Save Page
Mazmur 107:4-9
107:4 Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; 107:5 mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. 107:6 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. 107:7 Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. 107:8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, 107:9 sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

Penjelasan:

* Alasan Bersyukur. Ada orang-orang yang mengembara ... berseru-serulah mereka kepada Tuhan ... Dibawa-Nya mereka. Pemazmur memakai empat ilustrasi yang jelas mengenai kelepasan dari Allah, untuk menguatkan ajakannya untuk bersyukur. Sesudah tiap kejadian, dia mengulangi ajakan itu dalam bentuk kata seru. Perulangan sebanyak empat kali ini membuat hal bersyukur tetap menjadi tema utama. Perhatian Allah terhadap pengembara yang tersesat (ay. 4-9),

* Mereka mengembara dan tidak tahu jalan yang harus dilalui, tidak memiliki tempat untuk beristirahat (ay. 4). Ketika mereka ditebus dari kuasa yang menyesakkan dan dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, mereka terancam binasa di dalam perjalanan pulang melalui padang gurun yang tandus dan kering. Mereka mengembara di padang belantara, di mana tidak ada jejak untuk diikuti, tidak ada teman, melainkan berjalan sendirian. Tidak juga ada tempat, tidak ada kenyamanan atau kemudahan, tidak ada kota yang bisa mereka tinggali untuk bermalam atau beristirahat sejenak. Akan tetapi Allah membawa mereka menempuh jalan yang lurus(ay. 7), mengarahkan mereka ke tempat peristirahatan, bahkan mengarahkan mereka ke rumah, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. Tempat itu bukan saja telah dihuni orang, tetapi bahkan mereka sendiri juga dapat mendiaminya. Hal ini bisa saja menggambarkan pelancong-pelancong miskin pada umumnya, khususnya mereka yang mengembara melalui gurun Arab, di mana biasanya mereka tersesat. Walaupun begitu, banyak orang yang mengalami kesesakan itu kemudian diselamatkan dengan cara yang ajaib, sehingga hanya sedikit saja yang binasa. Perhatikanlah, kita harus memperhatikan tangan baik Allah yang menyediakan segala keperluan kita saat dalam perjalanan kita, ketika kita keluar dan masuk, yang mengarahkan kita di jalan dan menyediakan tempat-tempat untuk beristirahat bagi kita. Atau (sebagaimana yang dipikirkan beberapa orang), hal ini menggambarkan pengembaraan bangsa Israel di padang gurun selama empat puluh tahun. Dikatakan (Ul. 32:10), Dikelilingi-Nya dia, dan di sini dikatakan Dia membawa mereka menempuh jalan yang lurus. Jalan Allah, meskipun kelihatannya berputar-putar, pada akhirnya akan tampak sebagai jalan yang lurus. Hal itu dapat diterapkan pada keadaan kita di dunia ini. Di dunia ini kita bagaikan mengembara di padang belantara, tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap , melainkan tinggal di kemah-kemah bagaikan orang asing dan pengelana. Tetapi kita ada di dalam bimbingan hikmat-Nya dan pemeliharaan-Nya yang baik, dan jika kita setia terhadap bimbingan-Nya itu, kita akan dituntun di jalan yang benar ke kota yang mempunyai dasar.

Mereka hampir binasa karena kelaparan (ay. 5): jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. Mereka benar-benar kelelahan akibat perjalanan mereka dan hampir tumbang karena kekurangan tenaga. Orang-orang yang selalu hidup berkecukupan dan bisa makan kenyang setiap hari, tidak tahu bagaimana menderitanya jika merasa lapar dan haustanpa memiliki persediaan. Hal serupa terkadang dialami oleh bangsa Israel di padang gurun, dan mungkin juga oleh para pengembara miskin lainnya. Akan tetapi pemeliharaan Allah selalu dapat memuaskan jiwa yang dahaga dan mengenyangkan jiwa yang lapar dengan kebaikan(ay. 9). Kebutuhan bangsa Israel selalu dipenuhi tepat pada waktunya, dan banyak di antara mereka diselamatkan ketika mereka hampir saja binasa. Allah yang sama yang telah memimpin kita juga telah mengenyangkan kita dan memuaskan jiwa kita, dan mengenyangkan jiwa yang lapar dengan kebaikan. Orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran, akan Allah, akan Allah yang hidup, dan akan persekutuan dengan-Nya, akan dilimpahi dengan kebaikan dari rumah-Nya, dalam kasih karunia dan kemuliaan. Nah, atas semua inilah semua orang yang menerima belas kasihan dipanggil untuk memanjatkan rasa syukur (ay. 8): Biarlah mereka(maksudnya terutama orang-orang yang telah Allah selamatkan dengan kasih karunia-Nya) bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, terutama bagi mereka sendiri, dan karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusiayang lain.
Perhatikanlah:
    (1) Pekerjaan belas kasihan Allah adalah pekerjaan yang ajaib, pekerjaan kuasa dahsyat yang memperhatikan orang lemah, dan kasih karunia luar biasa yang menyelamatkan orang yang hina dina. Kepada merekalah Ia memperlihatkan belas kasihan-Nya.
    (2) Orang-orang yang menerima belas kasihan Allah haruslah membalas kebaikan-Nya dengan memanjatkan puji-pujian bagi-Nya.
    (3) Kita harus mengakui kebaikan Allah baik kepada anak-anak manusia maupun kepada anak-anak Allah, baik kepada orang lain maupun kepada diri kita sendiri.


SBU

TAHUN BARU
KAMIS, 3 JANUARI 2019
Renungan Pagi
GB.245 : 1 -Berdoa
BUKAN BARANG MURAHAN

Mazmur 107:1-3
Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari
kuasa yang menyesakkan (ay.2).

Myanmar adalah negara yang terkenal dengan kekayaan batu
permatanya. Pada proses pencarian batu permata itu, batu-batu
biasa yang tidak berharga harus segara dipisahkan. Kemudian,
batu biasa dibuang, sedangkan batu permata disimpan untuk
diproses lebih lanjut. Batu-batu terpilih tadi dipotong atau dipecah-
kan terlabih dahulu, IaIu dibersihkan, diasah, dan dibuat iebih mang-
kilap dengan cairan khusus. Prosesnya tidak mudah yang akhirnya
bisa dipakai menjadi sebuah perhiasan; dibutuhkan waktu, tenaga,
biaya, peralatan, kesabaran dan katerampilan.

Ibarat batu permata itu, umat Tuhan adalah orang-orang tarpilih
dari seluruh penjuru dunia. Karena begitu berharganya manusia di
mata Tuhan, dengan sabar dan setia Ia mengampuni serta mena-
bus umat-Nya dari kuasa-kuasa yang menyesakkan (ay.1-3). Pro-
ses penebusan itu tidaklah singkat dan terjadi begitu saja. Puncak
penebusan itu terjadi ketika Ia barkorban untuk manusia. la hadir
ke dunia dalam rupa manusia dengan segala kerendahan sejak
dilahirkan; Ia pun dihina, dicerca, disiksa dan disalibkan. Sungguh
karya penebusan ini menunjukkan bahwa kita bukanlah barang
murahan.

Seperti ajakan pemazmur, sebagai umat yang telah dipilih dan
ditebus Allah, sepatutnya kita terus bersyukur atas kasih setia-
Nya. Kita bersyukur bukan semata untuk mengharapkan berkat
Tuhan semakin bertambah, melainkan kita bersyukur karena telah
lebih dahulu mamperoleh penabusan yang tak ternilai harganya.
Jadi, sadarilah selalu bahwa kita bukanlah seperti barang murahan.
Untuk menjadi semakin berharga di mata Tuhan dan sasama
pula, diperlukan proses pembentukan yang tidak mudah dan
singkat. Hal ini harus dimulai dari kesediaan diri untuk dibentuk
oleh Tuhan melalui segala perkara yang la jadikan dalam hidup
kita, pahit-manis sekalipun, agar semakin indah dan memuliakan
nama-Nya.

GB. 245 : 2
Doa : (Karya penebusan-Mu bagi kami adalah hal terindah dalam
hidup ini. Ajarlah kami selalu mengingat dan mengimaninya,
sehingga kami pun menjadi semakin percaya diri dan bersaksi
bahwa kami sangat berharga di mata-Mu, ya Tuhan)


TAHUN BARU
KAMIS, 3 JANUARI 2019
Renungan Malam
GB.280:1,2 -Berdoa
KOSONG, LAPAR DAN DAHAGA

Mazmur 107:4-9
...dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya
dengan kebaikan (ay 9).

Pada dasarnya masalah adalah apa yang terjadi tidak sesuai
dengan keinginan atau harapan kita. Mengelola masalah dengan
pikiran yang jernih dan bijaksana adalah kunci untuk menghadapi
segala masalah itu. Namun, tidak sedikit orang yang sulit me-
ngelola masalah dengan cara demikian, baik tua maupun muda.

Ada yang melampiaskannya dengan cara mengonsurnsi narkoba
dan minuman keras, melarikan diri dari keluarga, hidup dalam per
gaulan bebas, melakukan tindakan yang melanggar hukum, hingga
ada yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Allah memahami kelemahan manusia ketika mereka meng-
hadapi hal-hal yang tidak diinginkannya. Mereka ibarat pengen-
dara di padang belantara yang tidak menemukan tempat bermu-
kimnya penduduk- untuk memenuhi kebutuhannya (ay.4). Akhir-
nya, mereka kelaparan dan kehausan. Buruknya lagi, jiwa mereka
menjadi lemah dan lesu (ay.5). Namun karena mereka berseru
(Ibrani: za‘aq = menangis, berteriak minta tolong) kepada Tuhan,
akhirnya mereka terlepas darl segala masalah atau kecemasan--
rnelalui jalan yang Allah kehendaki; syukurpun terangkat kepada
Tuhan (ay.6-8).

Di sekitar kita ada banyak jiwa-jiwa yang kosong, lapar dan
penuh dahaga oleh karena segala rnasalah yang mereka alami.
Mungkin saja mereka tetangga kita, rekan sekerja atau sepela-
yanan, atau justru anggota keluarga klta sendiri yang berada di
bawah satu atap yang sama. Rutinitas, kesibukan dan masalah
yang klta mlliki sering membuat klta tidak melihat kenyataan itu.

Allah menginginkan kita untuk menjadi alat-alat pendamai-Nya yang
menyegarkan jlwa-jiwa yang kosong, lapar dan penuh dahaga;
membuat mereka berseru kepada Tuhan, sebelurn mereka semakin
terpuruk dan menjauh dari jalan-Nya.

GB. 230:3
Doa : (Ya, Allah, mampukan kami untuk mengelola segala masalah
kehidupan ini dengan hikmat yang Tuhan berikan. Mampukan kami
juga untuk menyadarkan dan menyegarkan orang-orang di sekitar
kami yang hidup dengan jiwa yang kosong, lapar dan dahaga)





Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB JUMAT, 4 JANUARI 2019 - KEADAAN BERBALIK - Mazmur 107:33-38 - TAHUN BARU

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 2 JANUARI 2019 - Mazmur 105:7-11 - TUHAN TIDAK BERHUTANG APAPUN - TAHUN BARU



BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

    songbatak.com- Top of JUDIKA

    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,