Save Page
1 Korintus 3:18-23
 3:18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." 3:20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka." 3:21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: 3:22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. 3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Penjelasan:

* Gambaran Kerendahan Hati (1 Korintus 3:18-20)
    Di sini Rasul Paulus menggambarkan kerendahan hati dan pikiran yang tidak mengagung-agungkan diri sendiri di antara mereka, sebagai penawar bagi ketidaktertiban dalam jemaat Korintus, perpecahan dan persaingan di antara mereka: Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri (ay. 18). Janganlah disesatkan oleh para penipu sehingga menyimpang dari kebenaran dan kesederhanaan Injil dan beralih ke ilmu pengetahuan dan kecakapan berbicara. Janganlah disesatkan dengan sikap yang memamerkan pengetahuan yang hebat-hebat atau kata-kata yang indah dari para guru agama, ahli pidato, atau filsuf. Perhatikanlah, kita terancam bahaya menipu diri sendiri ketika kita mengagung-agungkan hikmat dan keterampilan manusiawi. Kekristenan yang murni dan sederhana sepertinya ada kemungkinan akan dihina oleh orang-orang yang dapat menyesuaikan ajaran mereka dengan selera yang rusak dari para pendengarnya, dan menyesatkan mereka dengan bahasa yang indah, atau ditambah dengan pameran akan kehebatan bernalar yang kuat dan dalam. Akan tetapi dia yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. Orang demikian harus menyadari kebodohannya dan menyesalinya. Dia harus mempertanyakan pengertiannya dan tidak mengandalkannya. Mengagung-agungkan hikmat kita sendiri hanyalah menyombongkan diri saja, dan menyombongkan diri hampir tidak ada bedanya dengan menipu diri sendiri. Jalan menuju hikmat sejati adalah dengan menenggelamkan pendapat kita mengenai diri sendiri ke tempat yang sewajarnya, dan rela untuk diajari oleh Allah. Orang yang ingin menjadi sungguh-sungguh bijaksana haruslah menjadi bodoh. Orang yang meninggalkan pengertiannya sendiri supaya dia dapat mengikuti bimbingan Allah, berarti sudah ada di jalan menuju hikmat yang kekal dan sejati. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati (Mzm. 25:9). Orang yang tidak mengandalkan pengetahuan dan kuasanya sendiri akan rela menerima pengetahuan yang lebih baik. Orang seperti itu bisa menjadi berpengetahuan dan menjadi lebih baik melalui pewahyuan. Akan tetapi orang yang sombong dan mengandalkan hikmat dan pengertiannya sendiri bahkan akan cenderung ingin memperbaiki hikmat ilahi sekalipun, dan lebih memilih pemikirannya yang dangkal daripada segala pewahyuan kebenaran dan hikmat yang tidak bisa salah. Perhatikanlah, kita harus merendahkan diri di hadapan Allah, jika kita ingin benar-benar menjadi bijaksana atau baik: Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah (ay. 19). Hikmat yang begitu diagung-agungkan manusia duniawi (kebijakan, filsafat, pidato) adalah kebodohan bagi Allah. Ini sungguh demikian adanya bila dibandingkan dengan hikmat-Nya. Malaikat-malaikat-Nya pun didapati-Nya tersesat (Ayb. 4:18), apalagi orang-orang terbijak dari antara anak-anak manusia. Kebijaksanaan-Nya tak terhingga (Mzm. 147:5). Tidak terbandingkan hikmat-Nya dengan hikmat kita, seperti halnya juga antara kuasa dan keberadaan diri-Nya dengan kuasa dan keberadaan kita. Tidak ada alat ukur untuk membandingkan yang terhingga dengan yang tidak terhingga. Jadi, betapa hikmat manusia itu adalah kebodohan bagi Allah ketika dibandingkan dengan hikmat-Nya sendiri. Wajarlah jika Ia merendahkannya, dan betapa mudahnya Dia dapat mengalahkan dan mengacaukannya! Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri (Ayb. 5:13). Dia menangkap mereka dalam jaring-jaring mereka sendiri dan menjerat mereka dalam jeratan mereka sendiri. Dia membuat semua rancangan mereka yang paling rapi dan menjanjikan berbalik melawan diri mereka sendiri, dan membinasakan mereka dengan kelihaian mereka sendiri. Bahkan, Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka (ay. 20), semuanya hampa (Mzm. 94:11). Perhatikanlah, Allah mengetahui pikiran-pikiran manusia dengan sempurna, pikiran-pikiran terdalam orang-orang berhikmat, rancangan dan maksud mereka yang paling tersembunyi. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya, tetapi segala sesuatu telanjang dan terbuka di hadapan-Nya (Ibr. 4:13). Dan Ia tahu bahwa semua itu sia-sia belaka. Pikiran-pikiran orang-orang paling berhikmat di dunia ini mengandung banyak kesia-siaan, kelemahan dan kebodohan di dalamnya, dan di hadapan Allah, pikiran-pikiran mereka yang terbaik pun merupakan kesia-siaan, maksud saya, jika dibandingkan dengan pemikiran-pemikiran-Nya. Jadi, tidakkah ini mengajari kita untuk rendah hati, tidak mengandalkan diri sendiri, dan menghormati hikmat Allah? Tidakkah ini membuat kita bersyukur atas berbagai pewahyuan-Nya, dan rela diajari oleh-Nya? Tidakkah ini membuat kita untuk tidak disesatkan hikmat dan keahlian manusia yang palsu sehingga menyimpang dari kesederhanaan Kristus atau ajaran sorgawi-Nya? Perhatikanlah, orang yang ingin berhikmat haruslah belajar mengenal Allah dan tidak menandingkan hikmatnya sendiri melawan hikmat Allah.

* Larangan Mengagung-agungkan Guru (1 Korintus 3:21-23)

Di sini Rasul Paulus memaparkan himbauannya supaya tidak ada yang memegahkan guru-guru mereka berdasarkan alasan yang telah dia kemukakan sebelumnya dan dengan mempertimbangkan bahwa mereka memiliki kepentingan yang sama dalam semua pelayan: Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia (ay. 21) atau lupa bahwa para pelayan hanyalah manusia biasa. Juga, supaya janganlah ada yang memberi mereka kehormatan yang seharusnya hanya bagi Allah, menempatkan mereka di tempat teratas, menyanjung-nyanjung mereka dengan berlebihan, mengikuti arahan mereka dengan patuh, dan manut kepada suruhan-suruhan mereka dengan cara yang bertentangan dengan Allah dan kebenaran-kebenaran yang diajarkan oleh Roh Kudus-Nya. Umat manusia cenderung ingin mengambil keuntungan dari belas kasihan Allah demi tujuan-tujuan mereka. Pelayanan memang sangat bermanfaat dan penuh kasih karunia, dan para pelayan yang setia merupakan berkat yang amat besar bagi siapa pun juga. Akan tetapi, kelemahan dan kedegilan dalam diri manusia mungkin saja menyalahgunakan berkat yang ada itu. Mereka bisa saja terpecah-belah dan memihak pelayan-pelayan tertentu serta menempatkan mereka sebagai kepala mereka, memegahkan diri atas pemimpin-pemimpin mereka, dan mau saja dibawa ke mana pun oleh mereka tanpa mengetahui arahnya. Satu-satunya jalan untuk menghindari sikap yang berbahaya ini adalah dengan memiliki pandangan yang wajar terhadap diri sendiri, mengakui bahwa pengertian manusia itu mengandung kelemahan, dan menaruh rasa hormat yang besar terhadap hikmat Allah yang berbicara melalui firman-Nya. Para pelayan tidak boleh ditandingi satu dengan yang lainnya. Seluruh pelayan yang setia melayani satu Tuhan dan mengejar satu tujuan. Mereka dipilih oleh Kristus demi kebaikan jemaat seluruhnya: "Paulus, Apolos, maupun Kefas, semuanya kamu punya. Mereka tidak boleh dipertentangkan satu dengan yang lainnya, tetapi semuanya harus dihargai dan dijadikan sarana demi kemajuan rohani kalian." Pada kesempatan ini, Paulus juga menjabar kan harta milik jemaat, yaitu kekayaan rohani yang dimiliki orang percaya yang sejati: "Semuanya kamu punya, yaitu para pelayan dalam segala jabatan, baik yang biasa maupun yang luar biasa. Bahkan dunia pun kamu punya." Ini tidak berarti bahwa para orang kudus memiliki dunia ini, tetapi artinya, dunia ini ada untuk keuntungan mereka, sebab mereka memiliki sebanyak yang dipandang sesuai oleh Hikmat Kekal, dan apa pun yang mereka punya disertai oleh berkat ilahi. "Hidup ini kamu punya, supaya kamu beroleh waktu dan kesempatan untuk mempersiapkan hidup di sorga. Selain itu, kematian juga kamu punya, supaya kamu dapat mengalaminya. Kematian itu ialah semacam utusan yang akan menjemputmu menuju ke rumah Bapamu. Waktu sekarang kamu punya, sebagai sokonganmu dalam perjalanan, dan waktu yang akan datang juga kamu punya, untuk memperkaya dan memanjakanmu selamanya di tempat tujuan perjalananmu nanti." Perhatikanlah, jika kita milik Kristus dan setia kepada-Nya, segala sesuatu yang baik menjadi milik kita dan pasti menjadi milik kita. Semuanya milik kita, waktu dan kekekalan, bumi dan sorga, hidup dan mati. Kita tidak akan kekurangan kebaikan (Mzm. 84:12). Akan tetapi perlu diingat pula, dalam waktu yang bersamaan, bahwa kita adalah milik Kristus, warga negara kerajaan-Nya, milik-Nya. Dia adalah Tuhan atas kita, dan kita harus mengakui kekuasaan-Nya, dan dengan senang hati harus tunduk kepada perintah-Nya dan berserah kepada perkenanan-Nya, jika kita ingin segala sesuatu bekerja bagi keuntungan kita. Segala sesuatu adalah milik kita, semata atas dasar bahwa kita ini adalah milik Kristus. Di luar Dia, kita tidak memiliki hak apa pun atas segala sesuatu yang baik. Perhatikanlah, orang-orang yang ingin selamat di masa sekarang dan bahagia dalam kekekalan, haruslah menjadi milik Kristus. Dan Kristus adalah milik Allah. Dia adalah Kristus dari Allah, diurapi oleh Allah, dan diutus oleh-Nya untuk menjabat sebagai Pengantara, serta atas dasar itu bertindak untuk memenuhi tujuan-tujuan-Nya demi kemuliaan-Nya. Perhatikanlah, segala sesuatu adalah kepunyaan orang percaya, supaya Kristus mendapat kehormatan dalam tugas agung-Nya, dan Allah mendapat kemuliaan dalam segala sesuatu. Allah di dalam Kristus mendamaikan dunia yang penuh dosa dengan diri-Nya dan mengucurkan banyak kekayaan kasih karunia-Nya ke atas dunia yang sudah didamaikan. Inilah inti dan hakikat dari Injil.


SBU

MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
SENIN, 28 JANUARI 2019
Renungan Pagi
KJ. 252:1 -Berdoa
YESUS KRISTUS DASAR HIDUP KRESTEN

1 Korintus 3:10-17
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (ay.11).

Setiap bangunan harus memiliki suatu dasar. Dasar bangunan menentukan seberapa kuat bangunan itu bertahan dalam berbagai keadaan. Jika dasar bangunan lemah, maka bangunan itu tidak akan bertahan lama. Dasar bangunan ini merupakan suatu kiasan untuk menggambarkan kahidupan manusia. Manusia membutuhkan suatu dasar bagi keyakinannya. Dasar yang kuat dapat membuat seseorang bertahan dalam Keadaan-keadaan yang sulit. Sedangkan; dasar yang lemah membuat seseorang lemah dan rapuh.

Sebagai seorang Kristen, kita pun memlliki dasar irnan yang membantu kita menghadapi keadaan-keadaan sulit. Dasar lman Kristen adalah Yesus Kristus. lman kepada Yesus
adalah penopang hidup seorang Kristen. Namun, iman kepada Yesus tidak berarti iman yang pasif. lman itu harus bergerak dan aktif. Artlnya seseorang yang beriman kepada Yesus akan bergerak dan aktif. Dalarn pergerakan itu, ia akan berhadapan dengan berbagai keadaan sulit dalam hldupnya. Keadaan-keadaan sulit itu merupakan suatu ujian untuk imannya. Tentu saja, hasil dari pekerjaan tarkadang bisa jadi sesuai atau tidak sesuai dengan harapan. Namun, usaha yang seorang Kristen lakukan tentu tidak akan sia-sia selama ia sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan.

Kamu adalah bait Allah dan bahwa roh Allah diam dalam kamu (ay.16). Ungkapan ini rnemperlihatkan bahwa seseorang tidak bernilai dari apakah ia menghasilkan sesuatu yang balk atau yang buruk. Manusia pada dirinya sendiri adalah berharga bagi Tuhan.
la merupakan ciptaan yang Tuhan kasihi. Tuhan mernberikan rahNya berdiam dalam diri manusia. Hal itu agar manusia dapat melakukan hal-hal besar demi kemuliaan Tuhan. ltu juga berarti bahwa rnanusia tidak boleh merusak dirinya sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menemukan orang-orang yang merusak dlri sendiri. Hal itu dilakukan dengan gaya hidup yang tidak sehat. Kita kurang menyadari bahwa kehidupan yang diberikan oleh Tuhan adalah sebuah anugerah. Tubuh dan pikiran yang kita millkl rnerupakan berkat dari Tuhan. Oleh karena itu, tugas utama kita adalah menjaga dan memelihara tubuh dan plkiran kita.

KJ. 252:4
Doa : (Tuhan, ajari aku untuk bersyukur atas hidup yang Engkau beri bagiku)



MINGGU III SESUDAH EPIFANIA
SENIN, 28 JANUARI 2019
Renungan Malam
KJ.144b:1 -Berdoa
HIKMAT DARI TUHAN

1 Korintus 3:18-23
TUHAN mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat sesungguhnya semuanya sia-sia belaka"  (ay.20).

Seiring perkembangan zaman dan teknologi manusia bisa mandapatkan segala sesuatu dengan instan. Sains memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia. Pengetahuan manusia pun semakin luas dengan perkembangan teknologi informaai. Sains dan teknologi yang
canggih itu merupakan hasil karya manusia. Tujilan utamanya adalah untuk memberikan suatu pengetahuan yang cukup bagi manusia.

Pengetahuan yang mengarahkan manusia kepada kebijaksanaan. Namun, apakah sekarang ini manusia semakin bijak seiring dengan perkembangan teknologi?

Bacaan kali ini memaparkan tentang manusia yang menipu diri sendiri. Menipu diri sendiri tidak berbeda dengan sikap yang meninggikan diri sendiri. Manusia demikian merasa bahwa ia marnpu malakukan segala sesuatu. Ticlak hanya itu, manusia itu merasa yakin dengan pengetahuan dan hikmat yang ia miliki. Manusia seperti ini tidak lagi bergantung kepada Tuhan. la sepenuhnya mengandalkan kemampuan dan pengetahuannya. Yang tldak disadari adalah manusia adalah rnakhluk yang terbataa. Keterbatasannya mengakibatkan
manusia sesungguhnya tidak mampu untuk melakukan semua hal.

Pada sisi lain, Tuhan berbeda dangan manusia. Ia tidak terbatas. Ia mampu mengetahui segala sesuatu. Rancangannya jauh lebih besar dari rancangan manusia. Bagitu pula, hikmat-Nya jauh lebih luas dan dalam daripada hikmat manusia. Untuk mendapatkan pengetahuan
dan hikmat dari Tuhan, manusia perlu untuk berhubungan dengan Tuhan. Ia perlu untuk merendahkan hati dan meminta Tuhan memberikan kebijaksanaan. Hal itu juga diceritakan dalam Alkitab. Raja Salomo tidak meminta harta dan tahta‘ malainkan ia meminta pe-
ngetahuan dan kebijakaanaan dari Tuhan. (1 Raja-Raja 3 : 9, 12 ).

Perkembangan teknologi rupanya tidak membuktikan bahwa manusia semakin bijak. Adanya informaai palsu, ujaran kebencian, pengrusakan hutan, polusi udara, dan lainnya. Hal itu menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak mangarahkan manusia untuk semakin
bijak. Untuk itu, kita perlu untuk mengoreksi diri kita aendiri. Katergantungan tarhadap pengetahuan dan hikmat yang kita miliki hanyamembuahkan harapan kosong. Tetapi, kerendahan hati untuk meminta hikmat dan pengetahuan dari Tuhan memberikan kita masa
depan yang lebih baik (Amsa| 8:35,36).

KJ.144b : 3
Doa : (Tuhan, ajari aku untuk tidak bersandar pada kemampuanku agar aku !ebih belajar untuk rendah hati)






Christian Songs
Songs on The Blood of Jesus
HEALING WORSHIP SONGS
Jesus Is Risen Song

NEXT:
Khot bah Ibadah GPIBSELASA, 29 JANUARI 2019 - HIKMAT DAN BUAHNYA - Yakobus 3:17-18 - MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

PREV:
Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 27 JANUARI 2019 - HIKMAT KRISTUS MENYELAMATKAN MANUSIA - 1 Korintus 1:18-25 - HARI MINGGU Ill SESUDAH EPIFANIA



BACAAN ALKITAB SETAHUN:
  • Bacaan Alkitab Setahun di FGCC (Gereja di Malaysia)
  • Bacaan Alkitab Setahun - ProSesama (GKI, GKPS dll)
  • Bacaan Alkitab Setahun GBI
  • Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019
  • Kalender Liturgi Katolik 2019
  • Kalender GKJ 2019
  • Bacaan Alkitab GMIT 2019
  • Pembacaan Alkitab GMIM 2019
  • Arsip Khotbah Ibadah GPIB 2019..

    songbatak.com- Top of JUDIKA

    rss lagu-gereja.com  Register   Login  

    contoh kj 392 bukan kj.392
    Preview Swing Tradig




    Beli Kaos C59. Klik Disni

    Nyanyian Ibadah Gereja
    English Hymns, COUPLES FOR CHRIST SONGS (CFC SONGS)*, AG (Aradhana Geethamulu), YSMS (Тебе пою оМй Спаситель), YJ (Юность-Иисусу), ADV (Himnario Adventista), HC (Держись Христа), SS (ДУХовни Песни) *, SR *, SP *, SPSS (Spiewajmy Panu wyd. dziesiate) *,
    JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), KMM, KJ, PKJ, GB, NR, NKB, KC, Nafiri Kemenangan, Lagu GMS, PPK, PPPR, KPPK, NKI, NRM, Buku Ende, BN (Buku Nyanyian HKBP), Buku Lagu Perkantas, KPKL, KPKA, KPJ, KPRI, KLIK, DSL, LS, PKJ TORAJA, NJNE, Doding Haleluya, LKEE, Suara Gembira, JB (Jiwaku Bersukacita: Pujian Sekolah Minggu), Puji Syukur, Madah Bakti,
    Russian Worship Songs
    Chinese Praise and Worship Song
    Lagu Rohani Bahasa Iban di Malaysia
    Thai Christian Song
    Hebrew Christian Song
    Arab Christian Song
    Christian Songs In Dutch
    German Christian Songs
    Hindi Worship Song
    Japanese Christian Song
    Italian Christian Song
    Lagu Rohani Batak
    Lagu Rohani Ambon
    Lagu Gereja Tiberias Indonesia GTI
    Greek Worship Songs
    French Worship Songs
    Spanish Worship Songs



    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik


    Minggu, 03 Maret 2019
    JUKLAK DAN TATA IBADAH HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB - Minggu, 03 Maret 2019

    Surat Pengantar, Juklak, Petunjuk Teknis IHMPA di Bulan Khusus-PKP, Tata-Ibadah, Pesan MS HUT 54 PKP, Multimedia Pesan H



    Gereja GPIB di Jakarta (Map)
    Gereja GPIB di Surabaya (Map)
    Gereja GPIB di Makassar (Map)
    Gereja GPIB di Medan (Map)
    Gereja GPIB di Bandung (Map)
    Gereja GPIB di Manado (Map)
    Gereja GPIB di Bekasi (Map)
    Gereja GPIB di Tangerang (Map)
    Gereja GPIB di Denpasar (Map)
    Gereja GPIB di Bogor (Map)

    Selasa, 2 Juli 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Selasa, 2 Juli 2019 - Kisah Para Rasul 5:26-42 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Kisah Para Rasul 5:26-42 Penjelasan Ayat
    Penangkapan dan Pemeriksaan Para Rasul; Nasihat Gamaliel
    Senin, 1 Juli 2019
    Senin, 1 Juli 2019 - HUT ke-38 Yapendik GPIB - Kisah Para Rasul 5:12-16 - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat

    Minggu, 30 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Minggu, 30 Juni 2019 - Kisah Para Rasul 2:41-47 (SGD) - HARI MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA
    Penjelasan Ayat
    Cara hidup jemaat yang pertama, Kedatangan Roh Kudus, Persekutuan Murid-murid
    Sabtu, 29 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Sabtu, 29 Juni 2019 - Hakim-Hakim 11:1-11 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hakim-Hakim 11:1-11 Penjelasan Ayat
    Yefta dan Gilead, Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa,
    Jumat, 28 Juni 2019
    Khotbah Ibadah GPIB Jumat, 28 Juni 2019 - Hosea 7:8-16 - MINGGU I SESUDAH PENTAKOSTA
    Hosea 7:8-16 Penjelasan Ayat
    Efraim // mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik

    lagu gereja tiberias indonesi, lagu gereja pikul salib, lagu gereja kemurahan tuhan, lagu gereja semua di mata tuhan, lagu gerejawi, lagu gereja mp3, lagu gereja gki, lagu lagu gereja, lagu gereja nikko, lagu gereja talita doodoh, lagu gereja lama, lagu gereja ntt, lagu gereja, lagu gereja kasih nama yesus, lagu gereja terbaru, lagu gereja suka cita, lagu gereja anak, , lagu gereja ya bapa, anugrahmu, lagu gereja tua, lagu gereja katolik, lagu gereja advent, lagu gereja hkbp, lagu gereja nikita, lagu gereja biak, lagu gereja batak, lagu gereja manado, agu gereja katolik cintamu, lagu gereja indonesia, lagu gereja yang mudah, lagu gereja katolik anak anak, lagu gereja terbaik dan terpopuler, lagu gereja nainggolan sisters, lagu gereja kidung jemaat, lagu gereja katolik bagai rajawali, lagu gereja anak kristen,