pada dirinya sendiri dan menurut hakikatnya sendiri, untuk memuaskan keingintahuan kita, melainkan dalam hubungannya dengan bumi ini, yang untuknya mereka berperan sebagai benda-benda penerang. Dan hal ini cukup untuk melengkapi kita dengan pokok pujian dan ucapan syukur. Ayub yang suci menyebutkan hal ini sebagai contoh dari kekuasaan Allah yang mulia, bahwa oleh nafas-Nya langit menjadi cerah (Ayb. 26:13). Dan di sini kita melihat gambaran dari perhiasan yang tidak saja memberikan keindahan yang begitu rupa pada dunia atas, tetapi juga menjadi berkat yang begitu rupa bagi dunia bawah ini. Sebab, meskipun langit itu tinggi, ia menghormati bumi ini, dan oleh sebab itu harus mendapat penghormatan darinya. Tentang penciptaan benda-benda penerang di langit kita mendapat gambarannya,
        I. Secara umum (ay. 14-15), yang di dalamnya kita mendapati,
            1. Perintah yang diberikan berkenaan dengan mereka: Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala. Allah sudah berkata, jadilah terang (ay. 3), lalu terang itu jadi. Tetapi terang ini, sepertinya, adalah terang yang kacau, tersebar di sana-sini dan tidak teratur: sekarang terang itu dikumpulkan dan dibentuk, dan dibuat menjadi beberapa benda penerang, dan dengan demikian menjadi lebih mulia serta lebih berguna. Allah adalah Allah atas keteraturan, dan bukan kekacauan. Dan, sama seperti Dia adalah terang, demikian pula Dia adalah Bapa dan Pembentuk segala terang. Benda-benda penerang itu harus berada pada cakrawala, permukaan luas yang melingkupi bumi itu, dan yang mencolok mata semua. Sebab tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian (Luk. 8:16), dan kaki dian yang megah serta keemasan itulah cakrawala, yang darinya kaki-kaki dian ini memberikan cahayanya kepada semua orang yang masuk ke dalam rumah. Cakrawala itu sendiri dikatakan sebagai sesuatu yang mempunyai terang pada dirinya sendiri (Dan. 12:3), tetapi terang ini tidak cukup untuk menerangi bumi. Dan mungkin karena alasan ini tidak dikatakan dengan jelas tentang pekerjaan pada hari kedua, ketika cakrawala dijadikan, bahwa itu baik, sebab, sebelum terang itu dihiasi dengan benda-benda penerang ini pada hari keempat, terang itu belum berguna bagi manusia.
            2. Kegunaan yang dimaksudkan bagi benda-benda penerang itu untuk bumi ini.
                (1) Mereka harus berperan untuk membedakan waktu, siang dan malam, musim panas dan musim dingin, yang datang silih berganti mengikuti pergerakan matahari, yang terbitnya membawa siang, dan terbenamnya membawa malam, mendekatnya pada garis lintang membawa musim panas, dan mundurnya ke garis lintang yang lain membawa musim dingin: dan dengan demikian, di bawah langit, ada masanya untuk apa pun (Pkh. 3:1).
                (2) Mereka harus berperan untuk menuntun tindakan. Mereka dimaksudkan sebagai tanda-tanda perubahan cuaca, agar petani dapat mengatur pekerjaan-pekerjaannya dengan bijak, karena sudah melihat terlebih dahulu, melalui rupa langit, ketika penyebab-penyebab sekunder mulai bekerja, apakah hari akan cerah atau redup (Mat. 16:2-3). Mereka juga menerangi bumi, agar kita dapat berjalan (Yoh. 11:9), dan bekerja (Yoh. 9:4) sesuai dengan kewajiban yang dituntut sehari-hari. Benda-benda penerang di langit tidak bersinar untuk diri mereka sendiri, tidak pula untuk dunia roh di atas, yang tidak memerlukan mereka. Tetapi mereka bersinar untuk kita, untuk kesenangan dan keuntungan kita. Tuhan, apakah manusia, sehingga ia sampai diperhatikan seperti itu! (Mzm. 8:4-5). Betapa kita tidak tahu berterima kasih dan tak dapat dimaafkan, apabila setelah Allah menetapkan benda-benda penerang bagi kita yang melaluinya kita bisa bekerja, kita malah tidur, atau bermain-main, atau membuang-buang waktu kerja, dan mengabaikan pekerjaan besar yang untuknya kita diutus ke dalam dunia! Benda-benda penerang di langit dibuat untuk melayani kita, dan mereka melakukannya dengan setia, dan bersinar pada musimnya, tanpa terlewatkan: tetapi kita ditetapkan sebagai terang di dunia ini untuk melayani Allah. Dan apakah kita juga dengan cara serupa memenuhi tujuan kita diciptakan? Tidak, kita tidak memenuhinya, terang kita tidak bercahaya di hadapan Allah seperti terang-terang-Nya bersinar di hadapan kita (Mat. 5:14). Kita membakar pelita-pelita Tuan kita, tetapi tidak peduli terhadap pekerjaan-Nya.
        II. Secara khusus (ay. 16-18).
            1. Amatilah, benda-benda penerang di langit adalah matahari, bulan, dan bintang-bintang. Dan kesemuanya ini adalah buatan tangan Allah.
                (1) Matahari adalah terang terbesar dari semuanya, besarnya lebih dari sejuta kali dibandingkan bumi, lampu yang paling mulia dan berguna dari semua lampu di langit, contoh yang mulia dari hikmat, kuasa, dan kebaikan Sang Pencipta, dan berkat yang tak ternilai bagi makhluk-makhluk di dunia bawah ini. Marilah kita belajar dari Mazmur 19:2- 7 bagaimana memberi Allah kemuliaan karena nama-Nya, sebagai Pencipta matahari.
                (2) Bulan adalah terang yang lebih kecil, namun di sini dipandang sebagai salah satu terang yang lebih besar, karena, walaupun dari segi kebesaran dan terangnya yang dipinjam ia lebih rendah daripada banyak bintang, namun, berdasarkan fungsinya, sebagai penguasa malam, dan sehubungan dengan kegunaannya untuk bumi, ia lebih unggul daripada mereka. Yang paling berharga adalah yang paling berguna. Dan terang yang lebih besar bukanlah terang yang mendapat pemberian-pemberian terbaik, melainkan terang yang dengan rendah hati dan setia melakukan kebaikan terbesar melalui pemberian-pemberian itu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu (Mat. 20:26).
                (3) Ia menjadikan juga bintang-bintang, yang di sini dibicarakan sebagaimana mereka tampak secara kasat mata, tanpa membedakan planet-planet dan bintang-bintang yang jauh, atau menyebutkan jumlah, sifat, tempat, kebesaran, gerakan, atau pengaruh-pengaruh mereka. Sebab Kitab Suci ditulis bukan untuk memuaskan rasa ingin tahu kita dan menjadikan kita ahli perbintangan, tetapi untuk mengantar kita kepada Allah, dan menjadikan kita orang-orang kudus. Nah, benda-benda penerang ini dikatakan menguasai (ay. 16, 18). Bukan berarti bahwa mereka mempunyai kekuasaan tertinggi, seperti yang dimiliki Allah, tetapi bahwa mereka adalah wakil pemerintah, penguasa-penguasa di bawah-Nya. Di sini terang yang lebih kecil, bulan, dikatakan menguasai malam. Tetapi dalam Mazmur 136:9 bintang-bintang juga disebut turut berbagi dalam pemerintahan itu. Bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam. Tidak ada maksud lain di sini selain bahwa mereka menerangi (Yer. 31:35). Cara terbaik dan terhormat untuk menguasai adalah dengan menerangi dan berbuat baik: orang yang akan dihormati adalah orang yang hidupnya bermanfaat, dan dengan demikian bersinar sebagai terang.
            2. Dari semua ini kita belajar,
                (1) Dosa dan kebodohan pemujaan berhala yang sudah ada sejak zaman kuno itu, yaitu penyembahan terhadap matahari, bulan, dan bintang-bintang, yang menurut sebagian orang, muncul atau setidak-tidaknya diterima, dari beberapa tradisi di masa bapak-bapak leluhur. Tradisi-tradisi itu menceritakan kekuasaan dan pemerintahan benda-benda penerang di langit. Tetapi gambaran yang diberikan di sini dengan jelas menunjukkan bahwa benda-benda langit itu adalah ciptaan Allah dan juga pelayan-pelayan bagi manusia. Jadi, oleh sebab itu, sangatlah menghina Allah dan amat sangat mencela kita sendiri jika kita mempertuhankan mereka dan memberi mereka kehormatan-kehormatan ilahi. Lihat Ulangan 4:19.
                (2) Kewajiban dan hikmat bagi kita untuk setiap hari menyembah Allah yang menciptakan semua benda penerang ini, dan menjadikan mereka bagi kita sebagaimana adanya mereka. Perputaran siang dan malam mewajibkan kita untuk mempersembahkan korban doa dan pujian yang khidmat setiap pagi dan malam.


* Penciptaan Hari Keenam (Kejadian 1:24-25)
    Kita mendapati di sini bagian pertama dari pekerjaan pada hari keenam. Laut, pada hari sebelumnya, sudah diperlengkapi dengan ikan, dan udara dengan burung. Dan pada hari ini dibuatlah binatang-binatang di bumi, ternak, dan binatang melata yang hidup di bumi. Di sini, seperti sebelumnya,
        1. Tuhan menyampaikan sabda. Ia berkata, hendaklah bumi mengeluarkan, bukan seolah-olah bumi mempunyai kekuatan yang begitu subur hingga mampu menghasilkan binatang-binatang ini, atau seolah-olah Allah menyerahkan kepada bumi kuasa penciptaan-Nya. Melainkan, "Biarlah makhluk-makhluk ini sekarang ada di atas bumi, dan dari tanah, menurut jenis mereka masing-masing, sesuai dengan gagasan-gagasan yang telah ada dalam kebijaksanaan ilahi mengenai penciptaan mereka."
        2. Ia juga melaksanakan pekerjaan itu. Ia menciptakan semuanya sesuai dengan jenis mereka, bukan hanya dengan bentuk-bentuk yang beragam, melainkan juga dengan sifat-sifat, perilaku, makanan, dan rupa-rupa yang beragam. Sebagian sudah ditentukan jinak dan tinggal di sekitar rumah, sebagian yang lain liar dan tinggal di padang belantara. Sebagian hidup dengan makan rerumputan dan tetumbuhan, sebagian yang lain makan daging. Sebagian tidak berbahaya, dan sebagian yang lain menerkam dengan rakus. Sebagian berani, dan sebagian yang lain penakut. Sebagian untuk melayani manusia, dan bukan untuk menjadi makanannya, seperti kuda. Sebagian yang lain untuk makanannya, dan bukan untuk melayaninya, seperti domba. Sebagian untuk kedua-duanya, seperti lembu jantan, dan sebagian yang lain bukan untuk kedua-duanya, seperti binatang-binatang buas. Dalam kesemuanya ini tampaklah pelbagai ragam hikmat Sang Pencipta.

Label:   Mateus 1:18-25 





NEXT:
Natal-2 26 Desember 2018 - Yesaya 60:1-5

PREV:
Malam Natal 24 Desember 2018 - Lukas 1:26-38
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,