Save Page
2 Korintus 9:6-15
Nasihat supaya bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus
2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!


Penjelasan:


* Desakan untuk Beramal (2 Korintus 9:6-15)
    Dalam perikop ini kita mendapati,
        I. Petunjuk-petunjuk yang pantas diikuti tentang cara beramal yang benar dan berkenan. Sangat patut kita perhatikan bahwa kita tidak saja melakukan apa yang dikehendaki, tetapi juga melakukannya sebagaimana diperintahkan. Nah, berkenaan dengan cara memberi yang diinginkan oleh Rasul Paulus dari jemaat Korintus, perhatikanlah,
            1. Mereka harus memberi dengan murah hati. Tersirat di sini (ay. 5) bahwa yang diharapkan adalah memberi dengan royal, memberi dengan berlimpah, tetapi jangan sampai menimbulkan kesan ketamakan. Dan Rasul Paulus ingin agar mereka memikirkan bahwa orang yang mengharapkan panen yang baik tidak akan sayang menabur benih, sebab apa yang dihasilkan biasanya sepadan dengan apa yang mereka tabur (ay. 6).
            2. Mereka harus memberi dengan rela hati: Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya (ay. 7). Beramal, seperti pekerjaan-pekerjaan baik lain, harus dilakukan dengan pikiran dan niat. Ada sementara orang yang berbuat baik cuma karena tidak sengaja. Mereka, mungkin tanpa pikir panjang, memenuhi tuntutan orang lain, tanpa adanya maksud baik, dan memberi lebih daripada yang mereka niatkan, lalu kemudian menyesalinya. Atau mungkin, kalau saja mereka mempertimbangkan segala sesuatunya dengan baik, mereka akan memberi lebih. Pertimbangan yang baik, tentang keadaan kita sendiri dan keadaan orang yang ingin kita bantu, akan sangat menolong memandu kita untuk mencari tahu seberapa murah hati kita seharusnya dalam memberikan sumbangan untuk keperluan-keperluan amal.
            3. Mereka harus memberi dengan bebas, apa pun yang mereka beri, entah kurang atau lebih: Jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, melainkan dengan sukacita (ay. 7). Adakalanya orang memberi sedekah hanya karena terus diminta-minta, dan apa yang mereka berikan seperti diperas atau dipaksa dari mereka, dan ketidakrelaan ini merusak semua yang mereka lakukan. Kita harus memberi dengan lebih bebas daripada apa yang bisa dimintakan oleh orang-orang yang membutuhkan karena kerendahan hati mereka. Kita tidak boleh hanya memberikan roti, tetapi juga harus menyerahkan kepada orang lapar apa yang kita inginkan sendiri (Yes. 58:10). Kita harus memberi dengan bebas, dengan tangan terbuka, dan dengan sukacita, dengan wajah ceria, karena senang mendapat kemampuan dan kesempatan untuk beramal.
        II. Dorongan yang baik untuk mewujudkan perbuatan amal ini sesuai dengan cara yang diberikan. Di sini Rasul Paulus berkata kepada jemaat di Korintus bahwa,
            1. Mereka sendiri tidak akan rugi karena memberi untuk amal. Ini mungkin untuk menjawab banyak orang yang diam-diam keberatan terhadap kebajikan ini, dengan menyangka bahwa mereka akan kehilangan apa yang mereka berikan. Karena itu, orang-orang seperti itu harus memikirkan bahwa apa yang diberikan kepada kaum miskin dengan cara yang benar tidak akan hilang sama sekali, sebagaimana benih berharga yang ditaburkan ke tanah tidak akan hilang, walaupun terpendam di sana selama beberapa waktu, sebab ia akan tumbuh, dan berbuah. Si penabur akan menerimanya kembali dengan berlipat ganda (ay. 6). Balasan yang baik seperti inilah yang dapat diharapkan oleh orang-orang yang memberi amal dengan bebas dan murah hati. Sebab,
                (1) Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (ay. 7), dan bagi orang yang mendapat kasih ilahi, apa yang tidak bisa mereka harapkan untuk mereka terima? Dapatkah orang rugi dengan melakukan apa yang dikenan Allah? Tidak bisakah orang seperti itu yakin bahwa dengan satu atau lain cara ia akan mendapat untung? Bahkan, bukankah kasih dan perkenanan Allah lebih baik daripada semua hal lain, lebih baik daripada hidup itu sendiri?
                (2) Allah sanggup membuat amal kita berbalik menghasilkan keuntungan bagi kita (ay. 8). Tidak ada alasan bagi kita untuk meragukan kebaikan Allah, dan tentu saja tidak ada alasan bagi kita untuk mempertanyakan kuasa-Nya. Ia sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kita dan berlimpah di dalam kita, sehingga semakin menumbuhkan banyak kebaikan rohaniah dan lahiriah. Ia sanggup membuat kita berkecukupan di dalam segala sesuatu, membuat kita puas dengan apa yang kita miliki, mengganti kembali apa yang kita berikan, dan memampukan kita untuk memberi lebih lagi. Seperti ada tertulis (Mzm. 112:9) tentang orang yang suka memberi, ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya, yakni pemberian amalnya, tetap untuk selama-lamanya. Kehormatan dari kebajikan itu tetap untuk selamanya, upahnya kekal, dan ia sendiri tetap bisa hidup nyaman dan memberi dengan murah hati kepada orang lain.
                (3) Rasul Paulus memanjatkan doa kepada Allah atas nama mereka supaya mereka diuntungkan, dan tidak dirugikan (ay. 10-11). Di sini amatilah,
                    [1] Kepada siapa doa itu ditujukan, yaitu kepada Allah, yang menyediakan benih bagi penabur, yang dengan pemeliharaan-Nya memberikan pertumbuhan yang begitu besar pada hasil-hasil bumi sehingga kita tidak hanya mempunyai roti yang cukup untuk dimakan selama setahun, tetapi juga untuk menabur lagi bagi persediaan di masa depan. Atau seperti ini, Allah-lah yang memberi kita bukan hanya kemampuan untuk keperluan diri kita sendiri, melainkan juga dengan kemampuan itu kita bisa melengkapi kekurangan orang lain, dan dengan demikian kita harus menjadi seperti benih yang hendak ditabur.
                    [2] Untuk apa ia berdoa. Ada beberapa hal yang diinginkannya untuk mereka, yaitu supaya mereka mempunyai roti untuk dimakan, selalu mampu menyediakan roti bagi diri sendiri, makanan yang menjadi bagian mereka, supaya Allah melipatgandakan benih yang mereka tabur, sehingga mereka masih bisa berbuat lebih banyak kebajikan. Supaya buah-buah kebenaran mereka bertumbuh, sehingga tuaian mereka melimpah, dan mereka mendapat balasan yang terbaik dan berkelimpahan atas amal mereka, sehingga mereka diperkaya dalam segala macam kemurahan hati (ay. 11). Supaya pada akhirnya mereka mendapati bahwa memang benar mereka tidak dirugikan, tetapi justru sangat diuntungkan. Perhatikanlah, beramal sama sekali tidak membuat kita miskin, justru itu merupakan sarana yang tepat untuk betul-betul memperkaya kita, atau menjadikan kita kaya dalam arti yang sesungguhnya.
            2. Sementara pada satu sisi mereka tidak dirugikan, maka pada sisi lain orang-orang kudus yang malang dan kesusahan akan diuntungkan, sebab pelayanan ini akan mencukupkan keperluan-keperluan mereka (ay. 12). Jika beralasan bagi kita untuk melihat mereka ini sebagai orang-orang kudus, yang kita yakini sebagai sesama kaum beriman, yang sedang sangat membutuhkan, betapa kita harus bersedia untuk berbuat baik kepada mereka! Kebaikan kita tidak bisa diulurkan kepada Allah, tetapi kita harus dengan bebas mengulurkannya kepada orang-orang mulia di tanah ini, dan dengan demikian kita menunjukkan bahwa kita bersuka di dalam mereka.
            3. Ini akan membawa pujian dan kemuliaan bagi Allah. Banyak ucapan syukur akan dilimpahkan kepada Allah karena hal ini, oleh Rasul Paulus, dan oleh orang-orang yang menjalankan pelayanan ini (ay. 11). Mereka akan memuji Allah, yang dengan membahagiakan sudah menjadikan mereka sebagai alat-alat bagi pekerjaan yang begitu baik, dan membuat mereka berhasil di dalamnya. Selain mereka ini, ada juga orang lain yang akan bersyukur. Kaum miskin, yang kebutuhannya terpenuhi, tidak akan ketinggalan mengucap syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah, dan memuji Allah karena mereka. Dan semua orang yang mengharapkan apa yang baik bagi Injil akan memuliakan Allah atas ujian itu, atau atas bukti ketaatan terhadap Injil Kristus, dan kasih sejati terhadap semua orang (ay. 13). Perhatikanlah,
                (1) Kekristenan yang sesungguhnya adalah ketaatan pada Injil, berserah diri pada kuasa kebenaran-kebenaran dan hukum-hukumnya.
                (2) Kita harus menunjukkan tulusnya ketaatan kita pada Injil dengan perbuatan amal.
                (3) Ini akan membawa pujian bagi pengakuan iman kita, dan mendatangkan pujian serta kemuliaan bagi Allah.
            4. Orang-orang yang kebutuhannya terpenuhi akan memberikan balasan sebaik-baiknya, dengan menunaikan banyak doa kepada Allah bagi orang yang sudah meringankan beban mereka (ay. 14). Dan seperti itulah kita harus membalas kebaikan yang kita terima, apabila kita tidak mampu membalas mereka dengan cara lain. Dan, karena ini merupakan satu-satunya balasan yang bisa diberikan oleh si miskin, maka sering kali ini membawa keuntungan besar bagi si kaya.Yang terakhir, Rasul Paulus menutup semuanya dengan madah pujian ini, syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu! (ay. 15). Menurut sebagian orang, yang dimaksudkan rasul Paulus dengan karunia yang tak terkatakan ini adalah karunia yang diberikan kepada jemaat-jemaat, yang membuat mereka mampu dan bersedia memenuhi kebutuhan orang-orang kudus, yang akan disertai dengan keuntungan tak terkatakan baik bagi si pemberi maupun si penerima. Tetapi tampaknya yang dia maksudkan di sini adalah Yesus Kristus, yang memang merupakan karunia yang tak terkatakan dari Allah kepada dunia ini, karunia yang sudah sepantasnya amat kita syukuri.




PENGANTAR
Kota Korintus terletak disebelah barat kota Atena, yang saat itu
adalah sebuah kota yang maju oleh karena menggeliatnya berbagai
bisnis dan usaha perdagangan. Hal ini dimungkinkan oleh karena
letak strategis kota Korintus dengan pelabuhan yang menghubung-
kan jalur Iaut internasional barat dan timur. Akibatnya, bukan saja
dari segi ekonomi dan perdagangan yang menggeliat, tetapi juga
terjadinya perjumpaan manusin dan be-rbagai suku bangsa yang
rnembawa adat budaya dari tempat asal mereka masing-masing.
Hal ini semakin mempertegas kekayaan dan keberagaman kota
Korintus.

Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus dengan
tujuan agar jemaat semakin diperkuat iman percayanya, terlebih
khusus ketika berhadapan dengan rasul-rasul palsu yang menen-
tang Paulus, sekaligus mempertegas kredibilitas dan integritas
kerasulannya. Disamping itu, dalam menuliskan suratnya ini, Rasul
Paulus mengingatkan jemaat tentang pentingnya kehidupan jemaat
melaksanakan pelayanan kasih ynng terwujud melalui sikap hidup
jemaat saling tolong menolong. Itulah sebabnya salah satu bagian
surat 2 Korintus, Rasul Paulus rnemberitakan tentang pengumpulan
uang untuk Yerusalem dan pemahaman tentang memberi dengan
sukacita yang membawa berkat.

URAIAN NATS
Ay. 6-8. Kalimat "Orang ymwg nmnabur sedikit‘, akan menuai
sedikiz‘ juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai ba-
nyak juga."hendak menjelaskan bahwa hal memberikan bantuan,
seumpama seorang penabur yang  menabur benih sedikit dan akan
menuai sedikit, sebaliknya seorang;penaabur yang menabur benih
banyak akan menuai banyak. Jamaat di Korintus diajak merenung-
kan perumpamaan seorang penabus benih ini dengan tujuan agar
jemaat memilih posisi sebagai seorang penabur benih yang me-
naburkan benih dengan jumlah yang banyak. Artinya juga, segala
nesuatu yang mereka kerjakan  rnenolong sesama melalui
pemberian bantuan, semua itu tidak akan sia-sia dan akan men-
natangkan berkat ke dalam kehidupan mereka. Pemberian tersebut
kewajibanyalah disertai sikap rela hati dan sukacita. Rasul Paulus
menegaskan bahwa ketika seseorang memberi dengan rela hati
dan sukacita, maka Allah akan mengaslhi mereka dan akan melim~
pahkan berkat serta mencukupi segala kebutuhan mereka yang
memberi banyak dan pemberian tersebut disertai hati yang rela
dan sukacita, dan Paulus memastikan bahwa mereka yang memberi
tidak akan berkekurangan, melainkan pemeliharaan Allah kepada
mereka akan membuat mereka berkecukupan dan berkelebihan.
"Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada
kamu, supaya kamu senant/asa berkecukupan di dalam segala
sesuatu dan ma/ah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."
(ay 8)

Ay. 9-11. Paulus menegaskan bahwa sumber segala berkat itu
sendiri adalah Allah, dan berkat itu ditujukan kepada semua
manusla, termasuk kepada orang miskin atau orang yang mem-
butuhkan. Demikian halnya kepada para penabur bahwa benih yang
akan ditabur itu disediakan dan diberi oleh Allah, dan Allah jugalah
yang akan menjadi sumber berkat serta menyediakan benih bagi
jemaat di Korintus agar mereka dapat meneruskan berkat-berkat
itu kepada orang atau jemaat yang membutuhkan pertolongan.
Paulus menegaskan bahwa perbuatan kasih jemaat itu akan me-
numbuhkan buah-buah kebenaran bagi jemaat yakni jemaat akan
diperkaya dalam segala macam kemurahan hati dan senantlasa
mengucap syukur. Hal ini terjadi dalam pemahaman bahwa pem-
berian bantuan kepada sesama yang membutuhkan bukan sekadar
sebuah perbuatan yang wajib dilakukan oleh orang percaya, namun
juga harus dilihat dalam kerangka sebuah pelayanan yang juga
wajib melekat dalam diri setiap orang percaya /jemaat sebagai
tanda ungkapan syukur kepada Allah.

Ay.13-15. Melalui perbuatan dan pelayanan kasih yang "teruji"
/tidak bosan-bosan dilakukan secara terus menerus oleh jemaat
di Korintus, maka orang yang menerima bantuan dan yang me-
nyaksikan pelayanan tersebut akan mengucap syukur. Hal ini juga
akan semakln membangun hubungan jemaat di Korintus dan
jemaat di Yerusalem yang dapat terus saling mendukung di dalam
dan melalui setiap doa-doa mereka.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI :
1. Apa yang melatarbelakangi saudara atau kita semua untuk saling
membantu?
2. Apa yang saudara pahami tentang firman Tuhan yang mem-
beritakan: " Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit
juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak
juga dalam konteks persembahan syukur dan persepuluhan?



SBU

MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA
RABU, 14 NOVEMBER 2018
Renungan Pagi
J‘ KJ.432 :1 -Berdoa
SIKAP DIRI DALAM HAL MEMBERI

2 Korintus 9:1-5
"Aku telah tahu kerelaan hati mu tenta ng mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku: "Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau." Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang." (ay.2)

Bagaimanakah sikap diri saudara saat hendak memberikan
persembahan di Gereja? Atau bagaimanakah sikap diri saudara
saat memberikan sumbangan kepada sekelompok pemuda yang
tergabung dalam Panitia 17 Agustusan? Atau bagaimanakah si-
kap diri saudara saat memberikan recehan kepada seorang pe-
minta-minta? Pasti akan berbeda sikap diri saudara, mungkin ada
yang memberi persembahan ke Gereja dengan sukacita, tetapi
saat mem beri kepada sekelompok Panitia 17 Agustusan dengan
ragu-ragu atau ada yang dengan sikap acuh dan tak acuh saat
mem berikan recehan kepada seorang peminta-minta.

Bacaan Firman TUHAN saat ini mengemukakan tentang sikap
diri dalam memberikan persembahan yang dikumpulkan untuk
jemaat yang miskin di Yerusalemz "Aku telah tahu kerelaan hatimu
tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang
Makedonia..."(ay. 2). Kerelaan hati adalah sikap diri yang sudah
semestinya terbentuk dalam hati setiap orang percaya, sehingga
kepada siapapun ia memberikan persembahan, sumbangan
ataupun bantuan semua di dasarkan pada kerelaan hati, artinya
bersedia memberi tanpa ada keberatan-keberatan hati.

Jika kita memberi dengan rela hati, maka pemberian itu akan
menjadi berkat bagi mereka yang menerima dan bagi kita yang
memberi. Kita memberi dengan sukacita, maka mereka yang
menerima akan lebih bersukacita, karena mereka mengetahui
kerelaan dan ketulusan hati kita. Namun, jika kita memberi de-
ngan bersungut-sungut, maka pemberian kita tidak akan pernah
berbuah berkat dalam kehidupan kita. ltulah sebabnya Rasul Paulus
menegaskan: "Hendaklah masing-masing memberikan menurut
kerelaan hatin ya, jangan dengan sedih hati atau Karena paksaan,
sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita"
(9:7). Menjalani seluruh aktifitas di hari ini, maka milikilah sikap
diri yang rela hati dan berilah dengan sukacita.

KJ. 432 : 2
Doa : (TUHAN, ajarkan aku untuk mau memberi dengan hati yang
rela)


MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA
RABU, 14 NOVEMBER 2018
Renungan Malam
J‘KJ.363 : 1 - Berdoa
KEMURAHAN HATI

2 Korintus 9:6-15
"kamu akan diperkaya dalam segaia macam kemurahan hati, yang
membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami" (ay.11)

Seberapa sungguh dan besar rasa syukur kita kepada TUHAN?
rasa syukur dalam menjalani hari-hari yang TUHAN berikan untuk
kita tapaki dari waktu ke waktu yang di dalamnya kekuatan,
kesehatan dan kebutuhan-kebutuhan hidup dipenuhi oleh-Nya. Bisa
jadi kita tidak pernah mengukur seberapa sungguh dan seberapa
besar rasa syukur kita. Bisa jadi kita beranggapan bahwa tidak
penting untuk mengevaluasi kesungguhan diri kita dalam hal
bersyukur.

Bacaan firman TUHAN saat ini mengemukakan tentang hal
memberi dengan sukacita dan dengan rasa syukur yang dilan-
dasi oleh kemurahan hati:"kamu akan diperkaya dalam segala
macam kemurahan hati, . . ."Ka|imat "kemurahan hati" hendak men-
jelaskan sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap orang percaya
dalam hal memberi, sehingga pemberian tersebut akan mem-
buahkan rasa syukur dan terhindar dari keberatan-keberatan hati.

Apa itu "kemurahan hati"? Kemurahan hati (Yun. haplotes) adalah
perbuatan baik yang nyata. Artinya, suatu perbuatan baik yang
bukan sebatas diucapkan, tetapi terlihat dan dapat dirasakan secara
nyata melalui sebuah perbuatan dan tindakan. Dalam perikop ini
lebih ditujukan kepada perbuatan baik yang nyata dalam hal mem-


Bagaimana memiliki "kemurahan hati"? Firman TUHAN men-
jelaskan bahwa kemurahan hati itu akan kita miliki jika TUHAN
menganugerahkannya kepada kita sebagai suatu kekayaan dan
melekat dalam sikap hidup orang beriman yang akan membang-
kitkan syukur kepada TUHAN. Oleh sebab itu, jika hari ini dalam
hal memberi masih terdapat keberatan-keberatan hati, itu berarti
bahwa kita belum sungguh-sungguh bersyukur. Supaya kita
sungguh bersyukur dalam hal memberi, make mulailah memo-
hon kepada TUHAN untuk memiliki apa yang dituliskan rasul Paulus
"Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati. "

KJ. 363 : 2
Doa : (TUHAN, berikanlah kami kemurahan hati)


Label:   2 Korintus 9:6-15 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 - TELADAN KRISTUS - Efesus 5:31-33 - MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 13 NOVEMBER 2018 - PERSEMBAHAN YANG BERKENAN - 2 Korintus 8:8-15 - MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA

Garis Besar 2 Korintus






December 1-7 (Week 49) - Esther 7-10; Revelation 3 || Ezra 7-10; Psalm 97; Rev 4 || Nehemiah 1-3; Rev 5 || Neh 4-6; Psalm 98; Rev 6 || Neh 7-9; Psalm 140; Rev 7

Hari ini, 8 Desember - Efesus 4-6

Hari ini, 8 Desember - Maz 138:7-139:5, Hos 1-2, 2 Yoh 1, Ams 30:15-16

Hari ini, ** 8 Desember - Yohanes 16:12-24, Wahyu 5, Ayub 31:1-23, Amos 1-2

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

Register   Login  

contoh kj 424 bukan kj.424



Latest Christian Song
** Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 31 JANUARI 2020 - ORANG YANG MENANG ADALAH ANAK ALLAH - Wahyu 21:6-8 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 21:6-8 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Alfa dan Omega, di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang // bagian mereka, Kebenaran dan kepastian dari keadaan yang membahagiakan ini disahkan oleh firman dan janji Allah, YESUS ADALAH SUMBER PENGHARAPAN DAN KEKUATAN
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 30 JANUARI 2020 - YESUS: RAJA DARI SEGALA RAJA DAN TUHAN DARI SEGALA TUHAN - Wahyu 19:14-16 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 19:14-16 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

Khotbah Ibadah GPIB RABU, 29 JANUARI 2020 - YESUS ADALAH SOLUSI - Lukas 8:22-25 SGDK) -MINGGU II SESUDAH EPIFANI Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Marilah kita bertolak ke seberang danau, Yesus tertidur // Taufan // Perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya, Kita binasa // Ia pun bangun, lalu menghardik air dan angin yang mengamuk itu, Kristus memerintahkan murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang danau, LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SAMA 0| MATATUHAN
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 28 JANUARI 2020 - BESAR DAN AJAIB - Wahyu 15:1-4 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 15:1-4 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Tujuh Cawan Penghukuman, telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya // nyanyian Musa, hamba Allah dan nyanyian Anak Domba, Pekerjaan penumpahan tujuh cawan, yang dipercayakan kepada tujuh malaikat, Patutlah Allah dipuji dan disembah sepanjang abad, BESAR DAN AJAIB
Khotbah Ibadah GPIB - SENIN, 27 JANUARI 2020 - JANJI PENYERTAAN TUHAN - Wahyu 1:17-20 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 1:17-20 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat // Efesus // Smirna // Pergamus // Tiatira, Sardis, Filadelfia, // Laodikia // Iblis, tujuh kaki dian dari emas, // Anak Manusia, // Yang Awal dan Yang Akhir // Yang Hidup; // kunci maut dan kerajaan maut // apa yang telah kaulihat // yang terjadi sekarang // yang akan terjadi sesudah ini // sesudah

Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 31 Desember 2019 - TETAP SEMANGAT KARENA TUHAN SELALU BERI BERKAT - Yesaya 61:10-11 (SGD) - MALAM TAHUN BARU Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Orang percaya yang telah lahir baru dengan sukaria menanggapi janji-janji mulia ini., Kemakmuran Jemaat . BERSYUKUR BERSAMA TUHAN
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 30 Desember 2019 - PUJILAH NAMA TUHAN - Senin, 30 Desember 2019 - MINGGU SESUDAH NATAL Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Ajakan kepada bumi, Pujilah Tuhan di bumi, Sebuah Undangan untuk Memuji,
Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 29 Desember 2019 - MENSYUKURI PENYERTAAN ALLAH - Yesaya 52:1-10 (SGD) - HARI MINGGU SESUDAH NATAL Yesaya 52:1-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Dorongan bagi Yerusalem,
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Desember 2019 - MENGENAL DlA - 1 Yohanes 1:3-6 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:3-6 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar // persekutuan. Kamu juga , Supaya sukacita kami menjadi sempurna , Allah adalah terang, Hidup di dalam kegelapan // Tidak melakukan kebenaran, Kesaksian Rasuli
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 27 Desember 2019 - HIDUP DI DALAM TERANG - 1 Yohanes 1:5-10 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:5-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH NATAL 2019 dan TAHUN BARU 2020 GPIB
TATA IBADAH KELUARGA MALAM NATAL 2019, TATA IBADAH MALAM NATAL 2019, TATA IBADAH HARI NATAL 2019, TATA IBADAH SESUDAH NATAL 26 DES 2019, TATA IBADAH KELUARGA MALAM AKHIR TAHUN 31 DES 2019, TATA IBADAH MALAM AKHIR TAHUN 2019, TATA IBADAH TAHUN BARU 2020




New Submit
KAMIS, 2 JANUARI 2020
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 2 JANUARI 2020 - HADIAH DARI SORGA - Filipi 3:12-16 - MINGGU SESUDAH NATAL


TATA IBADAH KELUARGA MALAM AKHIR TAHUN 31 DES 2019 (bisa dilihat di HP)


TATA IBADAH KELUARGA MALAM NATAL 2019 (bisa dilihat di HP)

Jumat, 06 Desember 2019
Zie De Maan Schijnt Door De Bomen

Friday, December 06, 2019
John Schneider Scores First Number One Christian Country Single

Friday, December 06, 2019
End of journey as gospel star Zimu loses battle against cancer

Friday, December 06, 2019
‘A wakeup call:‘ British theologian N.T. Wright on the prosperity gospel, climate change and Advent

Kamis, 05 Desember 2019
When Christmas Comes Around - Caitie Hurst

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises NAU chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises university chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Early Rain Church Elder Sentenced to Four Years in Prison for Having Christian Literature

Wednesday, December 04, 2019
Lighthouse Christian School Contributes to Christmas Spirit

Selasa, 03 Desember 2019
Materi Rancangan Dasar (Randas) Akta Gereja


Kalender GKJ Desember 2020


Kalender GKJ Nopember 2020


Kalender GKJ Oktober 2020


Kalender GKJ September 2020


Kalender GKJ Agustus 2020


Kalender GKJ Juli 2020


Kalender GKJ Juni 2020

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, Khotbah Ibadah GPIB 2020, Lagu Natal (Christmas), TATA IBADAH NATAL 2019 dan TAHUN BARU 2020 GPIB,



Sbu gpib minggu 6 Desember 2019,   jamita,   hotbah yesaya 40:1-8,   hotbah yesaya 40:1-8,   hotbah yesaya 40:1-8,   hotbah yesaya 40:1-8,   hotbah yesaya 40:1-8,   hotbah yesaya 40:1-8,   eksposisi maleakhi 3:1-12,   renungan matius 3:10,   latar belakang hai dunia gembiralah,   ajaran gereja tentang 1 petrus 4:1-11,   yesu sobat yang sejati,   yesu sobat yang sejati,   yesu sobat yang sejati,   khotbah ekspositori roma 15 1 13,   khotbah ekspositori roma 15 1 13,   Eksposisi matius 12:36-37,   lagu penutup pada suatu ibadah,   khotbah tentang matius 3,   Renungan makna matius 3:7-12,   liturgi natal kgpm,   Lagu rohani kristen gms,   Lagu rohani kristen gms,   Lagu rohani kristen gms,   Renungan dari surat paulus kepada Jemaat di roma 15 : 4-9,   nyanyian rohani methodis no 140,   renungan katolik untuk minggu 8 desember 2019,   Download kalender Katolik tahun 2020,   tahun liturgi 2020,   jamita minggu johannes 1:14-18,   jamita minggu johannes 1:14-18,   kata sambutan natal,   sambutan natal 2019,   banyak perbuatan yang sedihkan tuhan,   banyak perbuatan yang sedihkan tuhan,   lagu persembahan ibadah natal,   Renungan mikha 4:6-14,   tata cara ibadah GERMITA,   lirik lagu tuhan pelita hidupku,   kotbah Yohannes 1:14-18,   kotbah yesaya 43 1-4,   Renungan harian Johannes 1:14-18,   Santapan harian Johannes 1:14-18,   lagu vetri kumase rohani,   hothbah yesaya 40:1-8,   eksposisi yakobus 1:17,   TEMA NATAL GEREJA PROTESTAN MALUKU 2019/2020,   TEMA NATAL GEREJA PROTESTAN MALUKU 2019/2020,   chord O Allagku.jenguklah diriku,   kata sambutan natal,   Santapan Harian Johannes 1:14-18,   ilustrasi kasih allah terbukti untuk sekolah minggu,   sentosa dalam yesus chord,   musik mazmur 72,   not nkb 166,   kabar gembira lagu natal,   partitur SATB Hai Mari Berhimpun,   renungan Lukas 3: 1-20,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   lagu kidung ceria syair ibu,   lagu kidung ceria syair ibu,   partitur lagu paduan suara tema hari ibu,   khotbah mazmur 91,   lirik lagu dunia gemar dan soraklah,   pesan dan kesan natal kaum bapak,   contoh liturgi ibadah natal GPM,   contoh liturgi ibadah natal GPM,   siapa gerangan sang raja not angka,   KHOTBAH YOHANES 1:14-18 (ADVENT II),   KHOTBAH YOHANES 1:14-18 (ADVENT II),   kotbah natal 2017,   Lirik lagu natal Gloria Gloria,   Kumpulan penjabaran yohannes 1:14-18,   lirik lagu kj 376 versi toraja,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   +hotbah yesaya 60:1-7,   download mp3 kidung jemaat 69,   lagu natal untuk persembahan syukur,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   bahan khotbah Adven Gmit 2019,   gits bakti 324,   download lagu GEREJA,   download lagu GEREJA,   lirik lagu tuhan pelita hidupku,   khotbah masa adventus yesaya12:1-6,   lirik lagu surya bersinar,   download lagu rohani mp3 gratis,   download lagu rohani mp3 gratis,   khotbah 1 tim. 4:1-16,   kalender liturgi 2020,   sambutan pranatal gmim,   contoh lagu komuni minggu advent ketiga tahun A 2019,   liturgi perayaan ekaristi 15 desember 2019 tahun a,   lagu mazmur untuk tahun a 15 desember 2019 minggu advent III,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   &rct=j,   Lirik lagu natal praise and worship ibadah natal 25 desember,   nyanyian rohani no 97,   lagu berita anugerah,   doa persembahan katolik,   pidato radio menjelang natal,   kalender liturgi 2020,   lagu persembahan,   khotbah maz 72:1-7,   khotbah maz 72:1-7,   pujian untuk persembahan,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah Yohannes 1:14-18,   contoh kata sambutan di acara natal,   lagu wartakanlah kabar gembira tek,   khotbah Matius 24:3-8,   kalender liturgi oktober 2020,   kalender liturgi 2019,   DSL NO 218 SAMBUTLAH,   materi adven ke1,   lirik lagu rohani pujian bukan setiap orang yang berseru Tuhan Tuhan masuk kerajaan Allah,   renungan Zakaria 9 ; 9-10,   matius 10 :34-42,   khotbah kisah para rasul 13:13-25,   contoh liturgi natal gpib,   not angka lagu bagimu damai sejahtera,   kalender liturgi desember 2019,   lagu persembahan,   pengertian tanah,kayu,perak,emas dalam konteks 2 timotius 2: 20,21,   sambutan natal sesuai tema yesus datang untuk pembaharuan,   lagu rohani o genta malam,   surat penitipan pemberkatan nikahgereja,   renungan mazmur 97 11 12,   Sabda Bina Pemuda 7 Desember 2019,   lagu rohani pakai hidupku sebagai alatmu,   kubawah kepadamu oh tuhan,   lagu kj tentang memuji tuhan,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   kata sambutan kepala sekolah,   Rngn kisah para rasul 8:1-25,   khotbah 1 tesalonika 3 7 - 13,   kotbah yesaya 43: 1-7,   Renungan harian 2 samuel 4,   MAZMUR 146:5-10 JUSWANTORI LIRIK,   partitur koor terpujilah allah hikmatnya besar,   partitur koor terpujilah allah besar kuasanya,   renungan tentang serigala akan tinggal dengan domba,   kalender liturgi 2020,   gambar kalender katolik 2020,   kalender Liturgi 2019,   lagu misa angkatlah hatimu madahkan lagu,   renungan yesaya 11:6-9,   lagu mankind,   &rct=j,   &rct=j,   lagu pengantar pernikahan digerja,   lagu sebelum doa syafaat,   renunngan ulangan 18:15-19,   renunngan ulangan 18:15-19,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh khotbah ibadah raya,   kunci lagu bagi allah yang mulia,