Save Page
2 Korintus 9:6-15
Nasihat supaya bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus
2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!


Penjelasan:


* Desakan untuk Beramal (2 Korintus 9:6-15)
    Dalam perikop ini kita mendapati,
        I. Petunjuk-petunjuk yang pantas diikuti tentang cara beramal yang benar dan berkenan. Sangat patut kita perhatikan bahwa kita tidak saja melakukan apa yang dikehendaki, tetapi juga melakukannya sebagaimana diperintahkan. Nah, berkenaan dengan cara memberi yang diinginkan oleh Rasul Paulus dari jemaat Korintus, perhatikanlah,
            1. Mereka harus memberi dengan murah hati. Tersirat di sini (ay. 5) bahwa yang diharapkan adalah memberi dengan royal, memberi dengan berlimpah, tetapi jangan sampai menimbulkan kesan ketamakan. Dan Rasul Paulus ingin agar mereka memikirkan bahwa orang yang mengharapkan panen yang baik tidak akan sayang menabur benih, sebab apa yang dihasilkan biasanya sepadan dengan apa yang mereka tabur (ay. 6).
            2. Mereka harus memberi dengan rela hati: Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya (ay. 7). Beramal, seperti pekerjaan-pekerjaan baik lain, harus dilakukan dengan pikiran dan niat. Ada sementara orang yang berbuat baik cuma karena tidak sengaja. Mereka, mungkin tanpa pikir panjang, memenuhi tuntutan orang lain, tanpa adanya maksud baik, dan memberi lebih daripada yang mereka niatkan, lalu kemudian menyesalinya. Atau mungkin, kalau saja mereka mempertimbangkan segala sesuatunya dengan baik, mereka akan memberi lebih. Pertimbangan yang baik, tentang keadaan kita sendiri dan keadaan orang yang ingin kita bantu, akan sangat menolong memandu kita untuk mencari tahu seberapa murah hati kita seharusnya dalam memberikan sumbangan untuk keperluan-keperluan amal.
            3. Mereka harus memberi dengan bebas, apa pun yang mereka beri, entah kurang atau lebih: Jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, melainkan dengan sukacita (ay. 7). Adakalanya orang memberi sedekah hanya karena terus diminta-minta, dan apa yang mereka berikan seperti diperas atau dipaksa dari mereka, dan ketidakrelaan ini merusak semua yang mereka lakukan. Kita harus memberi dengan lebih bebas daripada apa yang bisa dimintakan oleh orang-orang yang membutuhkan karena kerendahan hati mereka. Kita tidak boleh hanya memberikan roti, tetapi juga harus menyerahkan kepada orang lapar apa yang kita inginkan sendiri (Yes. 58:10). Kita harus memberi dengan bebas, dengan tangan terbuka, dan dengan sukacita, dengan wajah ceria, karena senang mendapat kemampuan dan kesempatan untuk beramal.
        II. Dorongan yang baik untuk mewujudkan perbuatan amal ini sesuai dengan cara yang diberikan. Di sini Rasul Paulus berkata kepada jemaat di Korintus bahwa,
            1. Mereka sendiri tidak akan rugi karena memberi untuk amal. Ini mungkin untuk menjawab banyak orang yang diam-diam keberatan terhadap kebajikan ini, dengan menyangka bahwa mereka akan kehilangan apa yang mereka berikan. Karena itu, orang-orang seperti itu harus memikirkan bahwa apa yang diberikan kepada kaum miskin dengan cara yang benar tidak akan hilang sama sekali, sebagaimana benih berharga yang ditaburkan ke tanah tidak akan hilang, walaupun terpendam di sana selama beberapa waktu, sebab ia akan tumbuh, dan berbuah. Si penabur akan menerimanya kembali dengan berlipat ganda (ay. 6). Balasan yang baik seperti inilah yang dapat diharapkan oleh orang-orang yang memberi amal dengan bebas dan murah hati. Sebab,
                (1) Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (ay. 7), dan bagi orang yang mendapat kasih ilahi, apa yang tidak bisa mereka harapkan untuk mereka terima? Dapatkah orang rugi dengan melakukan apa yang dikenan Allah? Tidak bisakah orang seperti itu yakin bahwa dengan satu atau lain cara ia akan mendapat untung? Bahkan, bukankah kasih dan perkenanan Allah lebih baik daripada semua hal lain, lebih baik daripada hidup itu sendiri?
                (2) Allah sanggup membuat amal kita berbalik menghasilkan keuntungan bagi kita (ay. 8). Tidak ada alasan bagi kita untuk meragukan kebaikan Allah, dan tentu saja tidak ada alasan bagi kita untuk mempertanyakan kuasa-Nya. Ia sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kita dan berlimpah di dalam kita, sehingga semakin menumbuhkan banyak kebaikan rohaniah dan lahiriah. Ia sanggup membuat kita berkecukupan di dalam segala sesuatu, membuat kita puas dengan apa yang kita miliki, mengganti kembali apa yang kita berikan, dan memampukan kita untuk memberi lebih lagi. Seperti ada tertulis (Mzm. 112:9) tentang orang yang suka memberi, ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya, yakni pemberian amalnya, tetap untuk selama-lamanya. Kehormatan dari kebajikan itu tetap untuk selamanya, upahnya kekal, dan ia sendiri tetap bisa hidup nyaman dan memberi dengan murah hati kepada orang lain.
                (3) Rasul Paulus memanjatkan doa kepada Allah atas nama mereka supaya mereka diuntungkan, dan tidak dirugikan (ay. 10-11). Di sini amatilah,
                    [1] Kepada siapa doa itu ditujukan, yaitu kepada Allah, yang menyediakan benih bagi penabur, yang dengan pemeliharaan-Nya memberikan pertumbuhan yang begitu besar pada hasil-hasil bumi sehingga kita tidak hanya mempunyai roti yang cukup untuk dimakan selama setahun, tetapi juga untuk menabur lagi bagi persediaan di masa depan. Atau seperti ini, Allah-lah yang memberi kita bukan hanya kemampuan untuk keperluan diri kita sendiri, melainkan juga dengan kemampuan itu kita bisa melengkapi kekurangan orang lain, dan dengan demikian kita harus menjadi seperti benih yang hendak ditabur.
                    [2] Untuk apa ia berdoa. Ada beberapa hal yang diinginkannya untuk mereka, yaitu supaya mereka mempunyai roti untuk dimakan, selalu mampu menyediakan roti bagi diri sendiri, makanan yang menjadi bagian mereka, supaya Allah melipatgandakan benih yang mereka tabur, sehingga mereka masih bisa berbuat lebih banyak kebajikan. Supaya buah-buah kebenaran mereka bertumbuh, sehingga tuaian mereka melimpah, dan mereka mendapat balasan yang terbaik dan berkelimpahan atas amal mereka, sehingga mereka diperkaya dalam segala macam kemurahan hati (ay. 11). Supaya pada akhirnya mereka mendapati bahwa memang benar mereka tidak dirugikan, tetapi justru sangat diuntungkan. Perhatikanlah, beramal sama sekali tidak membuat kita miskin, justru itu merupakan sarana yang tepat untuk betul-betul memperkaya kita, atau menjadikan kita kaya dalam arti yang sesungguhnya.
            2. Sementara pada satu sisi mereka tidak dirugikan, maka pada sisi lain orang-orang kudus yang malang dan kesusahan akan diuntungkan, sebab pelayanan ini akan mencukupkan keperluan-keperluan mereka (ay. 12). Jika beralasan bagi kita untuk melihat mereka ini sebagai orang-orang kudus, yang kita yakini sebagai sesama kaum beriman, yang sedang sangat membutuhkan, betapa kita harus bersedia untuk berbuat baik kepada mereka! Kebaikan kita tidak bisa diulurkan kepada Allah, tetapi kita harus dengan bebas mengulurkannya kepada orang-orang mulia di tanah ini, dan dengan demikian kita menunjukkan bahwa kita bersuka di dalam mereka.
            3. Ini akan membawa pujian dan kemuliaan bagi Allah. Banyak ucapan syukur akan dilimpahkan kepada Allah karena hal ini, oleh Rasul Paulus, dan oleh orang-orang yang menjalankan pelayanan ini (ay. 11). Mereka akan memuji Allah, yang dengan membahagiakan sudah menjadikan mereka sebagai alat-alat bagi pekerjaan yang begitu baik, dan membuat mereka berhasil di dalamnya. Selain mereka ini, ada juga orang lain yang akan bersyukur. Kaum miskin, yang kebutuhannya terpenuhi, tidak akan ketinggalan mengucap syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah, dan memuji Allah karena mereka. Dan semua orang yang mengharapkan apa yang baik bagi Injil akan memuliakan Allah atas ujian itu, atau atas bukti ketaatan terhadap Injil Kristus, dan kasih sejati terhadap semua orang (ay. 13). Perhatikanlah,
                (1) Kekristenan yang sesungguhnya adalah ketaatan pada Injil, berserah diri pada kuasa kebenaran-kebenaran dan hukum-hukumnya.
                (2) Kita harus menunjukkan tulusnya ketaatan kita pada Injil dengan perbuatan amal.
                (3) Ini akan membawa pujian bagi pengakuan iman kita, dan mendatangkan pujian serta kemuliaan bagi Allah.
            4. Orang-orang yang kebutuhannya terpenuhi akan memberikan balasan sebaik-baiknya, dengan menunaikan banyak doa kepada Allah bagi orang yang sudah meringankan beban mereka (ay. 14). Dan seperti itulah kita harus membalas kebaikan yang kita terima, apabila kita tidak mampu membalas mereka dengan cara lain. Dan, karena ini merupakan satu-satunya balasan yang bisa diberikan oleh si miskin, maka sering kali ini membawa keuntungan besar bagi si kaya.Yang terakhir, Rasul Paulus menutup semuanya dengan madah pujian ini, syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu! (ay. 15). Menurut sebagian orang, yang dimaksudkan rasul Paulus dengan karunia yang tak terkatakan ini adalah karunia yang diberikan kepada jemaat-jemaat, yang membuat mereka mampu dan bersedia memenuhi kebutuhan orang-orang kudus, yang akan disertai dengan keuntungan tak terkatakan baik bagi si pemberi maupun si penerima. Tetapi tampaknya yang dia maksudkan di sini adalah Yesus Kristus, yang memang merupakan karunia yang tak terkatakan dari Allah kepada dunia ini, karunia yang sudah sepantasnya amat kita syukuri.




PENGANTAR
Kota Korintus terletak disebelah barat kota Atena, yang saat itu
adalah sebuah kota yang maju oleh karena menggeliatnya berbagai
bisnis dan usaha perdagangan. Hal ini dimungkinkan oleh karena
letak strategis kota Korintus dengan pelabuhan yang menghubung-
kan jalur Iaut internasional barat dan timur. Akibatnya, bukan saja
dari segi ekonomi dan perdagangan yang menggeliat, tetapi juga
terjadinya perjumpaan manusin dan be-rbagai suku bangsa yang
rnembawa adat budaya dari tempat asal mereka masing-masing.
Hal ini semakin mempertegas kekayaan dan keberagaman kota
Korintus.

Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus dengan
tujuan agar jemaat semakin diperkuat iman percayanya, terlebih
khusus ketika berhadapan dengan rasul-rasul palsu yang menen-
tang Paulus, sekaligus mempertegas kredibilitas dan integritas
kerasulannya. Disamping itu, dalam menuliskan suratnya ini, Rasul
Paulus mengingatkan jemaat tentang pentingnya kehidupan jemaat
melaksanakan pelayanan kasih ynng terwujud melalui sikap hidup
jemaat saling tolong menolong. Itulah sebabnya salah satu bagian
surat 2 Korintus, Rasul Paulus rnemberitakan tentang pengumpulan
uang untuk Yerusalem dan pemahaman tentang memberi dengan
sukacita yang membawa berkat.

URAIAN NATS
Ay. 6-8. Kalimat "Orang ymwg nmnabur sedikit‘, akan menuai
sedikiz‘ juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai ba-
nyak juga."hendak menjelaskan bahwa hal memberikan bantuan,
seumpama seorang penabur yang  menabur benih sedikit dan akan
menuai sedikit, sebaliknya seorang;penaabur yang menabur benih
banyak akan menuai banyak. Jamaat di Korintus diajak merenung-
kan perumpamaan seorang penabus benih ini dengan tujuan agar
jemaat memilih posisi sebagai seorang penabur benih yang me-
naburkan benih dengan jumlah yang banyak. Artinya juga, segala
nesuatu yang mereka kerjakan  rnenolong sesama melalui
pemberian bantuan, semua itu tidak akan sia-sia dan akan men-
natangkan berkat ke dalam kehidupan mereka. Pemberian tersebut
kewajibanyalah disertai sikap rela hati dan sukacita. Rasul Paulus
menegaskan bahwa ketika seseorang memberi dengan rela hati
dan sukacita, maka Allah akan mengaslhi mereka dan akan melim~
pahkan berkat serta mencukupi segala kebutuhan mereka yang
memberi banyak dan pemberian tersebut disertai hati yang rela
dan sukacita, dan Paulus memastikan bahwa mereka yang memberi
tidak akan berkekurangan, melainkan pemeliharaan Allah kepada
mereka akan membuat mereka berkecukupan dan berkelebihan.
"Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada
kamu, supaya kamu senant/asa berkecukupan di dalam segala
sesuatu dan ma/ah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."
(ay 8)

Ay. 9-11. Paulus menegaskan bahwa sumber segala berkat itu
sendiri adalah Allah, dan berkat itu ditujukan kepada semua
manusla, termasuk kepada orang miskin atau orang yang mem-
butuhkan. Demikian halnya kepada para penabur bahwa benih yang
akan ditabur itu disediakan dan diberi oleh Allah, dan Allah jugalah
yang akan menjadi sumber berkat serta menyediakan benih bagi
jemaat di Korintus agar mereka dapat meneruskan berkat-berkat
itu kepada orang atau jemaat yang membutuhkan pertolongan.
Paulus menegaskan bahwa perbuatan kasih jemaat itu akan me-
numbuhkan buah-buah kebenaran bagi jemaat yakni jemaat akan
diperkaya dalam segala macam kemurahan hati dan senantlasa
mengucap syukur. Hal ini terjadi dalam pemahaman bahwa pem-
berian bantuan kepada sesama yang membutuhkan bukan sekadar
sebuah perbuatan yang wajib dilakukan oleh orang percaya, namun
juga harus dilihat dalam kerangka sebuah pelayanan yang juga
wajib melekat dalam diri setiap orang percaya /jemaat sebagai
tanda ungkapan syukur kepada Allah.

Ay.13-15. Melalui perbuatan dan pelayanan kasih yang "teruji"
/tidak bosan-bosan dilakukan secara terus menerus oleh jemaat
di Korintus, maka orang yang menerima bantuan dan yang me-
nyaksikan pelayanan tersebut akan mengucap syukur. Hal ini juga
akan semakln membangun hubungan jemaat di Korintus dan
jemaat di Yerusalem yang dapat terus saling mendukung di dalam
dan melalui setiap doa-doa mereka.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI :
1. Apa yang melatarbelakangi saudara atau kita semua untuk saling
membantu?
2. Apa yang saudara pahami tentang firman Tuhan yang mem-
beritakan: " Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit
juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak
juga dalam konteks persembahan syukur dan persepuluhan?



SBU

MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA
RABU, 14 NOVEMBER 2018
Renungan Pagi
J‘ KJ.432 :1 -Berdoa
SIKAP DIRI DALAM HAL MEMBERI

2 Korintus 9:1-5
"Aku telah tahu kerelaan hati mu tenta ng mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku: "Akhaya sudah siap sedia sejak tahun yang lampau." Dan kegiatanmu telah menjadi perangsang bagi banyak orang." (ay.2)

Bagaimanakah sikap diri saudara saat hendak memberikan
persembahan di Gereja? Atau bagaimanakah sikap diri saudara
saat memberikan sumbangan kepada sekelompok pemuda yang
tergabung dalam Panitia 17 Agustusan? Atau bagaimanakah si-
kap diri saudara saat memberikan recehan kepada seorang pe-
minta-minta? Pasti akan berbeda sikap diri saudara, mungkin ada
yang memberi persembahan ke Gereja dengan sukacita, tetapi
saat mem beri kepada sekelompok Panitia 17 Agustusan dengan
ragu-ragu atau ada yang dengan sikap acuh dan tak acuh saat
mem berikan recehan kepada seorang peminta-minta.

Bacaan Firman TUHAN saat ini mengemukakan tentang sikap
diri dalam memberikan persembahan yang dikumpulkan untuk
jemaat yang miskin di Yerusalemz "Aku telah tahu kerelaan hatimu
tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang
Makedonia..."(ay. 2). Kerelaan hati adalah sikap diri yang sudah
semestinya terbentuk dalam hati setiap orang percaya, sehingga
kepada siapapun ia memberikan persembahan, sumbangan
ataupun bantuan semua di dasarkan pada kerelaan hati, artinya
bersedia memberi tanpa ada keberatan-keberatan hati.

Jika kita memberi dengan rela hati, maka pemberian itu akan
menjadi berkat bagi mereka yang menerima dan bagi kita yang
memberi. Kita memberi dengan sukacita, maka mereka yang
menerima akan lebih bersukacita, karena mereka mengetahui
kerelaan dan ketulusan hati kita. Namun, jika kita memberi de-
ngan bersungut-sungut, maka pemberian kita tidak akan pernah
berbuah berkat dalam kehidupan kita. ltulah sebabnya Rasul Paulus
menegaskan: "Hendaklah masing-masing memberikan menurut
kerelaan hatin ya, jangan dengan sedih hati atau Karena paksaan,
sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita"
(9:7). Menjalani seluruh aktifitas di hari ini, maka milikilah sikap
diri yang rela hati dan berilah dengan sukacita.

KJ. 432 : 2
Doa : (TUHAN, ajarkan aku untuk mau memberi dengan hati yang
rela)


MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA
RABU, 14 NOVEMBER 2018
Renungan Malam
J‘KJ.363 : 1 - Berdoa
KEMURAHAN HATI

2 Korintus 9:6-15
"kamu akan diperkaya dalam segaia macam kemurahan hati, yang
membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami" (ay.11)

Seberapa sungguh dan besar rasa syukur kita kepada TUHAN?
rasa syukur dalam menjalani hari-hari yang TUHAN berikan untuk
kita tapaki dari waktu ke waktu yang di dalamnya kekuatan,
kesehatan dan kebutuhan-kebutuhan hidup dipenuhi oleh-Nya. Bisa
jadi kita tidak pernah mengukur seberapa sungguh dan seberapa
besar rasa syukur kita. Bisa jadi kita beranggapan bahwa tidak
penting untuk mengevaluasi kesungguhan diri kita dalam hal
bersyukur.

Bacaan firman TUHAN saat ini mengemukakan tentang hal
memberi dengan sukacita dan dengan rasa syukur yang dilan-
dasi oleh kemurahan hati:"kamu akan diperkaya dalam segala
macam kemurahan hati, . . ."Ka|imat "kemurahan hati" hendak men-
jelaskan sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap orang percaya
dalam hal memberi, sehingga pemberian tersebut akan mem-
buahkan rasa syukur dan terhindar dari keberatan-keberatan hati.

Apa itu "kemurahan hati"? Kemurahan hati (Yun. haplotes) adalah
perbuatan baik yang nyata. Artinya, suatu perbuatan baik yang
bukan sebatas diucapkan, tetapi terlihat dan dapat dirasakan secara
nyata melalui sebuah perbuatan dan tindakan. Dalam perikop ini
lebih ditujukan kepada perbuatan baik yang nyata dalam hal mem-


Bagaimana memiliki "kemurahan hati"? Firman TUHAN men-
jelaskan bahwa kemurahan hati itu akan kita miliki jika TUHAN
menganugerahkannya kepada kita sebagai suatu kekayaan dan
melekat dalam sikap hidup orang beriman yang akan membang-
kitkan syukur kepada TUHAN. Oleh sebab itu, jika hari ini dalam
hal memberi masih terdapat keberatan-keberatan hati, itu berarti
bahwa kita belum sungguh-sungguh bersyukur. Supaya kita
sungguh bersyukur dalam hal memberi, make mulailah memo-
hon kepada TUHAN untuk memiliki apa yang dituliskan rasul Paulus
"Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati. "

KJ. 363 : 2
Doa : (TUHAN, berikanlah kami kemurahan hati)


Label:   2 Korintus 9:6-15 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 - TELADAN KRISTUS - Efesus 5:31-33 - MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 13 NOVEMBER 2018 - PERSEMBAHAN YANG BERKENAN - 2 Korintus 8:8-15 - MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA

Garis Besar 2 Korintus






November 10 - 16 (Week 46) - Ezekiel 46-48; John 16 || Daniel 1-3; Psalm 88; John 17 || Dan 4-6; John 18 || Dan 7-9; Psalm 91; John 19 || Dan 10-12; John 20

Hari ini, 16 November - Galatia 1-3

Hari ini, 16 November - Maz 121:2-8, Yeh 17-18, Ibr 11:1-19, Ams 28:28-29

Hari ini, 16 Nopember - Yohanes 11:38-44, 1 Yohanes 3:19-24, Ayub 15:1-16, Yehezkiel 40-41

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392





Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402c AMIN

Rabu, 06 Mei 2015
GB 402b AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 402a AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 401 AMIN, AMIN, YA, BENAR ADANYA

Kamis, 20 Juni 2013
GB 400 AMIN, AMIN

Kamis, 20 Juni 2013
GB 399 AMIN, HALELUYA!

Selasa, 06 Agustus 2013
GB 398b MARANATHA dan GB lama maranatha - gb 293c pada GB Lama

Senin, 29 Juli 2013
GB 398a MARANATHA & GB lama 293a MARANATHA

Senin, 22 Juli 2013
GB 397 HOSIANA

Senin, 22 Juli 2013
GB 396 HOSIANA, HOSIANA

Kamis, 11 Juli 2013
GB 395 HALELUYA! AMIN

Kamis, 11 Juli 2013
GB 394 HALELUYA, HALELUYA! PUJILAH TUHANMU

Kamis, 11 Juli 2013
GB 393 HALELUYA

Senin, 20 Juli 2015
GB 392b KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Kamis, 18 Juli 2013
GB 392a KEPADAMU PUJI-PUJIAN

Rabu, 31 Juli 2013
GB 391 TUHAN MENYERTAI KAMU

Rabu, 29 April 2015
GB 389b KARNA ENGKAULAH

Selasa, 23 Juli 2013
GB 389a KARNA ENGKAULAH

Senin, 29 Juli 2013
GB 388 PUJI ALLAH | MULIAKANLAH

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



tema natal gereja hkbp tahun 2019 1 Yohanes 4:42,   tema natal hkbp tahun 2019 ,   thema natal hkbp 2019,   thema natal hkbp 2019,   dangdut rohani,   khotbah pilipi 4:10-20 17 november 2019,   kotbah markus 2:1-12,   renungan lukas 20: 25,   Penjelsan nats firman ibrani 11:1 utk ank sekolh minggu,   renungan singkat dari masmur 11:1-7,   renungan nahum 1 : 1-8,   khotbah tentang malaikat,   Rngn kol 1:15-20 ,   kalender liturgi 2020,   kotbah kolose1:15-23,   lirik lagu firmanmu pelita kc 140,   Nats khotbah amsal 19:20-29,   kotbah Lukas 21:5-19,   kotbah Lukas 21:5-19,   kalender liturgi 2020,   kalender liturgi 2020,   ayat tentang anugerah dan belas kasihan tuhan,   jamita filipi 4:10-20,   lagu persembahan,   lagu yg cocok buat persembahan,   kotbah Lukas 21:5-19,   lagu lagu ibadah persekutuan,   lirik lagu kolekte hkbp,   TUHAN YESUS sobat yang setia youtube joshep scriven youtube,   lirik lagu bagai rusa yang haus,   lirik lagu bagai rusa yang haus,   narasi persembahan kristen ,   poin penting dalam khotbah lukas 2:1-7,   khotbsh kis rssul 10 34 46 gmit,   lagu setelah khotbah,   lagu persembahan kristen,   lirik lagu persembahan rohani,   KHOTBAH KEJADIAN 2:1-7,   KHOTBAH KEJADIAN 2:1-7,   lyric lagu rohani surya bersinar,   lagu penutup ibadat,   Hatiku beriman,   Perumpamaan yehezkiel 17,   Perumpamaan dalam yehezkiel 17,   kalender liturgi november 2019,   youtube lagu sembah,   instrumen koor natal satb partitur,   bahan kotbah ulangan 24 : 19-22,   bahan kotbah ulangan 24 : 19-22,   kotbah jumat mengejek,   khotbah philipi 4 10-20,   biarpun gunung gunung beranjak,   download tukushaba,   yehemia 14:12-23,   kalender liturgi tanggal 16 nopember 2019,   renungan filipi 4:10-20,   kalender 2020,   khotbah philipi 4 10-20,   Renungan hari minggu tgl 17 november 2019,   kalender liturgi katolik 2020,   murwan ahabwa yesu,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   contoh khotbah ibadah bulan keluarga,   CONTOH KOTBAH IBADAH KELUARGA,   download lagu yesus allah kita perkasa,   Kotbah Nahum 1:1-8,   lirik lagu rohani batak gpi,   tata ibadah yang digunakan gereja methodist,   model ibadah yang digunakan gereja methodist,   khotbah filipi 4 : 10-20,   khotbah ttg ulsngan 9,   tanggal 20 oktober bahan alkitab gereja Toraja,   renungan matius 22:34_40,   Tema minggu depan 17 november liturgi 2019,   tanggal 27 oktober bahan alkitab gereja Toraja,   Tema minggu depan 17 november liturgi 2019,   bahan alkitab gereja toraja tanggal 20 oktober,   bahan Alkitab Gereja Toraja tanggal 6 oktober,   2 tawarikh 7:22,   bahan alkitab gereja toraja tanggal 29 september sampai 10 november,   bahan alkitab gereja Toraja tanggal 29 september sampai 10 november,   renungan matius 22:34_40,   khotbah ulangan 24 19 - 22,   khotbah ulangan 24 19 - 22,   bahan khotbah lukas 2:41-52,   khotbah kristen tentang filipi 4:10-20,   lagu lagu sekolah minggu dan remaja kristen ,   khotbah kristen tentang filipi 4:10-20,   kj 417 NOT ANGKA DAN LAGU,   kotbah ulangan 24:19-22,   renungan hosea 6:6,   instrumen koor natal satb partitur,   tex lagu dan not lagu rejoic in the lord always,   instrumen koor natal satb partitur,   instrumen koor natal satb partitur,   lagu untuk menutup ibadah,   lagu rohani persembahan ibadah,   lagu penutup ibadah pemuda,   nama untuk persekutuan,   pujian rohani penutup ibadah,   instrumen koor satb natal partitur,   instrumen koor satb natal partitur,   lagu penutup rohani mp3,   Jamita johanes 8:12-20,   Jamita natal johannes 8:12-20,   bagaimana cara memberitakan injil di lingkungan,   Yohanes 6 : 27 - 29,   kejadian 21:1-7renungan,   kejadian 21:1-7renungan,   tafsiran lukas 21 : 5-19,   forevermore gms mp3 ,   lagu ibadah penutup,   lagu memberikan persembahan,   kidung ceria cinta akan Yesus tak berarti hanya nyanyi dan doa,   khotbah Roma 1:18-25,   judul lagu rohani arab,   Yohanes 6 : 27 - 29,   Bahan khotbah dari 2 Tesalonika 3: 1-9,   lagu rohani pujian,   dunia gemar dan soraklah lirik,   dunia gemar dan soraklah lirik,   2 korintus 9;6-7 NATS PERSEMBAHAN,   nats ayat alkitab untuk persembahan,   lagu penutup ibadah,   tema natal tentang hendaklah kamu sehati,sepikir dalam tuhan bahasa batak,   lagu penutup ibadah,   lagu pembuka ibadah,   khotbah dari kitab nahum,   yakobus 3 cerita sekolah minggu,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   khotbah gereja toraja dari matius 16:13-20,   mazmur 69:20-37 gpib,   mazmur 69:20-37 gpib,   lagu doa syafaat,   lagu buat doa syafaat,   kristen kata pengantar persembahan,   2tesalonika3:6-13,   jamita filipi 4:10-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   kotbah Yosua 4: 1-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   gambar not angka tuhanlah kekuatan dan mazmurku ,   lagu lagu pengakuan dosa,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   lirik lagu firmanmu pelita bagi kakiku dan sebagai suluh pada jalanku,   download lagu mp3 di mazmur 150,   kumpulan lagu gereja kristen maranatha indonesia pengajaran tabernakel,   renungan ulangan 24 17 22,   lagu persembahan gmim,   filipi 4:10-20,   download lagu mp3 di mazmur 150,   khotbah : Tetaplah Setia,   Filipi 4:10-20,   Filipi 4:10-20,   khotbah ulangan 24 19 22,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   LAGU TENTANG PERSEMBAHAN,   syair dan not lagu gereja pdf,   khotbah yohanes 5:19-29,   khotbah yohanes 5:19-29,   you rise me up versi paduan suara,   lagu untuk persembahan,   renungan harian yohanes 5:19-29,   partitur lagu natal,   jembatan lagu untuk persembahan,   ambilan gkps 17 november 2019,   meresponi panggilan tuhan Yosua 1:1-9,