Save Page
1 Korintus 14:20-25
14:20 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! 14:21 Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan." 14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman. 14:23 Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila? 14:24 Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua; 14:25 segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."

Penjelasan:

* 1Kor 14:20-25
Paulus telah mengemukakan keunggulan dari nubuat bagi orang dalam. kini dia membahas keunggulannya bagi orang luar.

* 1Kor 14:21-22 - hukum Taurat // orang-orang yang mempunyai bahasa lain
Sang rasul memasukkan sebuah kutipan bebas dari hukum Taurat (maksudnya, Perjanjian Lama) untuk menunjukkan bahwa bahasa roh dimaksudkan sebagai tandan kehadiran Allah bersama orang-orang bukan Yahudi. Di dalam Yesaya 28:11,12, bagian yang dikutip, bangsa Asyur disebut sebagai orang-orang yang mempunyai bahasa lain. Jadi, karunia ini terutama dirancang bagi orang-orang yang belum percaya. Di dalam Kisah Para Rasul karunia ini disebutkan sebanyak empat kali (kata "melihat" di dalam Kis. 8:18 tampaknya menunjukkan bahwa di Samaria terdapat tanda lahiriah), dan di dalam setiap peristiwa ada orang Yahudi yang hadir. Allah bermaksud menunjukkan kepada kelompok orang yang tidak mau percaya itu bahwa Dia ada bersama gerakan yang baru itu. Jelas bahwa bahasa-bahasa yang dikenal yang dipakai pada hari Pentakosta, merupakan satu-satunya tanda yang memadai bagi orang-orang Yahudi yang sulit diyakinkan itu. Bahasa orang yang dalam keadaan ekstase berpeluang mendapat terlalu banyak alasan alamiah, dan yang tidak kalah penting di antaranya ialah fakta historis yang sudah dikenal dan sudah sering dibicarakan oleh kelompok-kelompok non-Kristen (MNT, hlm. 208, 209).

* 1Kor 14:23-25 - rahasia yang terkandung dalam hatinya // sujud menyembah
Paulus melukiskan berbagai dampak berbeda dari bahasa roh dan nubuat pada orang luar dengan menunjukkan keunggulan dari nubuat. Tidak ada pertentangan dengan 14:22 sebagaimana tampak jika dilihat secara sekilas (bahasa roh tidak berguna bagi orang tidak percaya, sedangkan nubuat rupanya berguna). Di dalam ayat yang terakhir, individu-individu yang telah mendengar kebenaran namun menolaknya diberi perhatian, sebagaimana ditunjukkan melalui penyamaan dengan bangsa Israel yang suka berontak, sedangkan di dalam bagian ini yang diberi perhatian adalah para pendengar baru (ICC, hlm. 319). Nubuat menuntun seseorang kepada keinsafan akan keadaan berdosanya, penghukuman, dan manifestasi dari rahasia yang terkandung dalam hatinya. Hasil dari semua itu adalah sujud menyembah satu-satunya obyek yang layak dilayani (bdg. Mat. 14:33).

* Rasul Paulus menambahkan bahwa dengan diketahuinya kesukaan berlebihan mereka terhadap karunia berbahasa lidah ini, itu jelas-jelas menunjukkan ketidakdewasaan mereka dalam membuat penilaian: Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu! (ay. 20). Anak-anak cenderung terkagum-kagum oleh apa yang baru dan tampak aneh. Mereka mudah terpana oleh penampilan luar, tanpa mencari tahu hakikat dan nilai yang sesungguhnya dari segala sesuatu. Janganlah kamu berbuat seperti mereka, dan lebih menyukai kebisingan dan pamer daripada nilai dan hakikat. Tunjukkanlah kematangan yang lebih tinggi dalam menilai, dan bertindaklah lebih dewasa. Janganlah menjadi anak-anak dalam hal apa pun, tetapi milikilah kecenderungan hati yang tidak merusak dan tidak menyakiti. Ada teguran ganda yang termuat dalam pernyataan ini, baik terhadap kesombongan mereka atas karunia-karunia yang mereka miliki, maupun keangkuhan dan tinggi hati mereka terhadap satu sama lain, serta segala persaingan dan pertikaian yang timbul karenanya. Perhatikanlah, orang-orang Kristen harus menjadi anak-anak yang tidak berbahaya dan tidak menyakiti, bersih dari segala tipu muslihat dan kejahatan. Sebaliknya, mereka harus memiliki hikmat dan pengetahuan yang matang dan dewasa. Janganlah mereka tidak ahli dalam ajaran tentang kebenaran (Ibr. 5:13), meskipun mereka tidak boleh ahli dalam segala tindak kejahatan.

* Tentang Karunia-karunia Rohani (1 Korintus 14:21-25)
    Dalam perikop ini, Rasul Paulus meneruskan apa yang disampaikannya dan alasan-alasan untuk itu berdasarkan tema-tema lain, seperti,
        I. Karunia bahasa, sebagaimana jemaat di Korintus menggunakannya, lebih merupakan tanda penghakiman Allah daripada belas kasihan kepada suatu bangsa (ay. 21): Dalam hukum Taurat (yaitu Perjanjian Lama) ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan (Yes. 28:11). Bandingkan dengan Ulangan 28:46, 49. Pada kedua bacaan inilah, menurut sebagian orang, Rasul Paulus merujuk. Keduanya disampaikan dengan cara mengancam, dan bacaan yang satu dianggap menafsirkan bacaan yang lain. Menurut pandangan ini, artinya adalah bahwa bila Allah sampai memberikan petunjuk semacam ini kepada suatu bangsa, itu merupakan bukti bahwa Ia telah meninggalkan mereka, untuk menghajar mereka yang berbicara dalam bahasa lain. Dan tentu saja perkataan Rasul Paulus menyiratkan, "Tidak sepatutnya kamu menyukai tanda-tanda murka ilahi. Tidak mungkin Allah memberi rahmat-Nya kepada orang-orang yang dibiarkan dalam pengajaran seperti ini, dan diajar dalam bahasa yang tidak dapat mereka mengerti. Mereka tidak akan bisa mendapat manfaat dari pengajaran seperti itu. Dan, apabila mereka dibiarkan seperti ini, itu merupakan tanda yang menyedihkan bahwa Allah telah mencampakkan mereka sebagai orang-orang yang tak dapat lagi disembuhkan." Jadi maukah jemaat Kristen ada dalam keadaan seperti itu, atau membawa semua jemaat ke dalamnya? Namun itulah yang sebenarnya dilakukan oleh para pengajar di jemaat Korintus, yang selalu ingin menyampaikan ilham-ilham yang mereka dapat dalam bahasa yang tidak dikenal.
        II. Karunia bahasa roh itu lebih merupakan tanda bagi orang-orang yang tidak beriman daripada bagi orang-orang yang beriman (ay. 22). Karunia bahasa adalah karunia rohani, yang dimaksudkan untuk menginsafkan dan mempertobatkan orang-orang kafir, supaya mereka dihantar ke dalam jemaat Kristen. Tetapi orang-orang yang sudah bertobat harus dibangun dalam Kekristenan oleh ajaran-ajaran yang bermanfaat dalam bahasa mereka sendiri. Karunia bahasa itu penting untuk menyebarkan Kekristenan, dan mengumpulkan jemaat. Karunia bahasa itu pantas dan dimaksudkan untuk menginsafkan orang-orang yang tidak beriman akan ajaran yang sudah dipeluk oleh orang-orang Kristen. Tetapi bernubuat, dan menafsirkan Kitab Suci dalam bahasa mereka sendiri, paling berguna untuk membangun orang-orang yang sudah percaya. Maka dari itu, berbicara dalam bahasa roh dalam perkumpulan-perkumpulan orang Kristen betul-betul tidak pada waktu dan tempatnya. Waktu ataupun tempatnya tidak sesuai untuk itu. Perhatikanlah, supaya karunia-karunia digunakan dengan benar, sudah sepantasnya kita mengetahui tujuan apa yang ingin dicapainya. Mengusahakan pertobatan orang-orang kafir, seperti yang dilakukan para rasul, akan menjadi sia-sia tanpa karunia bahasa, dan tanpa penggunaan karunia ini. Akan tetapi, dalam perkumpulan orang Kristen yang sudah bertobat memeluk iman Kristen, menggunakan dan memamerkan karunia ini sungguh tidak patut, karena tidak akan bermanfaat bagi perkumpulan itu. Ini bukan untuk menginsafkan orang akan kebenaran, karena mereka sudah memeluknya. Bukan pula untuk membangun mereka, karena mereka tidak mengerti, dan tidak bisa mendapat manfaat tanpa mengerti apa yang mereka dengar.
        III. Harga diri dan nama baik perkumpulan mereka di antara orang-orang tidak beriman menuntut mereka untuk lebih mengutamakan bernubuat daripada berbahasa asing. Sebab,
            1. Andaikata, selagi mereka semua berkumpul untuk beribadah, hamba-hamba Tuhan, atau semua yang ikut serta dalam ibadah bersama, berbicara dalam bahasa yang tidak dapat dimengerti, lalu orang-orang kafir masuk, orang-orang itu akan menyangka bahwa mereka gila, tidak lebih baik daripada sekumpulan orang liar dan gila agama. Orang waras mana yang bisa terus menjalankan ibadah dengan cara seperti itu? Atau agama macam apa yang meninggalkan pengertian dan akal budi? Bukankah Kekristenan akan tampak konyol di mata orang kafir, jika ia mendengar para pemberitanya berdoa, atau mengajar, atau menjalankan ibadah-ibadah lain, dalam bahasa yang tidak dimengerti baik oleh dia ataupun jemaat itu sendiri? Perhatikanlah, agama Kristen itu sendiri adalah agama yang waras dan masuk akal, jadi janganlah para pemberitanya membuatnya tampak liar atau tidak masuk akal. Sungguh membawa aib bagi agama, dan menjelekkan tabiat diri sendiri, mereka yang berbuat apa saja yang menunjukkan ciri-ciri ini. Namun sebaliknya,
            2. Jika, sebagai ganti berkata-kata dalam bahasa asing, hamba-hamba Tuhan dengan jelas menafsirkan Kitab Suci, atau mengajar kebenaran-kebenaran dan aturan-aturan agung Injil dalam bahasa yang sesuai dan dapat dimengerti, maka orang kafir atau orang tidak terpelajar yang ikut dalam perkumpulan itu mungkin saja akan diinsafkan dan bertobat menjadi Kristen (ay. 24-25). Hati nuraninya akan tersentuh, rahasia-rahasia hatinya akan diungkapkan kepadanya, ia akan dihukum oleh kebenaran yang didengarnya, dan dengan demikian akan dibuat mengakui kesalahannya, memberi penghormatan kepada Allah, dan mengakui bahwa sungguh Dia ada di antara kamu, hadir dalam perkumpulan jemaatmu. Perhatikanlah, Kitab Suci, yaitu kebenaran, yang diajarkan dengan jelas sebagaimana mestinya, mempunyai kuasa luar biasa untuk membangunkan nurani dan menyentuh hati. Dan bukankah ini jauh lebih membawa kehormatan bagi agama kita daripada kalau orang kafir sampai menyangka bahwa para pemberita agama kita adalah sekumpulan orang gila, dan ibadah-ibadah mereka hanyalah hiruk pikuk yang tidak karuan? Ini akan langsung menimbulkan cemooh pada diri mereka dan pada agama mereka pula. Bukannya mendatangkan pujian bagi mereka, itu akan membuat mereka tampak konyol, dan pekerjaan mereka pun ikut terkena cela. Sebaliknya, bernubuat pasti akan membangun jemaat, jauh lebih baik menjaga nama baik mereka, dan ada kemungkinan bisa menginsafkan dan mempertobatkan orang-orang kafir yang sewaktu-waktu mendengarkan mereka. Perhatikanlah, ibadah-ibadah dalam perkumpulan Kristen harus dijalankan sedemikian rupa supaya sesuai untuk membangun umat beriman, dan menginsafkan, mempengaruhi, serta mempertobatkan orang-orang yang tidak beriman. Pelayanan tidak ditetapkan untuk memamer-mamerkan karunia dan pemberian, tetapi untuk menyelamatkan jiwa-jiwa.



SBU

MINGGU SESUDAH EPIFANIA
1 Korintus 14:20-25
SELASA, 15 JANUARI 2019
Renungan Pagi
KJ.342:1 -Berdoa
GEREJA YANG MELAKSANAKAN FUNGSI MENGAJAR

1 Korintus 14:18-19
Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh (ay.19).

Paulus beium berhenti menyampaikan kritikan kepada jemaat Korintus yang suka membanggakan karunia berbahasa roh dalam pertemuan jemaat dan ibadah. Di ayat 18, Paulus rnengatakan bahwa ia juga mendapat karunia berbahasa roh. Bahkan ia meng-
klaim bahwa ia bisa berbahasa roh lebih baik daripada jemaat Korintus.

Namun demikian ia tidak pemah membanggakan diri atas karunia berbahasa roh yang dikaruniakan kepadanya. Dengan Kerendahan hati ia justru mengatakan bahwa dafam pertemuan jemaat ia Iebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang Jain, dari pada ribuan kata dafam bahasa roh. Kata "mengajar" di sini diterjemahkan dari kata Yunani : karekheo. Kata Katekheo di ayat 19 berarti mengajar
berulang-ulang di telinga tentang kehidupan dan pengajaran Yesus dan juga Firman Allah, sehingga orang yang diajar akhirnya bisa menerima dan mengerti.

Firman Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa Gereja sebagai persekutuan orang percaya, tidak boleh mengabaikan, apalagi melupakan fungsi mengajar. Fungsi mengajar bisa dilakukan melalui keseluruhan tugas panggilan dan pengutusan Gereja, yaitu meialui
kegiatan persekutuan, pelayanan dan kesaksian. Fungsi itu harus terus menerus dilakukan oleh Gereja secara berkesinambungan dari generasi ke generasi dengan melibatkan seiuruh warga gereja, balk dalam kehidupan keluarga, maupun persekutuan jemaat.

Tujuan akhirnya jelas, yaitu 1 warga jemaat diperlengkapi sehingga mengalami perubahan dan pertumbuhan untuk mencapai kedewasaan penuh dalam Kristus, dan bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus (Efesus 4: 11-16). Secara khusus sebagai orangtua, kita diingatkan bahwa di tengah kesibukan kita, mari kita menyediakan waktu untuk mengajar anak-anak kita tentang karya keselarnatan Allah dalam Yesus, sehingga mereka mengasihi Yesus Kristus di sepanjang hidup mereka.

KJ. 342 : 3
Doa :(Ya Yesus Kristus, Guru yang Agung, sebagaimana Engkau telah mengajar kami, biarlah kiranya hidup kami juga Engkau pakai untuk membina dan mengajar jemaat-Muuntuk meiakukan Firman dan kehendakMu)


MINGGU SESUDAH EPIFANIA
SELASA, 15 JANUARI 2019
Renungan Malam
KJ.367 : 1,2 -Berdoa
DEWASA DALAM PEMIKIRAN DAN TINDAKAN

1 Korintus 14:20-25
Saudara-saudara janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu (ay.21).

Bacaan Alkitab malam ini adalah bagian akhir dari penjeiasan Paulus tentang karunia-karunia roh yang digunakan dalam konteks kehidupan berjernaat. Di bagian akhir ini, Paulus masih menyatakan kecaman ternadap sikap jemaat Korintus yang suka membanggakan diri dan memamerkan karunia berbahasa roh. Paulus menganggap bahwa sikap tersebut adalah sikap ke kanak-kanakan yang sangat mungkin lahir dari pemikiran yang kekanak—kanakan.
Karena itu, Paulus menasihati jemaat Korintus agar mereka meninggalkan pemikiran yang kekanak-kanakan, dan mulai memiliki polapikir orang dewasa (ayat 20).

Lebih Ianjut Paulus mengingatkan bahwa bahasa roh merupakan tanda bagi orang yang tidak beriman. Mengapa Paulus mengatakan demikian? Penggunaan bahasa lidah merupakan hal yang sangat biasa dilakukan dalam praktek peribadahan orang-orang Korintus yang menyembah kepada dewa-dewi. Mereka mempercayai bahwa di saat dewa-dewi itu "menguasai" diri mereka; maka mereka akan mengalami keadaan tidak sadarkan diri (ekatase) dan mulai mengucapkan bahasa yang tidak dapat dimengerti. Cara kebiasaan itu ternyata juga muncul dalam diri jemaat Korintus  yang menggunakan bahasa roh. Jika jemaat Korintus mengikuti cara dan kebiasaan seperti itu, maka hal itu menjadi tanda bahwa
jemaat Korintus sama dengan orang-orang Korintus yang tidak percaya kepada Kristus. Jika itu terjadi maka kehidupan mereka tidak bisa menjadi teladan malahan bisa menjadi batu sandungan.

Firman Tuhan mengingatkan bahwa pemikiran kita sangat mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Di malam ini, mari kita meminta kepada Tuhan agar Ia menerangi pikiran (juga hati) kita dengan Firman-Nya sehingga kita dimampukan untuk berpikir, dan mewujudkan sikap dan perilaku iman yang dewasa. Dengan demikian kehidupan tidak menjadi batu sandungan, sebaliknya akan menjadi teladan bagi orang lain.

KJ. 367:6
Doa : (Ya Yesus Kristus, bimbinglah pikiran dan juga hati kami dengan terang Firman-Mu sehingga mewujudkan sikap dan perilaku yang baik, benar dan adil sehingga kehidupan kami
menjadi teladan bagi orang lain)

Label:   1 Korintus 14:20-25 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB RABU,16 JANUARI 2019 - TEKUN MEMBACA DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN - 2 Petrus 1:19-21

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 14 JANUARI 2019 - BERIBADAH DENGAN ROH DAN AKAL BUDI - 1 Korintus 14:13-17 - MINGGU I SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar 1 Korintus

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,