Save Page
2 Timotius 2:1-7
Panggilan untuk ikut menderita
2:1 Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2:5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. 2:6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. 2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Penjelasan:

* Rajin Mengutamakan Orang Lain (2:1-7).
Satu hal terpenting dalam memelihara harta yang dipercayakan itu ialah mengajarkannya dengan setia kepada orang lain yang kemudian juga ditugaskan untuk mengajarkannya.

* 2Tim 2:1 - kuat // Kasih karunia // Ikutlah menderita // Bertanding menurut peraturan // Memperoleh mahkota
Untuk itu, kata Paulus, seorang guru Kristus harus kuat. Semua pemakaian kata ini di dalam Perjanjian Baru berhubungan dengan Paulus atau dipakai olehnya (4:17; Kis. 9:22; Rm. 4:20; Ef. 6:10; Flp. 4:13; I Tim. 1:12). Kasih karunia merupakan istilah universal untuk kuasa dan karunia Roh (lihat Charles Hodge, systematic Theology, II: 654, 655).
Tiga kiasan terkenal mengenai hubungan antara seorang guru Kristen dengan imannya dikemukakan di dalam nas ini: (1) Sebagai Seorang Prajurit (1:3, 4). Ikutlah menderita. Maksudnya, ikutlah menderita bersama aku. (2) Sebagai Seorang Olahragawan (1:5). Bertanding menurut peraturan. Ini mengandung arti latihan untuk pertandingan dan juga peraturan yang mengatur pertandingan. Memperoleh mahkota hanya dipakai di sini dan dalam Ibrani 2:7, 9 di dalam Perjanjian Baru; kata bendanya dipakai di 4:8. Mahkota ini di bagian lain dilukiskan sebagai "mahkota yang abadi" (I Kor. 9,25), "mahkota kebenaran" (4:8), "mahkota kehidupan" (Yak. 1:12, Why. 2:10), "mahkota kemuliaan" (I Ptr. 5:4). (3) Sebagai Seorang Petani (1:6). Prinsip ini dibahas dengan lebih lengkap di I Korintus 9:1-14 dan I Timotius 5:17, 18 dan dapat diterapkan kepada pemberian upah dan pemeliharaan, tetapi di sini yang ditekankan ialah keuntungan rohani bagi Timotius sendiri. Dia hendaknya mengetahui berkat-berkat dari pemberitaan yang dia sebarkan kepada orang lain (bdg. I Tim. 4:15, 16).

*  2Tim 2:1-7 - Ketabahan dalam Pelayanan
    Dalam pasal ini rasul kita memberi Timotius banyak nasihat dan arahan, yang juga sangat bermanfaat bagi orang lain, baik hamba-hamba Tuhan maupun orang-orang Kristen, karena semua nasihat dan arahannya itu dimaksudkan untuk mereka juga, selain untuk Timotius.
        I. Dia memberi dorongan kepada Timotius dalam pekerjaannya, dengan menunjukkan kepadanya dari mana dia harus mendapatkan pertolongan (ay. 1).
        II. Dia harus mempersiapkan penerus dalam pelayanannya, supaya jabatannya tidak ikut mati bersama dia (ay. 2).
        III. Dia menasihati Timotius supaya teguh dan tekun dalam pekerjaan ini, seperti seorang prajurit dan seperti seorang petani, dengan mengingat apa yang akan akan menjadi akhir dari segala penderitaannya, dan seterusnya (ay. 3-15).
        IV. Dia harus menghindari omongan yang tidak suci dan sia-sia (ay. 16-18), karena semuanya itu merusak dan jahat.
        V. Dia membicarakan tentang dasar yang diletakkan Allah, yang tetap teguh (ay. 19-21).
        VI. Apa yang harus Timotius hindari, yaitu nafsu orang muda, dan soal-soal yang bodoh dan tidak terpelajar, dan apa yang harus dilakukannya (ay. 22 sampai selesai).

Ketabahan dalam Pelayanan (2:1-7)

    Di sini Paulus mendorong Timotius supaya teguh dan tekun dalam pekerjaannya: Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus (ay. 1). Perhatikanlah, orang-orang yang memiliki pekerjaan yang harus dikerjakan untuk Allah harus membangkitkan diri mereka sendiri untuk melakukannya, dan menguatkan diri mereka sendiri untuk itu. Menjadi kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus dapat dipahami sebagai kebalikan dari kelemahan karena kasih karunia. Di mana ada kebenaran kasih karunia, di situ harus ada kerja keras dengan kekuatan karena kasih karunia. Ketika pencobaan-pencobaan yang kita hadapi meningkat, kita perlu bertumbuh menjadi semakin kuat dan lebih kuat lagi dalam hal yang baik. Iman kita lebih kuat, tekad kita lebih kuat, kasih kita kepada Allah dan Kristus lebih kuat. Atau ini dapat dipahami sebagai kebalikan dari kita menjadi kuat dengan kekuatan kita sendiri: "Jadilah kuat, bukan dengan mengandalkan kecukupanmu sendiri, melainkan dengan kasih karunia yang ada dalam Yesus Kristus." Bandingkanlah dengan 10, Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Ketika Petrus berjanji lebih memilih mati bagi Kristus daripada menyangkal-Nya, dia kuat dengan kekuatannya sendiri. Kalau saja dia kuat dengan kasih karunia yang ada di dalam Kristus Yesus, dia pasti dapat mempertahankan pendiriannya dengan lebih baik. Perhatikanlah,
        1. Ada kasih karunia di dalam Kristus Yesus. Hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus (Yoh. 1:17). Ada kasih karunia yang cukup di dalam Dia untuk kita semua.
        2. Kita harus menjadi kuat oleh kasih karunia ini. Bukan oleh diri kita sendiri, oleh kekuatan kita sendiri, atau oleh kasih karunia yang telah kita terima, melainkan oleh kasih karunia yang ada di dalam Dia, dan itulah cara menjadi kuat oleh kasih karunia.
        3. Seperti seorang bapa menasihati anaknya, demikianlah Paulus menasihati Timotius, dengan penuh kelemahlembutan dan kasih sayang. Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat, dan seterusnya.
    Perhatikanlah,
        I. Timotius harus memperhitungkan penderitaan-penderitaan, bahkan sampai menumpahkan darah, dan oleh karena itu dia harus melatih orang lain untuk menjadi penerusnya dalam pelayanan Injil (ay. 2). Dia harus mengajar orang-orang lain, dan melatih mereka untuk pelayanan, dan dengan demikian mempercayakan kepada mereka hal-hal yang telah dia dengar. Dan dia juga harus menahbiskan mereka untuk pelayanan, mempercayakan Injil ke dalam tangan mereka, dan dengan demikian mempercayakan kepada mereka hal-hal yang telah dia dengar. Dua hal harus dia perhatikan dalam menahbiskan hamba-hamba Tuhan: Ketaatan atau ketulusan mereka ("Percayakanlah kepada orang-orang yang dapat dipercayai [KJV: setia], yang dengan tulus hati bertujuan untuk mendapatkan kemuliaan bagi Allah, kehormatan bagi Kristus, kesejahteraan jiwa-jiwa, dan kemajuan kerajaan sang Penebus di antara manusia"), dan juga kemampuan mereka dalam pelayanan. Mereka tidak boleh hanya memiliki pengetahuan untuk diri mereka sendiri saja, melainkan harus dapat mengajar orang-orang lain juga, dan suka mengajar. Di sini kita mendapati,
            1. Hal-hal yang harus Timotius percayakan kepada orang lain, yaitu apa yang telah dia dengar dari Rasul Paulus di antara banyak saksi. Dia tidak boleh menyampaikan apa pun selain itu, dan juga selain apa yang Paulus telah sampaikan kepadanya, dan hal-hal lainnya yang telah dia terima dari Tuhan Yesus Kristus.
            2. Dia harus mempercayakan hal-hal itu, sebagai simpanan yang kudus, yang harus dijaga, dan harus mereka sebarkan dengan murni dan tidak bercacat-cela kepada orang lain.
            3. Orang-orang yang akan dia percayakan dengan hal-hal ini haruslah orang yang setia, yaitu yang dapat dipercaya, dan yang cakap mengajar orang lain.
            4. Walaupun orang-orang itu setia dan mampu mengajar orang lain, namun hal-hal ini harus dipercayakan kepada mereka oleh Timotius, seorang hamba Tuhan, orang yang berwenang untuk itu. Tidak ada seorang pun yang boleh ikut campur tanpa izin dalam pelayanan, melainkan haruslah hal-hal itu dipercayakan kepada mereka oleh orang-orang yang sudah memegang jabatan itu.
        II. Dia harus ikut menderita (ay. 3, KJV: menanggung penderitaan): Ikutlah, dan seterusnya.
            1. Semua orang Kristen, namun terutama hamba-hamba Tuhan, adalah prajurit-prajurit Yesus Kristus. Mereka berjuang di bawah panji-panji-Nya, dalam perkara-Nya, dan melawan musuh-musuh-Nya, karena Dia-lah yang memimpin kita kepada keselamatan (Ibr. 2:10).
            2. Prajurit-prajurit Yesus Kristus harus membuktikan diri sebagai prajurit yang baik, setia kepada pemimpin mereka, teguh dalam perkara-Nya, dan tidak boleh berhenti berjuang sampai mereka menjadi lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi mereka (Rm. 8:37).
            3. Barangsiapa hendak membuktikan diri sebagai prajurit yang baik bagi Yesus Kristus, ia harus menanggung penderitaan. Artinya, kita harus sudah memperkirakannya dan menganggapnya pasti akan terjadi di dunia ini, harus menanggungnya dan membiasakan diri kita dengannya, dan memikulnya dengan sabar ketika penderitaan itu datang, dan tidak boleh kehilangan ketulusan kita karenanya.
        III. Timotius tidak boleh memusingkan dirinya dengan urusan-urusan dunia ini (ay. 4). Seorang prajurit, ketika dia sudah terdaftar untuk ikut dalam tugas, meninggalkan pekerjaannya, dan segala urusannya, supaya dapat mengikuti perintah-perintah pimpinannya. Jika kita sudah menyerahkan diri kita untuk menjadi prajurit Kristus, kita harus melepaskan dunia ini. Dan walaupun tidak ada penangkal, kita harus melibatkan diri kita dalam urusan-urusan hidup ini selama kita ada di sini (ada yang harus kita kerjakan di sini), tetapi kita tidak boleh memusingkan diri kita dengan urusan-urusan itu, sedemikian rupa sehingga dialihkan dan dibelokkan dari kewajiban kita kepada Allah dan urusan-urusan penting Kekristenan kita. Orang-orang yang akan berjuang untuk peperangan yang baik harus melepaskan dunia ini. Supaya kita dapat menyenangkan hati Dia yang telah memilih kita menjadi prajurit-prajurit-Nya. Perhatikanlah,
            1. Kepedulian utama seorang prajurit haruslah untuk menyenangkan hati jenderalnya. Demikian pula kepedulian utama seorang Kristen haruslah untuk menyenangkan Kristus, supaya kita terbukti layak bagi Dia. Cara untuk menyenangkan hati-Nya yang telah memilih kita menjadi prajurit-Nya bukanlah dengan memusingkan diri kita dengan soal-soal hidup ini, melainkan dengan membebaskan diri dari kekusutan yang dapat menghalangi kita dalam peperangan suci kita.
        IV. Timotius harus memperhatikan supaya dalam melakukan peperangan rohani dia mengikuti peraturan, supaya dia mematuhi aturan-aturan peperangan (ay. 5): Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Kita berjuang supaya menang, supaya menang atas nafsu dan kejahatan kita, supaya unggul dalam hal yang baik, namun kita tidak dapat mengharapkan hadiah kecuali kita mengikuti peraturan. Dalam melakukan hal yang baik kita harus berhati-hati supaya kita melakukannya dengan cara yang benar, supaya kebaikan kita tidak dicela. Perhatikanlah di sini,
            1. Seorang Kristen harus berjuang untuk menang. Dia harus bertujuan untuk menang atas nafsu dan kejahatannya sendiri.
            2. Namun dia harus berjuang menurut peraturan-peraturan yang diberikan kepadanya. Dia harus berjuang sesuai peraturan.
            3. Barangsiapa melakukannya dengan cara demikian akan memperoleh mahkota pada akhirnya, setelah kemenangan penuh dicapai.
        V. Dia harus bersedia menunggu imbalan (ay. 6): Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. Atau, seperti sebagaimana seharusnya ayat itu diartikan, Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang lebih dahulu menikmati hasil usahanya, seperti yang tampak dengan membandingkan ayat ini dengan 7. Jika kita mau menikmati buah, kita harus bekerja keras. Jika kita mau memperoleh hadiah, kita harus mengikuti perlombaan. Dan, lebih lanjut, kita harus bekerja keras lebih dahulu seperti yang dilakukan petani, dengan rajin dan sabar, sebelum menikmati buah. Kita harus melakukan kehendak Allah, sebelum menerima hal-hal yang dijanjikan, yang menjadi alasan kita perlu bersabar (Ibr. 10:36). Lebih lanjut rasul Paulus mempercayakan hal yang telah dia katakan untuk Timotius perhatikan, dan menyatakan keinginan dan harapannya mengenai dia: Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu (ay. 7). Di sini,
            1. Paulus menasihati Timotius supaya mempertimbangkan hal-hal yang telah dia peringatkan kepadanya. Timotius harus diingatkan supaya menggunakan kemampuannya dalam mencerna hal-hal yang dari Allah. Pertimbangan yang matang sangat diperlukan baik untuk berperilaku dengan baik maupun untuk bertobat dengan sungguh-sungguh.
            2. Dia berdoa untuk Timotius: Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu. Perhatikanlah, Allah-lah yang memberikan pengertian. Orang yang paling pandai membutuhkan lebih banyak dan lebih banyak lagi karunia ini. Jika Dia yang memberikan wahyu dalam firman tidak memberikan pengertian di dalam hati, maka kita bukanlah apa-apa. Bersama dengan doa kita untuk orang lain, supaya Tuhan mau memberi mereka pengertian dalam segala sesuatu, kita juga harus menasihati dan mendorong mereka untuk mempertimbangkan atau mencerna apa yang kita katakan, karena pertimbangan adalah cara untuk mengerti, mengingat, dan melakukan apa yang kita dengar atau baca.


SBU

MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Renungan Pagi
GB.215: 1 -Berdoa
NYATAKAN KEBAIKAN TUHAN

2 Timotius1:13-18
Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang  telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. (ay.16).

Percaya kepada lnjil atau firman Allah memang harus bersedia
dengan rendah hati untuk menderita dengan penuh kesabaran.
Paulus pada bacaan hari ini mengajak Timotius agar mem perhatikan
ajaran yang dia sampaikan, dan lakukanlah itu dengan kasih (ay
13-14), karena telah banyak orang yang menyimpang dari ajaran
Kristus, termasuk Figelus dan Hermogenes (ay.15).

Rasul Paulus tidak berkata bahwa mereka telah berpaling dari
ajaran Kristus (meskipun tampaknya memang seperti itu), tetapi
bahwa mereka telah berpaling darinya. Mereka mengkhianatinya,
dan tidak mengakuinya ketika ia dilanda kesesakan. Paulus me-
nyebut Onesiforus sebagai seseorang yang tetap setia kepadanya:
ia telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. la tidak malu men-
jumpai aku ketika di dalam penjara (ay.16). Ia baik terhadap Paulus
bukan sekali dua kali, tetapi berulang kaii. Bukan hanya ketika
Paulus berada di Efesus di antara teman-temannya sendiri, me|ain-
kan juga ketika Onesiforus berada di Roma. la sudah berusaha
mencari Paulus dengan sangat tekun, dan menemuinya (ay. 17).

Pelajaran dari Onesiforus adalah orang baik akan mencari ke-
sempatan untuk berbuat baik, dan tidak akan menolak kesempatan
kapan pun dan siapa saja yang datang. Paulus membalasnya
dengan doanya : Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepada
Onesiforus (ay.18). Pelajaran dari Paulus, memperhatikan pesan
lnjil yang diberitakan tidak kalah penting bahkan setara dengan
tindakan memberitakan lnjil itu sendiri. Paulus berdoa agar kasih
Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati Onesiforus untuk
semakin melayani dengan luar biasa dan menjadi berkat bagi banyak
orang. Mereka yang benindak seperti Onesiforus selalu membawa
sukacita dan kesegaran bagi hamba Tuhan sebab melayani dengan
tulus.

GB.215:2
Doa : (Bimbing kami Tuhan untuk selalu menjalani hidup dengan
baik yang kami persembahkan kepada-Mu)


MINGGU XXVI SES. PENTAKOSTA
JUMAT, 30 NOVEMBER 2018
Renungan Malam
GB.63 : 1 -Berdoa
BELAJAR BUAK DARI KEHIDUPAN

2 Timotius 2:1-7
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus (ay.3)

Nasihat Paulus kepada Timotius agar tetap kuat dan bertekun
dalam menjalani dan menghadapi pelayanan. Bagaimana caranya?
Dengan ikut menanggung penderitaan sebagai prajurit-prajurit
Kristus. Memperhatikan dan mengikuti peraturan, supaya ia sendiri
mematuhi aturan-aturan dalam peperangan ("seorang prajurit yang
sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan hidupnya,
supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

la juga harus bersedia menunggu dan bersabar menantikan
hasil, seperti seorang petani (ay.6) sebagaimana seharusnya ayat
itu diartikan, seorang petani yang bekerja keras haruslah yang lebih
dahu|u menikmati hasil usahanya. Timotius harus menjadi contoh
sekaligus mengajar dan melatih orang-orang lain untuk melayani
(Perrcayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang
juga cakap mengajar orang Iain"). Orang-orang yang akan Timotius
percayakan untuk melayani haruslah orang yang setia.

Ada seorang guru ketika ditanya muridnya, tentang makna
hidup. Guru selalu menjawab: "tidak tahu". Semua murid yang
ada di situ terkejut karena mengetahui guru mereka ternyata tidak
sebijak yang mereka kira. Dengan suara tenang, sang Guru berkata
lagi, "Bagaimana pendapatmu andai kata ada seseorang mena-
warkan buah kepadamu, namun mengunyahkannya dahulu kepadaŚ
mu? Bagaimana kamu bisa memahami sifat kehidupan dan makna
hidup jika kamu sendiri belum pernah merasakannya? Tak seorang
pun dapat menemukan pengertian yang paling tepat bagi dirimu
sendiri. Guru pun tidak bisa. Sebaiknya kamu memakan makanan-
mu sendiri daripada hanya mengira-ngira rasanya."

Seorang yang dewasa akan tahu tentang tujuan hidupnya dan
memaknai hidup dengan benar, sehingga dia tidak akan bertanya
lagi tentang apa yang ia harus lakukan dan terlebih oleh kebijak-
sanaan yang datangnya dari Tuhan. Karena Firman-Mu adalah
pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Maz 119:105).

GB.63 : 2
Doa : (Ya Tuhan ajar kami menyenangi firman-Mu serta
melakukannya dalam hidup sehari-hari)


Label:   2 Timotius 2:1-7 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 1 Desember 2018 - Hari Aids - BIASAKAN YANG BAIK DALAM HIDUP - 2 Timotius 2:8-13 - MINGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 29 NOVEMBER 2018 - 2 Timotius 1:1-12 - KERJASAMA DALAM KASIH

Garis Besar 2 Timotius

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,