Dilihat: 247 x

Save Page
Yesaya 49:14-21
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku." 49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. 49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. 49:17 Orang-orang yang membangun engkau datang bersegera, tetapi orang-orang yang merombak dan merusak engkau meninggalkan engkau. 49:18 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua berhimpun datang kepadamu. Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, sungguh, mereka semua akan kaupakai sebagai perhiasan, dan mereka akan kaulilitkan, seperti yang dilakukan pengantin perempuan. 49:19 Sebab tempat-tempatmu yang tandus dan sunyi sepi dan negerimu yang dirombak, sungguh, sekarang terlalu sempit untuk sekian banyak pendudukmu dan orang-orang yang mau menelan engkau akan menjauh. 49:20 Malahan, anak-anakmu yang kausangka hilang akan berkata kepadamu: "Tempat itu terlalu sempit bagiku, menyisihlah, supaya aku dapat diam di situ!" 49:21 Maka engkau akan berkata dalam hatimu: "Siapakah yang telah melahirkan sekaliannya ini bagiku? Bukankah aku bulus dan mandul, diangkut ke dalam pembuangan dan disingkirkan? Tetapi anak-anak ini, siapakah yang membesarkan mereka? Sesungguhnya, aku tertinggal seorang diri, tetapi mereka ini, dari manakah datangnya?"

Penjelasan:

* 14-22. Tuhan memberikan jaminan kepada Israel karena Israel putus asa. Aib dan sengsara akibat Pembuangan menjadi alasan kuat Israel untuk merasa ditinggalkan oleh Allah. Karenanya, "pernyataan yang membangkitkan semangat (ay. 15, 16), ialah bahwa kasih Allah melebihi kasih dari ibu yang mana pun. Para perusak dari Kasdim pasti lenyap dilupakan, dan pada masanya orang-orang kafir yang telah bertobat akan datang kepada Israel untuk menyembah Allahnya dan mengakui Kristus sebagai Juruselamat dan Raja mereka. Jadi, banyak sekali warga baru akan mengisi kesenjangan-kesenjangan yang ditinggalkan bangsa Yahudi, yang dibunuh secara besar-besaran dalam peperangan melawan Kasdim, Makabe dan Roma. Israel rohani, yang sesudah kedatangan Kristus akan merupakan Israel Kristen, akan dipenuhi keraguan dan juga gembira melihat gelombang luar biasa dari bangsa-bangsa lain yang dilahirkan kembali ini. Sangat mungkin orang-orang bertobat dari bangsa-bangsa lain yang disebut pada ayat 22 sedang berkumpul di bawah panji-panji salib. Mereka dengan penuh kasih dan kesabaran menunjukkan kepeduliannya kepada bangsa Yahudi sebagai sesama umat seagama mereka. Bahkan para raja bangsa-bangsa lain akan datang oleh karena kuasa. Mesias dan menunjukkan kepedulian yang penuh hormat terhadap Negeri Kudus itu dan bangsanya, dan bangga mengabdi sebagai pelindung dan penjaga Gereja Kristus.

* Tidak ada yang dapat memberikan kepada kita alasan-alasan yang lebih meyakinkan untuk membuktikan kasih sayang Allah bagi jemaat-Nya beserta kepentingan dan penghiburannya.

    1. Kesukaran-kesukaran jemaat telah menimbulkan rasa ragu akan kepedulian dan perhatian Allah bagi jemaat (ay. 14). Sion, dalam kesengsaraannya, berkata, TUHAN telah meninggalkan aku, dan tidak memelihara aku lagi. Tuhanku telah melupakan aku, dan tidak mau menjaga aku lagi. Lihatlah terkadang tampak betapa menyedihkannya keadaan umat Allah, sehingga mereka mungkin tampak ditinggalkan dan dilupakan Allah mereka. Dan pada saat seperti itu godaan mereka mungkin sangat mengkhawatirkan. Orang-orang yang tidak percaya mungkin mengira bahwa Allah telah meninggalkan tanah ini (Yeh. 8:12), dan telah melupakan dosa-dosa mereka (Mzm. 10:11). Sementara orang-orang percaya yang lemah, dalam kesedihan mereka, siap berkata, "Allah telah meninggalkan jemaat-Nya dan melupakan kesengsaraan umat-Nya." Akan tetapi, sama seperti tidak ada alasan bagi kita untuk mempertanyakan janji dan kasih karunia-Nya, demikianlah pula kita tidak perlu mempertanyakan pemeliharaan dan keadilan-Nya. Dia adalah Allah yang memberi upah dan juga yang melakukan pembalasan. Oleh karena itu, jauhkanlah ketidakpercayaan dan kecemburuan, yang menjadi racun persahabatan.
    2. Sorak-sorai jemaat, sesudah semua kesukarannya berlalu pada waktunya, akan menghapus semua rasa ragu itu.
        (1) Apa yang akan dilakukan Allah kepada Sion diberitahukan kepada kita (ay. 17).
            [1] Sahabat-sahabatnya yang telah meninggalkannya akan berkumpul lagi dengannya dan akan memberikan bantuan dan penghiburan kepadanya: Anak-anakmu akan datang bersegera. Orang-orang yang bertobat dan beriman kepada Kristus adalah anak-anak jemaat. Mereka akan siap sedia bergabung bersama di dalam jemaat dengan kegembiraan yang besar, dan berduyun-duyun masuk ke dalam persekutuan orang-orang kudus, seperti burung-burung merpati berterbangan ke lubang-lubang kandang mereka. "Orang-orang yang membangun datang bersegera" (demikian sebagian orang memahaminya), "yang akan membangun rumah-rumahmu, tembok-tembokmu, khususnya bait sucimu. Mereka akan melakukannya dengan segera." Pekerjaan jemaat biasanya merupakan pekerjaan yang lamban, tetapi ketika waktu Allah tiba, pekerjaan itu akan dikerjakan dengan tiba-tiba.
            [2] Musuh-musuh jemaat, yang telah mengancam dan menyerangnya, akan dipaksa mundur darinya: Orang-orang yang merombak, dan yang merusak engkau akan meninggalkan engkau, orang-orang yang menjadikan diri mereka penguasa-penguasa atas negeri itu dan memorakporandakannya, akan pergi meninggalkan engkau. Oleh Kristus, penguasa dunia ini, pemusnah besar itu, akan dibuang keluar, dilucuti, kekuasaannya dihancurkan, dan upayanya dikacaukan.
        (2) Nah, dengan semuanya ini akan jelaslah bahwa semua anggapan Sion sama sekali tidak berdasar, bahwa ternyata Allah tidak meninggalkan dia, juga tidak melupakan dia, dan juga tidak pernah ingin melakukannya. Yakinlah,
            [1] Bahwa Allah sangat menyayangi jemaat dan umat-Nya (ay. 15). Sebagai jawaban atas kekhawatiran Sion, Allah berbicara sebagai satu Pribadi yang sangat prihatin dengan kemuliaan-Nya sendiri (Ia memikirkan diri-Nya sendiri jika Sion mengatakan, Tuhan telah meninggalkan aku, dan Ia akan memeriksa diri-Nya sendiri), karena merasa prihatin dengan penghiburan umat-Nya. Ia tidak akan membuat mereka terkulai dan berkecil hati, dan akan membuka jalan bagi pikiran-pikiran yang gelisah. "Engkau mengira Aku telah melupakan engkau. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya yang masih menyusu?"
            Pertama, tidak mungkin perempuan itu akan melakukannya. Seorang perempuan, yang kehormatannya adalah menjadi makhluk yang lemah lembut dan juga adil, tidak bisa tidak pasti mempunyai rasa belas kasihan bagi seorang anak, yang masih polos dan tidak berdaya, dan karena itu pasti mendatangkan rasa belas kasihan. Seorang ibu, khususnya, tidak bisa tidak akan peduli dengan anaknya sendiri, sebab anak itu adalah miliknya sendiri, bagian dari dirinya, yang belum lama menyatu dengan dirinya. Sebagian besar ibu yang menyusui, tidak bisa tidak bersikap lemah lembut kepada anaknya yang masih menyusu. Buah dadanya akan segera mengingatkannya jika ia melupakan rasa kasih sayangnya kepada anaknya. Tetapi,
            Kedua, ada juga kemungkinan ia melupakannya. Mungkin seorang perempuan menjadi begitu sedih sehingga tidak dapat mengingat anaknya yang masih menyusu (mungkin ia sedang sakit, sekarat, dan pergi ke negeri segala lupa), atau mungkin ia menjadi begitu tidak berperasaan lagi sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya sendiri, seperti orang-orang yang ingin menyembunyikan rasa malu mereka dengan membunuh anak-anak mereka begitu mereka lahir (Rat. 4:10; Ul. 28:57). Tetapi, Allah berfirman, Aku tidak akan melupakan engkau. Perhatikanlah, belas kasihan Allah kepada umat-Nya tidak terbatas, melampaui belas kasihan orang-orang tua yang paling sayang kepada anak-anak mereka. Apa artinya kasih sayang alamiah ini dibandingkan kasih sayang Allah alam semesta ini!
            [2] Bahwa kepedulian-Nya kepada jemaat dan umat-Nya tetap ada (ay. 16): Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku. Hal ini tidak ada kaitannya dengan praktik meramal nasib lewat telapak tangan yang bodoh itu, yang mengkhayalkan nasib setiap orang tergores di atas telapak tangan masing-masing, dan akan terbaca di dalam garis-garis yang ada di situ, tetapi berkaitan dengan kebiasaan orang-orang yang mengikatkan tali di tangan mereka atau jari-jari mereka supaya dapat mengingat hal-hal yang mereka khawatirkan akan terlupa, atau dengan mengenakan meterai kecil yang menyatu pada cincin atau liontin sebagai peringatan terhadap seorang sahabat yang disayangi. Dengan memeteraikan mereka pada lengan-Nya seperti ini menunjukkan bahwa Ia memeteraikan mereka pada hatinya, senantiasa mengingat mereka dan kepentingan-kepentingan mereka (Kid. 8:6). Jika kita mengikat Taurat Allah sebagai tanda pada tangan kita (Ul. 6:8, 11, 18), Ia akan mengukir kepentingan-kepentingan kita berupa sebuah tanda di tangan-Nya, dan akan melihatnya dan mengingat perjanjian-Nya. Ia menambahkan, "tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku, tembok-tembokmu yang sudah diruntuhkan, meskipun menjadi pemandangan yang tidak menyenangkan, akan senantiasa ada di pikiranku dengan penuh belas kasihan." Apakah sahabat-sahabat Sion menyukai debu-debunya? (Mzm.102:15). Begitu juga Allahnya. Atau, "Rencana dan rancangan tembok-tembokmu yang akan dibangun kembali ada di hadapan-Ku, dan pasti akan dibangun sesuai dengan itu." Atau, "Tembok-tembok itu (yakni keamananmu) terus-menerus menjadi kepedulian-Ku. Begitu jugalah dengan penjaga-penjaga di atas tembok-tembokmu." Beberapa orang menafsirkan pengukiran jemaat oleh Allah pada telapak tangan-Nya sebagai luka-luka di telapak tangan Kristus ketika Ia disalibkan. Ia akan melihat tanda-tanda itu dan mengingat orang-orang yang bagi mereka Ia telah menderita dan mati.

* Dorongan bagi Sion (49:18-23)
    Dua hal dijanjikan di sini, yang sebagiannya digenapi dalam kebangkitan kembali jemaat Yahudi setelah kembali dari pembuangan, tetapi yang selengkapnya akan digenapi dalam pendirian jemaat Kristen melalui pemberitaan Injil Kristus. Dan kita dapat memetik penghiburan dari janji-janji ini.
            I. Bahwa jemaat akan diisi kembali dengan anggota-anggota jemaat dalam jumlah besar yang ditambahkan kepadanya. Hal itu dijanjikan (ay. 17, KJV) bahwa anak-anaknya akan datang bersegera. Di sini janji itu disampaikan dengan lebih terperinci dan dibuat sangat membesarkan hati. Dijanjikan,
                1. Bahwa banyak orang akan datang berduyun-duyun dari segenap penjuru untuk berhimpun ke dalam jemaat. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua berhimpun datang kepadamu (ay. 18), melalui jemaat Yahudi setempat. Mereka datang ke Yerusalem dari negeri-negeri yang berdekatan, sebab saat itu Yerusalem menjadi pusat persatuan mereka. Tetapi di bawah Injil, penambahan itu adalah penambahan rohani kepada tubuh rohani Kristus di dalam iman dan kasih. Orang-orang yang datang kepada Kristus sebagai Pengantara Perjanjian Baru, dengan demikian datang ke Bukit Sion, jemaat anak-anak sulung (Ibr. 12:22-23). Lihatlah sekelilingmu, dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai (Yoh. 4:35). Perhatikanlah, sukacitalah yang terutama dirasakan jemaat saat melihat banyak orang bertobat kepada Kristus.
                2. Bahwa penambahan orang banyak seperti itu kepada jemaat tidak akan menjadi beban dan cela baginya, melainkan justru menjadi kekuatan dan perhiasannya. Bagian dari janji ini ditegaskan dengan sumpah: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, sungguh, mereka semua akan kaupakai sebagai perhiasan. Penambahan sebanyak itu kepada jemaat akan melengkapi pakaiannya. Dan ketika semua yang terpilih benar-benar dipanggil, maka saat itulah sang pengantin perempuan itu, istri Anak Domba itu, akan siap sedia, berpakaian lengkap dan rapi (Why. 19:7). Orang-orang yang ditambahkan itu akan membuat pengantin perempuan itu tampak menarik dan agung, dan ia akan melilitkan mereka pada dirinya dengan penuh perhatian dan puas hati, bagaikan seorang pengantin perempuan mengenakan perhiasannya. Ketika orang-orang yang ditambahkan kepada jemaat itu bersungguh-sungguh, kudus, dan patut diteladani dalam perilaku mereka, mereka menjadi perhiasaan bagi jemaat itu.
                3. Bahwa dengan demikian, negeri yang tandus, sunyi sepi, dan tidak berpenduduk itu (5:9; 6:11), akan mulai dihuni lagi, bahkan akan menjadi padat (ay. 19): "Tempat-tempatmu yang tandus dan sunyi sepi itu, yang sudah lama menjadi seperti itu, dan dirombak, tanahmu yang dibinasakan bersama-sama kamu dan yang tidak seorang pun mau tinggal di situ, sekarang akan penuh dengan manusia hingga tidak ada tempat lagi bagi penghuni." Inilah berkat yang dicurahkan sampai berkelimpahan sehingga tidak ada cukup ruang untuk menerimanya (Mal. 3:10). Tidak karena mereka akan dikelilingi oleh musuh-musuh mereka, atau berebut tanah seperti yang dialami oleh Abraham dan Lot, karena kehadiran orang-orang Kanaan di tanah itu. "Tidak, orang-orang yang mau menelan engkau, dan yang merampas kepemilikan tanahmu, ketika kepemilikanmu atas tanah itu dihentikan, akan menjauh. Umatmu akan sangat banyak, dan di sana tidak akan ada orang-orang asing lagi, tidak ada musuh, di antara kalian." Seperti itulah kerajaan Allah di antara manusia, yang telah dibuat miskin dan nyaris tidak berpenduduk, sebagian karena kebobrokan jemaat Yahudi dan sebagian lagi karena kejijikan dunia bangsa-bangsa lain, akan berpenghuni kembali dan menjadi kaya oleh penegakan jemaat Kristen, dan oleh kasih karunia dan kemuliaan jemaat.
                4. Bahwa jumlah orang-orang yang baru bertobat meningkat dan berlipat ganda secara aneh. Yerusalem, setelah kota itu kehilangan anak-anaknya dalam jumlah besar oleh pedang, kelaparan, dan pembuangan, akan memperoleh keluarga baru yang bertumbuh, yakni anak-anak yang ia dapatkan sesudah ia kehilangan yang lain (ay. 20), seperti Set, keturunan lain yang ditetapkan sebagai pengganti Habel, dan anak-anak Ayub, yang diberikan Allah kepada Yakub sebagai berkat ganti anak-anaknya yang tewas ditimpa reruntuhan rumah. Allah akan memulihkan kerugian-kerugian jemaat-Nya dan memastikan bagi diri-Nya sendiri sebuah keturunan untuk melayani-Nya di dalam jemaat itu. Dijanjikan kepada orang-orang Yahudi sesudah kepulangan mereka, bahwa Yerusalem akan penuh dengan anak laki-laki dan anak perempuan yang bermain-main di jalan-jalan kota itu (Za. 8:5). Jemaat, sesudah kehilangan orang-orang Yahudi, yang akan dipotong karena ketidakpercayaan mereka sendiri, masih akan memiliki banyak anak, bahkan lebih banyak dari pada yang ia miliki ketika orang-orang Yahudi masih menjadi miliknya. Lihat, 27. Mereka menjadi begitu banyak sehingga,
                    (1) Anak-anak itu akan mengeluh karena kekurangan ruang. Mereka akan berkata (dan ini baik untuk didengar), "Jumlah kami meningkat begitu cepat sehingga tempat ini terlalu sesak bagi kami," seperti yang dikeluhkan oleh rombongan nabi (2Raj. 6:1). Tetapi, bagaimanapun sesaknya tempat itu, masih banyak lagi yang ingin diterima masuk, dan jemaat dengan senang hati menerima mereka, dan ketidaknyamanan akibat kesesakan tempat itu tidak akan menjadi hambatan baik bagi jemaat maupun bagi anak-anak itu. Sebab, akan terbukti, apa pun anggapan kita, bahwa sekalipun orang-orang miskin dan orang-orang cacat, orang-orang buta dan orang-orang lumpuh dibawa masuk, masih ada tempat, tempat yang cukup bagi yang sudah ada di dalam dan ruang untuk lebih banyak orang lagi (Luk. 14:21-22).
                    (2) Sang ibu akan berdiri kagum melihat peningkatan jumlah keluarganya (ay. 21). Ia akan berkata, Siapakah yang telah melahirkan sekaliannya ini bagiku? Dan, siapakah yang membesarkan mereka? Mereka datang kepadanya dengan semua kewajiban, kasih sayang, dan kepatuhan anak-anak. Namun ia tidak pernah menanggung sakit bagi mereka, juga tidak merasa sakit apa pun bersama mereka, tetapi mereka siap diasuh oleh tangannya. Hal ini memberikan kejutan yang menyenangkan baginya, dan tidak bisa tidak ia merasa takjub akan hal itu, mengingat bagaimana keadaannya belakangan ini dan sudah berlangsung lama. Bangsa Yahudi telah meninggalkan anak-anaknya. Hubungan mereka telah diputuskan. Ia telah menjadi sunyi sepi, tanpa tabut perjanjian, mezbah, dan kebaktian bait suci, yaitu tanda-tanda bukti persekutuan Allah dengan mereka. Bahkan ia telah menjadi seorang tawanan, dan terus-menerus pindah ke sana kemari, dalam keadaan tidak menetap, dan tidak mungkin dapat membesarkan anak-anak baik bagi Allah maupun bagi dirinya sendiri. Dia ditinggalkan sendirian dalam tempat yang gelap (inilah Sion yang tidak diinginkan orang lagi), ditinggalkan di dalam segala kesendirian dan kesengsaraan seorang janda. Dengan demikian bagaimana mungkin dia dilengkapi kembali? Lihatlah di sini,
                        [1] Bahwa jemaat tidak terus-menerus dapat dilihat, adakalanya keadaannya menjadi sunyi senyap dan ditinggal sendirian, yang membuat jumlah anggota jemaat menjadi sedikit.
                        [2] Namun, di sisi lain, kesunyiannya tidak berlangsung selamanya, juga tidak terlampau sulit bagi Allah untuk memulihkannya, dan untuk menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu.
                        [3] Bahwa kadang-kadang hal seperti ini dilakukan dengan cara yang sangat mengejutkan, seperti ketika sebuah bangsa dilahirkan dalam seketika itu juga (66:8).
                5. Bahwa penambahan jumlah jemaat itu akan dilakukan dengan bantuan bangsa-bangsa lain (ay. 22). Bangsa Yahudi telah ditolak, padahal di antara mereka jemaat diharapkan dibangun. Namun Allah akan menabur bagi diri-Nya sendiri di bumi, dan akan menuai hasil tuaian secara melimpah darinya (Hos. 2:22a). Amatilah,
                    (1) Bagaimana bangsa-bangsa lain dipanggil masuk. Allah akan mengangkat tangan-Nya kepada mereka, untuk mengundang atau memberi isyarat kepada mereka, sesudah sepanjang hari mengulurkan tangan-Nya dengan sia-sia kepada orang-orang Yahudi (65:2). Atau hal itu menunjukkan adanya pengerahan kuasa yang Mahaagung dari Roh dan kasih karunia-Nya untuk mendorong mereka masuk, untuk membuat mereka bersedia masuk. Dan Ia akan mulai menyusun patokan-patokan-Nya bagi mereka, pemberitaan Injil kekal, yang kepadanya mereka akan datang berhimpun, dan di bawahnya mereka akan mendaftarkan diri.
                    (2) Bagaimana mereka akan datang: Mereka akan menggendong anak-anakmu laki-laki dalam pelukan lengan mereka (ay. 23). Mereka akan menolong anak-anak laki-laki Sion, yang ditemukan ada di antara mereka, dalam perjalanan mereka kembali ke negeri mereka, dan akan membawa mereka maju dengan penuh kelemahlembutan seperti yang dilakukan oleh setiap orangtua ketika menggendong seorang anak yang masih lemah dan tidak berdaya. Allah dapat membangkitkan sahabat-sahabat untuk membawa pulang bangsa Israel, bahkan dari antara bangsa-bangsa lain. Bumi menolong perempuan itu (Why. 12:16). Atau, "Ketika mereka datang sendiri, mereka akan membawa anak-anak mereka, dan membuat mereka menjadi anak-anakmu," bandingkan dengan 60:4. "Apakah kamu bertanya, siapakah yang melahirkan dan membesarkan anak-anak ini? Ketahuilah bahwa mereka dilahirkan dan dibesarkan di antara bangsa-bangsa lain, tetapi sekarang mereka dibawa masuk ke dalam keluarga kalian." Biarlah semua orang yang menaruh perhatian pada orang-orang muda yang bertobat, dan pemula-pemula yang masih muda dalam hal hidup keagamaan, belajar untuk menangani mereka dengan lemah lembut dan berhati-hati, seperti yang dilakukan Kristus terhadap domba-domba yang Dia kumpulkan dengan tangan-Nya dan dipangku pada pangkuan-Nya.
            II. Bahwa jemaat akan memperoleh perhatian besar dan kuat di antara bangsa-bangsa (ay. 22).
                1. Beberapa raja bangsa-bangsa akan menjadi penolong dan pelindung bagi jemaat: Raja-raja akan menjadi pengasuhmu, untuk menggendong anak-anakmu (seperti Musa [Bil. 11:12]), dan, karena perempuan merupakan pengasuh-pengasuh yang paling tepat, maka permaisuri-permaisuri mereka akan menjadi inangmu. Janji ini sebagian telah digenapi bagi orang-orang Yahudi, sesudah mereka kembali dari pembuangan. Beberapa raja-raja Persia sangat memperhatikan kepentingan-kepentingan mereka, menyambut dan membesarkan hati mereka, seperti yang dilakukan oleh Koresh, Darius, dan Artahsasta. Ester, sang ratu itu, adalah seorang inang bagi orang-orang Yahudi yang tinggal di tempat pembuangan mereka. Ia mempertaruhkan hidupnya bagi jemaat untuk merenggut anak-anak keluar dari nyala api. Jemaat Kristen, sesudah mengalami penindasan yang cukup lama, merasa senang akan raja-raja dan permaisuri-permaisuri semacam itu, seperti Konstantin dan ibunya Helena, dan sesudah itu Theodosius, dan lain-lain, yang telah mengasuh jemaat dengan segala perhatian dan pemeliharaan semampu mereka. Ketika tongkat kekuasaan pemerintah berada di tangan pemimpin-pemimpin yang saleh, maka janji ini akan digenapi. Jemaat di dunia ini berada dalam keadaan masih bayi, dan ada dalam kekuasaan raja-raja dan pemerintah-pemerintah yang melayaninya dengan luar biasa. Sungguh sangat bahagia ketika mereka berbuat seperti itu, ketika kekuasaan mereka menjadi pujian bagi orang-orang yang bekerja dengan baik.
                2. Orang-orang lain di antara mereka, yang menentang kepentingan-kepentingan jemaat, akan dipaksa menyerah dan bertobat dari perlawanan mereka: Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu. Janji kepada jemaat di Filadelfia tampaknya dipinjam dari ayat ini (Why. 3:9): Aku akan menyuruh beberapa orang dari jemaah Iblis, datang dan tersungkur di depan kakimu. Atau hal itu dapat juga diartikan sebagai kesediaan para raja dan kerajaan-kerajaan untuk tunduk kepada Kristus, Raja jemaat, sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya di dalam jemaat (Mzm. 72:11): Kiranya semua raja sujud menyembah kepada-Nya. Dan oleh semua itu hal ini akan diwujudkan,
                    (1) Bahwa Allah adalah TUHAN, Allah yang Mahakuasa dan berdaulat atas segala sesuatu. Siapa menentang Dia, tidak akan bertahan atau bangkit.
                    (2) Bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Dia, dalam ketergantungan atas janji-Nya dan penyerahan diri kepada kehendak-Nya, tidak akan mendapat malu karena pengharapan mereka itu. Sebab penglihatan akan kedamaian itu masih menanti saatnya, dan pada akhirnya ia akan bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu.



SGDK
HARI MINGGU EPIFANIA
MINGGU,  6 JANUARI  2019
ALLAH TIDAK LUPA
Yesaya 49:14-21
   
I.   PENGANTAR
Nama Yesaya yang berarti "Allah akan menyelamatkan", atau "Allah adalah keselamatan", dipakai untuk menjelaskan perihal Allah adalan penyelamat bagi umat Israel (Yes 17:10). Ia, anak Amos ini adalah seorang Yehuda yang memulai pelayanannya pada zaman Raja Uzia sampai Raja Hizkia (740 SM).
Yesaya merasakan panggilan ilahi sebagai tugas yang membebani dirinya. Karena itulah, ia merasa tidak layak dan menggambarkan dirinya sebagai seorang najis bibir (Yes 6:5). Meskipun demikian ia percaya kalau Allah akan menguduskan dia sebagai persiapan untuk pekerjaanNya (Yes 6:7).
Misi Yesaya adalah menyampaikan penolakan Allah terhadap umat Israel. Allah menyuruh Yesaya membuat bangsa itu tidak dapat melihat, mendengar serta bertobat. Namun demikian, Allah tetap memberikan harapan kepada bangsa itu. Ada penyelamatan yang akan muncul – "dan dari tunggul itulah akan keluar tunas yang kudus!" (Yes 6:13). Gagasan tentang harapan yang akan keluarg dari tunggul Isai, kembali diulang dalam Yesaya 11:1.
Dalam Kitab Yesaya kita temui ajaran-ajaran yang jelas tentang Allah dan dasar-dasar iman. Tak berkelebihan jika ada orang menganggapnya teolog Perjanjian Lama. beberapa prinsip iman dapat disebutkan di sini.
Kekudusan umat Allah. Kudus berarti dikhususkan bagi Allah. Semula, kudus tidak ada hubungannya dengan moralitas. Namun demikian, sebagai akibat dari sesuatu yang dikhususkan bagi Allah dan sesuatu itu terkait dengan manusia, seharusnya memiliki kualitas moral yang baik. Israel adalah umat yang kudus, umat yang dikhususkan bagi Allah. Jadi, Israel harus memegang perjanjian Allah dengan setia yaitu dengan memperlihatkan kekhususan perjanjian itu dalam sikap hidup yang secara moral baik dan benar.
Allah sebagai Penebus. Kata "menebus" sangat mencolok dalam Kitab Yesaya. Gagasan dari kata ini adalah mendapatkan kembali milik yang tidak lagi dipegang oleh pemilik semula. "Yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel" (Yes 41:14).
Allah sebagai Bapa. Gagasan Allah sebagai Bapa dihindari dalam Perjanjian Lama. walaupun Israel disebut sebagai anak Allah, namun Allah tidak disebut sebagai Bapa mereka. Hal itu untuk menghindari bahaya menganggap Allah sebagai bapak jasmani Israel. Tapi dalam Kitab Yesaya bagian akhir ditemukan sebutan Allah sebagai Bapa (Yes 63:16) dan diulangi dalam (Yes 64:8).
Hamba Tuhan. salah satu hal terpenting dalam Kitab Yesaya ialah nubuat mengenai hamba Tuhan yang terdapat dalam Yes 53. Hamba Tuhan di situ digambarkan sebagai penanggung dosa dan akan menjadi gembala umatNya, Ia menjadi pembebas, bukan dengan kuat kuasa, tapi dengan kelemahan dan penderitaannya yang setia menanggung kehendak Allah. Gagasan teologi yang dimiliki Yesaya, secara jelas digenapi oleh Yesus Kristus. Dialah yang menjadi Allah yang menebus, menyelamatkan, memanggil Allah sebagai Bapa, dan menjadi hamba Tuhan yang menderita.


II.   PEMAHAMAN NATS
Hubungan yang erat dan dekat, menjadi jauh dan diting-galkan. Reruntuhan Sion yang ditinggalkan, dibandingkan dengan :
Ay.14: Kota itu dilambangkan dalam diri seorang wanita, Sion, yang mengeluh : "Tuhan telah meninggalkan aku," perlin-dungan-Nya dicabut,  persekutuan-Nya diputuskan-Nya ; Sion adalah serupa dengan seorang wanita yang diceraikan, hal mana disinggung dengan panggilan "Tuhanku", (Ibr. Adonai) – suatu nama yang lazim digunakan oleh seorang isteri untuk memanggil suaminya. Ia "melupakan aku", padahal Israel hidup dari kenyataan bahwa Tuhan tidak melupakan, baik perjanjian-Nya, baik orang-orangNya.
Ay.15 : Atas keluhan yang pahit ini Tuhan menyahut bahwa Ia tidak melupakan umatNya, karena kasih sayangnya melebihi rasa sayang seorang ibu terhadap bayinya yang masih menetek. Di dalam kelemahannya umat Allah itu disamakan dengan seorang bayi, dan Tuhan dengan ibu-Nya ; sebelum pembuang-an, Allah dilukiskan seperti seorang bapa "yang setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya ; sebab hatiku terharu terhadap dia, tak dapat tidak Aku menya-yanginya". Tuhan mengasihi umat-Nya dengan semesra-mesranya tanpa syarat apapun.
"Kita, ibu-bapa, hendak mencerminkan kasih Tuhan ini dan meneruskannya sehari-hari kepada anak-anak kita serta menunjukkan kepada bapa kita sekalian, karena kasihNya melebihi segala yang ada pada kita.
"Ilmu jiwa modern membuktikan, bahwa di mana anak-anak mengalami kasih-sayang ibu-bapanya, di situ kepribadiannya berkembang dengan sehat ; merekapun lebih mudah membuka diri kepada kasih Allah dan membalasnya dan lebih pandai mengasihi sesamanya dan hidup di dalam persekutuan manusia. Kasih sayang merupakan syarat-hidup mutlak bagi manusia, apalagi bagi mereka yang sedang berkembang."
Ay.16:    Jauh dari terlupa, tembok-tembok Yerusalem yang akan dibangun itu senantiasa berada di ruang mata Tuhan, karena – demikianlah menurut kiasan yang menarik – gambar kota kesayanganNya itu, dituliskan di telapak tanganNya – entah dengan tanda toreh atau di batu cincin.
" Boleh jadi kiasan ini dipilih mengingat perintah, agar hukum kasih kepada Allah itu dituliskan orang dalam hati dan pada ikat-dahi dan tangan. Sepadan dengan itu Allah menu-liskan di tangan-Nya sendiri tanda kasih kepada umat-Nya. "
Ay.17-19 :    Orang-orang yang membangun Sion (asli "banayik", yaitu anak-anak-Nya) bersegera datang dalam jumlah yang besar, sedangkan tentara jajahan Babel, kuasa yang tadinya memusnahkan kerajaan Yehuda, ditarik kembali.
Tuhan bersumpah – seperti dulu kala pemberian tanah dijan-jikan-Nya kepada nenek-moyang umat Israel dengan bersumpah demi nama-Nya sendiri, karena tidak ada kuasa yang lebih tinggi untuk menjamin kebenaran firman-Nya itu – bahwa orang-orang datang dari mana-mana berhimpun ke Yerusalem. Bagi Sion mulailah suatu hidup baru : ia disamakan dengan seorang mempelai perempuan yang kepalanya dililit dengan mahkota pengantin ; perhiasan ini adalah serupa dengan tembok-tembok yang sebentar lagi akan melindungi Sion, lengkap dengan pasukan penjaga yang terdiri dari orang-orang yang pulang itu.
Ay.20-21:    Anak-anak yang disangka hilang itu pulang dengan keturunan mereka ; mereka ramai menetapkan, mem-bangun, meluaskan (menyisih seperti tali-tali kemah yang mau dibesarkan) tempat kediaman. Sion – yang negerinya berta-hun-tahun lamanya tandus setelah dirombak, yang kelihatan diting-galkan oleh suaminya, yang bulus karena anak-anaknya sudah mati dan mandul karena belum pernah beranak – Sion ini kehe-ranan dan bertanya : Siapakah yang telah melahirkan mereka? Siapakah yang membesarkannya? Dari mana datangnya? Ia memerlukan waktu untuk menyadari : "Tuhan mendudukan perempuan yang mandul di rumah sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita".

III.   PENERAPAN NAS

ALLAH TIDAK LUPA
Tahukah kita dan sadar kah kita, biasanya Ibadah Tahun Baru dan Ibadah Hari Minggu Pertama di Tahun Baru, sedikit saja warga jemaat yang mau mengambil bagian? Entah karena lelah, entah karena sibuk, atau malas.
Berbahagialah kalau hari ini kita mengambil bagian dalam Ibadah di Hari Minggu Pertama Tahun 2019. Itu berarti kita tidak melupakan Tuhan, Sumber Hidup dan Sumber Berkat.
Nah, bacaan kita mengisahkan bagaimana perasaan umat Israel yang galau, merasa ditinggalkan Allah padahal itu hanya perasaan mereka. Sebab hubungan Allah dengan umat begitu dekat seperti seorang ibu dengan anaknya. Perempuan me-ngandung, menjaga kesehatannya begitu rupa, menjaga asupan makanan dan minuman agar anaknya lahir sehat sempurna. Sesudah lahir disusui, dibesarkan, dirawat dengan penuh cinta kasih, dst. Bahkan sekalipun perempuan bisa melupakan bayi-nya, Allah tidak melupakan umat-Nya!! dikatakan, "Aku telah melukiskan engkau di telapak tanganku", suatu jaminan yang indah dan pasti dari Allah.
Kehidupan kita ada dalam pemeliharaan Allah. Allah menga-jak kita semua menata hidup ini begitu rupa bagi kemuliaan nama Tuhan. Proses pembaharuan bagi tiap pribadi, tiap gene-rasi, memang berbeda-beda, tetapi panggilan dan pengutusan selaku umat Tuhan tidak akan pernah berubah. Yakni hidup benar, adil, jujur dan membawa damai meskipun kita diperha-dapkan pada banyak pergumulan dan tantangan di tahun ini. Tetapkan hati kita, tidak berjuang sendiri, ada Allah yang peduli pada setiap kita. Allah tidak lupa pada setiap kita. Buktinya dari tahun ke tahun Allah memelihara kita semua dengan kasihNya, dengan caraNya dan dengan waktuNya. Kalau akhir tahun menjadi evaluasi bagi kita, maka awal tahun menjadi saat adaptasi. Mengapa disebut adaptasi? Tahun baru, dengan ijin Tuhan, Ia menghantarkan kita pada usia kehidupan yang baru. Seharusnya membawa kita semakin dewasa secara iman, maupun pemikiran, serta semakin bijak. Dan yang tak kalah penting, semakin setia dan bertanggung jawab untuk banyak hal yang menjadi bagian hidup kita. adaptasi dengan kenaikan harga-harga segala kebutuhan pokok kita, adaptasi dengan sukacita ataupun dukacita menyangkut keluarga kita. Apapun bentuknya, kita harus selalu yakin Tuhan tidak melupakan kita. bangun dan ciptakan terus persekutuan kita dengan Tuhan. hadapi hari-hari hidp bersama Dia yang mengingat kita.
Karena itu, mari masuki hari-hari kedepan dalam keyakinan, Tuhan tidak pernah lupa pada setiap kita. Apapun yang akan dihadapi di tahun 2019 ini, yakin dan percaya kita tidak sendiri. Kita semua ada dalam genggaman penyertaan Allah. Sertakan selalu teman-teman yang tak kelihatan itu, "Allah dalam Kristus."



Label:   Yesaya 49:14-21 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 7 JANUARI 2019 - KEMENANGAN BERSAMA TUHAN - Yesaya 62:6-9 - MINGGU EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 6 JANUARI 2019 - ALLAH TIDAK LUPA - Yesaya 49:14-21 - HARI MINGGU EPIFANIA

Garis Besar Yesaya





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 21 Agustus - 2 Tawarikh 4-6


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu rohani indonesia inggris dgn nyayian buka mata hatiku kumemandangmu,   penatalayanan menurut 1 tawarikh 6:31-53,   lagu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan,   kotbah 1petrus 3:8-12,   pkj 81,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   kotbah 3musa25:93-43.,   kotbah 3musa25:93-43.,   keluaran 19-21,   JadikanKu AlatMu chord,   JadikanKu AlatMu chord,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah nehemia 5:1-13,   https://rwuyatfty.wordpress.com/2012/08/25/kumpulan-lagu-rohani-persekutuan/,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah imamat 25:39-43,   lagu persiapan hati,   lagu rohani instrumental,   renungan mtpj 1 tawarikh 6:31-53,   imamat 25: 39-43,   download album lagu rohani semangat 2019,   Khotbah minggu 25-8-2019. Ev lukas 6:27-36. Epistel mus 25:39-43.,   lagu rohani dangdut,   lirik hymne pkp,   Khotbah GMIT 25 agustus 2019 ulangan 18:1-12,   lagu rohani kristen untuk pernikahan,   khotbah imamat 25:39-43,   mp3 lagu kristen barat lirik,   lagu rohani doddie dengar tuhan,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Hatorangan epistel 3 Musa 25: 37-43,   kotbah Nehemia,   Imamat 25:39-43,   Renungan dari pdt Gilbert ulangan 5 :32-33,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Lagu persembahan syukur,   tata ibadah rumah tangga GKE,   pembahassn kotbah imamat 25:39-43,   tata ibadah hut gereja,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   pembahadan kotbah imamat 25:39-43,   khotbah kristen tentang keberhasilan yosia,   renungan amos 5:7-13,   lirik lagu gembala baik dan cord,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   nehemia 5 : 1-13,   tata ibadah perkawinan gpdi,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   renungan roma 11 : 33 - 36,   pengertian mazmur 146 : 1,   imamat 25:39-43,   penjelasan matius 6:25-34,   kotbah imamat 25:39-43.,   kotbah imamat 25:39-43.,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   8 lagu rohani yang mengucap syukur kepada Tuhan,   notasi kppk 325,   kotbah imamat 25:39-43,   lagu rohani tentang kekuatiran,   khotbah amos 5:7-12,   khotbah amos 5:7-12,   renungan ayub 5:1-27,   imamat 25:39-43,   imamat 25:39-43,   download ilusttasi dan renungan pengkhotbah 11:1 menabir untuk menuai,   nyanyian rohani,   jamita 3 musa 25 39-43,   nyanyian rohani mp3,   nyanyian rohani,   yesaya 5.bangsa asing sebagai murka Allah,   2 petrus 2:17-22.,   Rngn yak 1:2-8,   sbu 20 agustus 2019,   Contoh renungan kotbah agama Kristen Protestan,   Amsal 12:1-4,   gms live 2019,   khotbah kolose 1;21-23,   Renungan rohani bil 21:1-3,   download lagu shane filan beautiful in white mp3,   renungan kitap maleakhi 2:1-9,   Khotbah sekolah minggu GPIB 1 Petrus 3 : 8 - 12,   nyanyian rohani,   download lagu rohani alan jackson mp3,   Nehemia 8:1-9,   lagu fb dounload,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   yesaya 48:16-19,   Latar belakang Lukas 6:31,   chord kasih yesus melingkupi saya,   chord kasih yesus melingkupi saya,   lirik lagu pkj biarpun gunung gunung beranjak,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   download video lagu karaoke rohani kristen,   Khotbah Imamat 25:39-43,   Dihadapan tahtamu mp3 download,   bahan sermon imamat 3 : 39 - 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   khotbah imamat 25 35 55,   ilustrasi kitab imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   a love i know free download mp3 planetshakers,   renungan lukas 6 : 1-5,   kotbah imammat 25:39-43,   kotbah imammat 25:39-43,   contoh doa persembahan kolekte singkat,   contoh doa setelah persembahan,   khotbah tentang kasih 1Korentus 13:4-8,   lagu persembahan,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah 1 yohanes 2:7-17,   dowload lagu rohani kristen terbaru,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah amsal 3:16,   khotbah amsal 3:16,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Khotbah ibadah minggu 25 Agustus 2019,   santapan haran filemon 1,   sabda bina umat 2019,   Jamita Minggu 19 Februari 2019,   khotbah imamat 25 35-46,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   khotbah kristen agustus,   1 Tawarikh 6:31-53,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   renungan 1 tawarikh 6,   kodbah 3 musa 25:39-43,   kodbah 3 musa 25:39-43,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   kunci gitar ikut dikau saja tuhan,   1 Tawarikh 6:31-53,   Tafsiran Alkitab Pengkhotbah 11:1-8,   cerita sekolahmunggu amsal4:1-4,   Amsal 12:1-4,   lagu sion database,   download lagu rohani ambon katakan padaku,   almanak gkpi minggu 25 agustus 2019,   renungan yesaya 5:25-30,   khotbah 22 september 2019,   Bacaan injil tanggal 28 september 2019,   lagu ,   lagu ,   lagu ,   Dangdut gerejawi pernikahan,   download lagu menunggu rhoma ful album,   khotbah mazmur 99:1-9,   khotbah mazmur 99:1-9,   Download lagu pujian kuingin dengar cerita o...o...,   Download lagu pujian kuingin dengar cerita o...o...,   lagu mengumpulkan persembahan dari kidung jemaat,