Save Page
MINGGU ADVEN I
Kamis, 6 Desember 2018
Yesaya 26:1-8

Yesaya 26:1-8
Nyanyian puji-pujian karena kelepasan dan penghakiman yang diberikan Allah
26:1 Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng. 26:2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! 26:3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. 26:4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. 26:5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu. 26:6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya." 26:7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya. 26:8 Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.


Penjelasan:



* Yes 26:1 - Yehuda,
Pada akhir zaman orang-orang kudus yang telah ditebus akan datang berbondong-bondong ke gerbang Yerusalem sambil melantunkan nyanyian-nyanyian pujian (dengan demikian mereka cocok disebut Yehuda, sebab Yehûdâ berarti "pujian syukur").

* Yes 26:2 - bangsa yang benar, // Damai sejahtera
Mereka akan menjadi bangsa yang benar, sebab mereka mengenakan pakaian kebenaran Kristus dan Roh Allah diam di dalam mereka. 3. Ciri khas iman injili mereka akan dinyatakan dalam kepercayaan penuh bahwa Allah serba mencukupi dan kehendak-Nya sempurna. Damai sejahtera. Lebih harfiahnya, damai sejahtera damai sejahtera (shalom shalom), yang berarti "damai sejahtera yang sejati," bukan damai sejahtera palsu dan bersifat sementara, yaitu sebatas yang mampu diberikan oleh manusia.

* Yes 26:4 - Percayalah
Percayalah. Orang yang telah diselamatkan akan siap memberikan kesaksian tentang kesetiaan kekal TUHAN.

* Yes 26:6 - Orang-orang sengsara // orang-orang lemah
 Orang-orang sengsara dan orang-orang lemah. Di sini (seperti sering disebut dalam Mazmur dan Kitab Nabi-nabi) umat Allah yang rendah hati, teraniaya, dan terhina, yang mengalami penderitaan dan diskriminasi dalam hidup ini. Mereka akan melihat kekuasaan dan keangkuhan dunia diremukkan.

* Yes 26:8 - Kesukaan kami // nama dalam
Kesukaan kami. Mereka akan sepenuhnya bertekun dalam kebenaran dan kemuliaan Allah. Ini termasuk semua hal yang telah Dia nyatakan mengenai pribadi-Nya dan kehendakya (karena semua ini ditunjukkan oleh pemakaian kata nama dalam bahasa Ibrani), terutama dalam karakter-Nya sebagai TUHAN atau Yahweh (Allah penuh rahmat yang menepati perjanjian), sebab itu merupakan "nama pengingat akan Dia." Kerinduan dan doa mereka yang paling utama (ay. 9) ialah "Kerajaan-Mu datanglah!"

* Yes 26:1-4 - Berkat-berkat Injil
    Pasal ini merupakan sebuah nyanyian sukacita yang kudus dan puji-pujian, yang di dalamnya dirayakan perkara-perkara besar yang sudah dikerjakan Allah bagi umat-Nya, dalam pasal sebelumnya, dengan melawan musuh-musuh-Nya dan musuh-musuh mereka. Nyanyian ini disiapkan untuk dinyanyikan saat nubuat mengenai perbuatan Allah itu digenapi. Sebab, kita harus maju menghadap Allah dengan ucapan-ucapan syukur kita saat Ia sedang mendatangi kita dengan rahmat-rahmat-Nya. Nah, umat Allah di sini diajar,
            I. Untuk bersorak-sorai di dalam keselamatan dan keamanan yang kudus yang dialami baik oleh jemaat secara umum maupun tiap-tiap anggotanya secara khusus, di bawah perlindungan ilahi (ay. 1-4).
            II. Untuk bersorak-sorai di atas semua kekuatan yang menentang (ay. 5-6).
            III. Untuk berjalan dengan Allah, dan menantikan Dia di masa-masa terburuk dan tergelap (ay. 7-9).
            IV. Untuk meratapi kebodohan orang-orang yang tidak mengindahkan tindakan pemeliharaan Allah, entah yang berupa belas kasihan ataupun penderitaan (ay. 10-11).
            V. Untuk mendorong diri mereka sendiri, dan satu sama lain, dengan harapan-harapan bahwa Allah akan terus berbuat baik kepada mereka (ay. 12, 14), dan untuk mengajak mereka supaya terus melayani-Nya (ay. 13).
            VI. Untuk mengingat kembali pemeliharaan-pemeliharaan yang penuh kebaikan dari Allah terhadap mereka saat mereka ada dalam keadaan terpuruk dan tertekan, dan perilaku mereka di bawah pemeliharaan-pemeliharaan itu (ay. 15-18).
            VII. Untuk bersukacita dalam pengharapan akan pembebasan yang penuh kejayaan, yang bagi mereka akan menjadi seperti kebangkitan dari kematian (ay. 19), dan untuk berserah dalam pengharapan akan pembebasan itu (ay. 20-21). Dan semuanya ini ditulis untuk menopang dan membantu iman dan harapan umat Allah di sepanjang zaman, bahkan bagi mereka yang hidup di akhir zaman.

Berkat-berkat Injil (26:1-4)
    Kepada nubuat-nubuat tentang anugerah Injil, sangatlah pantas diimbuhkan sebuah nyanyian, yang di dalamnya kita dapat memberikan kemuliaan kepada Allah dan mengambil bagi diri kita sendiri penghiburan dari anugerah itu: Pada waktu itu, waktu Injil, yaitu saat yang diperlambangkan oleh hari kemenangan dan kelegaan yang dialami oleh jemaat Perjanjian Lama (ada kemungkinan nubuat ini merujuk terutama pada beberapa kemenangan dan kelegaan yang dialami jemaat Injil), nyanyian ini akan dinyanyikan. Akan ada orang-orang yang menyanyikannya, dan ada alasan serta hati untuk menyanyikannya. Nyanyian itu akan dinyanyikan di tanah Yehuda, yang merupakan perlambang dari jemaat Injil, sebab perjanjian Injil dikatakan dibuat dengan kaum Yehuda (Ibr. 8:8). Hal-hal yang penuh kejayaan dikatakan di sini tentang jemaat Allah.
            I. Bahwa jemaat itu dibentengi dengan kuat terhadap orang-orang yang jahat (ay. 1): Pada kita ada kota yang kuat. Kota itu didirikan dengan piagam perjanjian kekal, yang pantas untuk diterima semua orang yang dibebaskan oleh piagam itu, supaya di dalamnya mereka dapat bekerja dan mendapat penghiburan. Kota itu kuat, seperti Yerusalem dahulu, sewaktu ia masih menjadi kota yang bersambung rapat, dan memiliki Allah sendiri sebagai tembok berapi yang mengelilinginya, begitu kuatnya sehingga tidak akan ada yang percaya bahwa musuh-musuh dapat masuk ke dalam gapuragapura Yerusalem (Rat. 4:12). Jemaat adalah kota yang kuat, sebab ia memiliki tembok dan benteng, atau kubu pertahanan, dan itu ditetapkan oleh Allah sendiri. Sebab Dia, dalam janji-Nya, telah menetapkan keselamatan itu sendiri sebagai pertahanannya. Orang-orang yang dirancang untuk menerima keselamatan akan mendapati keselamatan itu sebagai perlindungan mereka (1Ptr. 1:4).
            II. Bahwa jemaat Allah itu diperlengkapi secara berlimpah dengan orang-orang yang baik, dan mereka menjadi benteng-benteng baginya. Sebab penduduk Yerusalem, jika berlaku seperti seharusnya, adalah kekuatannya (Za. 12:5). Di sini gerbang-gerbang diperintahkan untuk dibuka, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia (ay. 2). Mereka sudah dibuang dan diusir karena kejahatan di masa-masa lalu, tetapi sekarang hukum-hukum yang dibuat melawan mereka dicabut, dan mereka mendapat kebebasan untuk masuk lagi. Atau, ada tindakan umum untuk menerima semua orang benar sebagai warga negara, dari bangsa apa pun mereka berasal, dengan mendorong mereka untuk datang dan tinggal di Yerusalem. Apabila Allah sudah melakukan perkara-perkara besar bagi suatu tempat atau bangsa, Ia berharap bahwa dengan begitu mereka harus memberikan balasan yang sesuai dengan keuntungan yang mereka terima. Mereka harus berbaik hati terhadap umat-Nya, dan membawa umat-Nya di bawah perlindungan mereka dan ke dalam pangkuan mereka. Perhatikanlah,
                1. Merupakan sifat orang benar bahwa mereka tetap memegang kebenaran-kebenaran Allah. Dan keyakinan yang teguh akan kebenaran-kebenaran itu akan membawa dampak yang berkuasa untuk mengatur seluruh perilaku. Kaidah-kaidah baik yang tertanam di dalam kepala akan menghasilkan tekad-tekad baik di dalam hati dan perbuatan-perbuatan baik di dalam hidup.
                2. Merupakan kepentingan suatu negeri untuk mendukung orang-orang baik seperti itu, dan mengajak mereka supaya mau tinggal di negeri, sebab mereka membawa berkat bersama mereka.
            III. Bahwa semua orang yang merupakan bagian dari jemaat Allah akan aman dan tenteram, dan merasakan keamanan yang kudus serta ketenangan pikiran dalam keyakinan bahwa Allah berkenan pada mereka.
                1. Apa yang dijanjikan dalam hal ini (ay. 3): Kaujagai dia dengan damai sejahtera, dengan damai yang sempurna, damai batiniah, damai lahiriah, damai dengan Allah, damai dengan hati nurani, damai di setiap saat dan dalam semua peristiwa. Damai sejahtera ini akan Dia berikan kepada, dan akan tetap dimiliki oleh, orang yang hatinya teguh, sebab kepada Allah ia percaya. Merupakan sifat setiap orang baik bahwa ia percaya kepada Allah, bahwa ia menempatkan dirinya di bawah bimbingan dan pemerintahan-Nya, dan bergantung pada-Nya bahwa akan sangat menguntungkan baginya untuk berbuat demikian. Orang-orang yang percaya kepada Allah harus memancangkan pikiran mereka kepada-Nya, harus percaya kepada-Nya setiap saat, dalam semua peristiwa, harus berpegang pada-Nya dengan teguh dan setia, dengan kepuasan sepenuhnya di dalam Dia. Orang-orang yang berbuat demikian akan senantiasa dipelihara Allah dalam damai sejahtera, dan damai sejahtera itu akan menjaga mereka. Ketika terdengar berita-berita buruk, orang yang hatinya tetap dan penuh kepercayaan kepada TUHAN (Mzm. 112:7) akan dengan tenang menghadapi apa yang terjadi, dan tidak terganggu oleh kekhawatiran-kekhawatiran yang menakutkan yang timbul darinya.
                2. Apa yang diperintahkan dalam hal ini (ay. 4): "Marilah kita membuat diri kita tenang dengan percaya kepada TUHAN selama-lamanya. Karena Allah sudah menjanjikan damai sejahtera bagi orang-orang yang hatinya teguh di dalam Dia, maka janganlah kita kehilangan manfaat dari janji itu, tetapi taruhlah keyakinan sepenuhnya di dalam Dia. Percayalah kepada Dia selama-lamanya, di segala waktu, di saat kamu tidak tahu siapa lagi yang harus dipercaya. Percaya kepada Dia untuk mendapat damai sejahtera itu, bagian itu, yang akan ada untuk selama-lamanya." Apa saja yang kita percayakan kepada dunia, itu hanya berlangsung sesaat: semua yang kita harapkan darinya terbatas dalam batasan-batasan waktu. Tetapi apa yang kita percayakan kepada Allah akan bertahan selama kita ada. Sebab di dalam TUHAN ALLAH, Yehovah, di dalam Dia yang sudah ada, yang ada, dan yang akan datang, ada batu karang yang sudah berabad-abad lamanya, sebuah fondasi yang teguh dan langgeng yang di atasnya iman dan pengharapan dapat dibangun. Dan rumah yang dibangun di atas batu karang itu akan tetap berdiri di tengah badai. Orang-orang yang percaya kepada Allah tidak hanya akan mendapati di dalam Dia, tetapi juga menerima dari Dia, kekuatan yang kekal, kekuatan yang akan membawa mereka ke hidup yang kekal, kepada kehidupan penuh berkat yang berlangsung selama-lamanya itu. Oleh sebab itu, hendaklah mereka percaya kepada Dia untuk selama-lamanya, dan jangan pernah mencampakkan atau mengubah keyakinan mereka.

* Kebaikan dan Keadilan Allah (26:5-9)
    Di sini sang nabi lebih jauh mendorong kita untuk percaya kepada Tuhan selama-lamanya, dan untuk terus menantikan Dia. Sebab,
            I. Ia akan membuat jiwa-jiwa rendah hati yang percaya kepada-Nya bersorak-sorak atas musuh-musuh mereka yang congkak (ay. 5-6). Orang yang meninggikan diri akan direndahkan: Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi. Dan di dalam hal mereka berlaku congkak, di situ Ia mengatasi mereka dan akan mengatasi mereka. Bahkan Babel sendiri, kota yang tinggi itu, atau Niniwe, dirubuhkan-Nya (25:12). Ia sanggup melakukannya, sekalipun kota itu dibentengi dengan begitu baik. Ia sudah sering melakukannya. Ia akan melakukannya, sebab Ia menentang orang congkak. Adalah kemuliaan-Nya untuk melakukan itu, sebab Ia membuktikan diri-Nya sebagai Allah dengan mengamat-amati setiap orang yang congkak dan merendahkan dia (Ayb. 40:6). Akan tetapi, sebaliknya, orang-orang yang merendahkan diri akan ditinggikan. Sebab telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injak kota-kota yang tinggi (ay. 6). Ia tidak berkata, pasukan-pasukan yang hebat akan menginjak-injak kota-kota itu. Sebaliknya, apabila Allah berkehendak, bahkan telapak kaki orang-orang lemah pun akan melakukannya (Mal. 4:3). Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik. Marilah dekat, taruhlah kakimu ke atas tengkuk raja-raja ini. Lihat 6; Roma 16:20.
            II. Ia mengamati-amati jejak umat-Nya dan bersuka di dalamnya (ay. 7): Jejak orang benar itu rata (demikian ayat itu dapat dibaca): sudah menjadi upaya dan kepedulian mereka senantiasa untuk berjalan dengan Allah di jalan yang rata dan mulus di jalan kepatuhan dan perilaku yang kudus. Kakiku berdiri di tanah yang rata, berjalan di jalan yang rata (Mzm. 26:12). Dan merupakan kebahagiaan mereka bahwa Allah memudahkan dan meratakan jalan di depan mereka: Sebab Engkau yang merintis jalan lurus (atau jalan rata) bagi orang benar, dengan mencegah atau menyingkirkan hal-hal yang akan menjadi batu sandungan bagi mereka, sehingga tidak ada yang akan mengganggu mereka (Mzm. 119:165). Allah merintis jalan itu (demikian kita membacanya). Ia mempertimbangkannya, dan akan memberi mereka anugerah yang mencukupi, untuk membantu mereka mengatasi semua kesulitan yang mungkin mereka jumpai di jalan. Demikianlah, dengan orang lurus Allah akan menunjukkan diri-Nya lurus.
            III. Sudah menjadi kewajiban kita, dan akan menjadi penghiburan bagi kita, untuk menanti-nantikan Allah, dan menjaga kerinduan yang kudus terhadap Dia di masa-masa yang paling gelap dan paling mengecilkan hati (ay. 8-9). Inilah yang selalu dilakukan umat Allah, bahkan sekalipun Allah sedang mengernyitkan dahi-Nya terhadap mereka, yaitu
                1. Terus-menerus bergantung kepada-Nya: "Ya TUHAN, kami juga masih menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman. Setelah Engkau membetulkan kesalahan kami, kami tidak pernah mencari tangan lain selain tangan-Mu untuk membebaskan kami," seperti mata seorang hamba hanya memandang kepada tangan tuannya, sampai ia mengasihaninya (Mzm. 123:2). Kita tidak bisa berseru meminta keadilan dari Allah, selain memohon belas kasihan-Nya saja. Sekalipun penghakiman-penghakiman Allah berlanjut untuk waktu yang lama, sekalipun itu adalah jalan penghakiman (demikian yang diartikan dari kata itu), tetap saja kita tidak boleh lelah, tetapi harus terus menunggu.
                2. Secara kudus merindukan Dia. Masalah-masalah kita, betapapun menyiksanya, jangan sampai membuat kita tidak senang dengan agama kita, atau membuat kita berpaling dari Allah. Sebaliknya, tetap saja kesukaan kita haruslah menyebut nama-Nya dan mengingat Dia. Dan di malam hari, di malam penderitaan yang paling gelap dan paling panjang, dengan segenap jiwa kita harus merindukan Dia.
                    (1) Kepedulian kita yang besar haruslah bagi nama Allah, dan keinginan kita yang sungguh-sungguh haruslah supaya nama-Nya dimuliakan, apa pun yang terjadi pada kita dan nama kita. Inilah yang harus kita nantikan dan doakan. "Bapa, muliakanlah nama-Mu, maka puaslah hati kami."
                    (2) Yang harus menjadi penghiburan kita adalah mengingat nama itu, mengingat segala sesuatu yang dengannya Allah telah menyatakan diri-Nya. Ingatan terhadap Allah haruslah menjadi penopang dan kesukaan kita yang besar. Dan meskipun adakalanya kita tidak mengingat Dia, kerinduan kita haruslah tetap tertuju pada ingatan terhadap Dia, dan kita harus bersusah payah dengan segenap hati kita untuk selalu mengingat Dia dalam pikiran kita.
                    (3) Segala kerinduan kita akan Allah haruslah timbul dari dalam, sungguh-sungguh, dan tulus. Dengan segenap jiwa kita harus menginginkan Dia, dengan segenap jiwa kita harus merindukan Dia (Mzm. 42:2), dan dengan roh di dalam diri kita, dengan segenap akal budi yang terdalam, kita harus mencari Dia. Tidak ada guna agama kita, apa pun yang kita akui dengan mulut, jika kita tidak menjalaninya dengan sepenuh hati.
                    (4) Bahkan di malam penderitaan yang paling gelap, keinginan-keinginan hati kita haruslah tertuju pada Allah, sebagai surya dan perisai kita. Sebab, dengan cara apa pun Allah berurusan dengan kita, kita tidak boleh berpikiran buruk tentang Dia, atau kasih kita menjadi dingin terhadap-Nya.
                    (5) Jika keinginan-keinginan hati kita memang tertuju pada Allah, maka kita harus membuktikannya dengan mencari Dia, dan mencari Dia pagi-pagi, seperti orang yang sungguh-sungguh ingin menemukan Dia, dan merasa sangat takut kehilangan Dia. Orang yang ingin mencari Allah dan menemukan Dia harus mencari pagi-pagi, dan mencari-Nya dengan sungguh-sungguh. Meskipun kita datang pagi-pagi sekali, kita akan mendapati Dia siap menerima kita.


SBU



MiNGGU ADVEN I
KAMIS, 6 DESEMBER 2018
Renungan Pagi
KJ. 266 :1,2 -Berdoa
MEMBUKA DIRI BAGI TUHAN

Yesaya 26:1- 6
Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang
tetap setia!  (ay.2)

Yesaya 26:1-6 merupakan syair pujian yang ditulis olah Yesaya
untuk rnenghibur dan memberikan pangharapan keselamatan
kepada umat Yehuda yang sedang dalam pembuangan. Melalui
syair-syair ini Yasaya mau menyampaikan bahwa, Pertama; dia
rnelihat jauh ke depan bahwa kota Allah akan dimuliakan, kota
dunia ini akan ditiadakan (ayat 1-3). Tema terhadap dua kota ini
perlu menginspirasi cara kita hidup dalarn dunia ini. Kedua, karena
kapastian bahwa kebenaran akan rnenang. Orang yang memutar-
balikkan kebenaran tidak akan terus demikian tetapi akan diper-
lakukan setimpal dangan kejahatannya (ayat 4-6).

Mellhat jauh ke depan berarti punya tujuan yaitu mawujuclkan
kota Allah (komunitas yang memullakan Allah) yang adil dan damai.
Bagi orang percaya kota Allah menunjuk pada gereja, yaitu per-
sekutuan orang parcaya yang dlipanggil untuk membaritakan kabar
keselamatan di tengah-tengah dunia melalui kesaksian hidup yang
berkenan kepada Allah.

Orang percaya membuka diri bagi dunia, agar yang belurn percaya
diselamatkan. Membuka diri bagi-Nya berarti memberikan kesern-
patan kepada Tuhan untuk mewujudkan rencana-Nya bagi kita,
bukan lagi rencanaku, tetapi rencana-Nya.

Diawali dari pertobatan dan penyerahan seutuhnya kepada
Tuhan, umat Allah memulai untuk mewujudkan gambaran masa
depan yang telah diungkapkan oleh Yesaya. Setiap kali umat Allah
menyanyikan dan menghayati liriknya maka akan memberikan
kekuatan untuk rnenjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan.

Orang percaya optimis bahwa kebenaran akan menang oleh karena
ltu yang dibutuhkan adalah ketekunan dan kesabaran. Tidak mudah
putus asa tetapi tatap semangat manghadapi pergumulan dan
tantangan hidupnya,

KJ. 266 ; 3
Doa : (TolongIah kami Tuhan agar mampu mewujudkan rancangan
keselamatan yang dari pada-Mu)


MINGGU ADVEN I
KJ.370; 1,2 – Berdoa
JALAN LURUS

Yesaya 26:7-9
Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya (ay.7).

Ungkapan "jalan lurus", biasanya menunjuk pada sikap dan perbuatan seseorang yang mentaati hukum maupun ajaran agamanya. Yesaya 26:7-9 adalah bagian dari syair pujian yang ditulis oleh nabi Yesaya.. Syair-syair ini berisi pengharapan. Nabi Yesaya merindukan saatnya ketika Tuhan menghakimi bumi dan menunjukkan keadilannya agar setiap orang belajar kebenaran dan melakukannya. Penantian nabi Yesaya telah digenapi oleh Tuhan Yesus yang hadir untuk mengajarkan jalan kebenaran dan hidup, sehingga setiap orang yang sudah belajar mampu untuk melakukan sesuai dengan kehendak-Nya.

Nabi Yesaya telah memproklamirkan bahwa Allah adalah Juruselamat dan pemberi damai sejahtera bagi manusia yang percaya dengan hati teguh, yang lurus jalannya. Gambaran istimewa ini menunjukkan bahwa Allah lah sang Pejuang yang meruntuhkan kubu-kubu benteng musuh. Dan membuka semua ketertutupan menjadi jalan-jalan, pintu-pintu  yang terbuka bagi umat-Nya. Kebangkitan pun terbentang di hadapan umat-Nya sebagai karya diri-Nya di tengah kenyataan sejarah dunia.

Gereja berdiri  di atas puncak proklamasi karya keselamatan Allah yang dikaryakan dalam diri Yesus Kristus. Kebangkitan-Nya memberi dan mengokohkan titik tolak iman Gereja. Iman yang berpangkal pada keselamatan , dan yang didalam-Nya, dan yang didalam-Nya ada pengharapan: yaitu mati dibangkitkan, yang runtuh dibangunkan, yang usang diperbarui, yang hancur dipulihkan. Karena itu gereja harus berani memberitakan pengharapan besar itu. Jangan takut, dan putus asa sebab yang diberitakan bukanlah isapan jempol melainkan karya besar tentang  kebenaran yang berlaku sepanjang abad dan masa.

KJ.370 : 3
Doa : (Terima kasih Bapa, atas karya penyelamatan yang telah Engkau genapi di dalam diri anak-Mu Tuhan Yesus Kristus)







Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

Chris Tomlin songs
for King & COUNTRY songs
Tasha Cobbs Leonard songs


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 7 Desember 2018 - SIAP DIBENTUK - Yesaya 41:8-10 - MINGGU ADVEN I

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 5 Desember 2018 - TETAP BERBUAH MESKIPUN DI MUSIM KERING - Yeremia 14:17-22 (SGK) - MINGGU ADVEN I



BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,