Save Page
1 Korintus 14:29-33
14:29 Tentang nabi-nabi -- baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan. 14:30 Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri. 14:31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan. 14:32 Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi. 14:33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

Penjelasan:

* 1Kor 14:28-29
Bahasa roh tidak boleh dipakai terkecuali ada penafsir, dan paling banyak hanya diperbolehkan tiga orang tiap kebaktian. Tampaknya petunjuk untuk bernubuat lebih longgar.

* 1Kor 14:32-33 - takluk kepada nabi, // kekacauan
Dorongan-dorongan untuk bernubuat harus takluk kepada nabi, yaitu orang-orang yang mengucapkan nubuat. Pengendalian diri senantiasa harus ada; jika tidak maka bisa terjadi kekacauan.

*  Ia membetulkan kesalahan-kesalahan mereka, dan meletakkan beberapa aturan untuk perilaku mereka selanjutnya.
    1. Mengenai berkata-kata dalam bahasa yang tidak dikenal, ia memerintahkan agar tidak lebih dari dua atau tiga orang mela kukannya dalam satu pertemuan, dan ini tidak secara bersamaan, tetapi bergantian, satu demi satu. Dan bahkan ini tidak boleh dilakukan kecuali ada orang yang menafsirkan (ay. 27-28), seorang penafsir lain selain orang yang berbahasa roh itu. Sebab mengatakan dalam bahasa asing apa yang selanjutnya akan dia tafsirkan sendiri hanyalah perbuatan pamer. Sebaliknya, jika ada orang lain yang bisa menafsirkan, maka dua karunia mujizat bisa digunakan sekaligus, dan dengan demikian jemaat dibangun, dan pada saat yang sama iman para pendengar pun diteguhkan. Namun, jika tidak ada yang menafsirkan, ia harus berdiam diri dalam jemaat, dan hanya menggunakan karunianya antara Allah dan dirinya sendiri (ay. 28), maksudnya (menurut saya) secara pribadi, di rumah. Sebab semua yang hadir dalam ibadah bersama harus mengikuti ibadah itu, dan tidak boleh menjalankan ibadah sendiri-sendiri. Ibadah pribadi bukan pada waktu dan tempatnya apabila dilakukan dalam ibadah bersama.
    2. Mengenai bernubuat, ia memerintahkan,
        (1) Agar hanya dua atau tiga orang yang berbicara dalam satu pertemuan (ay. 20), dan ini dilakukan bergantian, bukan sekaligus. Dan orang lain harus memeriksa serta menilai apa yang disampaikannya, maksudnya, membedakan dan menentukan apa yang disampaikannya, apakah itu benar ilham ilahi atau bukan. Bisa saja ada nabi-nabi palsu, orang yang hanya berpura-pura mendapat ilham ilahi. Nabi-nabi yang benar harus menilai mereka ini, dan mencerna serta mengungkapkan siapa yang diilhami oleh Allah, dan dengan ilham itu menafsirkan Kitab Suci dan mengajar jemaat, dan siapa yang bukan. Jadi untuk menentukan mana yang berasal dari ilham ilahi dan mana yang bukan. Tampaknya inilah arti dari aturan ini. Sebab apabila seorang nabi dipastikan mendapat ilham ilahi, dan berada di bawah dorongan ilahi, ia tidak bisa dihakimi. Karena jika demikian, itu berarti Roh Kudus pun ditundukkan pada penghakiman manusia. Orang yang memang mendapat ilham, dan dipastikan demikian, berada di atas semua penghakiman manusia.
        (2) Ia memerintahkan agar, jika seorang nabi mendapat wahyu, sementara nabi yang lain bernubuat, yang bernubuat itu harus diam, menutup mulut (ay. 30), sebelum nabi yang mendapat wahyu itu mengucapkan wahyu yang didapatnya. Memang, banyak orang yang memahami bahwa nabi yang mendapat wahyulah yang harus langsung diam. Akan tetapi, ini tampak tidak wajar, dan tidak begitu sesuai dengan konteksnya. Sebab mengapa orang yang berkata-kata melalui ilham harus segera diam karena yang lain mendapat ilham, dan menekan apa yang disampaikan kepadanya oleh Roh yang sama? Memang, orang yang mendapat wahyu baru boleh menuntut kebebasan berbicara pada gilirannya, setelah ia memperlihatkan tanda buktinya. Tetapi mengapa kebebasan berbicara diambil dari orang yang sudah berbicara sebelumnya, dan mengapa mulutnya dibungkam, padahal ia sedang menyampaikan apa yang disampaikan oleh Roh yang sama, dan bisa menunjukkan tanda bukti yang sama? Apakah Roh Allah menggerakkan yang seorang untuk berbicara dan, sebelum ia menyampaikan apa yang hendak dikatakannya, menggerakkan yang lain untuk memotong perkataannya dan membungkam dia? Bagi saya pemikiran ini tampak tidak wajar, dan juga tidak lebih sesuai dengan konteksnya, serta alasan yang ditambahkan (ay. 31): Bahwa semua boleh bernubuat seorang demi seorang, atau seorang disusul dengan yang lain, dan ini tidak dapat berjalan dengan baik bila ada orang yang dipotong perkataannya dan dibuat diam sebelum selesai bernubuat. Sebaliknya, semuanya akan berjalan lancar jika orang yang mendapat wahyu belakangan bisa bersabar untuk menyampaikan wahyunya setelah nabi yang pertama menyelesaikan apa yang hendak dikatakannya. Dan, untuk menegaskan pengertian ini, Rasul Paulus dengan cepat menambahkan, karunia nabi takluk kepada nabi-nabi (ay. 32). Maksudnya, karunia-karunia rohani yang mereka miliki tetap membuat mereka dikuasai oleh akal budi, dan mampu membuat penilaian sendiri dalam menggunakan karunia-karunia itu. Ilham ilahi tidaklah, seperti imam-imam kafir yang kerasukan, keras dan tidak bisa diatur, dan mendorong orang untuk bertindak seolah-olah tidak sadar diri. Sebaliknya, ilham ilahi itu waras dan tenang, dan mampu mengatur perilaku. Orang yang diilhami oleh Roh Allah masih bisa bertindak sebagai manusia, dan menja lankan aturan-aturan ketertiban dan kesopanan yang wajar dalam menyampaikan wahyu-wahyu yang didapatnya. Karunia rohaninya sejauh ini tunduk pada kehendaknya, dan diatur oleh kebijaksanaannya.

Rasul Paulus memberikan alasan-alasan untuk peraturan ini. Seperti,
   1. Bahwa karunia-karunia itu demi kepentingan jemaat, untuk mengajar dan menghibur mereka. Supaya mereka semua dapat belajar dan beroleh kekuatan, atau nasihat, maka semua nabi harus berbicara secara teratur seperti yang dinasihatkan oleh Rasul Paulus. Perhatikanlah, mengajar, membangun, dan menghibur jemaat adalah tujuan Allah menetapkan pelayanan. Dan tentunya hamba-hamba Tuhan yang melayani, sebanyak mungkin, harus menyesuaikan pelayanan mereka dengan tujuan-tujuan ini.
    2. Rasul Paulus berkata kepada mereka, sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera (ay. 33). Oleh sebab itu, janganlah sampai ilham ilahi membuat pertemuan-pertemuan Kristen menjadi kacau, dan melanggar segala tata krama umum, yang tidak akan dapat dihindari jika sejumlah orang yang mendapat ilham mengutarakan secara bersamaan apa yang disampaikan kepada mereka oleh Roh Allah, dan tidak mau menunggu giliran masing-masing. Perhatikanlah, kehormatan Allah menuntut agar dalam pertemuan-pertemuan Kristen segala sesuatunya diatur dengan cara yang tidak melanggar tata krama yang wajar. Jika segala sesuatunya kacau balau, apa kata orang, yang mengamati dengan jeli, tentang Allah yang disembah di tempat ini? Apakah Dia terlihat sebagai Allah yang menghendaki damai sejahtera dan tidak menghendaki kekacauan? Segala sesuatu dalam ibadah harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada gagasan yang tidak baik atau menghina tentang Allah yang bisa terbentuk dalam pikiran orang-orang yang melihat.
    3. Paulus menambahkan bahwa segala sesuatunya diatur seperti itu dalam semua jemaat lain: Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus (ay. 33). Mereka mengikuti aturan-aturan ini dalam menggunakan karunia-karunia rohani mereka, yang merupakan bukti nyata bahwa jemaat di Korintus bisa mengikuti aturan-aturan yang sama. Dan sungguh akan sangat memalukan bagi mereka, yang mengungguli kebanyakan jemaat dalam hal karunia-karunia rohani, jika justru merekalah yang lebih menggunakan karunia-karunia itu secara tidak tertib. Perhatikanlah, walaupun jemaat-jemaat lain tidak boleh kita jadikan sebagai patokan, namun perhatian mereka terhadap tata krama dan ketertiban haruslah membuat kita menahan diri dan tidak melanggar tata krama ini. Sejauh ini mereka bisa dijadikan teladan, dan sungguh memalukan jika kita tidak mengikuti mereka.


SBU

MINGGU SESUDAH NATAL
JUMAT, 28 DESEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ. 252:1 -Berdoa
TIAP-TIAP ORANG BERPERAN

1 Korintus 14:26-28
.... hendaklah tiap-tiap orang mampersembahkan... (ay.26)

Perikob bacaan kita, berbicara tentang "pertemuan jemaat" atau ibadah jemaat. Dikatakan, dalam ibadah jemaat, diharapkan semua warga yang hadir dalam pertemuan itu, mengambil bagian dalam ibadah tersebut. Agak mengejutkan bagi kita, bila pola ibadah gereja awal sepeni ini diterapkan dalam kehidupan gereja masa kini, ketika gereja telah terbiasa dengan peran yang didominasi oleh Pendeta, Diaken dan Penatua. Kecuali untuk ibadan tertentu, kita agak sedikit lebih bebas, misalnya mengizinkan warga jemaat membaca Alkitab dan berdoa syafaat.

Sesungguhnya tanggung jawab rnelayani adalah tanggung jawab semua warga jemaat (bnd. 1 Pet 2: 9). Semua warga diharapkan berperan sesuai karunia yang Tuhan titipkan dalam kehidupannya. Tidak ada yang menjadi penonton. Barangkali ini salah satu sebab ada warga jemaat (khususnya anak-anak muda) bergereja di ternpat yang lain bahkan pindah gereja karena ingin suatu ibadah yang lebih bebas.

Pemahaman yang demikian tidak seluruhnya benar, tapi ada hal positif yang dapat kita arnbil. Dalam hal ini, kita tidak perlu membongkar tatanan yang sudah berjalan baik, tapi bagaimana
kita memahami dan menyikapinya dalam kaitan berbagai perkembangan dan kernajuan yang sedang dan terus terjadi. Katerlibatan seluruh wargajemaat adalah panggilan kita, sebagai wujud syukur atas apa yang Tuhan buat dalam hidup kita.

KJ.252 : 3
Doa : (Mampukan kami Tuhan untuk berperan dalam memenuhi panggilan dan pengutusan kami)



MINGGU SESUDAH NATAL
JUMAT, 28 DESEMBER 2018
Renungan Malam
KJ.343 :1,2 -Berdoa
ALLAH TAK MENGHENDAKI KEKACAUAN

1 Korintus 14:29-33
Sebab Aiiah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera (ay 33).

Setiap warga jemaat diharapkan berperan dalam pelayanan sesuai karunianya masing-masing. Kalau dua atau tiga orang nabi yang berbicara, yang lain dapat menanggapi apa yang dikatakan. Tetapi kalau dalarn perternuan itu ada yang mendapat pernyataan (Roh), maka yang pertama harus berdiam diri.

Dalam hal ini masing- masing orang harus rnemahami diri, bagaimana ia harus berperan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku. Ini penting, sebab kalau semua berperan menurut kemauannya, maka akan terjadi kekacauan. Allah tidak menghendaki terjadi kekacauan. Kekacauan terjadi ketika seseorang memahami diri sebagai yang utama, semua orang harus ikut kemauannya. Semua keputusan adalah berdasarkan kemauannya.
Jika orang ini menjadi seorang pemimpin, pemimpin seperti ‘ini cenderung otoriter daiarn pelayanan. Dlsini terjadl monopoli pelayanan.

Kekacauan dapat juga terjadi, ketika setiap orang berperan tanpa menghiraukan aturan-aturan yang berlaku. Ketika orang melayani hanya untuk memenuhi arnbisi pribadi atau mencari mencari popularitas. Dalam kondisi seperti ini sering terjadi penyalahgunaan keuangan gereja. Disinilah letak perpecahan, Karena terjadi kekacauan. Gereja yang kacau akan kehilangan kesaksian. Orang-orang pun pindah ke gereja lain. Gereja tidak iagi mampu melayani dan beraaksi sesuai kehendak Tuhan, sebab yang hadir hanyalah permusuhan, iri dan benci.

Mari melayant dengan motiyasl yang baik dan benar, sehingga tidak ada kekacauan.

KJ.343 : 3
Doa : (Tuhan Yesus tolong kami melayani dengan baik dan benar)


Label:   1 Korintus 14:29-33 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 29 DESEMBER 2018 - BERLANGSUNG DENGAN SOPAN DAN TERATUR - 1 Korintus 14:36-40 - MINGGU SESUDAH NATAL

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 27 DESEMBER 2018 - KELUARGA ALLAH - Efesus 2:17-22 - MINGGU SESUDAH NATAL

Garis Besar 1 Korintus

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,