Save Page
Yesaya 63:15-19
 63:15 Pandanglah dari sorga dan lihatlah dari kediaman-Mu yang kudus dan agung! Di manakah kecemburuan-Mu dan keperkasaan-Mu, hati-Mu yang tergerak dan kasih sayang-Mu? Janganlah kiranya Engkau menahan diri! 63:16 Bukankah Engkau Bapa kami? Sungguh, Abraham tidak tahu apa-apa tentang kami, dan Israel tidak mengenal kami. Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; nama-Mu ialah "Penebus kami" sejak dahulu kala. 63:17 Ya TUHAN, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu, dan mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga tidak takut kepada-Mu? Kembalilah oleh karena hamba-hamba-Mu, oleh karena suku-suku milik kepunyaan-Mu! 63:18 Mengapa orang-orang fasik menghina tempat kudus-Mu, para lawan kami memijak-mijak bait kudus-Mu? 63:19 Keadaan kami seolah-olah kami dari dahulu kala tidak pernah berada di bawah pemerintahan-Mu, seolah-olah nama-Mu tidak pernah disebut atas kami.

Penjelasan:

* Permohonan Sepenuh Hati (63:15-19)
    Puji-pujian sebelum ini dimaksudkan sebagai pengantar untuk doa ini, yang berlanjut sampai akhir pasal berikutnya. Dan ini adalah sebuah doa permohonan yang sepenuh hati, sangat mendesak dan memohon. Kemungkinannya ini terjadi semasa penawanan mereka di Babel. Sama seperti mereka menerima janji, demikian juga mereka mempunyai doa-doa, yang disiapkan bagi mereka untuk menghadapi masa yang sulit nanti. Dengan demikian mereka dapat membawa serta kata-kata doa untuk berbalik kepada Tuhan, dan menyampaikan kepada-Nya kata-kata yang telah diajarkan-Nya kepada mereka. Dengan begitu mereka bisa lebih berharap untuk menang, karena kata-kata itu disusun sendiri oleh Allah. Beberapa penafsir andal berpendapat bahwa doa ini memandang lebih jauh ke depan dan mengungkapkan keluh kesah orang Yahudi di tengah penolakan terakhir Allah serta penghancuran oleh orang Romawi. Sebab, terdapat sebuah bagian di dalamnya (64:4) yang disebutkan sebagai kasih karunia Injil oleh sang rasul (1Kor. 2:9), yakni kasih karunia yang ditolak oleh mereka sehingga membuat mereka ditolak. Di dalam ayat-ayat ini kita dapat mengamati,
            I. Permohonan yang mereka ajukan kepada Allah.
                1. Agar Ia mau memperhatikan perkara mereka dan kerinduan jiwa mereka terhadap-Nya: Pandanglah dari sorga dan lihatlah (ay. 15). Mereka tahu betul bahwa Allah melihat segala sesuatu, namun mereka tetap berdoa agar Ia memperhatikan mereka, agar Ia berkenan turun dan menunjukkan kemurahan kepada mereka, agar kiranya Ia memandang mereka dengan penuh belas kasihan dan perhatian, seperti Ia memandang penderitaan umat-Nya di Mesir, ketika Ia hendak tampil untuk membebaskan mereka. Dengan memohon agar Ia mau memandang mereka dari atas dan memperhatikan mereka, sebenarnya mereka memohonkan keadilan untuk melawan musuh-musuh mereka, dan berdoa memohon penghakiman atas mereka (seperti halnya Yosafat dalam 2Taw. 20:11-12, Lihatlah, bagaimana mereka membalas kami. Tidakkah Engkau akan menghukum mereka?). Mereka berserah diri sepenuhnya kepada belas kasihan dan hikmat-Nya sesuai cara yang akan digunakan-Nya untuk melepaskan mereka (Mzm. 25:18, Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku): Pandanglah dari sorga dan lihatlah dari kediaman-Mu yang kudus dan agung. Kekudusan Allah adalah keagungan-Nya. Sorga merupakan tempat tinggal-Nya, takhta keagungan-Nya, tempat Ia paling menyatakan keagungan-Nya, dan tempat di mana Ia disebutkan memandang ke bawah ke bumi (Mzm. 33:14). Kekudusan-Nya dirayakan di sana dengan cara khusus oleh para malaikat (6:3; Why. 4:8). Di sana, orang-orang-Nya yang kudus menyertai-Nya dan senantiasa berada di sekeliling-Nya, sehingga tempat itu merupakan kediaman-Nya yang kudus. Hal ini menguatkan hati seluruh umat-Nya yang berdoa dan rindu menjadi kudus seperti Dia juga kudus, bahwa Ia bersemayam di tempat kudus.
                2. Agar Ia mau bertindak untuk melepaskan mereka (ay. 17): "Kembalilah. Ubahlah jalan-jalan-Mu terhadap kami, dan janganlah terus bersengketa dengan kami. Kembalilah dalam belas kasihan, dan kiranya kami tidak hanya Kaupandang dengan penuh rahmat, tetapi juga mengalami hadirat-Mu yang penuh rahmat." Tidak ada yang lebih ditakuti umat Allah daripada ditinggalkan oleh-Nya. Tidak ada yang lebih mereka rindukan daripada kembalinya Ia kepada mereka.
            II. Keluhan yang mereka sampaikan kepada Allah. Mereka mengeluhkan dua hal:
                1. Bahwa mereka dibiarkan sendiri, dan bahwa kasih karunia Allah tidak memulihkan mereka (ay. 17). Ini sungguh merupakan perkataan yang janggal, "Mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu, yaitu banyak dari antara kami, sebagian besar dari kami. Keluhan ini kami ajukan karena sebagian dari kami membuat Engkau menegarkan hati kami, sehingga tidak takut kepada-Mu." Sebagian penafsir menganggap kata-kata ini berasal dari sebagian orang di antara mereka yang duniawi dan tidak saleh. Ketika para nabi menegur mereka karena jalan mereka yang sesat, kedegilan hati mereka, dan penghinaan terhadap firman dan perintah Allah, dengan lancang mereka menimpakan dosa mereka pada Allah, menyebut Dia penyebabnya, lalu bertanya, Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Perhatikanlah, sungguh jahat orang yang menimpakan kejahatan diri sendiri kepada Allah. Namun, saya lebih cenderung menganggapnya sebagai perkataan orang-orang yang meratapi ketidakpercayaan dan sikap tidak mau bertobat bangsa mereka. Mereka bukan menuduh Allah yang menjadi penyebab kejahatan mereka, melainkan mengeluh kepada-Nya mengenai kejahatan mereka. Mereka mengakui bahwa mereka telah sesat dari jalan Allah, bahwa hati mereka telah ditegarkan, sehingga tidak takut kepada-Nya, dan bahwa mereka sama sekali tidak merasa takut kepada Allah sebagaimana yang seharusnya, dan inilah yang menjadi penyebab semua kesesatan mereka dari jalan-jalan-Nya. Atau, tidak takut kepada-Nya juga bisa berarti tidak menyembah Allah dengan benar. Hati keraslah yang membuat orang menjauh dari beribadah kepada Allah yang sungguh begitu agung dan baik. Nah, hal inilah yang mereka keluhkan sebagai penderitaan dan beban mereka yang berat, yakni bahwa Allah telah membiarkan mereka mengalami hal ini karena dosa-dosa mereka. Ia membiarkan mereka sesat dari jalan-jalan-Nya dan sudah sepantasnya menahan kasih karunia-Nya, sehingga hati mereka ditegarkan sehingga tidak takut kepada-Nya. Ketika mereka bertanya, Mengapa engkau berbuat begitu?, ini tidak berarti bahwa mereka menimpakan kesalahan kepada-Nya, melainkan meratapi sikap Allah sebagai sebuah hukuman berat. Allah telah membiarkan mereka sesat dari jalan-Nya, dan menegarkan hati mereka, tidak saja melalui menarik kembali Roh-Nya dari antara mereka sebab mereka telah mendukakan serta menyakiti hati-Nya, dan memadamkan Roh-Nya (ay. 10), tetapi melalui keputusan hukuman-Nya (Pergilah, buatlah hati bangsa ini keras [6:9-10]), dan juga melalui pemeliharaan-Nya mengenai mereka, yang terbukti menimbulkan kesusahan karena mereka meninggalkan Dia. Daud mengeluh bahwa ia dibuang, sebab dengan demikian ia sesungguhnya diperintahkan untuk beribadah kepada allah lain (1Sam. 26:19). Kesukaran-kesukaran mereka telah menjauhkan banyak di antara mereka dari Allah dan membuat mereka kehilangan pertolongan-Nya. Selain itu, karena tongkat kerajaan orang fasik sudah lama tinggal di atas tanah yang diundikan, mereka siap mengulurkan tangannya kepada kejahatan (3). Hal inilah yang paling mereka keluhkan. Penderitaan mereka merupakan pencobaan mereka, dan bagi banyak dari antara mereka, pencobaan yang tidak teratasi. Perhatikanlah, hati nurani yang telah diyakinkan paling banyak mengeluhkan penghakiman rohani, dan paling takut pada penderitaan yang dapat menjauhkan mereka dari Allah serta kewajiban kepada-Nya.
                2. Bahwa mereka diserahkan kepada musuh-musuh mereka, dan pemeliharaan Allah tidak menyelamatkan serta melepaskan mereka (ay. 18): para lawan kami memijak-mijak bait kudus-Mu. Sama halnya adalah hal yang menyedihkan bagi mereka bahwa di tengah pembuangan sebagian besar dari antara mereka telah kehilangan kesukaan untuk menyembah Allah, dan hati mereka dikeraskan akibat penderitaan mereka, demikian pula adalah hal yang lebih menyedihkan lagi ketika mereka kehilangan segala kesempatan untuk menyembah Allah dalam ibadah-ibadah bersama. Mereka tidak begitu mengeluh mengenai musuh yang menginjak-injak rumah-rumah dan kota-kota mereka dibanding ketika musuh menginjak-injak bait kudus Allah. Sebab, perbuatan ini langsung menghina Allah, dan merampok dari mereka segala penghiburan yang paling mereka hargai dan nikmati.
            III. Permohonan yang mereka naikkan kepada Allah untuk memperoleh belas kasihan dan pembebasan.
                1. Mereka memohon belas kasihan Allah yang dahulu ditunjukkan-Nya kepada umat-Nya, serta kemampuan dan kesediaan-Nya untuk tampil bagi mereka (ay. 15) di masa lalu. Alasan paling kuat di dalam doa adalah yang diambil dari Allah sendiri, seperti yang diajukan di sini. Di manakah kecemburuan-Mu dan keperkasaan-Mu? Allah memiliki kecemburuan bagi kemuliaan-Nya sendiri, dan bagi penghiburan umat-Nya. Nama-Nya adalah Cemburuan, dan Ia memang Allah yang cemburu. Ia memiliki cukup kekuatan untuk melindungi kemuliaan-Nya sendiri dan kepentingan umat-Nya, meskipun menghadapi berbagai tantangan. Sekarang di manakah semuanya ini? Bukankah hal itu pernah dinyatakan? Mengapakah hal itu tidak tampil sekarang? Kecemburuan atau semangat ilahi, yang bijaksana dan adil tidak terhingga, tidak akan bisa diredakan, dan keperkasaan ilahi yang tidak terhingga itu tidak mungkin dilemahkan. Bahkan lebih dari itu, umat-Nya telah mengalami bukan saja kecemburuan dan kekuasaan-Nya, melainkan juga hati-Nya yang tergerak. Atau lebih tepat, kerinduan terhadap semuanya itu, perasaan iba yang sedemikian rupa hebat di dalam diri manusialah yang mendorong dan menggelorakan hati-Nya itu. Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak (Hos. 11:8). Juga hati-Ku terharu (atau berdebar) terhadap dia (Yer. 31:20). "Demikianlah Allah dahulu selalu berbelas kasihan terhadap umat-Nya dan menyatakan kasih setia-Nya yang besar, tetapi di manakah kasih setia itu sekarang? Janganlah kiranya Engkau menahan diri. Apakah Allah, yang sudah begitu sering diingat penuh rahmat, sekarang dilupakan sebagai Allah yang demikian? Sudah ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya? (Mzm. 77:10). Ini tidak akan pernah terjadi." Perhatikanlah, kita boleh mendasarkan pengharapan selanjutnya akan kasih setia-Nya dengan memakai kasih setia yang telah kita alami sebelumnya.
                2. Mereka menyerukan hubungan Allah dengan mereka sebagai Bapa mereka (ay. 16): "Kasih sayang-Mu tidak ditahan-tahan, sebab itu adalah kasih sayang seorang bapa, yang meskipun untuk beberapa waktu kurang senang kepada anaknya, akan segera diperdamaikan kembali melalui dorongan kasih sayang alami. Bukankah Engkau Bapa kami, dan oleh sebab itu hati-Muterharu terhadap kami." Kita harus senantiasa menyimpan pikiran baik mengenai Allah seperti ini di hati kita. Apa pun yang terjadi, sesungguhnya Allah itu baik, sebab Ia adalah Bapa kita. Mereka menganggap diri tidak berbapa apabila Ia tidak menjadi Bapa mereka, sehingga karena itu mereka membuang diri kepada Dia yang menyayangi anak yatim (Hos. 14:4). Sungguh merupakan kehormatan bagi bangsa mereka bahwa Abraham adalah bapa mereka (Mat. 3:9), yang adalah sahabat Allah. Juga, merupakan kehormatan bagi mereka bahwa Israel (Yakub – pen.) adalah bapa mereka, yang adalah raja di mata Allah. Namun, apakah gunanya hal itu bagi mereka kecuali Allah menjadi Bapa mereka? "Abraham dan Israel tidak dapat menolong kami karena mereka tidak memiliki kuasa seperti yang dimiliki Allah. Mereka sudah lama meninggal, dan tidak tahu apa-apa tentang kami, dan Israel tidak mengenal kami. Mereka tidak tahu apa perkara kami, ataupun apa kekurangan kami, dan oleh sebab itu tidak tahu cara berbuat baik kepada kami. Seandainya Abraham dan Israel hidup bersama kami, mereka pasti akan menjadi perantara bagi kami dan menasihati kami. Namun, mereka telah pergi ke dunia lain, dan kami tidak tahu apakah mereka masih mempunyai hubungan dengan dunia ini. Oleh karena itu mereka tidak dapat berbuat kebaikan kepada kami selain bahwa kami beroleh kehormatan disebut anak-anak mereka." Ketika seorang bapa mati, anak-anaknya menjadi mulia, tetapi ia tidak tahu (Ayb. 14:21) "Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami (bapa jasmaniah kami mungkin berkata mereka mengasihi selamanya, tetapi mereka tidak hidup selamanya. Hanya Allah sendirilah Bapa yang kekal, senantiasa tahu keadaan kami, dan tidak pernah jauh dari kami). Itulah sebabnya nama-Mu ialah ‘Penebus kami‘ sejak dahulu kala, dan dengan nama itu kami akan mengenal serta mengakui-Mu. Dengan nama itulah Engkau telah dikenal sejak dahulu kala. Dari sejak dulu umat-Mu senantiasa memandang-Mu sebagai Allah kepada siapa mereka dapat memohon untuk menyatakan kesedihan mereka dan dibela perkara mereka. Bahkan" (sesuai arti yang diberikan sebagian penafsir), "meskipun Abraham dan Israel bukan saja tidak dapat, tetapi tidak mau, menolong kami, Engkau mau. Mereka tidak memiliki rasa belas kasihan seperti yang Engkau miliki. Akhlak kami begitu merosot dan cemar hingga Abraham dan Israel tidak akan mau mengakui kami sebagai anak-anak mereka, namun kami berlari kepada-Mu sebagai Bapa kami. Abraham mengusir Ismael putranya. Yakub mencabut hak waris Ruben putranya, dan mengutuk Simeon serta Lewi. Namun, Bapa sorgawi kita, dalam hal mengampuni dosa, adalah Allah, dan bukan manusia" (Hos. 11:9).
                3. Mereka menyerukan kepentingan Allah dalam diri mereka, bahwa Ia adalah TUHAN dan pemilik mereka: "Kami adalah hamba-hamba-Mu. Apa pun yang mampu kami lakukan merupakan hak-Mu, dan oleh sebab itu kami tidak boleh melayani raja-raja dan dewa-dewa asing: Kembalilah oleh karena hamba-hamba-Mu." Sama seperti seorang bapa yang terdorong kasih sayangnya merasa berkewajiban membebaskan dan melindungi anaknya, demikian juga seorang tuan mempunyai rasa hormat untuk menolong dan melindungi hambanya: "Kami ini milik kepunyaan-Mu oleh karena hubungan yang mendalam dan rasa kasih yang paling luhur. Engkau telah memerintah atas kami. Oleh sebab itu, Tuhan, tegaskanlah kepentingan-Mu, pertahankanlah hak-Mu, sebab nama-Mu diserukan di atas kami, dan karena itu ke mana pula kami akan pergi selain kepada-Mu, untuk dibenarkan dan dilindungi? Kami ini milik kepunyaan-Mu, selamatkanlah kami (Mzm. 119:94), milik-Mu, akuilah kami. Kami ini suku-suku milik kepunyaan-Mu, bukan hanya hamba-hamba-Mu, melainkan juga yang menyewa tanah-Mu. Kami adalah milik-Mu, yang tidak hanya bekerja bagi-Mu, tetapi juga membayar sewa kepada-Mu. Suku-suku Israel adalah ahli waris Allah, dari mana keluar sedikit pujian dan penyembahan yang diterima-Nya dari dunia bawah ini. Akankah Kau biarkan hamba-hamba dan penyewa-penyewa-Mu sendiri dianiaya seperti itu?"
                4. Mereka menyerukan alasan bahwa mereka belum lama menikmati tanah perjanjian dan mengenyam hak istimewa atas bait kudus-Nya (ay. 18): Umat kekudusan-Mu belum lama memilikinya (KJV). Dari Abraham sampai Daud hanya berjumlah empat belas keturunan, dan dari Daud sampai pada masa pembuangan di Babel hanya berjumlah empat belas keturunan juga (Mat. 1:17), dan ini hanyalah waktu yang singkat saja apabila dibandingkan dengan apa yang seharusnya bisa diharapkan dari janji tentang tanah Kanaan yang akan menjadi milik anak cucu mereka untuk selama-lamanya (Kej. 17:8), serta dari kuasa yang dikerahkan untuk membawa mereka memasuki negeri itu serta menetap di dalamnya. "Meskipun kami adalah umat kekudusan-Mu, dibedakan dari bangsa lain dan dikhususkan bagi-Mu, namun kami begitu cepat dikeluarkan dari sana." Akan tetapi, seharusnya mereka menyalahkan diri sendiri dengan semuanya ini. Mereka mengaku sebagai umat kekudusan Allah, tetapi kejahatan merekalah yang menyebabkan mereka tidak memiliki negeri itu lagi.
                5. Mereka mengajukan alasan bahwa orang-orang yang mendapatkan dan memiliki tanah mereka adalah orang-orang yang asing bagi Allah, dan dari mereka Allah tidak mendapatkan pelayanan serta kehormatan: "Mereka tidak pernah berada di bawah pemerintahan-Mu, dan mereka juga tidak pernah taat kepada-Mu. Nama-Mu tidak pernah disebut atas mereka, dan mereka menjalin hubungan dengan dewa-dewa lain serta menyembah mereka. Akankah Allah membiarkan orang-orang yang tidak mempunyai hubungan apa pun dengan-Nya itu menginjak-injak mereka yang memang mempunyai hubungan dengan-Nya?" Beberapa orang mengartikannya sebagai berikut: "Kami telah menjadi seperti orang-orang yang tidak pernah berada di bawah pemerintahan-Mu dan tidak pernah menyandang nama-Mu. Sekrang kami ditolak dan ditinggalkan, dipandang hina dan diinjak-injak, seolah-olah kami tidak pernah menerima pertolongan-Mu ataupun menyandang nama-Mu." Demikianlah dinajiskan perisai Saul, seakan-akan ia sebelumnya tidak diurapi dengan minyak. Walaupun demikian, perjanjian yang seakan-akan terlupakan itu akan diingat kembali.


SGDK
MINGGU EPIFANIA
RABU, 9 JANUARI  2019
"KONEKSI DAN KOREKSI "

Yesaya 63:15-19
I.   PENGANTAR

Nama Yesaya yang berarti "Allah akan menyelamatkan", atau "Allah adalah keselamatan", dipakai untuk menjelaskan perihal Allah adalan penyelamat bagi umat Israel (Yes 17:10). Ia, anak Amos ini adalah seorang Yehuda yang memulai pelayanannya pada zaman Raja Uzia sampai Raja Hizkia (740 SM).
Yesaya merasakan panggilan ilahi sebagai tugas yang membebani dirinya. Karena itulah, ia merasa tidak layak dan menggambarkan dirinya sebagai seorang najis bibir (Yes 6:5). Meskipun demikian ia percaya kalau Allah akan menguduskan dia sebagai persiapan untuk pekerjaanNya (Yes 6:7).
Misi Yesaya adalah menyampaikan penolakan Allah terhadap umat Israel. Allah menyuruh Yesaya membuat bangsa itu tidak dapat melihat, mendengar serta bertobat. Namun demikian, Allah tetap memberikan harapan kepada bangsa itu. Ada penyelamatan yang akan muncul – "dan dari tunggul itulah akan keluar tunas yang kudus!" (Yes 6:13). Gagasan tentang harapan yang akan keluarg dari tunggul Isai, kembali diulang dalam Yesaya 11:1.
Dalam Kitab Yesaya kita temui ajaran-ajaran yang jelas tentang Allah dan dasar-dasar iman. Tak berkelebihan jika ada orang menganggapnya teolog Perjanjian Lama. beberapa prinsip iman dapat disebutkan di sini.
Kekudusan umat Allah. Kudus berarti dikhususkan bagi Allah. Semula, kudus tidak ada hubungannya dengan moralitas. Namun demikian, sebagai akibat dari sesuatu yang dikhususkan bagi Allah dan sesuatu itu terkait dengan manusia, seharusnya memiliki kualitas moral yang baik. Israel adalah umat yang kudus, umat yang dikhususkan bagi Allah. Jadi, Israel harus memegang perjanjian Allah dengan setia yaitu dengan memperlihatkan kekhususan perjanjian itu dalam sikap hidup yang secara moral baik dan benar.
Allah sebagai Penebus. Kata "menebus" sangat mencolok dalam Kitab Yesaya. Gagasan dari kata ini adalah mendapatkan kembali milik yang tidak lagi dipegang oleh pemilik semula. "Yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel" (Yes 41:14).
Allah sebagai Bapa. Gagasan Allah sebagai Bapa dihindari dalam Perjanjian Lama. walaupun Israel disebut sebagai anak Allah, namun Allah tidak disebut sebagai Bapa mereka. Hal itu untuk menghindari bahaya menganggap Allah sebagai bapak jasmani Israel. Tapi dalam Kitab Yesaya bagian akhir ditemukan sebutan Allah sebagai Bapa (Yes 63:16) dan diulangi dalam (Yes 64:8).
Hamba Tuhan. salah satu hal terpenting dalam Kitab Yesaya ialah nubuat mengenai hamba Tuhan yang terdapat dalam Yes 53. Hamba Tuhan di situ digambarkan sebagai penanggung dosa dan akan menjadi gembala umatNya, Ia menjadi pembebas, bukan dengan kuat kuasa, tapi dengan kelemahan dan penderitaannya yang setia menanggung kehendak Allah. Gagasan teologi yang dimiliki Yesaya, secara jelas digenapi oleh Yesus Kristus. Dialah yang menjadi Allah yang menebus, menyelamatkan, memanggil Allah sebagai Bapa, dan menjadi hamba Tuhan yang menderita.

II.   PEMAHAMAN NATS

Hubungan yang erat dan dekat, menjadi jauh dan ditinggalkan. Reruntuhan Sion yang ditinggalkan, dibandingkan dengan :
Yesaya 65:15-16 :    Inti segala permohonan di dalam kitab suci ialah agar kiranya Tuhan kembali memperhatikan umatNya ; doa ini dialamatkan kepada Dia "yang diam di tempat yang tinggi, yang merendahkan diri untuk . . . . mengangkat orang yang miskin". Pemazmur tidak mencari Allah dalam istana surgawi dari dunia dongeng, di mana Ia mengundurkan diri jauh dari manusia ; hanya kediamanNya yang tinggi/ketinggianNya yang dilukiskannya dengan kiasa ini. Manusia tidak mempunyai hak atas pertolongan Allah, jika Tuhan bertindak, Ia digerakan oleh perasaanNya sendiri, yang meliputi : a) kecemburuan – istilah Ibrani "kinah" sulit diterjemahkan, karena berarti gairah, keinginan melindungi orang yang dikasihi dari segala bahaya yang mengancam persekutuan dengan dia, dan di dalam arti itu kecemburuan, b) keperkasaan, yakni keberanian bertindak sebagai pahlawan, c) hati yang tergerak, bahkan perasaan yang bergeloran, dan d) kasih sayang, istilah Ibrani "meim" berarti perut, batin, pusat segala perasaan.
    Sikap Allah inilah yang nyata dahulu kala ; dimanakah itu kini? Janganlah hasrat menyelamatkan itu sekarang tertahan! Bukankah Tuhan Bapa umatNya, dan orang-orang Israel anak-anakNya. Biarpun mereka disebut "bani Abraham" anak-cucu/keturunan Abraham dan "bani Yakub/Israel", yakni orang Israel, namun bapa leluhur mereka telah wafat dan tak berdaya lagi ; kini satu-satunya Bapa Israel ialah Tuhan sendiri yang sebagai kepala keluarga menebus anak-anak angkatNya.
Yes65:17-19 :    Mengapa Bapa itu tidak menghindarkan anak-anakNya dari kejahatan? Jika seorang muda memberontak terhadap orang tua, dan meninggalkan ibu-bapanya, lalu mengalami kesusahan dan menyesali tingkah-lakunya, maka ia biasanya bertanya apa sebabnya ibu-bapanya tidak sanggup memegang dia di rumah ; di dalam kerinduan akan kasih-sayang yang dialaminya, selagi ia masih kanak-kanak, pemuda itu menyalahkan orang tua yang memperlakukan dia sebagai seorang dewasa dan yang membebankan kepadanya tanggung-jawab seorang yang harus tahu diri. Demikianlah Israel menuduh Tuhan karena kemerdekaan yang diberikanNya kepada umatNya – dan mereka salahgunakan. Rahasia dosa, yang memisahkan Allah dan anak-anakNya yang dewasa itu, dihadapkan kepada Tuhan ; itu tidak dapat diuraikan, tetapi Tuhan dapat mengatasinya. Di dalam keyakinan ini, Israel berbalik kembali kepada Allah ; biarpun ia bersalah, Tuhan tetap memilikinya ; biarpun ia telah memberontak, ia kini rela melayani Tuhan, dan oleh karena itu ia berani memohon, agar Tuhan kiranya kembali juga – di dalam bahasa Ibrani dipakai istilah "syub", berbalik, bertobat.
Permohonan ini timbul di negeri yang sudah hancur ; di belakang reruntuhan itu dilihat alasan segala penderitaan : Israel seolah-olah berhasil meloloskan diri dari pemerintahan Allah, mereka seolah-olah tidak lagi milik-Nya, nama Allah seolah-olah dihapuskan dari tengah-tengah mereka, mereka tidak lagi umat Allah. Inilah kedaulatan yang diperolehnya dengan pemberon-takan.

III.   PENERAPAN NAS

" KONEKSI DAN KOREKSI "
Bisa dibayangkan kalau kita hadir di suatu acara, busana kita berbeda dari yang lainnya. Misalnya yang lain berpakaian formal, lalu kita berpakaian santai. Maka pastilah kita merasa tidak nyaman, salah tingkah dan lain sebagainya.
Nah, kita bisa bayangkan, kalau kita yang berdosa, najis dan kotor berhadapan dengan Allah yang Maha Kudus. Pakaian kekudusan yang Allah berikan untuk kita gunakan bernoda merah karena darah orang fasik. Tindakan dosa benar-benar menjadi pemisah antara umat dan Allah. Tidak ada hal yang paling indah selain persekutuan kasih dengan Allah. Umat perlu mengoreksi diri agar memperoleh koneksi yang benar-benar tehubung dengan Allah. Dietrich Bon Hoefea pernah menulis "Kita bukan menyembah Allah yang hanya dalam kenangan masa lalu, melainkan Allah yang berkarya dengan banyak cara ajaib, juga dimasa kini."
Sejak dahulu Allah menyelamatkan umat. Lalu lebih dikon-kritkan dalam Yesus Kristus Tuhan kita. Saat Yesus meren-tangkan tangan-Nya selebar-lebarnya di kayu salib. Ia meren-tangkannya demi dan untuk keselamatan saudara dan saya. Tinggalkan dosa dan hidup dalam kasih-Nya. I Tesalonika 4 : 7 - 8, mengatakan : " Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan me-nolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu."

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI :

1.    Mengapa orang lebih asik hidup dalam dosa?
2.    Apa tanggung jawab kita sebagai umat yang sudah diampuni?
3.    Baca kembali  1 Tesalonika 4 : 7 – 8 dan berikanlah con-toh hidup cemar seperti apa dan hidup kudus seperti apa?

SBU

MINGGU EPIFANIA
RABU, 9 JANUARI 2019
Renungan Pagi
GB 86:1 -Berdoa
ALLAH PENYELAMAT TUNGGAL

Yesaya 63:7-14
... maka la menjadi Juruselamat mereka (ay.8)

Kepemimpinan Allah atas umat memang tiada tara. Allah manyelamatkan dan perbudakan dl Mesir menuju tanah perjanjian. Allah menyertai umat-Nya. Allah rnencukupkan kebutuhan mereka pada-hal nyatanya umat sering memberontak. Umat tldak patuh, umat ticlak layak menerirna kasih Allah tetapi Allah tetap setia pada janji-Nya.

Dasar dari perbuatan Allah ltu adalah kasih setia Tuhan dan sejak semula, dan menjadi satu-satunya jaminan untuk masa depan umat. Allah tetap memegang teguh janji kasih setia-Nya
terhadap urnat pilihan-Nya dan Allah letap menjadi Juruselamat atas umat. Allah sendlri yang menyelamatkan dan menebus umat, Allah mengangkat dan menggendong sejak dahulu, dari generasi -regenerasl, turun temurun padahal umat memberontak, umat malah rnenolak kasih setla Allah. Allah mengaruniakan Roh--Nya yang kudus agar umat hidup dalarn persekutuan kasih setia dengan Allah. Nyatanya hati umat itu degll dan suka malawan kahendak Allah. Mereka bertindak fatal; mendukakan Roh Kudus yang Allah materaikan atas meraka.

Allah hadir ditengah-tengah umat dalam Roh-Nya yang kudus, agar umat punya kepekaan terhadap penghentaran Allah bagi mereka. Roh Tuhan juga yang mernbawa mareka ke tempat perhentian. Saudaraku, mari jangan ulangl kesalahan urnat di masa lampau. Allah sudah begitu rupa, melakukan tindakan penyeIamatan bagi umat-Nya. Allah adalah panyelamatan yang tinggal atas umat (ay. 8. 9). Allah sudah datang bagi kita sekarang. Allah
hadir melalui Yesus Kristus, Dialah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat kita. Roh Kudus sudah dicurahkan bagi semua orang beriman dalam peristiwa Pentakosta. Roh-Nya juga sudah termeterai dalam diri setiap orang percaya, saat dibaptis dalarn nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan di setiap harl minggu sesudah berita anug‘rah pengampunan dosa yang kita terlma dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Jadikan Dia sabagai Penyelarnat Tunggal kita serta yakin akan kahadiran Roh Kudus dalam hidup kita.

GB.86 : 4
Doa : (Pimpin dan bimbing kami senantiasa ya Tuhan, agar tetap beriman percaya hanya kepada-Mu}


MINGGU EPIFANIA
RABU, 9 JANUARI 2019
Renungan Malam
GB.69:1 -Berdoa
KONEKSI DAN KOREKSI

Yesaya 63:15-19
....nama-Mu ialah "Penebus kami" Sejak dahulu kala lay.16)

Tindakan dosa benar-benar menjadi pemisah antara Yang Maha kudus menghendaki umat hidup kudus namun kenyataannya umat tidak hidup dalam kekudusan. Umat datang pada Allah, memohon agar Allah telap menjadi Bapa yang setia memperhatikan anak-anak-Nya dan mengasihi anak-anak-Nya. Urnat sadar, akibat ulah dan dosa membuat mereka seperti tidak terhubung dengan Allah.

Umat sedang berada di situasi keterasingan yang sangat dalam. Di tengah kondisi seperti itu, umat seharusnya benar-benar mengkoreksi din mereka. Betapa mereka telah menyia-nyiakan kasih Allah, lalu membangun kembali hubungan yang baik dan benar dengan Allah.

Permohonan mereka timbul di negeri yang sudah hancur dan umat sama sekali tidak punya masa depan. Yesaya yang berdoa bagi bangsanya. digambarkan seperti seorang anak yang memohon kapada Bapanya. Umat sadar bahwa bapa leluhur mereka Abraham telah tiada. Kini satu-satu nya Bapa mereka adalah Allah sendiri.

Allah menebus dan menyelamatkan mereka. Kini mareka datang pada Allah dalam permohonan doa agar mengasihani mereka sepertl dulu dan mengalahkan musuh mereka.
Dari berita firman hari ini kita belajar, Allah mengerti kesesakan hidup umat akibat dosa. Allah mau umat bertobat dan hldup dalam kekudusan-Nya. Hubungan Allah pulihkan ketika umat bersedia mengkoreksi diri. Bukankah telah banyak dosa dan pelanggaran yang membuat klta terasing dl hadapan Allah? Namun Allah yang penuh kasih itu datang dalam Yesus Krlstus. Jadi jangan biarkan diri kita terasing dari-Nya. Buatlah diri kita tetap terhubung dengan-
Nya melalui doa serta pembacaan firman dan perenungannya. Tetap setia beribadah di gereja Tuhan sarta persekutuan ibadah yang ada baik ibadah keluarga di sektor maupun ibadah-ibadah kategorial dalam jemaat Tuhan.

GB 69 : 2
Doa : (Tolong kami untuk selalu hidup dalam kebenaran firman-Mu)

Label:   Yesaya 63:15-19 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 8 JANUARI 2019 - BERUBAH BALUTAN BUSANA - Yesaya 63:1-6 - MINGGU EPIFANIA

Garis Besar Yesaya




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392





    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2 *, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Kenya Worship Songs
    Ghana Worship Songs
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs





    Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 dan Tata Ibadah Paskah 21 April 2019 GPIB
    Terlampir disampaikan : 1. Tata Ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung 19 April 2019 2. Tata Ibadah Paskah 21 April 2019



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)


    New Submit
    Rabu, 24 April 2019
    Overcome - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    This Is My Story (My Song) - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    When I See You - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    Freedom In The Spirit - Sarah Kroger

    Rabu, 24 April 2019
    For Us - Sarah Kroger

    Minggu, 21 April 2019
    Come Back Home - Manafest feat. Trevor McNevan

    Sabtu, 20 April 2019
    How He Loves - Peter Mattis | Bethel Music

    Sabtu, 20 April 2019
    Still - Amanda Lindsey Cook

    Jumat, 19 April 2019
    With You On My Mind - Kenny Smith

    Jumat, 19 April 2019
    Lord, What's Happening To Your People - Kenny Smith

    Jumat, 19 April 2019
    Wings of a Dove - Ferlin Husky

    Jumat, 19 April 2019
    How Great Thou Art - Carrie Underwood featuring Vince Gill

    Jumat, 19 April 2019
    Peace in the Valley - Elvis Presley

    Jumat, 19 April 2019
    Will the Circle be Unbroken - Johnny Cash and Family

    Jumat, 19 April 2019
    Precious Memories - Alan Jackson

    Jumat, 19 April 2019
    I Saw the Light - Hank Williams

    Jumat, 19 April 2019
    Amazing Grace - Dolly Parton

    Jumat, 19 April 2019
    Looking Up - Citizens (U.S.)

    Rabu, 17 April 2019
    Glory - Building 429

    Rabu, 17 April 2019
    Glory Defined - Building 429

    Pemilihan Presiden
    Quick Count    |    Real Count

    christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,