Save Page
Yesaya 63:1-6
Hukuman pembalasan atas Edom
63:1 "Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?" "Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!" 63:2 "Mengapakah pakaian-Mu semerah itu, dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?" 63:3 "Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar. 63:4 Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela telah datang. 63:5 Aku melayangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong; Aku tertegun: tidak ada yang membantu. Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku. 63:6 Aku memijak-mijak bangsa-bangsa dalam murka-Ku, menghancurkan mereka dalam kehangatan amarah-Ku dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah."

Penjelasan:

* Yes 63:1-6
Hukuman ilahi akan dijatuhkan kepada Kekuasaan Dunia (berlawanan dengan kebahagiaan yang akhirnya diberikan kepada Israel).

* Yes 63:1 - Edom // Bozra // Tangan-Ku

Lagi-lagi di sini (seperti dalam 34:5, 6) Edom melambangkan dunia yang bersifat memberontak, yang dengan keras kepala selalu memusuhi umat Allah (Am. 1:11). Bozra di Edom menunjukkan kata kerja băsar, "memotong tandan buah anggur, mengumpulkan anggur pilihan." Kristus digambarkan mengenakan pakaian penuh noda darah. Ini adalah darah orang-orang yang akan dibunuh di Harmagedon (bdg. Why. 19:13), di mana Dia seorang diri akan memperoleh kemenangan (seperti di Kalvari Dia memenangkannya seorang diri). Dalam ayat 3-6 Kristus menjawab pertanyaan sang nabi pada ayat 2. Tangan-Ku (ay. 5) seperti dalam 59:16, berarti campur tangan Allah sendiri dalam kancah sejarah. Pemandangan ini sama seperti dalam Wahyu 14:18, 19. Dunia yang menolak Kristus dan menolak Injil membuat Tuhan tidak mempunyai pilihan lain, kecuali mendatangkan kebinasaan yang menakutkan dan mengerikan, ketika masa panjang sabar-Nya telah lewat.

* Yes 63:1-6 - Kemenangan Mesias


    Di dalam pasal ini, diceritakan tentang,
            I. Allah yang datang menghampiri umat-Nya melalui jalan rahmat dan pembebasan, dan hal ini patut digabungkan dengan bagian akhir dari pasal sebelum ini. Pada pasal sebelumnya itu dikatakan kepada Sion, "Sesungguhnya, keselamatanmu datang," dan sekarang di sini dalam pasal ini diperlihatkan bagaimana keselamatan itu datang (ay. 1-6).
            II. Umat Allah yang menyambut Dia dengan ibadah-ibadah mereka, dan menghadap Dia dengan segala perasaan kasih yang sepatutnya. Dan bagian pasal ini terus berlanjut sampai akhir pasal. Di dalam bagian akhir tersebut diceritakan tentang,
                1. Pengakuan penuh rasa syukur perihal segala kebaikan yang telah dilimpahkan Allah ke atas mereka (ay. 7).
                2. Bagaimana mereka mengagung-agungkan semua kebaikan ini, karena mengingat-ingat hubungan Allah dengan mereka (ay. 8), perhatian-Nya yang penuh belas kasihan terhadap mereka (ay. 9), ketidaklayakan mereka (ay. 10), dan kesempatan yang mendorong mereka untuk mengingat Dia dan mengenang rahmat-rahmat-Nya yang sebelumnya (ay. 11-14).
                3. Doa penuh kerendahan hati dan kesungguhan hati kepada Allah agar Ia tampil bagi mereka di saat-saat penuh kesukaran yang sedang mereka alami sekarang ini, dengan berseru mohon belas kasihan Allah (ay. 15), mengingatkan Dia akan hubungan mereka dengan-Nya (ay. 16), kerinduan mereka terhadap-Nya (ay. 17), dan kesombongan musuh-musuh mereka (ay. 18-19). Dengan demikian, secara keseluruhan kita dapat belajar merangkul janji-janji Allah dengan iman yang hidup, kemudian menggunakan serta menerapkannya, baik di dalam doa maupun puji-pujian.

Kemenangan Mesias (63:1-6)

    Kemenangan gemilanglah yang pertama diselidiki dan kemudian diuraikan di sini.
            1. Kemenangan yang diperoleh ini adalah atas musuh-musuh Israel melalui tindakan pemeliharaan Allah. Kemenangan atas orang-orang Babel (menurut beberapa orang), yang ditaklukkan Koresh dan direbutnya oleh karena Allah, dan mereka akan menyongsong dia pertama kali melalui sang nabi saat ia kembali dengan penuh kemenangan di negeri Edom. Akan tetapi, hal ini sama sekali tidak dapat diterima, sebab sejak dahulu negeri Babel selalu disebut sebagai negeri di utara, padahal Edom terletak di selatan Yerusalem. Ini berarti bahwa sang penakluk tidak akan kembali melalui negeri itu. Oleh karenanya, kemenangan itu adalah atas orang-orang Edom, yang sebelumnya telah bersuka ria penuh kemenangan ketika Yerusalem dihancurkan oleh orang-orang Kasdim (Mzm. 137:7), dan mencegah orang-orang yang sedang berusaha menghindar sejauh mungkin dari musuh mereka itu, dan melarikan diri menuju kaum Edom (Ob. 1:12-13). Oleh sebab itu mereka patut diperhitungkan ketika Babel dimusnahkan. Tidak dapat diragukan lagi bahwa nubuat itu telah digenapi, meskipun kita tidak menemukannya diceritakan dalam sejarah, Bozra akan menjadi ketandusan (Yer. 49:13). Bagaimanapun, kemenangan atas Edom ini dipakai sebagai contoh dari kemenangan-kemenangan serupa yang diperoleh atas bangsa-bangsa yang pernah menjadi musuh Israel. Kemenangan atas Edom ini disebut-sebut untuk merujuk pada permusuhan lama antara Esau dan Yakub (Kej. 27:41) dan mungkin juga untuk merujuk kepada kemenangan gemilang Daud atas orang-orang Edom, yang dengannya, lebih dari kemenangan-kemenangannya yang lain, ia sepertinya mendapat nama (Mzm. 60; 2Sam. 8:13-14). Namun, ini belum semuanya.
            2. Kemenangan ini adalah kemenangan yang diperoleh melalui kasih karunia Allah di dalam Kristus atas musuh-musuh rohani kita. Kita mendapati jubah yang dicelup di dalam darah yang menghiasi Dia yang nama-Nya disebut Firman Allah (Why. 19:13). Dan kita tahu betul siapa Dia, sebab melalui Dia-lah kita lebih dari pemenang atas semua pemerintahan dan kekuasaan yang dihancurkan dan dikalahkan-Nya di atas kayu salib. Di dalam penggambaran kemenangan ini kita melihat,
            I. Pertanyaan mengagumkan yang diajukan kepada sang penakluk (ay. 1-2). Pertanyaan ini diajukan oleh umat, atau oleh nabi atas nama umat. Ia melihat pahlawan perkasa yang dengan penuh kemenangan baru kembali dari pertempuran berdarah, lalu dengan berani mengajukan dua pertanyaan kepadanya:
                1. Siapa dia sebenarnya. Sang nabi mengamatinya datang dari negeri Edom, datang mengenakan pakaian yang penuh semarak seperti layaknya seorang prajurit, tidak berhiaskan sulaman ataupun renda, tetapi berlepotan dengan darah dan kotoran. Ia melihat bahwa sang pahlawan tidak datang dalam keadaan ketakutan atau kehabisan tenaga, tetapi melangkah dengan kekuatannya yang besar, tidak terhalangi sedikit pun.

Penuh semarak dan kemenangan ia tampil,
Kehormatan menghiasi wajah dan pakaian.
Betapa gagah ia melangkah!
Betapa agung ia berjalan!
Mulia dan khidmat langkahnya,
Keagungan terpancar dari paras berseri.
Siapa pahlawan perkasa ini? Siapa?
– Mr. Norris


                Pertanyaan Siapa dia? boleh jadi mempunyai makna sama dengan yang diajukan Yosua kepada orang yang sama, yang memperlihatkan diri kepadanya dengan pedang terhunus (Yos. 5:13): Kawankah engkau atau lawan? Atau mungkin lebih tepatnya pertanyaan yang sama yang diajukan bangsa Israel dengan penuh rasa puja (Kel. 15:11): Siapakah yang seperti Engkau di antara para allah?
                2. Pertanyaan yang lain adalah, "Mengapakah pakaian-Mu semerah itu? Tugas berat apakah yang baru engkau kerjakan, sehingga engkau membawa jejak-jejak jerih payah dan bahaya seperti ini?" Mungkinkah seseorang yang berpenampilan seagung dan sedahsyat itu harus melibatkan diri di dalam pekerjaan bersahaja dan rendah seperti yang dilakukan pengirik buah anggur? Tentu saja tidak. Kemuliaan Sang Penebus sungguh tampak primâ facie – pada awalnya, sebagai penghinaan bagi-Nya, bagaikan seorang raja perkasa melakukan pekerjaan para pembuat anggur dan petani. Sebab Ia mengambil rupa seorang hamba, dan mengenakan ciri-ciri perhambaan pada diri-Nya.
            II. Jawaban mengagumkan yang diberikan-Nya.
                1. Ia mengatakan siapa Dia sebenarnya: Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan. Ia adalah Sang Juruselamat. Allah adalah Juruselamat Israel yang melepaskan mereka dari tangan para penindas. Tuhan Yesus adalah kepunyaan kita. Nama-Nya, Yesus, berarti Juruselamat, sebab Ia menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Di dalam keselamatan yang diadakan-Nya itu, Ia ingin agar kita memperhatikan,
                    (1) Kebenaran janji-Nya yang digenapi di dalamnya: Ia berbicara dalam keadilan, dan oleh karena itu akan menggenapi setiap perkataan yang telah diucapkan-Nya. Ia berkehendak agar kita membandingkannya dengan apa yang dilakukan-Nya. Dengan menyandingkan perkataan dengan perbuatan, apa yang dilakukan-Nya dapat mengesahkan apa yang dikatakan-Nya, dan apa yang dikatakan-Nya dapat membenarkan apa yang dilakukan-Nya.
                    (2) Kesanggupan kuasa-Nya yang diterapkan di dalam menggenapi janji-Nya itu: Ia berkuasa untuk menyelamatkan, mampu mengadakan penebusan yang telah dijanjikan itu, apa pun kesulitan dan perlawanan yang menghadang.

Aku memegang janji-Ku dengan setia,
Bahkan kuasa maut, kubur, dan neraka,
Dengan tangan perkasa, telah Kutaklukkan,
Aku, yang sangat siap dan sanggup menyelamatkan.
– Mr. Norris


                2. Ia menceritakan bagaimana Ia bisa tampil dalam kekuatan ini (ay. 3): Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan. Bersedia dibandingkan dengan orang yang menginjak-injak buah anggur menunjukkan sikap-Nya yang merendah di tengah kejayaan-Nya. Ia tidak menolak pembandingan itu, tetapi justru menerima dan melanjutkannya. Ia memang melakukan pengirikan, tetapi dengan kilangan besar, yaitu murka Allah (Why. 14:19), yang ke dalamnyalah orang berdosa pantas dilemparkan. Kristus berkenan melemparkan musuh-musuh kita ke dalamnya, dan memusnahkan dia yang berkuasa atas maut, supaya Ia dapat membebaskan kita. Dan pertumpahan darah yang adakalanya dikerjakan Allah di antara musuh-musuh kaum Yahudi ini, dan yang di sini dinubuatkan akan terjadi, merupakan suatu perlambang dan gambaran. Amatilah uraian yang diberikan sang penakluk perihal kemenangannya.
                    (1) Ia meraih kemenangan murni melalui kekuatannya sendiri: Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan (ay. 3). Ketika Allah membebaskan umat-Nya dan menghancurkan musuh-musuh mereka, Ia tidak membutuhkan tenaga umat-Nya itu sekalipun ia menggunakan alat-alat tertentu. Sekalipun begitu, di tengah umat-Nya untuk siapa keselamatan itu diadakan, tidak ada bantuan yang ditawarkan. Mereka lemah serta tidak berdaya, dan tidak memiliki kemampuan melakukan apa pun untuk membebaskan diri sendiri. Mereka patah hati dan lesu, serta tidak bersemangat melakukan apa pun. Para tawanan maupun teman-teman mereka tidak ingin bertindak sedikit pun atau memperjuangkan kebebasan mereka (ay. 5): "Aku melayangkan pandangan-Ku: tidak ada yang menolong, seperti yang diharapkan orang, tidak ada semangat berkobar di antara mereka. Bahkan lebih dari itu, bukan saja tidak ada seorang pun yang memimpin, melainkan juga tidak ada yang membantu, sesuatu yang lebih aneh lagi. Tidak ada yang datang dan memiliki keberanian untuk bergabung dengan Koresh melawan para penindas mereka. Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, tangan-Kusendiri." Perhatikanlah, Allah sanggup menolong ketika para penolong lain gagal. Bahkan lebih dari itu, itulah saat-Nya Ia menolong, dan oleh karenanya, justru karena alasan itulah Ia akan menyatakan kuasa-Nya sendiri dengan lebih gemilang lagi. Namun, hal ini paling dapat diterapkan kepada kemenangan Kristus atas musuh-musuh rohani kita, yang diperoleh-Nya dengan satu pertempuran saja. Ia menginjak-injak pengirikan Bapa-Nya seorang diri, dan berjaya atas pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa seorang diri (Kol. 2:15). Dari antara umat-Nya tidak ada yang menemani, sebab ketika Ia berperang dengan kuasa-kuasa kegelapan, semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. Tidak ada yang menolong, karena tidak ada yang mampu, tidak ada yang berani. Dan mungkin Ia tertegun karena di antara anak-anak manusia, yang seharusnya menangani urusan itu, bukan saja tidak ada yang membantu, melainkan juga begitu banyak yang harus dilawan dan dihalangi seandainya saja mereka mampu.
                    (2) Ia menjalani peperangan itu terdorong oleh kecemburuan-Nya sendiri. Di dalam murka dan kehangatan amarah-Nya sajalah ia menginjak-injak musuh-musuh-Nya (ay. 3). Kehangatan amarah-Nya itulah yang membantu Dia dan membawa Dia melanjutkan pertempuran penuh bahaya ini (ay. 5). Allah mengerjakan keselamatan bagi orang-orang Yahudi yang tertindas, semata-mata karena Ia sangat marah kepada orang-orang Babel penindas itu, marah kepada penyembahan berhala dan sihir yang mereka jalankan, pada kesombongan dan kekejaman mereka, serta pada celaka yang mereka lakukan atas umat-Nya. Dan, sementara kekejian menjijikkan mereka semakin biadab dan parah, murka-Nya pun meningkat menjadi kehangatan amarah. Yesus Tuhan kita mengerjakan penebusan kita dengan rasa kecemburuan kudus demi kehormatan Bapa-Nya dan kebahagiaan umat manusia, serta dengan rasa murka kudus terhadap upaya-upaya nekat Iblis yang hendak merusak kedua hal tersebut. Kecemburuan dan murka kudus inilah yang menopangnya dalam menjalani seluruh karya itu. Terdapat dua hal dalam semangat ini yang telah menggerakkan-Nya:
                        [1] Ia murka terhadap musuh-musuh-Nya dan musuh-musuh umat-Nya: Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan (ay. 4). Harinya telah ditentukan dalam rencana kekal untuk membalas dendam kepada mereka. Hal ini tertulis di dalam hati-Nya, sehingga Ia tidak dapat melupakannya, tidak dapat membiarkannya terlewat. Hati-Nya penuh dengan rencana itu, sebagai tanggung jawab, bagaikan beban yang ada di pundak-Nya, yang mendorong-Nya terjun ke dalam peperangan kudus ini dengan kekuatan penuh. Perhatikanlah, ada hari yang telah ditetapkan untuk pembalasan ilahi, yang mungkin saja tertunda sampai lama, tetapi pada akhirnya pasti akan datang. Kita boleh dengan senang hati menantikannya, sebab Sang Penebus sendiri juga menanti-nantikannya, meskipun hati-Nya terpatri pada hari itu.
                        [2] Ia cemburu demi umat-Nya dan demi semua orang yang hendak diajak-Nya ikut memperoleh keselamatan yang direncanakan itu: "Tahun penuntutan bela telah datang, tahun yang telah ditentukan bagi penebusan mereka." Tahun untuk pembebasan bangsa Israel dari Mesir telah ditentukan, dan Allah mengatur waktu dengan tepat sampai kepada harinya (Kel. 12:41). Begitu pula halnya dengan pembebasan mereka dari Babel (Dan. 9:2). Begitu juga halnya dengan kedatangan Kristus untuk menghancurkan pekerjaan Iblis. Sama halnya dengan semua pembebasan jemaat, dan mata Sang Penebus tertuju pada hari itu. Amatilah, Pertama, betapa dengan penuh sukacita Ia berbicara tentang umat-Nya. Mereka adalah orang-orang tebusan-Nya. Mereka adalah kepunyaan-Nya yang sangat dikasihi-Nya. Meskipun penebusan mereka belum dikerjakan-Nya, namun Ia memanggil mereka orang-orang tebusan-Nya, sebab hal itu pasti akan dilakukan, seolah-olah sudah terjadi. Kedua, betapa dengan penuh sukacita Ia berbicara tentang penebusan umat-Nya. Betapa senang hati-Nya karena waktunya telah datang, meskipun besar kemungkinan Ia akan menghadapi perlawanan sengit. "Karena tahun pembebasan orang-orang tebusan-Ku telah datang, maka sesungguhnya Aku datang, dan tidak akan menundanya lagi. Sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN. Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun." Perhatikanlah, keselamatan yang dijanjikan itu harus dinantikan dengan sabar sampai saat yang ditentukan itu tiba. Meskipun demikian, kita harus menantikan janji-janji itu sambil berdoa. Karena Kristus berkata, Ya, Aku datang segera, biarlah hati kita menjawab, Amin, datanglah. Biarlah tahun penuntutan bela itu datang.
                    (3) Ia akan meraih kemenangan mutlak atas mereka semua.
                        [1] Sudah banyak yang dikerjakan, sebab sekarang Ia tampil semerah itu. Begitu banyak darah yang tertumpah hingga seluruh pakaian sang pemenang tercemar dengannya. Hal ini telah dinubuatkan jauh sebelumnya oleh Yakub saat menjelang ajalnya, tentang Silo (atau Kristus), bahwa Ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur, yang boleh jadi kepada hal ini ayat dalam Yesaya di sini menunjuk (Kej. 49:11).

Berhiaskan tetesan darah aku berdiri teguh,
Menuliskan kemenanganku dengan darah musuh.
– Mr. Norris


                        Dalam pemusnahan kekuatan antikristus, kita menjumpai banyak pertumpahan darah (Why. 14:20; 19:13), yang menurut gaya bahasa nubuatan, dapat dipahami secara rohani, yang tidak diragukan lagi berlaku di sini.
                        [2] Masih banyak lagi yang akan dilakukan (ay. 6): Aku memijak-mijak bangsa-bangsa yang tetap melawan Aku, dalam murka-Ku. Ketika tahun penuntutan bela telah datang, Sang Penebus yang menang itu akan terus maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan (Why. 6:2). Apabila Ia memulai, maka Ia juga akan mengakhiri. Amatilah bagaimana Ia akan menyempurnakan kemenangan-Nya atas musuh jemaat-Nya. Pertama, Ia akan mencabut akal sehat mereka. Ia akan membuat mereka mabuk, sehingga dalam membuat rencana, mereka tidak menggunakan pemahaman ataupun keteguhan hati. Mereka akan meminum dari cawan murka-Nya sehingga memabukkan mereka. Atau, Ia akan membuat mereka mabuk oleh darah mereka sendiri (Why. 17:6). Biarlah orang-orang yang memabukkan diri sendiri dengan piala kemerosotan akhlak (sehingga terjebak kehangatan amarah sendiri) itu bertobat dan diperbarui, supaya Allah tidak membuat mereka mabuk dengan isi cangkir yang memusingkan, yakni piala kehangatan amarah-Nya. Kedua, Ia akan membuat mereka lemah. Ia akan membuat semburan darah mereka mengalir, sehingga dengan demikian merobohkan mereka ke tanah. Sebab kekuatan apa gerangan yang sanggup tahan terhadap Yang Mahakuasa?


SBU

MINGGU EPIFANIA
SELASA, 8 JANUARI 2019
Renungan Pagi
GB 41:1 -Berdoa
KESELAMATAN SUDAH DATANG

Yesaya 62:10-12
..... Sesungguhnya, keselamatanmu datang; (ay.11)

Keselamatan dari Allah adalah hal utarna yang dibutuhkan manusia. Mengapa? Karena hanya Allah yang bisa memberi keselarnatan itu bagi manusia yang be-ruiah dengan tindakan-tindakan dosa. Allah yang penuh kasih, berinisiatif menyelamatkan rnanusia, namun manusia perlu mendengar dan rnelaksanakan firman-Nya yaitu:

1. Berjaian melalui pintu gerbang.
2. Persiapkan jalan bagi umat.
3. Bukalah jaian raya.
4. Singkirkan batu-batu.
5. Tegakkan panji-panji. Tahapan usaha yang tidak ringan, perlu tenaga, perlu keseriusan mengerjakannya.

Nah, panji keseiamatan itu sudah ditegakkan oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Yesus sendiri mengerjakan keselamatan bagi kita. Ia tertatih-tatih berjalan memikul salib. Jalan derita la ternpuh. Peluh keringat mengalir deras disekujur tubuh-Nya. Batin yang merintih, menanggung hukuman dosa yang bukan akibat ulah-Nya. Yesus sudah datang untuk menyelamatkan kita manusia berdosa, saat Yesus merentangkan tangan-Nya seiebar-lebar-Nya di kayu salib. la merangkul kita umat berdosa, memberi pengampunan dengan Iimpah-Nya. Keselamatan yang Allah janjikan diwujudkan oleh Yesus Knstus. Keselarnatan kita sudah datang, jangan sia-siakan!

GB 41:3
Doa : (Ajarilah kami menghargai karya keselamatan-Mu)


MINGGU EPIFANIA
SELASA, 8 JANUARI 2019
Renungan Malam
GB.43 : 1 -Berdoa
BERUBAH BALUTAN BUSANA

Yesaya 63:1-6
"Mengapakah pakaianrnu semerah itu. dan baiu-Mu sepertl baju pengirik buah anggur?" (ay.2).

Kita kenal ungkapan: ada sebab, ada akibat. Tindakan dosa membuat Allah murka akibatnya hukuman Allah datang Edom di garnbarkan sebagai kekuatan dunia yang menentang Allah. Lalu pakaian Tuhan bernoda merah karena darah orang fasik. Tuhan hadir, membela umat Allah sendiri berperang melawan bangsa-bangsa dan mengalahkannya, bahkan menginjak-injak mereka, seperti orang menginjak-injak buah anggur di tempat penggirikan.

Artinya mereka yang meneniang dan rnelawan Allah akan hancur. Tentu saja Allah tidak menghendaki umat-Nya hancur berkeping-keping. Dari semula Allah memang merancang keselamatan atas umat-Nya. Umat dipilih bukan karena saleh dan melakukan kehendak-Nya. Allah mengerti umat-Nya itu kadang-kadang setia kadang menduakan-Nya. Tapi titik berangkat Al|ah, adalah kasih setia-Nya bagi umat yang sudah dipilih-Nya untuk dikuduskan dan diselamatkan (Mazmur 136, dikatakan sampai 26 kali bahwasanya Allah sendiri berperang bagi mereka, yang menindas umat, yang menentang umat). Allah benar-benar menjadi pembela kawanan kudus. Keselamatan itu bukan sekadar keselamatan tapi keselamatan kekal. Allah yang melakukan tindakan keselamatan (Yesaya 59:16-18).

Keselamatan kekal itu hadir melalui Yesus Kristus Tuhan kita. Jubah bernocla itu telah dike-nakan pada Kristus (Wahyu 19:13) karena Allah mau umat-Nya ada clalam kekudusan dan keselamatan. Balutan busana noda darah akibat dosa-dosa, kini diganti dengan busana yang putih bersih (Wahyu 3 : 5). Busana yang putih bersih tidak lain adalah pakaian keselamatan. Jadi kenakanlah pakaian keselamatan yang Allah berikan, pertahankan sampai akhir menuju keselamatan kekal.

GB 43:5
Doa : (Berkati sikap batin kami untuk tetap memuliakan Tuhan)





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 7 JANUARI 2019 - KEMENANGAN BERSAMA TUHAN - Yesaya 62:6-9 - MINGGU EPIFANIA
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,