Dilihat: 317 x

Save Page
Yesaya 64:7-12
64:7 Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami. 64:8 Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. 64:9 Ya TUHAN, janganlah murka amat sangat dan janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya! Sesungguhnya, pandanglah kiranya, kami sekalian adalah umat-Mu. 64:10 Kota-kota-Mu yang kudus sudah menjadi padang gurun, Sion sudah menjadi padang gurun, Yerusalem sunyi sepi. 64:11 Bait kami yang kudus dan agung, tempat nenek moyang kami memuji-muji Engkau, sudah menjadi umpan api, maka milik kami yang paling indah sudah menjadi reruntuhan. 64:12 Melihat semuanya ini, ya TUHAN, masakan Engkau menahan diri, masakan Engkau tinggal diam dan menindas kami amat sangat?

Penjelasan:

*      Di antara mereka, di mana-mana orang menjalankan ibadah dengan dingin (ay. 7). Takarannya menjadi penuh oleh kejahatan bangsa itu yang melimpah, dan tidak ada yang dilakukan untuk mengosongkannya.
        (1) Doa diabaikan: "Tidak ada yang memanggil nama-Mu, tidak ada yang mencari-Mu untuk meminta anugerah untuk memperbarui kami dan menghapus dosa, atau meminta belas kasihan untuk melepaskan kami dan menghilangkan hukuman-hukuman yang telah ditimpakan ke atas kami oleh dosa-dosa kami." Inilah alasan orang-orang berlaku begitu jahat, sebab mereka tidak berdoa. (Bdk. Mzm. 14:3-4). Semuanya telah bejat, sebab mereka tidak berseru kepada TUHAN. Suatu pertanda buruk bagi sebuah bangsa jika doa ditahan dari antara mereka.
        (2) Doa dijalankan dengan sangat sembrono. Kalaupun ada satu orang di sana sini yang menyerukan nama Allah, itu dilakukan dengan sangat tidak acuh: Tidak ada seorang pun yang bangkit untuk berpegang kepada Allah. Perhatikanlah,
            [1] Berdoa adalah berpegang kepada Allah, berpegang dengan iman kepada janji-janji dan pernyataan-pernyataan yang telah dibuat Allah tentang kehendak baik-Nya kepada kita, dan menyerukannya kepada Dia. Berpegang kepada Dia seolah-olah kita berpegang kepada orang yang hendak meninggalkan kita, memohon dengan sungguh-sungguh kepadanya untuk tidak meninggalkan kita, atau seolah-olah berpegang kepada orang yang telah pergi, dan memohonnya untuk kembali. Berdoa adalah berpegang kepada Dia seperti seseorang yang sedang bergumul berpegang kepada orang yang sedang digumulinya. Sebab keturunan Yakub bergumul dengan Dia dan dengan demikian menang. Tetapi ketika kita berpegang kepada Allah, itu seperti nelayan berpegang pada pantai dengan kaitnya, seolah-olah ia ingin menarik pantai kepadanya, tetapi sebenarnya ia menarik dirinya sendiri ke pantai. Demikianlah kita berdoa, bukan untuk membawa Allah ke dalam pikiran kita, melainkan untuk membawa diri kita sendiri kepada-Nya.
            [2] Orang-orang yang ingin berpegang kepada Allah di dalam doa untuk bisa menang dengan-Nya haruslah menggugah diri mereka sendiri untuk melakukannya. Semua yang ada dalam diri kita harus dikerahkan dalam menjalankan kewajiban (dan semua pun masih terbilang sedikit), pikiran kita harus terpancang kuat-kuat dan perasaan kita harus menyala-nyala. Dengan demikian, semua yang ada dalam diri kita harus dilibatkan dan dipanggil untuk menjalankan pelayanan itu. Kita harus mempergunakan karunia yang ada pada kita dengan benar-benar menimbang pentingnya pekerjaan yang ada di hadapan kita, dan dengan memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepadanya. Tetapi bagaimana kita bisa berharap Allah akan datang kepada kita di jalan rahmat apabila tidak ada orang yang melakukan ini, apabila orang yang mengaku sebagai perantara hanyalah orang yang suka bermain-main?

Mereka mengakui penderitaan-penderitaan mereka sebagai buah dan akibat dari dosa-dosa mereka sendiri dan dari murka Allah.

    1. Mereka menimpakan masalah-masalah ke atas diri mereka sendiri dengan kebodohan mereka: "Kami sekalian seperti seorang najis, dan karena itu kami sekalian menjadi layu seperti daun (ay. 6). Kami tidak hanya layu dan kehilangan keindahan kami, tetapi juga kami jatuh dan gugur" (demikianlah yang diartikan dari kata itu) "seperti daun-daun di musim gugur. Pengakuan iman kami layu, dan kami menjadi kering dan tidak sari. Kesejahteraan kami layu dan menjadi sia-sia. Kami jatuh rebah di tanah, seperti orang yang tercela dan hina. Lalu kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin dan membawa kami cepat-cepat ke dalam pembuangan, seperti angin di musim gugur meniup, dan kemudian menerbangkan daun-daun yang pudar dan layu" (Mzm. 1:3-4). Para pendosa diembuskan, dan kemudian diterbangkan oleh angin kesalahan mereka sendiri yang ganas dan kencang. Kesalahan mereka membuat mereka layu, dan kemudian menghancurkan mereka.
    2. Allah menimpakan masalah-masalah ke atas mereka oleh murka-Nya (ay. 7): Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami. Engkau telah murka terhadap kami dan menolak memberi kami pertolongan apa saja. Oleh karena mereka telah menjadikan diri mereka seperti seorang yang najis, maka tidak heran jika Allah memalingkan wajah-Nya dari mereka, seperti jijik terhadap mereka. Namun ini belum seberapa: Engkau telah menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami. Ini adalah keluhan yang sama dengan keluhan dalam 7-8, kami habis lenyap karena murka-Mu. Engkau telah melelehkan kami, demikian kata yang dipakai. Allah telah menempatkan mereka di dalam perapian, bukan untuk menghabiskan mereka seperti sanga, melainkan untuk melelehkan mereka seperti emas, supaya mereka dimurnikan dan dijadikan cetakan baru.

III. Mereka mengaku mempunyai hubungan dengan Allah sebagai Allah mereka, dan dengan rendah hati menyerukannya kepada Dia, dan dengan menimbang hal itu menyerahkan diri mereka dengan gembira kepada-Nya (ay. 8): "Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Meskipun kami telah berlaku sangat tidak berbakti dan tidak tahu terima kasih kepada-Mu, namun kami tetap mengakui Engkau sebagai Bapa kami. Dan, walaupun Engkau telah menghajar kami, namun Engkau tidak membuang kami. Sekalipun kami ini bodoh dan ceroboh, miskin dan dihina, dan diinjak-injak oleh musuh-musuh kami, namun Engkau tetap Bapa kami. Oleh karena itu kepada-Mulah kami kembali dalam pertobatan kami, seperti si anak hilang bangkit dan kembali kepada ayahnya. Kepada-Mulah kami menyampaikan permohonan kami dengan doa. Dari siapa lagi kami harus mengharapkan kelegaan dan pertolongan selain dari Bapa kami? Murka seorang Bapalah yang menindih kami, yang pasti mau berdamai dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam." Allah adalah Bapa mereka,

    1. Melalui penciptaan. Ia membuat mereka ada, membentuk mereka menjadi sebuah bangsa, membentuk mereka seperti yang dikehendaki-Nya. "Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, oleh karena itu kami tidak akan berseteru dengan-Mu, apa pun yang Kaukehendaki untuk Kaulakukan terhadap kami (Yer. 18:6). Bahkan, itulah sebabnya kami berharap bahwa Engkau akan memperlakukan kami dengan baik, bahwa Engkau yang telah menjadikan kami, akan menjadikan kami dengan baru, akan membentuk kami dengan baru, sekalipun kami telah menghancurkan dan merusak diri kami sendiri: Kami sekalian seperti seorang najis, tetapi kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. Oleh karena itu hapuslah kenajisan kami, supaya kami pantas untuk Engkau pakai, yang untuk itu kami dijadikan. Kami adalah perbuatan tangan-Mu, oleh karena itu janganlah tinggalkan kami" (Mzm. 138:8).
    2. Melalui perjanjian. Hal ini diserukan (ay. 9). "Sesungguhnya, pandanglah kiranya, kami sekalian adalah umat-Mu, umat yang Engkau miliki di dunia, yang secara terang-terangan mengakui nama-Mu. Kami disebut sebagai umat-Mu, tetangga-tetangga kami memandang kami sebagai umat-Mu, dan karena itu apa yang kami derita memberikan penghinaan kepada-Mu, dan pertolongan yang dituntut oleh keadaan kami diharapkan datang dari-Mu. Kami sekalian adalah umat-Mu, dan bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada allahnya? (8:19). Kami kepunyaan-Mu, selamatkanlah kami" (Mzm. 119:94). Perhatikanlah, ketika kita sedang berada di bawah teguran-teguran Allah dalam pemeliharaan-Nya, sungguh baik jika kita berpegang erat-erat pada hubungan perjanjian kita dengan-Nya.

Mereka meminta dengan sangat kepada Allah supaya Ia memalingkan murka-Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka (ay. 9): "Ya TUHAN, janganlah murka amat sangat, meskipun kami pantas menerimanya, dan janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya melawan kami." Mereka tidak secara tegas berdoa untuk menghapuskan hukuman yang tengah menindih mereka. Mengenai hal itu, mereka berserah kepada Allah. Tetapi,

    1. Mereka berdoa supaya Allah mau berdamai dengan mereka, maka barulah mereka bisa tenang, entah penderitaan itu diteruskan atau dihapus: "Janganlah murka di luar batas, tetapi hendaklah murka-Mu diredakan oleh pengampunan dan kasih sayang seorang ayah." Mereka tidak berkata, ya TUHAN, janganlah menghukum kami, sebab mungkin itu diperlukan, melainkan jangan melakukannya dalam murka-Mu, jangan melakukannya dalam kepanasan amarah-Mu. Hanya dalam murka sesaat Allah menyembunyikan wajah-Nya.
    2. Mereka berdoa supaya mereka tidak diperlakukan sesuai yang pantas didapatkan oleh dosa mereka: Janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya. Demikianlah jahatnya dosa, sehingga ia pantas diingat untuk seterusnya. Dan inilah yang berusaha mereka jauhkan dengan doa, akibat dari dosa itu, yang ada untuk seterusnya. Orang-orang yang lebih takut terhadap kengerian murka Allah, dan akibat-akibat yang mematikan dari dosa mereka sendiri, daripada terhadap hukuman apa saja, dengan memandang hal-hal itu sebagai sengat maut, mereka ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar merendah di bawah tangan Allah.

Mereka mengajukan ke hadapan pengadilan sorga suatu penjelasan, atau ingatan, yang sangat suram tentang keadaan mereka yang mengenaskan dan kehancuran-kehancuran yang di bawahnya mereka mengerang.

    1. Rumah-rumah mereka sendiri menjadi reruntuhan (ay. 10). Kota-kota Yehuda dihancurkan oleh orang-orang Kasdim dan para penduduknya dibawa pergi, sehingga tak ada seorang pun yang dapat memperbaiki kota-kota mereka atau memberi perhatian padanya, yang dalam beberapa tahun saja akan membuatnya betul-betul terlihat seperti padang gurun: Kota-kota-Mu yang kudus sudah menjadi padang gurun. Kota-kota Yehuda disebut kota-kota yang kudus, sebab orang-orangnya adalah kerajaan imam bagi Allah. Kota-kota itu memiliki rumah-rumah ibadat, yang di dalamnya Allah disembah. Dan itulah sebabnya mereka meratapi kehancuran kota-kota itu, dan terus menegaskan hal ini dalam seruan mereka kepada Allah, bukan karena kota-kota itu adalah kota-kota yang megah, yang kaya atau sudah ada sejak lama, melainkan terlebih karena kota-kota itu adalah kota-kota yang kudus, kota-kota yang di dalamnya nama Allah dikenal, diakui, dan diserukan. "Kota-kota ini menjadi padang gurun. Keindahannya ternodai. Kota-kota ini tidak dihuni atau dikunjungi, seperti dahulu." Mereka membakar segala tempat pertemuan Allah di negeri (Mzm. 74:8). Juga bukan hanya kota-kota kecil yang dibiarkan seperti padang gurun yang tidak dikunjungi seperti itu, melainkan juga bahkan "Sion sudah menjadi padang gurun, kota Daud sendiri terhampar dalam reruntuhan. Yerusalem, yang dulu menjulang permai dan kegirangan bagi seluruh bumi, sekarang buruk rupa, dan telah menjadi cemoohan dan aib bagi seluruh bumi. Kota yang mulia itu menjadi sunyi sepi, tumpukan sampah." Lihatlah kerusakan-kerusakan apa yang ditimbulkan dosa atas sebuah bangsa. Kesucian yang diakui secara lahiriah tidak akan dapat dijadikan pagar untuk menangkisnya. Kota-kota yang kudus, jika menjadi kota-kota yang fasik, adalah yang pertama dari semua kota lain yang akan menjadi padang gurun (Am. 3:2).
    2. Rumah Allah menjadi reruntuhan (ay. 11). Hal ini paling mereka ratapi dari semuanya, bahwa bait suci sudah menjadi umpan api. Tetapi, segera setelah bait suci dibangun dahulu, mereka sudah diberi tahu apa yang akan terjadi pada bait suci itu jika mereka berdosa (2Taw. 7:21), setiap orang yang lewat rumah yang amat ditinggikan ini, akan tertegun. Amatilah betapa dengan pilu mereka meratapi kehancuran bait suci.
        (1) Bait itu adalah bait mereka yang kudus dan agung. Bait itu adalah bangunan yang paling megah, tetapi di mata mereka kekudusannya adalah keindahannya yang terbesar, dan sebagai akibatnya, pencemarannya adalah bagian paling menyedihkan dari keruntuhannya. Dan yang paling membuat mereka berduka adalah bahwa ibadah-ibadah suci yang biasa dijalankan di sana dihentikan.
        (2) Bait suci itu adalah tempat nenek moyang mereka memuji-muji Allah dengan korban-korban dan nyanyian-nyanyian mereka. Sungguh mengenaskan bahwa apa yang selama berabad-abad menjadi kemuliaan bangsa mereka kini terbaring dalam abu! Hal ini semakin memperburuk keadaan mereka sekarang yang tidak bisa lagi menyanyikan nyanyian-nyanyian Sion, yang sering dinyanyikan nenek moyang mereka dahulu untuk memuji-muji Allah. Mereka mengikutsertakan Allah dalam perkara itu ketika mereka berseru bahwa bait suci itu adalah rumah di mana Ia sudah dipuji-puji, dan juga mengingatkan Dia akan perjanjian-Nya dengan nenek moyang mereka, dengan menyerukan puji-pujian nenek moyang mereka itu kepada-Nya.
        (3) Bersama bait suci itu, semua milik mereka yang paling indah juga sudah menjadi reruntuhan, semua keinginan dan kesenangan mereka, semua hal yang mereka gunakan dalam melayani Allah, yang menjadi kesukaan besar mereka. Bukan hanya perabotan bait suci, mezbah-mezbah dan meja, melainkan juga terutama hari-hari sabat dan bulan-bulan baru, dan semua perayaan keagamaan mereka, yang biasa mereka jalankan dengan sukacita, hamba-hamba Tuhan yang melayani mereka dan perkumpulan-perkumpulan jemaat yang khidmat, semuanya ini menjadi sunyi sepi. Perhatikanlah, umat Allah memandang segala sesuatu yang kudus sebagai hal-hal yang paling lezat. Rampaslah dari mereka ketetapan-ketetapan upacara yang kudus dan sarana-sarana anugerah, maka kamu akan meruntuhkan semua milik mereka yang paling indah. Apa lagi yang mereka miliki? Amatilah di sini bagaimana kepentingan Allah dan umat-Nya menjadi saling silang dan bertukar. Ketika mereka berbicara tentang kota-kota yang mereka diami sendiri, mereka menyebutnya sebagai kota-kota-Mu yang kudus, sebab kepada Allah-lah kota-kota itu diabdikan. Ketika mereka berbicara tentang bait suci di mana Allah berdiam, mereka menyebutnya sebagai bait kami yang agung dan perabotannya sebagai milik kami yang paling indah, sebab mereka dengan sepenuh hati mendukungnya dan semua kepentingannya. Jika kita mengikutsertakan Allah seperti itu dalam semua kepentingan kita, dengan mengabdikan semua kepentingan kita untuk melayani Dia, dan mengikutsertakan diri kita sendiri dalam semua kepentingan-Nya, dengan menempatkan semua kepentingan-Nya dalam hati kita, maka kita dengan puas dapat menyerahkan semua kepentingan kita dan kepentingan-Nya kepada Dia, sebab Dia akan menyempurnakannya keduanya.

VI. Mereka menutup semuanya dengan permohonan yang sepenuh hati, dengan rendah hati mengajukan keberatan hati kepada Allah mengenai kehancuran-kehancuran mereka pada saat ini (ay. 12): "Melihat semuanya ini, ya TUHAN, masakan Engkau menahan diri? Atau, dapatkah Engkau menahan diri melihat semuanya ini? Dapatkah Engkau melihat bait-Mu dihancurkan, dan tidak membenci hal itu, tidak menuntut balas untuk itu? Adakah Allah yang cemburu sudah lupa untuk cemburu? (Mzm. 74:22). Bangunlah, ya Allah, lakukanlah perjuangan-Mu! Tuhan, Engkau dihina, Engkau dihujat. Masakan Engkau tinggal diam dan tidak memperhatikan itu? Masakan penghinaan-penghinaan hebat dilontarkan terhadap Sorga dibiarkan tanpa ditegur?" Ketika kita dilecehkan, kita tinggal diam, karena pembalasan bukan hak kita, dan karena kita memiliki Allah yang kepada-Nya kita dapat menyerahkan perkara kita. Tetapi ketika kehormatan Allah dilukai, sudah sewajarnya diharapkan bahwa Ia akan berbicara untuk membelanya. Umat-Nya tidak menyuruh-nyuruh apa yang harus Dia katakan, tetapi mereka berdoa, seperti di sini (Mzm. 83:2), ya Allah, janganlah Engkau bungkam! dan (Mzm. 109:1), "Ya Allah pujianku, janganlah berdiam diri! Berbicaralah untuk menyatakan kesalahan musuh-musuh-Mu, berbicaralah untuk menghibur dan melegakan umat-Mu. Sebab masakan Engkau menindas kami amat sangat, atau menindas kami untuk seterusnya?" Suatu penderitaan yang pedih bagi orang-orang baik jika melihat tempat kudus Allah porak-poranda dan tidak ada yang dilakukan untuk membangunnya dari reruntuhan. Tetapi Allah sudah berkata bahwa bukan untuk selama-lamanya Ia hendak berbantah, dan karena itu umat-Nya bisa yakin bahwa penderitaan-penderitaan mereka tidak akan berlangsung di luar batas atau untuk selama-lamanya, melainkan ringan dan untuk sesaat saja.


SBU

MINGGU EPIFANIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Renungan Pagi
GB.43:1 -Berdoa
ALLAH MENYONGSONG MEREKA YANG BENAR

Yesaya 64:1-6
Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar  (ay.5).

Saat musuh rnenyerang Yerusalem, Tuhan menahan damai sejahtera-Nya. Tuhan tidak turun tangan rnenolong mereka. Umat kalah dan diperrnalukan di depan rnusuh-musuhnya, karena umat tidak mengandalkan Allah. Padahal sejak semula Allah menetapkan lsrael sebagai umat pilihan-Nya. ltu berarti, mereka diperiakukan istimewa bukan karena rnereka ini baik tetapi karena Allah punya rencana indah bagi mereka.

Kita semua tahu proses yang terjadi, urnat Israel rnengeluh tentang perbudakan yang mereka alami. Seruan mereka sampai kepada Allah. Allah mendengar mereka mengerang. Allah mengingat perjanjian-Nya pada Abraham, lshak dan Yakub. Allah melihat keberadaan umat. Allah prihatin terhadap mereka yang tertindas di Mesir dan Allah memperhatikan mereka (Keluaran 2 : 23-25). Kemudian Allah rnengutus Musa memimpin umat-Nya menuju Tanah Perjanjian, dan Allah menginginkan umat-Nya hanya bergantung sepenuhnya pada-Nya.

Dalam pernbacaan firman hari ini, kita menemukan rnereka sadar akan keberdosaan mereka. Muncul pengakuan: "kami memberontak sejak dahulu kala dan akibatnya mereka menanggung murka Allah atas rnereka" (ay. 5b-6). Akhirnya, ada kesadaran mereka harus benar di mata Allah. Artinya rnelakukan apa yang Allah kehendaki. Kaiau umat mengaku dosa, menyesali dosa dan berusaha meninggalkan dosa mereka kemudian hidup dalam
pembaharuan maka umat mengalami pemulihan dari Allah (2 Tawarikh 7:14-15). Jadi bereskan hubungan kita dengan Tuhan. Lakukan segala yang benar di mata Tuhan serta rasakan berkat kasih-Nya dan nikmati keindahan hidup bersama-Nya.

GB.43 5
Doa : (Tolong kami agar dalam perkenanan-Mu kami melakukan yang benar)


MINGGU EPIFANIA
KAMIS, 10 JANUARI 2019
Renungan Malam
GB.242:1 -Berdoa
DARI DOSA MENUJU PENGAMPUNAN

Yesaya 64:7-12
Tetapi sekarang ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami  (ay.8).

Betapa mengerikan hidup tanpa Allah. Betapa dahsyat ketika Allah menyatakan kuasa. Betapa Allah tidak ada kompromi dengan dosa. Umat mengalami bahwa akibat dosa itu fatal. Allah menjadi murka. Kata kudus yang tadinya semarak dengan ibadah berubah menjadi padang gurun. Yerusalem menjadi sunyi sepi, Bait Allah rnenjadi reruntuhan. Urnat amat sangat tertindas. Allah memanggil umat lsrael, Allah menyelamatkan mereka bukan saja darl
parbudakan di Mesir, tetapi perbudakan dosa. Allah rnenghendaki umat ada dalam persekutuan yang benar dengan Allah.

Keselamatan yang Allah berikan bukan berarti mereka boleh berlaku seenaknya, apalagi berlaku curang pada Allah. Kesalahan dan dosa umat adalah tidak memanggil nama Tuhan atau tidak berseru pacla Tuhan, padahal Tuhan lah yang membentuk mereka. Tuhan juga yang rnembuat mereka (Roma 21:21-24). Umat sudah merasakan, betapa fatal akibat dosa mereka. Mereka menyadari akan akibat dosa dan pelanggaran mereka. Mereka datang mohon
ampun pada Allah. Bukan saja mengakui dosa tetapi ada pengakuan iman "Engkaulah Bapa kami".

Jelas, Allah membenci tindakan dosa. Sebaliknya, Allah mengasihi orang berdosa yang mau bertobat clan mau dipulihkan. Seperti Bapa sayang kepada anak-anak-Nya, demikian Tuhan
sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia (Maz 103: 13).

GB 242 : 2,3
Doa : (Ajar karni menghargai pengampunan-Nya)


Label:   Yesaya 64:7-12 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 11 JANUARI 2019 - BERPALING DARI DOSA DAN KEMBALI KEPADANYA - Yesaya 65:1-7 - MINGGU EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 9 JANUARI 2019 - KONEKSI DAN KOREKSI - Yesaya 63:15-19 (SGDK) - MINGGU EPIFANIA

Garis Besar Yesaya





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 21 Agustus - 2 Tawarikh 4-6


Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Beli Kaos C59. Klik Disni






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH SYUKUR HUT KEMERDEKAAN RI KE-74

TATA IBADAH HUT KE-69 PELKAT GP GPIB & JUKLAK - Minggu, 28 Juli 2019
URAT PENGANTAR JUKLAK HUT KE-69 PELKAT GP, Petunjuk Pelaksanaan HUT GP ke 69 bersama jemaat, JUKLAK SERAGAM-LOGO-MARS PELKAT GP GPIB 2019, TATA IBADAH HUT KE 69 PELKAT GP, Pesan HUT ke 69 Pelkat GP
TATA IBADAH HARI MINGGU dan SYUKUR 38 TAHUN PELKAT PKB GPIB Minggu, 21 Juli 2019
Surat Pengantar Pengiriman Juklak HUT ke 38 PKB, JUKLAK HUT KE-38 Pelkat PKB, JUKNIS BMKB HUT KE-38, JUKNIS IHMPA di Bulan Khusus - HUTPKB 5-Pesan Dewan PKB - HUT ke 38 6-JUKLAK-KBA-pdr Evie 7-TATA IBADAH HUT KE 38 PELKAT PKB



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 18 Agustus 2019
I'm Not Alright - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Changed - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Unstoppable God - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Commitment - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
Lazarus - Sanctus Real

Minggu, 18 Agustus 2019
No Longer Slaves - Lauren Daigle - spontaneous worship

Minggu, 18 Agustus 2019
Trust In You - Lauren Daigle - Spontaneous Worship

Rabu, 14 Agustus 2019
Jehovah Reigns - Jamel Strong

Selasa, 13 Agustus 2019
Side Of My Heart - Rachael Lampa

Selasa, 13 Agustus 2019
Canvas and Clay - Pat Barrett feat. Ben Smith

Selasa, 13 Agustus 2019
My Reason - Planetshakers

Selasa, 06 Agustus 2019
King of Kings - Hillsong

Selasa, 06 Agustus 2019
Chances - Isaac Carree

Selasa, 06 Agustus 2019
But God - Isaac Carree

Jumat, 02 Agustus 2019
You Know My Name - the Brooklyn Tabernacle Choir

Jumat, 02 Agustus 2019
No Longer Slaves - Zach Williams

Jumat, 02 Agustus 2019
I Believe (Island Medley) - Jonathan Nelson

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu rohani indonesia inggris dgn nyayian buka mata hatiku kumemandangmu,   penatalayanan menurut 1 tawarikh 6:31-53,   lagu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan,   kotbah 1petrus 3:8-12,   pkj 81,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   kotbah 3musa25:93-43.,   kotbah 3musa25:93-43.,   keluaran 19-21,   JadikanKu AlatMu chord,   JadikanKu AlatMu chord,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah nehemia 5:1-13,   https://rwuyatfty.wordpress.com/2012/08/25/kumpulan-lagu-rohani-persekutuan/,   pembahasan kotbah imamat 25:39-43,   bahan khotbah imamat 25:39-43,   lagu persiapan hati,   lagu rohani instrumental,   renungan mtpj 1 tawarikh 6:31-53,   imamat 25: 39-43,   download album lagu rohani semangat 2019,   Khotbah minggu 25-8-2019. Ev lukas 6:27-36. Epistel mus 25:39-43.,   lagu rohani dangdut,   lirik hymne pkp,   Khotbah GMIT 25 agustus 2019 ulangan 18:1-12,   lagu rohani kristen untuk pernikahan,   khotbah imamat 25:39-43,   mp3 lagu kristen barat lirik,   lagu rohani doddie dengar tuhan,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   sermon hkbp lukas 6:27-36,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Hatorangan epistel 3 Musa 25: 37-43,   kotbah Nehemia,   Imamat 25:39-43,   Renungan dari pdt Gilbert ulangan 5 :32-33,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   Lagu persembahan syukur,   tata ibadah rumah tangga GKE,   pembahassn kotbah imamat 25:39-43,   tata ibadah hut gereja,   jamita partangiangan 3 musa 25:39-43 tgl 25 agustus 2019,   pembahadan kotbah imamat 25:39-43,   khotbah kristen tentang keberhasilan yosia,   renungan amos 5:7-13,   lirik lagu gembala baik dan cord,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   Firman tuhan dari gmit pada minggu 25 agustus 2019,   nehemia 5 : 1-13,   tata ibadah perkawinan gpdi,   Sabda Bina Umat 21 Agustus 2019 ,   renungan roma 11 : 33 - 36,   pengertian mazmur 146 : 1,   imamat 25:39-43,   penjelasan matius 6:25-34,   kotbah imamat 25:39-43.,   kotbah imamat 25:39-43.,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   lagu rohani ada Orang buta Mp3 download,   8 lagu rohani yang mengucap syukur kepada Tuhan,   notasi kppk 325,   kotbah imamat 25:39-43,   lagu rohani tentang kekuatiran,   khotbah amos 5:7-12,   khotbah amos 5:7-12,   renungan ayub 5:1-27,   imamat 25:39-43,   imamat 25:39-43,   download ilusttasi dan renungan pengkhotbah 11:1 menabir untuk menuai,   nyanyian rohani,   jamita 3 musa 25 39-43,   nyanyian rohani mp3,   nyanyian rohani,   yesaya 5.bangsa asing sebagai murka Allah,   2 petrus 2:17-22.,   Rngn yak 1:2-8,   sbu 20 agustus 2019,   Contoh renungan kotbah agama Kristen Protestan,   Amsal 12:1-4,   gms live 2019,   khotbah kolose 1;21-23,   Renungan rohani bil 21:1-3,   download lagu shane filan beautiful in white mp3,   renungan kitap maleakhi 2:1-9,   Khotbah sekolah minggu GPIB 1 Petrus 3 : 8 - 12,   nyanyian rohani,   download lagu rohani alan jackson mp3,   Nehemia 8:1-9,   lagu fb dounload,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   yesaya 48:16-19,   Latar belakang Lukas 6:31,   chord kasih yesus melingkupi saya,   chord kasih yesus melingkupi saya,   lirik lagu pkj biarpun gunung gunung beranjak,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   download video lagu karaoke rohani kristen,   Khotbah Imamat 25:39-43,   Dihadapan tahtamu mp3 download,   bahan sermon imamat 3 : 39 - 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   tafsiran 3 Musa 25 ayat 39 s/d 43,   khotbah imamat 25 35 55,   ilustrasi kitab imamat 25:39-43,   khotbah imamat 25:39-43,   a love i know free download mp3 planetshakers,   renungan lukas 6 : 1-5,   kotbah imammat 25:39-43,   kotbah imammat 25:39-43,   contoh doa persembahan kolekte singkat,   contoh doa setelah persembahan,   khotbah tentang kasih 1Korentus 13:4-8,   lagu persembahan,   renungan 1 tawarikh 6:31-53,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah 1 yohanes 2:7-17,   dowload lagu rohani kristen terbaru,   Renungah harrian gereja toraja selasa 20 agustus,   khotbah amsal 3:16,   khotbah amsal 3:16,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   renungan pengkhotbah 7:15-22,   Rngn penghotbah 7:1-22,   Khotbah ibadah minggu 25 Agustus 2019,   santapan haran filemon 1,   sabda bina umat 2019,   Jamita Minggu 19 Februari 2019,   khotbah imamat 25 35-46,   Khotbah 2 Tes 3 : 11-15,   download lagu rohani kristen mp3 gratis,   khotbah kristen agustus,   1 Tawarikh 6:31-53,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   renungan 1 tawarikh 6,   kodbah 3 musa 25:39-43,   kodbah 3 musa 25:39-43,   SBU tanggal 21 agustus 2019,   kunci gitar ikut dikau saja tuhan,   1 Tawarikh 6:31-53,   Tafsiran Alkitab Pengkhotbah 11:1-8,   cerita sekolahmunggu amsal4:1-4,   Amsal 12:1-4,   lagu sion database,   download lagu rohani ambon katakan padaku,   almanak gkpi minggu 25 agustus 2019,   renungan yesaya 5:25-30,   khotbah 22 september 2019,   Bacaan injil tanggal 28 september 2019,   lagu ,   lagu ,   lagu ,   Dangdut gerejawi pernikahan,   download lagu menunggu rhoma ful album,   khotbah mazmur 99:1-9,   khotbah mazmur 99:1-9,   Download lagu pujian kuingin dengar cerita o...o...,   Download lagu pujian kuingin dengar cerita o...o...,   lagu mengumpulkan persembahan dari kidung jemaat,