Save Page
MALAM AKHIR TAHUN
31 Desember 2018
KITA ADA DIDALAM HATI TUHAN DAN DIDALAM PIKIRAN TUHAN
Yesaya 40:1-2

Yesaya 40:1-2
Berita kelepasan
40:1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, 40:2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.

Penjelasan:

* Yes 40:1-2 - Nubuat-nubuat Injil
    Bermula dari pasal ini dimulailah bagian atau paruh terakhir dari nubuat Kitab Yesaya ini. Bagian terakhir ini dipisahkan dari bagian atau paruh pertama oleh pasal-pasal yang memuat sejarah, yang mendahului pasal ini, dan dibedakan darinya dalam hal cakupan dan gaya penulisannya. Dalam bagian pertama, nama sang nabi sering ditambahkan pada awal khotbah-khotbah khusus, selain pada judul umum tiap pasal (seperti pada pasal 2:1; 7:3; 13:1). Namun, semua pasal merupakan satu penuturan yang bersambungan, sehingga nama sang nabi tidak cukup disebutkan sekali. Bagian pertama terdiri dari banyak ucapan ilahi, banyak ucapan celaka dan malapetaka, sementara bagian terakhir ini terdiri dari banyak berkat. Di sana, di bagian pertama itu, kesesakan yang dialami umat Allah oleh karena bangsa Asyur, dan kelepasan mereka dari kesesakan itu yang terutama dinubuatkan. Tetapi di sini, di bagian terakhir dari nubuat Kitab Yesaya ini, hal-hal tadi dibicarakan sebagai sesuatu yang sudah berlalu (52:4). Dan juga, penawanan di Babel dan kelepasan mereka darinya, yang adalah peristiwa-peristiwa besar dan sangat diperhatikan, dinubuatkan dengan panjang lebar di bagian terakhir ini. Sebelum Allah menyerahkan umat-Nya ke dalam penawanan, Ia menyertai mereka dengan janji-janji mulia untuk menopang dan menghibur mereka dalam kesusahan mereka itu. Dan kita bisa bayangkan betapa luar biasa besar bergunanya terang nubuat yang penuh kemuliaan dan kemurahan hati ini bagi mereka, di saat hari yang berawan dan gelap itu. Alangkah bermanfaatnya nubuat itu membantu mengeringkan air mata mereka di sungai-sungai Babel. Akan tetapi, nubuat ini melihat jauh ke depan, dan kepada perkara-perkara yang lebih besar. Banyak hal mengenai Kristus dan kasih karunia Injil kita temukan dalam bagian awal kitab ini, tetapi lebih banyak lagi yang akan kita temukan dalam bagian akhir ini. Dan, seolah-olah bagian akhir ini dirancang sebagai sebuah rangkuman yang menubuatkan Perjanjian Baru, ia dimulai dengan apa yang biasanya memulai kitab-kitab Injil, "Suara orang yang berseru-seru di padang gurun" (40:3), dan diakhiri dengan apa yang biasanya mengakhiri Kitab Wahyu, "Langit yang baru dan bumi yang baru (66:22). Bahkan, Tuan White mengakui bahwa, seperti halnya semua belas kasih yang ditunjukkan Allah kepada bangsa Yahudi memiliki kemiripan dengan perkara-perkara mulia yang dilakukan oleh Kristus bagi penebusan manusia, demikian pula oleh Roh Allah semua belas kasih itu diungkapkan dengan begitu jelas di sini, sehingga saat sang nabi sedang berbicara mengenai penebusan orang-orang Yehuda itu, dalam benaknya ia berpikir mengenai suatu pembebasan yang lebih agung lagi. Dan kita tidak perlu lagi mencari penggenapan dari semua nubuat ini. Sebab, bila Yesuslah orangnya, dan kerajaan-Nyalah yang dimaksudkan akan datang itu, maka kita tidak perlu lagi menantikan yang lain. Kelanjutan dan penyelesaian dari karya pembebasan yang membahagiakan ini sudah dimulai saat Kekristenan diberitakan dan ditanam di dunia ini. Dalam pasal ini kita temukan,
            I. Perintah-perintah diberikan untuk memberitakan dan menyerukan kabar gembira akan penebusan itu (ay. 1-2).
            II. Kabar gembira ini dikumandangkan oleh sebuah suara di padang gurun, yang memberi kepastian bahwa segala halangan akan disingkirkan (ay. 3-5), dan bahwa, walaupun semua makhluk dan benda ciptaan gagal dan memudar, firman Allah akan ditegakkan dan digenapi (ay. 5-8).
            III. Pengharapan masa depan yang penuh sukacita diberikan kepada umat Allah bahwa kebahagiaan akan dibawa serta oleh penebusan itu (ay. 9-11).
            IV. Kedaulatan dan kuasa Allah diagungkan, bagi Dia yang berkenan mengerjakan penebusan ini (ay. 12-17).
            V. Dengan begitu berhala-berhala diejek dengan penuh kemenangan dan para penyembah berhala dicela atas kebodohan mereka (ay. 18-26).
            VI. Kecaman dilontarkan kepada umat Allah atas ketakutan dan tawar hati mereka, dan dengan sedikit perkataan segala ketakutan mereka diredakan (ay. 27-31). Dan kita boleh memiliki pengharapan juga, melalui segala kesabaran dan penghiburan yang ada dalam perkataan firman ini.

Nubuat-nubuat Injil (40:1-2)
    Kita dapati di sini tugas dan perintah-perintah diberikan, bukan saja kepada sang nabi ini, tetapi juga, bersama dia, kepada semua nabi-nabi Tuhan, dan bahkan kepada semua hamba-hamba Kristus, untuk menyerukan penghiburan kepada umat Allah.
            1. Ini bukan hanya menugaskan, tetapi juga memerintahkan, nabi ini untuk membesarkan hati orang-orang benar yang hidup di masanya, yang tidak bisa berbuat apa-apa selain memandang dengan hati hancur bagaimana Yehuda dan Yerusalem sedang melaju menemui kehancuran akibat segala ketidaksalehan yang mereka lakukan dengan berani, dan Allah sendiri bertindak mempercepat kehancuran mereka. Akan tetapi, biarlah orang-orang benar ini yakin, bahwa kendati dengan semuanya ini, Allah masih menyimpan belas kasih-Nya bagi mereka.
            2. Ayat-ayat di atas secara khusus adalah sebuah petunjuk bagi nabi-nabi yang harus hidup di masa penawanan itu, ketika Yerusalem dalam kehancuran. Mereka harus membesarkan hati para tawanan untuk mengharapkan kelegaan yang akan datang pada waktunya.
            3. Para hamba Injil, yang dipakai oleh Roh Kudus yang terberkati sebagai para penghibur dan yang mengerjakan sukacita bagi orang-orang Kristen, diingatkan di sini mengenai tugas pekerjaan mereka. Di sini kita temukan,
            I. Kata-kata yang menghibur hati disampaikan kepada seluruh umat Allah di mana saja (ay. 1). Nabi-nabi mendapat petunjuk dari Allah (sebab Dia adalah Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi [Why. 22:6]) supaya mereka menghibur umat Allah. Dan perintah itu diberikan dua kali, Hiburkanlah, hiburkanlah, dan ini bukan karena para nabi itu tidak bersedia melakukan tugas itu (tidak, itulah bagian yang paling menyenangkan dari pekerjaan mereka), melainkan karena terkadang jiwa-jiwa umat Allah menolak untuk dihibur, sehingga para penghibur mereka harus mengulangi dan mengulangi lagi, supaya bisa tertancap kuat pada diri umat. Amatilah di sini,
                1. Ada sekumpulan orang di dunia ini yang merupakan umat kepunyaan Allah.
                2. Adalah kehendak Allah bahwa umat-Nya menjadi umat yang terhibur, bahkan di masa-masa yang paling sukar.
                3. Adalah pekerjaan dan tugas para hamba Allah untuk melakukan sebisa mereka untuk menghibur umat Allah.
                4. Kata-kata yang menyatakan kesalahan, seperti yang kita dapati dalam bagian pertama dari kitab ini, harus diikuti juga dengan kata-kata penghiburan, seperti yang kita temukan di sini. Sebab, Dia yang telah menerkam, Dia pula yang akan menyembuhkan kita.
            II. Kata-kata penghiburan yang ditujukan secara khusus bagi Yerusalem: "Tenangkanlah hati Yerusalem (ay. 2). Perkatakanlah apa yang bisa menghidupkan hatinya, dan menjadi obat yang menyenangkan hatinya. Katakan itu juga kepada semua orang yang memilikinya dan menginginkan yang baik baginya. Jangan hanya berbisik, tetapi serukanlah kepadanya, serukan kuat-kuat, untuk menunjukkan kepada semua orang kudus penghiburan yang menjadi milik mereka serta memperlihatkan kepada para pendosa segala pelanggaran mereka. Buatlah Yerusalem mendengarnya:
                1. Bahwa hari-hari kesesakannya dihitung dan sudah selesai: "Perhambaannya sudah berakhir, waktu pergumulannya sudah selesai. Penindasan dari pasukan musuh sekarang sudah berakhir, dan Yerusalem akan kembali boleh diam dengan lega." Hidup manusia itu adalah suatu pergumulan (Ayb. 7:1); kehidupan Kristen apa lagi. Namun, pertempuran itu tidak akan berlangsung selamanya. Pergumulan akan berakhir, dan lalu para prajurit yang baik tidak hanya akan beristirahat, tetapi juga boleh merasa pasti bahwa mereka akan mendapat upahnya.
                2. "Bahwa penyebab kesesakan Yerusalem disingkirkan, dan ketika penyebab itu disingkirkan, maka akibat yang ditimbulkannya juga akan berhenti. Katakan kepadanya bahwa kesalahannya telah diampuni, Allah diperdamaikan dengannya, dan ia tidak akan diperlakukan lagi di hadapan-Nya sebagai orang yang bersalah." Tidak ada perkataan lain lagi yang menghibur hati selain ini, Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni (KJV: Bergembiralah). Segala kesesakan lenyaplah dalam kasih saat itu ketika dosa diampuni.
                3. "Bahwa akhir dari kesukarannya terjawab sudah: Ia telah menerima kesembuhan dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya, yang cukup, malah lebih dari cukup, untuk memisahkan dia dari semua berhala-berhalanya." Penyembahan terhadap semua berhala itulah yang sebelumnya merupakan dosa besarnya, yang menimbulkan permusuhan Allah terhadap berhala-berhala itu, dan demi mendapatkan Yerusalem kembali Ia merancangkan penawanan mereka di Babel. Demikianlah kesembuhan berlipat ganda itu mendatangkan pengaruh ke atas umat-Nya itu, membuat mereka sangat membenci penyembahan berhala sampai ke akar-akarnya, dan membuat mereka berlipat ganda kuat dalam mengikis pelanggaran itu. Atau, bisa juga kesembuhan itu diartikan sebagai ungkapan akan belas kasihan ilahi: TUHAN tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka (Hak. 10:16), dan seperti seorang Bapa yang lemah lembut, setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya (Yer. 31:20), sehingga Ia tidak akan segan untuk mengatakan bahwa Ia terlalu menghukum mereka. Sebaliknya, mereka, dengan hati yang penuh pertobatan, mengakui bahwa Allah menghukum mereka lebih ringan daripada yang pantas mereka terima karena segala pelanggaran mereka. Orang-orang yang sungguh-sungguh bertobat, dalam Kristus dan penderitaan-Nya, telah menerima pengampunan dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. Sebab, tebusan yang telah dibuat Kristus melalui kematian-Nya itu harganya tak ternilai sehingga tebusan itu berlipat ganda menebus apa yang sepantasnya didapat oleh karena dosa. Sebab Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri.


SBU

MINGGU SESUDAH NATAL
SENIN, 31 DESEMBER 2018
Renungan Pagi
GB.208:1 -Berdoa
 KITA ADA DI DALAM HATI  DAN PIKIRAN TUHAN

Yesaya 40:1-2
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku. demikian firman Allahmu (ay.1).

Dalam hubungan antara umat dengan Tuhan, ternyata Tuhan selalu setia, sementara umat lebih sering tidak setia. Kita kerap menganggap kesetiaan pada Tuhan sebagai beban, sementara ketidak-setiaan kepada Tuhan sering dianggap sebagai bentuk kebebasan. Narnun ketika kuasa-kuasa dunia menghadirkan petaka, kita selalu kembali menengadah kepada Tuhan untuk mencari pertolongan. Ajaibnya, Tuhan selalu menunggu kita kembali dan bersedia menanggung kesulitan dan bencana yang terjadi ketika kita keluar dari payung perlindungan-Nya.

Kita sering membuang Tuhan dari hati dan pikiran kita lalu berlaku tidak setia. Tapi Tuhan tidak pernah membuang kita dari hati dan pikiran-Nya, karena Tuhan setia. Bayangkanlah bahwa kita yang bergelimang dengan dosa dan salah ini seialu ada di hati dan di pikiran Tuhan dan ditunggu Tuhan dengan pengampunan.

Di penghujung tahun 2018 ketika melakukan kilas balik kita menemukan sejumiah peristiwa yang menyenangkan hati yang kita syukuri. Tapi juga sejumlah peristiwa yang menyedlhkan, dan mendaiangkan perih di hati. Sejumlah peristiwa yang sangat pribadiyang kita sembunyikan dari orang paling terkasih sekalipun. Hanya Tuhan yang tahu. Tapi kenyataan paling prinsip adalah bahwa sekalipun kita pernah melupakan Tuhan namun Tuhan tidak pernah melupakan kita. Bahwa diri kita pribadi selalu ada di hati dan di pikiran Tuhan.

Jadi kita boleh mengakhirl tahun ini dan memasuki tahun yang baru dengan keyakinan akan penyertaan Tuhan. Sebab kita selalu ada daiam hati dan dalam piklran Tuhan. Keyakinan ini membuat kita bersyukur cukup untuk mernbekali kita menjaiani kehidupan, bahkan sampai Tuhan memanggil kita masuk kedalam kemuliaan.

Selamat mengakhiri tahun 2018 saudaraku dan selamat memasuki tahun baru 2019.

GB.208:3
Doa : (Syukur kami kepada-Mu ya Tuhan penjaga segala zaman, karena Engkau tetap ingatakan kami, sekalipun kami begitu sering melupakan Engkau)


MINGGU SESUDAH NATAL
SENIN, 31 DESEMBER 2018
Renungan Malam
GB 340:1,2 -Berdoa
PROYEK JALAN TUHAN DALAM LINTASAN WAKTU

Yesaya 40:3-5
Persiapkan1ah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita {ay.3)

Di Kalimantan Barat berlangsung mega-proyek pembangunan jalan lintas negara oleh pemerintahan Jokowi. Presiden memerintankan perbaikan jalan yang rusak dan sempit serta mernbuka jalan baru. Proyek jalan ini membutuhkan perencanaan yang matang, banyak personil, berbagai macarn alat berat, serta dana triliunan rupiah dan berbagai material bangunan. Tanpa kesatuan seluruh elemen tereebut, proyek pembangunan jalan ini tentu tidak akan berhasil.

Melalui Yesaya, Allah memerintahkan umat-Nya agar membuka jalan bagi pekerjaan Allah dalam hidup mereka (ay.3-4). Kemuliaan Allah bagi seluruh urnat-Nya akan nyata ketika jalan tersebut tersedia dan tanpa terjadi hambatan akibatjalan yang tidak rata, berbukit-bukit dan berlekuk-lekuk (ay.5). Tentu jalan yang dimaksud disini tidak secara harafiah seperti infrastruktur yang diproyekkan oleh pemerintah. Jalan tersebut merujuk pada rancangan dan kedatangan Tuhan untuk rnemulihkan dan menyelamatkan umat-Nya melalui kesediaan diri den hidup anak-anak-Nya sebagai bagian dari rancangan-Nya tersebut.

Oleh Karena itu, sepeni proyek pembangunan di atas, kita patut ambil bagian dalam "proyek" jalan yang dikehendaki Tuhan. Perintah dan perencanaan proyek ini datang dari Tuhan sendiri melalui Ron Kudus-Nya. Personil yang dibutuhkan adalah gerejanya, yakni orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan rnenuju terangNya yang ajaib (ekklesia). Berbagai alat yang dibutuhkan adalah beemacam talenta atau karunia yang telah Tuhan berikan. Sedangkan clana dan material yang dibutuhkan adalah segala berkat yang Tuhan berikan kepacla kita untuk dipersembahkan bagi pekerjaan-Nya. lni semua demi semakin dinyatakannya kemuliaan Tuhan, dan seluruh umat manusia akan tenteram di jalan-Nya.

Sepanjang tahun ini, sudahkah kita mempersiapkan dan memberikan hidlup kita untuk rancangan dan kedatangan Tuhan?

GB. 340 : 3
Doa : (Bapa kami yang Mahakasih, kami mengucap syukur atas cinta-Mu
kepada kami yang tak bersyarat dan tanpa batas di sepanjang tahun.
Ajarlah kami untuk selalu setia bekerja cii jalan-Mu cli lintasan waktu yang
Tuhan ciptakan hagi kami)


Label:   Yesaya 40:1-2 



Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

Chris Tomlin songs
for King & COUNTRY songs
Tasha Cobbs Leonard songs


NEXT:


PREV:
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 30 DESEMBER 2018 - WAKTU UNTUK BERSYUKUR DAN BERSAKSI - Yesaya 38:9-21 - HARI MINGGU SESUDAH NATAL

Garis Besar Yesaya




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,