Save Page
Yohanes 21:1-14
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias
21:1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 21:2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 21:3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 21:4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 21:5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 21:8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 21:9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 21:10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." 21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 21:12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 21:13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 21:14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Penjelasan:



*  Yoh 21:1 - Danau Tiberias -
Tempat terjadinya penampakan pasca kebangkitan bergeser dari Yerusalem ke Danau Galilea. Danau Tiberias - istilah lain untuk Danau Galilea (bdg. 6:1).

* Yoh 21:2 - Berkumpul
Berkumpul. Mereka berkumpul bukan karena kesamaan pekerjaan, tetapi atas dasar sama-sama menjadi murid dan sama-sama melihat Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati. Petrus dan Yohanes akan merupakan tokoh yang menonjol di dalam peristiwa berikut.

* Yoh 21:3 - Aku pergi menangkap ikan // aku pergi // Tidak menangkap apa-apa
Aku pergi menangkap ikan. Petrus tidak bisa tinggal diam. Begitu melihat perahunya dan air Danau Galilea yang dicintainya, dan mungkin merasa perlu memelihara tubuh dan jiwanya sekaligus. muncullah keputusan mendadak ini. Adalah salah sekali untuk berkesimpulan bahwa Petrus kembali menjadi nelayan sebagai pekerjaan tetap. Sesungguhnya kata kerja infinitif "memancing" adalah dalam bentuk waktu sekarang, yang dapat berarti tindakan berkesinambungan. Tetapi hal ini ditutup oleh kenyataan bahwa kata kerja aku pergi menunjukkan suatu perjalanan dan bukan sebuah karier. Selanjutnya, persetujuan para murid yang lain memperjelas bahwa mereka memahami maksud Petrus tadi sebagai bersifat sementara. Mengingat penampakan-penampakan Tuhan kepada mereka (bdg. 20:21-23), tidaklah mungkin bahwa mereka kembali bekerja sebagai nelayan. Tidak menangkap apa-apa. Hal ini merupakan pengaturan ilahi, yaitu mempersiapkan jalan untuk campur tangan Kristus.

* Yoh 21:4-5 - Istilah anak-anak // Adakah kamu mempunyai lauk pauk? // Tidak ada
Sambil berdiri di pantai Yesus berbicara tetapi tidak dikenali. Istilah anak-anak dapat dipakai tanpa maksud menganggap rendah. Adakah kamu mempunyai lauk pauk? Bentuk pertanyaan ini menyiratkan bahwa mereka tidak punya. Tidak ada. Menyakitkan bagi seorang nelayan untuk mengakui bahwa ia tidak berhasil menangkap apa-apa.

* Yoh 21:6 - Tebarkan jalamu di sebelah kanan perahu
Tebarkan jalamu di sebelah kanan perahu. Kedudukan perahu tetap sama, alat-alat memancing sama, orang-orang sama, dengan kemampuan yang sama; tetapi sekarang jaring mereka yang tadinya kosong menjadi penuh hanya karena kata-kata Kristus (lihat Yoh. 15:5).

* Yoh 21:7 - Itu Tuhan // Pakaian
Mukjizat itu dengan cepat menyadarkan 'murid yang dikasihi', bahwa orang asing itu pastilah Yesus. Itu Tuhan. Pikiran Petrus pasti segera kembali kepada suatu saat lain di danau yang sama ketika dia mengalami peristiwa yang sama karena perkataan Kristus (Luk. 5:1-11). Keinginan besar Petrus untuk melihat Yesus secara pribadi menunjukkan bahwa dia tidak merasa dirinya keluar dari kehendak Allah dengan pergi menangkap ikan. Pakaian. Adalah tidak sopan untuk menghadap Tuhan tidak dengan pakaian yang lengkap.

* Yoh 21:8 - Dua ratus hasta
Para murid yang lain mengikuti di dalam perahu kecil mereka. Dua ratus hasta. Sekitar seratus yard.

* Yoh 21:9 - Ikan dan roti
Para pengikut Yesus hendak diingatkan bahwa Oknum yang menjadikan pekerjaan Kristen berhasil itu juga sanggup mencukupkan kebutuhan sehari-hari dari orang-orang milik-Nya. Ikan dan roti. Masing-masing satu buah. Yesus akan membuat makanan itu cukup untuk semua, seperti pernah Ia lakukan dengan ikan dan roti untuk banyak orang.

* Yoh 21:10 - Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap // kamu
Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap. Ini bukan untuk menambah apa yang sudah tersedia. Tidak ada petunjuk bahwa ikan-ikan tersebut dimasak dan dimakan. Kristus ingin agar orang-orang itu benar-benar tergetar oleh hasil tangkapan ikan. Dengan ramah dia mengatakan, "yang telah kamu tangkap," sekalipun terlepas dari Dia mereka tidak bila menangkap apa-apa.

* Yoh 21:11
Seperti biasa ikan-ikan itu dihitung. Jumlah betul-betul menunjukkan hebatnya penangkapan itu. Andaikata ada makna tersembunyi di dalam jala yang tidak koyak itu, maka kira-kira yang dimaksudkan ialah bahwa orang-orang yang berhasil dimenangkan melalui pelayanan yang dipimpin oleh Kristus tidak akan terhilang, tetapi akan terpelihara hingga mencapai pantai surgawi.

* Yoh 21:12 - Sarapan
Sarapan. Kata aslinya kadang-kadang dipakai untuk makanan pada waktu yang lain. Ini merupakan kejadian yang khidmat, dengan para murid merasakan kekaguman baru di hadirat Tuhan.

* Yoh 21:14 - Ketiga kalinya
Ketiga kalinya. Dua penampakan lain kepada para murid secara berkelompok telah dikisahkan di dalam pasal sebelumnya. Sisa dari penampakan ini hanya berkaitan dengan Petrus dan Yohanes, sekalipun murid-murid lainnya ikut memetik manfaat dari pengajaran tersebut.

*  Yoh 21:1-14 - Kristus Bersama Murid-murid-Nya.
    Si penulis kitab Injil seakan sudah menutup catatan sejarahnya dengan pasal yang lalu, namun (seperti yang terkadang dilakukan Paulus dalam surat-suratnya) hal baru terjadi, maka dia pun memulai kembali. Dia mengatakan bahwa ada banyak tanda-tanda lain yang dilakukan Yesus sebagai bukti kebangkitan-Nya. Dan di dalam pasal ini dia menyebutkan salah satu dari banyak tanda-tanda ini, yaitu penampakan Kristus di hadapan beberapa murid-Nya di Laut Tiberias. Mengenai peristiwa ini kita memiliki catatan:

    I. Bagaimana Dia menampakkan diri-Nya kepada mereka pada saat mereka sedang mencari ikan. Ia memenuhi jala mereka, lalu dengan sangat akrab datang dan makan bersama mereka apa yang telah mereka tangkap (ay. 1-14).
    II. Apa yang Dia bicarakan dengan Petrus setelah makan,
        . Mengenai diri-Nya sendiri (ay. 15-19).
        . Mengenai Yohanes (ay. 20-23).
    III. Kesimpulan yang khidmat dari kitab Injil ini (ay. 24-25). Aneh jika ada yang beranggapan bahwa pasal ini ditambahkan oleh orang lain, padahal dengan jelas dikatakan (ay. 24), bahwa murid yang dikasihi Yesus-lah yang memberikan kesaksian mengenai hal-hal ini.

Kristus Bersama Murid-murid-Nya. (21:1-14)

    Di sini kita memiliki catatan tentang penampakan Kristus di hadapan murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias.
    Perhatikanlah:
        . Marilah kita membandingkan penampakan ini dengan penampakan-penampakan yang terjadi sebelumnya. Dalam penampakan-penampakan sebelumnya itu, Kristus memperlihatkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya ketika mereka sedang berkumpul dalam sebuah pertemuan yang khidmat (tampaknya pertemuan ibadah) pada suatu hari Tuhan. Pada waktu itu mereka semua sedang bersama-sama, mungkin mengharapkan penampakan-Nya. Namun dalam penampakan kali ini Dia menunjukkan diri-Nya kepada beberapa di antara mereka dalam situasi yang berbeda, pada suatu hari kerja, ketika mereka sedang mencari ikan, dan tidak terlalu memikirkan tentang penampakan-Nya. Kristus memiliki banyak cara supaya diri-Nya dikenal oleh umat-Nya, biasanya dalam ibadah-ibadah, namun kadang kala oleh Roh-Nya Dia mengunjungi mereka ketika mereka sedang mengerjakan urusan sehari-hari, seperti gembala-gembala yang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam (Luk. 2:8), begitu juga di sini (Kej. 16:13).
        . Marilah kita membandingkannya dengan penampakan berikutnya di bukit di Galilea, di mana Yesus menetapkan mereka untuk menemui Dia (Mat. 28:16). Ke sanalah mereka pergi begitu perayaan roti tidak beragi berlalu, dan mempersiapkan diri sebagaimana mereka pandang layak, sampai tiba waktu yang telah ditentukan untuk percakapan atau pertemuan umum ini. Nah, penampakan di bukit ini terjadi sementara mereka sedang menantikan penampakan-Nya itu, sehingga mereka tidak perlu lelah menunggu. Kristus sering kali melakukan yang lebih baik dari pada yang Dia katakan, tetapi tidak pernah melakukan yang lebih buruk. Dia sering kali sudah mengantisipasi segala sesuatu sebelumnya dan berbuat lebih daripada apa yang diharap-harapkan umat-Nya, tanpa sekalipun mengecewakan mereka.

    Mengenai rincian dari kisah tersebut, kita dapat mempelajari,
    I. Kepada siapa Kristus saat itu menampakkan diri-Nya (ay. 2): bukan kepada kedua belas murid seluruhnya, melainkan hanya kepada tujuh orang di antara mereka. Natanael disebutkan sebagai salah seorang di antaranya, yang tidak pernah kita temui lagi setelah pasal 1. Tetapi beberapa orang berpikir dia adalah orang yang sama dengan Bartolomeus, salah satu dari kedua belas murid. Dua orang yang tidak disebutkan namanya kira-kira adalah Filipus dari Betsaida dan Andreas dari Kapernaum.

    Perhatikan di sini:
        . Sungguh baiklah bagi murid-murid Kristus jika mereka sering bersama-sama. Bukan hanya dalam ibadah-ibadah khidmat, tetapi juga dalam pergaulan biasa dan mengenai urusan sehari-hari. Seharusnya dengan cara inilah orang Kristen yang baik membuktikan dan meningkatkan kepedulian mereka satu sama lain, saling menghibur dan saling membangun, baik dengan perkataan maupun teladan.
        . Kristus memilih untuk menyatakan diri-Nya kepada mereka ketika mereka sedang bersama-sama, bukan hanya untuk menyetujui adanya masyarakat Kristen, melainkan supaya mereka dapat menjadi saksi-saksi bersama atas satu fakta yang sama, sehingga dapat saling menguatkan kesaksian satu sama lain. Di sini ada tujuh orang bersama-sama memberikan bukti. Mengenai hal ini beberapa orang memperhatikan bahwa hukum Romawi menuntut tujuh saksi untuk sebuah wasiat.
        . Tomas adalah salah seorang di antara mereka, dan disebut setelah Petrus, seakan dia sekarang selalu dekat dengan pertemuan-pertemuan para rasul, lebih dari sebelumnya. Suatu hal yang baik jika kegagalan yang disebabkan oleh kecerobohan kita membuat kita lebih berhati-hati setelah itu, supaya jangan ada kesempatan-kesempatan yang terlewatkan.

    II. Bagaimana mereka bekerja (ay. 3).
    Perhatikanlah:
        . Kesepakatan mereka untuk pergi mencari ikan. Mereka tidak tahu persis apa yang harus mereka lakukan dengan diri mereka sendiri. Kalau aku, kata Petrus, Aku pergi menangkap ikan. Kalau begitu kami pergi juga dengan engkau, kata mereka, supaya kita dapat tetap bersama-sama. Meskipun pada umumnya dua orang yang berbeda tidak dapat memiliki pikiran yang sama, tetapi mereka dapat. Beberapa orang berpendapat bahwa mereka melakukan kesalahan dengan kembali kepada perahu dan jala yang telah mereka tinggalkan. Tetapi, jika mereka bersalah maka Kristus tidak akan menunjukkan persetujuan-Nya dengan cara mengunjungi mereka. Mereka patut dihargai, karena mereka melakukan ini,
            (1) Untuk memanfaatkan setiap waktu yang ada dan tidak bermalas-malasan. Mereka belum ditugaskan untuk mengabarkan kebangkitan Kristus. Pengutusan mereka sudah ada dalam perencanaan, tetapi belum digenapi. Saat untuk mengambil tindakan masih akan tiba. Mungkin Guru mereka telah menyuruh mereka untuk tidak mengatakan apa pun tentang kebangkitan-Nya sampai setelah kenaikan-Nya, bahkan sampai setelah pencurahan Roh Kudus, dan kemudian mereka harus memulai di Yerusalem. Sekarang, untuk sementara, daripada tidak melakukan apa-apa, mereka hendak pergi mencari ikan. Bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk bekerja. Ini adalah contoh kerendahan hati mereka. Walaupun mereka sudah diangkat untuk diutus oleh Kristus, sebagaimana Dia diutus oleh Bapa, namun mereka tidak membanggakan diri mereka, melainkan mengingat gunung batu yang dari padanya mereka terpahat. Ini juga adalah contoh kerajinan mereka, yang menunjukkan bahwa mereka adalah suami-suami yang baik di zaman mereka. Sementara mereka menunggu, mereka tidak mau bermalas-malasan. Orang-orang yang ingin dapat mempertanggungjawabkan waktu mereka dengan sukacita sebaiknya berusaha mengumpulkan dan memanfaatkan setiap potongan waktu yang tersisa.
            (2) Supaya mereka dapat mengurus diri mereka sendiri dan tidak menjadi beban bagi siapa pun. Selama Guru mereka ada bersama-sama dengan mereka, orang-orang yang melayani Dia bersikap baik kepada mereka. Tetapi sekarang setelah mempelai itu diambil dari mereka, mereka harus berpuasa pada hari-hari itu, dan oleh sebab itu tangan mereka sendiri, seperti tangan Paulus, harus bekerja untuk memenuhi keperluan mereka, dan karena alasan inilah Kristus bertanya kepada mereka, Adakah kamu mempunyai lauk-pauk? Ini mengajar kita untuk tetap tenang melakukan pekerjaan dan dengan demikian makan makanan kita sendiri.
        . Kekecewaan yang mereka alami dalam mencari ikan. Malam itu mereka tidak menangkap seekor pun, sekalipun, kemungkinannya, mereka telah sepanjang malam bekerja keras, seperti dalam Lukas 5:5. Lihatlah kesia-siaan dunia ini, tangan orang yang rajin sering kali kembali dengan hampa. Bahkan orang-orang yang baik bisa saja kurang berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan, walaupun mereka sudah berlaku jujur. Mungkin saja bagi kita untuk berusaha mengerjakan kewajiban kita, namun tidak berhasil. Demikianlah Allah Sang Pemelihara telah mengatur agar sepanjang malam itu mereka tidak menangkap apa pun, supaya ikan tangkapan yang ajaib pada pagi hari dapat menjadi lebih indah dan lebih dapat diterima hati. Di balik kekecewaan-kekecewaan yang bagi kita sangat menyedihkan, Allah sering kali memiliki rancangan-rancangan yang sangat murah hati. Manusia memang berkuasa atas ikan-ikan di laut, tetapi ikan-ikan itu tidak selalu tunduk pada perintahnya. Hanya Allah yang tahu arus lautan, dan memerintahkan apa yang melewatinya.
    III. Dengan cara apa Kristus membuat diri-Nya dikenali oleh murid-murid-Nya. Dikatakan (ay. 1), "Ia menampakkan diri." Tubuh-Nya, walaupun merupakan sebuah tubuh yang nyata dan sesungguhnya, adalah tubuh yang sudah bangkit, seperti yang akan terjadi dengan tubuh kita kelak, sebuah tubuh rohani, dan karena itu hanya dapat dilihat ketika Dia berkenan untuk membuatnya terlihat. Atau, lebih tepatnya, datang dan pergi begitu cepat sehingga berada di satu tempat lalu di tempat lainnya dalam waktu singkat, dalam sekejap mata. Empat hal dapat dipelajari dari penampakan Kristus kepada murid-murid-Nya itu:
        . Dia menampakkan diri-Nya kepada mereka pada waktu yang tepat (ay. 4): Ketika hari mulai siang, setelah malam kerja keras yang tidak menghasilkan apa-apa, Yesus berdiri di pantai. Waktu yang paling sering Kristus pilih untuk membuat diri-Nya dikenali oleh umat-Nya adalah ketika mereka sedang berada dalam kegagalan. Ketika mereka berpikir bahwa mereka telah kehilangan arah, Dia akan membuat mereka menyadari bahwa mereka tidak kehilangan Dia. Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi, jika Kristus datang, terdengar sorak-sorai. Kristus menampakkan diri-Nya kepada mereka, bukan berjalan di atas air, karena, setelah bangkit dari antara orang mati, Ia tidak bersama dengan mereka seperti sebelumnya, melainkan berdiri di pantai, karena sekarang merekalah yang harus pergi ke arah-Nya. Beberapa penulis klasik menunjukkan makna penting hal ini, bahwa Kristus, dengan menyelesaikan pekerjaan-Nya, telah melalui sebuah lautan yang berangin keras, yaitu lautan darah, dan sampai di pantai yang aman dan tenang, di mana Dia berdiri dalam kemenangan. Sedangkan, para murid, dengan pekerjaan mereka di hadapan mereka, masih berada di lautan, dalam kerja keras dan bahaya. Inilah penghiburan bagi kita, ketika perjalanan kita sulit dan banyak rintangan, bahwa Guru kita ada di pantai, dan kita sedang bergegas ke arah Dia.
        . Dia menampakkan diri-Nya kepada mereka secara perlahan-lahan. Para murid, walaupun mereka sudah mengenal Dia dengan akrab, tidak dapat tahu seketika itu juga, bahwa itu adalah Yesus. Mereka tidak terlalu mengharapkan akan melihat Dia di situ, dan tidak benar-benar melihat dengan saksama ke arah Dia, sehingga mengira Dia orang biasa yang sedang menunggu kedatangan perahu mereka, untuk membeli ikan mereka. Perhatikanlah, Kristus sering lebih dekat dengan kita daripada yang kita pikirkan, dan setelah kita menyadarinya, itu akan menjadi penghiburan bagi kita.
        . Dia menampakkan diri-Nya kepada mereka dengan tindakan belas kasihan-Nya (ay. 5). Dia memanggil mereka anak-anak, paidia -- "Anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk? Adakah ikan yang kalian tangkap?"

        Di sini:
            (1) Sapaan-Nya sangat akrab. Dia berbicara kepada mereka seperti kepada anak-anak-Nya, dengan kepedulian dan kelembutan seorang bapa: Anak-anak. Walaupun sekarang Dia telah ada dalam keadaan dipermuliakan, Dia berbicara kepada murid-murid-Nya dengan kebaikan dan kasih sayang yang sama seperti biasanya. Mereka bukan anak-anak jika dilihat dari segi umur, namun mereka adalah anak-anak-Nya, anak-anak yang telah Allah berikan kepada-Nya.
            (2) Pertanyaan-Nya sangat baik: "Adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Sebagai seorang bapa yang lemah lembut, Dia bertanya mengenai anak-anak-Nya, apakah mereka diperlengkapi dengan apa yang layak bagi mereka, karena kalau tidak, Dia akan mengurus persediaan mereka. Perhatikan, Tuhan untuk tubuh (1Kor. 6:13). Kristus mengambil tanggung jawab atas kebutuhan fana umat-Nya, dan telah menjanjikan kepada mereka bukan hanya anugerah yang cukup, melainkan juga makanan yang pantas. Sesungguhnya mereka akan dipelihara (Mzm. 37:3, KJV; TB: berlakulah setia -- pen.). Kristus melihat ke dalam gubuk orang miskin, dan bertanya, "Anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Dengan demikian Dia mengajak mereka untuk membentangkan permasalahan mereka di hadapan-Nya, dan dengan doa yang disertai iman menyatakan dalam segala hal keinginan mereka kepada Dia. Ia akan membuat mereka untuk tidak khawatir tentang apa pun juga, karena Ia yang memelihara mereka dan mengurus mereka. Dalam hal ini Kristus telah memberi kita contoh kepedulian penuh belas kasihan bagi saudara-saudara kita. Ada banyak kepala keluarga miskin yang tidak dapat bekerja, atau gagal dalam bekerja, sehingga jatuh dalam kesukaran. Kepada mereka orang kaya seharusnya menanyakan demikian, "Adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Karena orang yang paling kekurangan biasanya paling sedikit berteriak. Terhadap pertanyaan ini para murid memberikan jawaban yang singkat, dan, menurut beberapa orang, dengan nada ketidakpuasan dan kekesalan. Mereka mengatakan, "Tidak ada," tanpa memberi dia sapaan ramah dan hormat apa pun seperti yang Dia berikan kepada mereka. Sungguh bukan yang terbaik yang mereka kembalikan untuk membalas kasih Tuhan Yesus. Kristus memberikan pertanyaan tersebut kepada mereka, bukan karena Dia tidak mengetahui kebutuhan mereka, melainkan karena Dia hendak mengetahuinya dari mereka. Orang-orang yang hendak menerima persediaan dari Kristus harus mengakui diri mereka hampa dan kekurangan.
        . Dia menampakkan diri-Nya dengan perbuatan penuh kuasa-Nya, dan ini menyempurnakan pengenalan mereka akan Dia (ay. 6): Dia menyuruh mereka menebarkan jala di sebelah kanan perahu, sisi yang berlawanan dengan tempat mereka sedang menebarkan jala. Lalu, mereka yang tadinya akan pulang dengan tangan kosong, diperkaya dengan ikan tangkapan yang banyak. Di sini kita mendapati,
            (1) Perintah-perintah yang Kristus berikan kepada mereka, dan janji yang ditambahkan kepada perintah-perintah tersebut: Tebarkanlah jalamu di tempat yang Aku tunjukkan, maka akan kamu peroleh. Bagi Dia tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi, bahkan penghuni bawah air sekalipun (Ayb. 26:5), Dia mengetahui di sisi sebelah mana kawanan ikan itu berada, dan ke sisi itulah Dia mengarahkan mereka. Perhatikanlah, pemeliharaan Allah meluas sampai kepada hal-hal yang paling kecil dan tidak terduga. Karena itu, sungguh berbahagialah mereka yang mengetahui bagaimana menerima petunjuk dalam mengerjakan urusan-urusan mereka, dan mengakuinya dalam segala jalan mereka.
            (2) Ketaatan mereka terhadap perintah-perintah ini, dan keberhasilan nyata yang didapat karenanya. Walaupun murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus, namun mereka mau menerima saran dari siapa pun. Mereka tidak menyuruh orang asing itu supaya mengurus urusannya sendiri dan tidak mencampuri urusan mereka, melainkan menerima saran-Nya. Dengan bersikap patuh seperti itu kepada seorang asing, tanpa sadar mereka telah menuruti Guru mereka. Dan hasilnya sungguh baik, karena sekarang mereka memiliki tangkapan yang membayar semua jerih payah mereka. Perhatikan, orang-orang yang rendah hati, rajin, dan sabar (walaupun pekerjaan mereka mungkin mendapat rintangan) akan dimahkotai. Terkadang mereka hidup sampai melihat pekerjaan mereka mengalami perubahan yang menggembirakan, setelah banyak pergumulan dan usaha tanpa hasil. Tidak ada kerugian yang disebabkan karena mematuhi perintah Kristus. Orang-orang yang kemungkinan besar berhasil adalah yang mengikuti hukum firman, tuntunan Roh Kudus, dan petunjuk Allah Sang Pemelihara. Inilah yang dimaksudkan dengan menebarkan jala di sebelah kanan perahu. Sekarang, peristiwa penangkapan ikan tersebut dapat dipandang,
                [1] Sebagai sebuah mujizat: mujizat ini dirancang untuk membuktikan bahwa Yesus Kristus dibangkitkan dalam kekuatan, walaupun ditaburkan dalam kelemahan, dan bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya, tidak terkecuali ikan-ikan di laut. Kristus menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya dengan melakukan untuk mereka apa yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain mana pun, termasuk hal-hal yang tidak mereka harapkan.
                [2] Sebagai sebuah belas kasihan bagi mereka, untuk persediaan yang tepat dan berlimpah-limpah bagi kebutuhan mereka. Ketika kepandaian dan kerja keras mereka gagal, kuasa Kristus datang tepat waktu untuk kelegaan mereka. Dia mau menjaga supaya orang-orang yang telah meninggalkan segala sesuatu untuk Dia tidak akan kekurangan hal baik apa pun. Ketika kita sedang sangat membutuhkan, Jehovah-jireh.
                [3] Sebagai kenangan akan belas kasihan yang ditunjukkan-Nya dahulu, ketika Ia membalas jasa Petrus yang telah meminjamkan perahunya (Luk. 5:4, dst.). Mujizat ini sangat mirip mujizat itu, sehingga pasti mengingatkan Petrus akan peristiwa tersebut, sehingga bisa menolong dia untuk mengambil manfaatnya. Kedua mujizat tersebut sangat mempengaruhi dia, karena terjadi tepat dalam situasi dirinya, dalam bidang pekerjaannya sendiri. Kemurahan hati yang diberikan kemudian dirancang untuk mengingatkan kembali akan kemurahan hati yang sebelumnya, supaya roti yang sudah dimakan janganlah dilupakan.
                [4] Sebagai suatu misteri (sesuatu yang sukar dipahami), namun sangat penting bagi pekerjaan yang kini Kristus tugaskan kepada mereka dalam pengutusan yang semakin luas. Para nabi telah berusaha menjala jiwa-jiwa, dan tidak mendapatkan satu pun, atau hanya sedikit, namun para rasul, yang menurunkan jala sesuai perkataan Kristus, telah sangat berhasil. Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak (Gal. 4:27). Mereka sendiri, dalam menjalankan misi mereka sebelumnya, ketika mereka pertama kali dijadikan penjala manusia, hanya berhasil sedikit jika dibandingkan dengan yang sekarang mereka capai. Ketika, tidak lama setelah ini, tiga ribu orang bertobat dalam satu hari, saat itulah jala ditebarkan di sebelah kanan perahu. Ini sungguh memberi semangat kepada pelayan-pelayan Kristus, supaya mereka terus bertekun dalam pekerjaan mereka. Satu tangkapan yang menggembirakan pada akhirnya mungkin cukup untuk membayar kerja keras selama bertahun-tahun dalam menjala dengan Injil.
    IV. Bagaimana para murid menyambut penampakan Kristus (ay. 7-8). Kita menemukan,
        . Bahwa Yohanes adalah murid yang paling cerdas dan cepat tanggap. Dia yang dikasihi Yesus adalah orang pertama yang mengatakan, "Itu Tuhan," karena kepada orang-orang yang dikasihi-Nya Kristus akan menunjukkan diri-Nya dengan cara yang istimewa. Rahasia-Nya ada bersama orang-orang kesukaan-Nya. Yohanes telah mengikuti Gurunya dalam berbagai penderitaan-Nya, lebih dekat dibandingkan dengan murid-murid lainnya, dan oleh karena itu dia memiliki pandangan yang lebih jelas dan penilaian yang lebih tajam dibandingkan dengan yang lainnya, sebagai imbalan atas kesetiaannya itu. Ketika hanya Yohanes sendiri yang menyadari bahwa itu adalah Tuhan, dia menyampaikan pengetahuannya itu kepada orang-orang yang sedang bersama-sama dengan dia. Karena, kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Orang-orang yang mengenal Kristus secara pribadi seharusnya berusaha keras membawa orang lain untuk berkenalan dengan-Nya. Kita tidak perlu menguasai-Nya sendiri, karena di dalam Dia ada cukup untuk kita semua. Yohanes memberi tahu Petrus secara khusus apa yang dipikirkannya, bahwa itu adalah Tuhan, karena dia tahu Petrus pasti akan senang melihat Dia, lebih daripada murid-murid lainnya. Walaupun Petrus telah menyangkal Gurunya, namun, setelah dia bertobat dan diterima kembali ke dalam persekutuan para murid, mereka bersikap bebas dan akrab dengannya seperti sebelumnya.
        . Bahwa Petrus adalah murid yang paling bersemangat dan bergairah. Begitu mendengar bahwa itu adalah Tuhan (dia percaya pada perkataan Yohanes), perahu itu pun tidak dapat menahannya, dan dia pun tidak dapat menunggu sampai perahu mencapai daratan. Langsung saja dia terjun ke danau, supaya dapat menjadi yang pertama menemui Kristus.
            (1) Ia menunjukkan rasa hormatnya kepada Kristus dengan mengenakan pakaiannya, supaya dia dapat tampil di hadapan Gurunya dengan pakaian terbaik yang dia miliki, dan dengan terburu-buru dia segera mendatangi-Nya. Tadinya dia hanya mengenakan pakaian dalamnya, karena pekerjaan yang dilakukannya berat dan dia sudah memutuskan untuk mengerahkan segala upaya untuk mengerjakannya. Mungkin pakaian nelayan tersebut terbuat dari kulit, atau kain minyak, sehingga dapat menahan air, seperti yang dulu dia biasa kenakan setelah menjala ikan ketika masih sepenuhnya bekerja sebagai nelayan. Pakaian inilah yang sekarang dia kenakan supaya dapat secepat mungkin melintasi air mendatangi Kristus.
            (2) Petrus menunjukkan rasa kasihnya yang kuat kepada Kristus, dan keinginannya yang sungguh-sungguh untuk dapat bersama-Nya, dengan melompat ke dalam danau, melangkah susah payah atau berenang menuju pantai untuk mendatangi-Nya. Pada waktu ia berjalan di atas air ke arah Kristus (Mat. 14:28-29), dikatakan bahwa Petrus turun dari perahu dengan hati-hati, namun di sini dikatakan Ia terjun ke dalam danau dengan buru-buru. Tidak peduli tenggelam atau berenang, ia mau menunjukkan keinginan baik dan tujuannya untuk bersama Yesus. "Jika Kristus sampai membuatku," pikirnya, "tenggelam dan gagal mencapai Dia, itu pantas kudapatkan karena telah menyangkal Dia." Petrus sudah diampuni, dan ia menunjukkan bahwa karena itu ia sangat mengasihi Dia, dengan bersedia menghadapi bahaya dan menanggung penderitaan untuk mendatangi-Nya. Orang-orang yang pernah bersama-sama dengan Yesus akan bersedia mengarungi lautan yang dilanda badai, bahkan lautan darah, untuk datang kepada-Nya. Dan terpujilah persaingan di antara murid-murid Kristus yang berusaha untuk menjadi yang pertama mencapai Dia.
        . Bahwa murid-murid lainnya bersikap hati-hati dan memiliki hati yang jujur. Walaupun mereka tidak dikuasai emosi kegirangan sampai terjun ke danau seperti Petrus, namun mereka berusaha sekuat tenaga untuk mempercepat perahu mereka menuju pantai (ay. 8): Murid-murid yang lain, termasuk Yohanes yang pertama menyadari bahwa itu adalah Kristus, datang perlahan, namun mereka juga datang kepada Kristus. Nah, di sini kita perhatikan,
            (1) Betapa Allah membagikan karunia-karunia-Nya dengan cara yang berbeda-beda. Beberapa murid unggul, seperti Petrus dan Yohanes, sangat menonjol dalam hal karunia-karunia dan anugerah-anugerah, dan oleh karena itu berbeda dengan saudara-saudara mereka, sedangkan yang lain hanyalah murid-murid biasa, yang memperhatikan tugas mereka dan setia kepada-Nya, namun tidak berbuat apa pun yang membuat diri mereka luar biasa. Namun, baik yang satu maupun yang lainnya, baik yang menonjol maupun yang biasa-biasa saja, akan duduk bersama-sama dengan Kristus dalam kemuliaan, bahkan mungkin yang terakhir akan menjadi yang terdahulu. Di antara murid-murid yang unggul, beberapa di antaranya, seperti Yohanes, jelas suka merenung, memiliki karunia-karunia pengetahuan yang besar, dan mengabdi pada gereja dengan karunia-karunia tersebut. Yang lainnya, seperti Petrus, jelas giat dan berani, kuat dan melakukan hal-hal luar biasa, dan karena itu sangat berguna bagi generasi mereka. Beberapa orang berguna sebagai mata gereja, yang lainnya sebagai tangan gereja, dan semuanya bagi kebaikan tubuh.
            (2) Betapa besar perbedaan yang mungkin ada di antara sebagian orang benar dengan sebagian lainnya dalam cara mereka menghormati Kristus, namun semuanya berkenan kepada-Nya. Beberapa lebih banyak melayani Kristus dengan tindakan-tindakan pengabdian, serta ungkapan semangat keagamaan yang luar biasa, dan mereka melakukannya dengan baik, mereka melakukannya untuk Tuhan. Petrus tidak seharusnya dicela karena menceburkan dirinya ke laut, melainkan dipuji karena semangat dan kasih sayangnya yang besar. Begitu pula orang-orang yang, karena mengasihi Kristus, meninggalkan perkara-perkara dunia, bersama Maria, untuk duduk dekat kaki-Nya. Tetapi yang lainnya lebih banyak melayani Kristus dalam berbagai urusan dunia. Mereka tetap berada di atas kapal, menyeret jala, dan membawa ikan ke pantai, seperti murid-murid lainnya dalam perikop ini. Orang-orang seperti itu tidak seharusnya dicela sebagai orang-orang yang duniawi, karena mereka, dalam pekerjaan mereka, juga benar-benar melayani Kristus seperti yang lain, bahkan ketika mereka melayani meja. Jika semua murid melakukan apa yang Petrus lakukan, apa jadinya dengan ikan dan jala-jala mereka? Namun, sebaliknya juga, jika Petrus melakukan apa yang murid-murid lainnya lakukan, kita akan kekurangan perbuatan yang penuh semangat kudus ini. Kristus berkenan kepada keduanya, dan kita juga harus demikian.
            (3) Bahwa ada beberapa cara membawa murid-murid Kristus pergi dari lautan dunia ini ke pantai kepada-Nya. Beberapa orang dibawa kepada-Nya melalui kematian yang kejam, seperti para martir yang menceburkan diri mereka ke laut karena semangat mereka bagi Kristus. Yang lainnya dibawa kepada-Nya melalui kematian alami, menyeret jala, yang kurang menakutkan. Namun pada akhirnya kedua kelompok ini bertemu dengan Kristus di pantai yang aman dan tenang.
    V. Jamuan apa yang Tuhan Yesus berikan kepada mereka ketika mereka sampai di pantai.
        . Ia sudah menyiapkan perbekalan untuk mereka. Ketika mereka sampai di darat, basah dan kedinginan, letih dan lapar, mereka menemukan api unggun di situ untuk menghangatkan diri dan mengeringkan tubuh mereka, serta ikan dan roti, perbekalan yang layak sebagai makanan yang enak.
            (1) Kita tidak perlu ingin tahu dan menanyakan dari mana api, ikan, dan roti itu berasal, lebih daripada dari mana daging yang dibawa burung-burung gagak kepada Elia. Dia yang dapat menggandakan roti dan ikan pasti dapat membuat yang baru jika Dia mau, atau mengubah batu menjadi roti, atau mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk mengambilnya di tempat yang Dia ketahui terdapat roti di sana. Tidak pasti apakah perbekalan ini disiapkan di tempat terbuka, atau di dalam semacam pondok nelayan atau gubuk di pantai, namun tidak ada yang megah atau sangat indah di sini. Kita seharusnya puas dengan hal-hal yang sederhana, karena Kristus pun demikian.
            (2) Kita boleh merasa terhibur oleh tindakan kepedulian Kristus kepada murid-murid-Nya ini. Dengan kepedulian-Nya itu Dia hendak menyediakan segala yang kita butuhkan, dan mengetahui apa yang kita perlukan. Dengan baik hati Dia memenuhi kebutuhan para nelayan itu, ketika mereka datang dalam keadaan letih karena pekerjaan mereka. Sebab, sesungguhnya akan dipelihara orang-orang yang percaya kepada Tuhan dan melakukan kebaikan. Ini menjadi dorongan semangat bagi pelayan-pelayan Kristus, yang Dia jadikan penjala-penjala manusia, bahwa mereka boleh mengandalkan Dia yang mempekerjakan mereka untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dan jika mereka tidak mendapatkan dorongan semangat di dunia ini, sehingga seperti Paulus harus mengalami lapar, dahaga, dan kerap kali berpuasa, baiklah mereka mencukupkan diri mereka dengan apa yang mereka miliki di dunia ini. Karena, mereka memiliki persediaan hal-hal yang lebih baik dan akan makan dan minum semeja dengan Kristus di dalam Kerajaan-Nya (Luk. 22:30). Tidak lama sebelum itu, murid-murid telah menjamu Kristus dengan sepotong ikan goreng (Luk. 24:42), dan sekarang, sebagai seorang teman, Dia membalas kebaikan hati mereka, dan menjamu mereka dengan seekor ikan. Oh tidak, malah dengan ikan tangkapan yang banyak Dia membalas mereka lebih dari seratus kali lipat.
        . Yesus meminta beberapa ekor ikan yang baru mereka tangkap, dan mereka memberikannya (ay. 10-11).

        Perhatikanlah di sini:
            (1) Perintah yang Kristus berikan kepada mereka untuk membawa ikan tangkapan mereka ke pantai: "Bawa ikan yang sudah kamu tangkap ke sini sekarang, dan mari kita makan beberapa ekor," bukan karena Dia membutuhkannya dan tidak bisa menyiapkan makanan untuk mereka tanpa ikan-ikan itu, melainkan,
                [1] Dia ingin supaya mereka makan hasil jerih payah tangan mereka (Mzm. 128:2). Apa yang didapat dengan berkat Allah atas kerja keras dan usaha jujur kita sendiri, jika disertai dengan Tuhan memberi kita kuasa untuk menikmatinya, dan bersenang-senang dalam jerih payah kita, maka ada sifat manis tersendiri di dalamnya. Dikatakan mengenai orang yang malas, bahwa dia tidak akan menangkap buruannya (KJV: dia tidak akan memanggang apa yang dia dapat dari pergi berburu -- pen.). Dia tidak akan merasa sanggup untuk menguliti hasil buruan yang dengan susah payah dia dapatkan (Ams. 12:27). Namun dengan ini Kristus hendak mengajar kita untuk memanfaatkan apa yang kita miliki.
                [2] Dia ingin supaya mereka merasakan karunia-karunia dari rahmat-Nya yang ajaib, supaya mereka dapat menjadi saksi-saksi bagi kuasa maupun kebaikan-Nya. Manfaat-manfaat yang Kristus limpahkan kepada kita bukanlah untuk dikubur dan disimpan, melainkan untuk dikeluarkan dan digunakan.
                [3] Dia ingin memberikan sebuah contoh jamuan rohani yang disediakan-Nya bagi semua orang percaya. Dalam contoh di sini, jamuan itu sungguh lepas dan akrab, yaitu Dia makan bersama-sama dengan mereka, dan mereka bersama-sama dengan Dia. Kemurahan hati mereka menyenangkan hati-Nya, dan penghiburan-Nya menyenangkan hati mereka. Apa yang Dia kerjakan di dalam mereka diterima-Nya dari mereka.
                [4] Pelayan-pelayan Tuhan, yang adalah penjala-penjala manusia, harus membawa semua yang mereka tangkap kepada Tuan mereka, karena keberhasilan mereka tergantung pada-Nya.
            (2) Kepatuhan mereka pada perintah ini (ay. 11). Dikatakan (ay. 6), mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan, artinya mereka merasa kesulitan, karena itu melebihi kemampuan mereka. Namun Dia yang memerintahkan mereka untuk membawanya ke pantai telah membuatnya menjadi mudah. Tanpa pengaruh lebih lanjut dari anugerah ilahi, para penjala manusia itu, ketika telah menangkap jiwa-jiwa di dalam jala Injil, tidak dapat membawa jiwa-jiwa itu ke pantai, serta tidak dapat meneruskan dan menyelesaikan pekerjaan baik yang telah mereka mulai. Dialah yang menolong kita untuk menangkap jiwa-jiwa, dan yang tanpa pertolongan-Nya kita tidak akan dapat menangkap satu jiwa pun. Lalu, jika Dia tidak menolong kita untuk mempertahankan mereka dan membawa mereka ke darat, yaitu membangun mereka di atas dasar iman mereka yang paling suci, maka akhirnya kita akan kehilangan mereka (1Kor. 3:7).

            Perhatikanlah:
                [1] Siapa yang paling giat dalam membawa ikan-ikan ke darat: yaitu Petrus, yang, seperti dalam contoh sebelumnya (ay. 7), telah menunjukkan kasih yang lebih bersemangat kepada diri Tuannya daripada murid-murid lainnya, begitu juga di sini dia menunjukkan bahwa dia lebih siap untuk menaati perintah Tuannya. Namun semua yang setia maju dengan cara yang tidak sama.
                [2] Jumlah ikan yang mereka tangkap. Mereka ingin tahu jumlah ikan-ikan itu dan menghitungnya, mungkin dengan tujuan untuk menentukan bagian masing-masing. Jumlah seluruhnya adalah seratus lima puluh tiga ekor, dan semuanya ikan-ikan besar. Ini jauh lebih banyak daripada yang mereka butuhkan untuk persediaan mereka saat itu, namun mereka dapat menjualnya, dan uangnya dapat dipakai untuk urusan mereka di Yerusalem, karena tidak lama lagi mereka harus segera kembali ke sana.
                [3] Tindakan kepedulian Kristus kepada mereka lebih lanjut, yang lebih menambah mujizat dan belas kasihan-Nya itu: Sungguhpun sebanyak itu, dan penuh ikan-ikan besar, jala itu tidak koyak, sehingga mereka tidak kehilangan seekor ikan pun, ataupun merusakkan jala mereka. Dikatakan dalam Lukas 5:6 [dalam kesempatan lain -- pen.] Jala mereka mulai koyak. Mungkin juga jala ini adalah jala pinjaman, karena mereka sudah lama meninggalkan jala mereka sendiri, dan jika demikian, Kristus hendak mengajar kita untuk memelihara barang yang kita pinjam, seakan itu adalah milik kita sendiri. Baguslah jika jala mereka tidak koyak, karena saat itu mereka tidak memiliki waktu luang untuk memperbaiki jala-jala mereka seperti dulu. Jala Injil sudah menangkap banyak orang, tiga ribu orang dalam satu hari, namun tidak menjadi koyak, masih tetap berkuasa untuk membawa jiwa-jiwa kepada Allah.
        . Kristus mengundang mereka untuk makan. Karena Ia melihat mereka menjaga jarak dan tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan, Ia memanggil mereka dengan sangat akrab, "Marilah dan sarapanlah."
            (1) Lihatlah di sini betapa bebasnya Kristus dengan murid-murid-Nya. Dia memperlakukan mereka sebagai teman. Dia tidak berkata, "Marilah dan tunggulah," atau "Marilah dan layanilah Aku," melainkan Marilah dan sarapanlah. Bukan "Pergilah sarapan sendiri," sebagaimana seharusnya para hamba, melainkan, Marilah dan sarapanlah dengan-Ku. Ajakan yang baik hati ini secara tidak langsung bisa menggambarkan,
                [1] Panggilan yang Kristus berikan kepada murid-murid-Nya untuk masuk ke dalam persekutuan dalam anugerah dengan-Nya di sini. Segala sesuatu sudah siap; Marilah dan sarapanlah. Kristus adalah sebuah perjamuan makan; marilah dan makanlah Dia, daging-Nya adalah benar-benar makanan dan darah-Nya adalah benar-benar minuman. Kristus adalah seorang sahabat; marilah dan makanlah bersama dengan Dia, Dia akan menyambutmu (Kid. 5:1).
                [2] Panggilan yang akan Dia berikan untuk masuk ke dalam sukacita-Nya, dalam kemuliaan yang akan datang. Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku; Marilah dan duduklah makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Kristus memiliki segala yang diperlukan untuk menjamu semua sahabat-sahabat-Nya dan pengikut-pengikut-Nya. Ada cukup tempat dan persediaan untuk mereka semua.
            (2) Lihatlah betapa hormatnya murid-murid di hadapan Kristus. Mereka agak malu menggunakan kebebasan yang Dia tawarkan, dan jika dilihat dari bagaimana Dia membujuk mereka untuk mengambil lauk mereka, tampaknya mereka sempat berdiri diam. Untuk makan dengan seorang pembesar, seorang pembesar yang demikian penting, mereka memperhatikan baik-baik apa yang ada di depan mereka. Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, "Siapakah Engkau?" Ini mungkin saja,
                [1] Karena mereka tidak mau bersikap lancang terhadap-Nya. Walaupun mungkin saat itu Dia tampil dengan sedikit samaran pada awalnya, sama seperti terhadap dua orang murid ketika ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia, namun ada alasan yang sangat bagus yang membuat mereka untuk berpikir bahwa itu adalah Dia dan tidak mungkin orang lain. Atau,
                [2] Karena mereka tidak mau terlalu jauh mengungkapkan kebodohan mereka. Dia sudah menunjukkan tindakan kuasa dan kebaikan-Nya, jadi benar-benar bodohlah jika mereka sampai menanyakan apakah itu Dia atau bukan. Ketika Allah, dalam pemeliharaan-Nya, memberi kita bukti-bukti masuk akal atas kepedulian-Nya terhadap tubuh kita, dan dalam kemurahan hati-Nya memberi kita bukti-bukti nyata atas maksud baik-Nya bagi jiwa kita, serta perbuatan baik-Nya terhadap tubuh dan jiwa kita, maka kita harus merasa malu atas ketidakpercayaan kita, dan tidak seharusnya sampai menanyakan apa yang sudah begitu jelas Dia nyatakan. Keragu-raguan yang tidak beralasan harus dihilangkan, bukan dihidupkan.
        . Dia mengambilkan makanan untuk mereka, sebagai tuan yang mengadakan perjamuan makan (ay. 13). Menyadari bahwa mereka masih malu dan takut-takut, Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, beberapa potong untuk masing-masing mereka, demikian juga ikan itu. Tidak diragukan Dia pasti mengucapkan berkat dan memanjatkan syukur (sama seperti dalam Lukas 24:30), namun, karena itu adalah kebiasaan-Nya yang sudah dikenal dan selalu dilakukan-Nya, maka tidak perlu diceritakan lagi.
            (1) Jamuannya hanya biasa-biasa saja. Hanya makan dengan ikan, tanpa dibumbui. Tidak ada yang megah, tidak ada yang menimbulkan keheranan. Persediaan banyak, namun sederhana dan biasa-biasa saja. Rasa lapar adalah saus yang terbaik. Walaupun sudah mencapai keadaan dipermuliakan, Kristus menunjukkan diri-Nya hidup dengan makan, bukan menunjukkan diri-Nya seorang penguasa dengan mengadakan pesta jamuan. Orang-orang yang tidak dapat merasa puas dengan roti dan ikan tanpa saus dan anggur, akan sulit merasa senang makan dengan Kristus di sini.
            (2) Kristus sendiri yang memulai. Walaupun mungkin dengan tubuh kemuliaan-Nya itu Dia tidak perlu makan, namun Dia hendak menunjukkan bahwa Dia sungguh-sungguh memiliki tubuh yang sebenar-benarnya, yang mampu makan. Para rasul memberikan ini sebagai sebuah bukti untuk kebangkitan-Nya, yaitu bahwa mereka telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia (Kis. 10:41).
            (3) Dia membagi-bagikan lauk kepada semua tamu-Nya. Dia bukan hanya menyediakannya untuk mereka dan mengajak mereka, tetapi juga membagi-bagikannya sendiri di antara mereka dan meletakkannya ke tangan mereka. Demikianlah kita berutang kepada-Nya karena sudah membayar lunas dan menerapkan manfaat-manfaat penebusan. Dia memberi kita kekuatan untuk menikmatinya.

            Penulis Injil menghentikan ceritanya ketika mereka makan, dan memberikan keterangan ini (ay.14): Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, atau kepada sebagian besar murid-murid-Nya, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. Itulah hari ketiga, demikianlah menurut beberapa orang. Pada hari Dia bangkit Dia menampakkan diri-Nya lima kali. Terus, hari kedua penampakan-Nya adalah malam hari ketujuh itu, dan yang ini adalah hari yang ketiga. Atau ini adalah penampakan-Nya yang ketiga di hadapan sejumlah besar murid bersama-sama. Walaupun Dia sudah menampakkan diri kepada Maria, kepada para perempuan, kepada dua orang murid, dan kepada Kefas, namun sebelum ini Dia hanya dua kali menampakkan diri kepada mereka bersama-sama sekaligus. Peristiwa penampakan-Nya ini diperhatikan dan dicatat di sini,

                [1] Untuk meneguhkan kebenaran tentang kebangkitannya. Penglihatan digandakan dua kali lipat, bahkan tiga kali lipat, supaya hal itu menjadi pasti. Orang-orang yang tidak percaya pada pertanda pertama akan menjadi percaya pada suara pertanda-pertanda berikutnya.
                [2] Sebagai contoh kebaikan Kristus yang terus berlanjut bagi murid-murid-Nya. Sekali, dan lagi, dan ketiga kalinya, Dia mengundang mereka. Mengingat lawatan-lawatan Kristus yang murah hati adalah suatu hal yang baik, karena Dia mengingatnya, dan lawatan-lawatan itu akan diingat untuk menentang kita, jika sikap hidup kita tidak layak untuk lawatan-lawatan-Nya itu, seperti yang terjadi pada Salomo, ketika dia diingatkan bahwa Tuhan Allah Israel telah menampakkan diri kepadanya dua kali. Itulah ketiga kalinya. Apakah kita sudah membuat kemajuan yang sebagaimana mestinya sejak yang pertama dan kedua? (2Kor. 12:14). Itulah ketiga kalinya, dan mungkin saja itu yang terakhir kalinya.


Label:   Yohanes 21:1-14 




German Christian Songs
HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song


NEXT:
Minggu, 05 Mei 2019 - MISERICORDIAS DOMINI - Khotbah: Yeremia 33:10-13 - Epistel: 1 Tesalonika 5:12-22

PREV:
Minggu, 22 Apr 2019 - Khotbah : Yesaya 63:7-9 - Epistel : Kisah Para Rasul 4:5-12 - PASKAH II

Garis Besar Yohanes

Garis Besar 1 Yohanes

Garis Besar 2 Yohanes

Garis Besar 3 Yohanes





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 23 September - Mazmur 119

Hari ini, 23 September - Maz 107:6-12, Yes 32-33, 2 Kor 13, Ams 25:3-4


Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392



Latest Christian Song





Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 07 April 2018
He Who Would Valiant Be Hymn

Selasa, 16 Februari 2016
26 Old Timeless Gospel Hymns Classics

Rabu, 20 Maret 2019
Sing - Ellie Holcomb

Minggu, 22 September 2019
Great Jehovah - Travis Greene

Minggu, 22 September 2019
On My Own - Ashes Remain

Minggu, 22 September 2019
God's Not Dead - Newsboys

Minggu, 22 September 2019
Gone - Elevation Worship

Sabtu, 21 September 2019
Burdens - Jamie Kimmett

Jumat, 20 September 2019
We're A Winner - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Vaya (Go With Love) - Phillip Bailey

Jumat, 20 September 2019
Truimph - Phillip Bailey

Kamis, 19 September 2019
Oh Jesus! - Mercy Chinwo

Kamis, 19 September 2019
Quiet Time (2): 1 Hour Soaking Worship Songs (Kim Walker, Hillsong, Israel Houghton)

Kamis, 19 September 2019
Free - Hillsong

Kamis, 19 September 2019
Hear My Song, Lord - Gaither Vocal Band

Kamis, 19 September 2019
Give God the Glory - Marcus Jordan

Kamis, 19 September 2019
Beautiful - Jonas Rayme

Kamis, 19 September 2019
Yes, I Know - Gaither Vocal Band

Minggu, 15 September 2019
Forever Faithful (Love Song for Jesus) - Lifebreakthrough

Minggu, 15 September 2019
Glory To The King - Hillsong

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



lagu nyanyian rohani,   lagu nyanyian rohani,   khotbah bilangan 28 16 31,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   chord dan lirik lagu pkj 14,   khotbah minggu 29 september 2019,   2 korintus 9:7-8,   Bacaan sbu oktober 2019,   Tata Ibadah HUT Organisasi Wanita (Kristen),   apa beda diaken dan penatua,   renungan amos 8 : 4-8,   jamita psalmen 40 7-11,   lagu rohani saat malam hari,   tafsiran Yesaya 65:17-25,   nama group gereja,   lagu gereja katolik penutup,   lirik lagu gereja mari bersyukur,   lirik lagu Tuhanku berkatmu limpah bagai hujan yang deras,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   khotbah kristen jaminan hidup yang sesungguhnya lukas 16:19-31,   rohani barat,   gpib zebulon batam september 2019,   lagu rohani mp3 free download,   nyaniyan rohani 132,   kotbah hari minggu ke 25 september 22, 2019,   Misa hari minggu biasa ke 25, september 22, 2019,   nyanyian suara gembira 21,   Doa sebelum ngambil khobat,    maz 40:7-11 renungan harian menanggapi karya pnenyelamatan Allah,   kidung muda mudi 87,   khotbah pelita hidup,   Khotbah Mazmur 40:7-11,   Khotbah Psalm 40:7-11,   ringkasan khotbah mazmur 40 7 11,   ringkasan kotbah mazmur 40 7 11,   KHOTBAH MENGADAKAN PENDAMAIAN,   sgdk oktober 2019,   renungan amos 8 ayat 4 - 8,   nyanyian suara gembira 21,   not angka gita bakti no 45 Dan lyrik,   not angka gita bakti no 45,   mars gerakan pemuda,   nyaniyan rohani 132,   tema mazmur 40:7-11,   sabda bina umat 22 september 2019 ,   jamita partangiangan 29 september 2019 mazmur 40:7-11,   kmm 33,   bahan kotbah mazmur 40:7-11 sabda.com,   Jamita psalmen 40:7-11,   khotbah yosua 24 13-25,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   khotbah mazmur 111:1-10,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   lagu rohani Yesus berkata jadilah terang,   renungan harian katolik tanggal 22 september 2019,   kotbah 1 tesalonoka 3:6-8,   tafsiran mazmur 40:7-11,   Renungan harian bacaan dan mazmur minggu 22 September 2019,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   jamita minggu efesus 4:7-16,   Lagu kidung jemaat kristen protestan,   ayat Alkitab persembahan untuk anak anak,   renungan harian katolik 22 september 2019,   renungan harian katolik 22 september 2019,   lagu rohani easy worship,   lagu penutup ibadah,   lagu rohani pdt erastus sabdono,   Kesimpulan dari dosa , anugerah , pertobatan , pengampunan dan hidup baru,   lagu rohani untuk persembahan,   kidung ceria bilasangkakala,   not lagu nyanyian kidung baru 201,   tafsiran Yosua 24:13-25,   Bahan khotbah Josua 24:13-25,   sabda bina teruna septembr 2019,   inti korbah JOSUA 24:13-25,   jamita josua 24:13-25,   download MP3 lagu lagu di lagu sion acapella,   yosua 23 13-25,   renungan yesaya 27:1-5,   Khotbah 1tesalonika3,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   khotbah yosua 24:13-25,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   chord dipintumu ku datang dan,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   Ilustrasi kotbah josua,   renungan harian hkbp 2019 mazmur 40:7-11,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   Ilustrasi kotbah josua,   kotbah lukas 14:1 +7-14,   renungan matius 5:21-26,   amos 8 ayat 4 penjelasan,   khotbah lukas 16:10-18,   nyanyian rohani 136,   kmm 1 notasi,   jamita na marhata batak Josua 24:13-25,   lagu persembahan pastekosta lama,   1 petrus 3 : 8-12,   Injil Renungan Minggu 22 September 2019,   khotbah yosua 24:13-25,   1 petrus 3 : 8-12,   bina anak gmim bln september,   renungan gpib hari ini september,   khotbah yosua 24:13-25,   bahan renungan alkitab 1 yohanes pasal 1 ayat 1 sampai 6,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   khotbah yeremia 8:18-22 mendua hati,   ilustrasi untuk bacaan ulangan 30 : 15-20 untuk sekolah minggu,   khotbah dari gal 4:18÷20,   nyanyian masmur minggu 22 september 2019,   kidung muda mudi 87,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   Khotbah amos 8:4-8,   tafsiran amos 8:4-6,   download kidung keesaan gratis,   bahan khotbah ester 4:1-17,   kidung kaesaan,   khotbah yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kidubg kaesaan 6,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah minggu 22 september.2019,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   khotbah ibadah syukur setahun kepergian ibu yang terkasih,   lagu sesudah pembacaan alkitab,   download lg soraklah alleluya katolik,   khotbah lukas 16: 10-18,   renungan kis,   khotbah yosua 24:13-25,   instrumen lagu rohani mp3,   khotbah minggu 22 september 2019 Yosua 24:13-25,   khotbah yosua 24:13-25,   kmm 33,   Khotbah amos 8:4-8,   sabda bina umat online,   notasi nkb 122,   nkb 122 dengan not,   kotbah josua 24 13 25,   kotbah josua 24:13-25,   kotbah josua 24:13-25,   jangan mengusik orang2 yg Kuurapi, renungan,   Khotbah minggu tanggal 22 sep 2019 yosua 24:13-25,   lagu-lagu rohani katolik 2019,   khotbah mazmur 40:7-11,   khotbah mazmur 40:7-11,   lagu gms,   bina anak gmim bln september,   tema ibadah hki 22 september 2019,   mars pelkat pa,   mars pelkat pa,   lagu kidung jemaat awal pesta,   ku daki jalan mulia chord,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   youtube kc 184 bermacam-macam anak,   lagu bermacam-macam anak,   Kotbah:yosua 24:13-25,   khotbah bilangan 27,   lagu untuk persembahan,   Tertwa lgu rohni,   ilustrasi khotbah lukas 16:10-18,   renungan roma 12:1-8 menjalani kehidupan ibadah yang sejati,   khotbah amos 8: 4-8,   Album rohani john tanamal,   khotbah amos 8: 4-8,