Save Page
Minggu Adven III
Kamis, 20 Desember 2018
Yesaya 65:17-25

Yesaya 65:17-25
Janji mengenai langit yang baru dan bumi yang baru
65:17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 65:18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 65:19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. 65:20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 65:21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 65:22 Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 65:23 Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka. 65:24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. 65:25 Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.


Penjelasan:


* Nubuat-nubuat tentang Kebahagiaan (65:17-25)
Kalaupun janji-janji ini dianggap sudah digenapi sebagian ketika orang-orang Yahudi, setelah kembali dari pembuangan, menetap dengan damai di negeri mereka sendiri dan seolah-olah dibawa ke sebuah dunia baru, janji-janji itu masih akan digenapi secara penuh dalam jemaat Injil, yang semula berjuang dan pada akhirnya berkemenangan. Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita. Dalam segala anugerah dan penghiburan orang-orang percaya di dalam dan dari Kristus, kita harus menantikan langit yang baru dan bumi yang baru ini. Di dalam Injillah yang lama sudah berlalu, dan yang baru sudah datang, dan dengan Injillah mereka yang ada di dalam Kristus menjadi ciptaan baru (2Kor. 5:17). Suatu perubahan yang dahsyat dan membahagiakan digambarkan dalam ayat 16, bahwa kesesakan-kesesakan yang dahulu sudah terlupa. Tetapi di sini perubahan itu naik jauh lebih tinggi: bahkan dunia yang terdahulu akan terlupakan dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Orang-orang yang bertobat memeluk iman Kristen begitu terangkat dalam penghiburan-penghiburannya sehingga semua penghiburan yang sudah mereka kenal sebelumnya seolah-olah tidak ada apa-apanya bagi mereka. Bukan hanya kesedihan-kesedihan mereka yang sudah lalu, melainkan juga sukacita-sukacita mereka yang sudah lalu akan lenyap dan tertelan di dalamnya. Itulah mengapa orang-orang kudus yang dimuliakan akan melupakan dunia ini, sebab mereka akan sepenuhnya terhanyut dalam dunia lain: Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru. Lihatlah betapa kuasa ilahi itu tiada habis-habisnya. Allah yang sama yang menciptakan satu langit dan bumi dapat menciptakan langit dan bumi lain. Lihatlah betapa utuh kebahagiaan orang-orang kudus itu. Kebahagiaan itu akan menyeluruh. Bersama langit yang baru, Allah akan menciptakan bagi mereka (kalau memang itu akan membuat mereka bahagia) bumi yang baru juga. Dunia adalah milikmu jika kamu milik Kristus (1Kor. 3:22). Ketika Allah diperdamaikan dengan kita, yang memberi kita langit yang baru, maka makhluk-makhluk ciptaan pun diperdamaikan dengan kita, yang memberi kita bumi yang baru. Kemuliaan orang-orang kudus yang akan datang akan sepenuhnya berbeda dari apa yang pernah mereka ketahui sebelumnya, sehingga itu dapat disebut langit yang baru dan bumi yang baru (2Ptr. 3:13). Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru (Why. 21:5).
            I. Akan ada sukacita-sukacita baru. Sebab,
                1. Semua sahabat jemaat, dan semua yang menjadi bagian darinya, akan bersorak-sorak (ay. 18): Kamu akan bergirang dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan. Hal-hal baru yang diciptakan Allah di dalam dan oleh Injil-Nya adalah, dan akan menjadi, hal yang memberikan sukacita abadi kepada semua orang percaya. Hamba-hamba-Ku akan bersukacita (ay. 13), pada akhirnya mereka akan bersukacita, meskipun sekarang mereka berkabung. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuanmu.
                2. Jemaat akan menjadi suatu hal yang membuat mereka bersuka-cita, sebab begitu menyenangkan, begitu makmur, keadaannya nanti: Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. Jemaat tidak hanya akan bersorak-sorak sendiri tetapi juga akan membuat orang bersorak-sorak di dalamnya. Mereka yang sudah bersedih bersama jemaat akan bersorak-sorak bersamanya.
                3. Kemakmuran jemaat akan membuat Allah sendiri bersorak-sorak, sebab Ia senang dengan kemakmuran hamba-hamba-Nya (ay. 19): Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan akan bergirang karena umat-Ku. Sebab dalam segala kesesakan mereka Ia ikut sesak. Allah tidak hanya akan bersukacita dalam perbuatan baik jemaat, tetapi juga Ia sendiri akan bergirang untuk berbuat baik kepadanya dan berdiam dalam kasih-Nya terhadap jemaat (Zef. 3:17, KJV). Ketika Allah bersuka atas suatu hal, sudah sepatutnya kita juga bersuka atas hal itu.
                4. Tidak akan ada yang mengurangi sukacita ini, atau mengubah keadaan jemaat yang berbahagia ini: Di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan. Jika hal ini dipandang berhubungan dengan keadaan jemaat dalam kehidupan ini, artinya tidak lebih bahwa hal-hal yang dulu menimbulkan kesedihan tidak akan kembali lagi. Sebaliknya, umat Allah akan menikmati ketenangan tanpa gangguan untuk waktu yang lama. Tetapi di sorga hal itu akan digenapi secara penuh, baik menyangkut penyempurnaan maupun kelanggengan sukacita yang dijanjikan. Di sana segala air mata akan dihapuskan.
            II. Akan ada kehidupan baru (ay. 20). Kematian yang datang sebelum waktunya karena pedang atau sakit penyakit tidak akan lagi dijumpai seperti sebelumnya, dan dengan demikian tidak akan ada lagi bunyi erang (ay. 19). Ketika maut tidak akan ada lagi, maka tidak akan ada lagi perkabungan (Why. 21:4). Seperti halnya maut telah berkuasa oleh dosa, demikian pula hidup akan berkuasa oleh kebenaran (Rm. 5:14, 21).
                1. Orang-orang percaya melalui Kristus akan dipuaskan dengan hidup, meskipun hidup itu begitu singkat di bumi. Sekalipun seorang bayi mengakhiri hidupnya dengan cepat, ia tidak akan dianggap mati sebelum waktunya. Sebab semakin singkat hidupnya, semakin lama peristirahatannya. Meskipun maut telah berkuasa dari zaman Adam atas mereka yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, namun mereka, karena mati dalam pelukan Kristus, sang Adam kedua, dan karena menjadi bagian dari kerajaan-Nya, tidak akan disebut bayi yang hanya hidup beberapa hari. Sebaliknya, bahkan anak itu akan dianggap mati pada umur seratus tahun, sebab ia akan bangkit lagi pada usia yang penuh, akan bangkit pada hidup yang kekal. Sebagian orang memahaminya sebagai anak-anak yang pada masa kecil mereka begitu tersohor akan hikmat dan karunia yang mereka miliki, dan oleh kematian dibuat layu sebelum berkembang, sehingga mereka dapat dikatakan mati dalam usia seratus tahun. Dan, berkenaan dengan orang tua, dijanjikan bahwa mereka akan mencapai umur suntuk dan mengisi hari-hari mereka dengan buah-buah kebenaran. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, maka barulah itu masa tua yang baik. Orang tua yang berhikmat, baik, dan berguna dapat dikatakan telah mencapai umur suntuk. Orang tua yang hatinya terpatri pada dunia tidak pernah mencapai umur suntuk, tidak pernah merasa cukup dengan dunia ini, tetapi masih ingin terus hidup lebih lama di dalamnya. Sebaliknya, orang yang mati tua, dan satur dierum – mencapai umur suntuk, adalah orang yang, bersama Simeon, setelah melihat keselamatan Allah, ingin pergi dalam damai sejahtera.
                2. Orang-orang yang tidak percaya tidak akan puas dan bahagia di dalam hidup, meskipun hidup itu begitu lama. Orang berdosa, meskipun hidup mencapai umur seratus tahun, akan dianggap kena kutuk. Hidupnya yang begitu lama tidak akan menjadi pertanda baginya bahwa ia beroleh perkenanan dan berkat ilahi, tidak pula hal itu akan melindunginya dari murka dan kutukan ilahi. Hukuman yang dijatuhkan kepadanya pasti akan dilaksanakan, dan hidupnya yang lama hanyalah sebuah penangguhan hukuman yang lama. Bahkan, hidup itu sendiri merupakan kutuk baginya, sebab semakin lama ia hidup semakin besar murka yang akan menantinya di hari penghakiman, dan semakin banyak dosa yang harus dipertanggungjawabkannya. Jadi tidak begitu penting apakah hidup kita di bumi lama atau sebentar, tetapi apakah kita hidup seperti orang-orang kudus atau seperti orang-orang berdosa.
            III. Akan ada kenikmatan baru dari kesenangan-kesenangan hidup. Kalau sebelumnya kenikmatan itu sangat tidak pasti dan berubah-ubah, sebab musuh-musuh mereka mendirikan rumah-rumah yang mereka bangun dan makan buah-buahan dari pohon-pohon yang mereka tanam, sekarang yang terjadi sebaliknya. Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga, akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga (ay. 21-22). Itu menyiratkan bahwa kerja tangan mereka akan diberkati dan membawa hasil. Mereka akan memperoleh apa yang ingin mereka capai, dan apa yang telah mereka peroleh akan dijaga dan diamankan untuk mereka. Mereka akan menikmatinya dengan nyaman, dan tidak akan ada yang membuatnya pahit bagi mereka, dan mereka akan hidup untuk menikmatinya dalam waktu yang lama. Orang-orang asing tidak akan menerobos masuk ke tempat mereka, untuk mengusir mereka, dan menggantikan mereka di tempat mereka, seperti yang kadang-kadang mereka lakukan: Orang-orang pilihan-Ku akan memakai, atau menikmati dalam waktu lama, pekerjaan tangan mereka. Pekerjaan itu didapat dengan jujur, dan akan terlihat baik ketika dipakai. Itu adalah pekerjaan tangan mereka, yang untuknya mereka sendiri sudah bekerja. Menikmati pekerjaan sendiri itu sangat menyenangkan, tidak seperti memakan makanan kemalasan atau roti hasil tipuan. Jika kita mempunyai hati untuk menikmatinya, itu merupakan pemberian anugerah Allah (Pkh. 3:13). Dan, jika kita hidup untuk menikmatinya dalam waktu yang lama, itu merupakan pemberian pemeliharaan Allah, sebab hal itu dijanjikan di sini: Umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon. Sepanjang umur pohon jawi-jawi (6:13), yang tunggulnya tinggal berdiri pada waktu ditebang. Meskipun terkelupas setiap musim dingin, pohon itu akan kembali pulih dengan sendirinya, dan bertahan selama bertahun-tahun. Sepanjang umur pohon kehidupan, demikian dalam versi Septuaginta. Kristus bagi mereka adalah pohon kehidupan, dan di dalam Dia orang-orang percaya menikmati semua penghiburan rohani yang diperlambangkan dengan kelimpahan berkat-berkat lahiriah yang dijanjikan di sini. Musuh-musuh mereka tidak akan berkuasa untuk merampas mereka dari berkat-berkat ini atau mengganggu mereka dalam menikmatinya.
            IV. Akan ada angkatan baru yang muncul menggantikan mereka untuk mewarisi dan menikmati berkat-berkat ini (ay. 23): Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma, sebab mereka tidak hanya akan menikmati pekerjaan tangan mereka sendiri, tetapi juga akan meninggalkannya dengan puas kepada orang-orang yang akan datang setelah mereka, dan bukan dengan pemikiran yang menyedihkan seperti Salomo (Pkh. 2:18-19). Mereka tidak akan mengandung dan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka sendiri adalah keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN. Ada berkat yang mengikuti mereka sebagai keturunan dari nenek moyang yang anak cucu mereka ada beserta mereka untuk ikut berbagi dalam berkat itu, dan akan menjadi, seperti halnya mereka sendiri, keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN. Mereka tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak (KJV: melahirkan anak untuk mendapat masalah), sebab,
                1. Allah akan memberi mereka anak-anak yang akan membawa penghiburan-penghiburan bagi mereka. Mereka akan merasakan sukacita dalam melihat anak-anak mereka hidup dalam kebenaran.
                2. Ia akan membuat waktu-waktu mendatang menjadi menghibur bagi anak-anak mereka. Sama seperti anak-anak mereka akan menjadi baik, demikian pula mereka akan baik-baik saja. Mereka tidak akan dilahirkan untuk masa yang susah. Tidak pula akan dikatakan, berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan. Dalam jemaat Injil, nama Kristus akan ditegakkan melalui penerus-penerus. Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya (Mzm. 22:31), anak-anak cucu dari orang-orang yang diberkati TUHAN.
            V. Akan ada hubungan baik antara mereka dan Allah mereka (ay. 24): Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya. Allah akan mendahului doa-doa mereka dengan berkat-berkat kebaikan-Nya. Daud hanya berkata, Aku akan mengaku, dan Allah akan mengampuni (Mzm. 32:5). Ayah si anak hilang bergegas menjumpainya pada saat dia kembali. Ketika mereka sedang berbicara, sebelum mereka selesai berdoa, Aku akan memberi mereka hal yang mereka doakan, atau jaminan-jaminannya. Ini merupakan ungkapan-ungkapan yang luhur dari kesiapan Allah untuk mendengarkan doa. Dan hal ini jauh lebih terlihat dalam anugerah Injil daripada dalam hukum Taurat. Kita berutang untuk penghiburan dari hal ini pada kepengantaraan Kristus sebagai Pembela kita di hadapan Bapa, dan kita dengan rasa syukur wajib menyiapkan telinga kita untuk mendengarkan panggilan-panggilan Allah.
            VI. Akan ada hubungan baik antara mereka dan sesama mereka (ay. 25): Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, seperti yang mereka lakukan dalam bahtera Nuh. Umat Allah, meskipun seperti kawanan domba di tengah-tengah serigala, akan aman dan tidak celaka. Allah memang tidak akan menghancurkan kekuatan dan mengikat tangan musuh-musuh mereka seperti sebelumnya, tetapi terlebih akan mengubah hati mereka, akan mengubah kecenderungan-kecenderungan mereka oleh anugerah-Nya. Ketika Paulus, yang sebelumnya menjadi penganiaya para murid (dan yang, karena berasal dari suku Benyamin, menerkam seperti serigala [Kej. 49:27]) menggabungkan diri dengan mereka dan menjadi salah satu dari mereka, pada saat itulah serigala dan anak domba bersama-sama makan rumput. Demikian pula halnya ketika permusuhan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi dimusnahkan, semua permusuhan berhenti, dan mereka makan bersama-sama sebagai satu kawanan di bawah Kristus sang Gembala agung (Yoh. 10:16). Musuh-musuh jemaat tidak lagi melakukan kejahatan yang telah mereka lakukan, dan anggota-anggotanya tidak lagi suka bertengkar dan mencelakai satu sama lain seperti sebelumnya, sehingga tidak ada orang entah dari luar atau dari dalam yang akan menyakiti atau menghancurkan, tak ada orang yang akan mengganggunya, apalagi menghancurkannya, di seluruh gunung yang kudus, seperti yang dijanjikan (11:9). Sebab,
                1. Manusia akan berubah: Singa tidak akan lagi menjadi binatang buas, seperti yang memang seharusnya demikian seandainya dosa tidak pernah masuk. Sebaliknya, ia akan makan jerami seperti lembu, akan mengenal pemiliknya, dan mengenal palungan yang disediakan tuannya, seperti keledai. Ketika orang-orang yang hidup dari hasil jarahan dan rampasan, dan yang berhasrat untuk memperkaya diri sendiri, dengan cara yang benar atau salah, dibawa oleh anugerah Allah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan mereka, untuk hidup dari pekerjaan yang jujur, dan puas dengan hal-hal yang sudah mereka miliki – ketika orang-orang yang dulu mencuri sekarang tidak mencuri lagi, tetapi mengerjakan apa yang baik dengan tangan mereka, maka pada saat itulah hal ini digenapi, bahwa singa akan makan jerami seperti lembu.
                2. Iblis akan dirantai, naga akan diikat, sebab ular akan kembali hidup dari debu. Musuh besar itu, sesudah dilepaskan, sudah kenyang dan berpesta dengan darah orang-orang kudus yang berharga, yang oleh hasutannya sudah dianiaya, dan dengan jiwa-jiwa para pendosa yang berharga, yang oleh hasutannya sudah menjadi penganiaya dan telah membinasakan diri mereka sendiri untuk selama-lamanya. Tetapi sekarang ia hanya akan makan debu, sesuai dengan hukuman itu, dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu (Kej. 3:14). Semua musuh jemaat Allah, yang licik dan berbisa seperti ular, akan ditaklukkan dan ditundukkan, dan dibuat menjilat debu. Kristus akan memerintah sebagai Raja Sion sampai semua musuh kerajaan-Nya dijadikan tumpuan kaki-Nya, dan tumpuan kaki mereka juga. Di gunung kudus di atas, dan hanya di sana, janji ini akan digenapi secara penuh, dan di sana tidak akan ada seorang pun yang melukai atau menghancurkan.


SBU

MINGGU ADVEN III
KAMIS, 20 DESEMBER 2018
Renungan Pagi
J‘KJ.356 : 1 -Berdoa
TEMPAT BARU BUKAN ALTERNATIF
Yesaya 65: 17 - 20
"Ssllaab sesungguhnya, Aku menciplakan langit yang baru dan buml yang baru;
hal-hai yang dahuiu tidak akan dlingat lagi, dan tidak akan tlmbul lagi? dalam
hati. "(ay.17)

Kehidupan di bumi yang sudah mulai tercemar dan semakln
padat membuat para ilmuwan di luar negeri berusaha mencarl
alternatlf planet lain untuk manusla hidup. Planet yang suclah dijajaki
sejauh lnl adalah Planet Mars. Sungguh luar biasa. Lepas clan
kecanggihan manusia, apakah rnanusia punya hak untuk ‘larl‘ dari
dunla inl dan membuat hunlan baru cliplanet lain? Yang menciptakan
langit clan bumi beserta segala lsinya aclalah Allah, clan Allahlah
satu-salunya soaok yang berhak merombak clan rnengatur
kehidupan manusia.

Darl sejak Yesaya sudah dinubuatkan akan diciptakannya langit
dan bumi yang baru oleh Allah. Tetapi bukan dengan tujuan yang
menyamankan manusia atau juga sebagal alternatif lain.Allah akan
mern buat bumi clan langit yang baru karena keadaan clunla yang
telah diciptakan-Nya tldak sesuai dengan apa yang Allah harapkan
dari penciptaan Allah.

Sesungguhnya gambaran dalam Firman Allah yang menjadi
perikop bacaan kita saat ini adalah gambaran yang Allah harapkan
akan dunla ini sebelum manusia mengenal dosa. Dosa manusia
dengan segala keinginannya telah merusak dunia dan segala isinya
rnenjadi semakin jauh dari yang Allah harapkan. Nubuat ini memang
berbicara mengenai masa yang akan datang, namun apa yang
kita lakukan sebelum Allah mewujudkan apa yang sudah dinubuat-
Kan ini?

Tentunya sebagal orang Percaya kita dlsadarkan akan
tlngkah laku kita yang sudah merusak karya Allah yang indah dalarn
Penciptaan-Nya. Karena itu mari kita menjaga agar Karya Allah
dalam diri kita tidak menjadi semakin rusak dan hicluplah dalam
takut akan Tuhan. Hidup akan Tuhan dan menclapatkan Hikmat
Allah untuk mengarahkan hidup hanya kepada Tujuan.

KJ. 356:2
Doa : {Bapa surgawi kami mau hidup hanya untuk memuliakan
nama-Mu)


MINGGU ADVEN III
KAMIS, 20 DESEMBER 2018
Renungan Malam
KJ.89:1 -Berdoa
MANUSIA BARU PENGHUNI LANGIT DAN BUMI YANG BARU

Yesaya 65:21-25
Maka sebelum mereka memanggil. Aku sudah menjawabnya; ketika mereka
sedang berbicara, Aku sudah mendungarkannya. (ay.24)

Kalau kita memperbaiki mobil hanya bagian luarnya saja tetapi
mesin dan bagian interiornya tidak rnaka akan terlihat aneh. Mobil
yang kellhatan baru tetapi jalannya tersendat-sendat dan lnteriornya
jelek. Demikianjuga kalau kita mau memahami apa yang dinubuat-
kan Yesaya mengenai Langit dan Burni yang baru. Ketika Allah
mau menjadikan langit dan bumi yang baru rnaka manusia yang
hidup di dalamnya juga harus dlperbaharui.

Percuma saja kalau langit dan buminya baru tetapi manusianya tetap manusla yang berlumuran dengan dosa maka dengan mudah gambaran langit
dan bumi yang baru itu akan tercemar dan rusak lagi. Karena itu
pembaharuan itu mutlak dibutuhkan bagi seluruh isi langit dan bumi,
semuanya akan diberkati oleh Tuhan sehingga hubungan manusia
dengan Tuhan akan terjalin. Pembaharuan itu dilakukan Allah
dengan rnencurahkan berkat-Nya dan mengangkat kutuk darl
manusia.

Nubuat Nabi Yesaya ini memang dikenal sebagai nubuat
mesianik yang akan digenapi ketika Tuhan Yesus datang kali kedua
dalam dunia ini. Namun bukan berarti kita tidak perlu berbenah diri
dan memperbaharul kehidupan kita. Karena kedatangan Krietus
bisa terjadi kapanpun di dalam perkenanan-Nya. Karena itu ketika
kita mengharapkan kenadiran langit dan buml baru kita juga harus
sudahn siap untuk memperbaharui kehidupan kita dan rnenjalin
hubungan yang semakin mesra dengan Allah. Di dalam Kristus
jembatan sudah dibangun dan dosa sudah dipatahkan kuasanya,
yang kita harus lakukan adalah rnenyebrangi jembatan dan men-
dekatkan diri kepada Allah serta menjalin persaudaraan dalam kasih
terhadap sesama clan alam. Kelak ketika Yesus datang keclua
kali kita sudah berada dalam naungan rahmat dan berkat-Nya untuk
siap memasuki Langit dan Bumi yang baru.

KJ.82:2
Doa : (Tuhan, perbaharui kami seturut kehendak-Mu)




Label:   Yesaya 65:17-25 




German Christian Songs
Latest Christian Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 21 Desember 2018 - MENJADI KAWAN ATAU LAWAN? - Yesaya 66:10-12 - Minggu Adven III

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Rabu, 19 Desember 2018 - JALAN KUDUS, JALAN KEHIDUPAN - Yesaya 35:5-10 (SGK) - Minggu Adven III

Garis Besar Yesaya





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 18 Oktober - Matius 5-7

Hari ini, 18 Oktober - Maz 118:11-17, Yer 16-17, 1 Tes 5, Ams 26:25-26

18 Oktober - Yohanes 6:1-15, 1 Petrus 2:18-25, Kidung 3, Yeremia 49

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2018..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2019 - hari Reformasi, Kamis, 31 Oktober 2019
MARILAH SEGALA SESUATU TELAH TERSEDIA - Lukas 14:15-24
Link VIDEO Pesan Majelis Sinode dalam rangka HUT ke-9 PELKAT PKLU GPIB Minggu, 13 Oktober 2019

Tata Ibadah Syukur HUT ke-9 PKLU GPIB - Minggu, 13 Oktober 2019
1-JUKLAK HUT KE-9 PKLU GPIB, 2-PESAN MS GPIB HUT ke-9 PKLU, 3-SURAT PENGANTAR TATA IBADAH HUT PKLU KE-9, 4-TAIB HUT 9 PKLU




New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Rabu, 16 Oktober 2019
What A Beautiful Name - The Brooklyn Tabernacle Choir

Rabu, 16 Oktober 2019
There Was Jesus - Zach Williams and Dolly Parton

Rabu, 16 Oktober 2019
Worthy is the Lamb - Natashia Midori

Rabu, 16 Oktober 2019
Oh The Glory of His Presence - Terry MacAlmon

Rabu, 16 Oktober 2019
No Longer Slaves - Jonathan David & Melissa Helser

Rabu, 16 Oktober 2019
Revival Anthem - Rend Collective

Rabu, 16 Oktober 2019
The steadfast love of the Lord

Rabu, 16 Oktober 2019
In Jesus' Name - Darlene Zschech

Rabu, 16 Oktober 2019
Breakthrough - Red Rocks Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Where You Are - Leeland

Rabu, 16 Oktober 2019
Breathe - Hillsong Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Love Won't Give Up - Elevation Worship

Rabu, 16 Oktober 2019
Here in the Presence - Elevation Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Adore Him - Kari Jobe

Selasa, 15 Oktober 2019
Angels We Have Heard on High - Chris Tomlin

Selasa, 15 Oktober 2019
All Things Are Possible - Hillsong Worship

Selasa, 15 Oktober 2019
Resurrecting - Elevation Collective, The Walls Group

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah tentang hidup ini hanya sementara,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   kalender liturgi 2019,   kalender liturgi 2019,   lagu paduan suara rohani kristen mazmur 150,   khotbah amsal 22:8-12,   liturgi ibadah kedukaan,   zefanya 3 9-20,   contoh kata sambutan kristen,   jamita partangiangan yesaya 2:2-5 tgl 20 oktober 2019,   album gms baru,   khotbah hari pekan pemuda tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   daftar lagu baru gms,   lagu rohani untuk penutup ibadah,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   khotba filipi 2:1-11,   bacaan injil bulan oktober 2019,   lagu gereja mp3,   download lagu kubri yang terbaik gms,   cache:0Zr0zI7toXoJ:https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=12104,   Renungan Mazmur 119:32-33,   khotbah zakaria 3:9-20,   lagu gereja pagi,   kalender katolik 2019,   khotbah kisah para rasul 5 ayat 26 sampai 32,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   lagu penutup ibadah,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   renungan matius 7 ayat 15 sampai 23,   khotbah Matius 7 ayat 15 sampai 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   Renungangzn Khotbah Matius 7 ayat 15 sampa 23,   jamita johannes4,21-26,   jamita minggu 20 oktober 2019 sian Johannes 4:21-26,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   yoke frits Tuhan tolonglah hambamu,   perikop yesaya 2:2-5,   Glory haleluya lagu natal alfa trio,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   khotbah dan penjelasannya Maleakhi 3:13-18,   lagu kantri rohani kidung jemaat mp3,   lagu persembahan,   tata ibadah penghiburan gki di tanah papua,   Ruhanga Ninkuhimbisa,   lagu penutup ibadah,   khotbah Yohanes 4:21-26,   lagu doa syafaat,   Download lagu rohani senada dengan surga,   khotbah minggu 27 Oktober 2019 Amsal 22 : 8 - 22,   khotbah amsal 22 : 8-12,   buku bimbingan pra nikah gmit,   pdf satb cari dahulu kerajaan allah,   khotbah dan penjelasan 1 Korintus 3:10-23,   khotbah dan penjelasannya Roma 16:25-27,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah amsal 22 : 8 - 12,   khotbah serta penjelasannya kissah para rasul 27:14-25,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   lagu lagu gereja,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   khotbah 1 korintus 7 : 1 - 16,   Yohanes 4 : 21-26,   khotbah Yohanes 4:21-26,   Lagu2 gereja tiberias pendeta pariaji,   download lagu el shaddai,   lagu2 gereja tiberias,   imamat 25 : 35,   perikop yesaya 2:2-5,   doa persembahan,   lagu penutup ibadah,   khotbah tetap berpegang pada kebenaran yeremia 31:21-34; 2 timotius 3:14-4:5; lukas 18:1-8,   contoh tata ibadah kgpi,   contoh agenda kgpi,   tema khotbah tetap berpegang pada kebenaran 2 timotius 3:14-4:5,   bacaan liturgi 17 oktober 2019,   download 40 lagu rohani kristen paling menyentuh hati saat teduh full album,   lirik lagu nkb 42,   lirik lagu nkb 42,   chord pelengkap kidung jemaat,   lirik lagu nkb 42,   lagu kristen arab,   renungan gmim mazmur 85,   +firman-Mu plita bagi kakiku in mandarin lyrics,   renungan johanes 10;1-10,   renungan johanes 10;1-10,   renungan johanes 10;1-10,   Lagu persemban yang cocok,   thema - thema natal,   khotbah 2 raja-raja 2:23-25,   download pkj 289,   nyanyian rohani,   Sabda bina umat 17 Oktober 2019 ,   Sabda bina umat 16 oktober 2019 ,   kalender liturgi katolik 2019,   bahan khotbah lukas 17:11-19,   bahan khotbah lukas 17:11-19,   lagu sungguh baik dan indahnya bila saudara semua diam Jalu Tegar Prasetya,   Jamita Johanes 4,21-26.,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   lagu rohani gita bakti bila ku seorang diri,   perikop yesaya 2:2-5,   tata ibadah penghiburan kristen protestan,   jamita johanes 4:21-26,   contoh khotbah kenamaan dan kepujian di bumi,   lagu untuk persembahan,   Kotbah lukas 16:19-31,   ringkasan dlm injil yoh 20:21-25,   renungan amsal 3:17-30,   Kunci lagu firman allah jayalah,   Jamita sian Habakuk 3:1-6,   kotbah kisah pararasul 4:32-33,   khotbah 1 tawarikh 16:29,   khotbah 1 tawarikh 16:29,   ayat alkitab tentang persembahan uang,   instrument lagu gereja,   lirik lagu rohani Kristen pemuda GKE,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal dan bersyukur padanya,   kmm 144,   lagu2 ceriah ambon,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal,   lirik lagu mari kita puji dia yg kekal,   mp3 mari kita puji dia yang kekal,   tafsiran kisah para rasul 1:1-5,   bacaan sbu hari ini 16 oktober 2019,   renungan kitab 2 timotius 3 : 14 - 4 : 5,   renungan kitab 2 timotius 3 : 14 - 4 : 5,   renungan rohani kristen pantang mundur,   renungan rohani kristen pantang mundur,   lagu untuk wedding indonesia Kristen,   kidung jemaat no 69,   Tata Ibadah Minggu GPIB, 6 Oktober 2019,   Tata Ibadah Minggu, 6 Oktober GPIB,   pembacaan sabda gereja,   pembacaan sabda gereja,   renungan Roma 1: 18 - 32,   khotbah mazmur 50,   Renungan kristen tentang pemudah di penghotbah,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   kumpulan lagu rohani terbaru 2018 mp3,   Renungan Filipi 3:17-23,   bulan keluarga lukas 18:9-14,   randas pemahaman iman,   nama grup rohani kristen,   Buku ende pentakosta,   lagu persembahan saat ibadah,   lagu ucapan syukur dan penyembahan,   Buku ende pentakosta,   lirik lagu rohani senja di batas hari,   kalender.katolik bln oktober .2019,   kotbah hkbp yesaya 2: 2-5. 2019,   sabda guna dharma hari rabu 16 oktober 2019,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   lirik lagu rohani terbaru gms live 2019,   wielbij ma duszo mocarza i krola wrzechswiata,   2 tesalonika 3 : 1-15 kotbah,   instrument lagu gereja,   khotbah kristen ul 28:1-6,   renungan yeremia 9:23,   lagu rohani persembahan syukur,   uraian khotbah yesaya 2:2-5,   lagu untuk membawa persembahan,   Bacaan injil untuk hari minggu 20 oktober 2019,   khotbah lukas 18:1-8,   sabda bina umat 15 oktober 2019 ,   renungan minggu 20 oktober 2019,