Save Page
Mazmur 107:33-38
107:33 Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun, dan pancaran-pancaran air menjadi tanah gersang, 107:34 tanah yang subur menjadi padang asin, oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya. 107:35 Dibuat-Nya padang gurun menjadi kolam air, dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran air. 107:36 Ditempatkan-Nya di sana orang-orang lapar, dan mereka mendirikan kota tempat kediaman; 107:37 mereka menabur di ladang-ladang dan membuat kebun-kebun anggur, yang mengeluarkan buah-buahan sebagai hasil. 107:38 Diberkati-Nya mereka sehingga mereka bertambah banyak dengan sangat, dan hewan-hewan mereka tidak dibuat-Nya berkurang.

Penjelasan:

* Mzm 107:33-42 - Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun ... dan tanah kering menjadi pancaran air
Pemeliharaan Allah. Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun ... dan tanah kering menjadi pancaran air. Ayat-ayat ini menceritakan tentang berbagai berkat dan kutuk yang muncul ketika Allah mengendalikan alam dan umat manusia. Ayat-ayat ini mungkin merupakan kesimpulan umum yang ditarik dari keadaan-keadaan khusus yang diterangkan dalam ayat 4-32. Tetapi, ilustrasi yang diberikan sungguh berbeda-beda dengan bagian-bagian sebelumnya. Fakta ini, ditambah dengan kurangnya ucapan syukur, kurangnya tujuan didaktis, kurangnya penonjolan hikmat pada ayat penutup dan tidak adanya refrein, tentu menunjukkan bahwa ayat-ayat ini dirancang untuk peristiwa terpisah.

* Keajaiban Pemeliharan Ilahi (107:33-43)
Setelah memberi Allah kemuliaan atas kelegaan yang dikaruniakan-Nya kepada orang-orang yang sedang dilanda kesesakan, di sini sang pemazmur memberikan kemuliaan kepada-Nya atas berbagai perubahan mendadak dan mengejutkan dari tindak pemeliharaan-Nya yang terkadang terjadi dalam kehidupan anak-anak manusia.
Dia membeberkan beberapa contoh perubahan tersebut.
        1. Tanah subur dibuat menjadi gersang dan tanah gersang dibuat menjadi subur. Sebagian besar kenyamanan hidup kita tergantung dari tanah yang kita diami. Nah,
            (1) Dosa manusia telah sering mencemari kesuburan tanah dan membuat tanah tidak dapat dipakai lagi (ay. 33-34). Tanah yang dialiri oleh sungai-sungai terkadang dibuat menjadi padang gurun, dan tempat yang dulunya merupakan pancaran-pancaran air kini tidak mengalir lagi, tetapi berubah menjadi gersangdan asin, tidak memiliki kesuburan atau kelembaban yang cukup untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Banyak tanah yang subur diubah menjadi asin, bukan karena penyebab yang alamiah tetapi merupakan penghakiman yang adil dari Allah, yang menggunakan cara itu untuk menghukum kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya, seperti lembah Sodom diubahkan menjadi lautan garam. Perhatikanlah, jika tanah menjadi rusak, hal itu terjadi oleh karena kejahatan para penghuninya. Memang layak jika tanah dibuat gersang bagi mereka yang tidak berbuah untuk Allah, yang hanya dipakai untuk melayani Baal dengan jagung dan anggur mereka.
            (2) Kebaikan Allah telah sering memulihkan kegersangan tanah, dan mengubah padang gurun, tanah yang kering itu, menjadi pancaran-pancaran air(ay. 35). Tanah Kanaan, yang dulu pernah menjadi kemuliaan bagi segala ladang oleh karena kesuburannya, kini dikatakan sebagai tanah yang tidak berguna, tandus dan tidak berbuah, sebagaimana pernah dinubuatkan (Ul. 29:23). Negeri kita, yang dulunya merupakan padang yang tidak terurus, kini penuh dengan berbagai hasil yang baik, dan kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus. Perkebunan di Amerika dan pendudukan asing yang mendiaminya, bila dibandingkan dengan kegersangan di banyak negara di Asia dan Eropa yang sebelumnya begitu masyhur, menjelaskan semua ini.
        2. Keluarga-keluarga yang miskin dibangkitkan dan diperkaya, sementara keluarga-keluarga kaya menjadi miskin dan melarat. Jika kita melihat lebih luas di dunia ini,
            (1) Kita dapat melihat pertambahan harta benda yang luar biasa dari yang sebelumnya sedikit dari orang-orang yang nenek moyangnya dahulu begitu miskin dan sama sekali bukan siapa-siapa (ay. 36-38). Orang-orang lapar ditempatkandi negeri yang subur. Di sanalah mereka tinggal dan berkembang, dan mendirikan kota tempat kediamanbagi mereka sendiri dan keturunan mereka. Sang Pemelihara mengaruniakan tanah yang baik kepada mereka, dan mereka pun membangun di atasnya. Kota-kota berkembang oleh karena keluarga-keluarga yang jumlahnya terus meningkat. Akan tetapi, tanah tidak akan berguna bagi manusia tanpa tempat tinggal di atasnya. Oleh karena itulah mereka harus mendirikan kota tempat kediaman. Jadi, tempat tinggal senyaman apa pun tidak akan bermanfaat tanpa tanah di sekelilingnya. Karena itulah mereka harus menabur di ladang-ladang dan membuat kebun-kebun anggur (ay. 37), sebab sang raja sendiri dilayani dari hasil ladang. Akan tetapi, sekalipun dialiri pancaran-pancaran air, ladang-ladang itu tidak akan mengeluarkan buah-buahan sebagai hasil, kecuali jika ladang-ladang itu disirami. Begitu juga kebun-kebun anggur tidak akan menghasilkan apa-apa, kecuali jika ditanami. Berkat dari Allah harus diikuti dengan ketekunan manusia dalam bekerja, supaya dengan begitu, berkat Allah itu akan memahkotai kerajinan manusia itu. Kesuburan tanah haruslah merangsang ketekunan, sebab kesuburan itu mendorong manusia menjadi rajin. Tentu saja, tangan orang rajin, oleh berkat Allah, menjadikan kaya (ay. 38). Diberkati-Nya mereka sehingga mereka, dalam kurun waktu yang singkat, bertambah banyak dengan sangat, dan hewan-hewan mereka tidak dibuat-Nya berkurang. Sebagaimana pada permulaan zaman, melalui berkat Allah, bumi dan semua ciptaan berkembang ­biak dan bertambah banyak (Kej. 1:22). Karena itu, kita bergantung kepada Allah, baik dalam hal peningkatan ternak maupun peningkatan hasil bumi. Bila Allah mengizinkan, ternak dapat berkurang oleh karena bermacam-macam penyebab, dan manusia akan segera merasakan dampaknya.


SBU

TAHUN BARU
JUMAT, 4 JANUARI 2019
Renungan Pagi
GB.207:1,2 -Berdoa
KOMITMEN DALAM KECEMASAN

Mazmur 107:10-22
Biarlah mereka mempersembahkan kurban syukur, dan menceritakan
pakerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai! (ay.22).

Di kampung Serangkang, Kalimantan Barat, berdiri sebuah PAUD (Pendldikan Anak Usia Dini) cabang Yapendik GPIB. Ada tiga orang guru yang mengajar dengan rutin. Gaji mereka beberapa bulan pertama hanyalah Rp.50.000 per bulan. Padahal, jika bekerja sebagai buruh harian di perkebunan kelapa sawlt dekat kampung, upah yang akan mereka terima sebesar Rp.70.000 per hari. Komitmen pengabdian dan pelayanan pada diri ketiga guru ini perlahan tertanam baik, sekalipun mereka juga memlliki kecemasan dalam hidupnya. Mereka tetap melayani Tuhan dengan segala keterbatasan fasilitas dan minimnya gaji yang diterima. Komitmen pribadi yang terlahir dalam kecemasan.

Berbicara tentang kecemasan, dalam Mazmur 107 ini terdapat 4 kali pengulangan kata kecemasan oleh pemazmur (ay. 6,13,19,28). Ini menunjukkan betapa dekatnya manusia dengan rasa cemas dalam dirinya. Rasa cemas itu pula yang sering membuatnya gagal
mellhat kuasa Tuhan maupun kemampuan yang mereka miliki sendiri (10-12). Pemazmur rnengatakan pula bahwa Allah rnenolong mereka dari kecemasannya, ketika rnereka beraeru-seru kepada Allah. Mereka yang merasakan pertolongan itu bersyukur dengan mempersembahkan korban syukur kepada-Nya sena menceritakan kasih-setia Tuhan kepada orang lain (ay. 21-22).

Ketiga guru PAUD di Serangkang tadi tentu rnemillki rasa cemas dalam hidupnya, seperti orang-orang pada umumnya yang cemas akan kebutuhan hidup sehari-hari. Rasa cernas itu berangsur dapat dikelola clengan baik, bahkan hilang, jika anak-anak Tuhan menyadari betapa besarnya kuasa Sang Bapa dalam hidup ini. Dampak dari kesadaran itu adalah hadirnya rasa syukur di hati dan menjelma menjadi komitmen pribadi untuk mempersernbahkan yang terbaik bagi Tuhan. Mari, selalu parsembahkan diri untuk setia melayaniNya dalam segala keterbatasan yang kita miliki dan kecemasan yang masih mengitari.

GB.207:4
Doa : (Tuhan, teguhkanlah pikiran dan hati kami untuk selalu mengikuti-Mu, baik pagi, siang maupun malam. Mampukan kami untuk selalu mengabdi pada-Mu dan mempersembahkan yang terbaik bagi-Mu melalui hidup yang Tuhan beri)



TAHUN BARU
JUMAT, 4 JANUARI 2019
Renungan Malam
GB.261:1 -Berdoa
KEADAAN BERBALIK

Mazmur 107:33-38
Diberkati-Nya mereka sehingga mereka bertambah banyak dengan sangat, dan hewan-hewan mereka tidak dibhuat-Nya berkurang (ay.38).

Seorang pemuda kampung di wiiayah Pelkes GPIB pernah mendapat sebuah intan dari hasil mendulang di sungai. lntan itu dibeli oieh seorang pebisnis batu permata dengan harga tinggi, ratusan juta rupiah. Keadaan hidup si pemuda yang tadinya berkekurangan tlba-tiba berbalik menjadi berkelimpahan. Namun tak lama kemudian keadaan itu berbalik lagi, Karena hari-harinya diisi dengan foya-foya bersama teman-temannya. Hanya tersisa sebuah motor bekas
yang ia beli dengan sisa uangnya. Ia tidak bersyukur atas berkat Tuhan yang diterimanya, sehingga semua berlalu begitu saja.

Tuhan tentu melihat keadaan hidup anak-anak-Nya. Dari takhta-Nya yang mahatinggi, ia turut campurtangan membalikkan keadaan ciptaan-Nya. Pemazmur rnenyaksikan hal itu. Keadaan tersebut dapat terjadi seperti sungai dan pancaran air yang berubah menjadi
padang gurun dan tanan gersang, tanah subur menjadi padang asin (ay.33-34). Keadaan itu dapat berbalik lagi seperti semula, bahkan Ia tempatkan orang-orang yang tadinya lapar atau berkekurangan ke tanah yang subur dan menghasilkan banyak buah (ay.35-37). Orang-orang yang diberkati Tuhan dan selalu bersyukur kepada-Nya tidak akan berkekurangan, bahkan bertambah-tambah dalam banyak hal baik (ay.38).

Sebagai makhluk yang dalarn kendali Tuhan, manusia harus terus mengandalkan Allah agar keadaan hidupnya diberkati dan dapat berbalik menjadi lebih baik. Tentu dengan mengandalkan Tuhan tidak serta merta ada jaminan bahwa hidup ini akan terus berjalan lurus dan berkelimpahan, tanpa ombak yang menerjang. Jaminannya terletak pada kuasa Tuhan yang dapat rnembalikkan segala keadaan hidup kita, disaat tenggelam dalarn ‘lautan air rnata‘
maupun ‘berjalan di atas angin.‘ Jadi, disaat kerja maupun istirahat, selalu andalkanlah Dia dalam hidup Saudara (lih.Yer.17:7).

GB.261 ; 2
Doa : (Ya, Allah, Maha penyayang, buatlah kami selalu mengandalkan-Mu dalam perjalanan hidup yang dapat berubah-ubah situasinya. Kami percaya hahwa dengan segala kuasa-Mu kami dapat merasakan hidup yang indah dan bermakna di segala kondisi kehidupan yang harus kami alami)





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 5 JANUARI 2019 - SIAPA DIA? - 1 Timotius 2:5-7 - TAHUN BARU

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 3 JANUARI 2019 - KOSONG, LAPAR DAN DAHAGA - Mazmur 107:4-9 - TAHUN BARU
Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,