Save Page
1 Petrus 1:17-25
1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. 1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 1:20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 1:21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. 1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. 1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

Penjelasan:


* 1Ptr 1:17 - Jika kamu menyebut-Nya Bapa // Hidup dalam ketakutan
Jika kamu menyebut-Nya Bapa. Petrus berbicara kepada orang yang sedang berdoa memohon dibebaskan dari penganiayaan tidak adil yang sedang mereka alami, tetapi yang harus menyadari bahwa Allah sendiri adalah hakim. Hidup dalam ketakutan. Kesadaran akan kenyataan tersebut akan membuat orang hidup dengan hati-hati dan saleh. Orang bijaksana dikenal melalui apa dan siapa yang ditakuti olehnya (Mat. 10:28).

* 1Ptr 1:18-19 - Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana // Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus // yang mahal
Kamu telah ditebus ... bukan dengan barang yang fana. Para pembaca pertama surat Petrus ini adalah orang-orang yang sederhana dan miskin. Untuk kedua kalinya (bdg. ay. 7) Petrus membuat sebuah acuan menghina kepada kekayaan sementara dibandingkan dengan warisan keselamatan yang tak terhitung harganya. Dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus. Istilah yang mahal (Yunani, timios) merupakan istilah yang khas dari Petrus. Ketidakberdosaan sempurna dari Sang Anak Domba, penderitaan-Nya yang seharusnya ditanggung oleh manusia, merupakan landasan bagi suatu cara menilai yang baru dan surgawi.

* 1Ptr 1:20-21 - Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan ... menyatakan // Karena kamu
Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan ... menyatakan. Penderitaan Kristus bukan suatu keadaan darurat. Penderitaan tersebut merupakan rencana Allah yang terbaik mengingat dosa manusia. Kenyataan ini akan sangat menghibur orang-orang kudus yang kini mulai mengalami penderitaan. Karena kamu. Lebih tepat melalui kamu. Kristus benar-benar termanifestasi melalui mereka pada saat mereka mengandalkan dan berharap kepada Allah yang sama yang juga telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.

* 1Ptr 1:22 - Karena kamu telah menyucikan dirimu // menyucikan diri // hendaklah kamu sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. 23-25. Karena kamu telah dilahirkan kembali ... oleh Firman Allah
Karena kamu telah menyucikan dirimu. Petrus mengacu kepada kesungguhan dari pertobatan mereka, suatu kenyataan yang disadari oleh para pembacanya. Mereka benar-benar telah diubah. menyucikan diri. Perubahan hati ini telah menghasilkan "kasih persaudaraan yang tidak munafik" (kasih persaudaraan = Yunani, philadelphia). Kini Petrus mendorong mereka untuk mengikuti dan melaksanakan prinsip yang sama: hendaklah kamu sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. 23-25. Karena kamu telah dilahirkan kembali ... oleh Firman Allah. Sekalipun menurut pikiran manusia suatu perubahan yang hanya dihasilkan oleh Firman Allah saja tampaknya merupakan suatu pengertian yang sangat lemah. Namun Petrus mengutip penegasan Yesaya bahwa kesatuan yang rupanya rapuh dan tidak kelihatan ini - Firman Allah - akan lebih abadi dari segala gejala alamiah yang ada (Yes. 40:6-8). Dan inilah Firman yang memberi makna kepada iman mereka dan kepada diri mereka sendiri.

*  Jika kamu menyebut-Nya Bapa, dst. (ay. 17).
Di sini Rasul Petrus sama sekali tidak bermaksud meragukan apakah orang-orang Kristen ini menyebut Allah itu Bapa atau tidak. Ia tahu mereka pasti memanggil-Nya Bapa, dan oleh karena itu ia menasihati mereka untuk hidup dalam ketakutan selama mereka menumpang di dunia ini: "Jika kamu mengakui Allah yang Mahabesar sebagai Bapa dan Hakim, maka kamu harus hidup dalam takut akan Dia selama kamu menumpang di dunia ini." Amatilah,
        (1) Semua orang Kristen yang baik memandang diri mereka sebagai peziarah dan orang asing di dunia ini, orang asing di negeri yang jauh, yang lewat di situ menuju negeri lain, yang pantas bagi mereka (Mzm. 39:13; Ibr. 11:13).
        (2) Seluruh waktu kita menumpang di sini harus dilewati dengan takut akan Allah.
        (3) Merenungkan Allah sebagai Hakim bukanlah sesuatu yang tidak pantas bagi mereka yang betul-betul dapat memanggil-Nya Bapa. Keyakinan yang kudus kepada Allah sebagai Bapa, takut dan hormat kepada-Nya sebagai Hakim, adalah dua hal yang sangat selaras. Memandang Allah sebagai Hakim adalah satu sarana untuk menumbuhkan rasa sayang kita kepada Dia sebagai Bapa.
        (4) Penghakiman Allah tidak akan membeda-bedakan orang: Menurut perbuatan setiap orang. Hubungan lahiriah apa saja dengan-Nya tidak dapat melindungi siapa pun. Orang Yahudi boleh saja memanggil Allah Bapa dan Abraham bapa, tetapi Allah tidak membeda-bedakan orang, juga tidak mendukung kepentingan mereka, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pribadi, tetapi menghakimi mereka menurut perbuatan mereka. Perbuatan-perbuatan orang akan menyingkapkan siapa mereka sesungguhnya pada hari penghakiman. Allah akan membuat seluruh dunia tahu siapa kepunyaan-Nya melalui perbuatan-perbuatan mereka. Kita wajib hidup beriman, kudus, dan taat, dan perbuatan-perbuatan kita akan menjadi bukti apakah kita sudah memenuhi kewajiban kita atau tidak.
    5. Setelah menasihati mereka untuk hidup dalam takut akan Allah selama mereka menumpang di dunia ini berdasarkan pertimbangan bahwa mereka menyebut-Nya Bapa, ia menambahkan (ay. 18) alasan kedua: Karena atau mengingat bahwa kamu telah ditebus bukan dengan barang yang fana, dst. Dalam hal ini ia mengingatkan mereka,
        (1) Bahwa mereka telah ditebus, atau dibeli kembali, dengan tebusan yang dibayarkan kepada Bapa.
        (2) Harga yang dibayar untuk menebus mereka adalah: Bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus.
        (3) Dari apa mereka ditebus: Dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu.
        (4) Mereka sudah mengetahui hal ini: Sebab kamu tahu, dan tidak bisa berpura-pura tidak mengetahui perkara besar ini. Amatilah,
            [1] Permenungan akan penebusan kita haruslah menjadi dorongan yang kuat dan terus-menerus untuk hidup kudus dan takut akan Allah.
            [2] Allah mengharapkan agar orang Kristen hidup sesuai dengan apa yang ia ketahui, dan karena itu kita sangat perlu diingatkan akan apa yang sudah kita ketahui (Mzm. 39:5).
            [3] Bukan perak atau emas, bukan pula barang yang fana di dunia ini, yang dapat menebus bahkan satu jiwa saja. Barang-barang itu sering kali menjadi jerat, godaan, dan hambatan bagi keselamatan manusia, tetapi sama sekali tidak dapat membeli atau memperolehnya. Barang-barang itu fana, dapat rusak, dan karena itu tidak bisa menebus jiwa yang tidak fana dan abadi.
            [4] Darah Yesus Kristus adalah satu-satunya harga penebusan manusia. Penebusan manusia itu nyata, bukan kiasan. Kita dibeli dengan harga, dan harga itu sepadan dengan pembeliannya, sebab itu adalah darah Kristus yang mulia. Darah itu adalah darah orang yang tidak bersalah, Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat, yang diperlambangkan dengan Domba Paskah. Dan darah itu adalah darah seorang Pribadi yang tak terhingga nilainya, sebab Ia adalah Anak Allah, dan karena itu disebut darah Anak Allah (Kis. 20:28).
            [5] Rancangan Kristus dalam menumpahkan darah-Nya yang paling berharga adalah untuk menebus kita, bukan hanya dari kesengsaraan kekal di akhirat, melainkan juga dari perilaku atau hidup yang sia-sia di dunia ini. Perilaku yang sia-sia itu adalah perilaku yang kosong, sembrono, membuang-buang waktu, dan tidak mendatangkan kehormatan bagi Allah dan nama baik agama, tidak menginsyafkan orang-orang kafir, dan tidak menghibur serta memuaskan hati nurani manusia sendiri. Bukan hanya kefasikan secara terang-terangan, melainkan juga sia-sia dan tidak bermanfaatnya perilaku kita merupakan hal yang sangat berbahaya.
            [6] Perilaku orang bisa saja menampakkan diri dalam bentuk ibadah, dan mengatas-namakan kebiasaan dan tradisi yang sudah ada sejak dahulu kala, namun pada akhirnya perilaku itu hanya sia-sia. Orang-orang Yahudi dapat mengatakan banyak hal tentang ini, dengan segala ibadah lahiriah mereka. Namun perilaku mereka begitu sia-sia sehingga hanya darah Kristus yang dapat menebus mereka darinya. Sudah adanya sesuatu sejak dahulu kala bukanlah merupakan pedoman kebenaran yang pasti, bukan pula keputusan yang bijak, "Aku akan hidup dan mati dengan cara seperti ini, sebab nenek-moyangku juga begitu."
    6. Setelah menyebutkan harga penebusan, Rasul Petrus melanjutkan dengan berbicara tentang beberapa hal yang berkaitan baik dengan Sang Penebus maupun yang ditebus (ay. 20-21).
        (1) Sang Penebus digambarkan lebih jauh bukan hanya sebagai Anak Domba yang tak bercacat cela, melainkan juga sebagai,
            [1] Yang telah dipilih sebelum dunia dijadikan, telah dipilih atau ditetapkan, yang sudah diketahui. Apabila Allah dikatakan sudah mengetahui segala sesuatu sebelumnya, itu menyiratkan lebih daripada sekadar kemungkinan atau dugaan. Itu berarti suatu kehendak, keputusan bahwa apa yang akan terjadi pasti terjadi (Kis. 2:23). Allah tidak saja sudah mengetahui sebelumnya, tetapi juga menentukan dan menetapkan, bahwa AnakNya harus mati bagi manusia, dan ketetapan ini sudah ada sebelum dunia dijadikan. Waktu dan dunia dimulai bersama-sama, sebelum waktu dimulai, tidak ada apa-apa selain kekekalan.
            [2] Yang karena mereka, baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Ia dinyatakan atau diperlihatkan sebagai Penebus yang telah dipilih Allah. Ia dinyatakan melalui kelahiran-Nya, melalui kesaksian Bapa-Nya, dan melalui pekerjaan-pekerjaan-Nya sendiri, terutama melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati (Rm. 1:4). "Ini terjadi pada zaman akhir Perjanjian Baru dan Injil, untuk kamu, kamu orang-orang Yahudi, kamu orang-orang berdosa, kamu orang-orang yang menderita. Kamu diberi penghiburan dengan penyataan dan penampakan Kristus, jika kamu percaya kepada-Nya."
            [3] Yang dibangkitkan dari antara orang mati oleh Bapa, yang memberi-Nya kemuliaan. Kebangkitan Kristus, yang dipandang sebagai tindakan kekuasaan, bersifat umum untuk ketiga Pribadi Tritunggal itu, tetapi sebagai tindakan penghakiman, itu khusus menjadi tugas Sang Bapa, yang sebagai Hakim membebaskan Kristus, membangkitkan Dia dari kubur, dan memberi-Nya kemuliaan. Bapa menyatakan Dia kepada seluruh dunia sebagai Anak-Nya melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati, mengangkat-Nya ke sorga, memahkotai-Nya dengan kemuliaan dan kehormatan, menyerahkan kepadaNya segala kuasa di sorga dan bumi, dan memuliakan Dia dengan kemuliaan yang Dia miliki di hadirat Allah sebelum dunia ada.
        (2) Umat yang ditebus juga di sini digambarkan dengan iman dan harapan mereka, yang ditimbulkan oleh Yesus Kristus: "Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, oleh Dia sebagai Pemimpin, Pendorong, Penopang, dan Penyempurna imanmu. Sekarang kamu dapat beriman dan berharap kepada Allah, yang sudah diperdamaikan dengan kamu oleh Kristus Sang Pengantara."
        (3) Dari semuanya ini kita dapat memetik pelajaran,
            [1] Ketetapan Allah untuk mengutus Kristus sebagai Pengantara sudah ada sejak dari kekekalan, dan merupakan ketetapan yang adil dan penuh rahmat, namun sama sekali tidak mengabaikan dosa manusia dalam menyalibkan Dia (Kis. 2:23). Sejak kekekalan itu Allah telah mempunyai tujuan-tujuan dalam bentuk perkenanan khusus kepada umat-Nya jauh sebelum Ia memberikan penyataan-penyataan apa saja tentang anugerah itu kepada mereka.
            [2] Besarlah kebahagiaan pada zaman akhir dibandingkan dengan apa yang dinikmati pada zaman-zaman sebelumnya di dunia. Terang yang cerah, penopang-penopang iman, ketetapan-ketetapan ibadah yang membuahkan hasil, dan penghiburan yang besar, semuanya ini jauh lebih besar sejak Kristus menyatakan diri daripada sebelum-sebelumnya. Rasa syukur dan pelayanan kita haruslah sepadan dengan perkenanan-perkenanan itu.
            [3] Penebusan Kristus bukan milik siapa-siapa selain orang-orang yang sungguh-sungguh percaya. Penebusan yang bersifat umum ditegaskan oleh sebagian orang, dan disangkal oleh sebagian yang lain, tetapi tidak ada yang menyatakan bahwa kematian Kristus diterapkan secara umum demi keselamatan semua orang. Orang-orang munafik dan kafir tetap akan binasa selama-lamanya, kendati dengan kematian Kristus.
            [4] Allah di dalam Kristus adalah yang terutama diimani oleh orang Kristen, iman yang dengan kuat ditopang oleh kebangkitan Kristus dan kemuliaan yang betul-betul mengikuti sesudahnya.

Rasul Petrus menasihati mereka supaya menjalin kasih persaudaraan.
    1. Ia menganggap bahwa Injil sudah memiliki dampak yang sedemikian rupa atas mereka sehingga memurnikan jiwa mereka sementara mereka mematuhinya melalui Roh, dan bahwa Injil telah menghasilkan setidak-tidaknya kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Karena itu ia mengajak mereka untuk melanjutkan ke tingkat perasaan yang lebih tinggi, yaitu untuk sungguh-sungguh mengasihi satu sama lain dengan hati yang murni (ay. 22). Amatilah,
        (1) Tidak diragukan bahwa setiap orang Kristen yang tulus memurnikan jiwanya. Rasul Petrus menganggap hal ini memang harus demikian adanya: Karena kamu telah, dst. Memurnikan jiwa mengandaikan adanya sesuatu yang sangat najis dan kotor yang telah mencemarkannya, dan bahwa kotoran ini dihilangkan. Baik pemurnian imamat Lewi di bawah hukum Taurat maupun pemurnian manusia lahiriah seperti orang munafik tidak dapat menghasilkan hal ini.
        (2) Firman Allah adalah sarana agung untuk memurnikan orang berdosa: Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran. Injil disebut kebenaran, sebagai lawan dari perlambang dan bayangan, kesalahan dan kepalsuan. Kebenaran ini dapat memurnikan jiwa dengan berhasil, jika dipatuhi (Yoh. 17:17). Banyak orang mendengar kebenaran, tetapi tidak pernah dimurnikan olehnya, karena mereka tidak mau berserah diri padanya atau mematuhinya.
        (3) Roh Allah adalah pelaku agung dalam memurnikan jiwa manusia. Roh meyakinkan jiwa akan ketidakmurniannya, dan melengkapinya dengan kebajikan-kebajikan dan anugerah yang menghiasi dan memurnikannya, seperti iman (Kis. 15:9), pengharapan (1Yoh. 3:3), takut akan TUHAN (Mzm. 34:10), dan kasih terhadap Yesus Kristus. Roh memicu upaya-upaya kita, dan membuatnya berhasil. Pertolongan Roh tidak menggantikan usaha kita sendiri. Orang-Orang ini memurnikan jiwa mereka sendiri, tetapi itu melalui Roh.
        (4) Jiwa-jiwa orang Kristen harus dimurnikan sebelum mereka sama sekali bisa mengasihi satu sama lain dengan tulus ikhlas. Ada hawa nafsu dan keberpihakan dalam kodrat manusia, sehingga tanpa anugerah ilahi kita tidak bisa mengasihi Allah atau satu sama lain seperti yang seharusnya. Tidak ada kasih selain yang keluar dari hati yang murni.
        (5) Merupakan kewajiban semua orang Kristen untuk mengasihi satu sama lain dengan tulus dan sungguh-sungguh. Kasih sayang kita satu terhadap yang lain haruslah tulus dan nyata, dan harus sungguh-sungguh, terus-menerus, dan luas.
    2. Rasul Petrus lebih jauh mendesakkan kepada orang-orang Kristen kewajiban untuk sungguh-sungguh mengasihi satu sama lain dengan hati yang murni dengan menimbang hubungan rohani mereka. Mereka semua telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, dst. Dari sini kita dapat memetik pelajaran,
        (1) Bahwa semua orang Kristen telah dilahirkan kembali. Rasul Petrus membicarakan perkara ini sebagai hal yang umum bagi semua orang Kristen yang sungguh-sungguh, dan melalui kelahiran kembali ini mereka dibawa ke dalam suatu hubungan yang baru dan dekat satu sama lain. Mereka menjadi bersaudara melalui kelahiran baru mereka.
        (2) Firman Allah adalah sarana agung bagi pembaharuan diri atau kelahiran kembali (Yak. 1:18). Anugerah pembaharuan disampaikan oleh Injil.
        (3) Kelahiran yang baru dan kedua ini jauh lebih diinginkan dan luhur daripada kelahiran pertama. Hal ini diajarkan oleh Rasul Petrus dengan lebih memilih benih yang tidak fana daripada benih yang fana. Oleh benih yang fana kita menjadi anak-anak manusia, sedangkan oleh benih yang tidak fana kita menjadi putra dan putri Yang Mahatinggi. Firman Allah yang dibandingkan dengan benih mengajar kita bahwa meskipun terlihat kecil, namun pekerjaannya menakjubkan, meskipun tersembunyi selama beberapa waktu, namun ia tumbuh dan menghasilkan buah-buah yang baik pada akhirnya.
        (4) Mereka yang sudah diperbaharui harus sungguh-sungguh saling mengasihi dengan hati yang murni. Orang-orang yang bersaudara secara jasmani wajib saling mengasihi. Tetapi kewajiban itu berlipat ganda apabila ada hubungan rohani: mereka berada di bawah pemerintahan yang sama, ambil bagian dalam hak-hak istimewa yang sama, dan sekarang sudah memiliki kepentingan yang sama.
        (5) Firman Allah itu hidup dan kekal. Firman ini adalah firman yang hidup, atau firman yang kuat (Ibr. 4:12). Firman ini adalah sarana kehidupan rohani, untuk memulai kehidupan rohani itu dan bertekun di dalamnya, menghidupkan dan menggerakkan kita dalam menjalankan kewajiban, sampai ia membawa kita pada kehidupan kekal. Dan firman itu kekal, tetap benar secara abadi, dan tetap berdiam dalam hati orang-orang yang diperbaharui untuk selama-lamanya.

Sia-sianya Manusia Duniawi (1:24-25)
    Setelah memberikan penjelasan tentang keunggulan manusia rohani yang sudah diperbaharui sebagai orang yang lahir kembali, bukan dari benih yang fana melainkan dari benih yang tidak fana, Rasul Petrus sekarang memperlihatkan kepada kita sia-sianya manusia duniawi beserta segala perhiasan dan keuntungan yang menyertainya: Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput. Tiada apa pun yang dapat membuatnya menjadi makhluk yang kuat dan teguh, kecuali dengan dilahirkan kembali dari benih yang tidak fana, yaitu firman Allah. Firman Allah akan mengubahnya menjadi makhluk paling luhur, yang kemuliaan nya tidak akan memudar seperti bunga, tetapi bersinar seperti malaikat. Firman ini disajikan di hadapan kamu setiap hari dalam pewartaan Injil. Amatilah,
        1. Manusia, dalam semarak dan kemuliaannya yang megah, tetaplah makhluk yang bertambah layu, memudar, dan akan mati. Secara keseluruhan, semua yang hidup adalah seperti rumput. Dalam memasuki dunia ini, dalam kehidupan dan kejatuhannya, ia serupa dengan rumput (Ayb. 14:2; Yes. 40:6-7). Bahkan dalam segala kemuliaannya, kemuliaan itu seperti bunga rumput. Kecerdasannya, keindahannya, kekuatannya, kegigihannya, kekayaannya, kehormatannya, semua ini hanyalah seperti bunga rumput, yang akan segera layu dan mati.
        2. Satu-satunya cara untuk membuat makhluk yang akan binasa ini tetap teguh dan tidak fana adalah dia harus menyambut dan menerima firman Allah. Sebab firman ini tetap merupakan kebenaran kekal, dan jika diterima, akan memeliharanya sampai pada hidup kekal, dan akan tinggal bersama dia untuk selama-lamanya.
        3. Para nabi dan rasul memberitakan ajaran yang sama. Firman ini, yang disampaikan oleh Yesaya dan nabi-nabi lain dalam Perjanjian Lama, adalah firman yang sama yang diberitakan oleh para rasul dalam Perjanjian Baru.


SBU

MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Renungan Pagi
J‘ KJ.27: 1,2-Berdoa
JANGAN SIA-SIAKAN ANUGERAH TUHAN

1 Petrus1:13-16
"Sebab itu siapkalah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu......" (ay. 13)

Rasul Petrus menasihati orang percaya untuk mengatur dengan benar hati dan pikirannya (siapkanlah akal budimu), waspada atau menahan diri serta mendorong diri sendiri untuk mengerahkan segenap kekuatan melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan,
berdasarkan anugerah Yesus Kristus. la juga menegaskan pentingnya hidup sebagai anak-anak yang taat, tidak boleh menuruti hawa nafsu yang menguasai pada waktu kebodohan. Karena Allah adalah Allah Kudus, maka dalam memanggil orang berdosa ajakan yang
kuat kepada orang berdosa adalah untuk hidup kudus karena Allah yang memanggilnya Allah yang kudus.

Hidup yang sebenarnya kita jalani rnesti dipahami dan dimengerti sebagai sebuah pengharapan sebab dalam peng harapan kita mengerjakan sesuatu yang berguna untuk hidup kita sendiri paling tidak, tetapi sebagai orang percaya kita terpanggil untuk mengerja-
kan kebaikan karena Tuhan telah terlebih dahulu memberikan kebaikan kepada kita. Semua orang percaya akan diuji kemurnian imannya sehingga memperoleh puji-pujlan dan kemuliaan dan kehormatan (1 Pet 1:7).

Tujuan orang percaya hidup kudus karena ia tidak mau menyia-nyiakan penebusan Kristus yang sudah dianugerahkan. Kalau kita masih hidup sembarangan dalam dosa maka sama saja dengan kita menghina dan menyangkali karya Yesus Kristus di kayu salib.
Jika demikian karena sudah terlebih dahulu menerima anugerah keselamatan di dalam Yesus, maka hidup kudus merupakan ucapan syukur dan terima kasih atas kasih dan kebaikan Tuhan. Respon orang percaya atas kasih Allah yang besar bagi manusia yang bertobat dan berkomitmen hidup sesuai kehendak Allah. Komitmen hidup dalam kekudusan merupakan kesaksian nyata dari anak-anak Tuhan. Jangan sia-siakan hidup dengan perbuatan yang memalukan.

KJ.27: 3,4
Doa : (Sadarkan kami Tuhan untuk menggunakan hari-hari kehidupan ini dengan benar dan bertanggungjawab)


MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
SENIN, 26 NOVEMBER 2018
Renungan Malam
GB.245 : 1 -Berdoa
H|DUP ADALAH UCAPAN SYU KUR

1 Petrus 1:17-25
"Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, ............ .." (ay.17)

Disini Petrus menegaskan bahwa orang percaya mengakui Allah
yang Mahabesar sebagai Bapa dan Hakim harus hidup dalam takut
akan Dia selama menumpang di dunia ini. Kalau ayat 17 aiasan
pertama, maka ayat 18-19 adalah alasan kedua, bahwa orang
percaya telah ditebus bukan dengan barang yang fana bukan pula
dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal,
yaitu darah Kristus.

Setelah menyebutkan harga penebusan, Rasul Petrus melanjut~
kan dengan berbicara tentang kasih persaudaraan. Menjalin kasih
persaudaraan adalah merupakan kewajiban semua orang Kristen
untuk mengasihi satu sama Iain dengan tulus dan sungguh-
sungguh. Hidup yang demikian adalah karena kelahiran kembali
yang terjadi sehingga menciptakan hubungan yang baru dan dekat
satu sama lain. Firman Allah adalah sarana agung pembaharuan
diri atau kelahiran kembali.

Ada pepatah atau peribahasa yang mengatakan "Karena nila
setitik rusak susu sebelanga", dalam pengertian rohaninya seperti
ini: kekudusan hidup seseorang bisa dinodai dengan satu per-
buatan dosa yang sewaktu-waktu dilakukanl. Seorang anak Tuhan,
ia masih bisa jatuh ke dalam dosa karena tidak taat atau tidak
waspada. Dengan memahami dan menerapkan kasih Tuhan akan
mencegah kita untuk memanfaatkan orang lain demi kepentingan,
kepuasan, dan keegoisan diri kita sendiri. Kasih Tuhan seharusnya
mendorong umat Tuhan membuang segala dosa yang menyakiti
hatiTuhan maupun sesama manusia.

Alkitab adalah sum ber kekuatan bagi orang Kristen untuk dapat
tetap hidup kudus karena Firman Tuhan itu kekal sampai se|ama-
lamanya,tidak berubah dan sekaligus menjadi sumber yang tidak
habis-habisnya mengisi kehidupan orang-orang percaya (ay 24-
25). Masalahnya apakah Alkitab menjadi makanan yang selalu
kita cari?

GB.245 : 2
Doa : (Bimbing kami ya Tuhan untuk memperhatikan hidup yang
sesuai kehendak-Mu)



Label:   1 Petrus 1:17-25 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 27 NOVEMBER 2018 - MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN - 1 Petrus 2:7-10 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 25 NOVEMBER 2018 - BERHIKMAT DALAM HIDUP - 1 Korintus 10:12-13 - HARI MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA

Garis Besar 1 Petrus

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,