Save Page
1 Korintus 14:13-17
14:13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. 14:14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. 14:15 Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. 14:16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan? 14:17 Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya.

Penjelasan:

* 1Kor 14:13-14 - maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa
Orang yang memperoleh karunia berbahasa lidah hendaknya berdoa memohon karunia untuk menafsirkannya. Jika tidak maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Maksudnya, bahasa lidah tersebut tidak menghasilkan apa-apa di dalam pikiran para pendengar.

* 1Kor 14:15 - Berdoa juga dengan akal budi
Berdoa juga dengan akal budi berarti berdoa agar para pendengar juga memperoleh buah berupa pengertian sebagaimana ditunjukkan oleh ayat-ayat selanjutnya. Ucapan yang dapat dipahami itu penting.

* 1Kor 14:16 - Orang biasa yang hadir sebagai pendengar
Orang biasa yang hadir sebagai pendengar mungkin mengacu kepada mereka yang tidak memiliki karunia berbahasa roh atau karunia menafsirkan bahasa roh, atau mungkin orang yang hanya ingin tahu (bdg. F. F. Bruce. Commentary on the Book of Acts, hlm. 102: Morris, op.cit, hlm. 195, 196).

* Ia terapkan pada masalah yang sedang dibahas, bahwa, jika mereka memang berbicara dalam bahasa asing, mereka harus memohon kepada Allah karunia untuk menafsirkannya (ay. 13). Bahwa keduanya merupakan karunia yang berbeda, lihat pasal 12:10. Ada orang yang bisa berbicara dan memahami bahasa asing, tetapi tidak bisa dengan mudah menerjemahkannya ke dalam bahasa mereka sendiri. Padahal, bisa menerjemahkan ini penting untuk membangun jemaat. Sebab jemaat harus memahami, supaya bisa dibangun, dan ini hanya bisa terjadi bila bahasa asing itu diterjemahkan ke dalam bahasa mereka sendiri. Oleh sebab itu, hendaklah ia berdoa meminta karunia menafsirkan apa yang dikatakannya dalam bahasa asing. Atau lebih tepatnya, hendaklah ia mendambakan dan meminta Allah karunia menafsirkan daripada karunia berbicara dalam bahasa yang perlu ditafsirkan, sebab inilah yang paling berguna bagi jemaat, dan karena itu merupakan karunia yang unggul, lihat ayat 12. Sebagian orang memahaminya seperti ini, "Hendaklah ia berdoa sedemikian rupa sehingga ia menafsirkan apa yang diucapkannya di dalam doa dalam bahasa yang tidak akan dimengerti bila tidak ditafsirkan." Intinya adalah bahwa mereka harus menjalankan semua ibadah dalam jemaat dengan sedemikian rupa supaya semua bisa ikut serta dan mendapat manfaat darinya.

Paulus menekankan nasihat ini dengan alasan yang tepat, yaitu, jika ia berdoa dengan bahasa roh, maka rohnyalah yang berdoa, maksudnya, karunia rohani bisa saja digunakan dalam doa, atau pikirannya bisa saja khusyuk, tetapi akal budinya tidak turut berdoa (ay. 14), yaitu, arti dan maksud dari kata-katanya tidak akan membuahkan hasil. Ia tidak akan dimengerti, dan karena itu orang lain pun tidak akan mengikutinya dalam beribadah. Perhatikanlah, orang-orang yang berdoa di depan umum harus mengusahakan agar cara mereka berdoa dipahami oleh orang lain, bukan dalam bahasa asing, bukan pula dalam bahasa yang, kalau tidak asing, di atas kemampuan para pendengarnya untuk memahami. Bahasa yang paling jelas dan mudah dipahami adalah bahasa yang paling tepat untuk ibadah bersama dan kegiatan-kegiatan keagamaan lain.

Rasul Paulus di sini mengintisarikan apa yang disampaikannya sejauh ini, dan,
    I. Mengarahkan mereka bagaimana mereka harus bernyanyi dan berdoa dengan orang banyak (ay. 15): Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, dst. Ia tidak melarang mereka berdoa atau bernyanyi di bawah dorongan ilahi, atau apabila mereka mendapat ilham untuk berdoa dan bernyanyi, atau diberi suatu karunia rohani seperti itu. Tetapi ia ingin agar mereka juga berdoa dan bernyanyi dengan cara yang dimengerti orang lain, supaya orang lain bisa mengikuti mereka. Perhatikanlah, ibadah bersama harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga bisa dimengerti.
    II. Ia menegaskan apa yang disampaikannya dengan beberapa alasan.
        1. Bahwa jika tidak demikian, orang-orang yang tidak terpelajar tidak bisa mengamini doa-doa atau ucapan syukur yang diucapkan, dan tidak bisa mengikuti ibadah, sebab mereka tidak memahaminya (ay. 16). Orang yang tidak tergolong sebagai kalangan terpelajar adalah, sebagaimana yang dipahami oleh para penulis zaman dulu, orang kebanyakan, yang dalam sebagian besar jemaat buta huruf. Bagaimana mereka ini bisa mengamini doa-doa yang diucapkan dalam bahasa yang tidak dikenal? Bagaimana mereka menyatakan persetujuan mereka? Padahal itulah maksudnya kata Amin, jadilah demikian, atau semoga Allah memberikan apa yang kita minta, atau juga, kami ikut bergabung dalam mengaku dosa dan mengakui segala rahmat dan perkenanan ilahi. Inilah pentingnya kata Amin. Semua harus berkata Amin di dalam hati. Dan bukan hal yang tak pantas jika kita memberikan kesaksian atas persetujuan di hati ini dalam doa dan ibadah bersama, dengan mengucapkan Amin dengan cara yang bisa didengar orang lain. Orang-orang Kristen pada zaman dulu mengucapkan kata Amin keras-keras. Lihat Justin Martir, Apol. 2. propè fin. Nah, bagaimana orang bisa berkata Amin pada apa yang tidak mereka mengerti? Perhatikanlah, tidak akan ada persetujuan dalam doa-doa yang tidak dipahami. Maksud dari ibadah-ibadah bersama akan gagal sepenuhnya jika dilaksanakan dalam bahasa yang tidak dikenal. Orang yang menjalankan ibadah itu bisa saja berdoa dengan baik, dan mengucap syukur dengan baik, tetapi tidak mengenai sasaran pada tempat dan waktunya, sebab orang lain tidak, dan tidak bisa, dibangun (ay. 17) oleh apa yang tidak mereka mengerti.



SBU

MINGGU I SESUDAH EPIFANIA
SENIN, 14 JANUARI 2019
Renungan Pagi
KJ.355:1 -Berdoa
SEMANGAT MEMANFAATKAN KARUNIA ROHANI DEMI MEMBANGUN JEMAAT KRISTUS

1 Korintus 14:10-12
Demikian pula dengan kamu : Kamu memang berusaha untuk memperoleh
karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha
mempergunakannya untuk membangun jemaat (ay.‘12).

Menurut hasil riset ethnologue, erganisasi yang mempublika-
sikan riset tentang bahasa-bahasa di dunia, seat ini ada sebanyak
7.099 bahasa hidup (aktif digunakan) diseluruh dunia. Secara
khususa di Indonesia, saat ini ada sebanyak 707 bahasa hidup, yang
masih aktif digunakan di seluruh wilayah Indonesia. Bahasa adalah
alat kemunikasi penting bagi manusia. Ketidak jelasan daiam meng-
gunakan bahasa bisa menimbuikan kesaiahpahaman yang pada
gilirannya akan memicu pertikaiari, perpecahan bahkan kehancuran.

Daiam pembacaan Aikitab hari ini, Paulus kembali menggunakan
anaiogi (kiasan) untuk menjelaskan efektifitas penggunaan karunia
berbahasa roh di dalam pertemuan jemaat dan ibadah. Kali ini, ia
menggunakan analogi tentang bahasa sebagai alat komunikasi.
Paulus mengetahui bahwa ada banyak jenis bahasa yang ada di
dunia. Dan ia meyakini dengan pasti bahwa tidak ada satu pun
bahasa yang tidak mempunyai bunyi yang berarti. Kalau ada orang
yang menyampaikan suatu bahasa kepada orang lain, namun orang
lain yang mendengar tidak bisa mengerti, maka orang yang me-
nyampaikan akan menjadi orang asing bagi sipendengarnya, demi-
kian juga sebaliknya.

Melalui analogi tersebut, Rasul Pauius sebenarnya mau mem-
pertegas kembali ketidakefektifan penggunaan bahasa roh dalam
pertemuan jemaat dan ibadah. Menurutnya, bahasa roh hanya ber-
guna untuk membangun diri senciiri. Padahal ia beruiangkali rneng-
garisbawahi bahwa karunia-karunia Roh Kudus harus dipergunakan
membangun Jemaat (ayat 12).

Banyak karunia rohani yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap
orang percaya, rnisalnya : menulis, rnengajar‘ bernyariyi, bermusik,
dsb. Ketika kita akan mengawali aktifitas kita di hari ini, Firman
Tuhan rnengingatkan agar kita senantiasa menggunakan karunia
rohani yang sudah dianugerahkan Roh Kudus, bukan untuk me-
nunjukkan kehebatan diri kita, melainkan membangun Jemaat
Tuhan. Layanilah Tuhan dengan karunia rohani yang diberikan-
Nya kepada kita.

KJ. 357:1,2
Doa : (Ya, Tuhan terima kasih untuk karunia Roh yang Engkau anugerahkan
kepada kami. Ajar kami untuk menggunakan karunia Roh terse-but untuk
membangun jemaat-Mu)



MINGGU I SESUDAH EPIFANIA  
SENIN, 14 JANUARI 2019
Renungan Malam
KJ.365c : 1,2 -Berdoa
BERIBADAH DENGAN ROH DAN AKAL BUDI

1 Korintus 14:13-17
 Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal
budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, telapi aku juga akan
menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku" (ay.15).

Dua hal penting yang mau ditekankan Paulus di ayat 13-17,
yaitu : pertama, orang yang menggunakan bahasa roh harus berdoa
supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
Kata "menafsirkan" harus dipaharni dalam arti 1 menyampaikan
inti dan makna berita dari bahasa roh yang diucapkan, dalam
bahasa yang jelas dan bisa dimengerti sehingga dengan demikian
jemaat dibangun. Jika tidak, maka adalah lebih baik jika jemaat
berdiam diri (14 : 28);

kedua, Paulus hendak menekankan penting-
nya menggunakan roh, dan juga akal budi di saat berdoa, bernyanyi,
memuji Tuhan dan rnengucap syukur. Jika doa, nyanyian pujian,
ucapan syukur yang dilakukan dalam ibadah hanya menggunakan
roh, dan mengabaikan penggunaan akal budi, maka ibadah yang
dilakukan akan menjadi ibadah yang tidak tertib dan kacau (ay.17).

Sebagian orang Kristen adayang berpendapat bahwa kegiatan
ibadah ritual adalah urusan rohani, bukan urusan akal budi. Paulus
mengingatkan bahwa roh, dan juga akal budi harus digunakan
ketika kita rnelaksanakan kegiatan ibadah ritual saat berdoa,
bernyanyi, memuji Tuhan dan mengucap syukur. Bahkan ketika
kita membaca dan mandengar Firman Tuhan pun kita harus meng-
gunakan akal budi. Mengapa kita juga perlu menggunakan akal
budi saat mendengar Firman Tuhan? ingat, bahwa Tuhan menaruh
Firman-Nya dalam akal budi umat-Nya (lbr. 8:10 b). Jika Tuhan
menaruh Firman-Nya dalam akal budi kita, niscaya akal budi kita
akan diterangi Firman-Nya. Kalau akal budi kita diterangi oleh
Firman Tuhan, maka Firman Tuhan itu akan terwujudnyata dalam
sikap, dan perilaku hidup kita, sehingga kehidupan kita menjadi
berkat bagi sesama.

KJ.365c:4,5
Doa : (Ya Tuhan, ajar kami menggunakan roh dan juga akal budi
kami dalam melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan di
tengah keluarga, gereja dan masyarakat)


Label:   1 Korintus 14:13-17 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 15 JANUARI 2019 - DEWASA DALAM PEMIKIRAN DAN TINDAKAN - 1 Korintus 14:20-25 - MINGGU SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB MINGGU, 13 JANUARI 2019 - SEMANGAT MEMBERITAKAN FIRMAN TUHAN DENGAN KATA DAN BAHASA YANG JELAS - 1 Korintus 14:6-9 - HARl MlNGGU SE5UDAH EPIFANIA

Garis Besar 1 Korintus

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,