Save Page
MINGGU ADVEN II
Senin, 10 Desember 2018
Markus 10:17-20 (Pg)
Markus 10:21-27 (Ml)

Markus 10:17-27
Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah
10:17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 10:18 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. 10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" 10:20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." 10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 10:22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. 10:23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." 10:24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 10:26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 10:27 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."


Penjelasan:


* Pengharapan Seorang Muda yang Tidak Dapat Masuk Sorga (10:17-31)
    I. Di sini kita menyaksikan suatu pertemuan yang memberikan pengharapan antara Kristus dan seorang muda. Begitulah ia digambarkan sebagai seorang pemuda (Mat. 19:20, 22), dan juga seorang pemimpin (Luk. 18:18), seseorang yang berkualitas. Beberapa keadaan yang digambarkan di sini, yang tidak kita dapatkan dalam Injil Matius, tampaknya membuat perjumpaan orang muda ini dengan Kristus menjadi semakin menjanjikan.
        . Ia datang dengan berlari-lari untuk menjumpai Kristus, yang memperlihatkan bahwa ia seorang yang rendah hati. Ia mengesampingkan daya tarik dan kebesarannya sebagai seorang pemimpin, ketika ia datang kepada Kristus, yang menandakan bahwa ia sangat bersungguh-sungguh dan dalam kesusahan besar. Ia berlari dengan tergesa-gesa, sangat rindu untuk berbicara dengan Kristus. Sekarang ia memiliki kesempatan untuk memperoleh nasihat dari Nabi yang besar ini, mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kedamaiannya, dan ia tidak mau kehilangan kesempatan tersebut.
        . Orang itu mendatangi Kristus ketika ia sedang di tengah jalan, di tengah-tengah banyak orang. Ia tidak bersikeras untuk berbicara secara pribadi dengan Yesus di waktu malam, seperti yang dilakukan Nikodemus. Walaupun ia seorang pemimpin sama seperti Nikodemus, tanpa rasa malu ia langsung menggunakan kesempatan untuk mendapatkan nasihat Yesus ketika menemukan-Nya.
        . Ia bertelut di hadapan-Nya, yang menandakan besarnya penghargaan dan penghormatannya kepada Yesus sebagai seorang Guru yang datang dari Allah, dan kesungguhannya untuk belajar pada Yesus. Ia bertelut di hadapan Tuhan Yesus, sebagai seorang yang tidak hanya menghormati-Nya, tetapi juga akan selalu menaati-Nya. Ia bertelut, sebagai seorang yang sungguh-sungguh menyerahkan jiwanya kepada Yesus.
        . Pertanyaannya kepada Yesus sangat serius dan berbobot, yakni, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Hidup yang kekal merupakan suatu inti dari pengakuan imannya, walaupun pada masa itu disangkal oleh orang-orang Saduki, salah satu partai yang berkuasa. Ia bertanya, apakah yang harus dilakukannya sekarang supaya ia bisa hidup bahagia selamanya. Kebanyakan orang bertanya apakah yang selamanya bisa mereka miliki di dalam dunia ini (Mzm. 4:7), semua yang baik; sedangkan ia bertanya apa yang selamanya harus ia lakukan di dalam dunia ini, supaya bisa menikmati hal-hal yang sangat baik di dalam dunia yang lain. Ia tidak bertanya, siapakah yang dapat membuat kita bisa melihat yang baik? Tetapi yang ditanyakannya adalah, "Siapakah yang bisa membuat kita melakukan yang baik?" Ia menanyakan sesuatu yang bisa membuatnya bahagia dalam pengertian perbuatan yang harus dilakukannya, yaitu summum bonum -- inti dari yang baik, seperti yang dicari-cari Raja Salomo, apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk mereka lakukan (Pkh. 2:3). Pertanyaan ini adalah:
            (1) Pertanyaan yang sangat serius, yang menyangkut hal-hal yang kekal, dan yang menjadi keprihatinannya. Perhatikanlah, pengharapan akan mulai muncul bagi orang-orang ketika mereka mulai sungguh-sungguh bertanya-tanya apakah yang harus mereka lakukan supaya bisa masuk sorga.
            (2) Pertanyaan tersebut ditanyakan kepada Orang yang tepat, Seorang yang dalam segala hal pantas untuk menjawabnya, karena Dia sendirilah Jalan, Kebenaran, dan Hidup itu, jalan yang benar untuk hidup, untuk hidup yang kekal; yang datang dari sorga dengan tujuan, pertama, untuk membuka jalan bagi kita, dan kemudian menunjukkannya kepada kita; pertama untuk membuat dan kemudian untuk menunjukkan jalan ke sorga. Perhatikanlah, siapa yang ingin mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk dapat diselamatkan, dia sendiri harus datang kepada Kristus dan bertanya kepada-Nya; inilah kekhasan agama Kristen, untuk memperlihatkan kehidupan kekal dan menunjukkan jalan menuju ke sana.
            (3) Pertanyaan tersebut diajukan dengan maksud yang baik, yaitu untuk menerima pengajaran mengenainya. Kita menjumpai pertanyaan yang sama ditanyakan oleh seorang ahli Taurat, tidak dengan bertelut, tetapi berdiri (Luk. 10:25), dengan maksud yang buruk, untuk bersoal jawab dengan Yesus; ia mencobai Dia, dengan berkata, Guru, apa yang harus kuperbuat? Yesus melihat pertanyaan si ahli Taurat ini tidaklah baik karena maksudnya tidak benar.
        . Kristus menghargai dan mendukung pertanyaan orang muda ini:
            (1) Dengan membantu menumbuhkan imannya (ay. 18). Ia memanggil Yesus dengan sebutan Guru yang baik, dan Kristus melihat bahwa ia sungguh-sungguh dengan sebutannya ini, bahwa ia memandang Yesus sebagai Allah, karena tidak ada yang baik selain satu saja, yaitu Allah, yang esa dan satu saja nama-Nya (Zak. 14:9). Kata Allah dalam bahasa Inggris God tidak diragukan lagi berhubungan erat dengan kata good "baik," seperti orang Ibrani memanggil Allah sesuai dengan kekuatan-Nya, yaitu Elohim, Allah yang kuat. Demikianlah, dalam bahasa Inggris, kita memanggil Allah mengikuti sifat baik-Nya, Allah yang baik.
            (2) Dengan mengarahkan perbuatannya (ay. 19); Lakukanlah segala perintah dan engkau akan mengetahui apa yang harus dilakukan. Yesus menyebutkan enam perintah dari loh batu yang kedua (dari 10 Perintah Allah), yang menetapkan kewajiban kita terhadap sesama. Ia membalikkan urutannya, dengan meletakkan perintah yang ketujuh sebelum yang keenam, untuk menunjukkan bahwa perzinahan adalah dosa yang tidak kurang kejam daripada pembunuhan itu sendiri. Di sini perintah yang kelima diletakkan terakhir, supaya diingat dan diperhatikan secara khusus, untuk menjaga kita supaya tidak melalaikan perintah yang lain. Alih-alih menyebut perintah yang kesepuluh sebagai jangan mengingini milik orang lain, Penyelamat kita memakai perkataan, "Jangan mengurangi hak orang." Mē aposterēsēs -- yang artinya, menurut Dr. Hammond, "Janganlah merasa tidak puas dengan apa yang ada padamu, dan janganlah berusaha menambahkannya dengan mengurangi hak orang lain." Inilah hukum keadilan supaya tidak meningkatkan atau memperkaya diri sendiri dengan melakukan yang salah atau melukai yang lain.
        . Orang muda itu tampaknya layak masuk sorga, karena bebas dari segala pelanggaran perintah ilahi. Sejauh ini ia dapat menuruti perintah-perintah tersebut (ay. 20), Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku. Ia pikir bahwa ia telah menuruti semua perintah itu, dan teman-temannya juga berpikir demikian. Perhatikanlah, kurangnya pengetahuan akan keluasan dan sifat rohani dari hukum ilahi, membuat orang-orang berpikir bahwa diri mereka berada dalam keadaan yang lebih baik daripada yang sebenarnya. Rasul Paulus sendiri hidup tanpa hukum Taurat. Tetapi, ketika ia melihat hukum tersebut sebagai sesuatu yang rohani, ia melihat dirinya bersifat duniawi (Rm. 7:9, 14). Namun, siapa yang berkata bahwa dirinya bebas dari dosa yang memalukan, ia sudah berjalan lebih jauh di jalan yang menuju kehidupan kekal daripada banyak orang lain. Walaupun kita tidak sadar akan sesuatu, itu bukan berarti bahwa kita bisa dibenarkan karena ketidaktahuan tersebut (1Kor. 4:4).
        . Kristus menaruh kasih kepadanya; Yesus memandang dia, menaruh kasih kepadanya (ay. 21). Kristus senang mendapatkan orang muda itu hidup dengan benar, dan senang melihat bahwa dia ingin mengetahui bagaimana memiliki kehidupan yang lebih baik. Kristus sangat senang melihat orang-orang muda dan juga orang-orang kaya menanyakan jalan ke sorga serta mengarahkan pandangan mereka ke sana.



SBU
MINGGU ADVEN II
Senin, 10 DESENIBER 2018
Renungan Pagi
KJ.260:1 -Berdoa .
MASIHKAH INGIN HIDUP KEKAL?

Markus 10:17-20
Guru yang baik, ape yang harus kuperhuat untuk mcmpernlah hidup yang
kekal? (ay/17)

Apakah kita masih rnenginginkan hidup yang kekal? Sebuah
jawaban ekstrim tertulis dalam majalah bagi perempuan, katanya
saya ingin agar setelah mati, tak ada lagi yang tersisa. Seluruh
hidupku telah berakhir. Titik. Jawaban ekstrim lain justru menya-
takan bersedia melakukan apa pun asal memperoleh hidup yang
kekal. intinya, dapat masuk ke dalam surga setelah mati. Jawab-
an ini menjadi popular seiring dengan berkembangnya paham
terorisme atau radikalisme berbasis agama dan banyaknya teroris
tersebar ke banyak negara.

Orang muda yang datang kepada Tuhan Yesus mau me-
mastikan bahwa ia pun akan memperoleh hidup yang kekal. la
tahu tentang dirinya, ia telah memenuhi sernua hukum Tuhan. la
tak pernah melanggarnya sekali pun. la tidak pernah membunuh,
berzinah, mencuri, mengucapkan saksi dusta, mengurangi hak
orang lain, dan selalu rnenghormati ayah dan ibunya. la telah sem-
purna menurut versi Parisi. Apa sebabnya ia masih datang kepada
Yesus Kristus‘? la hendak mendapatkan pengakuan dari Yesus
Kristus. Entah siapa baginya Yesus Kristus tak jelas.  Nabi atau
Rabi? Mungkin saja. Bukan itu yang diperlukannya. la inginkan
semacam rekomendasi verbal dari Yesus Kristus.

Semua kesalehannya itu, bagi Tuhan Yesus ternyata didasarkan
atas motivasi berbangga teiah marnenuhi persyaratan kesalehan
umum. Tolak ukur demikian tidak sesuai dengan keinginan Tuhan
Yesus. Tuhan Yesus mempertanyakan motivasi kesalehan kita.
Bila sekadar berbangga diri, bertobatlah, sebab Tuhan pasti me-
nolak kita. Hidup kekal pasti mimpi saja. Periksalah rnotivasi
kesaiehan kita masing-masing. Kesalehan sejati adalah rnenjacli
manusia baru dan rnenyaksikan pernbaruan itu kepada dunia.

Datanglah kepada Tuhan Yesus agar memperoleh motivasi
kesalehan yang murni dan menjadi berkat bagi sesama, suatu
kesaiehan umum bagi kebaikan umum.

KJ.260 : 2
Doa: (Ajarlah kami melakukan perjuangan dan perlawanan
terhadap yang jahat)



MINGGU ADVEN II
Senin, 10 DESENIBER 2018
Renungan Malam
KJ 276:1,2 -Berdoa
MOTIVASI KESALEHAN YANG SALAH

Markus 10:21-27
...."Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi hukan demikian bagi Allah..."
(ay.27)

Tuhan Yesus menghadapi dengan penuh kasih orang muda yang
berpikir bahwa ia telah memenuhi tolok ukur kesalehan umum.
Pasti beda dengan kita bukan, tatkala kita berhadapan dengan
orang yang clemikian. Dalam kasih-Nya Tuhan Yesus mendobrak
kebanggaannya clengan menantang motivasi kesalehan orang muda
itu. Tuhan memmuskan terlebih dahulu dalil umurn tentang posisi orang
muda itu. Dalil itu juga beriaku bagi kita semua. Tuhan berkata :
"A|angkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan
Allah". Sebeium Tuhan Yesus merumuskan tantangan-Nya kepada
orang muda itu, Tuhan sudah membuat kesimpulan yang tak dapat
dibantah oleh siapa pun.

Sernua orang menginginkan kehidupan kekal sebagai imbalan
alas kesalehannya di dunia. Dalam versi Parisi tentu disediakan
banyak jalan pemaafannya. Tuhan berkata langsung menembus
inti pertahanan kesalehan orang muda itu. Kata-Nya, hanya satu
kekuranganmu, pergilah, juallah apa yang kau miliki, dan berikanlah
kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di
surga, kemudian datanglah kemari, ikutlah Aku". lnflah hafangan
utama bagi orang muda itu, ia sangat mencintai hartanya. Ia ingin
masuk surga Iengkap dengan kebanggaan mate-ri yang ia miliki.
Suatu kebanggaan dan prestasi yang fengkap yang memperoleh
pengakuan umum atasnya.

Mari cepat menelaah diri kita. Uang hanya mewakili semua
kebanggaan yang masih kita miliki dan yang sedang kita pamerkan
di ruang-ruang kehidupan berjemaat dan kehidupan umum d rnana
kita berada. Ya di Gereja, ya di Masyarakat. Di situiah Pameran
Kesalehan Pribadi dalam banyaknya pencapaian yang kita raih
terfukis dengan megahnya. Mari kita temukan sendiri kebanggaan-
kebanggaan pencapaian kita rnasfng-masing. Uang, dan harta,
nama baik, kehormatan ilmiah, kehorrnatan umum, semua panca-
paian terkemuka, catatlah semua itu. buatlah daftarnya laiu per|i~
hatkan kepada Tuhan Yesus. Beranikah kita menghapusnya?

GB.276 ; 3
Doa : (Jangan biarkan kami menganggap cliri paling benar dan
baik, bentuklah kami meninggalkan manusia lama kami dan tidak
menjadi sama dengan dunia)







NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 11 Desember 2018 - HIDUP KEKAL DENGAN ALLAH - Yohanes 5:19-23 - MINGGU ADVEN II

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 09 Desember 2018 - MENGASIHI KEBENARAN - Matius 24:3-11 - MINGGU ADVEN II
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,