Save Page
MINGGU ADVEN II
Selasa, 11 Desember 2018
Yohanes 5:19-23 (Pg)

Yohanes 5:19-23
Kesaksian Yesus tentang diri-Nya
5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. 5:20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. 5:21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. 5:22 Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, 5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Penjelasan:


*     Perkataan Kristus tentang kejadian ini, yang terus berlanjut tanpa jeda sampai akhir bab ini. Dalam ayat-ayat tersebut Ia menjelaskan, dan sesudah itu menegaskan penugasan-Nya sebagai Pengantara yang berkuasa penuh dalam perjanjian antara Allah dan manusia. Selain itu, sama seperti kehormatan yang diterima-Nya melalui hal ini begitu besar hingga tidak layak diterima makhluk ciptaan lainnya, begitu pula tugas yang dipercayakan kepada-Nya tidak akan mungkin dilaksanakan siapa pun. Oleh karena itu, Dia memang sungguh Allah, setara dengan Bapa.
        . Secara umum. Dia satu dengan Bapa dalam segala hal yang dilakukan-Nya sebagai Pengantara, dan di antara mereka terdapat saling pengertian yang sempurna dalam hal tersebut. Hal ini disampaikan dengan kata-kata pendahuluan yang khidmat (ay. 19), Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, Aku yang adalah Amin, Sang Amin, mengatakannya. Hal ini menyiratkan bahwa hal-hal yang dinyatakan itu adalah,
            (1) Sangat luar biasa dan begitu agung hingga menuntut perhatian penuh.
            (2) Sangat pasti, sedemikian pastinya hingga menuntut persetujuan seutuhnya yang tidak dibuat-buat.
            (3) Bahwa semua pernyataan-Nya itu benar-benar merupakan penyataan ilahi. Ini termasuk semua yang dikatakan Kristus kepada kita dan yang tidak mungkin kita ketahui tanpa Dia. Ada dua hal yang dikatakan-Nya secara umum menyangkut kesatuan Anak dengan Bapa dalam melaksanakan pekerjaan:
                [1] Bahwa Anak selaras dengan Bapa (ay. 19): Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebagai Pengantara, Tuhan Yesus,
                    Pertama, Taat kepada kehendak Bapa-Nya, begitu taatnya hingga Ia tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, dengan pengertian yang sama seperti yang dikatakan, bahwa Allah tidak berdusta, tidak dapat menyangkal diri-Nya, yang mengungkapkan kesempurnaan kebenaran-Nya, bukan ketidaksempurnaan dalam kekuatan-Nya. Jadi di sini Kristus begitu mengabdikan diri kepada kehendak Bapa-Nya hingga mustahil bagi-Nya untuk bertindak terpisah dalam hal apa saja.
                    Kedua, Ia taat pada kebijaksanaan Bapa-Nya. Dia mampu dan hanya bersedia melakukan apa yang dilihat-Nya dikerjakan Bapa. Tidak seorang pun dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah, kecuali Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan-Nya, yang melihat apa yang dilakukan-Nya, mengenal tujuan-tujuan-Nya dengan baik, dan memiliki rencana mereka. Apa yang dilakukan-Nya sebagai Pengantara dalam semua perbuatan-Nya, merupakan salinan atau duplikat yang persis sama dengan apa yang dilakukan Bapa, yaitu segala sesuatu yang dirancang-Nya saat membentuk rencana penebusan kita dalam kebijaksanaan-Nya yang kekal, dan saat menetapkan langkah-langkahnya yang tidak akan pernah bisa dilanggar ataupun perlu diubah. Ini adalah salinan rencana agung itu. Inilah kesetiaan Kristus, seperti Musa sebelumnya, yang melakukan segala sesuatu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadanya di atas gunung itu. Perkataan Kristus itu diucapkan dalam bentuk sekarang, Ia melihat Bapa mengerjakannya (sekarang ini). Pemikiran ini sama seperti ketika ada di bumi ini, Ia dikatakan juga pada saat yang sama ada di sorga (3:13), dan ada di pangkuan Bapa (1:18). Karena ketika itu Dia berada di sorga oleh sebab hakikat ilahi-Nya itu, maka segala sesuatu yang dilakukan di sorga juga diketahui oleh-Nya. Apa yang dikerjakan Bapa dalam kebijaksanaan-Nya, senantiasa dan masih tetap terlihat oleh Anak-Nya, seperti yang dikatakan Daud dalam roh mengenai Dia, Aku senantiasa memandang kepada TUHAN (Mzm. 16:8).
                    Ketiga, Ia setara dengan Bapa dalam hal bekerja, karena apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Ia melakukan hal-hal yang sama, bukan hal-hal yang serupa, melainkan tauta, hal-hal yang sama. Ia juga melakukannya dengan cara yang sama, homoiōs, juga, dengan wewenang, kebebasan, hikmat, kekuatan, dan kuasa yang sama. Apakah Bapa membuat, membatalkan, dan mengubah hukum-hukum positif? Apakah Ia menguasai dan mengendalikan hukum alam, mengenal hati manusia? Begitu pula halnya dengan Anak. Kuasa Sang Pengantara merupakan kuasa ilahi.
                [2] Bahwa Bapa berkomunikasi atau berhubungan dengan Anak (ay. 20). Perhatikanlah:
                    Pertama, Alasan yang menjadi pendorong bagi hubungan di antara keduanya: Bapa mengasihi Anak. Ia menyatakan, Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Bapa bukan saja mendukung apa yang dilakukan-Nya, tetapi juga sangat puas dengan sang pelaku yang melakukan perbuatan itu. Sekarang Kristus dibenci manusia, yang dijijikkan bangsa-bangsa (Yes. 49:7), tetapi Kristus menghibur diri dengan ini, bahwa Bapa mengasihi-Nya.
                    Kedua, contoh-contoh mengenai kasih Bapa kepada-Nya.

                    Ia menunjukkannya:

                        . Dalam apa yang sungguh disampaikan Bapa kepada-Nya: Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri. Langkah-langkah yang digunakan Bapa dalam menciptakan dan mengatur dunia ditunjukkan-Nya kepada Anak, supaya Ia juga bisa menggunakan langkah-langkah yang sama dalam mendirikan dan memimpin Gereja, dan pekerjaan ini sendiri merupakan salinan atau duplikat karya penciptaan dan pemeliharaan Allah, sehingga gereja yang dibentuk itu disebut dunia yang akan datang. Bapa menunjukkan segala sesuatu kepada-Nya, ha autos poiei -- yang dilakukan-Nya, yaitu apa yang dilakukan Anak, begitulah yang bisa ditafsirkan. Semua hal yang dilakukan Anak, dikerjakan dengan petunjuk Bapa. Ia menunjukkan kepada-Nya.
                        . Dalam apa yang bersedia disampaikan-Nya. Bapa akan menunjukkan kepada-Nya, yaitu, akan mengangkat dan mengarahkan Dia untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu.
                            (1) Pekerjaan yang membutuhkan kuasa yang lebih besar daripada kuasa menyembuhkan orang sakit, sebab Ia harus membangkitkan orang mati, dan Dia sendiri juga harus bangkit dari antara orang mati. Dengan kekuatan alami, dengan menggunakan berbagai sarana, suatu penyakit bisa saja sembuh pada waktunya. Namun, dengan berbagai sarana, alam tidak akan pernah mampu membangkitkan orang mati sampai kapan pun.
                            (2) Pekerjaan dengan wewenang yang lebih besar daripada memberi perintah kepada orang itu untuk mengangkat tilamnya pada hari Sabat. Orang-orang Yahudi menganggap tindakan ini sebagai upaya yang sangat berani. Namun, tindakan-Nya ini tidaklah ada apa-apanya dibandingkan dengan tindakan-Nya untuk membatalkan seluruh hukum upacara (seremonial) dan menetapkan ketetapan-ketetapan baru yang tidak lama kemudian dilakukan-Nya, "sehingga kamu menjadi heran." Sekarang mereka memandang pekerjaan-Nya dengan perasaan jijik dan murka, tetapi tidak lama lagi Ia akan melakukan sesuatu yang membuat mereka takjub (Luk. 7:16). Banyak orang dibuat takjub dengan perbuatan-perbuatan Kristus, dan perbuatan-perbuatan-Nya ini mendatangkan kehormatan bagi Dia. Namun, orang-orang yang takjub ini tidak juga mau percaya kepada Dia, padahal dengan kepercayaan ini mereka bisa menerima manfaat dari semua perbuatan-Nya itu.
        . Secara khusus. Ia membuktikan kesetaraan-Nya dengan Bapa dengan menyebut beberapa pekerjaan khusus yang dilakukan-Nya yang hanya bisa dikerjakan oleh Allah saja. Hal ini lebih diperjelas lagi dalam ayat 21-30. Dia melakukan dan akan melakukan pekerjaan-pekerjaan istimewa yang hanya merupakan kedaulatan Allah -- yakni menghakimi dan melaksanakan penghukuman (ay. 22-24, 27). Kedua hal ini saling berkaitan dan berhubungan, dan hal yang pernah diucapkan itu diulang dan ditanamkan. Gabungkanlah kedua hal itu, maka akan terbukti bahwa perkataan Kristus tidaklah keliru ketika Ia menyamakan diri-Nya dengan Allah.
            (1) Perhatikanlah apa yang dikatakan di sini mengenai kuasa Pengantara untuk membangkitkan orang mati dan menghidupkannya.

            Lihatlah:

                [1] Wewenang-Nya untuk melakukan hal itu (ay. 21): Sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
                    Pertama, Adalah hak istimewa Allah untuk membangkitkan orang mati dan memberikan kehidupan, bahkan Dia-lah yang pertama kali mengembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia, dan menjadikannya makhluk yang hidup (lih. Ul. 32:30; 1Sam. 2:6; Mzm. 68:21; Rm. 4:17). Hal ini telah dilakukan Allah melalui Nabi Elia dan Elisa, dan ini merupakan penegasan atas pengutusan mereka. Kebangkitan dari orang mati belum pernah terjadi secara alami, dan tidak pernah terpikirkan oleh orang-orang yang hanya mempelajari kekuatan alam, seperti yang tampak dari salah satu aksioma yang menentang kebangkitan itu: A privatione ad habitum non datur regressus -- Keberadaan, begitu dimusnahkan, tidak dapat dikembalikan lagi. Itulah sebabnya hal ini diejek di Athena sebagai sesuatu yang tidak masuk akal (Kis. 17:32). Ini adalah murni pekerjaan kuasa ilahi, dan pengetahuan tentang hal ini murni berkat penyataan atau wahyu ilahi. Mengenai hal ini, orang-orang Yahudi mau mengakuinya.
                    Kedua, Sang Pengantara diberi hak istimewa ini: Ia menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya, menghidupkan kembali siapa saja yang dikehendaki-Nya, kapan pun Dia berkenan. Ia tidak menghidupkan makhluk-makhluk karena keperluan alami, seperti cara kerja matahari yang sinarnya berulang mengikuti cara yang sudah tertentu. Sebaliknya, Dia bertindak sebagai pelaku yang bebas, mengendalikan sendiri penyaluran kuasa-Nya, dan tidak pernah dibatasi atau ditahan untuk menggunakannya. Sama seperti Ia memiliki kuasa, begitu pula Ia memiliki hikmat dan kedaulatan sebagaimana Allah adanya. Ia memegang segala kunci maut dan kerajaan maut (Why. 1:18), bukan sebagai hamba yang membuka dan menutup seperti yang diperintahkan, sebab Dia memegang kunci Daud, sebagai tuan (Why. 3:7). Hal ini menggambarkan seorang raja yang berkuasa penuh (Dan. 5:19): dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya. Semuanya ini benar adanya mengenai Kristus, tanpa ada yang dilebih-lebihkan.


SBU
MINGGU ADVEN ll
SELASA, 11 DESEMBER 2018
Renungan Pagi
GB.278 -Bardoa
KEESAAN ALLAH BAPA DAN ANAK

Yohanes 5:19-23
supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghorrnati Bapa (ay.23a)

Orang Yahudi mengaku Allah sebagai Bapa juga. Gelar Abba itu
amat popular. Tuhan Yesus menyebut Allah aebagai Bapa-Nya. Namun
Ia juga menyatakan bahwa diri-Nya eka atau satu dengan Bapa-Nya.
Akibatnya adalah bahwa yang diperbuat oleh Tuhan Yesus dllakukan
oleh karena diperbuat olah Bapa-Nya. Apabila Bapa-Nya bekerja
sampal saat Tuhan Yesus bersabda saat itu, ayat 17-18, la pun akan
terus bekerja. Seperti Bapa demikian Anak, singkatnya.

Kesatuan Anak dengan Bapa merupakan suatu keekaan. Keekaan
sangat beda dengan keesaan. Keesaan manjadikan dua pribadi itu
rnelebur rnenjadi satu. Keekaan tidak melebur mereka menjadi satu
tetapi hanya rnembuatnya aka atau satu, tetapi masih jelas dapat di-
bedakan baik pribadi maupun fungsi masing-masing.

Keekaan dengan Bapa membuat Tuhan Yasus hidup dan ber-
fungsi sebagaimana dikahendaki oleh Bapa-Nya.Inilah suatu tindak
identifikasi. Barsatu tatapi tetap terbedakan. Ada harmonisasi antara
keduanya dalam identifikasi ini. Hubungan keekaan didasarkan atas
kaslh Bapa kapacla Anak-Nya. Apa yang ditunjukkan oleh Bapa-Nya?
Ia menunjukkan segala seauatu yang telah diperbuat-Nya kapada
Anak-Nya, bahkan menunjukkan pakerjaan-pekerjaan yang lebih
besar. Allah adalah Bapa-Nya secara khas. Tuhan Yesus memelihara
Keekaan-Nya, Kedudukan- kadekatan-Nya dan wewenangNya
dengan Bapa-Nya. Apakah yang diperbuat Bapa-Nya yang juga diper-
buat Anak-Nya? Bapa mampunyai kuasa memberikan hldup dan
membangkltkan orang mati,(ayat 21) demikian juga Tuhan Yesus
Kristus. Bapa berhak menghakimi semua orang (ayat 22), demikian
Tuhan Yesus juga. Bapa dlihormati secara llahi, damikian juga Anak,
(ayat 23) sebab Anak diutus oleh Bapa. Demikian dijelaskan dalam
perikop bacaan kita.

Semua itulah yang dianggap oleh orang Yahudi sebagai perbuatan
yang menghina Bapa. Orang demikian harus segera dihukurn mati
sesuai dengan syariat mereka. Meraka tak dapat membadakan arti
keekaan dan kaesaan. Hubungan mutiak antara Bapa-Nya dengan
Tuhan Yesus harus kita pahami dalam terang pengutusan-Nya
kedalam dunia. Identifikasl kita dengan Tuhan Yasus juga dibutuhkan.
Itu artinya kita harus hidup seperti Tuhan Yasus. Lalu bertanya, apakah
yang dikehendaki Tuhan Yesus agar saya perbuat. ltulah identifikasi
kita dengan-Nya dan pilihan bagaimana kita harus hidup.

GB. 278
Doa : (Tuhan, kami melihat jelas bahwa Tuhan diutus Bapa melakukan
segala kenaikan yang menyelamatkan manusia)


MINGGU ADVEN ll
SELASA, 11 DESEMBER 2018
Renungan Malam
G-B.226 -Berdoa
HIDUP KEKAL DENGAN ALLAH

Yohanes 5:24-26
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal (ay 24a)

Hidup selamanya dengan Alfah, beIum menjadi keinginan utama
manusia. Di rnana salahnya? Salahnya terdapat dalam tidak
dipahaminya arti hubungan rnanusia denganTuhan Yesus Kristus.

Hanya apabila kita mernahami Tuhan Yesus sebagai Mesias atau
Pembebas kita, saat itulah suatu hidup yang baru dimulai. "Jadi
siapa yang ada di dalam Kristus, ia adafah ciptaan baru; yang
lama sudah berlalu. sesungguhnya yang baru sudah datang". (2
Korintus 5:17).

Memang masih akan ada kematian fisik, tetapi
tatkala Kristus datang kembali, tubuh kiua akan hidup Iagi karena
dibangkitkan oleh-Nya, agar hidup kekal dengan Allah.
Siapakah yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus sebagai orang
rnati yang mendengarkan suara Anak Allah dan oleh karenanya
akan hidup? Mereka adalah orang-orang yang mendengarkan
suara-Nya, mengertiNya, dan yang menerima-Nya. Orang-orang
yang menerima Firman Tuhan akan hidup kekal. Mereka yang
mendengar dan percaya Tuhan Yesus tidak akan binasa. Kita pun
harus terus menerus mendengar Firman Tuhan dan percaya akan
Firman itu. Kalau kita mendlengarnya, kita akan hidiup.
.
Apakah kita paham akan hal itu? Apabila tidak mendengar dan
tidak parcaya akan Firman maka kita akan mati. Suatu kematian
rohani. Tak akan ada hidup dan sukses dalam hiclup kita bila kita
tak percaya kepada-Nya. Mengapa? Oleh Karena Tuhan adafah
Sumber clan Pencipta dari segenap hidup. Dengan demikian setelah
hidup ini tak akan ada hidup yang mungkin di Juar Tuhan. Hiclup
kita adalah karunia Tuhan. (Ulangan 30:20, Mazmur 36:10). Karena
Tuhan Yesus barada secara kekal dengan Allah, Sang Pencipta,
maka Tuhan Yesusjuga adalah Hidup, (Yohanes 14:6) dengan
demikian kita juga beroleh atau mendapat hidup kekal. "Allah telah
mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di
daIam Anak-Nya. (1 Yohanes 5:11).

GB. 226
Doa : (Janganlah kami mengalami kematian rohani ya Tuhan)


Label:   Yohanes 5:19-23 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 12 Desember 2018 - SIAPAKAH YANG KITA PERCAYA? - Yohanes 5:27-32 (SGK) - MINGGU ADVEN II

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Senin, 10 Desember 2018 - MOTIVASI KESALEHAN YANG SALAH - Markus 10:17-27 - MINGGU ADVEN II

Garis Besar Yohanes

Garis Besar 1 Yohanes

Garis Besar 2 Yohanes

Garis Besar 3 Yohanes

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,