Save Page
Amsal 3:1-8
Berkat dari hikmat
3:1 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 3:2 karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. 3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, 3:4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 3:7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; 3:8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.


Penjelasan:

* Ams 3:1 - Ajaranku
Ajaranku. Frasa ini dan "perintahku" (2:1) serta kata-kata serupa tidak harus berarti Hukum Musa. Itu adalah nasihat dari ayah yang juga guru. Meskipun demikian, ajaran itu diberikan sebagai Firman Tuhan. Penulis kitab ini menyiratkan bahwa ia sedang memberikan perintah-perintah ilahi, seperti Paulus dalam I Korintus 14:37. Walaupun Kitab Amsal sering memberikan suatu tujuan praktis, sang penulis menganjurkan untuk melakukan kebenaran demi kebenaran, bukan karena "kejujuran adalah kebijaksanaan terbaik."

* Ams 3:2 - Panjang umur
Panjang umur. Mungkin untuk mengingatkan pada perintah yang kelima beserta janjinya (Kel. 20:12).

* Ams 3:3 - Kalungkanlah itu pada lehermu
Kalungkanlah itu pada lehermu. Frasa serupa tetapi tidak sama persis terdapat dalam Ulangan 6:8. Yang lebih mirip ialah Amsal 7:3: "Tulislah itu pada loh hatimu."

* Ams 3:5 - Dengan segenap hatimu // hati
Dengan segenap hatimu. Ayat berharga ini menunjukkan kontras antara hikmat manusia pada umumnya dengan hikmat ilahi yang merupakan dasar seluruh kitab ini. Dalam bahasa Ibrani, hati secara simbolis tidak terlalu banyak dipakai untuk menggambarkan tempatnya emosi, tetapi lebih sebagai tempatnya akal budi dan kehendak. Dengan kata lain, serahkanlah dirimu yang paling dalam kepada Allah. Jangan berusaha untuk bebas dari (tidak bergantung pada) Dia.

* Ams 3:6 - Meluruskan
Meluruskan. Ayat ini tidak hanya memberikan bimbingan, tetapi lebih banyak menjanjikan kuasa bagi kita untuk bergerak maju.

*  Ams 3:1-6
    Pasal ini merupakan salah satu pasal terunggul dari antara keseluruhan kitab ini, karena di dalamnya terdapat alasan-alasan dan pengarahan yang mendorong kita supaya menjadi lebih saleh.
    I. Kita harus setia menjalankan kewajiban kita karena itulah jalan untuk mencapai kebahagiaan (ay. 1-4).
    II. Kita harus menjalani kehidupan yang bergantung kepada Allah, karena itulah jalan menuju keselamatan (ay. 5).
    III. Kita harus selalu takut akan Allah karena itulah jalan yang menguatkan (ay. 7-8).
    IV. Kita harus melayani Allah dengan harta kita sebab itulah jalan yang memimpin kepada kesejahteraan (ay. 9-10).
    V. Kita harus belajar dari kesukaran karena itulah jalan untuk menjadi baik melaluinya (ay. 11-12).
    VI. Kita harus bersusah payah mendapatkan hikmat karena itulah cara untuk memperolehnya dan mendapat keuntungan darinya (ay. 13-20).
    VII. Kita harus selalu menguasai diri dengan aturan-aturan hikmat, aturan-aturan akal budi dan agama yang benar, sebab itulah jalan untuk menjadi tenteram (ay. 21-26).
    VIII. Kita harus berbuat kebaikan sebanyak mungkin, dan tidak boleh melukai sesama kita, sebab manusia akan mendapat balasan dari Allah sesuai dengan perilaku mereka, apakah mereka adil atau tidak, murah hati atau tidak, rendah hati atau sombong (ay. 27-35).
    Dari semuanya itu, tampaklah bahwa agama itu membuat manusia diberkati dan menjadi berkat.

Persekutuan yang Dijalin oleh Hikmat (3:1-6)

    Di sini kita diajari supaya menjalani hidup ini dalam persekutuan dengan Allah. Tidaklah diragukan, agunglah misteri kesalehan ini. Dampaknya sangat besar bagi kita, sebagaimana yang ditunjukkan di sini. Kesalehan akan memberikan keuntungan yang tak terlukiskan bagi kita.
    I. Kita harus selalu memperhatikan ketetapan-ketetapan Allah (ay. 1-2).
        1. Kita harus,
            (1) Menjadikan hukum dan perintah-perintah Allah sebagai peraturan teguh yang mengatur segala segi kehidupan kita dan yang selalu kita taati.
            (2) Mendalaminya, sebab tidak mungkin kita dikatakan melupakan hal-hal yang tidak pernah kita ketahui.
            (3) Mengingat-ingatnya, supaya kita selalu siap untuk menggunakannya ketika kesempatan itu datang.
            (4) Menaruh kehendak dan perasaan kita di bawah hukum dan perintah-perintah itu, dan menyelaraskan segala sesuatu dengannya. Baik kepala kita maupun hati kita, keduanya harus memelihara perintah Allah. Di dalam kepala dan hati kitalah kedua loh hukum Taurat harus disimpan, sebagaimana kedua loh itu ditaruh di dalam tabut perjanjian.
        2. Untuk mendorong kita supaya menundukkan diri di bawah batasan-batasan dan aturan dari hukum ilahi, di sini kita diyakinkan (ay. 2) bahwa berlaku seperti itu merupakan jalan untuk memperoleh umur panjang dan kemakmuran.
            (1) Itulah jalan untuk memperoleh umur panjang. Perintah-perintah Allah akan menambahkan kepada kita panjang umur. Perintah-perintah itu juga akan menambahkan hidup kekal di sorga, umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya (Mzm. 21:5) bagi orang-orang yang menjalani kehidupan mereka dengan benar dan bermanfaat di dunia ini. Allah akan menjadi kehidupan dan umur panjang kita, dan masa itu memang merupakan kehidupan yang panjang, dengan sebuah tambahan pula. Akan tetapi, oleh karena umur panjang mungkin dapat menjadi beban dan kesukaran, maka di sini dijanjikan,
            (2) Bahwa jalan itu akan mudah untuk ditempuh, sehingga umur panjang pun tidak akan menjadi hari-hari yang malang, melainkan merupakan hari-hari yang penuh dengan kesenangan: sejahtera akan senantiasa ditambahkannya kepadamu. Seiring bertambahnya anugerah, damai sejahtera pun akan semakin bertambah. Dan damai sejahtera di atas takhta Kristus dan di dalam kerajaan-Nya, juga di dalam hati dan dunia ini, tidak akan berkesudahan. Besarlah dan bertambah-tambahlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu.
    II. Kita harus selalu mengindahkan janji-janji Allah yang menyertai ketetapan-ketetapan-Nya, dan yang akan diterima dan dipertahankan di dalam ketetapan-ketetapan-Nya itu (ay. 3): "Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau, kasih Allah dalam janji-Nya, dan kesetiaan-Nya dalam memenuhi janji-Nya. Janganlah kehilangan kedua hal itu, melainkan hiduplah dengannya dan peliharalah kepentinganmu di dalamnya. Janganlah melupakan kedua hal itu, tetapi hiduplah dengannya dan terimalah penghiburan darinya. Kalungkanlah itu pada lehermu, sebagai hiasan yang terindah." Memiliki kasih dan setia Allah merupakan kehormatan terbesar yang bisa kita dapatkan di dunia ini. "Tuliskanlah itu pada loh hatimu, sebagai buah hatimu, sebagai bagianmu dan kesenangan yang paling manis. Nikmatilah saat-saat ketika engkau menjalankan dan merenungkannya." Atau, kasih dan setia itu bisa juga berarti kewajiban kita, kesalehan dan ketulusan kita, kemurahan hati terhadap sesama manusia dan kesetiaan terhadap Allah. Biarlah semua itu menjadi pedoman-pedoman teguh bagi dirimu dan yang memerintah di dalam dirimu. Untuk menguatkan kita dalam melakukannya, di sini kita diyakinkan (ay. 4) bahwa inilah cara untuk menyenangkan Sang Pencipta maupun sesama makhluk ciptaan: maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan.
        1. Orang benar mencari kasih Allah sebagai hal yang utama dan selalu menginginkan penerimaan Tuhan sebagai kehormatan baginya. Oleh sebab itu, ia akan mendapatkan kasih itu, disertai penghargaan. Allah akan memakai orang baik itu dengan cara yang terbaik, dan memberi kebaikan kepada apa yang dia katakan dan lakukan. Dia akan diakui sebagai salah satu dari anak-anak Hikmat, dan akan dipuji oleh Allah sebagai orang yang memiliki akal budi yang baik, yang biasa dilayangkan kepada semua orang yang melakukan perintah-Nya.  
        2. Dia ingin mendapatkan kasih dari manusia juga (seperti yang didapat Kristus, Luk. 2:52), disukai oleh banyak sanak saudaranya (Est. 10:3), dan itulah yang akan ia dapatkan. Mereka akan memahaminya dengan baik, dan dalam segala tindakannya terhadap mereka, dia akan memperlakukan mereka dengan bijak, bertindak cerdas dan penuh pertimbangan. Dia akan berhasil (begitulah beberapa orang mengartikannya), dampak lumrah dari penghargaan yang didapatnya.
    III. Kita harus selalu memperhatikan pemeliharaan Allah, harus mengakui dan bergantung kepada pemeliharaan itu dalam segenap segi kehidupan kita, baik melalui iman maupun doa.
        1. Dengan iman. Kita harus menaruh segenap keyakinan kita di dalam hikmat, kuasa dan kebaikan Allah, meyakinkan diri kita mengenai jangkauan pemeliharaan-Nya yang terulur kepada segenap mahkluk ciptaan-Nya beserta segala tindak tanduk mereka. Oleh karena itu, kita harus percaya kepada TUHAN dengan segenap hati kita (ay. 5). Kita harus percaya bahwa Dia sanggup melakukan apa pun yang Ia kehendaki, dan bijak melakukan yang terbaik. Kita juga harus percaya bahwa Ia sangat baik, sesuai dengan janji-Nya, untuk melakukan yang terbaik bagi kita, jika kita mengasihi dan melayani-Nya. Dengan segenap hati yang tunduk dan puas, kita harus sepenuhnya mengandalkan Dia untuk menjalankan segala sesuatu bagi kita dan tidak bersandar kepada pengertian kita sendiri, seolah-olah kita mampu menyokong diri kita sendiri dan menyelesaikan semua tugas kita dengan baik tanpa pertolongan Allah. Orang-orang yang mengenal diri mereka sendiri dengan baik pastilah mendapati bahwa pengertian mereka hanyalah seperti buluh yang terkulai, yang pasti patah jika mereka bersandar kepadanya. Dalam segala tingkah laku kita, hendaknya kita tidak mempercayai pertimbangan kita sendiri, melainkan percaya akan hikmat, kuasa dan kebaikan Allah. Oleh karena itu, kita harus mengikuti Sang Pemelihara dan tidak memaksakan kehendak kita sendiri. Ketika kita berserah dan tidak ngotot melakukan sesuatu, biasanya hasilnya malah sangat baik.
        2. Dengan doa (ay. 6): Akuilah Allah dalam segala lakumu. Kita bukan saja wajib percaya, dalam pertimbangan kita, bahwa ada tangan Allah yang berkuasa mengatur dan menempatkan kita beserta segenap urusan kita, tetapi juga harus mengakui dan melayangkannya kepada Allah dengan segala kesungguhan hati. Kita harus meminta izin dari-Nya dan tidak merencanakan sesuatu selain dari yang kita yakini diperbolehkan. Kita harus meminta nasihat dan memohon bimbingan-Nya, bukan hanya ketika sedang menghadapi perkara yang sulit saja (yaitu ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan, dan harus melayangkan pandangan kita ke arah-Nya), tetapi juga dalam segala hal, semudah apa pun perkara itu. Kita tetap harus mendoakannya kepada Allah mohon keberhasilan, karena kita tahu bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat. Kita harus memandang-Nya sebagai sumber dari segala pertimbangan kita, dan menantikan imbalan dari-Nya dengan sabar dan keberserahan yang kudus. Dalam segala laku kita yang lurus, mudah dan menyenangkan, yang memberi kita kepuasan, kita harus mengakui Allah dengan segenap rasa syukur. Dalam segala laku kita yang menyakitkan dan menyulitkan, yaitu jalan yang dipagari dengan duri-duri, kita harus mengakui Allah dengan tunduk dan berserah diri. Mata kita harus selalu tertuju kepada Allah. Kepada Dialah kita harus menyatakan segala permintaan kita, dalam hal apa pun, sebagaimana Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa (Hak. 11:11). Untuk mendorong kita supaya berlaku demikian, di sini dijanjikan bahwa, "Ia akan meluruskan jalanmu, sehingga jalanmu akan berakhir dengan baik dan aman, dan perkaramu berakhir menyenangkan." Perhatikanlah, orang-orang yang menempatkan diri mereka di bawah bimbingan ilahi akan selalu mendapatkan keuntungan darinya. Allah akan memberi mereka hikmat yang bermanfaat untuk membimbing, sehingga mereka tidak akan menyimpang ke dalam dosa, dan akan mengatur segala sesuatu sedemikian bijaknya sehingga hal itu mendatangkan kebaikan bagi mereka. Orang-orang yang setia mengikuti tiang awan dan api akan mendapati bahwa tiang-tiang itu menunjukkan jalan yang benar dan pada akhirnya akan membawa mereka ke tanah Kanaan, sekalipun pada mulanya mereka dibawa berkeliling.





Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

Chris Tomlin songs
for King & COUNTRY songs
Tasha Cobbs Leonard songs


NEXT:
Tentang UEM (United Evangelical Mission)

PREV:
Minggu 30 Desember 2018 - Maznur 149:1-9



BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,