Save Page
Mazmur 19:8-15
19:7 (#19-#8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. 19:8 (#19-#9) Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. 19:9 (#19-#10) Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, 19:10 (#19-#11) lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. 19:11 (#19-#12) Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar. 19:12 (#19-#13) Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. 19:13 (#19-#14) Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar. 19:14 (#19-#15) Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

Penjelasan:

* Mzm 19:7-10 - Taurat Tuhan
Kesaksian tentang Taurat. Taurat Tuhan. Di sini pemazmur menggunakan enam nama untuk menjelaskan seluruh penyataan Allah dari dalam. Kata tôrâ (hukum) bukan sekadar daftar tertulis berisi ketetapan-ketetapan; ia mencakup seluruh ajaran Allah. Dengan memakai kata-kata sifat dan frasa-frasa participle, pemazmur menerangkan betapa indahnya penyataan Allah yang bahkan melebihi emas atau madu.

* Mzm 19:11-14 - Bebaskanlah aku
Penerapan Pribadi. Bebaskanlah aku. Ajaran moral Allah, yang berfungsi sebagai peringatan, bisa membawa orang mendapatkan upah (ganjaran) yang diinginkan. Merenungkan ajaran Allah bisa menjadi cermin untuk melihat manusia batin. Karena itu, pemazmur menutup dengan meminta kekuatan untuk mengalahkan semua jenis dosa dan agar dia dapat diterima.

* Sang pemazmur menguraikan sifat-sifat dan segala kegunaan firman Allah yang sangat unggul dalam enam kalimat (ay. 8-10). Dalam setiap kalimat itu, nama Yehovah disebut berulang-ulang, dan tidak ada yang sia-sia dengan pengulangan ini, sebab hukum itu memiliki wewenang dan kuasanya dan semua keunggulannya dari Sang Pembuat hukum itu sendiri. Di sini terdapat enam sebutan bagi firman Allah yang mencakup keseluruhan pewahyuan, janji dan ketentuan ilahi, terutama Injil. Di sini terdapat beberapa sifat baik firman Allah yang membuktikan asal-usul ilahinya, yang mendorong kita untuk menggemarinya dan menjunjungnya tinggi-tinggi melebihi hukum-hukum lain apa saja. Di sini dinyatakan beberapa akibat baik yang ditimbulkan oleh hukum itu terhadap akal budi manusia, yang menunjukkan tujuan perancangannya, dan bagaimana kita harus memanfaatkannya, serta betapa ampuhnya anugerah ilahi yang menyertai dan bekerja melaluinya.

    1. Taurat TUHAN itu sempurna, benar-benar bersih dari segala kenajisan, benar-benar dipenuhi oleh segala hal yang baik dan betul-betul cocok dengan tujuan yang telah dirancangkan baginya, dan akan membuat hamba Allah sempurna (2 Tim. 3:17, tl). Tidak boleh ada yang ditambahkan atau dikurangi darinya. Taurat Tuhan dipakai untuk menyegarkan jiwa, untuk menyadarkan dan mengembalikan kita kepada Allah kita dan tugas kita. Sebab Taurat itu menunjukkan kepada kita keberdosaan dan kesengsaraan kita akibat telah menjauh dari Allah. Ia juga menunjukkan betapa perlunya kita untuk kembali kepada Dia.
    2. Peraturan TUHAN itu (yang bersaksi kepada kita mengenai Dia) teguh, betul-betul teguh dan tidak dapat diragukan lagi sehingga kita dapat menghormati, mengandalkan dan merasa yakin bahwa hal itu tidak akan menipu kita. Peraturan Tuhan itu merupakan temuan yang pasti akan kebenaran ilahi, merupakan petunjuk yang pasti untuk melaksanakan tugas kita. Peraturan itu merupakan dasar penghiburan yang teguh di dalam hidup ini dan juga dasar yang teguh bagi pengharapan yang kekal. Peraturan itu berguna untuk membuat kita menjadi bijak, bijak untuk mendapatkan keselamatan (2 Tim. 3:15). Peraturan itu akan memberi kita pengetahuan mendalam mengenai hal-hal ilahi dan penglihatan mengenai hal-hal yang akan datang. Peraturan itu membuat kita bekerja sebaik mungkin dan menjaga kita untuk tetap mengerjakan kepentingan kita yang sejati. Bahkan, peraturan itu akan memberikan hikmat kepada orang-orang yang tak berpengalaman (yang mungkin tidak bisa berbuat banyak bagi keadaan dunia di masa kini) mengenai jiwa dan kekekalan mereka. Orang-orang yang tidak berpengalaman dan merendahkan hati mereka, yang sadar mengenai kebodohan mereka dan bersedia untuk diajar, akan dijadikan bijaksana oleh firman Allah ( 25:9).
    3. Titah TUHAN itu(yang ditegakkan oleh wewenang-Nya dan mengikat semua orang dari mana pun mereka berasal) tepat, benar-benar sesuai dengan aturan-aturan dan pegangan-pegangan kekal mengenai hal yang baik dan yang jahat, yaitu sesuai dengan akal sehat manusia dan hikmat Allah yang benar. Semua titah Allah mengenai segala sesuatu itu benar ( 119:128), seperti yang seharusnya. Titah itu akan membimbing kita kepada kebenaran jika kita menerima dan mematuhinya, sebab titah Tuhan itu tepat dan menyukakan hati. Hukum Tuhan, sebagaimana seperti yang kita lihat di tangan Kristus, memberi kita alasan untuk bersukacita. Dan, bila dituliskan di dalam hati kita, titah Tuhan itu meletakkan dasar bagi sukacita yang kekal, dengan memulihkan kita kembali ke akal budi yang benar.
    4. Perintah TUHAN itu murni. Jernih, tanpa sedikit pun kegelapan di dalamnya. Bersih, tanpa noda atau kotoran. Perintah itu sendiri telah dimurnikan dari segala kecemaran dan bersifat menyucikan semua orang yang menerima dan memeluknya. Perintah itu merupakan sarana biasa yang dipakai Roh untuk membuat mata terang. Perintah itu membukakan mata dan menyadarkan kita mengenai dosa dan kesengsaraan kita, serta mengarahkan kita untuk menjalankan kewajiban kita.
    5. Takut akan TUHAN itu(agama dan kesalehan sejati yang dituliskan dalam firman, berkuasa di dalam hati dan dijalankan dalam kehidupan) suci, bersih, dan akan membersihkan kita (Yoh. 15:3). Ia akan mempertahankan kelakuan bersih kita (Mzm. 119:9). Dan takut akan Tuhan itu tetap ada untuk selamanya, merupakan kewajiban yang harus dilakukan terus-menerus dan tidak bisa dibatalkan. Hukum lahiriah (yang hanya berupa upacara semata) telah lama berlalu, tetapi hukum tentang takut akan Allah selalu tetap sama. Waktu tidak akan mengubah sifat moral yang baik dan yang jahat.
    6. Hukum-hukum TUHAN itu (segenap ketetapan-Nya, yang dibingkai dalam hikmat yang tidak terbatas) benar. Hukum-hukum itu didasarkan pada kebenaran yang paling sakral dan tidak dapat dipungkiri lagi. Hukum-hukum itu adil, seluruhnya berkesuaian dengan keadilan alamiah, dan semuanyademikian adanya: tidak ada kecurangan di dalam hukum-hukum itu, semuanya merupakan satu kesatuan.

II. Daud mengungkapkan rasa penghargaannya yang tinggi terhadap firman Allah, dan juga keuntungan besar yang ia miliki dan ia harapkan dari firman-Nya itu (ay. 11-12).

    1. Lihatlah betapa tingginya dia menghargai perintah-perintah Allah. Orang-orang yang saleh memang lebih menyukai agama mereka dan firman Allah,
        (1) Jauh melebihi segala kekayaan di dunia ini. Firman Allah lebih indah dari pada emas, emas tua, bahkan dari pada banyak emas tua. Emas berasal dari dunia ini, jadi bersifat duniawi, tetapi anugerah merupakan gambaran dari sorga. Emas hanya diperuntukkan bagi tubuh dan bersifat sementara, tetapi anugerah diperuntukkan bagi jiwa dan berlangsung selamanya.
        (2) Jauh melebihi kesenangan dan kenikmatan tubuh. Firman Allah, bila diterima dengan iman, akan terasa manis bagi jiwa, lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. Kenikmatan tubuh merupakan kesenangan manusia-manusia yang bejat, dan karena itulah merusakkan jiwa manusia. Tetapi, kenikmatan rohani merupakan kesenangan para malaikat dan meninggikan jiwa. Kenikmatan tubuh penuh tipuan, mudah memuncak tetapi tidak pernah memuaskan. Sebaliknya, kenikmatan rohani amatlah penting dan memuaskan, dan tidak berbahaya untuk direguk sebanyak-banyaknya.
    2. Lihatlah bagaimana ia mempergunakan ketetapan-ketetapan dalam firman Allah itu: hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu. Firman Allah merupakan firman yang memperingatkan anak-anak manusia. Firman itu mengingatkan kita mengenai kewajiban yang harus kita laksanakan, marabahaya yang harus kita hindari, dan arus deras pencobaan yang harus kita hadapi (Yeh. 3:17; 33:7). Firman itu memperingatkan orang jahat supaya tidak terus berada di jalannya yang sesat, dan memperingatkan orang benar untuk tidak berpaling dari jalannya yang lurus. Semua orang yang benar-benar merupakan hamba Allah mengindahkan peringatan ini.
    3. Lihatlah keuntungan apa yang ia janjikan kepada dirinya sendiri dengan kepatuhannya terhadap ketetapan-ketetapan Allah: Orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar. Orang-orang yang bersungguh-sungguh melaksanakan kewajiban mereka bukan saja tidak akan dijadikan pecundang, tetapi juga akan mendapatkan upah yang tak terperikan. Mereka memperoleh upah yang tidak saja akan diberikan setelah mematuhi, tetapi bahkan sudah terasa ketika mereka sedang mematuhi perintah Allah, imbalan besar yang langsung diperoleh karena kepatuhan. Agama merupakan kesehatan dan kehormatan. Ia memberi damai sejahtera dan kenikmatan. Agama akan membuat penghiburan kita terasa manis dan salib kita terasa ringan. Ia membuat hidup sungguh menjadi berharga dan kematian sungguh dirindukan.

III. Dia menarik beberapa kesimpulan bagus dari perenungan khidmatnya mengenai keagungan firman Allah itu. Buah pikiran seperti itu sangat berguna dan selayaknya membangkitkan rasa kasih kita.

    1. Di sini dia mengambil kesempatan untuk merenungkan dan menyesali dosa-dosanya. Sebab, oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. "Bukankah perintah itu kudus, adil dan baik? Kalau begitu, siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Aku tidak dapat, siapakah yang dapat?" Dari kebenaran hukum ilahilah dia belajar untuk menyebut dosa-dosanya sebagai kesesatannya. Jika perintah Allah itu benar dan adil, maka setiap penyimpangan dari perintah itu berarti sebuah kesesatan, diperbuat berdasarkan kesalahan. Setiap tindakan jahat muncul dari prinsip yang bejat, yang merupakan penyimpangan dari peraturan yang seharusnya kita taati, atau jalan yang seharusnya kita tempuh. Dari lingkup, keketatan dan kerohanian hukum ilahi, Daud menyadari bahwa dosa-dosanya begitu banyak sehingga dia tidak mampu menghitungnya, dan begitu berat sampai-sampai dia tidak dapat menyelami betapa cemar dan menjijikkannya dosa-dosa tersebut. Kita telah melakukan banyak dosa akibat kelalaian dan keinginan diri, sampai kita tidak sadar lagi dengan apa yang kita perbuat itu. Banyak dosa yang kita lakukan telah kita lupakan, sehingga ketika suatu saat kita mengakui suatu dosa kita, kita hanya bisa menutup pengakuan itu dengan perkataan et cetera – dan lainnya seperti itu. Sebab Allah lebih mengetahui kejahatan kita daripada diri kita sendiri. Kita telah melakukan kesalahan dalam banyak hal, siapa yang dapat mengetahui seberapa sering manusia melakukan dosa? Syukurlah kini kita berada di bawah anugerah dan tidak lagi di bawah hukum Taurat. Jika tidak begitu, maka kita semua pasti sudah binasa.
    2. Dia mempergunakan kesempatan ini untuk berdoa memerangi dosa. Kesadaran mengenai dosa-dosa kita harus mendorong kita untuk bersimpuh di bahwa takhta anugerah dan berdoa di sana, seperti yang dilakukan Daud di sini,
        (1) Untuk meminta belas kasihan supaya diampuni. Setelah mendapati dirinya tidak mampu menjelaskan secara terinci semua pelanggaran yang telah ia lakukan, Daud pun berseru, Tuhan, bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. Artinya, semua itu bukanlah berarti hal-hal yang dirahasiakan dari hadapan Allah (karena tidak akan satu pun yang demikian), bukan juga rahasia di mata dunia ini, melainkan hal-hal yang luput dari pengamatannya sendiri. Orang-orang yang terbaik sekalipun harus mencurigai diri sendiri telah bersalah atas banyak kesalahan yang tidak mereka sadari dan harus berdoa kepada Allah supaya dibersihkan dari semuanya itu, dan supaya segenap pelanggaran tersebut tidak ditimpakan ke atas mereka. Sebab, dosa-dosa akibat kelemahan dan kecerobohan kita, serta dosa-dosa kita yang tersembunyi, akan tetap membinasakan kita, seandainya saja Allah memperlakukan kita sesuai dengan yang layak kita terima. Bahkan, kesalahan yang tidak disadari pun bisa mencemari dan membuat kita tidak layak untuk masuk dalam persekutuan dengan Allah. Akan tetapi, jika segala kesalahan itu telah diampuni, maka kita pun dibersihkan dari semuanya itu (1 Yoh. 1:7).
        (2) Untuk meminta anugerah yang mampu menolong saat dibutuhkan. Setelah berdoa bagi pengampunan dosa-dosa yang tidak ia sadari, dia pun berdoa supaya dihindarkan dari kecongkakan (ay. 14). Semua orang yang benar-benar menyesali dosa-dosa mereka dan telah diampuni, akan berhati-hati supaya tidak kembali tergelincir di dalamnya atau kembali menjadi bebal, sebagaimana yang tampak dalam doa mereka yang serupa dengan doa Daud di sini.
            Perhatikanlah:
            [1] Permintaannya: "Jauhkanlah aku dari dosa yang disengaja." Kita harus berdoa supaya dijauhkan dari dosa-dosa akibat kelemahan kita, tetapi terutama dari dosa-dosa yang disengaja, yang paling menyakiti hati Allah dan melukai hati nurani, yang memudarkan penghiburan kita dan menghancurkan pengharapan kita. "Dan, jangan biarkan aku dikuasai oleh satu pun dosa seperti itu, jangan biarkan aku tunduk kepada dosa apa pun, dan jangan biarkan aku diperbudak olehnya."
            [2] Alasannya: "Supaya aku menjadi tak bercela. Aku akan tampil tanpa cela. Aku akan memelihara bukti dan penghiburan dari keadaanku yang tidak bercela, dan aku akan bebas dari pelanggaran besar." Di sini dia menyebutnya sebagai dosa yang disengaja, sebab tidak ada korban persembahan yang dapat diterima untuk itu (Bil. 15:28-30).
                Perhatikanlah:
                Pertama, dosa yang disengaja begitu menjijikkan dan berbahaya. Orang-orang yang berdosa melawan keyakinan dan peringatan hati nurani mereka sendiri berarti menentang hukum Taurat dan hukuman-hukuman di dalamnya. Mereka yang berbuat dosa dengan tangan teracung, berdosa dengan sengaja, dan hal itu merupakan pelanggaran besar.
                Kedua, bahkan orang-orang yang saleh harus selalu memeriksa diri mereka sendiri dan takut melakukan dosa secara sengaja, sekalipun selama ini mereka selalu dijauhkan dari semua itu oleh karena anugerah Allah. Janganlah ada seorang pun yang tinggi hati, tetapi biarlah semuanya merasa takut.
                Ketiga, karena kedudukan kita yang begitu rawan, maka kita sangat perlu berdoa kepada Allah saat kita terdorong untuk melakukan dosa yang disengaja, supaya kita bisa ditarik mundur darinya, oleh pemeliharaan ilahi yang mencegah pencobaan itu, atau oleh anugerah-Nya yang memberi kita kemenangan dalam bergumul melawannya.
    3. Dia menggunakan kesempatan ini untuk dengan rendah hati memohon penerimaan ilahi atas buah pikiran dan perasaan kasihnya itu (ay. 15). Perhatikanlah hubungan antara hal ini dengan hal-hal sebelumnya. Dia berdoa kepada Allah untuk menjauhkannya dari dosa, lalu kemudian memohon supaya Allah menerima ibadahnya. Sebab, jika kita menyukai dosa, maka kita tidak dapat berharap Allah akan menyukai kita atau pelayanan kita ( 66:18).
        Perhatikanlah:
        (1) Apa yang menjadi pelayanannya – ucapan mulutnya dan renungan hatinya, kasih sayang kudus yang ia persembahkan kepada Allah. Perenungan hati yang khidmat tidak boleh dipendam, melainkan harus diungkapkan melalui ucapan mulut kita, demi kemuliaan Allah dan juga untuk membangun orang lain. Dan, ucapan mulut kita melalui doa dan pujian tidak boleh kaku, melainkan harus meluap dari perenungan hati kita ( 45:2).
        (2) Apa yang terpenting baginya mengenai pelayanan tadi –supaya pelayanan itu berkenan di hati Allah. Sebab, jika pelayanan kita tidak diterima di hadapan Allah, maka apa gunanya kita melakukan itu? Jiwa-jiwa yang terberkati pastilah mendapatkan apa yang mereka kehendaki jika mereka mendapat perkenan Allah, sebab itulah yang menjadi kebahagiaan mereka.
        (3) Apa yang mendorong dia sehingga dia berpengharapan seperti itu, yaitu karena Allah adalah Gunung Batu dan Penebusnya. Jika melalui kewajiban-kewajiban ibadah kita, kita mencari bantuan dari Allah sebagai Gunung Batu kita, maka kita boleh mengharapkan perkenan dari Allah saat kita telah selesai melakukan kewajiban kita itu. Sebab, melalui kekuatan-Nyalah kita memiliki kuasa dari-Nya.
Saat menyanyikan mazmur ini, kita harus membiarkan hati kita tergugah dengan keagungan firman Allah dan ditarik mendekatnya. Kita juga harus disadarkan mengenai betapa jahatnya dosa itu, dan betapa berbahaya kita karenanya, sehingga kita harus meminta pertolongan dari sorga untuk mengatasinya.


SBU

MINGGU II SESUDAH EPIFANIA
SELASA, 22 JANUARI 2019
Renungan Pagi
KJ. 61:1,2 -Berdoa
MEMANDANG KUASA ALLAH DALAM ALAM CIPTAAN-NYA

Mazmur 19:1-7
Langit menceritakan kemuliaan Allah dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; (ay.2).

Rabu, 31 Januari 2018 terjadi peristiwa alam yang langka yaitu Super Blue Blood Moon (SBM). Peristiwa ini disebut langka oleh karena hanya terjadi sekali dalam 152 tahun. Begitu banyak orang menantikan peristiwa ini agar dapat menyaksikan kejadian langka itu dengan mata kepala sendiri. Masyarakat tidak lagi takut melihat fenomena ini, mereka justru berbondong-bondong, dengan keluarga atau teman mencari tempat yang baik untuk dapat melihat peristiwa ini dengan jelas. Melihat fenornena alam yang unik seperti SBM ini, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, ha! seperti ini dapat membangkitkan perasaan takjub dan tunduk kita pada kuasa Tuhan yang begitu dahsyat.

Ketakjuban atas alam semesta inilah yang terungkap dalam Mazmur 19 ini. Pemazmur yang melihat alam begitu megah lalu yakin bahwa kemegahan alam menceritakan kehebatan sang Pencipta alam itu sendiri dan ia menemukan bahwa dirinya tidak ada artinya dihadapan alam, apalagi dihadapan Tuhan sang Pencipta.Ia semakin membutuhkan Tuhan agar dapat menjalani hidup dalam semesta yang begitu luas dan tak terbatas itu. Peristiwa alam
justru menceritakan kemahakuasaan Tuhan.

Pagi ini ketika bangun, pandanglah langit yang mulai keIihatan terang setelah malarn gelap. Dengarlah suara burung-burung berkicau dan ayam-ayarn berkokok menyambut matahari pagi, hayatilah semua itu. Itulah kuasa Allah dalam segafa ciptaan-Nya, biarlah kita semakin tunduk dan takluk dihadapan Tuhan. Sikap tunduk dan takluk membuat kita memberi diri sepenuhnya kepada Tuhan tanpa pamrih oleh karena kita yang membutuhkan Tuhan dan bukan sebaliknya. Tanpa Tuhan kita tiada.

KJ.61:3,4
Doa : (Tolong kami Tuhan agar kami dapat hidup membangun relasi yang baik dengan seluruh ciptaan)


MINGGU II SESUDAH EPIFANIA
SELASA, 22 JANUARI 2019
Renungan Malam
K.J. 413:1 -Berdoa
PERINTAH TUHAN MENDATANGKAN KEBAIKAN

Mazmur 19:8-15
Titah TLIHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, memhuat mata bercahaya. (ay.9).

Di suatu parsimpangan jalan, lampu Ialu lintas berwarna hijau menyala, maka sernua pengendara yang rnalihat tanda tersebut segera jalan. Sebaliknya, begitu malihat lampu warna merah menyala, maka pengendara yang melihat pentunjuk jalan itu akan
berhenti. Peraturan ini berlaku di saluruh jalan yang ada di muka bumi ini. Tujuan aturan itu adalah agar setiap pengendara selamat ketika melintasi persimpangan, karena terhindar dari tabrakan.

Jika manusia saja tahu bahwa peraturan lalu lintas itu penting bagi keselamatan dirinya dan sesamanya. apalagi Tuhan Allah. Pencipta langit dan bumi serta pengatur atarn semesta. Ia lebih mangetahui yang terbaik bagi kehidupan manusia. Tentunya peraturan-peraturan yang Tuhan buat itu untuk kabaikkan manusia. Pemazmur mengalaminya dan menyatakan hal tersebut secara khusus pada ayat 9.

Pemazmur menyatakan bahwa titah Tuhan itu tepat menyukakan hati, dan perintah Tuhan itu murni. Perintah Tuhan murni oleh karena tujuan akhirnya adalah kebaikkan manusia ciptaan Tuhan itu sendiri dan bukan semata agar Tuhan dimuliakan oleh manusia. Tuhan tidak rnambuat aturan yang membuat manusia menderita, tatapi memberikan kabahagiaan dalam hidup, jika manusia melakukannya dengan sungguh-sungguh dan setia. Peraturan Tuhan justru menunjukkan kepedulian-Nya terhadap hidup manusia agar merasakan kedamaian dan sejahtera.

Berdasarkan kesaksian parnazmur ini. marilah anak-anak Tuhan kita pada masa kini untuk mantapkan hati belajar patuh dan taat kepada perintah-perintah Tuhan yang kita terima dalam hidup ini, Walaupun terkadang datang godaan untuk tidak patuh. Biarlah iman
kita kepada Tuhan meneguhkan kita untuk menghadapi godaan dengan tetap berpegang pada peraturan-peraturan Tuhan, sebab itulah yang membimbing kita untuk tetap berada pada keselamatan yang diberikan Tuhan selama kita hidup di dunia ini.

KJ.413:2,3
Doa : (Tuhan, berilah kami Roh Kudus yang menuntun kami agar selalu patuh dan taat melakukan peraturan-peraturan-Mu)


Label:   Mazmur 19:8-15 


HEALING WORSHIP SONGS
Latest Christian Song
Jesus Is Risen Song


NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB RABU, 23 JANUARI 2019 - SAMBUTLAH TUHAN DI HATIMU - Mazmur 24:7-10 - MINGGU ll SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 21 JANUARI 2019 - PUJI TUHAN DALAM SEGALA KEADAAN - Mazmur 18:47-51 - MINGGU II SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar Mazmur





BACAAN ALKITAB SETAHUN:


Hari ini, 16 Juni - 2 Raja 19:1-34; Mazmur 73

Hari ini, 16 Juni - Maz 73:4-10, 2 Raj 19-20, Kel 2:1-13, Ams 17:27-18:1

Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

Register   Login  

contoh kj 392 bukan kj.392




Beli Kaos C59. Klik Disni




Nyanyian Ibadah Gereja
English Hymns, CFC SONGS *, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни), SR, SP, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate), RRZ (Runyankole Rukiga, Zaburi),
Lagu Koor - Paduan Suara Gereja, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, MNR1, MNR2, MAZMUR MP3 GKI, Nyanyian Pujian, Lagu Tiberias, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KRI, KPRI, KLIK, NNBT, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, , Kidung Kabungahan GKP, Puji Syukur, Madah Bakti,
Tagalog Worship Song
Kenya Worship Songs
Ghana Worship Songs
Russian Worship Songs
Chinese Praise and Worship Song
Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
Thai Christian Song
Hebrew Christian Song
Arab Christian Song
Christian Songs In Dutch
German Christian Songs
Hindi Worship Song
Japanese Christian Song
Italian Christian Song
Lagu Rohani Batak
Lagu Rohani Ambon
Greek Worship Songs
French Worship Songs
Spanish Worship Songs

Jacqlien Celosse, Franky Sihombing, Sari Simorangkir, Maria Shandi, Nikita, Jonathan Prawira, Sidney Mohede, Edward Chen,
TATA IBADAH HARI MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA & SYUKUR HUT KE-38 YAPENDIK GPIB Minggu, 7 JULI 2019

Tata Ibadah Bulan Pelkes GPIB 2019 - Minggu, 09 Juni 2019 sd 30 Juni 2019
Tata Ibadah dan Renungan yang terdiri atas: a. Ibadah Hari Minggu, tanggal 09, 16, 23 dan 30 Juni 2019; b. Ibadah Keluarga, tanggal 05, 12, 19 dan 26 Juni 2019; c. Ibadah Hari Minggu Persekutuan Teruna, tanggal 02, 09, 16, 23 dan 30 Juni 2019; d. Ibadah Pelkat GP, PKP, PKB, dan PKLU, tanggal 05 Juni 2019;
TATA IBADAH HARI MINGGU PEMULIAAN YESUS KRISTUS & HARI LANJUT USIA NASIONAL ke-23 - MINGGU, 2 JUNI 2019
JUKLAK HLUN ke-23 2019 , PESAN DEWAN PKLU HLUN ke-23, SURAT PENGANTAR HLUN ke-23, DOWNOAD TATA IBADAH HARI MINGGU PEMULIAAN YESUS KRISTUS & HARI LANJUT USIA NASIONAL ke-23 - MINGGU, 2 JUNI 2019



Gereja GPIB di Jakarta (Map)
Gereja GPIB di Surabaya (Map)
Gereja GPIB di Makassar (Map)
Gereja GPIB di Medan (Map)
Gereja GPIB di Bandung (Map)
Gereja GPIB di Manado (Map)
Gereja GPIB di Bekasi (Map)
Gereja GPIB di Tangerang (Map)
Gereja GPIB di Denpasar (Map)
Gereja GPIB di Bogor (Map)


New Submit
Sabtu, 15 Juni 2019
Family of God (Hymn) - Bill Gaither

Sabtu, 15 Juni 2019
Back On Top - Gloria Gaynor

Sabtu, 15 Juni 2019
Singin' Over Me - Gloria Gaynor Feat. Jason Crabb

Sabtu, 15 Juni 2019
Day One - Gloria Gaynor

Rabu, 12 Juni 2019
Greater Than All My Regrets - Tenth Avenue North

Rabu, 12 Juni 2019
Believer - Rhett Walker

Rabu, 12 Juni 2019
Hope - Emily Brimlow

Rabu, 12 Juni 2019
Up Again - Dan Bremnes

Rabu, 12 Juni 2019
Even Louder - Steven Malcolm feat. Natalie Grant

Rabu, 12 Juni 2019
The Kind Of Man - The Color

Rabu, 12 Juni 2019
Revival - Tori Harper

Senin, 10 Juni 2019
Speak To Me - For All Seasons

Senin, 10 Juni 2019
Let It Rain (Is There Anybody) - Crowder

Minggu, 09 Juni 2019
Little Big Town - The Daughters

Minggu, 09 Juni 2019
Look What God Gave Her - Thomas Rhett

Minggu, 09 Juni 2019
My Miracle - Brad Paisley

Minggu, 09 Juni 2019
Love Wins - Carrie Underwood

Sabtu, 08 Juni 2019
Mercy Tree - Anthony Evans

Sabtu, 08 Juni 2019
No Condemnation - Anthony Evans

Sabtu, 08 Juni 2019
Precious Lord - Gloria Gaynor

christian music charts, new contemporary christian songs, top christian radio songs, top 20 christian songs this week, top 10 christian songs, download lagu kristen mp3, lagu terbaru rohani kristen, mp3 rohani kristen, lagu2 rohani terbaru, lagu rohani yang enak, mp3 lagu rohani kristen terbaru,



tertawa gms lyrics,   renungan kita yohanes 14 : 15-31,    1 Raja-raja 17:7-15,   nats khotbah minggu 16 juni 2019,   tafsiran kitab kejadian 22 : 1-12,   jamita partangiangan heber 3:7-12 tgl 16 juni 2019,   renungan amsal 3 11 20,   renungan 1 Yohanes 4:1-6,   kotbah kejadian 22:1-12,   lagu rohani kanon,   renungan singkat kejadian 22 1-19,   renungan Ulangan 12:7 mengimani Tuhan dalam ibadah, diberkatiNya,   lagu ya roh kudus baharuilah,   unduh video lagu aku percaya kj 280,   lagu persembahan,   renungan kita yohanes 14 : 15-31,   tafsiran kitab amsal 3:11-20,   khotbah singkat minggu 16 juni 2019,   khotbah singkat minggu 16 juni 2019,   lagu nyanyian rohani betapa indah bumi ini,   kotbah yosua 6:1-7,   renungan 1 Yohanes 4:1-6,   kotbah yosua 6:1-7,   lagu betapa indah bumi ini,   khotbah minggu 16 juni 2019,   kj 353,   lirik lagu istri yang ter amat baik,   download lagu rohani yang menyentuh hati,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya ,   larilah cepatlah lot dan kluarga,   khotba gpib tentang kesetiaan,   khotba gpib tentang kesetiaan,   renungan 1 Taw 23:30,   jamita minggu 1 musa 22:1-12 hkbp,   doa persembahan,   lagu penghantar persembahan,   mp3 nyanyian Rohani i.s keinjne,   khotbah amsal 3:11-20,   lirik lagu istri yang ter amat baik,   kj 353,   renungan 1 Yohanes 4:1-6,   nyanyian rohani,   1musa22;1-12,   jamita 1 musa 22:1-12,   jamita 1 musa 22:1-12,   lirik lagu istri yang ter amat baik,   kj 353,   renungan Amsal 3:11-20,   jamita 1 musa 22:1-12,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   pkj 227,   lirik lagu istri yang ter amat baik,   almanak gereja methodist indonesia 2019,   kj 353,   Kotbah Kejadian 22:1-12,   tafsiran kitab kejadian 22 : 1-12,   khotbah gereja toraja 16 juni 2019,   khotbah gereja toraja 16 juni 2019,   Download lagu gratis mars gp gpib,   Download lagu gratis mars gp gpib,   Kotbah minggu 16 juni 2019,   Kotbah minggu 16 juni 2019,   daftar lagu persembahan,   kejadian 22:1-12,   tata ibadah malam penghiburan malam ke 2 Kristiani,   khotbah pengkhotbah 8:9-17,   lirik dan acord yesus sungguh berarti oleh lidya nursaid dan mus mujiono,   kehendak Tuhan laksanakan cord,   lagu-lagu rohani barat ,   kehendak Tuhan laksanakan cord,   bahan khotbah amsal 3 : 11-20,   bahan jamita minggu tgl 16 juni 2019,   lagu rohani dengan tema hikmat,   lagu kidung jemaat untuk pembukaan ibadah,   jamita minggu tgl 16 juni 2019,   khotbah kisah para rasul 15:1-21,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   latar belakang lagu istri yg teramat baik,   download lagu nkb,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   khotbah pengkhotbah 8:9-17,   doa berkat pendeta,   Bacaa kitab suci gereja katolik 19-06-2019,   doa persembahan dalam ibadah minggu di gereja,   nats persembahan,   lirik lagu buka mata hatiku,   https://www.lagu-gereja.com/index.php?ipage=8331,   Not lagu terimalah ucapan syukur ku,   lirik lagu penyembahan pantekosta lama,   bahan khotbah kisah para rasul 2:41-47,   Pemurah dan pengasih dalam keluarga Kejadian 4:1-15 renungan,   Pemurah dan pengasih dalam keluarga Kejadian 4:1-15 renungan,   bahan jamita hkbp 16 juni 2019,   nkb not angka pdf,   bahan jamita hkbp 16 juni 2019,   lagu rohani nomor 72,   lagu puji pujian,   kotbah hkbp Keluaran 22:1-12,   kotbah hkbp Keluaran 22:1-12,   renungan dari pengkhotbah 11:10,   lagu sebelum doa buka,   penjelasan fan renungan dari pengkhotbah 11:9,   doa persembahan dalam ibadah minggu di gereja,   khotbah minggu trinitas,   khotbah ibrani 11:7-12,   khotbah ibrani 11:7-12,   khotbah setelah pentakosta,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   renungan dari pengkhotbah 11:10,   renungan dari pengkhotbah 11:10,   jamita minggu 16 juni 2019,   jamita minggu 16 juni 2019,   lirik lagu rohani yang menyentuh hati,   Download lagu 20 lagu dangdut rohani terbaik,   renungan Amsal 3:11-20,   Download lagu 20 lagu dangdut rohani terbaik,   Download lagu 20 lagu dangdut rohani terbaik,   khotbah kejadian 7 ayat 10 sampai 24,   konteks matius 19:27-30 dalam injil matius,   kumpulan lagu persembahan,   lagu paskah kidung jemaat,   download kumpulan lagu paskah,   download MP3 kumpulan lagu paskah,   renungan dari pengkhotbah 11:10,   renungan amsal 15:21,   renungan amsal 15:21,   penegak rohani pentakosta,   khotbah keluaran 15: 12- 18 ,   lagu saat persembahan,   doa persembahan,   penjelasan fan renungan dari pengkhotbah 11:9,   renungan amsal 3 ayat 11 sampai 20,   conto`panitia pembangh panitia unan gerejah kema hinjil ,   renungan firman yohanes 14:15-31,   renungan kristen untuk pemuda dari pengkhotbah terbaik,   renungan kristen untuk pemuda dari pengkhotbah terbaik,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   doa persembahan dalam ibadah minggu di gereja,   khotbah dari kejadian 6 11 12,   doa persembahan dalam ibadah minggu di gereja,   doa persembahan dalam ibadah minggu di gereja,   chor lirik gembala baik nan merdu,   khotbah kejadian 22:1-12,   khotbah kejadian 22:1-12,   Tema ibadah persembahan,   khotbah matius 6:5-14,   khotbah johanes 13:31-35,   kotbah kristen tentang amsal 12,   1 tawarikh 25 penyanyi 1-31,   uraian khotbah mnrut Mzm.147: 1-7,   lagu saat persembahan,   mazmur 40 ayat 5-6 dan artinya,   Renungan kejadian 22:1-12,   Kotbah yakobus 2:1-13,   khotbah pemuda kejadian 22:1-19,   Bahan khotbah dari Kejadian 22:1-12,   lagu ucapan syukur rohani,   khotbah johanes 13:31-35,   jamita partangiangan heber 3:7-12 tgl 16 juni 2019,   renungan dari pengkhotbah 11:10,   lirik lagu 17 agustus beserta notnya,   lagu rohani mengabarkan injil keselamatan, ikut Tuhanku,   Renungan: ahi up ini adalah kesempatan,   jamita partangiangan heber 3:7-12 tgl 16 juni 2019,   keluaran 15 : 12 - 18,   kidung ceria 277 lawanlah godaan,   khotbah kisah para rasul 15:1-21,   jamita minggu tanggal 16 juni 2019,   khotbah johanes 13:31-35,   bahan khotbah kisah para rasul 2:41-47,