Save Page
1 Petrus 2:7-10
 2:7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan." 2:8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan. 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Penjelasan:

& 1Ptr 2:7-8 - Karena itu bagi kamu yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya ... suatu batu sandungan // yang percaya // yang tidak percaya // Untuk itu mereka juga telah disediakan

7, 8. Karena itu bagi kamu yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya ... suatu batu sandungan. Bentuk kata benda Bari kata "berharga" dipakai di sini; secara harfiah artinya sebuah kehormatan, sesuatu yang sangat dihargai. Melalui ungkapan ini Kristus secara sederhana diperkenalkan sebagai Juruselamat dan Hakim. Kemurahan yang ditolak berubah menjadi hukuman. Hal ini merupakan doktrin Kristus (Mat. 21:44; Yoh. 12:48). Di dalam nas ini yang percaya dikontraskan dengan yang tidak percaya atau yang tidak taat. Jadi iman ditampilkan sebagai ketaatan atau kesediaan yang pokok. Untuk itu mereka juga telah disediakan. Berlandaskan pada pengetahuan Allah tentang apa yang akan terjadi. maksud ilahi yang sama. yang memilih para pembaca surat Petrus sebagai anak-anak-Nya sendiri, sayang sekali telah menetapkan mereka yang tidak taat untuk menanggung akibat yang timbul dari sikap mereka tersebut.

Wycliffe: 1Ptr 2:9-10 - Tetapi kamulah bangsa yang terpilih // umat kepunyaan Allah sendiri // bukan umat Allah - // telah menjadi umat-Nya

9, 10. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih. Pernyataan ini secara kuat mengingatkan kita akan ajaran Kristus sendiri. Acuan-Nya kepada batu penjuru yang ditolak berhubungan dengan perumpamaan-Nya tentang pekerja-pekerja kebun anggur yang telah membunuh putra dari pemilik kebun anggur itu. Pada saat yang bersamaan dan seiring dengan acuan-Nya tentang batu penjuru yang ditolak, Yesus mengatakan kepada para pemimpin Yahudi, "Kerajaan Allah akan diambil daripadamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu" (Mat. 21:43). Petrus kini menulis kepada "bangsa" ini, yang kesetiaan dan kelayakan mereka langsung menandai mereka sebagai anak-anak Sang Raja dan mencerminkan penghargaan kepada Dia yang telah memanggil mereka keluar dari kegelapan kepada terang-Nya. Kata-kata yang diterjemahkan menjadi umat kepunyaan Allah sendiri secara harfiah artinya umat yang mendatangkan keuntungan (Yunani, peripoiesis). Kadang-kadang kata ini menunjuk kepada perolehan sesuatu yang sangat diinginkan (Kis. 20:28; I Tim. 3:13). Kadang-kadang kata ini berarti perlindungan atau keselamatan. Dalam Ibrani 10:39 kata ini diterjemahkan dengan "beroleh hidup" yang dibedakan dengan "binasa." Inilah suatu nasihat pembangkit semangat yang luar biasa. Surat ini ditulis kepada orang-orang yang sangat dihargai, orang-orang yang harus diselamatkan, orang-orang yang layak untuk dimiliki. Petrus mengakhiri doktrin ini dengan mengutip kata-kata Hosea (1:6, 9: 2:23). Sebelumnya mereka itu bukan umat Allah - mungkin karena mereka keturunan bukan Yahudi - tetapi sekarang mereka telah menjadi umat-Nya.

* Rasul Petrus menarik kesimpulan penting (ay. 7). Yesus Kristus disebut sebagai batu penjuru utama. Karena itu, dengan rasa hormat Rasul Petrus memberikan kesimpulan kepada orang-orang baik, "Oleh sebab itu, kepada kamu yang percaya bahwa Ia sangat berharga atau terhormat, Kristus merupakan mahkota dan kehormatan orang Kristen. Kamu yang percaya, sama sekali tidak akan merasa malu dengan-Nya, tetapi akan membanggakan Dia dan bermegah dalam Dia selamanya." Mengenai orang-orang fasik, mereka yang tidak taat akan terus menentang dan menolak Yesus Kristus. Namun, Allah memutuskan bahwa meskipun mereka menentang-Nya, Ia akan tetap menjadi batu penjuru. Ketahuilah bahwa,

    1. Apa saja yang disimpulkan dengan benar dari Kitab Suci dan karena memang begitu adanya, dapat diandalkan kepastiannya seolah-olah memang begitu yang dinyatakan dengan jelas dalam Kitab Suci. Rasul Petrus menarik kesimpulan dari kesaksian sang nabi. Nabi itu memang tidak langsung menyata kannya demikian, namun jelas ia berkata demikian karena jelas terlihat dari apa yang menjadi akibat dari perkataannya itu. Juruselamat kita meminta orang-orang menyelidiki Kitab Suci, sebab isinya bersaksi tentang diri-Nya, meskipun tidak satu pun di antaranya yang berkata bahwa Yesus dari Nazaret adalah Sang Mesias. Namun, Kitab Suci berkata bahwa Dia yang akan lahir dari seorang anak dara, sebelum tongkat kerajaan beranjak dari Yehuda, dalam masa Bait Allah kedua, dan sesudah tujuh puluh kali tujuh masa dalam kitab Daniel, adalah Sang Mesias. Seperti itulah Yesus Kristus. Untuk menarik kesimpulan ini, orang harus menggunakan penalaran, sejarah, penglihatan mata, dan pengalaman. Bagaimanapun juga, isi Kitab Suci adalah kesimpulan yang sempurna.
    2. Tugas seorang hamba Tuhan yang setia adalah menerapkan kebenaran umum kepada suasana dan keadaan tertentu para pendengarnya. Rasul Petrus mengutip perkataan sang nabi (ay. 6), dan menerapkannya secara terpisah kepada orang-orang yang baik dan jahat. Hal ini membutuhkan hikmat, keberanian, dan ketaatan, namun sangat bermanfaat bagi para pendengarnya.
    3. Yesus Kristus teramat berharga bagi semua orang percaya yang setia. Kemegahan dan keagungan pribadi-Nya, martabat jabatan-Nya, hubungan-Nya yang dekat, karya-Nya yang ajaib, kasih-Nya yang sangat besar, semuanya ini membawa orang-orang percaya untuk memberi penghargaan dan penghormatan tertinggi terhadap Yesus Kristus.
    4. Orang-orang tidak percaya tidak memiliki iman yang benar. Yang diartikan dengan orang-orang tidak percaya adalah mereka yang tidak dapat diyakinkan, senantiasa ragu-ragu, dan tidak mau bertobat. Orang-orang seperti ini mungkin saja mempunyai beberapa pengertian yang benar, tetapi bukan iman yang teguh.
    5. Orang-orang yang seharusnya membangun jemaat Kristus sering kali justru merupakan musuh-musuh terbesar Kristus di dunia. Di dalam Perjanjian Lama, para nabi palsu paling sering mendatangkan celaka. Di dalam Perjanjian Baru, perlawanan dan kekejaman terbesar yang dihadapi Kristus justru datang dari para ahli Taurat, orang Farisi, imam-imam besar, dan mereka yang berpura-pura membangun dan mengurus jemaat.
    6. Allah akan tetap melanjutkan karya-Nya sendiri dan mendukung kepentingan Yesus Kristus di dunia, tidak peduli dengan kepalsuan orang-orang yang pura-pura berteman, dan perlawanan dari musuh-musuh terbesar-Nya.

IV. Rasul Petrus menambahkan penggambaran selanjutnya, masih menggunakan kiasan batu (ay. 8). Kata-kata ini diambil dari 13-14, TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus – Ia akan menjadi batu sentuhan dan batu sandungan. Dari sini terlihat jelas bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN semesta alam, dan karena itu juga Allah yang Mahatinggi. Amatilah,

    1. Mereka yang membangun, yakni para imam besar, menolak Dia, dan umat lalu mengikuti para pemimpin mereka itu. Dengan demikian, bagi mereka Kristus menjadi batu sentuhan dan batu sandungan, sehingga mereka tersandung dan melukai diri sendiri. Akibatnya, Ia menimpa mereka bagaikan batu besar atau batu karang, dan menghukum mereka dengan kebinasaan (Mat. 21:44), barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk. Ketahuilah bahwa,
        (1) Semua orang yang tidak percaya telah melawan firman Allah: Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah. Mereka telah melawan Kristus sendiri, melawan pajaran-Nya, dan kemurnian ajaran-Nya. Namun, para pengajar Yahudi terutama tersandung karena melihat kesederhanaan penampilan-Nya dan karena anjuran untuk percaya hanya kepada-Nya supaya bisa dibenarkan di hadapan Allah. Mereka tidak bisa diajak mencari pembenaran melalui iman, dan hanya percaya bahwa pembenaran hanya diperoleh dengan melaksanakan Hukum Taurat. Mereka tersandung pada batu sandungan (Rm. 9:32).
        (2) Yesus yang terberkati ini merupakan Juruselamat bagi sebagian orang, dan pada saat yang sama juga menjadi sandungan bagi dosa dan kehancuran sebagian yang lain. Ia ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel. Dia bukanlah penyebab dosa mereka, melainkan sandungan saja bagi dosa mereka. Ketidaktaatan mereka sendirilah yang membuat mereka tersandung pada-Nya dan menolak Dia, yang membuat Dia menghukum mereka sebagai hakim dengan kebinasaan. Orang-Orang yang menolak Dia sebagai Juruselamat akan remuk tertimpa oleh-Nya sebagai batu karang.
        (3) Allah sendiri telah menetapkan kebinasaan kekal bagi semua orang yang tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah. Semua orang yang memutuskan untuk terus berjalan di dalam ketidaksetiaan dan kebencian mereka terhadap Injil, ditetapkan akan menerima kebinasaan kekal, dan Allah sejak dari kekekalan tahu siapa mereka.
        (4) Ketika melihat orang Yahudi pada umumnya menolak Kristus, dan orang banyak dari segala zaman meremehkan Dia, kita jangan sampai kehilangan semangat dalam kasih dan kewajiban kita kepada-Nya. Sebab hal ini telah dinubuatkan jauh sebelumnya oleh para nabi, dan merupakan peneguhan iman kita baik terhadap Kitab Suci maupun Sang Mesias.
    2. Orang-orang yang menerima Dia memperoleh hak-hak sangat istimewa (ay. 9). Orang-orang Yahudi teramat menyanjung hak-hak istimewa zaman dahulu mereka, sebagai satu-satunya umat pilihan Allah, dibawa ke dalam perjanjian khusus dengan-Nya, dan dipisahkan dari dunia selebihnya. "Nah," kata mereka, "jika kita tunduk kepada ketetapan Injil, maka kita akan kehilangan semua hak istimewa ini, dan berdiri setingkat dengan orang-orang bukan Yahudi."
        (1) Menanggapi keberatan ini, Rasul Petrus menjawab bahwa jika mereka tidak tunduk, maka mereka akan binasa (ay. 7-8). Sebaliknya, apabila mereka mau tunduk, mereka tidak akan kehilangan keuntungan apa pun. Mereka bahkan dapat melanjutkan keinginan mereka itu, yakni menjadi bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, dan seterusnya. Ketahuilah bahwa,
            [1] Semua orang Kristen yang setia adalah bangsa yang terpilih. Mereka menjadi sebuah keluarga, umat dengan jenis dan rumpun yang berbeda dengan dunia pada umumnya. Umat dengan roh, asas, dan perilaku lain, yang tidak akan pernah dapat mereka miliki jika tidak dipilih di dalam Kristus dan dikuduskan oleh Roh-Nya.
            [2] Semua hamba Kristus yang setia adalah imamat yang rajani. Mereka rajani dalam hal hubungan mereka dengan Allah dan Kristus, dalam kuasa mereka bersama Allah, serta dalam kuasa mereka atas diri sendiri dan musuh-musuh rohani mereka. Mereka seperti bangsawan karena roh mereka ditinggikan dan menjadi unggul, dan juga karena tinggi dan mulianya pengharapan dan keinginan mereka. Mereka adalah imamat rajani, yang terpisah dari dosa dan orang-orang berdosa, dikhususkan bagi Allah, serta memberikan pelayanan dan persembahan korban rohani kepada Allah, yang berkenan kepada Allah melalui Yesus Kristus.
            [3] Semua orang Kristen, siapa pun mereka, membentuk sebuah bangsa yang kudus. Mereka merupakan satu bangsa, dihimpun di bawah satu kepala, selaras dalam perilaku dan kebiasaan yang sama, dan diperintah dengan hukum yang sama. Mereka disebut bangsa yang kudus karena dikuduskan dan dikhususkan bagi Allah, serta diperbarui dan dikuduskan oleh Roh Kudus-Nya.
            [4] Sungguh merupakan kehormatan bagi hamba-hamba Kristus karena mereka adalah umat Allah yang istimewa. Mereka merupakan umat yang diperoleh, dipilih, dipelihara, dan diperkenan oleh-Nya. Keempat martabat semua orang Kristen sejati ini sebenarnya bukanlah tabiat alamiah mereka, sebab keadaan awal mereka sangatlah gelap dan mengerikan. Namun, mereka dipanggil keluar dari kegelapan untuk memasuki terang, sukacita, kebahagiaan, dan kesejahteraan yang luar biasa, sehingga dengan tujuan serta pandangan ini, melalui perkataan dan perbuatan, mereka dapat memperlihatkan kebajikan serta puji-pujian kepada Dia yang telah memanggil mereka.
        (2) Guna membuat orang-orang ini merasa puas dan bersyukur atas segala belas kasihan serta kehormatan besar yang diberikan kepada mereka melalui Injil, Rasul Petrus menasihati mereka agar membandingkan keadaan mereka dahulu dengan keadaan sekarang ini. Pada masa dahulu mereka bukan sebuah bangsa atau umat, dan memperoleh belas kasihan-Nya, malah mereka disangkal dan diceraikan (Yer. 3:8; Hos. 1:6, 9). Namun, sekarang mereka diterima kembali untuk menjadi umat Allah, dan telah memperoleh belas kasihan. Ketahuilah bahwa,
            [1] Orang-orang yang terbaik patut sering-sering menengok ke belakang dan melihat seperti apa mereka pada masa lalu.
            [2] Umat Allah merupakan umat yang paling berharga di seluruh dunia. Yang lain bukanlah umat-Nya, dan nyaris tidak berguna.
            [3] Masuk ke dalam bilangan umat Allah merupakan belas kasihan yang sangat besar, dan hal ini bisa diperoleh.


SBU

MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Renungan Pagi
GB.78: 1 -Berdoa
BATU H|DUP BUKAN BATU SANDUNGAN
1 Petrus 2:1-6
"Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan." (ay.6)

Dalam kenyataan yang kita jumpai sehari-hari, ada orang Kristen
ternyata tidak selalu hidup rukun seorang dengan yang lain, bahkan
antar sesama warga jemaat dan gereja Tuhan. Sesungguhnya
tujuan utama hidup orang Kristen yakni menjadi saksi bagi orang
lain, sehingga orang Iain melihat pada diri kita sebagai contoh
atau teladan dalam berbuat baik. Namun tanpa kita sadari, acapkali
justru kita menjadi "batu sandungan" bagi orang lain, bukan menjadi
"batu yang hidup". Memang Yesus Kristus adalah batu pilihan,
karena Dia dipilih oleh Allah untuk menjadi batu penjuru. Siapa
yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan.

Sebagai batu penjuru, Tuhan Yesus adalah pusat dari semua
aspek kehidupan kita. Dia adalah batu yang menentukan arah ke-
hid upan kita. Karena itu kita harus menjadikan Tuhan Yesus se-
bagai prioritas dan tujuan hidup kita. Rasul Petrus sendiri adalah
rasul yang sudah memperbaharui dirinya. la mendesak orang per-
caya agar (1) membuang segala kejahatan, segala tipu muslihat
dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah, (2) menjadi
sama seperti bayi yang baru lahir, selalu ingin akan air susu yang
murni dan yang rohani, ..,mengecap kebaikan Tuhan, (3) datang
kepada-Nya, (4) siap dipergunakan sebagai batu hidup untuk pem-
bangunan suatu rumah rohani, dan (5) siap menerima status baru
yang terus menerus mau dibaharui .

Menjadi "batu yang hidup", bukan "batu sandungan", merupakan
nasihat untuk melakukan koreksi atau semacam cek and recek
terhadap kehidupan kita sebagai orang Kristen, pelayan Kristus,
jemaat Kristen atau gereja Kristen apakah hidup dan peiayanan
kita menjadi batu yang hidup (menjadi berkat, mem bawa kebaikan)
atau justru menjadi batu sandungan?

GB.78 ; 5
Doa : (Biarlah hidup kami menjadi alat Tuhan menjadi batu yang
hidup untuk sesama dan semua ciptaan lainnya)


MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
SELASA, 27 NOVEMBER 2018
Renungan Malam
KJ.424 : 1 -Berdoa
MEMBERLAKUKAN APA YANG DIBERLAKUKAN TUHAN

1 Petrus 2:7-10
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:" (ay.9)

Kehadiran orang percaya di tengah-tengah dunla bukanlah suatu
kebetulan atau tanpa sebuah tujuan. Tuhan menempatkan kita di
bumi dengan maksud dan tujuan yang sangat mulia, yang dalam
bahasa kitab Kejadian sebagai mandataris Allah atau imago Del.
Dan dalam bahasa surat I Petrus 2:9 kita adalah umat pilihan Tuhan: dipilih, dikhususkan dan dipanggil untuk rencana-Nya yang indah yaitu "...supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan
yang besar dari Dia".

Oleh karena itu kita tidak boleh asal-asalan menjalani hidup
kekristenan kita. Sebab "kamu, yang dahulu bukan umat Allah,
tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak
dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan."-
(ay.10). Kita yang dulunya berada dalam kegelapan kini telah
dipindahkan ke dalam terang-Nya yang ajaib; kita yang dulunya
adalah hamba dosa kini menjadi hamba kebenaran (lih Rom 6:17-
18). status kita pun berubah menjadi anak-anak Allah. "Dan jika
kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya
orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah," (lih Roma
8:17); itu semua Karena pengorbanan Kristus dl atas kayu salib.

Hdup yang sesuai dengan panggilan Tuhan berarti hidup yang
seturut kehendak dan rencana Tuhan. Apabila kita telah dipilih
sedemikian rupa oleh Allah, maka sudah seharusnya kita menjalani
setiap profesl kita sebaik mungkin, apa pun itu, dengan memanfaat-
kan segala karunia dan talenta yang Dia anugerahkan. Jangan
sampai kita berpikir bahwa kita cukup menjalani hidup yang biasa-
biasa saja. Dia ingin kita selalu melakukan yang terbaik.

KJ.424:3
Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami menjalani hidup yang Tuhan
percayakan seturut dengan kehendak-Mu agar setiap pekerjaan
yang kami lakukan adalah yang terbaik)


Label:   1 Petrus 2:7-10 





NEXT:
RABU, 28 NOVEMBER 2018 - MENDERITA DALAM KEBENARAN, BERBAHAGIALAH - 1 Petrus 2:18-25 (SGDK) - MlNGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 26 NOVEMBER 2018 - HIDUP ADALAH UCAPAN SYUKUR - 1 Petrus 1:17-25 - MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA

Garis Besar 1 Petrus

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,