Save Page
2 Petrus 1:19-21
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. 1:20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 1:21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Penjelasan:

* 2Ptr 1:19-21 - Kami makin diteguhkan oleh Firman yang telah disampaikan para nabi // menurut kehendak sendiri. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah
Kami makin diteguhkan oleh Firman yang telah disampaikan para nabi. Bersama dengan apa yang dikemukakan di ayat 21, yang diacu oleh ayat-ayat ini rupanya adalah Perjanjian Lama. Merupakan suatu penilaian yang menakjubkan tentang keabsahan Kitab Suci ketika Petrus menyatakan bahwa Kitab Suci lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan suara dari surga yang didengar dengan telinga jasmani. Tersimpul di dalamnya teguran kepada para pengajar yang bertindak jauh melampaui apa yang dikatakan dalam Kitab Suci, dengan menyusun teori-teori mistik menurut kehendak sendiri. Oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah atau berbicara dari Allah, dengan didorong oleh Roh Kudus. Nas ini secara kuat mengingatkan kita akan ulasan mengenai pengilhaman nubuat yang terdapat dalam I Petrus 1:10-12, sebuah kaitan lagi di antara kedua surat ini.

* Pengilhaman Kitab Suci (1:19-21)
    Dengan menggunakan kata-kata di atas Rasul Petrus menjelaskan alasan lain untuk membuktikan kebenaran dan kenyataan Injil, dan menyatakan bahwa bukti kedua ini lebih kuat dan lebih meyakinkan daripada sebelumnya dan lebih tidak dapat disanggah bahwa pengajaran mengenai kuasa dan kedatangan Tuhan Yesus Kristus kita bukanlah dongeng atau rancangan licik manusia, melainkan rancangan yang penuh hikmat dan indah dari Allah yang kudus dan murah hati. Sebab hal ini telah dinubuatkan oleh nabi-nabi dan para penulis Perjanjian Lama, yang berbicara dan menulis di bawah pengaruh dan sesuai pengarahan Roh Allah. Perhatikanlah di sini,
        I. Gambaran yang diberikan mengenai firman di dalam Perjanjian Lama: firman itu disebut sebagai nubuat yang lebih pasti (ay. 19, KJV).
            1. Firman itu merupakan pernyataan nubuatan mengenai kuasa dan kedatangan, keilahian dan penjelmaan, dari Juruselamat kita, yang kita dapati di dalam Perjanjian Lama. Di dalamnya dinubuatkan bahwa keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular. Kuasa-Nya untuk menghancurkan Iblis dan pekerjaan-pekerjaannya, dan kelahiran-Nya oleh seorang perempuan dinubuatkan di sana. Dan Nama Allah yang agung dan dahsyat dalam Perjanjian Lama, Yehova (sebagaimana dibaca oleh sejumlah orang), menunjukkan bahwa hanya Dialah yang adalah Dia, dan Nama Allah itu (Kel. 3:14) diterjemahkan oleh banyak orang sebagai Aku Adalah Aku, dan dengan demikian nama-nama tersebut dipahami sebagai menunjuk kepada penjelmaan Allah dengan tujuan untuk mendatangkan penebusan dan keselamatan bagi umat-Nya, yang akan datang. Tetapi Perjanjian Baru merupakan sejarah tentang apa yang telah dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama. Semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes (Mat. 11:13). Dan para pemberita Injil dan rasul-rasul telah menulis sejarah mengenai apa yang sebelumnya disampaikan sebagai nubuat. Sekarang penggenapan Perjanjian Lama oleh Perjanjian Baru serta kesesuaian antara Perjanjian Baru dengan Perjanjian Lama memperlihatkan bukti sepenuhnya dari kebenaran kedua perjanjian itu. Bacalah Perjanjian Lama sebagai sebuah nubuat tentang Kristus, dan dengan ketekunan dan rasa syukur gunakanlah Perjanjian Baru sebagai penjelasan terperinci yang terbaik mengenai yang lama.
            2. Perjanjian Lama merupakan perkataan nubuat yang lebih pasti (ay. 19, KJV). Hal ini benar demikian bagi orang-orang Yahudi yang menerimanya sebagai firman Allah. Para nabi berikutnya menegaskan apa yang telah disampaikan oleh nabi-nabi yang telah mendahului mereka, dan nubuat-nubuat ini telah ditulis melalui perintah yang jelas kepada mereka, dan dipelihara oleh pemeliharaan khusus, dan banyak di antaranya telah digenapi oleh penyelenggaraan yang indah dari Allah, dan oleh karena itulah nubuat-nubuat itu menjadi lebih pasti bagi orang-orang yang selama ini telah menerima dan membaca kitab suci daripada laporan Rasul Petrus mengenai suara yang datang dari sorga. Musa dan para nabi lebih kuat pengaruhnya untuk meyakinkan mereka bahkan daripada mujizat-mujizat sendiri (Luk. 16:31). Betapa teguh dan pastinya iman kita seharusnya, yang telah memiliki firman yang begitu teguh dan pasti sebagai tumpuan! Semua nubuat-nubuat Perjanjian Lama menjadi lebih pasti dan meyakinkan bagi kita yang telah memiliki sejarah tentang penggenapannya dengan semua perincian ketepatan dan waktunya.
        II. Dorongan Rasul Petrus kepada kita supaya menyelidiki kitab suci. Dia memberi tahu kita, alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya. Yakni, berusaha agar akal budi kita memahami maknanya, dan hati kita mempercayai kebenaran, dari firman yang pasti ini. Ya, kita harus mencondongkan diri kita kepada firman, supaya kita dapat dicetak dan dibentuk olehnya. Firman itu merupakan pengajaran yang ke dalamnya kita harus dibentuk (Rm. 6:17), kegenapan segala kepandaian dan kebenaran (Rm. 2:20) yang dengannya kita harus mengatur pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan kita, perkataan-perkataan dan pengakuan-pengakuan kita, seluruh kehidupan dan perilaku kita. Jika kita menuruti firman Allah sedemikian rupa seperti ini, maka keadaan kita pasti sejahtera dalam semua hal, dalam apa yang berkenan kepada Allah dan menguntungkan diri kita sendiri. Dan ini tidak lain selain menaruh perhatian semestinya terhadap semua firman Allah. Namun, supaya dapat memberikan perhatian kepada firman, Rasul Petrus menyarankan beberapa hal khusus bagi mereka yang ingin menuruti kitab suci untuk setiap maksud yang baik. Yaitu,
            1. Mereka harus memegang dan menggunakan kitab suci sebagai terang yang telah dikirim Allah ke dalam dunia ini dan menempatkannya di sana, untuk menghalau kegelapan yang menyelimuti seluruh muka bumi ini. Firman itu adalah pelita bagi kaki orang-orang yang menggunakannya dengan benar. Terang ini menemukan jalan di mana seharusnya orang berjalan. Terang ini adalah sarana yang dengannya kita dapat mengenal jalan kehidupan.
            2. Mereka harus mengakui kegelapan mereka sendiri. Dunia ini merupakan tempat kesalahan dan kebodohan, dan setiap orang di dunia ini pada dasarnya tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk memperoleh kehidupan kekal.
            3. Jika ada orang yang pernah dibuat menjadi bijaksana hingga memperoleh keselamatan, maka itu karena terang dari firman Allah yang menerangi hati mereka. Gagasan alamiah tentang Allah tidaklah cukup bagi manusia yang telah jatuh di dalam dosa, yang sehebat-hebatnya sebenarnya hanya tahu teramat sedikit tentang Allah, dan karena itu mutlak perlu mengetahui jauh lebih banyak tentang Allah, lebih daripada yang diketahui Adam ketika ia masih belum mengenal dosa.
            4. Ketika terang kitab suci disoroti oleh Roh Kudus Allah ke dalam akal budi yang buta dan pengertian yang gelap, maka datanglah fajar hari kerohanian dan terbitlah hari yang cemerlang di dalam jiwa itu. Pencerahan pikiran yang ada di dalam kegelapan itu sama seperti fajar dini hari yang berangsur merekah dan tampak, lalu menyebar dan membaur ke seluruh jiwa, sampai terang itu menjadi rembang tengah hari (Ams. 4:18). Pencerahan itu adalah pengetahuan yang berkembang. Orang-orang yang dicerahkan seperti ini tidak pernah berpikir bahwa mereka sudah cukup mengetahui, sampai mereka menjadi tahu ketika mereka dikenal orang. Memberikan perhatian kepada terang ini perlu menjadi perhatian dan kewajiban semua orang. Dan semua yang menjalankan kebenaran datang kepada terang ini, sementara para pelaku kejahatan menjauhinya.
        III. Rasul Petrus menegaskan satu hal penting yang perlu bagi kita untuk dapat memberikan perhatian kepada firman dan menjadi baik olehnya, yakni kita harus tahu bahwa semua nubuat itu berasal dari Allah. Nah, kebenaran penting ini tidak saja dia tegaskan, tetapi juga membuktikannya,
            1. Amatilah, tidak ada nubuat dari kitab suci yang berasal dari tafsiran menurut kehendak sendiri (atau pendapat seseorang itu sendiri, atau suatu penjelasan dari pikirannya sendiri), melainkan merupakan penyingkapan atau pewahyuan dari pikiran Allah. Inilah perbedaan antara nabi-nabi Tuhan dan nabi-nabi palsu yang telah ada di dalam dunia ini. Nabi-nabi Tuhan tidak berbicara dan juga tidak melakukan sesuatu dari pikiran mereka sendiri, sebagaimana Musa, pemimpin mereka, mengatakannya dengan jelas (Bil. 16:28), aku diutus TUHAN untuk melakukan segala perbuatan ini, dan hal itu bukanlah dari hatiku sendiri (juga dalam menyampaikan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan). Sebaliknya, nabi-nabi palsu hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut TUHAN (Yer. 23:16). Para nabi dan penulis kitab suci menyatakan dan menulis apa yang ada di dalam pikiran Allah. Dan walaupun, ketika berada di bawah pengaruh dan tuntunan Roh, mereka bisa saja dianggap memang bersedia untuk mengungkapkan dan mencatat pikiran Allah itu, namun hal itu terjadi karena Allah yang menginginkan mereka mengatakan dan menulis pikiran-Nya itu. Tetapi, meskipun kitab suci bukanlah pencurahan pikiran dari pendapat atau keinginan manusia sendiri, tetapi merupakan penyingkapan pikiran dan kehendak Allah, namun setiap orang harus mau menyelidikinya sampai memahami arti dan maksud dari penyingkapan itu.
            2. Kebenaran penting ini bahwa Kitab Suci berasal dari Allah
            (bahwa apa yang terkandung di dalamnya adalah pikiran Allah dan bukan pikiran manusia) harus diketahui dan diakui oleh semua orang yang mau memberikan perhatian kepada firman nubuat yang pasti itu. Bahwa kitab suci itu merupakan firman Allah tidak saja merupakan sebuah pokok iman Kristen yang sejati, melainkan juga merupakan sebuah pokok penyelidikan atau pengkajian. Sebagaimana orang tidak mau percaya begitu saja bahwa seseorang benar-benar merupakan sahabat sejatinya, dan ingin memastikannya dengan mengamati tanda-tanda dan tabiat yang pantas dan khas dari sahabatnya itu, maka begitu jugalah orang Kristen mengenal Kitab Suci itu benar-benar sebagai firman Allah dengan dan saat mengamati semua tanda dan ciri bahwa memang kitab itu terilhami secara ilahi. Ia mengecap rasa manis, merasakan suatu kuasa, dan melihat kemuliaan di dalamnya sebagai sunggguh-sungguh ilahi.
            3. Keilahian kitab suci itu harus sudah diketahui dan diakui terlebih dahulu, sebelum orang dapat menggunakannya dan mengambil manfaatnya, dan sebelum mereka mencurahkan perhatian kepadanya. Supaya pikiran kita tidak terganggu oleh tulisan-tulisan lain, sehingga kita bisa memusatkan pikiran secara khusus pada Kitab Suci ini sebagai satu-satunya peraturan yang pasti dan tidak mengandung kesalahan, maka kita perlu meyakinkan diri sepenuhnya bahwa Kitab Suci diilhamkan secara ilahi dan mengandung apa yang benar-benar merupakan pikiran dan kehendak Allah.
        IV. Melihat betapa mutlak pentingnya orang diyakinkan sepenuhnya mengenai asal usul keilahian Kitab Suci, maka Rasul Petrus (ay. 21) memberitahukan kepada kita bagaimana Perjanjian Lama itu disusun, dan itu
            1. Dengan pernyataan yang memakai kata ingkar: nubuat itu tidak datang karena kehendak manusia. Segala sesuatu yang dicatat itu sendiri dan yang kemudian membentuk beberapa bagian dari Perjanjian Lama, tidaklah berasal dari pendapat-pendapat manusia, juga bukan kehendak salah seorang dari nabi-nabi atau para penulis kitab suci yang menjadi aturan atau alasan mengapa semua itu ditulis yang kemudian menjadi kanon kitab suci.
            2. Dengan pernyataan positif: Orang-orang kudus milik Allah berbicara ketika mereka digerakkan oleh Roh Kudus. Amatilah,
                (1) Mereka adalah orang-orang kudus milik Allah yang dipakai untuk mengerjakan kitab yang kita terima sebagai firman Allah. Seandainya Bileam dan Kayafas, dan orang-orang lainnya yang tiada memiliki kekudusan sama sekali, karena suatu hal tertentu memiliki sesuatu dari Roh nubuat, maka orang-orang seperti itu tidak akan dipakai untuk menulis bagian mana pun dari kitab suci untuk digunakan oleh jemaat Allah. Semua penulis kitab suci adalah orang-orang kudus milik Allah.
                (2) Orang-orang kudus ini digerakkan oleh Roh Kudus di dalam apa yang mereka sampaikan sebagai pikiran dan kehendak Allah. Roh Kudus merupakan Sang Pelaku Agung, sedangkan orang-orang kudus hanyalah alat-alat belaka.
                    [1] Roh Kudus mengilhami dan mendiktekan kepada mereka apa yang harus mereka sampaikan dari pikiran Allah.
                    [2] Dengan penuh kuasa Dia menggairahkan dan menggunakan mereka secara berhasil guna untuk mengatakan (dan juga menulis) apa yang telah Dia taruh di dalam mulut mereka.
                    [3] Dengan sangat bijaksana dan berhati-hati Ia menolong dan mengarahkan mereka untuk menyampaikan apa yang telah mereka terima dari-Nya, supaya firman itu benar-benar dapat terlindungi dari setiap kesalahan yang paling kecil sekalipun ketika mereka menyatakan apa yang mereka ungkapkan. Karena itu semua firman dalam Kitab Suci itu harus kita terima sebagai firman dari Roh Kudus. Segala kejelasan dan kesederhanaan, semua kuasa dan kebajikan, semua keanggunan dan kepantasan, dari setiap firman dan pengungkapannya haruslah kita terima sebagai berasal dari Allah. Oleh karena itu, gabungkanlah iman dengan apa yang Anda temukan di dalam kitab suci. Hargailah dan hormatilah Alkitab Anda sebagai kitab yang ditulis oleh orang-orang kudus, diilhamkan, dipengaruhi, dan dibantu oleh Roh Kudus.




SBU

MINGGU SESUDAH EPIFANIA
RABU,16 JANUARI 2019
Renungan Pagi
GB 62:1 -Berdoa
TEKUN MEMBACA DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN

2 Petrus 1:19-21
Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang yang berbicara atas narna Allah (ay,21).

Karya Aliah yang menyelamatkan dunia di dalam Yesus Kristus, sesungguhnya sudah dinubuatkan oleh para nabi Perjanjian Lama. Berita nubuatan itu disampaikan oleh para nabi, bukan berdasarkan mimpi di siang belong", namun berdasarkan hikmat dan tuntunan
Rah Kudus. Kendati dernikian, ternyata tidak semua orang mernpercayai Yesus Kristus dan ajaran-ajaran-Nya. Para penyesat yang muncul di dalam tubuh Gereja perdana, sebagaimana disinggung dalam surat 2 Petrus, adalah termasuk orang-orang yang tidak percaya
kepada Yesus Kristus dan menentang ajaran-ajaran-Nya. Ajaran Yesus yang secara terang-terangan ditentang oleh para penyesat adalah ajaran tentang Kedatangan-Nya kembali ka dunia.

Petrus menegaskan bahwa ajaran tentang kedatangan Yesus Kristus, sebagaimana sudah ia beritakan, didasarkan pada Firrnan yang telah disampaikan para nabi. Oleh karena itu, Petrus rnengingatkan agar jernaat rnemperhatikan dengan baik firman Tuhan yang telah disampaikan para nabi. Jika diperhatikan dengan baik, Firrnan Tuhan bisa menjadi cahaya yang rnenuntun kepada terang sesungguhnya, yaitu terang Tuhan Yesus Kristus (ay.19). Petrus juga mengingatkan bahwa nubutan para nabi tidak baleh dftafsirkan menurut kehendak sendiri, karena setiap nubuat yang diberitakan para nabi adalah nubutan yang dihasilkan bukan berdasarkan kehendak manusia, namun berdasarkan dorongan dan kuasa Roh Kudus.

Firrnan Tuhan hari ini mau mengajak kita senantiasa tekun membaca Alkitab, seraya berdoa meminta hikmal dan tuntunan Rah Kudus agar kita diberi kemampuan rnengerti, menghayati, dan mempraktikan Firman Tuhan dalan-| kehidupan sehari-hari. Rasul Pauius dalarn
suratnya kepada Timotius mengatakan bahwa Afkitab adalah Firman Allah yang berguna untuk memberi hikrnat, manuntun kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus, mengajar, menyatakan kesalahan memparbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran, sehingga kita diperlengkapi untuk malakukan yang bark (2 Tim.3:10-17).

GB. 277:1, 2
Doa : (Ya Tuhan, Sang Firman yang telah menjadi manusia karuniakanlah Roh Kudus-Mu untuk membimbing kami untuk mengerti dan mendalami kekayaan Firman-Mu, serta dimampukan untuk melaksanakan Firman-Mu dalam kehidupan sehari-hari)

Label:   2 Petrus 1:19-21 





NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB KAMlS,17 JANUARl 2019 - YESUS KRISTU$, PEMBEBAS DAN PENEBUS DOSA - Kolose 1:13-14 - MINGGU SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SELASA, 15 JANUARI 2019 - DEWASA DALAM PEMIKIRAN DAN TINDAKAN - 1 Korintus 14:20-25 - MINGGU SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar 2 Petrus

Sinergypro adalah Perusahaan yang bergerak di bidang Replikasi, Duplikasi Cd, Vcd, Dvd dan juga menangani desain Grafis, Percetakan Offset Printing seperti Cover, buku, Katalog, X-Banner, Spanduk, Umbul-umbul, Kaos dll.

Kami sudah puluhan tahun di bidang ini dan sangat berpengalaman sehingga dengan keahlian yang kami punya berharap dapat memuaskan para pelanggan di dalam kerjasama dengan kami. Kami terus meningkatkan kinerja yang lebih optimal melalui ketepatan waktu, ketelitian dan hasil yang memuaskan





  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..


    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    Lagu Kotbah




    songbatak.com-karaoke



    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS, YJ, ADV (Himnario Adventista)*, HC*,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, KPRI, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, Puji Syukur, Madah Bakti,
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI



    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)






    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    KAMIS, 31 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB KAMIS, 31 JANUARI 2019 - LAKUKAN DENGAN BENAR! - Yakobus 5:4-6 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Tuhan semesta alam, hari penyembelihan, OBSESI AKAN KEKAYAAN
    RABU, 30 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB RABU, 30 JANUARI 2019 - JIKA TUHAN MENGHENDAKI - Yakobus 4:13-17 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 4:13-17 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)
    Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok, Jika Tuhan menghendakinya, Kita di
    SELASA, 29 JANUARI 2019
    Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Yakobus 3:17-18 Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    SENIN, 28 JANUARI 2019
    Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
    Penjelasan Ayat Sabda Bina Umat (SBU)

    MINGGU, 27 JANUARI 2019
    MINGGU, 27 JANUARI 2019 - 1 Korintus1:26-31
    Sabda Bina Umat (SBU)


    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,