Save Page
1 Korintus 1:18-25
Hikmat Allah dan hikmat manusia
1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. 1:19 Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan." 1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. 1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, 1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, 1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. 1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

Penjelasan:

* 1Kor 1:18 - Sebab // Pemberitaan // perkataan // Binasa // diselamatkan
Sebab mengacu pada alasan mengapa ia tidak datang dengan hikmat perkataan. Bagi orang-orang yang akan binasa, salib pasti senantiasa dipandang sebagai kebodohan. Pemberitaan (harfiah, kata) di sini jelas berbeda dengan perkataan (ay. 17; harfiah, kata). Paulus memandang salib sebagai sarana yang dipakai Allah untuk menyelamatkan. Binasa dan diselamatkan (dua-duanya dalam bentuk waktu sekarang, tetapi bersifat frekuentatif dan bukan duratif dengan sangat jelas melukiskan aliran yang tetap dari orang-orang yang terhilang jatuh dalam keabadian tanpa Kristus, serta aliran yang lebih sedikit, namun bersifat tetap dari orang-orang yang diselamatkan memasuki pintu persekutuan abadi dengan Kristus.

* 1Kor 1:19-20 - Karena ada tertulis
Karena ada tertulis. Penggunaan Alkitab sebagai dukungan. Kebiasaan Paulus yang baik (bdg. Yes. 29:14; 19:12; 33:18). Isinya adalah kecaman Allah terhadap kebijaksanaan "orang-orang berhikmat" di Yehuda yang mencari bantuan dari Mesir ketika terancam oleh Sanherib.

* 1Kor 1:21 - Berkenan // Pemberitaan // pemberitaan // percaya. 22-25 // yang dipanggil // orang-orang Yahudi // orang-orang Yunani // kekuatan Allah // hikmat Allah // disalibkan
Berkenan memiliki arti lebih daripada sekadar pernyataan kesediaan: kata ini mengacu kepada maksud dan rencana Allah yang indah (bdg. Ef. 1:5). Pemberitaan mengacu kepada isi dari pemberitaan itu bukan cara pemberitaannya (bdg. I Kor. 2:4); pemberitaan inilah yang menyelamatkan. suatu pesan yang dikhususkan bagi orang-orang yang benar-benar percaya. 22-25. Dengan cara yang berlawanan Paulus menegaskan bahwa mereka yang dipanggil (bdg. ay. 2) telah memperoleh apa yang dicari oleh orang-orang Yahudi yang menghendaki tanda dan orang-orang Yunani (ay. 22) yang mencari hikmat, yaitu kekuatan Allah dan hikmat Allah. Orang Yahudi dan Yunani tidak akan mengenali dosa mereka. Orang yang percaya pada Kristus yang disalibkan mengenali dosa mereka; oleh karena itu Dia adalah kuasa dan hikmat Allah. Penggunaan kata disalibkan tanpa artikel dengan kuat menekankan sifat dari cara Paulus memberitakan Kristus, sebagai disalibkan (bdg. 2:2; Gal. 3:1; bandingkan dengan terjemahan baru LAI). Kristus yang tanpa salib tidak dapat menyelamatkan.

* Pengaruh pemberitaan Injil ini berbeda-beda: Bagi mereka yang akan binasa, pemberitaan tentang salib adalah suatu kebodohan, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah (ay. 18). Untuk orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah (ay. 23-24).
    1. Kristus yang disalibkan menjadi suatu batu sandungan untuk orang-orang Yahudi. Mereka tidak dapat menerima hal itu. Mereka memiliki kebanggaan bahwa Mesias mereka yang ditunggu-tunggu haruslah seorang raja seperti layaknya seorang raja di dunia ini. Itulah sebabnya mereka tidak akan pernah mengakui orang yang penampilannya begitu hina di dalam kehidupannya dan mengalami kematian yang begitu terkutuk sebagai Penyelamat dan Raja mereka. Mereka memandang rendah dan menganggap Dia benar-benar orang buruk, karena Ia digantung di atas kayu salib, dan juga karena Ia tidak memuaskan hati mereka dengan sebuah tanda yang sesuai dengan keinginan mereka, walaupun kuasa ilahi-Nya tampak di dalam berbagai mujizat yang tidak terhitung jumlahnya. Orang-orang Yahudi menghendaki tanda (ay. 22, dan Mat. 12:38).
    2. Kristus yang disalibkan menjadi suatu kebodohan bagi orang-orang bukan Yahudi. Mereka menertawakan kisah Juruselamat yang disalibkan, dan memandang rendah cara rasul-rasul menceritakan hal itu. Mereka mencari hikmat. Mereka adalah orang-orang yang cerdas dan berpengetahuan. Orang-orang yang telah mengembangkan seni dan ilmu pengetahuan, serta telah berabad-abad lamanya sangat mahir dalam ilmu pengetahuan dan pembelajaran. Tidak ada suatu apa pun di dalam pengajaran tentang salib yang begitu jelas itu yang cocok dengan selera mereka, atau menyenangkan rasa bangga mereka. Juga tidak dapat memuaskan rasa ingin tahu dan sifat suka berbantah mereka. Itulah sebabnya mereka menyambut pengajaran itu dengan caci maki dan penghinaan. Apa gunanya berharap diselamatkan oleh orang yang tidak dapat menyelamatkan diri-Nya sendiri! Dan mana mungkin kita harus percaya kepada orang yang dihukum dan disalibkan sebagai seorang penjahat, seorang yang dilahirkan dalam kehinaan dan memiliki kehidupan yang miskin, serta meninggal karena kematian yang begitu keji dan hina! Inilah yang tidak dapat diterima oleh keangkuhan nalar dan pengetahuan manusia. Bagi orang-orang Yunani, bodohlah untuk menerima ajaran seperti itu dan menghargai orang yang demikian. Karena itu, pantaslah untuk membiarkan saja orang-orang Yunani itu binasa di dalam kesombongan dan ketegaran mereka. Perhatikanlah, sangat adil bagi Allah untuk membiarkan mereka tetap ada di dalam kekerasan hati mereka, yang dengan angkuh telah menghina hikmat dan kasih karunia ilahi sedemikian rupa.
    3. Kepada orang-orang yang dipanggil dan diselamatkan, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Orang-orang yang dipanggil dan dikuduskan, yaitu mereka yang mau menerima Injil dan diterangi oleh Roh Allah, lebih dapat melihat berbagai pengungkapan hikmat Allah dan kekuatan Allah yang mulia di dalam ajaran mengenai Kristus yang disalibkan dari pada di dalam semua pekerjaan-Nya yang lain. Perhatikanlah, orang-orang yang diselamatkan, diperdamaikan dengan ajaran tentang salib itu, dan dibawa mengalami sendiri segala rahasia tentang Kristus yang disalibkan.

Di sini kita membaca perihal kemenangan salib atas hikmat manusia sesuai dengan nubuat dari zaman dahulu kala (Yes. 29:14): Aku akan membinasakan hikmat orang-orang yang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Ku-lenyapkan. Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Bukanlah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (ay. 19-20). Semua pengetahuan dunia yang dihargai tinggi itu dikacaukan, diguncang, dan dipudarkan oleh pewahyuan Kristen dan kemenangan gilang-gemilang dari salib. Para politikus dan ahli-ahli filsafat kafir, ahli-ahli Taurat dan rabi-rabi Yahudi, para pencari rahasia alam yang penuh rasa ingin tahu, semuanya bertanya-tanya dan tercengang-cengang. Pewahyuan ini sama sekali tak terjangkau oleh para negarawan dan ahli-ahli filsafat, dan segala ahli hebat yang berlagak menguasai pengetahuan, baik itu orang Yahudi maupun Yunani atau bangsa-bangsa lainnya. Ketika Allah hendak menyelamatkan dunia ini, Ia merancangnya dengan jalan-Nya sendiri. Dan ada alasan yang baik mengapa begitu, oleh karenadunia tidak mengenal Allah oleh hikmatnya (ay. 21). Segala ilmu pengetahuan yang dibangga-banggakan dunia kafir ini tidak dan tidak mampu membawa dunia ini kepada Allah. Tak peduli dengan segala hikmat yang mereka miliki, ketidaktahuan tetap ada, ketidakadilan masih berlimpah-limpah. Manusia menjadi sombong oleh pengetahuan mereka yang semu, dan malah menjadi semakin terasingkan dari Allah. Dan itulah sebabnya Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. Oleh kebodohan pemberitaan Injil, maksudnya bukan benar-benar bodoh dalam arti yang sebenarnya, tetapi ini hanya ungkapan kasarnya saja.

    1. Hal yang diberitakan merupakan kebodohan menurut pandangan orang berhikmat dari dunia ini. Kita hidup melalui orang yang sudah mati, kita diberkati oleh orang yang dikutuk, kita dibenarkan oleh orang yang diri-Nya sendiri dihukum, semuanya merupakan kebodohan dan tidak sejalan dengan orang yang telah dibutakan oleh kesombongan diri dan terpaut dengan segala prasangkanya sendiri serta dengan segala temuan akal dan filsafat yang mereka bangga-banggakan.
    2. Cara pemberitaan Injil juga tampak bodoh bagi mereka. Pada masa Kristus, tidak ada orang yang terkenal karena berhikmat atau fasih berbicara ditugaskan untuk mendirikan jemaat atau memberitakan Injil. Yang dipanggil adalah beberapa nelayan sederhana, dan diutus untuk melaksanakan pekerjaan ini. Orang-orang ini diutus untuk menjadikan bangsa-bangsa sebagai murid Tuhan. Bejana-bejana ini dipilih untuk menyampaikan harta karun pengetahuan yang menyelamatkan kepada dunia. Pada pandangan pertama, tidak ada dalam diri mereka yang tampak cukup agung atau mulia yang datang dari Allah. Alhasil, orang-orang yang mengaku-ngaku diri berpengetahuan dan berhikmat pun memandang rendah ajaran itu, semata-mata karena memandang orang-orang yang menyampaikannya. Akan tetapi, yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia (ay. 25).



SBU

HARI MINGGU Ill SESUDAH EPIFANIA
MINGGU, 27 JANUARI 2019
Renungan Pagi
KJ.413:1 -Berdoa
PEGANG TEGUH IMANMU!

1 Korintus 1:18-25
tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. (ay.24).

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu diperhadapkan pada kenyataan bahwa keyakinan kita tidak selalu sejalan dengan keyakinan orang banyak. Keyakinan kita terhadap Yesus tidak selalu dapat diterima dengan baik. Ada yang menganggap bahwa keyakinan terhadap Yesus hanya isapan jempol belaka, ada juga yang beranggapan bahwa keyakinan itu hanya suatu tradisi yang diwariskan dari pendahulu-pendahulu kita.

Umat Kristen mula-mula hidup ditengah orang-orang Yahudi dan Yunani. Bagi orang-orang Yahudi, kepercayaan terhadap Yesus sebagai juruselamat merupakan gangguan terhadap masyarakat mereka. Bagi orang orang-orang Yunani kepercayaan kepada Yesus tidak
lebih dari suatu pembodohan. Orang-orang Yahudi dan Yunani memiliki keyakinan yang  berbeda dengan umat Kristen mula-mula.mOrang-orang Yahudi meyakini bahwa akan datang mesias yang akan  membebaskan dan memerdekakan mereka, Namun, mereka justru
menolak saat Yesus berupaya membebaskan dan memerdekakan mereka dan cara berpikir yang keliru. Sedangkan, orang-orang Yunani berupaya untuk mencari hikmat yang mereka percaya dapat memberikan kebijaksanaan dalam kehidupan. Namun, mereka menolak
saat Yesus menunjukkan hikmat Tuhan kepada mereka.

Dalam kehidupan sehari-hari, keyakinan kita terhadap Yesus seringkali mendapatkan tantangan. Tantangan itu datang dari orang-orang yang berada di sekitar kita yang berbeda keyakinan. Tantangan itu sesungguhnya merupakan suatu ujian terhadap keyakinan kita terhadap Yesus. Jika kita lemah menghadapi tantangan itu maka Tuhan tentu menunjukkan kepada kita hikmat dan kekuatan hidup yang sesungguhnya.

KJ 413:2
Doa:  (Tuhan berikanlah kepadaku hikmat dan kebijaksanaan, agar hidupku berkenan bagimu)



HARI MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
MINGGU, 27 JANUARI 2019
Renungan Malam
KJ.293:1 -Berdoa
HIKMAT KRISTUS MENYELAMATKAN MANUSIA

1 Korintus 1:26-31
Tetapi oieh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus,  (ay.31)

Dalam kehidupan sehari-hari, rnanusia mempunyai ukuran untuk segala sesuatu. Ia mampunyai pengetahuan, namun manusia tidak dapat menjangkau hikmat dan pikiran Allah dalam rangka penyelamatan yang Allah kerjakan untuk keselarnatan dunia dan manusia. Manusia dalam hikmat dunia, hanya terjebak dalam pikiran-pikiran yang menyesatkan diri sandiri. Sebab manusia hanya berpikir disekitar kepentingan diri sendiri. Dan adakah manusia dengan hlkmatnya berpikir bagaimana Allah dalam hikmat-Nya memilih suatu bangsa menjadi umat milik-Nya? Bahkan bagaimana Allah bertindak dan berbicara dalam kuasa-Nya sehingga banyak orang menjadi percaya kepada lnjil yang diberitakan oleh para Rasul juga Paulus. Pertanyaannya adalah apakah ukuran yang manusia tetapkan sesuai dengan ukuran Tuhan?

Bacaan kita berblcara mengenai panggilan Allah bagi orang-orang Kristen di Korintus; bahwa disana ternyata ada sebuah jemaat yang sesungguhnya Karena panggilan Allah, bukan karena yang lain menurut ukuran manusia tidak banyak barpangaruh, ataupun orang yang terpandang ; justru berasal dari golongan ekonomi lemah.

Tuhan Yesus mamanggil mereka yang ditolak, orang berdosa, yang dianggap bodoh dan lemah merupakan bukti pandangan Allah berbeda dengan pandangan manusia dalam memilih. Panggilan Allah hanya bardasarkan Kasih karunia-Nya semata. Panggilan Allah adalah cara Allah rnamalukan rnereka yang manganggap diri mereka berhikmat dan kuat. Dengan memilih yang lemah, Allah telah bermaksud meniadakan kesombongan manusia, Jadi jangan ada seorang manusiapun yang kini boleh memegahkan dirinya dihadapan Allah.

Sebab Dialah Hikrnat Allah yang diberikan kepada rnanusia. Hanya lman didalam Yesus Kristus yang dapat membarikan orang "Hikmat untuk rnenuntun kita kepada Keselamatan.

KJ.293 : 2
Doa : (Tuhan ajari aku agar lebih mengasihi daripada menghakimi)

Label:   1 Korintus 1:18-25 



Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

NEXT:
Khotbah Ibadah GPIB SENIN, 28 JANUARI 2019 - HIKMAT DARI - 1 Korintus 3:18-23 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB SABTU, 26 JANUARI 2019 - JADIKANLAH DIRIMU BERARTI - Daniel 6:13-19 - MINGGU ll SESUDAH EPIFANIA

Garis Besar 1 Korintus




BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

    songbatak.com- Top of JUDIKA

    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,