Save Page
MINGGU ADVEN II
Kamis, 13 Desember 2018
Yohanes 5:36-40 (Pg)
Yohanes 5:41-47 (Ml)

Yohanes 5:36-47
5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. 5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, 5:38 dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, 5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. 5:41 Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. 5:42 Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. 5:43 Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. 5:44 Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? 5:45 Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. 5:46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. 5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"

Penjelasan:


*  Ia menyebut-nyebut tentang padamnya rasa hormat mereka untuk membenarkan Allah yang menjauhkan mereka dari pelayanan Yohanes, seperti yang dilakukan-Nya sekarang, dan menaruh pelita itu di bawah gantang.
        . Pekerjaan Kristus sendiri bersaksi tentang diri-Nya (ay. 36): Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, sebab jika kita menerima kesaksian manusia yang diutus Allah seperti Yohanes, maka kesaksian Allah sendiri dan bukan melalui pelayanan manusia, akan lebih kuat (1Yoh. 5:9). Perhatikanlah, walaupun kesaksian Yohanes kurang kuat dan kurang begitu meyakinkan, Tuhan kita tetap senang menggunakan pelayanannya itu. Kita harus mensyukuri semua hal yang meneguhkan iman kita, meskipun hal-hal itu tampaknya kurang meyakinkan. Janganlah kita meniadakan satu hal pun dengan alasan bahwa masih ada hal-hal lain yang lebih meyakinkan. Kita memerlukan semuanya. Nah, kesaksian yang lebih penting adalah segala pekerjaan yang diserahkan Bapa supaya dilaksanakan oleh-Nya, yakni:
            (1) Seluruh bagian kehidupan dan pelayanan-Nya secara umum -- bagaimana Ia menyatakan Allah dan kehendak-Nya kepada kita, menegakkan kerajaan-Nya di antara manusia, mengubahkan dunia, menghancurkan kerajaan Iblis, memulihkan manusia yang jatuh supaya kembali kepada kesucian dan kebahagiaan semula, dan melimpahkan kasih terhadap Allah dan kasih terhadap satu sama lain dalam hati manusia. Pendeknya, semua pekerjaan yang dikatakan-Nya di atas salib. Sudah selesai. Mulai dari awal sampai akhir, semuanya opus Deo dignum -- pekerjaan yang layak bagi Allah. Semua yang dikatakan dan dilakukan-Nya adalah kudus dan sorgawi. Di dalam semua karya-Nya itu bersinar kesucian, kuasa, dan kasih karunia ilahi, yang membuktikan dengan berlimpah bahwa Ia diutus oleh Allah.
            (2) Secara khusus. Mujizat-mujizat yang diadakan-Nya sebagai bukti bagi misi ilahi-Nya itu bersaksi tentang diri-Nya. Di sini dikatakan:
                [1] Bahwa semua pekerjaan ini diserahkan Bapa kepada-Nya. Artinya, Ia ditunjuk dan diberi kuasa untuk mengerjakannya, sebab sebagai Pengantara, Ia memperoleh baik penugasan maupun kekuatan dari Bapa-Nya.
                [2] Semua pekerjaan ini diberikan kepada-Nya untuk dirampungkan. Ia harus melaksanakan semua pekerjaan ajaib ini yang dari semula sudah ditetapkan oleh kebijaksanaan dan pengetahuan Allah. Dengan merampungkan pekerjaan itu, terbuktilah adanya kuasa ilahi, sebab bagi Allah, pekerjaan-Nya itu sempurna.
                [3] Pekerjaan-pekerjaan ini sungguh bersaksi tentang diri-Nya, membuktikan bahwa Ia diutus oleh Allah, dan bahwa apa yang dikatakan-Nya tentang diri-Nya itu memang benar (lih. Ibr. 2:4; Kis. 2:22). Bahwa Bapa mengutus-Nya sebagai seorang Bapa, bukan sebagai tuan yang menyuruh pelayannya untuk suatu keperluan, melainkan sebagai seorang bapa yang mengutus putranya untuk menggantikan dirinya. Seandainya Allah tidak mengutus-Nya, Ia tentunya tidak akan mendukung-Nya, dan tidak akan memeterai-Nya, seperti yang dilakukan-Nya melalui pekerjaan-pekerjaan yang diberikan-Nya kepada Dia untuk dilaksanakan, karena Pencipta dunia ini tidak akan pernah menjadi penipu bagi dunia yang diciptakan-Nya sendiri.
        . Ia menyatakan kesaksian Bapa tentang diri-Nya dengan lebih lengkap daripada sebelumnya (ay. 37): Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Raja biasanya tidak pergi menyertai utusannya sendiri untuk meneguhkan pengutusannya viva voce -- dengan berbicara. Namun, Allah berkenan bersaksi tentang Anak-Nya sendiri melalui suara dari sorga pada saat Ia dibaptis (Mat. 3:17): Inilah utusan-Ku, Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Orang Yahudi memandang Bath-kol -- putri sebuah suara, suara dari sorga, sebagai salah satu cara yang dipakai Allah guna menyatakan pikiran-Nya. Dengan cara itulah Ia telah mengakui Kristus di depan umum penuh kesungguhan, dan kemudian diulangi-Nya lagi (Mat. 17:5).

        Perhatikanlah:

            (1) Ketika Allah mengutus seseorang, Ia akan bersaksi tentang orang tersebut. Bila Ia memberikan penugasan, Ia akan selalu mengesahkannya (memeteraikannya). Dia yang tidak pernah tidak menyatakan diri-Nya tanpa kesaksian (Kis. 14:17), Ia juga tidak akan pernah meninggalkan pelayan-Nya demikian, yang pergi untuk menjalankan tujuan-Nya.
            (2) Jika Allah menuntut kepercayaan, Ia pasti akan memberikan cukup bukti, seperti yang telah dilakukan-Nya dengan Kristus. Kesaksian yang diberikan perihal Kristus terutama adalah bahwa Allah yang telah kita sakiti itu bersedia menerima Dia sebagai Pengantara. Dan Allah sendiri sungguh telah meyakinkan kita mengenai hal ini (dan memang Dialah yang paling sesuai untuk melakukannya), dengan menyatakan bahwa Ia berkenan kepada Kristus. Jika kita juga percaya dengan kesaksian-Nya itu, maka genaplah sudah pengungkapan diri-Nya itu. Sekarang, bolehlah kita bertanya, bahwa kalau Allah sendiri telah bersaksi sedemikian tentang Kristus, bagaimana mungkin Ia sampai tidak diterima oleh seluruh bangsa Yahudi dan para pemimpin mereka? Atas pertanyaan ini Kristus menjawab supaya janganlah hal ini dianggap aneh. Ketidaksetiaan mereka tidak akan dapat menurunkan kredibilitas-Nya (mutu diri-Nya yang membuat orang percaya kepada-Nya), karena dua alasan:
                [1] Karena mereka tidak terbiasa dengan dan tidak mengenal penyataan-penyataan dan kehendak Allah yang luar biasa seperti ini: Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat. Mereka menunjukkan betapa mereka tidak mengenal Allah, meskipun mereka mengaku mempunyai hubungan dengan-Nya. Keadaannya seperti kita yang belum pernah melihat atau mendengar mengenai seseorang. "Tetapi mengapa Aku berbicara kepadamu tentang Allah yang bersaksi tentang Aku? Dia sama sekali tidak kamu kenal. Kamu tidak tahu apa-apa tentang Dia, juga tidak mempunyai hubungan apa pun dengan-Nya." Perhatikanlah, tidak mengenal Allah merupakan alasan sebenarnya mengapa manusia menolak penyataan yang telah diberikan-Nya tentang Anak-Nya. Kalau orang sungguh memahami agama alamiah (yang berdasarkan akal), maka dia akan melihat sungguh banyak kesesuaian dalam agama itu dengan agama Kristen, dan dengan demikian tidaklah sulit bagi dia untuk menerima kebenaran yang ada dalam agama Kristen. Beberapa orang memberi pengertian sebagai berikut: "Bapa bersaksi tentang Aku melalui suara dan burung merpati yang turun. Begitu luar biasanya peristiwa ini sampai kamu tidak pernah melihat atau mendengar hal yang demikian. Namun, hanya demi Akulah, maka terjadilah suara dan penampakan seperti itu. Kamu bahkan bisa saja mendengar suara itu, kamu bisa melihat penampakan itu seperti orang lain, seandainya saja kamu mengikuti pelayanan Yohanes dengan cermat. Namun, karena meremehkan pelayanannya itu, kamu tidak mengalami kesaksian itu."
                [2] Berhubung mereka tidak terpengaruh oleh cara-cara biasa yang digunakan Allah untuk menyatakan diri kepada mereka: Firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu (ay. 38). Mereka memiliki Kitab Suci Perjanjian Lama, jadi bukankah seharusnya mereka menerima Kristus? Ya, benarlah demikian seandainya ayat-ayat itu berpengaruh pada diri mereka.

                Namun:

                    Pertama, firman Allah tidak menetap di dalam diri. Firman itu ada di antara mereka, di negeri mereka, di tangan mereka, tetapi tidak di dalam mereka, tidak di dalam hati mereka. Firman itu tidak memerintah dalam jiwa mereka, hanya bercahaya di mata mereka dan berbunyi di telinga mereka. Apa gunanya bagi mereka jika mereka memiliki sabda Allah yang dipercayakan kepada mereka (Rm. 3:2), tetapi tidak membiarkan sabda ini memerintah di dalam diri mereka? Seandainya sabda itu memerintah dalam diri mereka, pastilah mereka akan menyambut Kristus.
                    Kedua, firman itu tidak menetap di dalam diri mereka. Ada banyak orang yang didatangi firman Allah dan mengalami pengaruhnya untuk beberapa waktu, tetapi firman itu tidak menetap di dalam diri mereka. Firman itu tidak senantiasa tinggal dalam diri mereka, seperti orang yang hanya sekali-sekali saja tinggal di rumah, seperti seorang pelancong. Jika firman itu menetap di dalam diri kita, jika kita sering bercakap-cakap dengannya melalui perenungan, mencari nasihat darinya dalam setiap kesempatan, serta menyesuaikan perbuatan kita dengannya, kita akan dengan senang hati menerima kesaksian Bapa tentang Kristus (lih. 7:17). Akan tetapi, bagaimana kita bisa tahu bahwa firman-Nya tidak menetap di dalam diri mereka? Kita tahu karena mereka tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Sudah banyak diberitakan dalam Perjanjian Lama tentang Kristus, untuk mengarahkan orang supaya tahu kapan dan di mana mereka harus mencari-Nya, sehingga dengan demikian memudahkan mereka untuk menemukan-Nya. Karena itu, jika orang sungguh memikirkan semua arahan ini, mereka pasti akan yakin bahwa Kristus diutus oleh Allah. Dengan demikian, ketidakpercayaan mereka kepada Kristus merupakan tanda jelas bahwa firman Allah tidak menetap di dalam diri mereka. Perhatikanlah, cara terbaik untuk menguji apakah firman, Roh, dan kasih karunia Allah berdiam dalam diri kita adalah dengan melihat efek atau pengaruhnya pada diri kita, terutama dengan melihat apakah kita mau menerima semua yang diutus-Nya kepada kita, seperti perintah, utusan-utusan, dan pemeliharaan-Nya, teristimewa Kristus yang telah diutus-Nya.
        . Saksi terakhir yang disebut Kristus adalah Perjanjian Lama, yang bersaksi tentang diri-Nya, dan yang diserukan-Nya kepada orang banyak (ay. 39 dan seterusnya): Selidikilah Kitab-kitab Suci, ereunate.
            (1) Hal ini bisa diartikan sebagai:
                [1] "Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, dan perbuatanmu itu baik. Kamu membacanya setiap hari di dalam rumah ibadat, kamu mempunyai rabi dan ahli-ahli Taurat dan ahli-ahli hukum yang giat mempelajarinya dan sangat kritis mengenainya." Orang Yahudi sangat membangga-banggakan berkembangnya studi Kitab Suci pada masa Rabi Hillel, yang mati sekitar dua belas tahun setelah kelahiran Kristus. Beberapa ahli Taurat pada masa itu, yang kemudian menjadi anggota Majelis Agama (Sanhedrin) dipandang mereka sebagai keindahan hikmat dan kemuliaan hukum Taurat mereka. Kristus mengakui bahwa mereka ini memang menyelidiki Kitab Suci, tetapi sayangnya hanya dengan tujuan untuk mencari kemuliaan bagi diri sendiri: "Karena, kalau kamu menyelidiki Kitab Suci dan tidak buta karena kehendakmu sendiri, kamu tentunya akan percaya kepada-Ku." Perhatikanlah, bisa saja orang sangat giat menyelidiki Kitab Suci namun tidak mengenal kuasa dan pengaruhnya. Atau,
                [2] Seperti yang kita baca: Selidikilah Kitab-kitab, yang maksudnya:
                    Pertama, sebagai seruan kepada mereka: "Kamu mengaku untuk menerima dan mempercayai Kitab Suci. Di sini Aku hendak mempersoalkannya denganmu. Biarlah ini yang menjadi hakim bagimu, janganlah kamu hanya berhenti pada hurufnya saja" (hærere in cortice), "tetapi selidikilah sampai ke dalamnya." Perhatikanlah, ketika seruan dikumandangkan supaya orang berpaling kepada Kitab Suci, ini berarti bahwa isinya harus diselidiki. Selidikilah seluruh Alkitab sampai tuntas, bandingkan perikop yang satu dengan perikop lainnya, jelaskan satu perikop dengan perikop yang lain. Begitu pula, kita harus menyelidiki perikop atau bagian tertentu sampai ke dasarnya, dan janganlah hanya melihat apa yang tampak prima facie -- pada pandangan pertama, melainkan apa yang sesungguhnya dimaksudkan.
                    Kedua, perkataan Kristus untuk menyelidiki Kitab-kitab Suci itu dimaksudkan sebagai suatu nasihat atau perintah kepada semua orang Kristen supaya menyelidiki Alkitab. Perhatikanlah, semua orang yang hendak menemukan Kristus haruslah menyelidiki Kitab Suci. Bukan hanya membaca dan mendengarkannya, melainkan juga menyelidikinya. Hal ini menunjukkan,
                        . Ketekunan dalam mencari, bersusah payah, mempelajari, dan memperhatikan dengan cermat.
                        . Kerinduan dan rancangan hati untuk menemukan. Kita harus berkeinginan untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan rohani ketika membaca dan mempelajari Kitab Suci, dan sering bertanya, "Apa yang sekarang hendak kucari?" Kita harus melakukannya seperti hendak mencari harta terpendam (Ams. 2:4), seperti mereka yang menggali tambang untuk mencari emas atau perak, atau yang menyelam untuk mendapatkan mutiara (Ayb. 28:1-11). Hal inilah yang mendatangkan kemuliaan bagi orang-orang di Berea (Kis. 17:11).
            (2) Ada dua hal yang diarahkan di sini untuk kita amati dalam menyelidiki Kitab Suci: sorga sebagai tujuan kita, dan Kristus sebagai jalan kita.
                [1] Kita harus menyelidiki Kitab Suci dengan sorga sebagai tujuan utama kita: sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal. Kitab Suci menjamin bahwa bagi kita telah disediakan keadaan yang kekal dan menawarkan kepada kita hidup yang kekal dalam keadaan itu. Kitab Suci berisi peta yang menjelaskannya, ketetapan yang meneguhkannya, arah yang menunjukkan jalannya, dan dasar tempat pengharapan akan hidup kekal itu dibangun di atasnya. Sungguh berharga untuk mencari di tempat di mana kita pasti dapat menemukannya. Namun, kepada orang Yahudi Kristus hanya bisa berkata, Kamu menyangka bahwa kamu mempunyai hidup kekal di dalam Kitab Suci. Ini dikatakan-Nya karena meskipun mereka tetap mempertahankan kepercayaan dan harapan akan hidup yang kekal dan mendasarkan pengharapan mereka itu pada Kitab Suci, namun tetap saja mereka kehilangan hidup kekal itu, karena mereka mencarinya hanya melalui membaca dan mempelajari Kitab Suci. Ada ungkapan umum yang salah kaprah di antara mereka, barangsiapa mempunyai perkataan hukum Taurat, mempunyai hidup yang kekal. Mereka menyangka pasti akan masuk ke sorga bila mereka mampu mengucapkan isi Kitab Suci di luar kepala, atau lebih tepat, dengan menghafalkan tanpa berpikir bagian-bagian Kitab Suci seperti yang diajarkan melalui adat istiadat para tua-tua. Sama seperti mereka menyangka bahwa semua orang biasa akan terkutuk karena tidak mengenal hukum Taurat seperti mereka (7:49), begitu pula mereka menyimpulkan bahwa semua orang terpelajar pasti akan diberkati.
                [2] Kita harus menyelidiki Kitab Suci untuk menemukan Kristus, sebagai jalan yang baru dan yang hidup, yang membawa kepada tujuan ini. Inilah mereka, saksi-saksi yang agung dan utama, yang memberi kesaksian tentang Aku.

                Perhatikanlah:

                    Pertama, ayat-ayat Kitab Suci, bahkan yang terdapat dalam Perjanjian Lama, bersaksi tentang Kristus, dan melalui ayat-ayat itu Allah bersaksi tentang Dia. Roh Kristus dalam kitab para nabi terlebih dahulu memberi kesaksian tentang Dia (1Ptr. 1:11), tentang tujuan dan janji-janji Allah mengenai Dia, serta keterangan-keterangan sebelumnya mengenai Dia. Orang Yahudi tahu betul bahwa Perjanjian Lama bersaksi tentang Mesias, dan mereka sangat kritis/tajam dalam memperhatikan bagian-bagian yang mengarah ke sana. Namun, mereka bersikap ceroboh dan sangat lalai dalam menerapkan apa yang ada tertulis di sana.
                    Kedua, itulah sebabnya kita harus menyelidiki Kitab Suci, dan boleh berharap menemukan hidup kekal dalam penyelidikan itu, karena Kitab Suci memberi kesaksian tentang Kristus. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bila kita mengenal Dia (lih. 1Yoh. 5:11). Kristus adalah harta yang terpendam di ladang Kitab Suci, air di dalam sumur, air susu di dalam buah dada.
            (3) Kepada kesaksian-Nya ini, Ia membubuhkan teguran atas ketidaksetiaan dan kejahatan mereka mengenai empat hal, khususnya:
                [1] Pengabaian mereka terhadap diri-Nya dan ajaran-Nya: "Kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu (ay. 40). Kamu menyelidiki Kitab Suci, kamu percaya kepada nabi-nabi yang tidak dapat kamu sangkal telah bersaksi tentang Aku. Namun, tetap saja kamu tidak mau datang kepada-Ku. Padahal kepada-Kulah mereka menuntun kamu." Kesalahan mereka dalam menjauhkan diri dari Kristus terutama bukan karena mereka tidak mengerti, melainkan karena itulah yang menjadi keinginan mereka sendiri. Hal ini diungkapkan Kristus sebagai sebuah keluhan. Kristus menawarkan hidup, namun ditolak.

                Perhatikanlah:

                    Pertama, bagi jiwa-jiwa yang merana, disediakan hidup dalam Yesus Kristus. Kita dapat memperoleh hidup, hidup yang penuh dengan pengampunan, kasih karunia, penghiburan, dan kemuliaan: hidup yang menyempurnakan keberadaan kita, merangkum seluruh kebahagiaan, dan Kristuslah kehidupan kita itu.
                    Kedua, orang-orang yang menginginkan kehidupan ini harus datang kepada Yesus Kristus guna mendapatkannya. Kita bisa memperolehnya dengan datang kepada-Nya. Untuk datang kepada-Nya dan memperoleh kehidupan ini, orang harus setuju untuk memahami ajaran Kristus dan kesaksian yang diberikan mengenai Dia. Orang harus setuju untuk menerima pemerintahan dan anugerah-Nya, dan perasaan serta perbuatannya harus sesuai dengan kesediaannya tersebut.
                    Ketiga, satu-satunya alasan mengapa orang berdosa akan binasa adalah karena mereka tidak mau datang kepada Kristus untuk memperoleh hidup dan kebahagiaan. Bukan karena mereka tidak dapat, melainkan karena mereka tidak mau. Mereka tidak mau menerima hidup kekal yang ditawarkan karena sifatnya rohani dan ilahi. Mereka juga tidak mau menyetujui persyaratan yang mendasari tawaran itu ataupun tunduk pada sarana anugerah yang telah ditetapkan: mereka tidak mau disembuhkan karena tidak mau mengikuti cara-cara yang dipakai untuk menyembuhkan.
                    Keempat, kebebalan dan kekerasan hati orang berdosa dalam menolak tawaran cuma-cuma kasih karunia sangatlah mendukakan dan dikeluhkan Tuhan Yesus. Kata-kata itu (ay. 41), Aku tidak memerlukan hormat dari manusia, diselipkan-Nya dengan maksud untuk melawan keberatan orang terhadap Dia, bahwa seakan-akan Ia mencari kemuliaan bagi diri-Nya sendiri dan mengangkat diri sebagai kepala sebuah gerombolan dan mewajibkan semua orang untuk datang kepada-Nya dan menghormati-Nya.

                    Perhatikanlah:

                        . Dia tidak mendambakan ataupun mencari pujian dan hormat manusia. Dia sama sekali tidak menyukai kemegahan dan semarak duniawi seperti yang diharapkan orang-orang Yahudi duniawi ada dalam diri Mesias mereka. Ia memerintahkan kepada orang-orang yang telah disembuhkan-Nya agar tidak menyebarkan berita tentang Dia. Ia menyingkir dari orang-orang yang hendak mengangkat-Nya menjadi raja.
                        . Ia tidak mendapatkan hormat dari manusia. Bukannya menerima hormat dari manusia, Ia malah menerima aib dan celaan dari manusia. Ini terjadi karena memang Ia tidak mencari nama bagi diri-Nya sendiri.
                        . Ia tidak memerlukan hormat manusia. Hormat manusia tidak menambah apa-apa pada kemuliaan-Nya yang disembah oleh semua malaikat Allah. Tidak ada yang Ia senangi selain bila kemuliaan itu sesuai dengan kehendak Bapa-Nya dan tertuju untuk kebahagiaan orang-orang yang dengan memberikan hormat kepada-Nya, menerima hormat yang jauh lebih besar dari Dia.
                [2] Tidak adanya kasih akan Allah dalam diri mereka (ay. 42): "Aku tahu betul bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku sama sekali tidak merasa heran mengapa kamu tidak datang kepada-Ku, karena kamu memang tidak memiliki asas pertama agama alamiah, yakni kasih akan Allah?" Perhatikanlah, alasan mengapa orang-orang meremehkan Kristus adalah karena mereka tidak mengasihi Allah. Sebab jika kita benar-benar mengasihi Allah, kita juga harus mengasihi Dia yang adalah citra langsung-Nya dan bergegas menuju Dia, satu-satunya yang mampu memulihkan kita agar berkenan di mata Allah. Sebelumnya Ia menegur mereka (ay. 37) karena mereka tidak mengenal Allah, dan di sini Ia menegur mereka karena mereka tidak mempunyai kasih akan Dia. Sebabnya manusia tidak memiliki kasih akan Allah adalah karena mereka tidak ingin memiliki pengetahuan akan Dia.

                Perhatikanlah:

                    Pertama, kejahatan yang didakwakan-Nya kepada mereka: Di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Mereka berlaku seakan-akan sangat mengasihi Allah, dan menyangka telah membuktikannya melalui semangat mereka akan hukum Taurat, Bait Allah, dan hari Sabat. Namun, sebenarnya mereka tidak memiliki kasih akan Allah. Perhatikanlah, walaupun ada banyak orang yang mengaku-ngaku beragama, mereka ini hanya mengabaikan Kristus dan meremehkan perintah-perintah-Nya, dan dengan begitu tidak mengasihi Allah sama sekali. Mereka membenci kekudusan-Nya dan tidak menghargai kebaikan-Nya. Perhatikanlah, kasih akan Allah di dalam diri kita, kasih yang berdiam di dalam hati, sikap hidup yang bergerak di dalam hati itu sajalah yang mau diterima oleh Allah, yakni kasih yang telah dicurahkan di dalamnya (Rm. 5:5).
                    Kedua, bukti dari dakwaan atas mereka ini: yaitu melalui pengetahuan pribadi Kristus, yang menguji batin dan hati (Why. 2:23) serta mengetahui apa yang ada di dalam hati manusia: Aku kenal kamu. Kristus melihat menembus semua penyamaran kita dan bisa berkata kepada kita masing-masing, Aku kenal kamu.
                        . Kristus mengenal manusia lebih baik daripada sesamanya mengenal dirinya. Orang-orang menyangka bahwa para ahli Taurat dan orang Farisi sangat saleh dan baik, tetapi Kristus tahu bahwa mereka tidak mempunyai kasih akan Allah di dalam diri mereka.
                        . Kristus mengenal manusia lebih baik daripada mereka mengenal diri sendiri. Orang-orang Yahudi menilai diri mereka sendiri tinggi, tetapi Kristus tahu betapa jahat batin mereka, meskipun dari luar mereka tampak hebat. Kita bisa saja menipu diri sendiri, tetapi kita tidak dapat menipu Dia.
                        . Kristus mengenal orang-orang yang tidak dan tidak mau mengenal Dia. Ia memandang orang-orang yang dengan giat menghindar dari-Nya, dan memanggil orang-orang yang belum mengenal Dia dengan nama mereka sendiri, yaitu nama mereka yang sesungguhnya.
                [3] Kejahatan lain yang didakwakan kepada mereka adalah kesediaan mereka untuk menyambut kristus-kristus dan nabi-nabi palsu, sementara mereka dengan keras kepala melawan Dia yang adalah Mesias yang sejati (ay. 43): Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Tertegunlah atas hal itu, hai langit (Yer. 2:12-13), sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat, kejahatan yang sangat besar.
                    Pertama, mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, sebab mereka tidak mau menerima Kristus yang datang dalam nama Bapa-Nya, menerima penugasan dari Bapa-Nya, dan melaksanakan semuanya bagi kemuliaan-Nya.
                    Kedua, mereka telah menggali kolam yang bocor. Mereka mendengarkan setiap orang yang datang dengan namanya sendiri. Mereka mencampakkan belas kasih bagi diri mereka sendiri. Sungguh buruk. Lebih buruk lagi, mereka melakukannya demi berhala kesia-siaan.

                    Perhatikanlah di sini:

                        . Mereka adalah nabi-nabi palsu yang datang dengan nama mereka sendiri, yang pergi tanpa diutus, dan hanya bekerja untuk diri mereka sendiri.
                        . Sungguh adillah apabila Allah membiarkan orang-orang yang tidak mau menerima dan mengasihi kebenaran itu tertipu oleh nabi-nabi palsu (2Tes. 2:10-11). Kesalahan-kesalahan antikristus menjadi hukuman yang adil bagi orang-orang yang tidak taat kepada ajaran Kristus. Oleh penghakiman Allah, mereka yang menutup mata terhadap terang yang sejati itu akan dibiarkan mengembara tanpa henti dalam mencari terang yang palsu, dan disesatkan oleh setiap ignis fatuus (pengharapan atau terang yang palsu -- pen.).
                        . Banyak orang sungguh teramat bodoh, mereka muak dengan kebenaran-kebenaran kuno dan menyukai kesalahan-kesalahan baru. Mereka membenci manna, tetapi pada saat yang sama makan abu. Sesudah menolak Kristus dan Injil-Nya, orang Yahudi terus-menerus dihantui oleh pikiran untuk mencari Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu (Mat. 24:24). Kecenderungan mereka untuk mengikuti orang-orang seperti itu menyebabkan terjadinya kebingungan dan pendurhakaan yang mempercepat kehancuran mereka.
                [4] Di sini mereka didakwa atas tindakan kesombongan dan kemuliaan yang sia-sia, dan ketidakpercayaan yang merupakan akibatnya (ay. 44). Setelah dengan tajam menegur mereka atas ketidakpercayaan mereka itu, seperti seorang tabib yang bijaksana Ia pun mencari-cari penyebabnya dan menetakkan kapak ke akarnya. Itulah sebabnya mereka meremehkan dan mengecilkan Kristus karena mereka mengagumi dan terlampau menilai tinggi diri mereka sendiri.

                    Inilah:

                    Pertama, ambisi atau keinginan mereka yang amat sangat untuk memperoleh kehormatan duniawi. Kristus membenci sikap ini (ay. 41). Mereka mengarahkan hati untuk hal ini: Kamu menerima hormat seorang dari yang lain, artinya, "Kamu hanya mencari Mesias yang memiliki kegemahan duniawi, dan berharap untuk mendapatkan kehormatan duniawi dari dia." Kamu menerima hormat:
                        . "Kamu sangat ingin menerimanya dan pikiranmu hanya tertuju pada hal ini saja dalam segala hal yang kamu lakukan."
                        . "Kamu memberi hormat kepada orang lain dan menyanjung mereka hanya supaya mereka akan membalasnya dengan menyanjungmu juga." Petimus dabimusque vicissim -- Kami meminta dan karena itu kami memberi. Inilah keahlian orang sombong, yaitu melontarkan hormat kepada orang lain hanya supaya hormat itu terpantul kembali kepada mereka.
                        . "Kamu sangat cermat dalam menyimpan semua kehormatan bagi dirimu sendiri dan membatasinya hanya untuk kelompokmu sendiri, seolah-olah hanya kamu sajalah yang berhak penuh atas segala yang terhormat."
                        . "Kehormatan apa pun yang ditunjukkan kepadamu kamu terima bagi dirimu sendiri dan tidak meneruskannya kepada Allah, seperti yang dilakukan Herodes." Memuja manusia dan pikiran mereka dan senang dipuja-puji oleh mereka merupakan bentuk penyembahan berhala yang sangat bertentangan dengan Kekristenan, seperti halnya dengan bentuk penyembahan berhala lainnya.
                    Kedua, pengabaian mereka terhadap kehormatan rohani yang di sini disebut hormat yang datang dari Allah yang Esa. Mereka tidak mencari ataupun memedulikan hal ini.

                    Perhatikanlah:

                        . Kehormatan sejati adalah yang datang dari Allah yang esa. Itulah kehormatan yang sesungguhnya dan yang kekal. Orang-orang yang disambut-Nya ke dalam kovenan dan persekutuan dengan diri-Nya sendiri adalah mereka yang benar-benar terhormat.
                        . Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Melalui Kristus, semua orang yang percaya kepada-Nya menerima kehormatan yang datang dari Allah. Ia tidak bersikap berat sebelah, tetapi akan memberikan kemuliaan bilamana Ia memberikan kasih karunia-Nya.
                        . Kita harus mencari, bertujuan dan bertindak untuk mendapatkan kehormatan yang datang dari Allah, dan itu saja yang harus kita lakukan, tidak boleh ada yang lain (Rm. 2:29). Itulah yang harus kita perhitungkan sebagai upah kita, seperti orang Farisi menganggap pujian manusia sebagai upah mereka.
                        . Orang-orang yang tidak mau datang kepada Kristus dan orang-orang yang sangat menginginkan kehormatan duniawi, jelas-jelas tidak mencari hormat yang datang dari Allah, dan inilah kebodohan dan kehancuran mereka.
                    Ketiga, pengaruh hal ini terhadap ketidaksetiaan mereka. Kamu yang mempunyai pikiran seperti ini, bagaimana mungkin kamu dapat percaya?

                    Perhatikanlah di sini:

                        . Kesulitan untuk percaya timbul dari dalam diri dan oleh karena kecemaran kita sendiri. Kita mempersulit diri sendiri, lalu mengeluh bahwa percaya itu sungguh tidak mungkin untuk dilaksanakan.
                        . Keinginan berlebihan dan kegemaran akan kehormatan duniawi merupakan halangan besar untuk beriman kepada Kristus. Bagaimana mungkin orang yang memuja pujian dan hormat manusia bisa menjadi percaya? Bila iman dan hidup saleh dianggap ketinggalan zaman dan ditentang di mana-mana, bila Kristus dan para pengikut-Nya dipandang aneh, dan bila menjadi orang Kristen dianggap seperti menjadi burung belang (ini sudah biasa terjadi), bagaimana mungkin orang-orang yang berpandangan demikian bisa percaya? Mereka ini hanya lebih suka menonjolkan diri secara lahiriah.
        . Saksi terakhir yang diajukan di sini adalah Musa (ay. 45 dst.). Orang Yahudi sangat memuja Musa dan menilai diri sendiri tinggi karena menjadi murid-murid Musa. Mereka mengaku-ngaku taat kepada Musa dan menentang Kristus. Namun, di sini Kristus menunjukkan kepada mereka,
            (1) Bahwa Musa adalah saksi yang melawan orang-orang Yahudi yang tidak mau percaya, dan ia mendakwa mereka di hadapan Bapa. Yang mendakwa kamu adalah Musa. Ini dapat dipahami sebagai:
                [1] Menunjukkan perbedaan antara hukum Taurat dan Injil. Musa, yakni hukum Taurat itu, mendakwa kamu, karena melalui hukum itu orang mengenal dosa. Hukum itu menghukum kamu. Bagi kamu yang percaya kepada hukum itu, ada hukuman mati dan kutukan. Namun sebaliknya, rancangan Injil Kristus bukanlah untuk mendakwa kita: Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu. Kristus bukan datang ke dunia sebagai Momus (dewa Yunani yang kerjanya hanya mencela dan mengecam -- pen.), untuk mencari-cari kesalahan dan bertengkar dengan semua orang, atau sebagai mata-mata untuk memantau tindakan manusia, atau sebagai jaksa penuntut yang mencari kejahatan orang. Tidak, Ia datang untuk menjadi pembela, bukan pendakwa, untuk memperdamaikan Allah dengan manusia, bukan untuk membuat mereka lebih berselisih lagi. Alangkah bodohnya mereka itu jadinya, yang taat kepada Musa tetapi justru melawan Kristus, dan mau hidup di bawah hukum Taurat! (Gal. 4:21). Atau,
                [2] Menunjukkan sikap tidak masuk akal ketidaksetiaan mereka: "Jangan kamu menyangka bahwa Aku akan menuntut kamu di hadapan pengadilan Allah dan meminta pertanggungan jawab dari kamu atas apa yang kamu lakukan terhadap-Ku, seperti yang biasa dilakukan oleh orang yang tidak bersalah yang menderita akibat tindak kejahatan. Tidak, Aku tidak perlu melakukannya. Kamu sudah didakwa di pengadilan sorga, dan terbuang. Musa sendiri telah cukup membuktikan kebersalahanmu dan mengecam kamu, karena ketidak-percayaanmu itu." Janganlah sekali-kali mereka salah mengerti tentang Kristus. Walaupun Ia seorang nabi, Ia tidak ingin menggunakan hak-Nya di sorga untuk melawan mereka yang menganiaya-Nya. Ia tidak seperti Elia yang mengadukan Israel kepada Allah (Rm. 11:2), ataupun seperti Yeremia yang ingin melihat pembalasan Allah terhadap mereka. Jangan pula sampai mereka dibiarkan begitu saja salah mengerti tentang Musa, seolah-olah ia akan memihak mereka dan menolak Kristus. Tidak, ada yang akan mendakwa kamu, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.

                Perhatikanlah:

                    Pertama, biasanya, hak istimewa dan keuntungan lahiriah merupakan keyakinan sia-sia orang-orang yang menolak Kristus dan anugerah-Nya. Orang Yahudi percaya kepada Musa dan menyangka bahwa dengan memiliki hukum-hukumnya dan ketetapan-ketetapannya mereka akan diselamatkan.
                    Kedua, orang-orang yang mempercayakan diri kepada hak-hak istimewa mereka dan tidak berusaha memanfaatkannya dengan baik, bukan saja akan mendapati bahwa keyakinan mereka itu dikecewakan, tetapi juga bahwa hak-hak istimewa itu justru akan menjadi saksi-saksi yang melawan mereka.
            (2) Bahwa Musa adalah saksi bagi Kristus dan pengajaran-Nya (ay. 46-47): Ia telah menulis tentang Aku. Musa terutama bernubuat tentang Kristus, bahwa Dia adalah keturunan perempuan itu, keturunan Abraham, Silo, Sang Nabi yang agung itu. Tata upacara dalam hukum Taurat Musa merupakan gambaran Dia yang akan datang. Orang Yahudi menjadikan Musa sebagai pelindung atau pendukung mereka dalam perlawanan mereka terhadap Kristus, tetapi di sini Kristus menunjukkan kesalahan mereka, bahwa Musa sama sekali tidak menulis suatu pun yang bertentangan dengan Kristus, bahwa ia menulis bagi Dia, dan tentang Dia.

            Di sini:

                [1] Kristus mendakwa orang-orang Yahudi bahwa mereka tidak percaya kepada Musa. Sebelumnya Ia berkata (ay. 45) bahwa mereka menaruh pengharapan kepada Musa, namun di sini Ia berusaha menjelaskan bahwa sebenarnya mereka tidak percaya kepada Musa. Mereka menaruh pengharapan pada namanya, tetapi tidak menerima pengajarannya dalam arti dan maksud yang sebenarnya. Mereka tidak memahaminya dengan benar atau pun menghargai apa yang ditulis Musa tentang Mesias itu.
                [2] Ia membuktikan dakwaan ini berdasarkan ketidakpercayaan mereka terhadap-Nya: Jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku. Perhatikanlah,
                    pertama, ujian yang paling tepat bagi iman adalah melalui akibat yang dihasilkannya. Banyak yang berkata bahwa mereka percaya, tetapi tindakan-tindakan mereka membuktikan bahwa perkataan mereka tidak benar, sebab seandainya mereka percaya kepada Kitab Suci, mereka tentu akan bertindak lain.
                    Kedua, Orang yang benar-benar percaya kepada satu bagian Kitab Suci, akan menerima setiap bagian lainnya juga. Nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama telah digenapi di dalam Kristus hingga orang-orang yang menolak Kristus sebenarnya telah menyangkali nubuat-nubuat itu juga dan mengabaikannya.
                [3] Dari ketidakpercayaan mereka kepada Musa, Ia mengambil kesimpulan bahwa sungguh tidak aneh bila mereka menolak-Nya: Jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan? Bagaimana bisa dipikirkan bahwa kamu akan percaya?
                    Pertama, "Jika kamu tidak percaya kepada tulisan-tulisan yang kudus itu, sabda yang ditulis hitam di atas putih dan merupakan cara paling pasti untuk menyampaikannya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan, karena kata-kata yang diucapkan biasanya kurang dipedulikan?"
                    Kedua, "Jika kamu tidak percaya kepada Musa, yang sangat kamu hormati itu, bagaimana mungkin kamu akan percaya kepada-Ku, yang kamu pandang dengan penuh hina seperti ini?" (lih. Kel. 6:11).
                    Ketiga, "Jika kamu tidak percaya pada apa yang dikatakan dan ditulis Musa tentang Aku, yang merupakan kesaksian yang kuat dan meyakinkan tentang Aku, bagaimana mungkin kamu akan percaya kepada Aku dan misi-Ku?" Jika kita tidak mengakui pernyataan-pernyataan yang disebutkan sebelumnya, bagaimana mungkin kita bisa mengakui kesimpulannya? Kebenaran agama Kristen, yang murni merupakan wahyu ilahi, bergantung pada otoritas atau kewenangan ilahi Kitab Suci. Karena itu, jika kita tidak percaya pada ilham ilahi tulisan-tulisan dalam Kitab Suci itu, bagaimana mungkin kita bisa menerima ajaran-ajaran Kristus?

                    Maka, semua hal di atas mengakhiri kesaksian Yesus bagi diri-Nya sendiri. Kesaksian tersebut dilakukan untuk menjawab tuduhan yang diberikan kepada-Nya. Apa dampak dari kesaksian-Nya kita tidak tahu, tetapi mungkin seperti ini: mulut mereka terhenti sejenak, dan mereka terpaksa karena malu menarik tuduhan mereka, namun hati mereka tetap keras.



SBU
MINGGU ADVEN ll
KAMIS, 13 DESEMBER 2018
Renungan Pagi
GB.156 -Berdoa
TIDAK MENERIMA YESUS

Yohanes 5:36-40
Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.  (ay.39-40)

Mengherankan bukan, semua Kitab Suci berbicara tentang
Yesus Kristus, tetapi mereka tetap saja tidak memercayai Yesus. Bahkan lnjil Yohanes disebut sebagai bukan lnjil. Mereka meragukan latar belakang Keyahudian lnjil
Yohanes. Maka Yohanes dituduh lebih menerima pengaruh Yunani. Ada juga tuduhan bahwa lnjil Yohanes ditulis jauh setelah Abad para Rasul, (60-90 Masehi), antara tahun 90-130 Masehi.

Penemuan Gulungan Laut Mati (GLM) tahun 1947 di Lernbah Qumran rneneguhkan bahwa lnjil Yohanes bukan kitab Helenis atau Yunani tetapi berlatar belakang Yahudi. Ternyata menurut GLM (Dead Sea Scrolls), lnjil Yohanes ditulis tidak lebih dari tahun 90 Masehi. Tuduhan bawa lnjil Yohanes dipengaruhi ajaran Gnostik, terbukti tak benar. Hal ini dinyatakan oleh Literatur clan Nag Hamrnacli, sebelah Utara kota Luxor, Mesir. pada tahun 1945.

Terbukti bahwa lnjil Yohanes ditulis jauh sebelum bahkan abad ke 2 Masehi. Ajaran Gnostik itulah yang justru baru hadir pada abad ke 3 Masehi.

Bapa Gereja Athanasius yang akhirnya menyusun dan mensahkan Kanon PL dan PB memasukkan lnjil menurut Yohanes sebagai lnjil ke 4 dalam Perjanjian Baru. Orang Yehudi diyakinkan bahwa Kristus yang historis itu adalah Sang Mesias, Yang Diurapi, Sang Kristus. Sedangkan bagi orang Yunanl, mereka diyakinkan bahwa Kristus itu adalah Anak Allah, Juruselamat Umat Manusia.
lnjil Yohanes adalah lnjil Kepercayaan, (The Gospel of Belief). Kita membaca dan menerima maksud diitulisnya lnjil Yohanes : "Memang masih banyak tanda-tanda yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam Kitab ini, tetapi sernua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah dan supaya kamu oleh iman-
mu memperoleh hidup dalam nama-Nya" (20:30-31). Mari kita sungguh percaya kepada Yesus Krlstus, Tuhan kita.

GB.156
Doa : {Biarlah kami jangan pernah malu akan nama Nama-Mu, Yesus Kristus)


MINGGU ADVEN II
KAMIS, 13 Desember 2018
Renungan Malam
KJ.432 -Berdoa
SIAPAKAH YANG KITA PERCAYA?

Yohanes 5:41-47
Aku datang dalam nama BapaKu, dan kamu tidak menerima Aku (ay.43a)

Tuhan Yesus mernbuat kesimpulan yang tepat: manusia tidak percaya kepada-Nya tetapi percaya kepada orang lain. Umat Perjanjian sampai sekarang tetap menolak Tuhan Yesus Kristus sebagai Mesias. Mereka sangat percaya kepacla Musa, pemimpin Israel yang telah membawa turun dari gunung Sinai Sepuluh Hukum
Taurat. Musa telah memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Tetapi yang sebenarnya memimpin Israel keluar dari Mesir dan memberikan Dasa Titah itu adalah Allah Yahweh.

Tuhan berkata bahwa Musa telah menulis tentang Dlri-Nya.
(Kejadian 3:15; Bilangan 21:9, 24:17, dan Ulangan 18:15).Tuhan Yesus membandingkan Diri-Nya dengan Musa. Ia menyatakan diriNya sebagai Allah yang Esa, kini harus diterjemahkan menjadi Allah yang Eka. Maksudnya, la cliutus oieh Allah Bapa ke dalam
dunia. Namun la ditolak. Mengapa? Oleh sebab mereka tidak mempunyai kasih akan Allah. Pernahkah Anda berpikir mengapa orang tak mau percaya kepada Tuhan Yesus? Alasannya sarna, sebab mereka tidak dapat mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa atau Eka itu. Allah yang Esa atau Eka inilah yang sebutan umumnya adalah saiu-satunya Allah.

Dalam Tuhan Yesus mereka tidak melihat kemuliaan Allah,
sebab mereka tidak mengasihi Allah. Tuhan Mesklpun Yesaya melihat kemullaan-Nya clan telah berkata-Kata tentang Yesus itu. tetapi mereka tidak percaya. Dalam Yohanes 12:42-43 dinyatakan: "Narnun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakui-
nya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan. Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah". Bagaimana dengan kita dan anak-anak kita? Percayalah Yesus! Bacalah Roma 2 : 29.

KJ. 432
Doa : (Janganlah kami mencari kemuliaan bagi diri kami, lalu mencampakkan Tuhan bagi keuntungan materi)


Label:   Yohanes 5:36-47 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 14 Desember 2018 - TUGAS GENERASI NOW - Roma 13:8-14 - MINGGU ADVEN II

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 12 Desember 2018 - SIAPAKAH YANG KITA PERCAYA? - Yohanes 5:27-32 (SGK) - MINGGU ADVEN II

Garis Besar Yohanes

Garis Besar 1 Yohanes

Garis Besar 2 Yohanes

Garis Besar 3 Yohanes

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,