Save Page
Mazmur 118:22-29
18:22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. 118:23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. 118:24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! 118:25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! 118:26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN. 118:27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah. 118:28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. 118:29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Penjelasan:


* Mzm 118:22-29 - Hal itu terjadi dari pihak Tuhan
Pemakaian untuk Ibadah. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan. Ayat-ayat ini penuh dengan ucapan-ucapan Yang sangat dikenal pemakaiannya dalam Perjanjian Baru. Ayat 22 yang menyebut tentang batu penjuru, barangkali merupakan sebuah amsal dari zaman itu yang mengacu pada Israel yang dibuang oleh para ahli bangunan karena dianggap tidak layak untuk rencana mereka. Tetapi, misi ilahi untuk Israel menjadi terfokus dan tergenapi melalui wakilnya yang paling agung, sang Mesias. Jadi, Yesus mengambil gambaran itu untuk pelayanan-Nya sendiri (bdg. Mat. 21:42; Mrk. 12:10; Luk. 20:17; Kis. 4:11; Ef. 2:20; I Ptr. 2:7). Kata-kata berkat keimaman dalam ayat 26 ditemukan sebanyak enam kali dalam Kitab-kitab Injil karena pemakaiannya yang khusus untuk misi Kristus.

* Nubuat itu sendiri (ay. 22-23). Nubuat ini mungkin mempunyai beberapa kaitan dengan pengangkatan Daud sebagai raja. Ia adalah batu yang ditolak Saul dan para penasihatnya, tetapi yang diangkat Allah menjadi batu utama bangunan melalui campur tangan ilahi dalam penyelenggaraan-Nya yang indah. Namun, rujukan utama tetaplah kepada Kristus. Dan di sini kita membaca perihal,
    1. Penghinaan yang dilontarkan kepada-Nya. Ia adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan. Ia adalah batu yang terungkit lepas dari gunung tanpa perbuatan tangan manusia(Dan. 2:45 ). Ia adalah batu, bukan hanya untuk kekuatan, keteguhan, dan kelangsungan, tetapi untuk kehidupan dalam bangunan bait suci rohani. Dan sekarang, batu itu telah menjadi batu penjuru yang mahal (1 Ptr. 2:6), karena dasar-dasar jemaat Injil harus terbuat dari batu nilam (Yes. 54:11). Batu ini telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, oleh pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, serta orang-orang Yahudi (Kis. 4:8, 10-11). Mereka menolak mengakui Dia sebagai batu itu, sebagai Sang Mesias yang dijanjikan. Mereka tidak mau membangun iman mereka di atas Dia, dan tidak bersedia bergabung dengan-Nya. Mereka tidak mau memakai Dia, mereka ingin tetap meneruskan membangun bangunan mereka tanpa Dia. Mereka telah menolak Dia di depan Pilatus (Kis. 3:13) ketika berkata, kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar. Mereka menginjak-injak batu ini, membuangnya di antara sampah-sampah di luar kota. Mereka bahkan tersandung pada batu itu. Sikap mereka ini merupakan penghinaan terhadap Kristus tetapi yang kemudian terbukti menjadi kehancuran mereka yang begitu meremehkan Kristus. Penolak-penolak Kristus ditolak oleh Allah.
    2. Pemuliaan Kristus. Ia telah menjadi batu penjuru. Ia diangkat ke tingkat tertinggi, baik untuk kehormatan maupun kegunaan, di atas segalanya, dan semua di dalam semua. Ia adalah batu penjuru dalam dasar bangunan, tempat orang Yahudi dan bukan Yahudi dipersatukan, sehingga mereka memperoleh satu rumah yang kudus. Kristus adalah batu utama yang diletakkan di penjuru bangunan. Di atasnya bangunan itu akan diselesaikan, dan menjadi lebih utama dalam segala sesuatu, sebagai pemimpin dan penyempurna iman. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia, karena Ia telah merendahkan diri-Nya. Dan kita sendiri, dalam ketaatan kita pada rencana Allah harus menjadikan Dia sebagai dasar pengharapan kita, pusat dari kesatuan kita, serta tujuan kehidupan kita. Bagiku hidup adalah Kristus.
    3. Campur tangan Allah di dalam semua ini: Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, datang dari Tuhan, dan datang bersama Tuhan. Ini adalah hasil dari rencana-Nya, rancangan-Nya yang matang. Penghinaan dan pemuliaan Tuhan Yesus adalah karya Allah (Kis. 2:23; 4:27-28). Allah mengutus Dia dan memeteraikan Dia. Tangan Allah menyertai Dia sepanjang pelaksanaan tugas-Nya, dan sejak awal sampai akhir Ia melakukan kehendak Bapa-Nya. Hal ini harus menjadi suatu perbuatan ajaib di mata kita. Nama Kristus disebut Penasihat Ajaib, dan penebusan yang dikerjakan-Nya merupakan karya yang paling mengagumkan dari semua karya ajaib Allah. Hal-hal itulah yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat, dan yang akan selalu dikagumi sampai kekekalan. Kita harus semakin mengagumi karya itu, karena kita semua berutang pada karya itu. Sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita.

III. Sukacita yang dimiliki dan pujian yang menyertai nubuat ini.

    1. Marilah merayakan hari raya untuk kehormatan Allah itu dengan sukacita besar (ay. 24): Inilah hari yang dijadikan Tuhan. Keseluruhan waktu zaman Injil, waktu perkenanan itu, hari penyelamatan itu, itulah waktu yang dijadikan Tuhan. Itu adalah hari perayaan yang terus berlanjut, hari yang harus dipelihara dengan sukacita. Akan sangat tepat bila waktu itu dipahami sebagai Hari Sabat Kristiani, hari yang kita kuduskan untuk memperingati kebangkitan Kristus, ketika batu yang ditolak itu mulai ditinggikan. Dengan demikian,
        (1) Inilah pengajaran perihal Hari Sabat kristiani itu: Inilah hari yang dijadikan Tuhan, yang dijadikan luar biasa, dijadikan kudus, dibedakan dari hari-hari lain. Tuhan menjadikannya untuk manusia, karena itulah hari tersebut dinamakan Hari Tuhan, karena hari itu menyandang gambaran dan semua tulisan berikut penjelasan tentang diri-Nya.
        (2) Tugas-tugas yang harus kita kerjakan pada hari Sabat itu: Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya, bukan hanya karena penetapan hari itu, bahwa ada hari seperti itu yang ditetapkan Tuhan, tetapi kita bersukacita di dalam peristiwa itu, yaitu mengingat Kristus menjadi batu penjuru. Kita harus bersukacita bagi kehormatan-Nya dan bagi berkat-Nya untuk kita. Hari-hari Sabat harus menjadi hari-hari untuk bersukacita, supaya dengan begitu hari-hari Sabat itu boleh menjadi seperti hari-hari di dalam sorga bagi kita. Lihatlah betapa baiknya majikan yang kita layani, yang sesudah menetapkan satu hari untuk hari kebaktian-Nya, juga menetapkan untuk merayakannya dalam sukacita yang kudus.
    2. Marilah menemui Sang Penebus yang ditinggikan itu dan melayani-Nya dengan seruan hosana yang penuh sukacita (ay. 25-26).
        (1) Biarlah Kristus memperoleh sambutan meriah dari umat-Nya, sebagaimana biasa dilakukan pada hari pelantikan raja. Biarlah setiap umat-Nya yang setia bersorak dengan sukacita, "Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan!"Seruan ini sama seperti Vivat rex – Hiduplah raja, ungkapan sukacita sepenuh hati untuk pemahkotaan-Nya, keselamatan sepenuhnya dalam pemerintahan-Nya, dan rasa suka yang penuh semangat akan kepentingan dan kehormatan perayaan itu. Hosanaberarti, berilah kiranya keselamatan, ya Tuhan.
            [1] "Tuhan, selamatkan daku, aku mohon kepada-Mu. Biarlah Juruselamat ini menjadi Juruselamat-ku, dan sesuai dengan itu juga menjadi Penguasa atasku. Biarlah aku dibawa ke bawah perlindungan-Nya dan diakui sebagai salah seorang umat-Nya yang memiliki kerelaan hati. Musuh-musuh-Nya akan menjadi musuhku. Tuhan, kumohon, selamatkanlah aku dari mereka. Beri aku minat untuk mencari kesejahteraan yang disediakan kerajaan itu bagi semua orang yang menjaga dan memelihara kepercayaan itu. Biarlah jiwaku sejahtera dan sehat, dalam damai sejahtera dan kebenaran yang dibawa oleh pemerintahan-Nya (Mzm. 72:3). Biarlah aku menang atas keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa, dan biarlah kasih karunia ilahi terus maju di dalam hatiku sebagai pemenang untuk merebut kemenangan. "
            [2] "Tuhan, lindungilah Dia, aku mohon kepada-Mu, meskipun Ia adalah Juruselamat itu sendiri, berilah kiranya kemujurandalam segala tugas yang dilaksanakan. Berilah keberhasilan kepada Injil-Nya, dan biarlah Injil itu diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng, untuk merampas jiwa-jiwa dari perhambaan dosa dan dibawa kepada-Nya. Biarlah nama-Nya dikuduskan, datanglah Kerajaan-Nya, jadilah kehendak-Nya." Karena itu, biarlah doa-doa senantiasa dinaikkan bagi Dia (Mzm. 72:15). Pada hari Tuhan, tatkala kita bersukacita dan bergirang dalam kerajaan-Nya, kita harus bedoa bagi kemajuan kerajaan itu supaya semakin maju dan lebih maju lagi, juga untuk pembangunannya di atas reruntuhan kerajaan Iblis. Ketika memasuki Yerusalem, Kristus disambut dengan cara demikian oleh orang-orang yang menginginkan keselamatan dan kesejahteraan (Mat. 21:9): Hosana bagi Anak Daud. Hiduplah Raja Yesus. Biarlah Ia memerintah selama-lamanya.
        (2) Biarlah imam-imam, para pelayan Tuhan, mengerjakan tugas yang menjadi bagian mereka dalam perayaan besar ini (ay. 26).
            [1] Biarlah mereka memuji raja itu dengan puji-pujian mereka: Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan. Yesus Kristus adalah Dia yang datang itu – ho erchomenos, Ia yang sudah datang dan yang sekarang akan datang lagi (Why. 1:8). Ia datang dalam nama Tuhan, dengan tugas pengutusan dari Dia, untuk bertindak bagi Dia, melakukan kehendak-Nya dan mencari kemuliaan-Nya. Karena itu kita harus berkata, "Diberkatilah Dia yang datang."Kita harus bersukacita karena Ia sudah datang. Kita harus berbicara baik tentang Dia, mengagumi dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya, sebagai Pribadi yang kepada-Nya kita berutang dalam kekekalan. Kita harus menyebut-Nya Yesus yang diberkati, yang telah diberkati untuk selama-lamanya (Mzm. 45:3). Kepada-Nya kita harus mengucapkan selamat datang ke dalam hati kita dengan berkata, "Masuklah, Engkau yang diberkati Tuhan. Masuklah oleh anugerah dan Roh-Mu, dan ambillah daku sebagai milik-Mu." Kita harus memberkati para pelayan-Nya yang setia, yang datang dalam nama-Nya, dan menerima mereka demi Dia (Yes. 52:7; Yoh. 13:20). Kita harus berdoa untuk perluasan dan peningkatan kerohanian umat-Nya, untuk pematangan hal-hal yang perlu bagi kedatangan-Nya yang kedua. Dan kemudian, Ia yang telah berkata, ya, Aku datang segera, akan datang.
            [2] Biarlah mereka memberkati orang banyak dengan doa-doa mereka: Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Para pelayan Kristus bukan saja dijamin, tetapi juga diperintah untuk mengucapkan berkat di dalam nama-Nya kepada semua umat-Nya yang mengasihi Dia dan pemerintahan-Nya dengan kasih yang tidak binasa (Ef. 6:24). Kami meyakinkan kamu bahwa di dalam dan melalui Yesus Kristus, kamu diberkati. Karena Ia datang untuk memberkati kamu. "Kamu diberkati dari dalam rumah Tuhan, yaitu dengan segala berkat rohani di dalam sorga (Ef. 1:3), sehingga beralasanlah bagi kamu untuk memuji Dia yang telah memberkati kamu."
    3. Biarlah korban ucapan syukur dinaikkan untuk kehormatan Dia yang telah memberikan korban pendamaian itu kepada kita (ay. 27). Di sini terdapat,
        (1) Hak istimewa yang kita nikmati melalui Yesus Kristus: Allah adalah Tuhan yang mengaruniakan terang kepada kita(tl). Allah adalah Yehovah, yang dikenal dengan nama itu, Allah yang melaksanakan apa yang telah Ia janjikan dan menyempurnakan apa yang telah Ia mulai (Kel. 6:3). Ia telah mengaruniakan terang kepada kita, yakni, Ia telah memberi kita pengetahuan tentang diri-Nya dan kehendak-Nya. Ia telah menerangi kita. Ia telah berkenan kepada kita, dan telah menghadapkan wajah-Nya kepada kita. Ia telah memberi kita alasan untuk bergembira dan bersukacita, yang merupakan terang bagi jiwa, dengan memberikan kita harapan akan terang yang kekal di sorga. Hari yang dijadikan Tuhanmembawa terang di dalamnya, dan terang itu adalah terang yang sejati.
        (2) Tugas yang harus dilaksanakan berkaitan dengan hak istimewa ini: Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali. Artinya, korban itu harus disembelih, supaya darahnya dapat dipercikkan kepada tanduk-tanduk mezbah sesuai ketentuan dalam Hukum Taurat. Mungkin juga, perbuatan mengikat korban hari raya pada tanduk-tanduk korbanitu merupakan sebuah kebiasaan (meskipun kita tidak membacanya di tempat lain) sementara semua persiapan dilakukan untuk menyembelih korban tersebut. Mungkin juga ada arti penting yang khas di sini. Korban yang akan dipersembahkan kepada Allah sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kasih penebusan-Nya itu adalah diri kita sendiri, bukan untuk disembelih di atas mezbah, melainkan sebagai persembahan hidup(Rm. 12:1), yang akan diikat di atas mezbah. Korban persembahan rohani berupa doa dan pujian harus selalu ada dan terikat dalam hati kita, seperti persembahan korban yang diikat dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah, supaya tidak mundur kembali.
    4. Pemazmur mengakhiri tulisannya dengan pernyataan syukur atas kasih karunia ilahi, dan di dalamnya ia berseru memanggil orang lain untuk ikut bergabung bersamanya (ay. 28-29).
        (1) Ia sendiri hendak memuji Allah dan berusaha meninggikan Dia di dalam hatinya dan di dalam hati orang-orang lain. Hal ini disebabkan oleh hubungan kovenan dengan Allah dan kepentingannya di dalam Dia: "Allah-ku Engkau, kepada-Mu aku bergantung dan kepada-Mu aku mengabdi. Engkau yang memiliki aku dan yang kumiliki, karena itu aku hendak bersyukur kepada-Mu."
        (2) Ia ingin supaya semua orang di sekitarnya mengucap syukur kepada Allah atas kabar baik tentang sukacita besar ini, karena ada seorang Penebus, yaitu Kristus Tuhan. Di dalam Dia, Allah menyatakan kebaikan-Nya kepada manusia dan bahwa untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Di dalam Dia, kovenan kasih karunia itu dibuat, dan di dalam Dia kovenan itu menjadi kovenan yang pasti, digenapi, dan kekal. Ia mengakhiri mazmur ini sebagaimana ia memulainya (ay. 1), karena kemuliaan Allah haruslah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, dari semua yang kita persembahkan kepada Dia. Dikuduskanlah nama-Mudan Engkaulah yang empunya kemuliaan. Dan perkataan ini sungguh sesuai untuk mengakhiri sebuah nubuat tentang Kristus. Malaikat-malaikat mengucap syukur atas penebusan manusia. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi(Luk. 2:14), karena ada damai sejahtera di bumi. Dan ungkapan ini harus kita gemakan dengan seruan hosana kita, seperti yang dilakukan oleh murid-murid Tuhan (Luk. 19:38). Damai sejahtera di sorga melalui Kristus, dan oleh karena itu juga, kemuliaan di tempat yang mahatinggi.


Label:   Mazmur 118:22-29 




Lagu Natal (Christmas)
Latest Christian Song

NEXT:
Minggu, 31 Mar 2019 - Khotbah : Titus 2:11-14 - Epistel: Yesaya 65:17-25 - LETARE

PREV:
Minggu, 03 Mar 2019 - Khotbah : Matius 16:13-20 - Epistel: Yosua 5:13-15 - ESTOMIHI

Garis Besar Mazmur






November 17-23 (Week 47) - Ezra 1-2; John 21 || Ezra 3-4; Psalm 92; 1 John 1 || Haggai; Zechariah 1; Ps 138; 1 John 2 || Zech 2-5; Psalm 93; 1 John 3 || Zech 6-8; 1 John 4

Hari ini, 23 November - 1 Korintus 9-12

Hari ini, 23 November - Maz 129:1-7, Yeh 31-32, Yak 4, Ams 29:14-15

Hari ini, 23 Nopember - Yohanes 13:12-17, Yudas 1-7, Ayub 21:1-21, Daniel 7-8

BACAAN ALKITAB SETAHUN:



Arsip Khotbah Gereja Gereja Anggota UEM 2019..

Register   Login  

contoh kj 424 bukan kj.424



Latest Christian Song






Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, Nyanyian Rohani, Nafiri Rohani, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, NP (Nyanyian Pujian), Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , LIRIK LAGU ROHANI SUNDA, Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Urgandan Christian Song
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
Contoh Tata Ibadah Natal Tahun Lalu
TATA IBADAH MALAM NATAL KELUARGA 24 DESEMBER, TATA IBADAH MALAM NATAL 24 DESEMBER, NATAL 25 DESEMBER, NATAL 26 DESEMBER, MALAM TH BARU 31 DESEMBER, TAHUN BARU 1 JANUARI, TATA IBADAH MALAM TAHUN BARU KELUARGA 31 DESEMBER, TATA IBADAH JAMUAN KASIH NATAL
Tata Ibadah HUT ke-37 Pelkat PT GPIB

Tata Ibadah Syukur HUT ke 71 GPIB - Minggu, 3 November 2019





New Submit

video lagu rohani kristen, lagu gereja 2019, lagu rohani kristen 2019, lagu lagu rohani kristen terbaru, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



khotbah tentang kristuslah raja,   bahan khotbah rut 4 : 11-14,   lagu menyak sikan ku ber sama mu,   judul SBU 3 des 2019,   judul SBU 3 des 2019,   SBU 3 des 2019,   dalam segala perkara tuhan punya rencana mp3,   cerita sekolah minggu tentang Roma 3:1-8,   khotbah Habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 November 2019,   eksposisi mazmur 16:11,   khotbah: merendahkan diri di bawah tangan allah yang kuat.,   Liturgi katolik 1 desember 2019 Liturgi katolik 1 desember 2019,   lirik lagu pelengkap kidung jemaat,   Khotbah Habakuk 3:1-6,   Khotbah minggu tanggal 24 november 2019 habakuk 3:1-6,   lirik lagu hai muliakan rajamu,   Tema renungan hotbah 2019,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   lagugereja.com,   khotbah 24 november 2019,   khotbah 24 November 2019,   tata ibadah natal sangihe,   lagu persekutuan,   khotbah Habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 November 2019,   Renungan Katolik 24 november 2019,   tema natal terbaru,   Kotbah Pesta Kristus Raja Semesta Alam 2019,   natal pertama not angka,   KPPK Kasih Allah,   struktur organisasi persekutuan doa,   kotbah kristen gmim nahum 1:1-8,   renungan bilangan 2 34,   Download lagu rohani kristen masa epifania ,   contoh kehidupan Berita renungan nAHUM 1:1-8,   tafsiran kitab habakuk 3:1-6,   jesus ma bahenonmu goarna,   sabda gereja gpib,   renungan Habakuk 3:1-6,   Renungan Habakuk 3 : 1-6,   khotbah Habakuk 3 : 1-6,   Khotbah kristen dari kitab efesus 3:14-21,   doa persembahan syukur,   kalender liturgi katolik 2020,   doa persembahan syukur,   jamita partangiangan matius 6:47-50,   lagugereja.com,   khotbah kristen bulan november 2019,   Khotbah Habakuk 3:1-6,   lagu jecklin celose mp3 arti kehadiranmu,   kalender liturgi 2020,   kalender liturgi 2020,   lagu anak sekolah minggu terbaru 2019,   download liturgi gmit tanggal 24 november 2019,   sabda bina umat 22 november 2019 ,   lagu kemenangan iman,   gb 402c,   gita bakti pdf,   gita bakti pdf,   apa yg Tuhan kehendaki dalam kitab ibrani 11:1-6,   lagu kristen pantekosta,   renungan kitab nahum,   ilustrasi 2 tesalonika 3:1-15,   Kotba greja katolik minggu tgl 24 november 2019,   lirik lagu penyembahan kolekte,   free download mp3 kj 400 kudaki jalan mulia,   eksposisi lukas 23:33-43,   tuhan terang kasihmu bersinarchoire,   tuhan terang kasihmu bersinarchoire,   Jamita epistel : mateus 13 : 47 - 50,   Khotbah ayub 7:7-10,   lagu persembahan rohani,   Khotbah Kristen Habakuk 3 ayat 1 - 19,   khotbah minggu 17 november 2019,   lirik lagu sukacita persembahan,   partitur lagu natal,   partitur lagu natal gloria in excelsis deo,   partitur lagu natal gloria in excelsis deo,   Liturgi gereja katolik desember 2019-november 2020, tahun YA.,   Khotbah ayub 7:7-10,   2 tesalonika 3:6-13,   Kotbah Hari Minggu Pesta Raja Semesta Alam 2019,   khotbah natal dalam kitab matius pasal 2 ayat 1-12,   bukalah mata hatiku lirik,   lagu-lagu christmas carol,   lagu penutup ibadah,   jamita Habakuk 3 : 1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   khotbah habakuk 3:1-6,   renungan nahum 1:1-8,   kelender luturgi bulan november 2019,   renungan kristen tentang mazmur 82,   Khotbah kristen dari kitab yesaya 48:17-19,   kotbah acwc 2019,   khotbah berkati dan lindungi kami perjanjian lama,   lagu skidung ceria 139 alkitab mengisahkan,   lagu skidung ceria 139 alkitab mengisahkan,   materi khotbah mazmur 127:1 - 5, anak panah di tangan Tuhan,   di saat ini david graham chord,   lirik timor rohani rab,   sbu gpib Desember 2019,   khotbah. maleakhi. 4: 1-2a,   efesus 4 : 28,   khotbah habakuk 3:1-6,   lagu gereja 2019 kristen,   tata ibadah natal 25 Desember 2019,   lirik gita bakti 22,   not GB 22 besar dan ajaib chord gitar bersama not lagunya,   not GB 22 besar dan ajaib chord gitar bersama not lagunya,   khotbah Habakuk 3 : 1 - 6, minggu 24 November 2019,   bahan khotbah UEM,   khotbah minggu 24 november 2019,   kc 140,    ucapan doa menabur persembahan,   kalender liturgi 2020,   lirik firman mu pelita,   partitur lagu kumbayah my lord,   KHotbah habakuk 3:1-6,   ayat alkitab angkat sidi,   kotbah roma1:18-25,   khotbah Hosea 8:1-14,   bahan kotbah roma 1:8-15,   Donload lagu lagu natal,   lagu yang berhubungan dengan bait allah,   nahum 1 : 2-8,