Save Page
HARI NATAL II
RABU, 26 DESEMBER 2018
Matius 3:16-17 (SGK)
BAPTISAN KUDUS

Matius 3:16-17
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Penjelasan:


*     etapa bersukacitanya sorga hingga menganugerahkan kepada baptisan yang dijalani Kristus itu suatu penyibakan kemuliaan yang istimewa (ay. 16-17). Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air. Orang lain yang dibaptis tetap berada dalam air sejenak untuk mengaku dosa mereka (ay. 6), namun Kristus, karena tidak mempunyai dosa untuk diakui, segera keluar dari dalam air, demikianlah yang kita baca. Namun sebenarnya hal ini kurang tepat, sebab yang benar adalah, apo tou hydatos -- dari air, dari tepi sungai, ke mana ia turun untuk dibasuh dengan air, yaitu, agar kepala atau muka-Nya dibasuh (Yoh. 13:9); sebab di sini tidak disebutkan mengenai pakaian-Nya yang ditanggalkan atau dikenakan kembali, yang pasti tidak akan dilewatkan seandainya Ia dibaptis dalam keadaan telanjang. Yesus segera keluar dari air, sebagai orang yang memasuki pelayanan dengan segala sukacita dan ketetapan hati. Dia tidak mau kehilangan waktu sedikit pun. Betapa susah hati-Nya sebelum hal itu berlangsung!

    Sekarang, ketika Ia keluar dari air, dan semua orang yang hadir memandang-Nya:

        . Lihatlah, langit terbuka (bagi Dia), dan tampaklah sesuatu di atas dan melampaui langit, setidaknya bagi pemandangan-Nya. Ini adalah
            (1) Untuk memberikan dorongan kepada-Nya untuk melanjutkan tugas pelayanan, dengan pengharapan akan menerima kemuliaan dan sukacita yang disediakan bagi Dia. Langit terbuka untuk menerima-Nya nanti setelah Ia merampungkan tugas pelayanan yang sekarang dimasuki-Nya.
            (2) Untuk mendorong kita agar menerima-Nya dan menyerahkan diri kepada-Nya. Perhatikanlah, di dalam dan melalui Yesus Kristus, langit terbuka bagi anak-anak manusia. Dosa telah menutup jalan ke sorga dan memutuskan hubungan manis di antara Allah dan manusia; namun sekarang Kristus telah membuka Kerajaan Sorga bagi semua orang percaya. Cahaya dan kasih ilahi dicurahkan ke atas anak-anak manusia, dan kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus. Kita memiliki tanda terima belas kasihan dari Allah, kita membalas budi kepada Allah, dan semua ini berkat Yesus Kristus, yang menjadi tangga yang kakinya tertancap di bumi sedangkan ujungnya ada di sorga. Hanya melalui Dialah kita bisa memiliki hubungan yang akrab dengan Allah, atau segala pengharapan untuk masuk sorga kelak. Langit terbuka ketika Kristus dibaptis, untuk mengajar kita bahwa bila kita dengan taat menjalankan sakramen-sakramen Allah, kita boleh mengharapkan persekutuan dengan-Nya dan hubungan timbal balik dari-Nya.
        . Ia melihat Roh Allah seperti, atau sebagai, burung merpati turun atau melayang-layang di atas-Nya. Kristus melihatnya (Mrk. 1:10) dan Yohanes melihatnya (Yoh. 1:33-34), dan ada kemungkinan semua orang yang hadir juga melihatnya, sebab peristiwa ini memang dimaksudkan menjadi pelantikan-Nya di hadapan publik. Perhatikanlah:
            (1) Ia melihat Roh Allah turun dan melayang-layang di atas-Nya. Pada awal kejadian bumi, Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air (Kej. 1:2), bagaikan burung di atas sarangnya. Jadi di sini, pada awal kejadian dunia baru ini, Kristus, sebagai Allah, sebenarnya tidak perlu menerima Roh Kudus, namun sudah dinubuatkan sebelumnya bahwa Roh TUHAN akan ada padanya (Yes. 11:2; 61:1), dan di sini hal itu memang terjadi; sebab
                [1] Dia harus menjadi Nabi, dan para nabi selalu berbicara melalui Roh Allah, yang turun ke atas mereka. Kristus harus melaksanakan pelayanan sebagai nabi, bukan melalui sifat ilahi-Nya (menurut Dr. Whitby), melainkan melalui ilham dari Roh Kudus.
                [2] Ia harus menjadi Kepala Gereja, dan Roh Allah turun ke atas-Nya, dan melalui Dia, semua orang percaya dapat memperoleh berbagai karunia, anugerah, dan penghiburan. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke leher jubahnya, demikian juga Kristus menerima karunia-karunia untuk manusia, agar Ia bisa memberikan karunia kepada manusia.
            (2) Roh Allah turun ke atas-Nya seperti burung merpati. Tidak jelas apakah ini seekor burung merpati yang sesungguhnya, yang hidup, ataukah hanya gambaran seekor merpati saja seperti yang biasa terjadi dalam peristiwa penglihatan. Bila memang harus merupakan suatu rupa jasmani (Luk. 3:22), tentunya itu tidak boleh dalam bentuk manusia, sebab yang terlihat dalam keadaan sebagai manusia hanya diperuntukkan bagi Pribadi Kedua. Oleh sebab itu tidak ada bentuk yang lebih sesuai daripada salah satu unggas sorgawi (mengingat sorga sekarang sedang terbuka), dan dari semua jenis unggas, tidak ada yang lebih berarti daripada merpati.
                [1] Roh Kristus mirip dengan merpati; bukan seperti merpati tolol, tidak berakal (Hos. 7:11), melainkan seperti merpati tanpa noda, tanpa cacat. Roh Allah turun, bukan dalam bentuk seekor burung rajawali, yang meskipun termasuk burung bangsawan, juga termasuk burung pemangsa. Ia turun dalam rupa burung merpati, yaitu makhluk yang paling tidak berbahaya dan tidak pernah menyerang. Seperti itulah Roh Kristus, Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak. Seperti itulah seharusnya orang Kristen bersikap, tulus seperti merpati. Hal yang luar biasa pada burung merpati adalah matanya. Kita mendapati bahwa mata Kristus (Kid. 5:12), dan mata Gereja (Kid. 1:15; 4:1), dikiaskan seperti mata merpati, sebab keduanya memiliki roh yang sama. Burung merpati sering berduka (Yes. 38:14). Kristus sering menangis. Jiwa-jiwa yang penuh penyesalan tampak bagaikan burung merpati di lembah-lembah.
                [2] Burung merpati merupakan satu-satunya unggas yang dipersembahkan untuk korban bakaran (Im. 1:14). Begitu pula, Kristus, oleh Roh, yaitu Roh yang kekal, mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat.
                [3] Kabar gembira tentang surutnya banjir disampaikan kepada Nuh oleh seekor burung merpati, yang membawa selembar daun zaitun pada mulutnya. Oleh sebab itu, berita sukacita mengenai pendamaian dengan Allah disampaikan Roh Kudus dalam bentuk burung merpati. Hal ini berbicara tentang maksud baik Allah terhadap manusia, bahwa pikiran-Nya terhadap kita mengandung rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan. Parafrasa Aram mengartikan perkataan bunyi tekukur terdengar di tanah kita (Kid. 2:12) sebagai suara Roh Kudus. Sungguh suatu berita sukacita, bahwa dalam Kristus, Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya, dan berita itu disampaikan kepada kita di atas sayap, sayap-sayap merpati.
        . Untuk menjelaskan dan melengkapi peristiwa yang khidmat ini, terdengarlah suara dari sorga, yang patut kita duga, terdengar oleh semua orang yang hadir pada saat itu. Roh Kudus menyatakan diri dalam rupa seekor burung merpati, tetapi Allah Bapa menyatakan diri melalui suara; sebab ketika hukum itu disampaikan, suatu rupa tidak mereka lihat, hanya ada suara (Ul. 4:12). Begitulah Injil ini datang, dan itu sungguh merupakan kabar baik, kabar terbaik yang pernah datang dari sorga ke bumi, sebab berita itu berbicara dengan jelas dan sepenuhnya mengenai perkenan Allah terhadap Kristus, dan kepada kita melalui diri-Nya.
            (1) Lihatlah di sini bagaimana Allah mengakui Yesus Tuhan kita, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi." Perhatikanlah:
                [1] Hubungan Allah dengan-Nya, "Dialah Anak-Ku." Yesus Kristus adalah Anak Allah, melalui peranakan kekal, karena Ia diperanakkan oleh Bapa sebelum dunia ini dijadikan (Kol. 1:15; Ibr. 1:3), dan dikandung melalui proses supernatural. Karena itulah Ia disebut Anak Allah, karena Ia dikandung dari Roh Kudus (Luk. 1:35). Namun, ini belumlah semuanya. Dia adalah Anak Allah melalui penunjukan khusus untuk melakukan pekerjaan dan pelayanan sebagai Juruselamat dunia. Ia dikuduskan, dimeteraikan, dan diutus untuk tugas itu, sebagai anak kesayangan Sang Bapa (Ams. 8:30). Dia juga ditunjukkan untuk tugas ini, Aku akan mengangkat dia menjadi anak sulung (Mzm. 89:28).
                [2] Kasih sayang Bapa terhadap-Nya. Dialah Anak yang kekasih; Anak-Nya yang kekasih (Kol. 1:13); sejak kekekalan Dia ada di pangkuan Bapa-Nya (Yoh. 1:18); setiap hari menjadi kesenangannya (Ams. 8:30). Tetapi terutama sebagai Pengantara, dalam melaksanakan karya penebusan manusia, Dia adalah Anak Bapa yang kekasih. Dia adalah orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan (Yes. 42:1). Karena Ia menyetujui kovenan penebusan dan bersuka untuk melakukan kehendak Allah, maka Bapa mengasihi Dia (Yoh. 10:17; 3:35). Lihatlah, dan takjublah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, hingga Ia menyerahkan Dia yang adalah Anak-Nya yang kekasih itu untuk menderita dan mati bagi mereka yang adalah keturunan yang dimurkai-Nya. Dan, sungguh itulah juga yang membuat Bapa mengasihi Sang Anak, sebab Sang Anak memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya! Sekarang tahulah kita bahwa Bapa mengasihi kita, karena Ia tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, Anak-Nya yang tunggal, Ishak yang dikasihi-Nya, tetapi menyerahkan-Nya supaya menjadi korban persembahan bagi dosa-dosa kita.
            (2) Lihatlah di sini betapa rindu-Nya Ia menjadikan kita milik-Nya: Dialah Anak-Ku yang Kukasihi, bukan saja dengan-Nya, tetapi juga kepada Dia, Aku berkenan. Allah berkenan dengan semua orang yang berada di dalam Dia, dan yang dipersatukan dengan Dia melalui iman. Sampai pada saat itu Allah tidak berkenan dengan anak-anak manusia, tetapi sekarang murka-Nya telah dialihkan, dan Ia telah membuat kita diterima di dalam Dia yang dikasihi-Nya (Ef. 1:6). Biarlah seluruh dunia memperhatikan, bahwa inilah Sang Pembawa Damai, Wasit yang dinanti-nantikan itu, yang telah memegang kedua belah pihak dan bahwa tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Dia sebagai Pengantara (Yoh. 14:6). Di dalam Dia, korban rohani kita berkenan kepada-Nya, karena Dialah Mezbah Persembahan yang menyucikan segala persembahan (1Ptr. 2:5). Di luar Kristus, Allah bagaikan api yang menghanguskan, tetapi di dalam Dia, Allah menjadi Bapa yang diperdamaikan. Inilah ringkasan seluruh Injil. Ini adalah perkataan yang benar dan patut diterima sepenuhnya, yaitu bahwa Allah telah menyatakan, melalui suara dari sorga, bahwa Yesus Kristus adalah Anak yang dikasihi-Nya, dan kepada-Nyalah Ia berkenan, dan kita harus menerima kebenaran ini dengan iman serta dengan sukacita berkata bahwa Dialah Juruselamat kita yang terkasih, dan kepada-Nyalah kita berkenan.



SBU

HARI NATAL II
RABU, 26 DESEMBER 2018
BAPTISAN KUDUS
Renungan Pagi
GB.145:1 -Berdoa
BAPTISAN ADALAH KEHENDAK ALLAH

Matius 3:13-15
Lalu Yesus menjawah, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya (ay.15).

Pada zaman Yesus, baptisan adalah semacam upacara penyuci-
an kepada orang non-Yahudi sebagai syarat kalau dia ingin menjadi
Yahudi. lnilah yang menjadi keberatan Yohanes Pernbaptis, ketika
Yesus datang kepadanya untuk minta dibaptis. Yesus aclalah putera
Yahudi. Tapi Yesus juga adalah Allah yang suci, yang menjelma
menjadi manusia untuk menyelamatkan dunia ini, termasuk diri
Yohanes. Masuk akal kalau Yohanes rnengemukakan keberatan
ketika Yesus datang untuk minta dibaptis. Namun Yesus mernasti-
kan bahwa inilah cara Yohanes melaksanakan kehendak Allah.
Dan atas dasar itulah Yohanes membaptiskan Yesus.

Melalui baptisan-Nya, Yesus yang tidak berdosa, menernpatkan
clirl sama dengan manusia lain yang berdosa dan karenanya me-
ngalami semua yang dialami oleh manusia berdosa. Penebusan
berarti Yesus rela memberikan Diri-Nya untuk mengalami semua
akibat dosa, sebagai ganti manusia.

Itulah sebabnya hal baptisan dipelihara dalam Gereja Tuhan
sampai hari ini. ltulah sebabnya juga dalam baptisan nama Tuhan
secara lengkap disebut yakni Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ketika
nama Tuhan Allah secara lengkap dlsebutkan atas kita dalam
baptisan, maka sejak saat itu kita adalah milik Allah Tritunggal,
yakni Bapa, Anak dan Roh Kuclus. Itu berarti bahwa hidup kita
diarahkan oleh Allah Tritunggal, dan tidak ada apapun yang akan
terjadi dalam kehidupan kita tanpa izln Allah Tritunggal, karena
sejak baptisan, kita adalah milik-llya. Tidak ada bahagla yang
menyamai hal ini. Bahwa kita milik Allah, dan masa depan kita
sudah disiapkan lebih dahulu bagi klta oleh Allah. lnilah rahasia
kebahaglaan hidup orang-orang yang sudah dlbaplis.

Yesus memastlkan bahwa baptisan itu adalah kahendak Allah. Sudahkah
anda dan anak cucu anda dibaptis? Selamat Natal saudaraku!

GB.145 : 2
Doa : {lngatkan karni Kristus hahwa keatas kami nama-Mu telah
disebut. Supaya dalam keyakinan itu kami menjalani kehidupan
sesuai dengan kehendak-Mu, sekalipun banyak rintangan
menghadang)



HARI NATAL II
RABU, 26 DESEMBER 2018
Renungan Malam
KJ.105 :1,2 -Berdoa
LANGIT TERBUKA

Matius 3:16-17
.... pada waktu itu juga langit terbuka... (ay.16)

Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis untuk mernenuhi kehen-
dak Allah. Seharusnya Yesus tidak perlu dibaptis, tapi la memberi
diri dibaptis karena kita. la mengidentifikasikan dirt-Nya sama
dengan manusia, melaiui baptisan yang‘ diterima-Nya, untuk
rnemenuhi kehendak Allah supaya manusia diseiamatkan.

Setelah la dibaptis, ketika la keluar dari air sungai Yordan.
"langit terbuka". Turun Ron Allah seperti burung merpati atas-Nya.
Terdengar suara dari sorga yang menyatakan: "Inilah Anak yang
Kukasihi, kepada-Nyalah Aku be-rkenan"
1. Langit terbuka karena Aflah berkenan akan karya-Nya
melalui Yesus Kristus.
2. Langit terbuka karena Allah hendak mencurahkan berkat-
Nya. Baptisan merupakan pelantikan Yesus untuk masuk
dalarn pelayanan itu.
3. Langit terbuka dan Rah Kudus turun atas-Nya, memenuhi
kehidupan-Nya. Karena itu la mefayani dengan kuasa Roh
Kudus dan melakukan banyak mujizat.
4. Langit terbuka terdengar suara bersaksi siapakah Yesus?
Selama ini Ia dikenal sebagai "anak Yusuf tukang kayu"
sekarang dibukakan dan dinyatakan bahwa Ia adalah Anak
Allah.

Bagi setiap orang percaya, langit pun ierbuka bila kita melaku-
kan kehendak-Nya. Langit ierbuka bagi orang yang merendahkan
diri dan taat kepada-Nya. Langit terbuka bagi setiap orang percaya,
Karena Ia juga akan mencurahkan berkat-Nya. Dengan langit ter-
buka, la pun bersaksi, bahwa kita adalah anak-anak-Nya.

KJ.105 : 4,5
Doa : (Biarlah langit juga terbuka untuk curahan berkat-Mu bagi
kami)


Label:   Matius 3:16-17 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 27 DESEMBER 2018 - KELUARGA ALLAH - Efesus 2:17-22 - MINGGU SESUDAH NATAL

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB - HARI NATAL - SELASA, 25 DESEMBER 2018 - JURUSELAMAT JADI TEMAN PADA JALAN KEHIDUPAN - Matius 1:18-25

Garis Besar Matius




BACAAN ALKITAB SETAHUN

  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah





    songbatak.com-karaoke
    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ *, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Rabu, 1 Mei 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 1 Mei 2019 - Imamat 25:47-55 (SGK) - MINGGU I SESUDAH PASKAH
    Imamat 25:47-55 Penjelasan Ayat

    Selasa, 30 April 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 30 April 2019 - Imamat 18:21-30 - MINGGU I SESUDAH PASKAH
    Imamat 18:21-30 Penjelasan Ayat

    Jumat, 26 April 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 26 April 2019 - Yohanes 21:20-23
    Yohanes 21:20-23 Penjelasan Ayat

    Kamis, 25 April 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Kamis, 25 April 2019 - Yohanes 21:7-14
    Yohanes 21:7-14 Penjelasan Ayat

    Minggu, 24 April 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 24 April 2019 - Lukas 24:44-49 (SGK) - MINGGU PASKAH
    Lukas 24:44-49 (SGK) Penjelasan Ayat



    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Rabu, 1 Mei 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 1 Mei 2019 - Imamat 25:47-55 (SGK) - MINGGU I SESUDAH PASKAH
    Imamat 25:47-55 Penjelasan Ayat

    Selasa, 30 April 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 30 April 2019 - Imamat 18:21-30 - MINGGU I SESUDAH PASKAH
    Imamat 18:21-30 Penjelasan Ayat

    Jumat, 26 April 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 26 April 2019 - Yohanes 21:20-23
    Yohanes 21:20-23 Penjelasan Ayat

    Kamis, 25 April 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Kamis, 25 April 2019 - Yohanes 21:7-14
    Yohanes 21:7-14 Penjelasan Ayat

    Minggu, 24 April 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 24 April 2019 - Lukas 24:44-49 (SGK) - MINGGU PASKAH
    Lukas 24:44-49 (SGK) Penjelasan Ayat


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,