Save Page
Yesaya 62:6-9
62:6 Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang 62:7 dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi. 62:8 TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: "Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah; 62:9 tetapi orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN, dan orang yang mengumpulkannya akan meminumnya juga di pelataran-pelataran tempat kudus-Ku."

Penjelasan:

* Kemakmuran Jemaat (62:6-9)
    Dua hal dijanjikan di sini kepada Yerusalem:
            I. Kelimpahan sarana anugerah, yakni melimpahnya pemberitaan firman yang baik dan doa yang baik (ay. 6-7), dan ini menunjukkan cara yang dipakai Allah ketika Ia merancangkan rahmat bagi sebuah bangsa. Ia pertama-tama menuntun mereka pada kewajiban mereka dan mencurahkan roh doa atas mereka, lalu Ia membawa keselamatan kepada mereka. Diberikan persediaan,
                1. Supaya hamba-hamba Tuhan dapat menjalankan tugas mereka sebagai pengintai. Dibicarakan di sini sebagai suatu pertanda akan kebaikan, sebagai langkah untuk mendapatkan rahmat selanjutnya lagi dan jaminan untuk rahmat itu, bahwa untuk mencapai apa yang dirancangkan-Nya bagi mereka, Ia akan menempatkan pengintai-pengintai di atas tembok-tembok mereka yang tidak akan pernah berdiam diri. Perhatikanlah,
                    (1) Hamba-hamba Tuhan adalah para pengintai di atas tembok-tembok jemaat, sebab jemaat adalah seperti kota yang terkepung, yang memerlukan penjaga-penjaga di atas tembok-temboknya, untuk mengawasi dan memberitahukan gerak-gerik musuh. Penting bahwa, sebagai pengintai, para hamba Tuhan senantiasa terjaga, setia, dan bersedia menanggung kesusahan.
                    (2) Mereka berkepentingan untuk berjaga-jaga siang dan malam. Mereka sekali-sekali tidak boleh lengah selama jiwa-jiwa orang yang harus mereka jaga belum aman dari ancaman bahaya.
                    (3) Mereka sekali-sekali tidak boleh berdiam diri. Mereka harus memanfaatkan semua kesempatan untuk memberikan peringatan kepada orang-orang berdosa, baik atau tidak baik waktunya, dan tidak boleh mengkhianati kepentingan Kristus dengan sikap diam yang bersifat khianat atau pengecut. Mereka tidak boleh berdiam diri di hadapan takhta anugerah. Mereka harus berdoa dengan tidak jemu-jemu, seperti Musa mengangkat tangannya dan membuatnya tetap tegak, sampai Israel mendapat kemenangan atas Amalek (Kel. 17:10, 12).
                2. Supaya orang-orang dapat menjalankan kewajiban mereka. Sebagai orang yang mengingatkan TUHAN kepada Sion (KJV: yang menyebutkan nama Tuhan), jangan biarkan mereka tinggal tenang, jangan biarkan mereka menganggap cukup bahwa pengintai-pengintai mereka sajalah yang berdoa untuk mereka, tetapi biarlah mereka juga berdoa untuk diri mereka sendiri. Tidak ada yang terlalu berlebihan jika itu dilakukan untuk menyambut rahmat yang akan datang dengan kesungguhan yang seharusnya. Perhatikanlah,
                    (1) Merupakan ciri orang-orang yang mengaku sebagai umat Allah bahwa mereka menyebutkan nama Tuhan, dan terus melakukannya bahkan di saat-saat yang buruk, ketika negeri mereka disebut yang ditinggalkan suami dan yang sunyi. Mereka adalah para pengingat Tuhan (demikian dalam tafsiran yang agak luas). Mereka sendiri mengingat Tuhan dan mengingatkan satu sama lain akan Dia.
                    (2) Mereka yang mengaku sebagai umat Allah harus menjadi umat yang berdoa, harus terdorong untuk berdoa bagi orang banyak, harus bergumul dengan Allah di dalam doa, dan terus melakukannya: "Janganlah kamu tinggal tenang. Janganlah pernah lalai atau lelah dalam menjalankan kewajiban itu." Janganlah biarkan Dia tinggal tenang, yang merujuk pada seorang pengemis yang terus meminta-minta, pada si janda yang karena terus-menerus datang membuat hakim lelah dan pada akhirnya mengabulkan permohonannya. Allah berkata kepada Musa, biarkanlah Aku (Kel. 32:10), dan Yakub berkata kepada Kristus, aku tidak akan membiarkan Engkau pergi, jika Engkau tidak memberkati aku (Kej. 32:26).
                    (3) Jauh sama sekali bagi Allah untuk tidak senang dengan sikap kita yang mendesak-desak, seperti sifat manusia pada umumnya. Sebaliknya, Ia justru mengundang dan mendorong sikap itu. Ia meminta kita untuk berseru-seru kepada-Nya. Ia tidak seperti murid-murid yang mengecilkan hati orang yang datang untuk memohon itu (Mat. 15:23). Ia meminta kita untuk memohon dengan mendesak-desak di hadapan takhta anugerah, dan tidak membiarkan Dia tinggal tenang (Luk. 11:5, 8). Ia tidak hanya membiarkan diri-Nya diajak berbantah, tetapi juga diajak bergumul.
                    (4) Kesejahteraan atau kemakmuran umum dari Yerusalem Allah adalah hal yang harus paling kita desakkan di hadapan takhta anugerah. Kita harus berdoa untuk kebaikan jemaat.
                        [1] Supaya jemaat aman, supaya Allah meneguhkannya, supaya kepentingan-kepentingan jemaat dikokohkan, ditegakkan pada saat ini dan aman untuk anak cucu nanti.
                        [2] Supaya jemaat dapat menjadi besar, dapat menjadi kemasyhuran di bumi, supaya jemaat dipuji, dan Allah dipuji untuk itu. Ketika kebenaran-kebenaran Injil dibersihkan dan diteguhkan, ketika ketetapan-ketetapan Injil dijalankan sebagaimana mestinya dalam kemurnian dan kuasanya, ketika jemaat menjadi ternama dalam kekudusan dan kasih, maka pada saat itulah Yerusalem menjadi kemasyhuran di bumi, pada saat itulah ia mendapat nama baik.
                    (5) Kita harus bertekun dalam doa-doa kita untuk meminta rahmat bagi jemaat sampai rahmat itu datang. Kita harus melakukan seperti yang dilakukan bujang sang nabi itu, pergi sebanyak tujuh kali, sampai awan yang menjanjikan muncul (1Raj. 18:44).
                    (6) Suatu pertanda baik bahwa Allah mendatangi sebuah bangsa di jalan-jalan rahmat ketika Ia mencurahkan roh doa atas mereka, dan menggugah mereka untuk bersemangat dan bertekun dalam doa-doa syafaat mereka.
            II. Berlimpahnya semua hal baik yang lain (ay. 8). Hal ini mengikuti hal sebelumnya. Ketika bangsa itu memuji Allah, ketika bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Nya, maka tanah akan memberi hasilnya (Mzm. 67:6-7), dan kemakmuran lahiriah, yang memahkotai kesalehannya, akan membantu menjadikan Yerusalem kemasyhuran di bumi. Amatilah,
                1. Kesusahan besar yang sudah menimpa mereka, dan kehilangan-kehilangan yang telah mereka alami. Gandum mereka sudah menjadi makanan bagi musuh-musuh mereka, yang sebenarnya mereka harapkan akan menjadi makanan bagi mereka sendiri dan keluarga mereka. Di sini ada keluhan yang berlipat ganda, bahwa mereka sendiri kekurangan apa yang diperlukan untuk menopang hidup mereka dan terancam akan binasa karena kekurangan itu, dan bahwa musuh-musuh mereka menjadi kuat karenanya, bahwa dalam kemah mereka tersedia bahan makanan, dan dengan begitu semakin mampu berbuat jahat kepada mereka. Allah dikatakan memberikan gandum mereka kepada musuh-musuh mereka, karena Ia tidak hanya mengizinkannya, tetapi juga memerintahkannya, sebagai hukuman yang adil baik terhadap penyalahgunaan mereka atas kelimpahan yang mereka miliki maupun terhadap perbuatan mereka yang menyerupai orang-orang asing (1:7). Minuman anggur yang sudah mereka hasilkan dengan bersusah-susah, dan yang dalam penderitaan mereka diperlukan untuk melegakan siapa saja di antara mereka yang jiwanya merana, diminum oleh orang-orang asing, untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Penghakiman yang pedih ini diancamkan karena dosa-dosa mereka (Im. 26:16; Ul. 28:33). Lihatlah betapa tidak pastinya makhluk ciptaan yang kita jadikan sebagai penghiburan kita, dan betapa bijaknya jika kita bekerja untuk memperoleh makanan yang tidak akan pernah dapat dirampas dari kita.
                2. Kepenuhan dan kepuasan besar yang kini akan dipulihkan kepada mereka (ay. 9): Orang yang menuainya akan memakannya juga dan akan memuji-muji TUHAN. Lihatlah di sini,
                    (1) Kemurahan Allah dalam memberikan kelimpahan, dan damai sejahtera untuk menikmatinya, yaitu bahwa tanah akan memberi hasilnya, bahwa akan ada tangan-tangan yang dipekerjakan untuk mengumpulkannya, dan bahwa mereka tidak akan mati karena wabah dan sakit-penyakit, atau dipekerjakan di medan perang. Juga, bahwa orang-orang asing dan musuh-musuh tidak akan datang dan mengumpulkan hasil bumi untuk mereka sendiri, atau mengambilnya dari kita apabila kita sudah mengumpulkannya. Bahwa kita akan memakan hasil kerja tangan kita dan roti tidak akan jauh dari mulut kita, dan terutama bahwa kita akan memiliki kesempatan dan hati untuk menghormati Allah dengannya, dan bahwa pelataran bait-Nya akan terbuka bagi kita, dan kita tidak dibatasi dalam menghadap Dia di pelataran-Nya itu.
                    (2) Kewajiban kita dalam menikmati rahmat ini. Kita harus mengumpulkan apa yang diberikan Allah, dengan penuh perhatian dan ketekunan. Kita harus memakannya dengan hati yang bebas dan gembira, tidak mengubur pemberian-pemberian dari kemurahan Allah, tetapi memanfaatkannya. Setelah makan dan kenyang, kita harus memuji Tuhan, dan mengucap syukur kepada-Nya atas kemurahan-Nya kepada kita. Kita harus melayani Dia dengan kelimpahan kita, menggunakannya dalam karya-karya kesalehan dan amal, memakan dan meminumnya di pelataran-pelataran tempat kudus-Nya, di mana mezbah, imam, dan orang miskin semuanya harus mendapat bagian mereka. Penghiburan terbesar yang dimiliki orang baik dalam makanan dan minumannya adalah bahwa itu melengkapi dirinya dengan korban sajian dan korban curahan bagi Tuhan Allahnya (Yl. 2:14). Penghiburan terbesar yang dimilikinya dalam harta bendanya adalah bahwa itu memberinya kesempatan untuk menghormati Allah dan untuk berbuat baik. Air anggur ini harus diminum di pelataran-pelataran tempat kudus Allah, dan karena itu dengan secukupnya dan sekadarnya, seperti di hadapan Tuhan.
                3. Pengesahan yang khidmat terhadap janji ini: TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya, bahwa Ia akan melakukan ini untuk umat-Nya. Allah meneguhkannya dengan sumpah, bahwa umat-Nya, yang percaya kepada Dia dan firman-Nya, dapat beroleh dorongan yang kuat (Ibr. 6:17-18). Dan, karena tidak dapat bersumpah demi sesuatu yang lebih besar, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, kadang-kadang demi keberadaan-Nya (Demi Aku yang hidup, Yeh. 33:11), kadang-kadang demi kekudusan-Nya (Mzm. 89:36), dan di sini demi kuasa-Nya, tangan kanan-Nya (yang terangkat dalam sumpah [Ul. 32:40]), dan tangan kekuasaan-Nya. Sebab merupakan kepuasan besar bagi orang-orang yang membangun harapan di atas janji Allah untuk yakin bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan (Rm. 4:21). Untuk meyakinkan kita akan hal ini, Ia telah bersumpah demi kekuatan-Nya, mempertaruhkan nama baik kemahakuasaan-Nya atas apa yang dijanjikan-Nya itu. Jika Ia tidak melakukannya, biarlah dikatakan, itu karena Ia tidak sanggup, yang tidak akan pernah dikatakan orang Mesir (Bil. 14:16) atau orang mana saja. Suatu penghiburan bagi umat Allah bahwa kuasa-Nya dikerahkan untuk mereka, yaitu tangan kanan-Nya, di mana sang Pengantara duduk.


SBU

MINGGU EPlFANlA
SENIN, 7 JANUARI 2019
Renungan Pagi
GB.3:1 -Berdoa
MENJADI MAHKOTA KEAGUNGAN DI TANGAN

Yesaya 62:1-5
Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan.... (ay.3).

Kembara umat lsrael berada dalam pengamatan Allah. Allah
bukan saja mengarnati, tapi juga memelihara. menyertai bahkan
memulihkannya. Pemulihan Allah membuat mereka tidak lagi sunyi
sepi, tatapi rnenjadi semarak dengan kebaikan Allah. Umat yang
tadinya tarpisah akibat ketidaksetiaan mereka pada Allah. Kebaikan
Allah sempurna dan luar biasa namun nyatanya umat tldak setia.
Allah tetap setia. Allah yang setia pada janji-Nya.

Allah tetap setia terhadap rancangan keselamatan bagi umat-
Nya. Allah memilih dan rnengaslhi Sion (Mazrnur 132:13). Allah
menetapkan umat-Nya tetap dalarn rangkulan kasih-Nya (Mazrnur
78:68). Jelas Sion bukan saja dilihat sebagai tempat dimana
Allah hadir tapi juga merupakan negeri dimana umat Allah
ditinggikan. Proses yang Allah lakukan tidak main-main  dari kondisi
umat yang tidak berharga, berubah punya nilai baru yang tidak
ada taranya seperti yang diungkap dalam bahasa kiasan "menjadi
mahkota keagungan di tangan Tuhan".

Kini kita selaku umat Allah di zaman now, apakah kita tetap tinggal berkajang dalam dosa. Tetap bertahan dalam kaberdosaan maka kita akan tinggal dalam
keterpurukan dan kegelapan akibat melawan kehendak Allah, serta
tidak mau dengar-dengaran pada firman-Nya, atau kita mau
rnemberi diri kita, menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan.
Jangan tunda lagi, Allah hadir dalam Yesus Kristus memberikan
semua itu bukan menjadi hiasan atau aksesoris, tapi agar kita
hidup dan berkarya bagi kemuliaan narna-Nya.

GB 3:2
Doa : (Tolong kami Tuhan, agar mampu mempertahankan
keagungan-Mu ditengah situasi kehidupan)


MINGGU EPlFANlA
SENIN, 7 JANUARI 2019
Renungan Malam
GB.18:1 -Berdoa
KEMENANGAN BERSAMA TUHAN

Yesaya 62:6-9
.... yang telah kau hasllkan dengan bersusah-susah; (ay.8).

Allah memanggil umat ada dalam persekutuan kudus, yang
semarak dalam karya keselamatan kekal. Digambarkan gunung
Sion, ternpat Yerusalem didirikan, rnenjadl negeri yang aman bagi
umat-Nya. Umat hidup di lingkungan tembok-tembok yang penuh
dengan kasejahteraan semata-mata Allah datang sebagai
Penyelamat. Umat akan bersorak-sorak bersama-sama sebab
mereka menyaksikan bagaimana Allah kembali ke Sion (Yesaya
52 : 8).

Allah membangun persekutuan dekat dan melekat dengan umat
(Yesaya 49 : 16.). A|lah juga menempatkan pengintai-pengintai yang
terus menerus menjadi pendoa syafaat yang setia, terus menerus
bardoa bagi penetapan janji keselamatan yang Allah sampaikan
melalui para nabi. Allah menyelamatkan pengintai menaikan doa
umat merespon keselamatan. Ada rangkaian tindakan yang dikerja-
kan oleh Allah dan manusia‘ saudara dan saya sudah ada dalam
arak-arak kernenangan itu karena keselamatan yang dikerjakan
oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Adakah kita cukup puas dengan
kemenangan ltu? Lalu tidak berbuat apa-apa lagi? Kita harus tetap
mengerjakan keselarnatan itu (band. Filipl 2: 12-13). Artinya kita
sudah dirnenangkan oleh Kristus. Kita juga harus mempertahankan
kemenangan itu dengan tetap setia beriman pada-Nya, tetap tekun
berdoa, membaca firman serta hidup dan berkarya bagi kemuliaan-
Nya.

GB.18 : 2
Doa : (Kemenangan kami hersama Tuhan kiranya membuat kami
tetap rendah hati membangun persekutuan dengan Tuhan dan
sesama beriman)


Label:   Yesaya 62:6-9 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 8 JANUARI 2019 - BERUBAH BALUTAN BUSANA - Yesaya 63:1-6 - MINGGU EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 6 JANUARI 2019 ALLAH TIDAK LUPA - Yesaya 49:14-21 - HARI MINGGU EPIFANIA

Garis Besar Yesaya

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,