Dilihat: 1008 x

Save Page
Yesaya 65:1-7
Jawab Allah: Hukuman bagi orang berdosa dan keselamatan bagi orang saleh
65:1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku. 65:2 Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada suku bangsa yang memberontak, yang menempuh jalan yang tidak baik dan mengikuti rancangannya sendiri; 65:3 suku bangsa yang menyakitkan hati-Ku senantiasa di depan mata-Ku, dengan mempersembahkan korban di taman-taman dewa dan membakar korban di atas batu bata; 65:4 yang duduk di kuburan-kuburan dan bermalam di dalam gua-gua; yang memakan daging babi dan kuah daging najis ada dalam kuali mereka; 65:5 yang berkata: "Menjauhlah, janganlah meraba aku, nanti engkau menjadi kudus olehku!" Semuanya ini seperti asap yang naik ke dalam hidung-Ku, seperti api yang menyala sepanjang hari. 65:6 Sesungguhnya, telah ada tertulis di hadapan-Ku: Aku tidak akan tinggal diam, malah Aku akan mengadakan pembalasan, ya, pembalasan terhadap diri mereka, 65:7 atas segala kesalahan mereka sendiri, maupun atas kesalahan nenek moyangnya, semuanya serentak, firman TUHAN. Sebab mereka telah membakar korban di atas gunung-gunung dan mengaibkan Aku di atas bukit-bukit. Memang Aku akan menakar ke dalam jubah mereka upah untuk perbuatan-perbuatan mereka yang dahulu!


Prnjelasan:
* Yes 65:1-7 - Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang
    Sekarang kita sudah mendekati bagian akhir dari nubuat Injil ini. Dua pasal terakhir mengarahkan kita untuk melihat jauh ke depan sejauh langit yang baru dan bumi yang baru, dunia baru yang akan dihantarkan oleh tatanan Injil, dan pemisahan yang akan dibuat olehnya antara yang berharga dan yang hina. "Aku datang ke dalam dunia" (firman Kristus) "untuk menghakimi." Dan ada apa gerangan sampai tampaknya terasa janggal di sini ketika sang nabi berbicara tentang hal tersebut yang untuknya semua nabi memberikan kesaksian? (1Ptr. 1:10-11). Penolakan terhadap orang-orang Yahudi, dan pemanggilan terhadap bangsa-bangsa bukan-Yahudi, sering kali disebutkan dalam Perjanjian Baru sebagai apa yang sudah diketahui dan dinubuatkan sebelumnya oleh para nabi (Kis. 10:43; 13:40; Rm. 16:26). Dalam pasal ini kita mendapati,
            I. Pernyataan bahwa bangsa-bangsa bukan Yahudi akan menerima panggilan Injil (ay. 1).
            II. Penolakan terhadap orang-orang Yahudi karena mereka keras kepala dan tidak mau percaya (ay. 2-7).
            III. Penyelamatan umat sisa dari antara orang-orang Yahudi, dengan dibawanya mereka ke dalam jemaat Injil (ay. 8-10).
            IV. Penghakiman-penghakiman Allah yang akan memburu orang-orang Yahudi yang ditolak (ay. 11-16).
            V. Berkat-berkat yang disediakan bagi jemaat Kristen, yang akan menjadi sukacita dan kemuliaannya (ay. 17-25). Tetapi hal-hal ini dinubuatkan di sini di dalam perlambang dan bayangan tentang perbedaan yang akan dibuat Allah antara sebagian orang Yahudi dan sebagian yang lain dari mereka setelah kembali dari pembuangan, antara mereka yang takut akan Allah dan mereka yang tidak, disertai teguran-teguran terhadap dosa-dosa yang pada saat itu ditemukan di antara mereka dan janji-janji akan berkat-berkat yang pada saat itu disimpan untuk mereka.

Pertobatan Bangsa-bangsa Bukan Yahudi; Kefasikan Orang-orang Yahudi; Penolakan terhadap Orang-orang Yahudi (65:1-7)

    Rasul Paulus (seorang yang dapat kita andalkan dalam menjelaskan firman Allah) telah memberi kita arti yang sebenarnya dari ayat-ayat ini. Ia memberi tahu kita peristiwa apa yang ditunjuk oleh ayat-ayat itu dan yang digenapi, yaitu pemanggilan terhadap bangsa-bangsa lain dan penolakan terhadap bangsa Yahudi, oleh pemberitaan Injil (Rm. 10:20-21). Ia mencermati bahwa dalam hal ini Yesaya sangat berani, bukan hanya dalam menubuatkan suatu hal yang begitu kecil kemungkinannya untuk terlaksana, melainkan juga dalam menubuatkannya kepada orang-orang Yahudi, yang akan menganggapnya sebagai penghinaan besar terhadap bangsa mereka. Dan dalam hal ini perkataan Musa akan digenapi (Ul. 32:21), Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat.
            I. Di sini dinubuatkan bahwa bangsa-bangsa bukan Yahudi, yang selama ini jauh, akan dibuat dekat (ay. 1). Rasul Paulus membacanya demikian: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku." Lihatlah betapa menakjubkan dan terberkati perubahan yang dibuat terhadap mereka, dan betapa mereka dibuat terkejut olehnya.
                1. Orang-orang yang sudah lama hidup tanpa Allah di dalam dunia sekarang akan mulai mencari Dia. Mereka yang sebelumnya tidak bertanya, di mana Allah yang membuat aku? Sekarang akan mulai bertanya-tanya tentang Dia. Mereka ataupun nenek moyang mereka tidak pernah sebelumnya menyerukan nama-Nya, mereka hidup tanpa doa, atau berdoa kepada batang pohon atau batu-batu, pekerjaan tangan manusia. Tetapi sekarang mereka akan dibaptis dan berseru kepada nama Tuhan (Kis. 2:21). Begitu gembiranya Allah yang Mahabesar berbicara di sini tentang diri-Nya yang dicari-cari, dan betapa Ia bermegah di dalamnya, terutama oleh mereka yang pada waktu dulu tidak bertanya-tanya tentang Dia! Sebab ada sukacita di sorga karena para pendosa besar yang bertobat.
                2. Allah akan mendahului doa-doa mereka dengan berkat-berkat-Nya: Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Perkenalan dan hubungan yang berbahagia antara Allah dan bangsa-bangsa bukan Yahudi ini dimulai dari pihak-Nya. Mereka mengenal Allah karena mereka sudah dikenal oleh-Nya (Gal. 4:9), mencari Allah dan menemukan Dia karena mereka pertama-tama sudah dicari dan ditemukan oleh-Nya. Meskipun sesudah menjalin persekutuan dengan-Nya Allah ditemukan oleh orang-orang yang mencari Dia (Ams. 8:17), namun pada awal mula pertobatan Ia ditemukan oleh orang-orang yang tidak mencari Dia. Sebab kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Maksud dari berlimpahnya pemeliharaan ilahi bagi semua orang selama ini, termasuk untuk mereka adalah supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia (Kis. 17:27). Namun waktu itu mereka tidak mencari Dia. Masih saja bagi mereka Dia adalah Allah yang tidak dikenal, namun, Allah ditemukan juga oleh mereka.
                3. Allah memberikan keuntungan-keuntungan pewahyuan ilahi kepada orang-orang yang tidak pernah sebelumnya memeluk agama: Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" (dengan membuat mereka melihat Aku dan mengundang mereka untuk mengambil penghiburan dan keuntungan darinya). Aku mengatakannya kepada mereka yang tidak memanggil nama-Ku (KJV: yang tidak disebut dengan nama-Ku), seperti bangsa Yahudi disebut dengan nama-Nya selama berabad-abad. Ketika para rasul pergi dari satu tempat ke tempat lain, untuk memberitakan Injil, inilah inti dari apa yang mereka beritakan: "Lihatlah Allah, lihatlah Dia, berpalinglah kepada-Nya, arahkanlah mata pikiranmu kepada-Nya, akrabkanlah dirimu dengan-Nya, kagumilah Dia, pujalah Dia. Berbaliklah dari berhala-berhala yang sudah kamu buat, dan pandanglah kepada Allah yang hidup yang telah menjadikanmu." Kristus dalam diri mereka berkata, lihatlah Aku, lihatlah Aku dengan mata iman. Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan. Dan ini dikatakan kepada orang-orang yang sudah lama merupakan lo-ami dan lo-ruhama (Hos. 1:8-9), bukan umat Allah dan yang tidak dikasihani (Rm. 9:25-26).
            II. Di sini dinubuatkan bahwa orang-orang Yahudi, yang sudah lama menjadi umat yang dekat dengan Allah, akan dicampakkan dan dijauhkan (ay. 2). Rasul Paulus menerapkan ini pada orang-orang Yahudi di zamannya, sebagai keturunan para pembuat kejahatan. Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah." (Rm. 10:21). Di sini amatilah,
                1. Bagaimana orang-orang Yahudi diajak untuk menerima anugerah ilahi. Allah sendiri, melalui para nabi-Nya, melalui Anak-Nya, melalui para rasul-Nya, mengulurkan tangan-Nya kepada mereka, seperti yang dilakukan Sang Hikmat (Ams. 1:24). Allah membentangkan tangan-Nya kepada mereka, seperti sedang beperkara dan berbantah dengan mereka, tidak cuma memberi mereka isyarat dengan jari, tetapi juga membentangkan tangan-Nya, seperti siap untuk merangkul dan menjamu mereka, mengulurkan tanda-tanda perkenanan-Nya kepada mereka, dan mendesak mereka untuk menerimanya. Ketika Kristus disalibkan, tangan-Nya terbentang dan terulur, seolah-olah sedang bersiap-siap untuk menerima orang-orang berdosa yang kembali ke dalam pelukan-Nya. Dan ini dilakukan sepanjang hari, sepanjang zaman Injil. Ia menunggu saat untuk bertindak dengan penuh anugerah, dan tidak lelah menunggu. Bahkan mereka yang datang pada saat-saat terakhir tidak ditolak.
                2. Bagaimana mereka meremehkan undangan itu. Undangan itu diberikan kepada suku bangsa yang memberontak dan suka membantah. Mereka diundang ke perjamuan pernikahan, namun tidak mau datang. Sebaliknya, mereka menolak maksud Allah terhadap diri mereka. Sekarang di sini kita mendapati,
                    (1) Sifat buruk dari bangsa ini. Dunia akan melihat bahwa bukan tanpa alasan mereka ditolak Allah. Karena perbuatan pelacuranlah mereka disingkirkan.
                        [1] Sifat sebagian besar dari mereka sudah sebegitu rupanya sampai orang tidak akan menduga bisa dilakukan oleh orang-orang yang sebelum itu sudah menjadi kesayangan Sorga. Pertama, mereka hanya ingin menuruti kehendak sendiri. Benar atau salah akan mereka lakukan jika mereka sudah berniat untuk melakukannya. "Banyak dari mereka terus menempuh jalan yang tidak baik, bukan jalan yang benar, bukan jalan yang aman, sebab mereka mengikuti rancangan mereka sendiri, cara-cara dan keinganan-keinginan mereka sendiri." Jika yang membimbing kita adalah pikiran-pikiran kita sendiri, maka jalan kita kemungkinan tidak akan baik. Sebab segala kecenderungan hati kita selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Allah sudah memberitahukan kepada mereka pikiran-pikiran-Nya, apa yang dipikirkan dan dikehendaki-Nya, namun mereka mau saja mengikuti rancangan mereka sendiri, mau melakukan apa yang mereka anggap paling baik. Kedua, mereka sangat menyulut murka Allah. Ini merupakan keluhan Allah terhadap mereka selama ini, yaitu mereka membuat sedih hati-Nya, mereka mendukakan Roh Kudus-Nya, seolah-olah mereka ingin merancang bagaimana menjadikan Dia musuh mereka: Mereka menyakitkan hati-Ku senantiasa di depan mata-Ku. Mereka tidak peduli penghinaan apa yang mereka berikan kepada Allah, meskipun itu dilakukan di depan mata-Nya dan dalam hadirat-Nya, dalam penghinaan yang sungguh-sungguh terhadap kewenangan-Nya dan dengan menantang keadilan-Nya. Dan ini dilakukan senantiasa. Itu sudah menjadi jalan dan cara mereka sejak mereka terbentuk sebagai umat, lihat saja waktu pencobaan di padang gurun.
                        [2] Sang nabi berbicara secara lebih khusus tentang segala kesalahan mereka sendiri maupun kesalahan nenek moyang mereka, sebagai alasan mengapa Allah mencampakkan mereka (ay. 7). Sekarang ia memberikan contoh-contoh dari keduanya.
                        Pertama, kejahatan nenek moyang mereka yang paling menimbulkan murka adalah penyembahan berhala. Kejahatan ini, demikian sang nabi memberi tahu mereka, menyulut murka Allah di depan muka-Nya. Dan itu merupakan kejahatan yang, seperti yang tampak dalam perintah kedua, sering kali dibalaskan Allah kepada anak-anak mereka. Ini merupakan dosa yang membawa mereka ke dalam pembuangan, dan meskipun pembuangan itu sangat menyembuhkan mereka dari dosa itu, namun, ketika kehancuran terakhir dari bangsa itu tiba, hal ini diungkit lagi untuk melawan mereka. Sebab pada hari pembalasan Allah, Ia akan membalaskan dosa itu (Kel. 32:34). Mungkin ada banyak dari antara mereka, jauh sesudah pembuangan, yang meskipun tidak menyembah allah-allah lain, namun bersalah atas pelanggaran-pelanggaran yang disebutkan di sini. Sebab mereka memperistri perempuan-perempuan asing.
                            1. Mereka meninggalkan bait suci Allah, dan mempersembahkan korban di taman-taman dewa atau kuburan-kuburan, supaya mereka puas karena melakukannya dengan cara mereka sendiri, sebab mereka tidak menyukai ketetapan-ketetapan Allah.
                            2. Mereka meninggalkan mezbah Allah, dan membakar korban di atas batu bata, mezbah-mezbah yang mereka dirikan sendiri (mereka membakar korban menurut temuan-temuan pikiran mereka sendiri, yang tidak lebih bernilai dibandingkan ketetapan Allah, seperti halnya mezbah batu bata tidak lebih bernilai dibandingkan mezbah emas yang ditetapkan Allah supaya mereka membakar korban di atasnya). Atau di atas genteng-genteng (demikian sebagian orang membacanya), seperti yang mereka gunakan untuk menutupi atap-atap rumah mereka, dan yang di atasnya kadang-kadang mereka membakar korban bagi berhala-berhala mereka. Hal ini tampak dalam 2 Raja-raja 23:12, di mana kita membaca tentang mezbah-mezbah di atas sotoh, tempat peranginan Ahas, dan dalam Yeremia 19:13, tentang mereka yang membakar kemenyan kepada tentara langit di atas sotoh rumah mereka.
                            3. "Mereka memakai ilmu nujum, atau meminta petunjuk kepada orang mati, dan untuk itu, mereka duduk di kuburan-kuburan dan bermalam di dalam gua-gua" untuk meminta petunjuk kepada orang-orang mati bagi orang-orang hidup (8:19), seperti pemanggil arwah di En-Dor. Atau mereka biasa meminta petunjuk kepada roh-roh jahat yang gentayangan di pemakaman.
                            4. Mereka melanggar hukum-hukum Allah tentang makanan mereka, dan melanggar pembedaan yang sudah dibuat antara yang haram dan yang halal sebelum itu dihapuskan oleh Injil. Mereka memakan daging babi. Memang sebagian dari mereka lebih memilih mati daripada makan daging babi, seperti Eleazar dan tujuh saudara dalam kisah Makabe. Tetapi besar kemungkinan bahwa banyak dari antara mereka memakannya, terutama apabila itu dijadikan syarat untuk tetap hidup. Pada zaman Juruselamat kita, kita membaca tentang sekawanan besar babi yang hidup di antara mereka, yang memberi kita alasan untuk curiga bahwa pada masa itu ada banyak orang yang hanya menjalankan hukum Taurat dengan begitu sedikit kesadaran hati nurani, sampai-sampai mereka mau makan daging babi, yang untuk itu mereka dihukum secara adil dengan dimusnahkannya babi-babi itu. Kuah, atau irisan-irisan, dari daging-daging terlarang lain, yang di sini disebut hal-hal yang najis, ada dalam kuali mereka, dan digunakan sebagai makanan. Makanan terlarang disebut sebagai kejijikan, dan orang-orang yang ikut menikmatinya dikatakan membuat diri mereka jijik (Im. 11:42-43). Ada orang yang tidak berani makan dagingnya, tetapi berani makan kuahnya, karena mereka ingin sedekat mungkin mengecap apa yang terlarang, untuk menunjukkan betapa mereka mengidam-idamkan buah terlarang. Mungkin hal ini di sini dimaksudkan secara kiasan untuk semua kesenangan dan keuntungan terlarang yang diperoleh melalui dosa, kejijikan yang dibenci Tuhan itu. Mereka suka bermain-main dengannya, suka mengecap kuahnya. Tetapi orang-orang yang menyombongkan diri seperti itu karena berani mendekati batas-batas dosa, dan berdiri di tepiannya, terancam bahaya akan jatuh ke kedalamannya. Akan tetapi,
                        Kedua, kejahatan orang-orang Yahudi di zaman Juruselamat kita yang paling menyulut murka Allah adalah kesombongan dan kemunafikan mereka, dosa ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, yang terhadapnya Kristus menyatakan begitu banyak celaka (ay. 5). Mereka berkata, "Menjauhlah, tetaplah jauh-jauh" (tetaplah di tempatmu, begitu dalam bahasa aslinya). "Tetaplah dengan kawan-kawanmu, tetapi janganlah mendekat kepadaku, nanti kamu menajiskan aku. Janganlah meraba aku. Aku tidak akan membiarkan kamu sedikit pun akrab denganku, nanti engkau menjadi kudus olehku, dan karena itu kamu tidak cukup baik untuk bercakap-cakap denganku. Aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan juga seperti pemungut cukai ini." Hal ini siap mereka katakan kepada setiap orang yang mereka jumpai, sehingga dengan berkata, nanti engkau menjadi kudus olehku, mereka menganggap diri mereka lebih kudus daripada siapa saja. Bukan hanya sangat baik, sebaik yang seharusnya, sebaik yang diperlukan, melainkan juga lebih baik daripada tetangga-tetangga mereka. Semuanya ini seperti asap yang naik ke dalam hidung-Ku (firman Allah), asap yang bukan berasal dari api yang cepat menyala, yang segera bersinar berkilauan, tetapi dari api kayu basah, yang menyala sepanjang hari, dan hanya mengeluarkan asap. Perhatikanlah, dalam diri manusia tidak ada yang lebih menjijikkan dan menyulutkan murka Allah daripada menyombongkan diri sendiri dan menghina orang lain. Sebab biasanya orang-orang yang menganggap diri mereka lebih kudus daripada siapa saja justru paling tidak kudus dari semuanya.
                    (2) Perseteruan Allah dengan mereka karena ini. Bukti melawan mereka sudah jelas: Sesungguhnya, telah ada tertulis di hadapan-Ku (ay. 6). Hal itu tertulis, untuk diingat melawan mereka di masa yang akan datang. Sebab mungkin mereka tidak langsung mendapat ganjaran untuk itu. Dosa-dosa para pendosa, dan khususnya perbuatan orang-orang munafik yang menyombongkan diri dan mencemooh orang lain, tersimpan pada Allah (Ul. 32:34). Dan apa yang tertulis akan dibacakan dan ditindak-lanjuti: "Aku tidak akan tinggal diam selalu, meskipun mungkin Aku sudah tinggal diam untuk waktu yang lama." Mereka sama sekali tidak akan menganggap-Nya seperti salah seorang dari mereka sendiri, seperti yang kadang-kadang mereka lakukan. Sebaliknya, Ia akan mengadakan pembalasan, ya, pembalasan terhadap diri mereka. Orang dengan keji menyalahgunakan agama, hal yang terhormat dan suci itu, jika mereka mengaku beragama dan menjadikannya sebagai sesuatu untuk menyombongkan diri. Dan Allah yang cemburu akan mengadakan perhitungan dengan mereka karena itu. Pengakuan yang mereka megahkan hanya akan memperberat hukuman mereka.
                        [1] Kesalahan nenek moyang mereka akan bangkit melawan mereka. Bukan berarti bahwa dosa mereka sendiri tidak pantas mendapat hukuman-hukuman yang ditimpakan Allah atas mereka, dan yang jauh lebih berat. Hal ini mereka akui (Ezr. 9:13). Sebaliknya, Allah tidak mau menimpakan kehancuran yang begitu besar pada mereka jika di dalamnya Ia tidak mengarahkan pandangan pada dosa-dosa nenek moyang mereka. Oleh karena itu, dalam kehancuran Yerusalem yang terakhir, Allah dikatakan membuat mereka menanggung akibat dari penumpahan darah orang-orang kudus dalam Perjanjian Lama, bahkan darah Abel (Mat. 23:35). Allah akan mengadakan perhitungan dengan mereka, bukan hanya karena berhala-berhala nenek moyang mereka, melainkan juga karena bukit-bukit pengorbanan mereka, karena mereka membakar korban di atas gunung-gunung dan bukit-bukit, meskipun mungkin itu dipersembahkan hanya untuk Allah yang benar. Ini berarti menghujat atau mencela Allah. Ini merupakan penghinaan terhadap pilihan yang sudah ditentukan-Nya tentang tempat di mana Ia ingin menuliskan nama-Nya, dan janji yang sudah diucapkan-Nya bahwa di sana Ia akan menjumpai mereka dan memberkati mereka.
                        [2] Kesalahan mereka sendiri bersama dengan kesalahan nenek moyang mereka akan membawa kehancuran atas mereka: Segala kesalahanmu sendiri maupun kesalahan nenek moyangmu bersama-sama, yang satu memperberat yang lain, bergabung bersama perbuatan yang dulu, yang meskipun mungkin tampak tidak diperhatikan dan terlupakan, akan ditakarkan ke dalam jubah mereka. Allah akan membalikkan ke atas pangkuan mereka, bukan hanya orang yang terang-terangan menjadi musuh-Nya (Mzm. 79:12), melainkan juga sahabat-sahabat-Nya yang palsu dan berkhianat, cela yang telah mereka datangkan kepada-Nya.


SBU

MINGGU EPIFANIA
JUMAT,11 JANUARI 2019
Renungan Pagi
GB 226 : 1,2 -Berdoa
TINGGALKAN DOSA DAN KEMBALI PADA ALLAH

Yesaya 65:1-7
Aku tidak akan tinggal diam. malah Aku akan mengadakan pembalasan (ay.6a).

Allah dalarn kasih karunia-Nya yang besar selalu memberi kesempatan kepada umat untuk maninggalkan dosa dan kembali kepada-Nya, hiclup dalam perkenanan-Nya. Umat rnenduakan peran Allah dalam hidup beriman mereka. Mareka kelihatan saleh, tetapi
mereka berdosa dalam banyak hal antara lain rnenyembah berhala, melakukan okultisme (paham tentang hal-hal yang gelap/rahasia kuasa gelap dengan rnencari ilham dari dunla orang mati) memakan makanan yang dilarang, dan yang paling parah adalah menolak
panggilan Tuhan, menolak membangun persekutuan hidup yang benar di hadapan Allah.

Umat sama sekali tidak menghargai kekudusan Allah. Tidak menghargai kasih Allah atas mereka. Padahal Allah yang menyelamatkan mereka, mereka malah mengkhianati Allah dan mengecewakan Allah. Mereka bermain-main dalam menyembah Allah. Allah mencium aroma penyernbahan bukan untuk-Nya. Umat mengulangi kesalahan nanek moyang mereka dan tentu saja Allah tidak menghendaki kekudusan-Nya dipermainkan umat. Dikatakan di ayat 6, "Aku tidak akan tinggal diam, malah Aku akan rnengadakan pembalasan pada diri mereka". Allah memberi peringatan yang sangat keras dan tegas pada umat-Nya, Allah tidak menghendaki dosa umat yang semakin menjadi-jadi. Allah tidak menginginkan kejahatan semakin merajalela atas umat-Nya.

Allah sejak semula memanggil dan menetapkan umat hidup kudus dalam segala aspek hidup, (lihat lmamat Pasal 18-22). Bukankah kita sering dengar di bagian tata ibadah GPlB tentang
petunjuk hidup baru, saiah satu yang sering dibacakan "tetapi hendaklah karnu menjadi kudus dalam seluruh hidupmu, sama seperti Dia yang kudus yang telah memanggil kamu sebab ada
tertulls kuduslah kamu sebab Aku kudus" (1 Patrus 1 : 15-16). Mari tinggalkan dosa dan segala perbuatan jahat. Kemballlah pada Allah.

GB 226 : 3,4
Doa : (Bawalah kami semakin dekat dengan-Mu ya Tuhan dan lepaskanlah kami daripada yang jahat)


MINGGU EPIFANIA
JUMAT,11 JANUARI 2019
Renungan Malam
KJ.421:1,2 -Berdoa
BERKAT TUHAN BAGI MEREKA YANG SETIA

Yesaya 65:8-12
demikianlah Aku akan bertindak oleh karena hamba-hamba-Ku (ay.3b)

Waktu membuktikan Tuhan selalu memiliki sekelompok orang yang setia. Dalam bacaan kita diumpamakan seperti sedikit anggur yang tersisa dan Tuhan memakai mereka sebagai cikal bakal permulaan yang baru. Israel dilukiskan seperti kebun anggur yang ditanam Tuhan. Ada yang buahnya bagus/layak dimakan dan ada juga yang tidak. Benih anggur ditilik satu persatu yang masih berisi air dikatakan masih ada berkat dan dijanjikan berkat.

Mereka merupakan umat yang mencari Allah dan tidak mengecewakan Allah disebut sebagai orang-orang pilihan dan hamba-hamba yang setia. Sebaliknya mereka yang meninggalkan
Tuhan, tidak Iagi berbakti di bait suci Yerusalem, rnareka yang tldak dengar-dengaran pada Tuhan, rnereka tidak akan memperoleh berkat. Apa yang diungkap dalam bacaan firman kita hari ini kiranya memotivasi saudara dan saya untuk tetap satia pada Allah. Sétia melakukan kehendak-Nya. Setia membaca dan merenungkan firman Tuhan. Setia berdoa dan beribadah pada-Nya serta setia pada tugas pelayanan yang dipercayakan. Anak-anak Tuhan yang
setia memperoleh berkat dan rnengalami keindahan hidup yang Tuhan janjikan. Allah dalam Yesus Kristus mendatangkan era baru keselamatan yang kelak akan menjadi bagian dari mereka yang setia beriman kepadaNya.

KJ. 421 : 3
Doa : (Bersyukur karena kami menjadi bagian hamba yang setia)


Label:   Yesaya 65:1-7 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 12 JANUARI 2019 - PERGANTIAN NAMA - Yesaya 65:15-16 - MINGGU EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 10 JANUARI 2019 - ANGKAT HATI PADA ALLAH - Yesaya 64:7-12 - HARI EPIFANIA

Garis Besar Yesaya





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 21 Agustus - 2 Tawarikh 4-6


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu rohani indonesia inggris dgn nyayian buka mata hatiku kumemandangmu,   penatalayanan menurut 1 tawarikh 6:31-53,   lagu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan,   kotbah 1petrus 3:8-12,   pkj 81,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   kotbah 3musa25:93-43.,   kotbah 3musa25:93-43.,   keluaran 19-21,   JadikanKu AlatMu chord,   JadikanKu AlatMu chord,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah nehemia 5:1-13,   https://rwuyatfty.wordpress.com/2012/08/25/kumpulan-lagu-rohani-persekutuan/,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah imamat 25:39-43,   lagu persiapan hati,   lagu rohani instrumental,   renungan mtpj 1 tawarikh 6:31-53,   imamat 25: 39-43,   download album lagu rohani semangat 2019,   Khotbah minggu 25-8-2019. Ev lukas 6:27-36. Epistel mus 25:39-43.,   lagu rohani dangdut,   lirik hymne pkp,   Khotbah GMIT 25 agustus 2019 ulangan 18:1-12,   lagu rohani kristen untuk pernikahan,   khotbah imamat 25:39-43,   mp3 lagu kristen barat lirik,   lagu rohani doddie dengar tuhan,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Hatorangan epistel 3 Musa 25: 37-43,   kotbah Nehemia,   Imamat 25:39-43,   Renungan dari pdt Gilbert ulangan 5 :32-33,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Lagu persembahan syukur,   tata ibadah rumah tangga GKE,   pembahassn kotbah imamat 25:39-43,   tata ibadah hut gereja,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   pembahadan kotbah imamat 25:39-43,   khotbah kristen tentang keberhasilan yosia,   renungan amos 5:7-13,   lirik lagu gembala baik dan cord,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   nehemia 5 : 1-13,   tata ibadah perkawinan gpdi,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   renungan roma 11 : 33 - 36,   pengertian mazmur 146 : 1,   imamat 25:39-43,   penjelasan matius 6:25-34,   kotbah imamat 25:39-43.,   kotbah imamat 25:39-43.,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   8 lagu rohani yang mengucap syukur kepada Tuhan,   notasi kppk 325,   kotbah imamat 25:39-43,   lagu rohani tentang kekuatiran,   khotbah amos 5:7-12,   khotbah amos 5:7-12,   renungan ayub 5:1-27,   imamat 25:39-43,   imamat 25:39-43,   download ilusttasi dan renungan pengkhotbah 11:1 menabir untuk menuai,   nyanyian rohani,   jamita 3 musa 25 39-43,   nyanyian rohani mp3,   nyanyian rohani,   yesaya 5.bangsa asing sebagai murka Allah,   2 petrus 2:17-22.,   Rngn yak 1:2-8,   sbu 20 agustus 2019,   Contoh renungan kotbah agama Kristen Protestan,   Amsal 12:1-4,   gms live 2019,   khotbah kolose 1;21-23,   Renungan rohani bil 21:1-3,   download lagu shane filan beautiful in white mp3,   renungan kitap maleakhi 2:1-9,   Khotbah sekolah minggu GPIB 1 Petrus 3 : 8 - 12,   nyanyian rohani,   download lagu rohani alan jackson mp3,   Nehemia 8:1-9,   lagu fb dounload,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   yesaya 48:16-19,   Latar belakang Lukas 6:31,   chord kasih yesus melingkupi saya,   chord kasih yesus melingkupi saya,   lirik lagu pkj biarpun gunung gunung beranjak,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   download video lagu karaoke rohani kristen,   Khotbah Imamat 25:39-43,   Dihadapan tahtamu mp3 download,   bahan sermon imamat 3 : 39 - 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   khotbah imamat 25 35 55,   ilustrasi kitab imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   a love i know free download mp3 planetshakers,   renungan lukas 6 : 1-5,   kotbah imammat 25:39-43,   kotbah imammat 25:39-43,   contoh doa persembahan kolekte singkat,   contoh doa setelah persembahan,   khotbah tentang kasih 1Korentus 13:4-8,   lagu persembahan,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah 1 yohanes 2:7-17,   dowload lagu rohani kristen terbaru,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah amsal 3:16,   khotbah amsal 3:16,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Khotbah ibadah minggu 25 Agustus 2019,   santapan haran filemon 1,   sabda bina umat 2019,   Jamita Minggu 19 Februari 2019,   khotbah imamat 25 35-46,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   khotbah kristen agustus,   1 Tawarikh 6:31-53,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   renungan 1 tawarikh 6,   kodbah 3 musa 25:39-43,   kodbah 3 musa 25:39-43,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   kunci gitar ikut dikau saja tuhan,   1 Tawarikh 6:31-53,   Tafsiran Alkitab Pengkhotbah 11:1-8,   cerita sekolahmunggu amsal4:1-4,   Amsal 12:1-4,   lagu sion database,   download lagu rohani ambon katakan padaku,   almanak gkpi minggu 25 agustus 2019,   renungan yesaya 5:25-30,   khotbah 22 september 2019,   Bacaan injil tanggal 28 september 2019,   lagu ,   lagu ,   lagu ,   Dangdut gerejawi pernikahan,   download lagu menunggu rhoma ful album,   khotbah mazmur 99:1-9,   khotbah mazmur 99:1-9,   Download lagu pujian kuingin dengar cerita o...o...,   Download lagu pujian kuingin dengar cerita o...o...,   lagu mengumpulkan persembahan dari kidung jemaat,