Save Page
Filipi 4:10-20
Terima kasih atas pemberian jemaat
4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 4:14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. 4:15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu. 4:16 Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. 4:17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu. 4:18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 4:20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Penjelasan:


* Kebaikan Jemaat Diakui; Hal Mencukupkan Diri secara Kristiani (4:10-19)
    Dalam ayat-ayat ini kita mendapati pengakuan Rasul Paulus yang penuh syukur atas kebaikan jemaat Filipi dalam mengirimkan pemberian kepada dia untuk kebutuhan hidupnya, sebab pada saat itu ia tengah menjadi tahanan di Roma. Dan di sini,
        I. Rasul Paulus mengambil kesempatan untuk mengakui kebaikan-kebaikan yang dulu mereka berikan kepadanya, dan menyebutkan semua kebaikan itu (ay. 15-16). Paulus mempunyai jiwa yang berterima kasih. Sebab walaupun apa yang dilakukan teman-temannya untuk dia bukan apa-apa jika dibandingkan dengan apa yang pantas didapatkannya dari mereka dan apa yang memang wajib mereka lakukan, namun ia membicarakan kebaikan-kebaikan mereka seolah-olah itu merupakan suatu bentuk kemurahan hati. Padahal sebenarnya itu lebih tepat disebut utang yang memang sudah sepantasnya mereka bayarkan. Kalaupun seandainya tiap-tiap dari mereka menyumbangkan setengah dari harta kekayaan mereka kepadanya, itu belumlah cukup, karena mereka bahkan berutang jiwa mereka sendiri kepadanya. Walaupun begitu, ketika mereka mengirimkan hadiah yang kecil untuk dia, betapa ia menerimanya dengan baik hati, betapa ia menyebutkannya dengan penuh syukur, bahkan dalam surat ini, yang akan tercatat untuk seterusnya, dan dibacakan di jemaat-jemaat, dari zaman ke zaman. Sehingga di mana saja surat ini dibacakan, apa yang mereka lakukan terhadap Paulus ini akan dibacakan sebagai kenang-kenangan akan mereka. Sesungguhnya belum pernah ada hadiah yang dibalas dengan begitu baik. Ia mengingatkan mereka bahwa pada waktu ia baru mulai mengabarkan Injil, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan dia selain dari pada mereka (ay. 15). Mereka tidak hanya mengurusnya dengan baik selama ia berada bersama-sama dengan mereka, tetapi juga ketika ia berangkat dari Makedonia, mereka mengirimkan tanda-tanda kebaikan hati mereka kepadanya. Dan ini dilakukan ketika tidak ada jemaat lain yang melakukannya. Selain mereka, tidak ada jemaat lain yang mengirimnya barang-barang jasmani, sebagai balasan atas perkara-perkara rohani yang sudah mereka tuai darinya. Dalam beramal, kita cenderung bertanya dan membandingkan dengan apa yang dilakukan orang lain. Tetapi jemaat Filipi tidak pernah berpikir begitu. Dan kehormatan mereka bertambah jauh lebih besar lagi karena mereka merupakan satu-satunya jemaat yang sedemikian adil dan murah hati. Di Tesalonika pun (setelah Paulus berangkat dari Makedonia) kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku (ay. 16, KJV: mengirimkan apa yang kubutuhkan – pen.). Perhatikanlah,
            1. Hanya sedikit yang mereka kirimkan. Mereka hanya mengirimkan apa yang dibutuhkannya, cuma hal-hal yang dia perlukan. Mungkin kiriman itu sesuai dengan kemampuan mereka, dan Paulus pun tidak menginginkan barang-barang yang berlebihan atau mewah.
            2. Sungguh suatu hal yang sangat indah melihat orang-orang yang dilimpahi Allah dengan karunia-karunia anugerah-Nya, juga berlimpah dalam membalas kembali karunia-karunia itu dengan penuh syukur kepada umat-Nya dan hamba-hamba-Nya, sesuai dengan kemampuan mereka dan kebutuhan umat dan hamba-hamba Allah: Kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan. Banyak orang berdalih sudah beramal karena mereka sudah memberi satu kali. Mengapa harus beramal lagi? Tetapi jemaat di Filipi telah memberi satu dua kali. Mereka sering kali melegakan dan menyegarkan Paulus dalam kebutuhan-kebutuhannya. Dia menyebutkan kebaikan mereka yang dulu ini bukan hanya karena rasa terima kasih, melainkan juga untuk membesarkan hati mereka.
        II. Paulus memaafkan pengabaian mereka belakangan ini. Tampaknya selama beberapa waktu mereka tidak menanyakan kabarnya, atau mengirimkan pemberian apa pun kepadanya. Tetapi akhirnya pikiran dan perasaan mereka bertumbuh kembali untuk dia (ay. 10), seperti pohon di musim semi, yang sepanjang musim dingin kelihatan sudah mati. Nah, untuk meneladani Tuannya yang agung, bukannya menegur mereka karena sudah mengabaikannya, Rasul Paulus memaafkan mereka dengan suatu alasan: Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. Tetapi bagaimana mungkin mereka tidak mempunyai kesempatan, kalau mereka sudah menetapkan hati untuk melakukannya? Mereka bisa saja dengan sengaja mengirimkan seorang utusan. Tetapi Rasul Paulus mau berpikiran baik tentang mereka, bahwa mereka akan melakukannya kalau ada kesempatan yang baik. Betapa berlawanannya perilaku ini dengan perilaku banyak orang terhadap teman-teman mereka. Bagi banyak orang, ketidakpedulian yang sebenarnya bisa dimaafkan, dibenci dengan sangat keji. Tetapi di sini, Paulus justru memaafkan apa yang cukup beralasan untuk dibencinya.
        III. Paulus memuji kemurahan hati mereka saat itu: Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku (ay. 14). Adalah suatu perbuatan baik jika kita membantu dan melegakan seorang hamba Tuhan yang baik yang sedang tertimpa kesusahan. Lihatlah di sini apa hakikat dari bela rasa kristiani yang benar. Bela rasa kristiani yang benar bukan hanya peduli terhadap teman-teman kita yang sedang tertimpa kesusahan, tetapi juga melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk menolong mereka. Mereka mengambil bagian dalam kesusahannya, dengan melegakan dia dalam kesusahannya. Orang yang berkata, "Kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? (Yak. 2:16). Paulus sangat bersukacita dengan apa yang mereka lakukan (ay. 10), karena itu merupakan bukti dari kasih sayang mereka terhadapnya dan keberhasilan pelayanannya di antara mereka. Pada saat buah dari kasih mereka melimpah terhadap Rasul Paulus, tampaklah bahwa buah dari pelayanannya melimpah di antara mereka.
        IV. Paulus berusaha mencegah pikiran yang tidak-tidak yang mungkin timbul pada sementara orang karena dia begitu memperhatikan apa yang diberikan kepadanya. Perhatiannya ini tidak timbul karena rasa tidak puas dan tidak percaya (ay. 11) atau dari ketamakan dan cinta akan dunia (ay. 12).
            1. Perhatiannya tidak timbul karena rasa tidak puas atau tidak percaya akan Allah Sang Pemelihara: Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan (ay. 11), bukan karena ia merasa kekurangan atau takut kekurangan. Mengenai hal kekurangan, ia sudah mencukupkan diri dengan sedikit yang dimilikinya, dan itu sudah membuatnya puas. Mengenai hal ketakutan akan kekurangan, ia bergantung pada pemeliharaan Allah untuk memberinya persediaan dari hari ke hari, dan itu sudah membuatnya puas. Jadi ia tidak berbicara karena kekurangan. Sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Di sini kita mendapati gambaran tentang apa yang sudah dipelajari Paulus, pelajaran yang didapatnya bukan di bawah kaki Gamaliel, melainkan di bawah kaki Kristus. Ia telah belajar mencukupkan diri. Dan itu adalah pelajaran yang perlu dipelajari olehnya seperti juga oleh kebanyakan orang, mengingat kesulitan-kesulitan dan penderitaan-penderitaan yang dengannya ia diuji. Ia sering kali dibelenggu, ditahan, dan berkekurangan. Tetapi dalam semuanya itu ia telah belajar mencukupkan diri, yaitu menyesuaikan pikirannya dengan keadaannya, dan mengambil sisi terbaik darinya. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan (ay. 12). Ini adalah tindakan istimewa dari anugerah Allah, yaitu memampukan kita untuk menyesuaikan diri dengan setiap kondisi hidup, dan tetap berpikiran tenang dalam melewati segala macam keadaan.
                (1) Menyesuaikan diri dengan kesengsaraan, yaitu tahu apa itu merasa terhina, bagaimana menderita lapar, apa itu berkekurangan, sehingga kita tidak dikuasai oleh godaan-godaannya sampai kehilangan penghiburan kita di dalam Allah atau tidak mempercayai pemeliharaan-Nya, atau mengambil jalan pintas untuk mendapatkan persediaan.
                (2) Menyesuaikan diri dengan kesejahteraan, yaitu tahu apa itu berkelimpahan, apa itu kenyang, sehingga kita tidak sombong, atau merasa aman, atau bermewah-mewah. Dan ini pelajaran yang sesulit pelajaran sebelumnya. Sebab godaan-godaan kekenyangan dan kemakmuran tidak kurang berat dibandingkan dengan godaan-godaan kesengsaraan dan kekurangan. Tetapi bagaimana kita harus mempelajarinya? Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (ay. 13). Kita memerlukan kekuatan dari Kristus, untuk memampukan kita melakukan bukan hanya kewajiban-kewajiban yang murni kristiani, melainkan juga kewajiban-kewajiban yang merupakan buah dari kebajikan moral. Kita memerlukan kekuatan-Nya untuk mengajar kita mencukupkan diri dalam segala keadaan. Rasul Paulus kelihatan memegahkan diri dan kekuatannya sendiri: Aku tahu apa itu kekurangan (ay. 12). Tetapi di sini ia menyalurkan segala pujian kepada Kristus. "Apa yang kumaksud dengan berkata bahwa aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan? Hanya di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadakulah aku dapat melakukannya, bukan dengan kekuatanku sendiri." Jadi, kita dituntut untuk kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya (Ef. 6:10), dan kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus (2Tim. 2:1). Dan kita dikuatkan dan diteguhkan oleh Roh-Nya di dalam batin (Ef. 3:16). Kata dalam bahasa aslinya adalah kata kerja yang menunjukkan waktu sekarang, en tō endynamounti me Christō, dan itu berarti suatu perbuatan yang sedang dilakukan sekarang dan terus-menerus. Seolah-olah Rasul Paulus berkata, "Di dalam Kristus, yang sedang menguatkan aku, dan akan senantiasa menguatkan aku. Oleh kekuatan-Nya yang terus-menerus dan senantiasa barulah aku dimampukan untuk bertindak dalam segala hal. Aku bergantung pada Dia sepenuhnya untuk segenap kekuatan rohaniku."
            2. Perhatiannya terhadap pemberian mereka tidak timbul dari ketamakan, atau dari kesukaan terhadap kekayaan duniawi. "Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu (ay. 17), maksudnya, aku menerima kebaikan hatimu, bukan karena dengan itu kenikmatanku semakin bertambah, melainkan karena dengan itu keuntunganmu semakin bertambah." Yang ia inginkan bukan bagi kepentingan dirinya sendiri, melainkan kepentingan mereka: "Yang kuutamakan adalah buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu, yaitu supaya kamu dimampukan untuk memanfaatkan dengan baik harta benda duniawimu, sehingga kamu bisa memberikan pertanggungjawaban untuknya dengan sukacita." "Bukan dengan maksud untuk mengambil lebih banyak keuntungan darimu, melainkan untuk mendorongmu melakukan kebaikan yang seperti kalian lakukan itu yang akan mendatangkan balasan yang mulia di akhirat nanti. "Kalau aku," ujar Rasul Paulus, "Aku berkelimpahan, (ay. 18). Adakah orang menginginkan apa yang lebih daripada cukup? Aku tidak menginginkan pemberian demi pemberian itu sendiri, sebab aku telah menerima semua, malahan lebih dari pada itu." Mereka hanya mengirimnya suatu pemberian kecil, dan ia pun tidak menginginkan apa-apa lagi. Ia tidak risau menginginkan suatu kelebihan untuk sekarang, ataupun suatu persediaan untuk masa depan: Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus. Perhatikanlah, orang baik akan segera merasa cukup dengan dunia ini. Bukan hanya cukup untuk hidup di dalamnya, melainkan juga cukup telah menerima darinya. Sebaliknya, sekalipun orang duniawi yang tamak mempunyai barang berkelimpahan, ia akan tetap menginginkan lebih. Tetapi meskipun orang Kristen yang bersifat sorgawi hanya mempunyai sedikit, ia sudah merasa cukup.
        V. Rasul Paulus meyakinkan mereka bahwa Allah betul-betul menerima, dan akan membalas, kebaikan hati mereka terhadapnya.
            1. Allah betul-betul menerimanya: Kebaikan mereka adalah suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. Bukan korban penebusan, sebab tidak ada yang membuat penebusan dosa selain Kristus, melainkan korban pengakuan, dan korban itu berkenan kepada Allah. Korban itu lebih disukai Allah karena merupakan buah dari anugerah mereka. Allah lebih menyukainya daripada Paulus sendiri yang menerimanya sebagai pemenuhan kebutuhannya. Korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah (Ibr. 13:16).
            2. Ia akan membalasnya: Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (ay. 19). Di sini Paulus seolah-olah menarik selembar cek dari bendahara di sorga, dan menyerahkan kepada Allah untuk mengganti dengan apa saja kebaikan-kebaikan yang telah mereka tunjukkan kepadanya. "Ia akan melakukannya bukan hanya sebagai Allahmu, melainkan juga sebagai Allahku, yang menganggap apa yang dilakukan kepadaku sebagai dilakukan kepada-Nya sendiri. Kamu telah memenuhi kebutuhan-kebutuhanku, sesuai dengan kemiskinanmu, maka Ia akan memenuhi kebutuhanmu, sesuai dengan kekayaan-Nya." Tetapi tetap saja itu terjadi melalui Kristus Yesus. Melalui Dia kita mendapat anugerah untuk melakukan apa yang baik, dan melalui Dia pula kita harus mengharapkan imbalannya. Imbalan ini diberikan bukan karena Allah berutang kepada kita, melainkan karena kita mendapat anugerah-Nya. Sebab semakin banyak kita berbuat untuk Allah, semakin kita berutang kepada-Nya, karena kita menerima lebih banyak dari-Nya.

*  Flp 4:20 - Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita // Selama-lamanya
Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita. Lebih tepat lagi, dimuliakanlah Allah, bahkan Bapa kita. Perhatian Allah sebagai Bapalah yang menimbulkan doksologi ini. Selama-lamanya. Harfiahnya, dari zaman ke zaman - kesinambungan tanpa akhir yang saling susul.


SBU



MINGGU XX SES. PENTAKOSTA
SENIN, 15 OKTOBER 2018
Renungan Pagi
GB.369 : 1 -Berdoa
DEMI KEPENTINGAN KRISTUS, DASAR KEBAHAGIAAN SEJATI

Filipi 2: 19 - 30
Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati .... ..(ay.30)

Joyce Meyer; penulis Kristen yang populer pernah mengatakan:
"It is impossible to be both selfies and happy". Joice percaya
bahwa tidak mungkin orang bisa egois dan bahagia pada saat
yang bersamaan. "Kita memiliki cinta Tuhan dan kemudian harus
kita alirkan keluar, jika tidak akan menjadi seperti air yang stagnan
dan hidup kita berbau busuk".

Tidak persis sama dengan apa yang disampaikan Joyce Meyer
dengan pernyataan di atas, tetapi ada prinsip mendasar yang
mirip dengan apa yang ditunjukkan melalui sikap dan tindakan
Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi. Bagi Paulus, apa yang
dilakukannya membawa dia menemukan ketenangan, kelegaan
dan kebahagiaan. Paulus mendengartentang keadaan jemaat di
Filipi yang sedang dilanda disharmoni dalam jalinan relasi diantara
mereka (Filipi 2:3, 4, 21). Keprihatinan tersebut membuat Paulus
terbeban dan merasa perlu untuk menolong mengatasinya. Maka
dia memutuskan untuk mengutus Timotius dan Epofroditus kepada
mereka.

Secara umum, mungkin orang cenderung memandang sikap
dan tindakan Paulus adalah sebuah kebodohan. Paulus dalam
keadaan terpenjara. Bagi Paulus, ketenangan dan kebahagiaan
jika dia dapat mengalirkan kasih Kristus yang sempurna dan yang
mempersatukan persekutuan jemaat Filipi. Inilah yang menjadi
dasar keputusan Paulus mengutus Timotius dan mengembalikan
Epofroditus, yang juga memiliki perhatian yang sama; demi
kepentingan Kristus tentang persekutuan jemaat yang harmoni,
penuh kasih, sehati sepikir, tidak mementingkan diri sendiri.
Seperti Paulus, Timotius dan Epofroditus, yang meneladani
Yesus. Raihlah kebahagiaan bagi diri anda, sekaligus menga|ir-
kan kebahagiaan itu bagi sesama. Seperti itulah kepentingan
Kristus Yesus untuk kebahagiaan dan keselamatan umat manusia
yang dikasihi-Nya.

GB.369:1
Doa : (Ya Tuhan, nyatakanlah kehadiran dan kasih-Mu yang mem-
bawa ketenangan, kebahagiaan dan harmoni hidup, melalui kami
masing-masing di dalam persekutuan hidup berjemaat anugerah-Mu)



MINGGU XX SES. PENTAKOSTA
SENIN, 15 OKTOBER 2018
Renungan Malam
GB.81 : 1 -Berdoa
SUKACITA MEMBERI

Filipi 4: 10 - 20
Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya,
.....(ay.17)

Ada satu peristiwa yang memberikan pelajaran berharga bagi
saya, dan juga memberi pengaruh besar dalam pembentukan
karakter anak saya dalam masa pertumbuhannya. Saat itu anak
saya baru berusia 7 tahun. Suatu sore, saya menjemputnya pulang
dari tempat kursus. Sementara kami berjalan kaki, kami melihat
seorang tua dengan pakaian sangat lusuh sedang mengais sam-
pah. Persis ketika kami hampir melewatinya, orang tua tersebut
menemukan sisa kue yang agak terbungkus dan dimakan olehnya.
Tak tahan melihatnya, refleks saya memberikan satu dos kecil
berisi roti milik anak saya. Setibanya di rumah anak saya menangis
sambil berkata :"kenapa mama memberi kue saya kepada orang
lain?. Saya bertanya balik padanya : "Nak, apakah kamu kasihan
pada bapak tua tadi?". Jawabnya : "Kasihan sih, tetapi itukan
kue saya, kok mama beri ke orang Iain". Saya menjelaskan lagi :
"ll/laaf ya nak. Memang mama salah, tetapi kasihan, pak tua tadi
tidak punya uang untuk membeli makanan. Dia lapar dan dia
mencari sisa-sisa makanan yang ditemukannya". Anak saya
terdiam dan kemudian berkata lagi : "Iya kasihan ya ma?". Setelahl
peristiwa itu, dia seringkali pulang dan bercerita dengan wajah
yang penuh sukacita :"mama tadi saya jajanin teman di
sek0lah...kasihan dia tidak bawa uang jajan dan hanya lihat saya
makan. Kan uang yang mama beri masih cukup untuk beliin
teman, ya saya beliinlah dan habis deh uang jajan saya..‘Ternyata,
ketika dia bisa memberi dan temannya juga bisa menikmati jajan
bersama, membuat dia juga sukacita.

Rasul Paulus sangat bersyukur, bersukacita dan berterima
kasih untuk pemberian jemaat Filipi. Jemaat Filipi bukanlah jemaat
yang kaya (band 2 Korintus 8:2), tetapi mereka memiliki kebiasaan
untuk memberi (18).Hal yang paling membahagiakan Paulus
adalah, perihal mem beri telah merupakan karakter dari jemaat Filipi.
Dengan memiliki kebiasaan memberi dengan sukacita, maka kita
tidak dlkuasai oleh uang atau materi, sehlngga kita selalu mampu
memahami dan mengalami bahwa Allah selalu memenuhi segala
keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya. Pemberian
seperti itu telah membuat anda memberitakan dan menjadi berkat
tentang kemurahan kasih dan kemuliaan Kristus (ayat 19-20).

GB.81 :3
Doa : (Tuhan Yesus, bimbinglah kami untuk mewujudkan kepedulian dan kasih-Mu)


Label:   Filipi 4:10-20 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
SELASA, 16 OKTOBER 2018 - KESOMBONGAN DAN DAN KERENDAHAN HATI - 1 Korintus 4:6-13 - MINGGU XX SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 14 OKTOBER 2018 - BERBELA RASA KEPADA YANG TAK BERDAYA - Matius 9:35-38 (SGDK) - MINGGU XX SESUDAH PENTAKOSTA

Garis Besar Filipi






December 1-7 (Week 49) - Esther 7-10; Revelation 3 || Ezra 7-10; Psalm 97; Rev 4 || Nehemiah 1-3; Rev 5 || Neh 4-6; Psalm 98; Rev 6 || Neh 7-9; Psalm 140; Rev 7

Hari ini, 8 Desember - Efesus 4-6

Hari ini, 8 Desember - Maz 138:7-139:5, Hos 1-2, 2 Yoh 1, Ams 30:15-16

Hari ini, ** 8 Desember - Yohanes 16:12-24, Wahyu 5, Ayub 31:1-23, Amos 1-2

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

Register   Login  

contoh kj 424 bukan kj.424



Latest Christian Song
** Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 31 JANUARI 2020 - ORANG YANG MENANG ADALAH ANAK ALLAH - Wahyu 21:6-8 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 21:6-8 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Alfa dan Omega, di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang // bagian mereka, Kebenaran dan kepastian dari keadaan yang membahagiakan ini disahkan oleh firman dan janji Allah, YESUS ADALAH SUMBER PENGHARAPAN DAN KEKUATAN
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 30 JANUARI 2020 - YESUS: RAJA DARI SEGALA RAJA DAN TUHAN DARI SEGALA TUHAN - Wahyu 19:14-16 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 19:14-16 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

Khotbah Ibadah GPIB RABU, 29 JANUARI 2020 - YESUS ADALAH SOLUSI - Lukas 8:22-25 SGDK) -MINGGU II SESUDAH EPIFANI Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Marilah kita bertolak ke seberang danau, Yesus tertidur // Taufan // Perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya, Kita binasa // Ia pun bangun, lalu menghardik air dan angin yang mengamuk itu, Kristus memerintahkan murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang danau, LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SAMA 0| MATATUHAN
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 28 JANUARI 2020 - BESAR DAN AJAIB - Wahyu 15:1-4 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 15:1-4 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Tujuh Cawan Penghukuman, telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya // nyanyian Musa, hamba Allah dan nyanyian Anak Domba, Pekerjaan penumpahan tujuh cawan, yang dipercayakan kepada tujuh malaikat, Patutlah Allah dipuji dan disembah sepanjang abad, BESAR DAN AJAIB
Khotbah Ibadah GPIB - SENIN, 27 JANUARI 2020 - JANJI PENYERTAAN TUHAN - Wahyu 1:17-20 - MINGGU II SESUDAH EPIFANI Wahyu 1:17-20 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat // Efesus // Smirna // Pergamus // Tiatira, Sardis, Filadelfia, // Laodikia // Iblis, tujuh kaki dian dari emas, // Anak Manusia, // Yang Awal dan Yang Akhir // Yang Hidup; // kunci maut dan kerajaan maut // apa yang telah kaulihat // yang terjadi sekarang // yang akan terjadi sesudah ini // sesudah

Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 31 Desember 2019 - TETAP SEMANGAT KARENA TUHAN SELALU BERI BERKAT - Yesaya 61:10-11 (SGD) - MALAM TAHUN BARU Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Orang percaya yang telah lahir baru dengan sukaria menanggapi janji-janji mulia ini., Kemakmuran Jemaat . BERSYUKUR BERSAMA TUHAN
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 30 Desember 2019 - PUJILAH NAMA TUHAN - Senin, 30 Desember 2019 - MINGGU SESUDAH NATAL Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Ajakan kepada bumi, Pujilah Tuhan di bumi, Sebuah Undangan untuk Memuji,
Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 29 Desember 2019 - MENSYUKURI PENYERTAAN ALLAH - Yesaya 52:1-10 (SGD) - HARI MINGGU SESUDAH NATAL Yesaya 52:1-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Dorongan bagi Yerusalem,
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Desember 2019 - MENGENAL DlA - 1 Yohanes 1:3-6 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:3-6 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
Yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar // persekutuan. Kamu juga , Supaya sukacita kami menjadi sempurna , Allah adalah terang, Hidup di dalam kegelapan // Tidak melakukan kebenaran, Kesaksian Rasuli
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 27 Desember 2019 - HIDUP DI DALAM TERANG - 1 Yohanes 1:5-10 - MINGGU SESUDAH NATAL 1 Yohanes 1:5-10 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)







Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH NATAL 2019 dan TAHUN BARU 2020 GPIB
TATA IBADAH KELUARGA MALAM NATAL 2019, TATA IBADAH MALAM NATAL 2019, TATA IBADAH HARI NATAL 2019, TATA IBADAH SESUDAH NATAL 26 DES 2019, TATA IBADAH KELUARGA MALAM AKHIR TAHUN 31 DES 2019, TATA IBADAH MALAM AKHIR TAHUN 2019, TATA IBADAH TAHUN BARU 2020




New Submit
KAMIS, 2 JANUARI 2020
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 2 JANUARI 2020 - HADIAH DARI SORGA - Filipi 3:12-16 - MINGGU SESUDAH NATAL


TATA IBADAH KELUARGA MALAM AKHIR TAHUN 31 DES 2019 (bisa dilihat di HP)


TATA IBADAH KELUARGA MALAM NATAL 2019 (bisa dilihat di HP)

Jumat, 06 Desember 2019
Zie De Maan Schijnt Door De Bomen

Friday, December 06, 2019
John Schneider Scores First Number One Christian Country Single

Friday, December 06, 2019
End of journey as gospel star Zimu loses battle against cancer

Friday, December 06, 2019
‘A wakeup call:‘ British theologian N.T. Wright on the prosperity gospel, climate change and Advent

Kamis, 05 Desember 2019
When Christmas Comes Around - Caitie Hurst

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises NAU chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Seek the light during busy Advent season, advises university chaplain

Wednesday, December 04, 2019
Early Rain Church Elder Sentenced to Four Years in Prison for Having Christian Literature

Wednesday, December 04, 2019
Lighthouse Christian School Contributes to Christmas Spirit

Selasa, 03 Desember 2019
Materi Rancangan Dasar (Randas) Akta Gereja


Kalender GKJ Desember 2020


Kalender GKJ Nopember 2020


Kalender GKJ Oktober 2020


Kalender GKJ September 2020


Kalender GKJ Agustus 2020


Kalender GKJ Juli 2020


Kalender GKJ Juni 2020

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, Khotbah Ibadah GPIB 2020, Lagu Natal (Christmas), TATA IBADAH NATAL 2019 dan TAHUN BARU 2020 GPIB,



jamita,   hotbah yesaya 40:1-8,   hotbah yesaya 40:1-8,   hotbah yesaya 40:1-8,   hotbah yesaya 40:1-8,   hotbah yesaya 40:1-8,   hotbah yesaya 40:1-8,   eksposisi maleakhi 3:1-12,   renungan matius 3:10,   latar belakang hai dunia gembiralah,   ajaran gereja tentang 1 petrus 4:1-11,   yesu sobat yang sejati,   yesu sobat yang sejati,   yesu sobat yang sejati,   khotbah ekspositori roma 15 1 13,   khotbah ekspositori roma 15 1 13,   Eksposisi matius 12:36-37,   lagu penutup pada suatu ibadah,   khotbah tentang matius 3,   Renungan makna matius 3:7-12,   liturgi natal kgpm,   Lagu rohani kristen gms,   Lagu rohani kristen gms,   Lagu rohani kristen gms,   Renungan dari surat paulus kepada Jemaat di roma 15 : 4-9,   nyanyian rohani methodis no 140,   renungan katolik untuk minggu 8 desember 2019,   Download kalender Katolik tahun 2020,   tahun liturgi 2020,   jamita minggu johannes 1:14-18,   jamita minggu johannes 1:14-18,   kata sambutan natal,   sambutan natal 2019,   banyak perbuatan yang sedihkan tuhan,   banyak perbuatan yang sedihkan tuhan,   lagu persembahan ibadah natal,   Renungan mikha 4:6-14,   tata cara ibadah GERMITA,   lirik lagu tuhan pelita hidupku,   kotbah Yohannes 1:14-18,   kotbah yesaya 43 1-4,   Renungan harian Johannes 1:14-18,   Santapan harian Johannes 1:14-18,   lagu vetri kumase rohani,   hothbah yesaya 40:1-8,   eksposisi yakobus 1:17,   TEMA NATAL GEREJA PROTESTAN MALUKU 2019/2020,   TEMA NATAL GEREJA PROTESTAN MALUKU 2019/2020,   chord O Allagku.jenguklah diriku,   kata sambutan natal,   Santapan Harian Johannes 1:14-18,   ilustrasi kasih allah terbukti untuk sekolah minggu,   sentosa dalam yesus chord,   musik mazmur 72,   not nkb 166,   kabar gembira lagu natal,   partitur SATB Hai Mari Berhimpun,   renungan Lukas 3: 1-20,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   lagu kidung ceria syair ibu,   lagu kidung ceria syair ibu,   partitur lagu paduan suara tema hari ibu,   khotbah mazmur 91,   lirik lagu dunia gemar dan soraklah,   pesan dan kesan natal kaum bapak,   contoh liturgi ibadah natal GPM,   contoh liturgi ibadah natal GPM,   siapa gerangan sang raja not angka,   KHOTBAH YOHANES 1:14-18 (ADVENT II),   KHOTBAH YOHANES 1:14-18 (ADVENT II),   kotbah natal 2017,   Lirik lagu natal Gloria Gloria,   Kumpulan penjabaran yohannes 1:14-18,   lirik lagu kj 376 versi toraja,   ucapan selamat natal untuk persekutuan,   +hotbah yesaya 60:1-7,   download mp3 kidung jemaat 69,   lagu natal untuk persembahan syukur,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   lagu masa adven 2019,   bahan khotbah Adven Gmit 2019,   gits bakti 324,   download lagu GEREJA,   download lagu GEREJA,   lirik lagu tuhan pelita hidupku,   khotbah masa adventus yesaya12:1-6,   lirik lagu surya bersinar,   download lagu rohani mp3 gratis,   download lagu rohani mp3 gratis,   khotbah 1 tim. 4:1-16,   kalender liturgi 2020,   sambutan pranatal gmim,   contoh lagu komuni minggu advent ketiga tahun A 2019,   liturgi perayaan ekaristi 15 desember 2019 tahun a,   lagu mazmur untuk tahun a 15 desember 2019 minggu advent III,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   kalender katolik desember 2019,   &rct=j,   Lirik lagu natal praise and worship ibadah natal 25 desember,   nyanyian rohani no 97,   lagu berita anugerah,   doa persembahan katolik,   pidato radio menjelang natal,   kalender liturgi 2020,   lagu persembahan,   khotbah maz 72:1-7,   khotbah maz 72:1-7,   pujian untuk persembahan,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah lukas 16 : 19-31 minggu biasa,   khotbah Yohannes 1:14-18,   contoh kata sambutan di acara natal,   lagu wartakanlah kabar gembira tek,   khotbah Matius 24:3-8,   kalender liturgi oktober 2020,   kalender liturgi 2019,   DSL NO 218 SAMBUTLAH,   materi adven ke1,   lirik lagu rohani pujian bukan setiap orang yang berseru Tuhan Tuhan masuk kerajaan Allah,   renungan Zakaria 9 ; 9-10,   matius 10 :34-42,   khotbah kisah para rasul 13:13-25,   contoh liturgi natal gpib,   not angka lagu bagimu damai sejahtera,   kalender liturgi desember 2019,   lagu persembahan,   pengertian tanah,kayu,perak,emas dalam konteks 2 timotius 2: 20,21,   sambutan natal sesuai tema yesus datang untuk pembaharuan,   lagu rohani o genta malam,   surat penitipan pemberkatan nikahgereja,   renungan mazmur 97 11 12,   Sabda Bina Pemuda 7 Desember 2019,   lagu rohani pakai hidupku sebagai alatmu,   kubawah kepadamu oh tuhan,   lagu kj tentang memuji tuhan,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   tema natal 25 desember se gbkp 2019,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   ppt yohanes 15: 9 - 17,   kata sambutan kepala sekolah,   Rngn kisah para rasul 8:1-25,   khotbah 1 tesalonika 3 7 - 13,   kotbah yesaya 43: 1-7,   Renungan harian 2 samuel 4,   MAZMUR 146:5-10 JUSWANTORI LIRIK,   partitur koor terpujilah allah hikmatnya besar,   partitur koor terpujilah allah besar kuasanya,   renungan tentang serigala akan tinggal dengan domba,   kalender liturgi 2020,   gambar kalender katolik 2020,   kalender Liturgi 2019,   lagu misa angkatlah hatimu madahkan lagu,   renungan yesaya 11:6-9,   lagu mankind,   &rct=j,   &rct=j,   lagu pengantar pernikahan digerja,   lagu sebelum doa syafaat,   renunngan ulangan 18:15-19,   renunngan ulangan 18:15-19,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   not angka lagu seribu lilin nyalakan,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh liturgi malam natal gkp,   contoh khotbah ibadah raya,   kunci lagu bagi allah yang mulia,   LIRIK mazmur gb 114,